MY LOVELY DEATH REAPER PART 1


MY LOVELY DEATH REAPER

AUTHOR       : Yoorin Matsu

CAST            : CHO KYU HYUN

                      SEO HYUN

                      CHOI SOO YOUNG

                      SI WON

                      LEE DONG HAE

                      TAE YEON

                      PARK JUNG SOO

GENRE         : Romance, Fantasy, Angst.

TYPE            : Chapter/Series

 

Ini adalah ff seokyu pertama dan juga debut sebagai author ^^. Ini fanfict murni dari pikiran author. Dimohon untuk tidak di bash maupun di jiplak, jika ada kesamaan ide itu hanyalah ketidaksengajaan. Sangat diharapkan comment dari para readers semua. Baik itu berupa saran, kritik, atau apapun asal jangan ada bashing.

Jika readers banyak yang suka, kemungkinan besar part kedua akan saya post juga. Hanya karena masih dalam tahap penulisan dan berhubung saya masih berstatus sebagai pelajar di mohon kesabarannya untuk menunggu cerita selanjutnya. Terimakasih (_ _ )

PROLOG

Pada akhirnya. Sekuat apapun, sekeras apapun aku mencoba. Kau dan aku takkan pernah bisa bersama. Benarkan?

Seharusnya kau tahu bahwa aku menyukaimu dari sorot mataku. Seharusnya kau tahu bahwa aku menyayangimu dari belaianku. Seharusnya kau tahu bahwa aku mencintaimu dari seluruh perhatian dan kasih sayangku yang hanya kuberikan untukmu. Apa itu masih tidak cukup?

Tidak, kurasa itu sudah cukup. Apa kau juga perlu bukti?

Tidak. yang aku butuhkan hanya kau selalu ada disampingku, bukan kata-kata cintamu. Karena dengan begitu maka aku tahu kau sangat mencintaiku.

 

 ***

Suatu tempat di akhirat.

“Bagaimana dengannya? Apa dia bisa melakukannya?” Tanya seorang pria bertubuh tinggi kurus itu. Jubah hitamnya bergerak melambai terkena angin yang entah darimana datangnya. “Siwon?” panggilnya lagi.

“Aku tak yakin dia bisa.” Orang yang dipanggil Siwon itu menyahut. Wajah tampan dan postur tubuh yang cukup atletis membuatnya semakin tampan.

“Seo Hyun,” pria kurus berbicara tanpa melihat Siwon “adalah tanggung jawabku, Tae Yeon juga tanggung jawabku” ekor mata pria itu melirik Siwon. Mendengar nama itu disebut, bahu Siwon sedikit bergetar. Sorot mata yang tadinya tajam menjadi sedikit sendu, tak lama namun tetap terlihat perubahannya.

“Aku tak ingin kejadian yang dialami oleh Tae Yeon terulang kembali. Kau mengerti?” ulangnya tegas.

“Max, kenapa kau begitu khawatir? Ini bukan pertama kalinya Seo Hyun berhadapan dengan manusia? Dia sudah cukup berpengalaman” ucapan Siwon begitu tegas namun tersirat nada khawatir darinya.

“Aku mengerti. Tapi kali ini terasa berbeda, aku hanya ingin berhati-hati. Jangan sampai kejadian di masa lalu terulang kembali.” Max menekankan di setiap perkataannya. Dengan angkuhnya ia melangkah pergi, ia kibaskan tepi jubahnya yang menyapu lantai, lalu menghilang. Hanya asap yang ia tinggalkan. Tak tahu kemana perginya.

Siwon, dia masih terus menundukan kepalanya, memikirkan- lebih tepatnya mengingat kembali memori-memori di masa lalu. Terdengar gumaman pelan dari bibir tipisnya. Tae Yeon, satu nama bernada kerinduan.

“APA?!” manic mata indah membulat terlihat jelas di wajah manis dan putih milik wanita itu, Seo Hyun.

“Aku baru selesai menyelesaikan tugasku di bumi dan sekarang kau meyuruhku turun lagi ketempat itu? YA AMPUUUN!! Aku lelah!” keluh wanita bertubuh semampai itu. Seo Hyun mengubah posisi duduknya menjadi setengah tertidur di sofa kentara sekali dia terlihat sangat lelah.

“Aku tahu. Tapi… Ayolah Max sendiri yang memintaku.” Sahut Siwon. Tampang memohon dan kasihan terlihat di wajah tampannya. Disatu sisi dia iba melihat Seo Hyun, sahabat terbaiknya, tapi di sisi lain ini adalah tugas. Dan Siwon terkenal dengan kepatuhannya pada Pimpinan. Meskipun hanya sebagai pencabut nyawa dia masih setia dengan profesinya. Karena memang tak ada pilihan lain.

Seo Hyun menghela nafas dan sedikit menggumam tak jelas. Mengeluh.

“Baiklah. Siapa kali ini?” terdengar jelas rasa jengah dari pertanyaan yang ia lontarkan.

“Aku tahu kau lelah tapi ini benar-benar..” belum sempat Siwon bicara banyak, tanpa izin Seo Hyun menyela, “Oke jangan banyak bicara. Nama, tempat, dan waktu kematian aku hanya butuh itu, Siwon.” Dengan sedikit penekan dan tampang yang.. yah mengandung kekesalan yang amat dalam. Oh Tuhan, aku benar-benar lelah hari ini, batinnya.

“Kau harus ingat karena aku takkan mengulang..”

Seoul, Korea Selatan.

“ Cho Kyu Hyun. Seoul, Korea Selatan. 25 November 2011 pukul 10 malam.”

Di kepala Seo Hyun terus terngiang kata-kata dari Siwon. Dan sekarang ia berada di salah satu rumah sakit di Seoul untuk melaksanakan tugas. Dengan wujud malaikatnya ia menyusuri setiap koridor rumah sakit. Bagi seorang wanita, menyusuri lorong gelap dan sunyi mungkin terkesan sedikit menakutkan. Tapi tidak baginya, tentu saja karena sosoknya pun lebih menakutkan. Bukan dalam artian fisiknya menakutkan tapi aura yang ia keluarkan mampu membuat jantung orang biasa berdetak hebat.

Sebagai malaikat ia terlihat manis dengan dress hitam pendeknya itu, bahunya yang indah hanya tertutup dengan tali sebesar jari telunjuk. Langkah kakinya yang beralaskan flat shoes hitam terdengar di sepanjang koridor rumah sakit. Oh dan ya, sebagai malaikat yang ‘seutuhnya’ tentu ia memiliki sayap hitam lebar di belakang tubuhnya. Sayap itu mampu membuat penampilannya tambah manis tapi juga terkesan ‘garang’.

Di setiap pikirannya ia hanya terus mengeluhkan pekerjaannya malam itu. Kelelahan dan keluhan yang ia lakukan membuatnya tak mampu menemukan calon korbannya. Hidung mancungnya terus mengendus-endus setaip sudut koridor, mencoba menemukan bau yang ia cari. Tapi, tentu saja percuma. Hanya dengan energy yang sedikit ia tak mampu berkonsentrasi dengan baik. Dia terus saja menghela nafas dan sedikit mengutuk Max dalam hati.

Merasa pekerjaan yang ia lakukan sia-sia ia mencoba mencari korbannya dengan melihat penghuni di setiap kamar di sepanjang jalan yang ia lewati.

“ Suster tolong siapkan kamar operasi. Pasien ini harus segera melakukan operasi!”

Seo Hyun sedikit terhentak. Suara seseorang yang mengisi seluruh ruangan mampu membuat ia menoleh. Kumpulan orang berlari melewatinya, atau mungkin lebih tepatnya menembus dirinya. Orang-orang itu terlihat sibuk dengan mendorong ranjang yang di tempati seorang pria yang tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir di beberapa bagian tubuhnya. Parah sekali.

Tapi mata Seo Hyun terus menatap pria itu. Bahkan sampai mereka menghilang memasuki sebuah ruangan, matanya tak berhenti melihatnya. Bibirnya membentuk lengkungan kecil.

“ Ah Cho Kyu Hyun… aku menemukanmu.”

“ Kyu Hyun-ah”

Seorang perempuan bertubuh ramping nan cantik ini terus menangis dengan sesekali memanggil sebuah nama bernada lirih. Ia duduk dengan lutut yang tertekuk dan membenamkan wajahnya disana. Ia terlihat sendiri di depan kamar itu. Tapi ternyata sudah ada sosok makhluk cantik yang sedari tadi berperan sebagai ‘penunggu’ ruangan tersebut.

Seo Hyun, sudah lama menunggu. Dan tentunya dia sudah lama mendengar nada-nada lirih dari wanita muda yang ada disampingnya. Dia merubah posisi sandarannya menjadi berlutut di samping wanita yang putus asa itu.

“Sudahlah jangan menangis! Kau sia-sia saja mengeluarkan air matamu, mengucapkan doa-doamu itu. Pada akhirnya dia,” Seo Hyun menunjuk yang entah apa atau siapa yang ada di belakangnya, “akan mati.” Terdengar mengerikan memang saat ia, sesosok pencabut nyawa, menyebutkan kata-kata mati. Tapi semua kata yang ia katakan terdengar ringan dan mengalir dengan lancarnya, seperti tak ada beban saat ia mengatakan hal itu pada seseorang yang hampir kehilangan seluruh hidupnya.

Perkataan Seo Hyun hanya dibalas dengan isakan dari wanita berumur 22 tahun itu. Tentu saja hanya itu yang ia dapatkan karena sesungguhnya sosoknya, setiap gerak bahkan kata-kata yang ia ucapkan tak mampu didengar oleh Choi Soo Young, perempuan cantik itu.

“oh.. oh lihat dirimu! Lihat wajahmu pucat dan penuh dengan sisa airmata sia-sia. Semua itu kau dapatkan karena berjam-jam yang lalu kau menangisi pria didalam sana yang sebentar lagi akan kehilangan eksistensinya di dunia ini. Demi Tuhan, manusia ini memang gila. Kau tahu dia itu sudah hampir mati, tidak, bukan hampir tapi memang akan mati, jadi berhentilah menangis seperti ini nona!” entah apa yang ada di pikiran Seo Hyun, dia terus saja membentak Soo Young, padahal ia sendiri tahu bahwa Soo Young takkan bisa mendengarnya.

Seo Hyun kembali berdiri dan berjalan menuju pintu ruangan di sampingnya. Dia bisa saja masuk kedalam ruangan itu tanpa harus membuka pintunya. Tapi hal itu tidak ia lakukan karena dia benci dengan tempat sempit dan ramai. Lagipula dia mungkin berpikir untuk menemani perempuan malang ini sebentar meskipun Soo Young tak bisa merasakan keberadaannya.

Malaikat bertubuh tinggi itu kembali menyandarkan tubuh langsingnya itu ke dinding pembatas koridor dan ruangan operasi didalamnya. Sesekali ia melirik Soo Young yang ada di sampingnya. Choi Soo Young. tidak lama lagi, batinnya. Dia mendengus pelan. Suara isakan kecil terdengar di sepanjang koridor. Memecahkan keheningan di tempat itu, tapi hal itu malah membuatnya semakin terlihat mengerikan di malam itu.

Cklek.

Pintu terbuka. Pria setengah baya dengan masker dan jubah hijaunya keluar dari ruangan berbau obat tersebut. Soo Young buru-buru mendekati dokter tua itu.

“Kyu Hyun..” nafasnya tercekat, ia mencoba menahan isakannya. “Bagaimana?” wajahnya terlihat cemas dan pucat. Orang ini benar-benar mengerikan, pikir Seo Hyun.

“Dia masih belum sadar. Keadaan masih kritis. Saya harap Anda terus berdoa untuknya.” Ucap dokter Kim, terlihat dari name tag yang ia kenakan. Seo Hyun hanya melirik angkuh, dan menatap dokter Kim dengan pandangan merendahkan.

“Klise sekali perkataanmu. Bilang saja dia akan mati, apa sulitnya.” Untung saja tak ada yang bisa melihatnya saat itu, jika tidak pasti akan ada yang menegurnya tindakan kurang sopannya itu.

Jeritan kecil dan tangisan kembali terdengar. Seo Hyun hanya bisa memutar bola matanya bosan. Soo Young tak pernah mengira dirinya akan mengalami hal ini. Tak pernah sebersit pun terlintas dalam pikirannya akan ditinggal oleh kekasih hatinya. Pria yang sudah ia pacari sejak 2 tahunnya yang lalu itu tak mungkin begitu cepat pergi dari dunia ini.

Dokter Kim beranjak pergi dan menepuk pundak Soo Young  pelan. Dokter tua itu terus berjalan bersama seorang suster yang juga sudah berumur di belakangnya. Mereka berjalan ke arah Seo Hyun, bahkan menembus sosok besayap hitam itu.

Terbersit rasa iba dalam diri Seo Hyun, tapi ia sendiri tahu ia tak bisa menenangkan Soo Young. Yang ia bisa lakukan sekarang hanya diam dan terus memperhatikan Soo Young yang terduduk lemas dilantai. Sekali lagi isakan kecil menemani malam mereka di tempat itu.

Beberapa menit setelah operasi Kyu Hyun dipindahkan keruang ICU. Hampir di seluruh tubuhnya dipasang selang-selang kecil. Diruangannya pun disimpan alat-alat medis untuk memantau kondisi lelaki ini. Di ujung ranjangnya tergantung papan putih bertuliskan

Nama   : Kyu Hyun, Cho

Umur   : 24 tahun

Dengan langkah pelan Soo Young melangkah mendekati Kyu Hyun yang belum sadarkan diri. Bunyi alat pendeteksi detak jantung mengalun berirama pelan menandakan masih ada sedikit kehidupan dalam tubuh lemah tak berdaya itu.

Saat ini Soo Young hanya sendiri di ruangan Kyu Hyun, untuk pertama kalinya ia melihat Kyu Hyun setelah 4 jam yang lalu ia ada di rumah sakit. Tak terlihat sosok bersayap hitam itu saat ini. Tangan Soo Young menutup mulutnya mencoba menahan suara tangisnya keluar. Manik mata indahnya kembali mengeluarkan cairan bening, bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Tak ada sepatah katapun yang ia ucapkan. Air mata yang saat ini masih mengalir dikedua matanya mampu mewakili seluruh perasaannya saat ini. Hatinya masih menanyakan takdir yang sekarang ia alami, tapi mulutnya terus terkunci rapat dan mengeluarkan suara tangis pelan.

Tanpa ia ketahui, Seo Hyun sedang menunggu saat yang tepat untuk beraksi di depan pintu kamar Kyu Hyun. Matanya terus melihat Soo Young yang sedikit berdiri tegap tapi terlihat rapuh. Terlihat sedikit kesedihan dari sorot mata yang ia perlihatkan.

“Mungkin belum saatnya aku beraksi.”

Soo Young masih terus menangis. Sejak berjam-jam yang lalu ia terus saja mengeluarkan air matanya, seakan cairan bening yang ia hasilkan itu takkan pernah habis meski sudah berpuluh-puluh liter dikeluarkan.

“ Kyu Hyun-ah. Kumohon sadarlah.” Pinta Soo Young, setelah sekian lama ia berdiam diri di samping ranjang Kyu Hyun.

“Orang sekarat seperti dia tak akan mungkin bisa mendengarmu.” Ucap Seo Hyun angkuh tanpa sedikit pun melirik Soo Young. Ia mulai disibukkan dengan memperhatikan kuku-kuku indahnya, dengan kedua kaki jenjang mulusnya ia taruh di meja kecil di sebelah kanan ranjang dan tubuhnya ia rebahkan di satu-satunya sofa yang ada.

Isakan Soo Young kembali terdengar. Dia terisak bukan karena perkataan Seo Hyun, karna memang dia takkan bisa mendengarnya, tapi karena keadaan Kyu Hyun yang begitu rapuh dimatanya. Seo Hyun terus memperhatikan kuku-kukunya, sesekali dia melirik Soo Young yang duduk di kursi di sisi kiri ranjang Kyu Hyun.

Sebuah suara asing terdengar di seluruh penjuru ruang. Alis Seo Hyun terangkat. Matanya pun menatap sebuah benda yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Sudah waktunya, batinnya. Dengan perlahan Seo Hyun bangkit dari sofa dan berjalan menuju ranjang Kyu Hyun. Matanya perlahan memandangi seluruh tubuh Kyu Hyun. Mulai dari kaki, badan, tangan, hingga wajah Kyu Hyun ia perhatikan.

Saat pandangannya tertuju pada wajah pria tampan itu ia mulai memperhatikan semua gurat wajahnya. Seo Hyun sedikit memiringkan kepalanya, lalu kembali berjalan. Dia mengelilingi ranjang bersprei biru tersebut. Matanya masih terus menatap wajah Kyu Hyun.

Saat posisinya tepat di sebelah Soo Young, Seo Hyun sedikit membungkukan badannya dan berbisik tepat di telinga Kyu Hyun. Sementara Soo Young masih terisak dan sesekali memanggil nama Kyu Hyun, Seo Hyun mulai membisikkan sesuatu.

“ kau.. hmm,” mata Seo Hyun kembali menjelajahi setiap senti wajah Kyu Hyun. “menarik.” Lanjutnya lalu tersenyum manis tapi penuh misteri. Seo Hyun mulai mengabaikan suara yang memanggilnya untuk segera melaksakan tugas, dia masih asyik meneliti wajah tampan pria di depannya.

 

Dimana ini? Tanya seorang pria berambut coklat ikal. Dia merasa seluruh tubuhnya seperti remuk dan sangat sakit apabila sedikit ia gerakan. Ia mencoba menoleh sekitarnya. Terlihat wanita dengan wajah lelah sedang tertidur di sampingnya. Dia sangat tahu siapa wanita itu. Sangat tahu. Tapi yang tak dia tahu kenapa dia bisa ada di tempat ini. Dan kenapa pula wanita ini ada bersamanya, di salah satu ruangan rumah sakit.

Apa yang terjadi sebenarnya?

“ Ada apa denganmu? Sudah jelas kau hampir mati tuan Tampan.” Sebuah suara bernada meremehkan telah menjawab pertanyaan dalam pikirannya. Ia tidak tahu suara siapa ini. Bahkan ia pun tidak tahu kenapa orang ini atau pemilik suara ini bisa tahu apa yang ia pikirkan.

Pria ini, Kyu Hyun, tak melihat ada orang lain selain ia dan wanita yang tertidur lelap di sampingnya. Secara reflex matanya melihat sekeliling kamar secara kasar. Sesosok cantik bersayap yang secara tiba-tiba muncul dihadapannya dapat menjawab semua pertanyaannya.

“Kau mencariku, tuan Tampan?” Seo Hyun sudah berhasil mengagetkan Kyu Hyun dengan kemunculannya itu. Tidak lupa ia mengedipkan sebelah matanya untuk Kyu Hyun. Setiap kata yang ia keluarkan bernada manis dan sikapnya sedikit manja menunjukkan ketertarikannya pada korbannya kali ini.

Nafas Kyu Hyun tercekat. Selama beberapa detik dia merasa jantungnya berhenti berdetak. Siapa dia? Siapa sosok cantik bersayap yang ada dihadapannya sekarang?

“KYAAAA….”

“ Tuan Cho memang sudah sadar. Tapi keadaannya masih lemah.” Jelas dokter Kim.

“ Terima kasih, dok.” Wajah ceria Soo Young terlihat, dia membungkukan badannya hanya sekedar untuk memberi kesan sopan pada orang tua. Senyuman mulai muncul di wajah cantiknya.

“ Karena kau baru saja sadar dari masa kritismu, aku masih akan memeriksamu setiap hari. Aku tak menyangka hal ini dapat terjadi. Tuhan memang selalu bisa menunjukan kebesaranNya.” Puji orang tua berkacamata itu.

Kyu Hyun hanya bisa menunjukan senyuman keterpaksaan. Entah karena dia masih merasa lemas untuk sekedar tersenyum atau mungkin ada alasan lainnya. Ekor mata sedikit bergerak, pandangan tajamnya tertuju pada Seo Hyun yang terlihat duduk santai dengan kaki yang bertumpu pada meja di depannya.

“Baiklah kalau begitu, saya permisi kembali keruangan.” Pamit dokter Kim di sertai dengan senyuman ramah andalannya. Soo Young ikut mengantarkan kepergian dokter Kim. Saat ini di kamar Kyu Hyun hanya ada dia dan sosok yang tadi pagi sukses membuatnya malu karena berteriak layaknya seorang perempuan di depan kekasihnya sendiri.

Hening. Tak ada satupun yang memulai pembicaraan. Kyu Hyun sibuk dengan semua pikirannya, sedangkan Seo Hyun masih sibuk dengan bagian tubuh favoritnya, kuku.

Di dorong rasa penasaran yang besar Kyu Hyun mulai memperhatikan Seo Hyun. Dia mencoba menelan ludahnya sendriri saat akan memulai pembicaraan. Dalam hatinya ada rasa takut, penasaran, kesal dan perasaan lainnya. Tapi sosok yang ia perhatikan hanya terlihat santai dan terkesan sedikit cuek.

“ Kau siapa?” Kyu Hyun sukses memecah keheningan diantara mereka. Nada gugup yang ia keluarkan membuat Seo Hyun tertawa.

“ Akhirnya setelah sekian lama kau terdiam, kau buka mulut juga ya? Aku tak menyangka orang sepertimu bisa gugup seperti itu. Apa karena penampilanku ini? Atau karena kau begitu terpesona akan kecantikanku.” Seo Hyun terus menertawakan ekspresi Kyu Hyun.

Sementara pria yang sedari tadi ia tertawakan hanya memalingkan mukanya ke arah lain, mencoba menutupi rona merah dipipinya. Setelah cukup puas tertawa Seo Hyun berdeham pelan.

“Kau benar-benar ingin tahu siapa aku sebenarnya?” Tanya Seo Hyun meyakinkan. Tidak ada suara dari  Kyu Hyun, ia hanya sedikit menganggukkan kepalanya.

“Aku ini malaikat,” Seo Hyun sengaja menggantungkan kalimatnya, ia ingin tahu bagaimana respon dari Kyu Hyun. Merasa tak dapat apa yang ia inginkan dari Kyu Hyun, Seo Hyun melanjutkan kata-katanya. “malaikat pencabut nyawa.”

Kata-kata Seo Hyun berhasil memancing Kyu Hyun untuk  merespon. Bahkan ekspresi terkejut terlihat di wajah pucat Kyu Hyun saat Seo Hyun mulai memperjelas posisinya saat ini.

“Aku disini untuk mencabut nyawamu, Tampan.”

Pagi ini terasa begitu cerah bagi Soo Young. Setelah semalam mendapat kabar mengenai kecelakaan Kyu Hyun, hatinya serasa mati dan suasana yang ia rasakan begitu kelam. Tapi pagi ini dia seperti mendapat lotere dengan hadiah terbaik di dunia. Melihat manic mata Kyu Hyun sudah mampu membuatnya menjadi orang paling bahagia di dunia.

Bagaimana tidak, kehadiran Kyu Hyun baginya adalah oksigen yang takkan bisa tergantikan kenikmatannya. Ia candu. Ya, ia benar-benar candu dengan adanya Kyu Hyun. Tapi dia tak pernah tahu. Dan dia takkan tahu bahwa hari ini, hari yang paling membahagiakan baginya, adalah awal dari keterpurukan bagi hubungannya dengan kekasih tercintanya itu.

Langkahnya terdengar ringan dan aura kebahagian terpancar di tubuhnya. Dengan perasaan berbunga-bunga ia memasuki salah satu ruangan di rumah sakit tersebut.

“ Selamat pagi sayang!” sapa Soo Young. Senyuman manisnya langsung terganti kerutan tipis di dahi putihnya. Kyu Hyun yang ada di depannya sekarang terlihat ketakutan. Kekhawatiran  langsung menjalari seluruh tubuhnya. Dengan terburu-buru Soo Young mendekati ranjang Kyu Hyun.

“Kau tidak apa-apa kan, sayang?” Tanya Soo Young sembari mengelus lembut puncak kepala Kyu Hyun. Ia takut jika berubahnya Kyu Hyun karena semua peralatan medis di cabut dari tubuh pria jangkung ini. Tubuh Kyu Hyun kini hanya tertempel selang infus yang sedikit demi sedikit membantunya memulihkan tenaganya.

Perlahan Kyu Hyun menoleh tepat di mata sejuk Soo Young. Perasaan aman dan nyaman mulai melunturkan keterkejutan Kyu Hyun. Kini ia bisa mengumbar senyuman andalannya untuk wanita ini.

“Aku tidak apa-apa. Hanya sedikit lelah Young-ah.” Tatapan matanya mencoba meyakinkan Soo Young. Karena tak ingin membuat wanita yang paling ia cintai khawatir, Kyu Hyun mencoba menutup matanya berusaha terbawa mimpi indah. Meskipun dalam hatinya ia masih dapat merasakan kehadiran ‘malaikat hitam’nya itu.

Soo Young hanya menatap cemas namun bibirnya kembali membuat lengkungan indah. Dengan mengusap perlahan lalu mencium puncak kepala Kyu Hyun ia mulai mebisikkan kata-kata yang menenangkan.

“ Selamat tidur oppa.” Kemudian dia beranjak menuju sofa, merebahkan tubuhnya disana mencoba untuk benar-benar mengistirahatkan pikiran dan seluruh tubuhnya. Tanpa ia tahu ia tidak sendiri di sofa itu.

 * To Be Continued *

Mohon untuk di comment, agar saya tahu seberapa banyak yang suka dan mau fanfict ini untuk di teruskan. Sekali lagi terima kasih.



68 thoughts on “MY LOVELY DEATH REAPER PART 1

  1. liat komen di atas, aku juga bingung sama jalan ceritanya. rada kurang jelas thor. tapi untuk first ff lumayan lah..
    buat part selanjutnya benerin yaa. hwaiting!!

    Like

  2. buat seorang pemula author, ini tuh keren banget …
    aku gak sekedar memuji loh. tapi ini sungguhan author !!!!!!!!!!!!!!!!!
    ahhh,,, aku bisa ngebayangin bagaimana cantiknya seohyun🙂
    next ya author !!!

    Like

  3. Awalny kurang ngrti sich..
    Tp yg lnjutanny ud agak ngrti..
    Emank ap yg trjadi sama taeyeon??
    Gagal ya nyabut nyawa leeteuk??
    #readergila
    lnjut chingu..

    Like

  4. .first ea thor.?
    .udah bgus kok.,tp agak rancu tdi pas d bagian awal. . .
    .trus sdikit saran.,klo udah gnti scene.,d kasih tnda gtu.,misalnya. .
    ~~“Aku disini untuk mencabut nyawamu,
    Tampan.”
    #####
    Pagi ini terasa begitu cerah bagi Soo Young~~
    .jdi ada jedanya. . .
    .tp buat pemula ini udah bgus kok. . .
    .rapi.,trus gc kta*nya gc d ulang*. .
    .critanya jga bgus kok. . .
    .lnjut terus ea thoor. . .\^^/

    Like

  5. Keren thor unnie..
    Hehe,,mian mnggl.a unnie y…
    Bgus bgt nih,,crita.a sru…
    Q ska bgt pair SeoKyu..^^

    hm,,tp kq kyk.a q prnh bc y?? Unnie smpt post dtmpt lain ga??
    Hehe,,mian yah..ga mksd pa kq..cm na’a ja..^

    Like

    1. Yup bener ini udah pernah di post d blog aku sendiri dan di blog We Got K-Fanfiction (bahkan udah sampe part 2)
      jadi ini bukan hasil plagiat chingu ^^
      makasi udah komen ^^

      Like

  6. harus lanjut!!
    prnasaran..koq kyu ga jd mati??
    ada kejadian apa dg taeyeon??
    bagus koq…
    tp pas ganti pov agk bingung
    bs dkasi tanda gt gak…^^V

    Like

    1. Disini povnya cuma satu, dari sudut pandang author
      maaf chingu, gak berantakan next part aku rapihin deh. makasi udah baca ^^

      Like

  7. anu, sy mau tanya. Eonnie pernah post di tempat lain kan? Soalnya seingat sy, sy pernah bc ff ini di ffn. Dan sy seneng kalo di post di sini jadi banyak yg dukung eonnie lanjutin ffnya!

    Max itu Changmin?*mang sapa lagi?* trus ada Taeyeon ma Leeteuk itu artinya TaeTeuk *soktau* yee ada appa (Leeteuk) dan eomma (Taeyeon) sy #plaak! Abaikan.

    Nanti jd SooWon? Okelah yg penting SeoKyu bersatu!

    Like

    1. Pembaca di ffn ya?
      makasi udh komen sempet shok dan berniat ga ngelanjutin lagi ff ini, tp akhirnya saya putusin buat publish di tempat lain aja
      makasi banyak chingu ^^
      Yup max itu changmin, kemungkinan ada ttg taeteuk juga. untuk soowon… eum liat nanti ya chingu ^^

      Like

  8. menarik kok..,lebih d banyakin dunk setiap partnya..oh ya untk post partnya jangan lama2,ya seminggu 2x or 3x,biar g lupa ma alurnya..btw d tungguin ya..fighting

    Like

  9. Awalnya agak bingung sama jalan ceritanya. Tp kesini sini mulai ngerti.. Ini modelnya mirip 49days ya?? Saran sedikit, kasih sedikit humor dong. Soalnya pas baca ini aku agak was was gitu.. Lanjut ya, udah keren kok ceritanya.. ^^

    Like

  10. yea.
    gaya bahasanya keren banget. tapi aku bingung sama alurnya seperti lainnya.
    usahakan part selanjutnya lebih jelas ceritanya. oke!!
    Ada apa sih dengan Taeyeon? Duh, aku gak suka lihat KyuYoung di sini… mudah mudahan endingnya SeoKyu ya ^^

    Like

  11. waaah buat ff pertama, ini menarik banget lho thor🙂
    tapi kalo endingnya seokyu, soo eon nya dikemanain?
    sedih deh rata-rata ff di page ini soo eoni selalu dikesampingkan, kalo ga dibikin jahat pasti ngegantung😥
    please lanjutannya ga mengecewakan ya thor, soalnya kan ga semua readers pecinta seo eon doang. keep up terus ya thor😀

    Like

    1. Tenang aja chingu, karakter sooyoungnya sebisa mungkin ga di bikin jahat ko. aku juga gamau ada bashingan untuk pihak manapun
      makasi chingu udah baca ^^

      Like

  12. bagus, kehidupan malaikat hehehhe
    aku gak begitu suka karakternya seo unnie, bad girls banget, tapi maklum sih, namanya juga malaikat pencabut nyawa heheheh.
    ini akhirnya seokyu kan? kalau sookyu aku mogok baca >.<
    maklum seokyu shipper nih😀

    Like

  13. wuuiih malaikat pencabut nyawa ya?
    dan itu Seomma.. tapi sayangnya kesannya itu sadis..😀
    berarti kisah cinta mereka nanti ada di lain alam dong..
    keren nih lanjut dong eoon… cepetan.. #maksabanget😀

    Like

  14. Annyeong, i like this, mau komen apa lagi yah? Pairing udah oke, meski ceritanya SooYoungie di sini bakal menderita ya….hahahahahaha. tetap semangat yah, lanjutannya ditunggu selalu.

    Like

  15. Ya… lanjutannya belum ada ni?? Update soon dunk….hhehehehehe, BTW, I always love this kind of ff, specially with the main cast that I wouldnt’ve thought before bout SeoHyun being a bit ‘mean’ here-hahahahaha, love this a lot and highly curious with the next part!! Phaiting!

    Like

  16. Daebak FFnya..
    ditunggu lanjutannya eonni..
    aku udh sambil liat di wp eonni..
    tapi disini lebih banyak yg comment kekeke…
    KEEP WRITING!! ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s