[Freelance] Another Day Without Me


Another Day Without Me

Author: Al❤

Main Cast: Lee Soohae (OC), Oh Sehun

Genre: Romance, Angst

Inspired By: My life (?)

Dedicated To: Uri Amoeba Selena Lyn :3

Another Day Without Me

Friday, 1st June 2012

Aku terduduk manis di barisan belakang salah satu studio di KBS. Menunggu dengan tenang boyband rookie yang akan tampil kali ini, EXO. Sesekali aku tersenyum dalam duniaku sendiri. Memikirkan aku akan melihat Oh Sehun, idolaku yang akan muncul ini.

Perlahan terdengar intro lagu History dan keenam namja keren dari Exo-K mulai meramaikan panggung. Para Fangirls didepanku langsung teriak histeris. Mereka melakukan Fanchat dengan semangat sampai berdiri hingga menghalangi pandanganku terhadap Sehun. Aku tetap duduk manis sambil berusaha melihat dari celah-celah badan mereka. Sudahlah… Toh aku juga sudah sering melihat secara live penampilan Exo.

Backstage. Di sinilah aku sekarang, Lee Soohae remaja yang hari ini akan berusia 18 tahun menyelinap ke backstage demi melihat lebih dekat seorang Oh Sehun. Ya, Oh Sehun. Magnae Exo itu telah benar-benar menarik perhatianku semenjak aku pertama melihatnya. Apapun kulakukan demi namja itu… Apapun… And it called…

Love at the first sight

“Penampilan kali ini benar-benar hebat ya kan?” Suara itu, Baekhyun. Aku segera bersembunyi di salah satu tumpukan barang. Satu persatu aku melihat member Exo-K yang baru turun dari panggung. Baekhyun, Suho, D.O, Chanyeol, Kai dan… Sehun.

Mereka tersenyum dan tertawa senang. Mereka melewatiku begitu saja. Tak ada yang sadar keberadaanku. Tentu saja. Ah… Tak apa. Aku sudah bisa melihat Sehun dari jarak sedekat ini… Itupun sudah membuatku senang.

Aku mengikuti mereka diam-diam sampai di depan ruang tunggu Exo-K. Mereka sibuk di dalam sana, dan aku juga sibuk memperhatikan Sehun dari celah pintu yang terbuka sedikit. Aku bersembunyi di balik tumpukan barang di lorong. Dari sini aku bisa melihat Sehun tersenyum… Sehun tertawa… Pria itu… Benar-benar telah memikat hatiku…

“Oppa~” Terdengar suara nyaring seorang gadis memasuki ruang tunggu Exo-K. Badannya tak lebih tinggi dariku. Senyumnya manis menampilkan giginya yang rapi di behel… Entah kenapa sekilas senyumnya mirip Choi Jiwo… Tunggu… Siapa gadis itu sehingga ia bisa masuk ke sini?

“Yong Ae-ya… Kau tak sibuk?” Terdengar suara ramah Suho menyapa gadis itu, Yong Ae. Gadis itu menggeleng manis kemudian duduk di sebelah Sehun. Ia mendekati Sehun kemudian mengamit lengannya manja.

“Kau tak capek Oppa?” Tanyanya manja. Sehun menggeleng kemudian tersenyum manis pada gadis itu. Ia mengacak rambut Yong Ae kemudian membiarkan gadis itu menyandarkan kepala ke bahunya. Tangan Sehun membelai lembut rambut Yong Ae sedangkan tangan lainnya sibuk memainkan ponselnya. Member lain yang melihat hal itu mulai berisik mengusili Sehun.

“Sehun-ah~ Kau itu magnae… Tapi kelakuanmu itu tidak seperti magnae… Lihat saja betapa kau memanjakan Yong Ae… Benar-benar seperti pria dewasa…” Celutuk Chanyeol ringan disambut tawa dari member lain dan masing-masing semburat merah di pipi Sehun maupun Yong Ae.

“Sudah… Biarkan saja… Biarkan dia menikmati waktu santainya bersama kekasihnya itu… Hahaha…” Sambung Baekhyun dan hal itu membuat semburat merah di pipi Sehun maupun Yong Ae semakin kentara.

Aku menyandarkan diriku di dinding. Kekasih ya… Aku yakin yang kudengar tadi tidak salah… Oh Sehun telah memiliki seorang kekasih. Gadis manis bernama Yong Ae… Dan tiba-tiba dadaku terasa sakit. Rasa sesak yang entah kenapa tiba-tiba saja menjalari tubuhnku. Rasa sakit ini… Sudah lama tak kurasakan…

Aku terduduk diam di taman dekat dorm Exo-K. Suasana sore di bulan Juni memang bagus. Korea mulai memasuki musim panas dan entah kenapa aku suka suasana ini. Aku memandang ponselku. Wallpapernya masih sama, Fotoku dan seorang namja yang dulunya pernah mengisi hari-hariku… Oh Sehun.

Aku mengutak-atik ponselku. Di Gallery-nya masih banyak fotoku dan Sehun. Di inbox maupun outbox-nya pun nama Oh Sehun masih mendominasi… Setidaknya sampai sebulan yang lalu… Aku membuka pesan terakhirnya untukku.

From : Oh Sehun

12 April 2010, at 00.00 Am

Maafkan aku…

Sekali lagi… Maafkan aku…

Sekarang aku tahu bahwa semua adalah salahku…

Mianhae…

Aku menghela nafas berat. Itu adalah pesan terakhir Sehun untukku. Pesan terakhir yang tak terbalas itu sudah berkali-kali kubaca sejak lebih dari sebulan lalu. Sehun… Sehun… Sehun… Oh Sehun… Perlahan butiran kristal bening mengalir keluar mataku. Hanya dengan mengingatnya saja aku sudah menangis. Benar-benar cengeng.

Aku mengusap air mataku. Sekali lagi aku menghela nafas berat. Seberat inikah hidupku tanpa Sehun? Sesakit inikah hatiku tanpa kehangatannya? Serindu inikah aku akan sosoknya?

Aku mengeluarkan sebuah kertas dari tas tanganku dan sebuah pena. Aku mulai menulis. Entahlah… Mungkin aku akan menulis surat untuk Sehun. Meski sekarang kami bukan sepasang kekasih lagi, yang aku tahu aku masih mencintainya. Sangat mencintainya. Dan setidaknya… Mengungkapkan seluruh perasaanku dalam bentuk tulisan selalu membantuku…

Bosan di taman, aku memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar. Sungai Han… Ya benar. Aku berjalan santai menuju tepian sungai Han. Memang tak terlalu jauh dari dorm Exo, tapi tentu saja ini sudah menyita waktuku. Akhirnya aku sampai di Sungai ikon kota Seoul ini. Aku pun duduk di salah satu bangku yang menghadap sungai. Menikmati kesendirianku.

Banyak pasangan-pasangan kekasih yang menikmati sore di sini. Aku melirik jamku. Sebentar lagi Sunset. Dan yang paling menyenangkan adalah melihat Sunset bersama kekasihmu… Ya, jika kau masih punya kekasih…

Jika tidak, hal itu menjadi sesuatu yang menyebalkan saat kau sendiri sedangkan di sekelilingmu banyak pasangan kekasih yang pamer kemesraannya. Iri. Satu kata itu terlintas di benakku.

Ini adalah hari ulangtahunku. Dan bahkan, Sehun tidak menunjukkan tanda-tanda dia ingat ini adalah hari ulangtahunku. Kuanggap bualan saja perkataannya beberapa bulan lalu yang akan mengajakku ke Sungai Han  saat aku ulang tahun.

Aku melirik jam tanganku, hampir jam 9 malam dan ini berarti aku sudah duduk di bangku ini selama 3 jam. Bagus Soohae… Tidak ada yang bisa kau lakukan lagi setelah ini.

Sehun tidak mengingat hari ulang tahunku sama sekali. Satu kesimpulan itu yang cepat kutarik hari ini. Memang aku hanya bertemu dengannya –meski aku yakin ia tak menyadari keberadaanku- sekali hari ini… Tapi masih bisakah aku berharap ia mengingatku? Ia peduli padaku? Setidaknya aku ingin mendengar ucapan selamat ulang tahun darinya.

Aku melangkahkan kakiku lesu kembali ke taman dekat dorm Exo. Mataku mengawasi setiap gerak-gerik orang lewat di depan dorm itu cermat. Hei… Pria bermasker dan bertopi itu bukankah… Oh Sehun?

Ia keluar dari dorm dengan waspada dan menuju halaman belakang dorm. Aku mengikutinya dari jarak aman. Setelah berputar-putar di parkiran mobil, ia akhirnya memasuki salah satu mobil, duduk di bangku kemudi. Sejak kapan ia pergi keluar malam-malam menggunakan mobil managernya. Apa yang ia lakukan? Atau… Apa aku masih boleh berharap?

Aku terdiam di depan tempat ini. Dari dulu aku selalu tak suka tempat ini. Tak pernah suka. Hawanya selalu membuatku merinding dan suasananya selalu sama, terasa pilu dan sedih. Aku melihat kearah gerbang yang terlihat kokoh meski ini malam hari.

Pemakamam Umum Seoul.

Aku menelan ludahku memberanikan diri masuk. Aku yakin Sehun berada di sini. Mobilnya saja ada di luar. Aku melangkah takut-takut menyusuri jalan setapak di pemakaman ini. Suasana malam hari pemakaman benar-benar membuat bulu kudukku merinding. Aku terus berjalan pasti. Semakin dekat ke tempat tujuanku, semakin berat langkah kakiku.

Aku sampai di salah satu nisan. Aku berdiri mematung di sebelah sosok namja yang berlutut di dekat nisan itu. Oh Sehun. Tepat. Ia memang ke sini. Kuberanikan diri mendekati namja itu. Sekarang aku bisa melihat jelas ukiran pada nisan itu.

Disini terbaring dalam damai,

                Lee Soohae

                1 Juni 1994 – 12 April 2012

Nisanku.

“Sehun-ah…” Gumanku lirih. Aku yakin ia tak dapat mendengarku. Ya, sosokku ini hanyalah arwah penasaran yang meninggal setelah bertengkar dengan kekasihnya. Masih penasaran apakah kekasihnya itu mencintainya atau tidak.

“Sehun-ah…” Gumanku lagi lalu ikut berlutut di sebelahnya. Di tengah keheningan malam ini aku tahu bahwa ia terisak. Ia menangis. Ia menangisiku.

Meski tak bisa menyentuhnya aku merasakan bahunya bergetar menahan isakannya. Dalam suaana seperti ini langsung saja air mataku tanpa diminta sudah jatuh dari tadi. Melihatnya menangisiku lah yang mungkin membuatku menangis. Bukan kenyataan bahwa aku telah pergi. Bukan tentang aku yang bukan lagi yeojanya…

“Lee Soohae…” Aku dapat mendengar suaranya parau memanggil namaku di sela isakan tangisnya. Aku bingung. Aku ingin bilang bahwa aku disini. Disisinya.

Aku ingin bilang bahwa aku baik-baik saja. Aku tak pernah menyalahkannya atas pertengkarana kami yang berujung pada kematianku… Tak pernah.

Aku mencoba merengkuh tubuhnya kedalam pelukanku. Aku memang menembusnya dan ia memang tak dapat merakasn keberadaanku. Tapi entah kenapa memeluknya lagi sudah memberi kehangatan ke seluruh tubuhku. Sekali lagi. Aku mencintainya.

Kami terisak bersama di tengah keheningan malam. Tak ada kata-kata yang keluar dari bibir kami selain isakan dan isakan. Semua terasa bias atas apa yang aku saksikan antara Sehun dan Yong Ae. Apakah ia masih mencintaiku? Apakah aku mash punya tempat di hatinya? Apakah aku masih berharga baginya?

Untuk kesekian kalinya aku melirik jam tanganku. Hampir tengah malam. Setelah kematianku, aku diberi waktu 24 jam tepat di hari yang aku minta –dan yang aku pilih adalah hari ulangtahunku- untuk menyampaikan sesuatu yang belum tersampaikan. Dan jika lonceng sudah berdentang 12 kali. Aku tak akan pernah kembali lagi. Tak akan.

Teng…

Lonceng pertama. Bagus. Aku melepaskan pelukanku. Mencoba menghapus air mataku sendiri kemudian menatap sosok Sehun.

Teng…

Ia masih diam menunduk. Masih terisak. Aku mencoba mengadahkan wajahnya untuk menatapku. Percuma. Aku menembusnya…

Teng…

“Sehun-ah…” Panggilku dengan suaraku yang masih serak.

Teng…

“Soohae-ya…” Katanya seolah bisa mendengar panggilanku. Ia mengangkat wajahnya menatap nisanku nanar.

Teng…

“Mianhae…” Isaknya lagi. Dan entah kenapa, bulir-bulir air mata kembali jatuh dari mataku.

Teng…

“Maaf aku tak pernah memperhatikanmu…” Ia terisak “Maafkan aku…” Katanya frustasi dengan suara paraunya.

Teng…

“…Hari ini… Ulangtahunmu ya… Maafkan aku… Kita bertengkar di hari ulangtahunku…” Aku menatapnya tidak tega. Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan Sehun yang seperti ini.

Teng…

“Aku memarahimu hari itu… Aku bilang kau mengangguku… Padahal… Aku senang kau yang pertama bilang selamat ulang tahun padaku…” Ia menundukkan kepalanya dalam. Aku mencoba menghapus air matanya.

Teng…

“… Soohae-ya…”

Teng…

“Kecelakaan itu… Karena aku…” Ia mengacak rambutnya frustasi

Teng…

“Sehun…” Aku mencoba bicara padanya. Tapi seperti sebelum-sebelumnya. Sia-sia.

Teng…

Lonceng ke duabelas. Aku segera mengeluarkan secarik kertas kemudian meletakkannya di atas makamku. Aku memeluknya erat seolah tak mau kehilangannya. Air mataku tertumpah ke bahunya.

Perlahan aku sudah tak bisa merasakan kakiku lagi. Mengilang seperti debu. Aku juga sudah tak bisa merasakan pingganguku lagi. Perlahan aku memegang wajahnya kemudian mengecup keningnya hingga aku benar-benar menghilang. Hilang dari dunia ini selamanya.

Sehun merasakan sesuatu yang lebut di dahinya. Perlahan matanya menangkap selembar kertas diatas makam. Entah karena dorongan apa, ia segera mengambil kertas itu. Di tengah kegelapan malam, dengan bantuan lampu makam yang remang ia mencoba membaca satu-satunya kalimat yang tertuis disana.

“Sehun-ah… Aku memaafkanmu…”

-End-

*berguling macam kerbau* Aaa~ Al tau FF ini Fail .___. Tapi Al rela buat FF ini dengan waktu kepepet demi Mbak Selena . Hehehe… FF ini seperti di awal memang didekasikan untuk Selena Lyn yang 1 Juni ini lagi ulang tahun😀

Saengil Chukkae hamnida… Saengil Chukkae Hamnida… Saranghae uri Amoeba… Saengil Chukkae hamnida…😀😀😀

Udah dulu ya~ annyeong *berguling macam kerbau*


11 thoughts on “[Freelance] Another Day Without Me

  1. itu cuma arwahnya.?
    Kisah cintanya menyedihkan. apalagi pas udah dipemakaman itu. Nangis beneran ini aku.. TTwTT
    oh author, FFmu DAEBAK sumpah! d^^b
    ditunggu FF laennya yah!
    Keep Writing! ^^

    Like

    1. Annyeong Author here
      Makasih udah mau baca and komen, and sorry for the late reply😀
      Author nggak nyangka sampe nangis gitu u,u
      Iya itu si Soohae sudah meninggal ceritanya ^^
      Makasih ya

      Like

    1. Annyeong Author here
      Makasih udah mau baca and komen, and sorry for the late reply😀
      Iya si Soohae itu arwah penasaran hehe ^^ tapi dia juga ngestalk Sehun sih *digampar Soohae*
      Makasih ya ^^

      Like

  2. Yaah… Ternyata soohae udah mati… Berarti itu yang keliaran arwahnya soohae ya thor ?? Seru tuh kalo dibuat oneshoot atau twoshoot kalau bisa sequal. Hehehehehehe. Mungkin bisa diperjelas bagaimana soohae berantem abis itu kecelakaan. Mian kalo sarannya kurang enak dibaca*emang lo kira makanan apa ??*.

    Hwaithing thor !!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s