[Freelance] Nothing Last Forever Chap.3


Title          : Nothing Last Forever

Author     : @Idznimitsali

Genre      : Romance, Friendship.

Cast           : Im Yoon Ah , Choi Siwon, Tiffany Hwang, Lee donghae, and others

Type         : Chapter

Cover       : @ocarar

 

Annyeong lagi para reader hehehe pertama mau ngucapin makasih dulu nih buat sambutan baiknya di chap. 1 dan 2 dan buat semua komentarnya. Terimakasih juga udah nunggu sampai akhirnya chap. 3 ini muncul. Maaf ya kalo part kemarin terlalu singkat dan banyak yang kecewa gara-gara tbc 😀

Jujur ini part tersusah yang aku kerjain. Kosa kataku yang sebetulnya tidak cukup banyak itu tiba-tiba menghilang dengan sadis bersama idenya u,u makanya mohon dimaafkan lagi ya jika tidak sesuai harapan kalian. Namanya juga newbie hehehe Semoga kalian suka🙂

 

^^^

Eunhyuk berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya dengan keadaan lelah. Saat dia sampai di ujung tangga, dia melihat pintu kamar Donghae terbuka setengahnya. Dilihatnya Donghae sedang sibuk membersihkan lensa kamera. Dia urung menuju kamarnya dan masuk ke kamar adik semata wayangnya itu.

Donghae mendongak ketika pintu kamarnya berbunyi. Eunhyuk menutup pintu itu.

“Ah, hyeong. Aku pikir siapa.” Setelah berkata begitu, Donghae kembali sibuk dengan lensanya.

Eunhyuk kemudian merebahkan badannya di ranjang Donghae lalu memejamkan matanya.

“Hyeong, kau kelihatan lelah sekali. Sebaiknya kau istirahat. Batalkan semua janjimu besok.” Ujar Donghae saat melihat kakaknya itu berbaring nyaman di ranjangnya.

Donghae berbeda sekali dengan Eunhyuk, Donghae memiliki sifat perhatian seperti yang ibu mereka miliki. Sedangkan Eunhyuk memiliki sifat ayahnya, cuek dan tidak mau tahu, tapi sebetulnya Eunhyuk juga sangat perhatian, terlebih pada Donghae. Buktinya dia sampai mencarikan jodoh untuk adiknya ini.

“Besok itu hari apa?” Eunhyuk membuka ponselnya untuk melihat jadwal. “Sabtu. Aku besok harus pergi ke Buam-dong, meminta izin untuk menjadikannya tempat syuting hari rabu. Dan juga, ah iya aku baru ingat!” Eunhyuk langsung terbangun dari rebahannya.

“Apa yang kau lupakan?”

“Ting tong.. Ting tong..”

Yoona sedang mengenakan mantel ketika bel apartemennya berbunyi. Selesai mengenakan mantelnya Yoona pun membukakan pintu.

“Donghae-ssi?” Yoona tergaget-kaget karena namja yang sedang  dia tunggu adalah Eunhyuk, tapi kenapa yang datang malah Donghae?

“Annyeong Yoona-ssi.” Donghae menundukan kepala 90 derajat.

“Donghae-ssi, ada apa kemari?” Tanya Yoona masih kebingungan.

“Mian Yoona-ssi mengagetkanmu seperti ini. Aku menggantikan Eunhyuk hyeong untuk menemanimu ke pernikahan Seohyun. Dia tidak bisa datang karena sakit.”

“Ah, benarkah? Kenapa dia tidak langsung bilang saja padaku supaya tidak usah merepotkan Donghae-ssi? Mianhae Donghae-ssi.” Yoona menundukan kepala berkali-kali, merasa tidak enak.

“Anieyo, gwenchanhayo. Aku senang bisa menemanimu. Berhentilah meminta maaf.” Donghae memegang bahu Yoona agar tidak kembali menunduk. “Sudah siap kan? Sepertinya kita bisa pergi sekarang.” Donghae menawarkan diri.

“Keuraeyo.” Jawab Yoona sambil mengambil tas tangannya dan menutup pintu. Mereka berjalan beriringan menuju lift. Ketika pintu lift terbuka, Donghae mempersilahkan Yoona masuk terlebih dahulu. Begitu pula ketika mereka sudah sampai diparkiran, Donghae membukakan pintu dan mempersilahkan Yoona masuk. Hal itu membuat Yoona tersanjung.

“Aku benar-benar merasa tidak enak karena mengganggumu.” Ucap Yoona lagi ketika donghae sudah berada di belakang kemudi.

“Aku memang sedang tidak ada pekerjaan. Makanya aku mengiyakan permintaan hyeong. Geogjonghajimaseyo.” Donghae tersenyum. Donghae kemudian mendekatkan badannya kehadapan Yoona. Yoona kaget sehingga matanya terbelalak lebar dan merapatkan punggunya pada sandara jok. Donghae pun sama kagetnya melihat tatapan Yoona yang seperti itu.

“Yoona-ssi. Tenanglah! Aku tidak akan berbuat macam-macam. Aku hanya ingin memasangkan sitbelt.” Ucap Donghae sambil tertawa tertahan.

“Ah, babo-ya!” Yoona mengetuk kepalanya dengan tas tangan, membuat Donghae tak kuasa menahan tawanya.

“Yoona-ssi, kau terlihat berbeda malam ini.”

“Jinjjayo? Ah, aku sudah bilang pada Seohyun agar tidak memaksaku mengenakan pakaian seperti ini. Sebegitu anehkah? Apa masih sempat kalo berganti pakaian?” Tanya Yoona.

“Ani, kau cantik sekali. Tidak merlu menggantinya.” Puji Donghae.

“Ah, kamsahamnida. Kau juga.” Kali ini Yoona benar-benar tersipu. Mukanya pasti sudah semerah kepiting rebus.

“Maksudmu, aku juga cantik?” Tanya Donghae sambil meliriknya.

“Ne? Ah, anieyo. Maksudku, kau juga tampan.” Jawab Yoona gelagapan, tak habis pikir kenapa dia bisa bertingkah laku bodoh seperti ini dihadapan Donghae.

Sekitar 15 menit berlalu, yang terdengar hanya suara mesin yang berderu pelan.

“Donghae-ssi, darimana kau mendapatkan alamatku?” Yoona mencoba memulai percakapan kembali.

“Hyeong memberikannya padaku. Kau keberatan aku tahu alamatmu?”

“Anieyo, untuk apa aku keberatan. Aku malah senang.” Ungkap Yoona.

Siwon sedang menyapa temannya ketika melihat Yoona datang bersama seorang namja. Namja itu membantu Yoona membuka mantel dan syalnya, dan Siwon bisa melihat wajah Yoona bersemu merah sambil tertawa manis pada namja tersebut. Yoona mengenakan dress berwarna peach, ia mengeriting rambut panjangnya dan dibiarkan terurai sehingga menutupi bagian punggungnya yang terbuka. Ingin sekali Siwon menghampiri Yoona, tapi sepertinya yeoja cantik itu masih marah padanya. Makanya Siwon hanya memandanginya.

“Oppa.” Tiffany menarik lengan Siwon pelan. “Wae geurae?”

Siwon segera tersadar, “Oh, anieyo. Ayo kita menemui Seohyun dan Kyuhyun.” Ucap Siwon sambil memeluk pinggang Tiffany. Tiffany yang tadi sempat mengikuti arah pandangan Siwon menahan kesal, tetapi seketika dia menghentikan langkah.

“Wae geurae?” Sekarang gantian Siwon yang bertanya.

“Namja itu…” Tiffany mengarahkan dagunya ke arah Yoona. “Bukankah dia Donghae-ssi?” Tiffany bicara pada dirinya sendiri.

“Ne?”

“Iya, itu Donghae-ssi. Fotografer yang waktu itu memotretku. Kenapa dia bisa bersama Yoona?” Tanya Tiffany. Siwon hanya bungkam sambil sibuk dengan pikirannya sendiri. “Jadi itu namja yang Yoona sukai.” Ucap Siwon dalam hati.

Sepanjang acara, gerak-gerik Yoona tak pernah luput dari pandangan Siwon. Kemanapun Yoona dan apapun yang dia lakukan, pasti dua mata elang Siwon mengikutinya. Hingga akhirnya Tiffany mengajaknya pulang karena tidak tahan diacuhkan.

“Donghae-ssi, Kamsahamnida.” Yoona mengucapkan terimakasih karena Donghae sudah mengantarnya sampai rumah.

“Anieyo, aku yang harusnya berterimakasih karena tadi Yoona-ssi telah menemaniku.” Jawab Donghae.

Mereka tadi sempat mampir ke toko kue. Donghae meminta Yoona membantunya memilihkan kue ulangtahun untuk ibunya besok.

“Eomma pasti senang sekali.” Lanjut Donghae. Yoona hanya tersenyum.

“Besok mau aku temani mengambil kuenya?” Tanya Yoona.

“Memangnya Yoona-ssi tidak ada acara?”

“Kebetulan besok kosong. Oh iya, ngomong-ngomong kau bisa memanggilku Yoona. Kita kan bukan rekan kerja.” Ucap Yoona sambil menunduk. Entah ada apa dengan pikirannya saat ini, tetapi Yoona benar-benar ingin dekat dengan Donghae dan tidak ingin menggunakan panggilan resmi.

“Keuraeyo? Kalau begitu, kau juga bisa memanggilku Donghae.”

“Ne? Ah, anieyo. Kau lebih tua dariku, bagaimana bisa aku memanggilmu nama.” Tolak Yoona.

“Yasudah, Oppa saja bagaimana? ”

Yoona tidak tahu harus menjawab apa. Donghae hanya tersenyum menatapnya. “Masuklah. Sudah terlalu malam.” Perintah Donghae.

“Ne, sekali lagi terimakasih Donghae-ssi.” Donghae melipat keningnya tanda tidak setuju. “Ah,  Donghae Oppa.” Ucap Yoona sedikit canggung. Donghae menghilangkan lagi kerutan di keningnya dan menggantinya dengan senyuman hangat.

“Besok aku jemput ya?” Tanya Donghae. Yoona menggangguk.

Yoona-pun masuk ke apartemennya sambil menahan rasa senang. Begitupun dengan Donghae, dia turun menuju mobilnya sambil tersenyum-senyum sendiri sampai-sampai dia tidak sadar telah menabrak seseorang di lobi.

“Ah, jweisonghamnida.” Ucap Donghae, tetapi laki-laki itu mengacuhkannya dan terus berjalan menuju lift. “Sepertinya dia mabuk.” Pikir Donghae dan melanjutkan langkahnya menuju mobil.

Yoona meletakan tas tangan dan melepaskan mantelnya. Dia melangkah menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menghapus sisa make up. Langkahnya terhenti ketika seseorang membunyikan bel.

“Siapa yang datang selarut ini? Apa jangan-jangan Donghae-ssi? Ada sesuatu yang tertinggal?” Batin Yoona bertanya-tanya. Yoona-pun mengurungkan niatnya menuju kamar mandi, dia membuka pintu dan siap mengucapkan salam, tapi secara tiba-tiba tubuh seorang namja sudah terhuyung jatuh menimpanya, untunglah dia sempat berpegangan pada palang pintu sehingga tidak terjatuh.

Yoona kaget ketika melihat wajah namja itu dan menepuk-nepuk pipinya pelan. Terlihat jelas di wajah Yoona bahwa yeoja ini khawatir sekali dengan keadaan namja yang sekarang pingsan di bahunya itu. Yoona pun dengan susah payah menarik tubuh itu sampai ke kamar.

“Yoona-ya, ini.” Donghae memberikan sebuah tas ketika Yoona tengah asik melumat es krim yang dibelikan oleh Donghae sebagai ucapan terimakasih karena telah menemaninya mengambil kue ulangtahun ibunya.

“Ige mwoeyo?” Yoona membuka tas itu perlahan. “Aaaah.” Isinya ternyata syal yang dia pakai kemarin.

“Kemarin syal-mu tertinggal di mobil. Tadinya aku akan mengembalikannya, tapi saat aku kembali ke apartemenmu, ternyata ada namjachingu-mu. Aku takut mengganggu makanya memberikannya hari ini.” Ujar Donghae.

“Ne? Namjachingu?”

Flashback

 

Donghae yang sudah akan memacu mobilnya terpaku ketika melihat sebuah syal tergeletak di kursi penumpang.

“Oh, ini kan syal Yoona. Ah, aku kembalikan saja sekarang.”

Donghae urung mengemudikan mobilnya dan kembali ke apartemen Yoona. Ketika dia sudah hampir sampai di apartemen Yoona, Donghae melihat Yoona tengah dipeluk seseorang. Donghae seketika menghentikan langkah dan bersembunyi sambil melihat siapa namja yang tengah meletakan kepalanya di bahu Yoona. Setelah Donghae perhatikan, namja itu adalah namja yang tadi dia tabrak di lobi.

Donghae langsung lemas. Dia tidak tahu kalau Yoona sudah mempunyai kekasih. Padahal selama ini Donghae merasa nyaman dekat dengan yeoja itu dan sudah membuka hatinya. Tapi ternyata..

Donghae pun urung mengembalikan syal yang digenggamnya dan memutuskan untuk pulang.

 

End.

“Ne? Namjachingu?” Yoona kebingungan sendiri. “Eonje?”

“Tadi malam.” Donghae tak kuasa melihat wajah yeoja di depannya hanya bisa menunduk.

Yoona berpikir sejenak, lalu dia tertawa keras.

“Waeyo?” Sekarang Donghae yang kebingungan.

“Tadi malam? Itu bukan namjachingu-ku oppa. Hahaha..” Yoona kembali tenggelam dalam tawanya.

“Lalu namja yang semalam memelukmu siapa?”

Yoona kasihan melihat Donghae yang kebingungan, dia menghentikan tawanya dan menyusut air matanya yang keluar.

“Dia kakakku. Sebetulnya bukan kakak kandung, ayahku dan ayah Siwon oppa bersahabat dan rumah kami di Jeju dulu bertetangga. Karena kami sama-sama anak tunggal, kami selalu bermain bersama sejak kecil. Kami juga selalu dimasukkan ke sekolah yang sama. Makanya kami begitu dekat.” Jelas Yoona.

“Kalian satu apartemen?”

“Apartemen itu pemberian orang tua Siwon oppa. Mereka bilang kami harus tetap saling menjaga, terlebih sebelum eomma Siwon oppa meninggal, beliau memintaku untuk menjaga Siwon oppa. Orang tua-ku juga setuju dengan gagasan itu, karena mereka tidak bisa percaya pada orang lain selain Siwon oppa untuk menjagaku di Seoul.”

“Tapi karena yeojachingu Siwon oppa memintanya untuk tidak tinggal bersamaku dan karena hubunganku yang kurang baik dengannya, makanya sekarang apartemen itu hanya diisi olehku. Dia hanya pulang saat ada yg diperlukan atau dalam keadaan tidak sadar seperti kemarin.”

“Kau pidah ke Seoul untuk apa? Kapan? Lalu, sudah berapa lama Siwon dan yeoja itu berpacaran?” Tanya Donghae beruntun.

“Aku pidah ke Seoul kurang lebih dua setengah tahun yang lalu. Untuk bekerja. Kalau untuk masalah hubungan mereka, hitung saja dari saat Siwon oppa pindah. Setahun mungkin, aku lupa.” Yoona terus bercerita sampai es krim nya habis. Donghae yang asik mendengarkan sedikit lega karena namja semalam bukanlah kekasih Yoona dan namja itu sudah mempunyain ikatan dengan yeoja lain, yang sudah cukup lama juga.

“Yoona-ya, kau bercerita panjang sekali.” Ucap Donghae.

“Aku biasanya jarang bercerita karena aku orang yang susah mempercayai orang lain.”

“Lalu kenapa kau menceritakannya padaku?”

“Entahlah, mungkin karena aku percaya padamu.” Yoona menjawab santai, sedangkan Donghae yang mendengarnya terpaku sepersikian detik.

“Oppa?” Tanya Yoona.

“Oh.” Donghae tersadar, “Sudah selesai makannya?”

“Sudah. Kenapa?”

“Ayo antar aku, aku mau membeli sesuatu untuk eomma, tapi aku tidak tahu harus membeli apa.” Donghae-pun bangkit dan menarik tangan Yoona ke luar toko es krim tersebut.

Siwon berjalan menuju kamar Yoona dengan keadaan setengah sadar lalu membuka pintunya. Kamar bernuansa putih ungu itu nampak bersih dan nyaman. Tirai sudah dibuka sehingga pantulan cahaya matahari jatuh tepat di meja belajar yang menghadap ke arah jendela. Tetapi sang pemilik ternyata tidak ada di dalam.

“Ini kan hari minggu. Kenapa dia tidak ada dirumah?” Gumam Siwon. Lalu dia berjalan ke dapur untuk mengambil minum. Saat dia akan membuka kulkas, dia melihat tulisan tangan Yoona yang khas tertempel disana menggunakan sebuah magnet berbentuk kepala beruang.

“Oppa, aku sudah memasak makanan kesukaanmu. Maaf aku tidak bisa menemanimu makan, aku harus pergi ke suatu tempat. Oh iya soal tadi malam, oppa punya hutang bercerita padaku apa yang terjadi. Sampai ketemu nanti :)”

Setelah membaca itu, Siwon baru sadar bahwa semalam dia mabuk berat,  dia mabuk setelah bertengkar hebat dengan Tiffany. Siwon berbalik untuk melihat meja makan, telah tersaji 3 lapis pancake yang disiram oleh saus coklat dan segelas susu vanilla tanpa gula. Memang cukup sederhana, tapi inilah sarapan favoritnya sejak kecil, dan hanya Yoona yang mengetahuinya.

Siwon membawa piring tersebut ke balkon, disana ada sebuah meja dan dua kursi kayu. Siwon dan Yoona membelinya ketika orang tua Siwon memberikan apartemen ini untuk mereka.

Siwon teringat kembali saat mereka membeli kursi dan meja tersebut. Itu semua keinginan Yoona. Yoona ngotot membelinya dengan alasan jika mereka berdua bangun pagi, mereka bisa menikmati sejuknya hari sambil minum kopi disana. Siwon juga ingat, dulu setiap sabtu dan minggu pagi, saat mereka terbebas dari pekerjaan, mereka berdua memang selalu melakukan hal itu, iya, menikmati sejuknya hari sambil ditemani kopi buatan Yoona.

Mereka jarang melakukannya setahun belakangan ini, setelah Tiffany menjadi kekasihnya memintanya untuk pindah dan mencari apartemen sendiri. Tanpa sadar, Siwon ternyata sangat merindukan saat-saat bersama Yoona. Apalagi sekarang dia sering sekali membatalkan janji dengan yeoja itu.

Mereka berkeliling di daerah Dongdaemun. Tepatnya di Doosan Tower atau yang biasa dikenal dengan nama Doota. Doota terdiri atas 34 lantai, menjual pakaian, aksesoris, kosmetik, dan pernak-pernik kecantikan lainnya.

“Oppa, barang apa yang paling disukai oleh bibi?” Yoona bertanya sambil mengedarkan pandangannya.

“Eomma mengoleksi sarung tangan dan syal.” Jawab Donghae lugas.

Yoona mengangguk-angguk.

“Ah, aku tau tempat yang bagus untuk membelinya.”

“Jinjja?” Mata Donghae langsung berbinar.

“O. Kaja!” Ajak Yoona dan berjalan mendahului Donghae.

Toko yqng dimaksud Yoona terletak di lantai 19, tepat di depan eskalator. Toko itu didesign dengan tema winter, membuatnya  terlihat sangat girly. Toko itu tidak hanya menjual syal dan sarung tangan, tapi juga mantel dan topi musim dingin.

Mereka masuk lalu segera mencari syal dan sarung tangan yang cocok. Seorang pramuniaga menghampiri mereka.

“Ada yang bisa saya bantu?” Tanya gadis itu.

“Ne! Aku mencari sarung tangan dan syal.” Ucap Yoona. Sang pramuniaga kemudian melihat ke arah Donghae.

“Untuk couple?” Tanya sang pramuniaga polos.

“Ne? Ahaha.. Anieyo.” Yoona menjawab sambil mengibaskan tanggannya.

“Aaah, aku pikir kalian pasangan.” Sang pramuniaga merasa menyesal. Sedangkan Yoona dan Donghae tersenyum terpaksa.

“Itu, kalian bisa mencarinya disana.” Pramuniaga tersebut mengarahkan tangannya ke arah sudut kanan toko tersebut. Yoona dan Donghae langsung melesat kesana dan hanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

“Yang ini bagaimana?” Yoona memulai pembicaraan. Dia memperlihatkan sebuah syal dengan gradasi warna biru.

“Ah, eomma sangat suka warna biru.” Jawab Donghae sambil tersenyum senang.

“Keuraeyo? Ya sudah kita ambil ini.”

“Kalau itu bagaimana?” Donghae menunjuk sepasang sarung tangan berwarna biru tua.

“Bagus. Bibi bisa memakai syal dan sarung tangan ini bersamaan karena warnanya senada.” Yoona mengangguk-angguk.

Mereka akhirnya membeli kedua barang tersebut. Dongahae merasa senang sekali sudah mendapatkan kado untuk ibunya dan juga berjalan-jalan dengan Yoona. Karena hari sudah mulai gelap, mereka memutuskan untuk pulang.

Donghae sedang memutar tombol penghangat ketika Yoona menemukan kameranya di kursi belakang.

“Aku boleh melihatnya?” Tanya Yoona. Sesaat Donghae ragu, kamera itu bukanlah kamera yang biasa ia pakai untuk pekerjaannya, melainkan kamera pribadi yang dikhususkan untuk memotret apa saja yang ia sukai. Tidak ada yang pernah menyentuh kamera itu selain dia. Bahkan Eunhyuk pun tidak pernah menyentuhnya. Tetapi entah ada kekuatan magis apa, ia mengangguk dan membiarkan Yoona membuka file di dalamnya.

Yoona menyalakan kamera itu dan sibuk memindah-mindah gambar.

“Aah, neomu yeppeota.” Ucap Yoona sambil tersenyum.

“Kamsahamnida.” Ujar Donghae.

“Kenapa banyak foto anak kecil?”

“Setiap hari minggu pagi, aku menjadi sukarelawan di salah satu panti asuhan.” Ujar Donghae.

“Berarti tadi pagi juga oppa pergi kesana?”

Donghae mengangguk.

“Ini benar-benar indah.”

Yoona sedang melihat sebuah gambar hitam putih. Gambar itu menunjukan beberapa anak kecil sedang menghadap pegunungan dengan pemandangan matahari yang baru menampakan sinarnya.

“Ini gambar tadi pagi?”

“Iya, mereka selalu memintaku untuk datang jam 4 pagi atau jam 4 sore.  Mereka sangat suka melihat sunrise dan sunset.”

Donghae mengalihkan pandangan dari lalu lintas. Dia melirik ke sebelah kanannya. Yeoja itu terlihat sangat terpesona dengan gambar yang ada di kameranya dan… Mempesona. Entahlah, tapi binar di matanya dan senyum itu benar-benar membuatnya jatuh hati.

Donghae langsung tersadar kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya. “Apa yang salah denganku?” Ucap Donghae dalam hati lalu memperhatikan Yoona lagi, gadis itu tengah mengerucutkan bibirnya.

“Kenapa?” Tanya Donghae.

“Baterai-nya habis.” Ucap Yoona seraya memperlihatkan kamera itu pada Donghae, layar kamera itu gelap total.

“Ah, mian. Aku lupa mengisi baterainya.”

“Sudah lama aku tidak melihat sunset.” Celetuk Yoona sambil menatap matahari yang pasrah digusur malam.

Secara tiba-tiba, Donghae memutar balik mobilnya membuat Yoona terlonjak.

“Loh? Ada yang tertinggal? Kenapa putar balik?”

“Katanya kau ingin melihat sunset? Kalau tidak salah disekitar sini ada pantai. Tidak apa-apa kan kalau kau pulang larut?”

Yoona menggeleng. Ada senyum spontan yang tak bisa dia tahan. Mendadak dia mensyukuri celetukannya tadi.

Yoona berjalan masuk menuju apartemennya dengan hati gembira. Bagaimana tidak, setelah Donghae memutuskan untuk berbelok ke pantai, mereka menghabisakan waktu disana untuk melihat matahari tenggelam yang begitu mempesona. Yoona juga tiba-tiba menjadi model dadakan Donghae. Donghae memotretnya dengan menggunakan kamera analog yang biasa dia letakan di dashboard mobilnya.

“Kenapa kau tersenyum-senyum sendiri?” Ucap seseorang.

“Gabjagi!” Yoona menelungkupkan kedua tangan ke telinganya.

“Kenapa sih kalau kau kaget selalu saja menelungkupkan kedua tangan ditelinga?” Ucap suara itu lagi. Yoona pun menengadahkan kepalanya untuk melihat siapa yang berbicara. Ternyata Siwon.

“Aish, kenapa oppa selalu mengagetkanku seperti itu?” Yoona sedikit kesal.

“Mian.” Jawab Siwon, “Kau darimana?”

“Oppa kenapa masih disini?”

“Yaa! Aku bertanya padamu lebih dulu! Lagipula kalau aku disini memang kenapa? Toh ini apartemenku juga.”

“Ah, aniya. Keunyang, aku tidak mau kalau sampai mesti bertengkar lagi dengan sunbae gara-gara oppa disini.” Ucap Yoona sambil melepas mantelnya. Tetapi dihentikan Siwon.

“Hajima!” Siwon menahan hoodie mantel Yoona.

“Waeyo?” Yoona kebingungan.

“Jangan dilepas dulu. Diluar dingin, kau tunggulah di balkon sebentar. Aku ingin bicara” Siwon mendorong Yoona ke arah balkon, sedangkan dia melangkah ke dapur dan menyalakan coffee maker.

Yoona menurut, dia keluar dan duduk di kursi sebelah kanan. Tak lama kemudian Siwon datang dengan membawa dua mug berukuran sedang, keduanya memiliki warna yang sama, coklat. Namun mug yang satu bertuliskan huruf Y dan yang lainnya bertuliskan hurus S. Mug itu hadiah dari ibu Yoona yang memang mempunyai keterampilan membuat alat rumah tangga dari tanah liat.

“Oh, wangi kopi.” Yoona tersenyum. Siwon menyodorkan mug bertuliskan huruf Y tersebut kepada Yoona. “Kamsahamnida.”

Siwon-pun ikut duduk di sebelah Yoona dan hanya memandang jauh kedepan sambil terdiam.

“Oppa, waeyo?”

“Aniyo. Aku hanya rindu kita melakukan hal ini. Meskipun yang kita lihat sekarang adalah keadaan malam hari.” Jawab Siwon.

“Aku juga.” Yoona menanggapi.

“Tadi kau darimana?” Siwon membuka topik.

“Ke Doota. Membeli kado ulangtahun.”

“Untuk?”

“Ibunya Donghae oppa.” Jawab Yoona sambil meletakan mug-nya di meja.

Siwon seperti tersengat listrik mendengar Yoona memanggil namja itu oppa. “Kau sudah jadian dengannya?” Tanyanya.

“Aniyo.”

“Lalu kenapa kau bisa begitu mudah memanggilnya oppa?” Terdengar nada gusar dari pertanyaan Siwon.

Yoona tahu Siwon akan menanyakan hal itu. Siwon memang selalu over protektif jika Yoona dekat dengan seorang namja. Apalagi saat mereka SMA.

“Entahlah, aku hanya tidak ingin kami terlalu formal.” Jawab Yoona sambil tersenyum.

Siwon hanya terdiam sambil berusaha menyerap kalimat Yoona barusan. “Tidak ingin terlalu formal? Apa mungkin Yoona benar-benar menyukai dia? Lalu kalau Yoona menyukai dia, kenapa aku harus gusar seperti ini?”

“Oppa, kemarin kau kenapa?” Yoona sekarang mengalihkan pandangannya pada Siwon.

Yoona sebetulnya tahu, Siwon hanya akan mabuk jika ada masalah antara namja itu dengan Tiffany. Tapi Yoona ingin tahu kenapa mereka bisa bertengkar, padahal malam itu dia melihat Siwon dan Tiffany berpelukan mesra di pernikahan Seohyun.

“Jangan coba-coba bilang bahwa tidak ada apa-apa!” Ucap Yoona lagi. “Aku tahu oppa bertengkar dengan sunbae. Apa yang kalian pertengkarkan?”

“Dia marah karena aku memperhatikanmu terus saat di pernikahan Seohyun. Lalu aku balik memarahinya karena terus-terusan cemburu padamu.” Jawab Siwon setelah menyeruput kopinya.

“Aish, oppa selalu saja membuatku susah. Lagipula untuk apa oppa memperhatikanku segala.” Yoona gusar.

“Kau pergi dengan orang yang tidak aku kenal Yoona-ya, bagaimana mungkin aku tidak memperhatikanmu? Kau ini!” Siwon membela dirinya.

“Ah, sudahlah lupakan hal itu. Lalu sekarang kalian sudah baikan?”

Sekesal apapun Yoona terhadap Tiffany, dia tetap menghormati perasaan Siwon. Dia selalu bertanya jika sesuatu terjadi antara Siwon dan Tiffany, ini adalah satu hal yang tidak dimengerti Siwon.

“Sudah, tadi dia menelpon saat kiriman bunga permintaan maafku sampai di tangannya.”

“Cih, oppa-ku ini cengeng sekali.” Yoona mencibir.

“Apa? Kau ingin bunga juga?” Tanya Siwon menaikan sebelah alisnya.

“Oppa tahu aku tidak pernah suka bunga.”

“Iya, aku tahu. Dan aku juga tahu apa yang kau suka.” Siwon sekarang fokus menatap Yoona.

“Apa?” Yoona membalas tatapan itu.

“Lee Donghae.”

Yoona terdiam, tak menyangkal ataupun mengiyakan. Dia sendiri masih bingung perasaan apa yang sekarang sedang dirasakannya. Apa dia benar-benar menyukai Donghae dan akan berlanjut menjadi cinta? Yoona tidak tahu. Karena jauh di lubuk hatinya, dia begitu menyayangi Siwon. Tiba-tiba dia merasakan sakit di kepalanya. Entah kenapa.

“Yoona-ya, kau pucat.” Ucap Siwon dengan nada khawatir. “Kau sakit?”

“Ah, jinjjayo?” Yoona menaruh telapak tangannya di pipi. Kepalanya sekarang sakit sekali. Tapi dia berbohong pada Siwon. “Aniya oppa, sepertinya aku kecapekan.”

“Ya sudah kau tidurlah duluan.”

Yoona beranjak dari kursi untuk menuju kamarnya ketika tiba-tiba saja Yoona terhuyung dan hampir mencium mesra lantai dingin dibawahnya jika Siwon tidak sigap menahan tubuh itu.

“Yoona-ya! Gwenchanha?” Siwon sekarang sibuk mengukur suhu tubuh Yoona dengan telapak tangannya.

“Aku tidak apa-apa oppa, lantainya licin.” Jawab Yoona.

“Ayo aku antar ke kamar.”

Siwon memegangi bahu dan tangan Yoona, membawanya berjalan perlahan menuju kamar. Dia kemudian membatu Yoona untuk melepas mantelnya dan berbaring.

“Yoona-ya, jangan sakit, ya!” Ujar Siwon sambil menyibakan poni yang hampir menutupi mata Yoona. Yoona tertawa.

“Sejak kapan aku sakit? Aku hanya kelelahan. Tenanglah, besok pasti sudah baikan.” Jawab Yoona enteng.

Siwon ikut tersenyum. Sebelum keluar kamar, dia sempat mencium kening Yoona sesaat.

Rumah bertingkat dua itu terlihat nyaman dan megah, ditambah dengan tiga mobil mewah yang terparkir gagah di halamannya. Rumah dan mobil itu adalah hasil kerja keras kedua putra dari pasangan Lee. Anak pertamanya menjabat sebagai koordinator produksi sekaligus manajer lokasi untuk sebuah stasiun tv ternama. Sedangkan anak keduanya bekerja dengan mengandalkan hobi fotografinya.

Ruang tengah rumah ini baru saja menjadi saksi bisu kebahagiaan nyonya Lee karena suami dan kedua anaknya memberikan sebuah kejutan di hari ulangtahunnya ini.

“Eomma pikir kalian semua lupa.” Ucap wanita yang sekarang umurnya sudah mencapai akhir 50-an itu.

“Bagaimana kami bisa lupa, Donghae selalu merecokiku dan abeoji.” Eunhyuk melempar puntung korek api pada Donghae.

“Iya itu betul!” Ayahnya menimpali.

“Sudah-sudah! Eomma ingin membuka kado-kado ini. Kalian jangan berisik!”

Nyonya Lee membuka kado dari suaminya. Kado itu hanya sebuah kotak panjang, tetapi saat dia membukanya, ternyata sebuah kalung berbandul berlian tertata manis di dalam kotak. Nyonya Lee mendongak kemudian memeluk suaminya.

“Gomawo.” Ucapnya. Tuan Lee mengangguk dan memasangkan kalung itu pada yeoja yang sudah menemani hidupnya selama 28 tahun ini.

Nyonya Lee kemudian membuka kotak dari Eunhyuk. Kotak itu ternyata berisi sebuah karikatur keluarga mereka dan karikatur nyonya dan tuan Lee. Nyonya Lee tertawa melihatnya karena dia sudah lama ingin membuat ini, tetapi selalu lupa.

Tibalah nyonya Lee membuka kotak dari Donghae. Seketika nyonya Lee tersenyum penuh arti.

“Hae-ya, kau bukanlah seseorang yang bisa memilih kado manis apalagi warnanya sepadan seperti ini. Ayo jujur pada eomma, siapa yang membantumu?” Tanya nyonya Lee penuh selidik. Donghae hanya tersenyum menjawab pertanyaan orang yang telah melahirkannya itu.

Donghae sedang asik mencuci foto di dark room ketika Eunhyuk masuk.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Eunhyuk basa-basi yang membuat Donghae tertawa karena pertanyaan konyol itu.

“Tentu saja mencetak foto, apalagi yang bisa aku lakukan di dark room?” Jawab Donghae sambil geleng-geleng kepala.

Eunhyuk menutup mulutnya dan memperhatikan gambar-gambar yang baru dicetak Donghae. Foto-foto itu kebanyakan foto-foto siluet yang indah. “Dia sungguh berbakat.” Ucapnya dalam hati. Tentu saja di dalam hati, jika dia mengucapkannya secara lantang, bisa-bisa Donghae akan menyombongkan diri.

Pandangan Eunhyuk terhenti ketika melihat sebuah foto yang tergantung di hanger pojok kanan ruangan tersebut. Foto seorang gadis cantik yang mempunyai kulit muka putih bersih, dengan sedikit bayangan matahari sore di pipi kanannya. Eunhyuk kemudian menggulum senyumnya.

“Kapan kau mengambil foto Yoona?” Tanyanya langsung.

“Tadi sore setelah membeli kado eomma.” Ucap Donghae otomatis dan langsung merutuk dalam hati.

“Hahaha… Akhirnya ketahuan siapa yang memilihkan kado untuk eomma. Yaa, kenapa kau tidak bilang kalau kau pergi dengannya tadi?”

“Untuk apa? Pasti hyeong akan menertawaiku seperti ini jika tahu dari awal.” Donghae berkata acuh dan menuju tower dispenser untuk mengeringkan tangannya.

“Yaa, katakan yang jujur padaku! Kau menyukainya?” Tanya Eunhyuk.

Minggu siang menjelang sore.

Donghae terjebak di antara kemacetan lalu-lintas. Lengan kekarnya memegang setir dan sesekali memencet klakson.

“Kenapa macet sekali?” Ucap Donghae kesal.

Donghae pun bernapas lega ketika akhirnya mobilnya dapat melewati kepenatan jalan raya, kakinya refleks menginjak gas, mencurahkan segala kekesalannya yang membuat mobilnya melaju kencang melawan angin. Matahari masih labil di antara siang menjelang sore.

Tiba-tiba bunyi ponsel memenuhi Tucson putih itu.

From : Yoona

Oppa, eodi?

To : Yoona

10 menit lagi, kau sudah menunggu di depan? Maaf aku terlambat, tadi macet sekali.

Mobil Donghae berjalan perlahan di area parkir salah satu gedung apartemen di Seoul. Dari kejauhan terlihat sosok Yoona yang semampai.

Yoona serasi sekali sore itu dengan kaos katun ketat berwarna putih dan celana jeans yang dibalut oleh mantel hangat berwarna beige. Rambut lurusnya dipinggirkan dengan poni yang menutupi keningnya, membuat Donghae lupa pada macet yang tadi membuatnya kesal.

“Annyeong,” Donghae menyambut Yoona yang langsung duduk di sebelahnya.

“Kenapa lama?” Sambil menyambut senyum Donghae, Yoona meletakan tas di pahanya.

“Macet sekali. Maaf ya bibirmu sampai biru seperti itu menungguku diluar.”

“Gwenchanha.”

“Itu apa?” Tanya Donghae menunjuk sebuah tas kertas yang cukup besar.

“Isinya permen dan cokelat. Untuk anak-anak.” Yoona tersenyum cerah.

Semenjak Donghae tahu apa sebetulnya hubungan Yoona dan Siwon kurang lebih dua bulan lalu, Donghae mulai mendekati Yoona untuk hubungan yang lebih serius. Sudah dua bulan ini juga Donghae dan Yoona menghabiskan waktu bersama jika mereka mempunyai waktu luang. Seperti hari ini, Donghae dan Yoona berencana mengunjungi anak-anak di panti yang biasa Donghae datangi.

Siwon baru akan membuka seatbelt-nya ketika melihat sosok Yoona mendekati mobil Tucson putih itu. Siwon terdiam dan menghembuskan napas.

“Siwon-ah, kau masih disana?” Ucap suara berat di ujung telepon. Siwon segera tersadar.

“Oh, ne abeoji.”

“Jadi bagaimana? Kau bisa kan? Aku sudah terlalu tua untuk mengurusnya.”

“Akan aku pikirkan.” Jawabnya asal, pikirannya masih melayang-layang memikirkan kemana perginya Yoona.

“Baiklah, aku sungguh berharap banyak padamu. Kau anakku satu-satunya.” Begitu ucap ayahnya sesaat sebelum hubungan telepon itu di putus.

Siwon memencet tombol pada earphone-nya dan melepas benda tersebut. Siwon melirik ke kursi disebelah kanannya, ada dua buah buku tergeletak disana. Siwon mengambil dua buku tersebut dan berjalan masuk ke apartemen.

“Donghae oppa!” Ucap seorang gadis kecil ketika melihat Donghae dan Yoona sampai di panti.

“Hyeong!! Oppa!!” Semua anak kecil yang tadi sedang bermain ular tangga memanggil-manggil Donghae .

Donghae yang baru saja menutup pintu mobil langsung tersenyum ketika anak-anak itu memanggilnya.

“Lihatkan? Aku begitu populer disini.” Ucap Donghae pada Yoona, Yoona hanya mencibir tapi kemudian terseyum juga pada anak-anak itu.

“Yoona-ya, kau kedinginan ya? Bibirmu masih biru.”

“Ini gara-gara oppa yang tadi menyuruhku diam diluar!”

“Mianhae. Ya sudah aku kedalam dulu mengambil air hangat.”

“Tidak usah oppa, aku hanya bercanda hahaha..”

Gadis yang tadi pertama kali memanggil Donghae berlari kecil menghampiri mereka dan memeluk Donghae.

“Aku pikir oppa tidak akan datang hari ini.” Ucap gadis itu seraya melepaskan pelukannya.

“Mian. Hari ini kita tidak melihat sunrise. Tapi aku membawakan teman baru.” Donghae berdiri dan membawa Yoona ke sisinya.

“Wah! Donghae hyeong membawa yeojachingunya!!!” Seorang bocah laki-laki bertubuh gempal sibuk berteriak. Yoona dan Donghae seketika tekesiap. Donghae langsung mengejar anak itu untuk menutup mulutnya. Yoona tidak memperdulikannya, dia sedang tertarik dengan gadis kecil yang sekarang menatapnya ingin tahu.

“Ireumi mwoya?” Yoona berjongkok untuk menyetarakan tingginya dengan gadis kecil itu.

“Kim Nana imnida.” Jawab gadis itu dan memberikan hormat. “Eonni. Nugueyo?” Nana balik bertanya

“Im Yoona imnida.” Ucap Yoona tersenyum. “Ah, iya. Eonni punya sesuatu untukmu.” Yoona kemudian merogoh tas yang tadi dibawanya, mengelurakan sebuah lolipop berdiameter 5cm dan cokelat batangan lalu memberikannya pada Nana.

“Kamsahamnida.” Nana kembali memberi hormat pada Yoona.

“Sekarang panggil teman-temanmu, eonni akan memberikan permen juga untuk mereka!”

“Yaa!! Yoona eonni membawakan kita hadiaaaaaaah!!” Nana berteriak dan menghampiri teman-temannya.

“Jinjjayo?” Ucap mereka antusias. Nana mengangguk dan memperlihatkan kedua tangannya. Setelah melihat itu, mereka semua berlari mendatangi Yoona yang entah kenapa tersenyum lemah.

“Eonniiiii!! Nunaaaaa!!” Anak-anak itu berteriak mengerubungi Yoona.

“Donghae oppaaaaaa!!!!”

Donghae yang masih sibuk dengan bocah tadi berhenti berlari ketika Nana berteriak nyaring memanggil namanya.

“Mhwoyah Nhana-ya?” Tanya Donghae dengan napas tersenggal.

“Yoona eonni tiba-tiba jatuh dan menutup matanya!”

“MWO??”

 

To be continue🙂

Hah, akhirnya! Ini udah lebih dari 4000 kata. Jangan pada bilang ini singkat loh ya *bawa golok* hehehe becanda kok😉 Gimana? Jawaban hubungan YoonWon udah terjawab kan? Apalagi yang masih kalian pertanyakan? Maaf karena tidak semuanya bisa terkabulkan hehehe, tapi aku mohon tetap tinggalkan Komentar kalian yaaaaa Kamsahamnida! Sampai ketemu di part selanjutnya🙂

 

 


91 thoughts on “[Freelance] Nothing Last Forever Chap.3

  1. Wah … Yoongie jatuh kenapa???Apa sakit ya???
    Moment Yoonwon-nya kurang,,,
    Next Part,banyakin moment Yoonwon-nya,,,
    Buat happy ending-nya Yoonwon ya Author!!!

    Like

  2. thor udah pelis yoonhae yaa, biarkan siwon dalam kegalauannya itu UDAH SOSWEET sekaliii..

    daaaan yoona kenapaaaa. jangan bilang dia sakit dan jangan sad ending. ayo next chap, authornya daebak! ceritanya asik!

    Like

  3. Wah,,,,kenapa yoona bisa jatuh,,,,,,???
    Jadi bikin penasaran,,,,,lanjutt thor,,,,,,
    Next part’nya jangan lama”yah,,,,,,,,,,,

    Like

  4. yoona unnie knapa jatuh? sakitkah?
    hhm..ff ini jdi salah satu yg slalu aku tunggu kelanjutannya lho!
    jdi jngan lama” ya buat part selanjutnya🙂
    fighting!!

    Like

  5. happy ending buat yoonwon dong author!donghae buat q aza.ff yoonwon masih dikit.jebal thor.ditunggu next chapter.banyakin yoonwon moment…gomawo

    Like

  6. Waahhh siwon udh ngaku ajja klo cemburu ..
    Emm donghae sama yoona makin gencar ajja dechh,, trus gimna hub yoonwon?? Author yoonwon momentny bnykin lagi dong ya..ya..ya…#puppyeyes😉
    emm yoona kenapa yahh sakit kepala terus,, mudah2an ga parah dech …

    Emm ditunggu next part,, jgn lama2 yahh thor😉

    Like

  7. Waaa!! YoonHae, Keren Thor,
    Tp Knp YoonA Pingsan?? YoonA Sakit Ya?? Jangan Dong!!
    Lajutan Nya Di Tunggu Ya Author,, Oya Ending Nya YoonHae Ya..^^

    Like

  8. Tambah momen yoonwon’a ya author ^^
    FFnya bagus banget, sampe bingung, soalnya yoona siwon donghae and tiffany tu beberapa anak SME yang aku suka… ^^

    Like

  9. yoong knp tu?..
    hmmm
    brhrp ending nya yoonwoon,..
    tp yoonhae jg g p2..
    heheheheh

    mkn seru thor, hmm yoonwoon nya tmbh lg ya..
    di tunggu part slnjtnya..🙂

    Like

  10. Lumayan puaslah bacanya wkwk. Wow yoona kenapa tu? Aku suka bgt part yoona saama donghae!! Jangan pisahkan mereka pleasee YOONHAEx_x

    Like

  11. Hwaaaaaa johaaa unni ! Neomu neomu neomu johaeyoo ! Asiiik, uri oppa hae sama yuna nunaaaa !! Kkk~ ah, matta ! Yuna nuna kenapa?

    Like

  12. .wuahh yoona eonni knp tuch., pingsan ea…#plakk..udh tau nnyak..
    .wah mkin pnsaran nich.,, sbener’nya yg di ska’i yoona eonni tuch. donghae oppa atau siwon oppa sich… tp qw pngen’nya sich ma donghae oppa.,, mreka serasi gtu loe…
    .untk part slanjut’nya di tnggu ea thour.,, buat author… hwaiting…!!!!!

    Like

  13. wahh mkin daebakk thor ffnya
    cuman part YoonWonnya kok dkit???hhhe
    endinnyannya mudah2an YoonWon couple yah thor??? #maksa
    d tunggu next partnnya,tpi jgan klamaan abis ngg sabar,ckckckck
    smoga Yoona Unnie ngg knp2 ya thor
    gomawo fighting!!!

    Like

  14. padahal aku suka pairing tiffany-siwon~ tapi ko di sini aku maunya siwon-yoona yaaa?? efek ceritanya bagus nih~ ngebawa perasaan… ^^
    dan aku sama sekali ga bisa bayangin hyukjae oppa sama donghae oppa kakak-adik. mana hyukjae oppa lagi yang jadi kakaknya😄
    part selanjutnya ditunggu ^^

    Like

  15. Aku berharap ini yoonwon chingu…
    Tp siwon oppa nya kurang greget yaaa dan dia blum mengakui bahwa di sbnrnya suka sama yoona…
    Please yoonwon yaa.. (-̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩)

    Like

  16. wah ada moment Yoonwon dan Yoonhaenya😀 tapi yg moment Yoonwoonnya ditambah lagi dong😀 kenapa tu yoongie ? semoga buka sakit serius …
    ayo author lanjut lagi😀

    Like

  17. ehem donghae uda mulai melancarkan serangan. .
    ayo donghae cepet bilang ke yoona. .
    jgn kecewakan eunhyuk yg sudah menjodohkanmu. .
    siwon itu ada rasa sama yoona. .
    yoona knp kok bs pingsan?
    g sabar nunggu kelanjutannya. .

    Like

  18. hmm,penasaran apa yg diminta ma Appa’a Wonpa ditelpon???
    Jgn smp Yoona kena penyakit parah!!
    Wonpa jd dilema to!!
    B’harap Yoonwon!!huaaaaa
    lanjut cpt!!

    Like

  19. Author daebak !!!
    bagus banget ceritanya !!
    lanjut lanjut lanjut.. tapi jangan lama-lama ya onnie !!
    klo kelamaan smpai lupa ceritanya,trus jdi gk asik
    makanya cepet ya lanjutannya
    dan kalau bisa lebih panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaangggggggg dri ini
    oke🙂

    Like

  20. Ff part neii uwd panjang kok..
    Waah.. Yoona pu’a rasa ∫αчαηğ ma siwon !!!
    Donghae kyk’a suka juga ma yoona..
    Eehhmmm moment yoonwon’a kurang author..
    Ending’a yoonwon yayayayayayayayaya…😀
    Please.. Yoonwon.. Yoonwon.. Yoonwon..😀

    Yoona knpa tuh.. Jd penasaran..
    Next part’a jangan lama” yaah..
    ‎ªķΰ tunggu.. !! Fighting !!! Author daebak

    Like

  21. Thor aku harap ff ini Benar2 YoonWon jangan Yoonhae karena Yoonhae sudah terlalu banyak sekali aku mohon thor Yoonwon harus bersatu karena aku Penggemar Yoonwon shipper jadi perbanyak moment2 yoonwonnya dan happy endingnya harus yoonwon pokonya aku dukung yoonwon bersatu dan bahagia makasih sebelumnya d tunggu next partnya YOONWON FOREVER

    Like

  22. Yoong kenapaaa ?

    Kok bnyk YoonHae moment thor ? YoonWon moment d’bnykin donk !
    Ending’nya jg wajib YoonWon ya thor #maksaaa,please

    Like

  23. penasarann eoniie !! lanjutkan, jgn lama-lama ya eoniie, end nya jgn sad harus bahagia yoonwon, gk boleh ad yg mati !! okee eoniie, hehe, daebak eoniie, tpi panjangin lagi yaa..

    Like

  24. Gk ush bnyak bacot,, lnjut aj thor,,, d.tmbh sklyan tuh momentnya yah thor,,,, 1 lagi deh, posternya uh,,, awesome deh d.fto tu si wonnie

    Like

  25. Ah,, makin seru dan selalu penasaran,,
    ga peduli ma siapapun yoona nanti,,
    tapi ada firasat buruk neh, Yoona sakit,, ANDWEEEEE,,
    yoona ga boleh sakit,
    yoona ga boleh terlalu parah sakitnya,,
    mendadak jadi takut sama sad ending.
    Tapi itulah cinta harus ada yang berkorban dan dikorbankan.

    Like

  26. akhirnya publish juga..
    Aku suka bgt ff ini..
    Tapi sayang YoonWon momentnya dikit bgt.
    Chapter selanjutnya banyakin yah author..
    Secara aku YoonWonited..
    Jadi Endingnya harus YoonWon..
    YoonWon jjang..
    YoonWon jjang..
    Pokoknya harus happy end YoonWonnya.#sembahauthor.
    Itu yoong eonni kenapa kok tiba2 pingsan..??
    Jng sampe dia knapa2..!!
    Ditunggu chapter selanjutnya..
    Keep hwaiting..

    Like

  27. oh trnyata siwon tu tmen kcilnya yoona
    ciee siwon mulai cemburu nih sm kedekatan yoona ma donghae🙂
    tpi aq harap endingnya bkal YoonWon #jeball
    Hwaiting
    Lanjut thor!!

    Like

  28. Authooor tapi tetep kan endingnya yoonwon ?
    Tadi wonppa nerima tlpn dari appanya kenapa yaa
    Huaaaa semakin penasaran jangan lama lama yaa thor. *maksa* heheh

    Like

  29. ummm thor req donk
    gmn kalo sementara dibikin yoonhae dulu
    samape siwon sadar kalo dia cinta ama yoona
    bgtu jga sbliknya
    happy ending nya yoonwon
    oke thor?
    haha

    Like

  30. terjawab , walaupun masih teka-teki , thor😀
    daebak dah pokoknya ! udah terlalu jatuh cinta *lebay dikit* sama YoonWon nih . walaupun suka YoonHae, aku jadi ikutan kebawa .
    Huaah, Tiffany unnie jahat banget disini, ckck. Dia ama Eunhyuk oppa aja mendingan deh Hohohoho..

    Like

  31. Thor, ceritanya keren , cuma momennya kok yoonhae terus? please dong thor momen yoowonnya banyakin , trz endingnya yoonwon yg thor, soalnya ff yg pairingnya yoonhae udh kebanyakan, bosen. jdi please yg thor, endingnya yoonwon aja. thanks! YOONWON, YOONWON, YOONWON! Fighting!

    Like

  32. Akkkfiinya lanjutan udah kebaca jg😀
    Oyaa..Kira2 ney ending YoonWon atau YoonHae ya?? Ahhh..Matipenasaran neyy!!! Yoona sakit ya??Jangan sampai Sad ending ya?!!!*CekekAuthor* hehheh :p
    Baguussss..ayoo poating na jangan lama2 lg jgn lebih dr 1 minggu ya🙂 soalnya lg seru nihh..*BanyakMaunya #plakk😀

    Like

  33. Annyeonghaseo !!!
    Aku ikutin terus loh ff kamu , dan maaf bnget yaa slnya untuk 2 chpter yg lalu aku jdii siders, miaan yaa !!
    Oh iaa karena aku biasnya HAEFANY jdi entar haefany aja yaa !! Kan jarang juga FF tntang haefany , kebanyakan yoonhae , maaf yaa
    Knpa partnya tiffany kurang bget yaa , dri chap1,2,3 bgianya selalu kurang , pdhal dy kan juga masuk di pemain utama !! Mian lagi kal bnyak protes,,
    Supaya ada keseimbngan aja antra pemain utama, well untuk keseluruhan aku suka crtnya , kta”nya gampang dimngerti juga !!
    Yg pasti aku suka FF kamu , dan mudah”an TIFF sma HAE trus YOONA sma SIWON🙂
    Keep spirit yaa for author😉
    Maaf kaloo kepanjangan ini hnya sekedar kritik dan masukan🙂

    Like

  34. Oh iaa !!
    Bole req ngga bkin dong ff tapi yg main tiff sma hae ,,
    Maaf yaa, cuman kloo aku liat jarang banget author” yg buat ff tntang tiffany sma donghae , kecuali emang biasnya mreka ,,
    Klo author biasnya kan yoona , tpii ngga apa kan skali” buat yg beda🙂
    Mkasiih untuk yg ke 2xnyaa

    Like

  35. thorr jebal yoonwon donq…
    moment yoonwon.nya bnyakin donq..jngan yoona ma donghae teruzz…
    endingnya pkoknya hruz yoonwon..
    yoona gx bleh cinta ma hae.

    Like

  36. Ini kayaknya ceritanya yoonhae ya…
    Yahhh ∂ǨǑЄ kira yoonwon, tapi ‎​G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡  papa ∂ƐёёёёНн˛˛˛ (ˇ_ˇ’!l) ŭð̀́ǟђ terlanjur baca…

    Like

  37. Dsini q ingin.x Y0onhae?!
    Tpi dsSI lain q ingin y0onw0n?!

    Th0r,y0ongnie jngan p skit ea , ,
    mw.x hppY end . .
    Tpi klau msal.x auth0r bngung nntuin Yo0nhae/y0onw0n gmna klau??!! , , ,
    kyuNA jja , ,
    hahaha , ,
    lnjut , ,

    Like

  38. Menurutku yoona lebih cocok sama donghae, cemistry dia keliatan bgt dan cocok buat jadi pasangan..
    Btw ada apa dgn yoona?
    Knpa dia tiba2 pingsan?

    Like

  39. Makiiin seru euy cerita nyaa_,,,
    Jadii ga sabaar wonppa itu cemburu apa emg bener2 cuma pgin jaga yoong eonnie,,wahhh aku berharap wonppa putus aja ma ppany eonni drpd makaan ati teruuuuusss gitu,,banyak koo yg mau nggantiin ppany,,
    Yoong eonnie sakitnyaa ko berlanjut yaaa_
    Kasihan,,,
    Meet in the next chapter

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s