Captured in His Heart. (chapter 7)


★  This story was made and copyrighted by R. No stealing or claiming as yours.

★  No silent reader. Any comments and critics will be very appreciated.

★  Any resemblance to another story or fanfiction is purely coincidental.

★  This story is 100% fictional.

★   Enjoy the story! ^^

Chapter 7: “Kau menyukainya kan? Akuilah!”

Jarum pendek sedang menunjuk angka 8 ketika bel apartemen Kyuhyun berbunyi berkali-kali, disusul dengan suara ketukan keras di pintu. Pria itu membalikkan badannya dengan gusar di atas tempat tidur, merasa kesal karena suara ribut itu telah berhasil membangunkannya secara paksa. Dengan sebelah tangannya, ia membenamkan bantal ke kepalanya, berusaha meredam bunyi bel yang terdengar nyaring. Namun setelah bel berbunyi untuk yang ketujuh kalinya, ia menyerah. Geram, ia bangkit dan berjalan keluar kamar untuk membukakan pintu bagi siapapun yang telah merusak tidurnya. Pintu terbuka dan Park Jungsoo berdiri di hadapannya sambil tersenyum lebar.

“Selamat pagi, dongsaeng-ku yang manis!” senyumnya melebar ketika dilihatnya wajah Kyuhyun yang berantakan sekaligus geram. Ia tahu betul bahwa ia baru saja membangunkan anak itu secara paksa dan ia merasa sangat puas karenanya.

Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa. Matanya masih setengah terpejam dan ia langsung berbalik untuk melangkah kembali ke kamarnya. Jungsoo tertawa kecil dan mengikuti Kyuhyun dengan pandangannya.

“Yah! Ini sudah pukul 8 pagi! Segera cuci mukamu,” serunya.

Kyuhyun hanya bergumam gusar lalu kembali menjatuhkan dirinya ke atas kasur dan menarik selimut hingga ke atas kepalanya. Ia langsung membalikkan badannya ketika didengarnya langkah kaki Jungsoo mendekat. Detik berikutnya, Jungsoo menarik selimut yang menutupi tubuh Kyuhyun, membuat pria itu mengeluh dengan suara keras.

“Hyung! Ada apa denganmu? Kenapa kau sudah menggangguku pagi-pagi begini?” protesnya dengan suara mengantuk.

“Kau pasti lagi-lagi tidur larut malam karena main game. Apakah tebakanku benar?” Jungsoo tertawa melihat wajah kusut Kyuhyun. “Cepat bangun dan cuci mukamu, aku punya hadiah untukmu. Ayo cepat!”

Kyuhyun tidak langsung menjawab ataupun menuruti perintah pria yang sudah dianggapnya seperti kakaknya sendiri itu. Tapi ketika Jungsoo mulai menarik-narik bantalnya beberapa saat kemudian, barulah ia bangkit dengan enggan sekaligus kesal. Ia lalu menghilang di balik pintu kamar mandi, meninggalkan Jungsoo yang mengawasinya sambil tertawa geli.

Sekitar hampir setengah jam kemudian, keduanya sudah berada di ruang keluarga apartemen Kyuhyun. Kyuhyun duduk dengan nyaman di sofa, sementara Jungsoo lebih memilih berdiri sambil menyandarkan badannya pada meja dapur. Keduanya memegang cangkir berisi kopi hangat. Selama dua menit, mereka tidak mengatakan apa-apa karena sibuk menyesap minuman masing-masing.

“Lalu?” Kyuhyun memecah keheningan sambil meletakkan cangkirnya di atas meja. Ia melemparkan pandangan sebal pada Jungsoo. “Ada perlu apa kau ke sini pagi-pagi dan membangunkanku secara paksa?”

“Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin melihat wajah kesalmu,” sahut Jungsoo tenang. Ketika dilihatnya air muka Kyuhyun berubah seolah-olah anak itu siap melemparkan sesuatu padanya, ia langsung tertawa dan menambahkan, “Hei, aku hanya bercanda! Aku memang kemari karena ingin menyerahkan sesuatu padamu.”

“Apa itu?” ekspresi sebal Kyuhyun langsung berganti dengan ekspresi curiga. “Bukan sesuatu yang aneh kan?”

Jungsoo menghela napas panjang dengan sedih sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya. “Kenapa kau selalu menaruh curiga padaku, Kyu? Aku kemari hanya ingin menyerahkan majalah D edisi terbaru padamu.”

Kyuhyun bangkit dan mengulurkan tangannya untuk mengambil majalah yang diulurkan Jungsoo padanya. Ia kemudian duduk dan sibuk membolak-balik halaman majalah itu, sampai akhirnya ia menemukan halaman yang dicarinya. Seo Joohyun tampak sangat cantik seperti biasanya, dalam balutan gaun pendek dengan bahan ringan dan latar belakang taman H di musim gugur. Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa, tapi seulas senyum kecil mengukir bibirnya sementara jemarinya sibuk menyusuri halaman-halaman selanjutnya, yang masih dipenuhi oleh sosok Joohyun. Ia kemudian menyadari sesuatu dan mendongak menatap Jungsoo.

“Tunggu sebentar, hyung. Aku mengenali foto-foto ini. Hampir semua foto Joohyun yang ada di majalah ini adalah foto dari kameraku, benarkah?” tanyanya tidak percaya. “Mereka hanya menggunakan satu foto dari kameramu.”

Jungsoo menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan menatap Kyuhyun dengan tatapan kecewa yang dibuat-buat. “Yah, tampaknya redaksi majalah D berpendapat bahwa foto-fotomu kali ini lebih bagus dibanding foto-fotoku,” jawabnya sambil mendesah sedih. Wajah Kyuhyun langsung diliputi perasaan bersalah, membuat Jungsoo tertawa dan berseru, “Hei, aku cuma bercanda! Hasil pekerjaanmu kemarin sangat bagus dan memuaskan. Kau berhasil menangkap momen-momen yang tepat dan mengabadikannya dengan sangat indah. Seohyun tampak sangat cantik. Sungguh mengherankan, kita sama-sama memotret satu objek yang sama, tapi entah kenapa hasil pekerjaanmu terlihat lebih indah.”

Jungsoo mengucapkan kalimat terakhirnya sambil menatap Kyuhyun dengan pandangan penuh arti. Senyumnya melebar, membuat Kyuhyun balas menatapnya penuh curiga. “Kenapa kau menatapku begitu? Menyeramkan,” katanya sambil kembali mengalihkan pandangannya ke halaman majalah D dan meneguk kopinya.

Jungsoo menghela napas panjang tanpa menghapus senyum dari wajahnya. “Ah Kyuhyunnie, kau sudah dewasa rupanya. Aku senang adik kecilku sudah menemukan wanita yang disukainya.”

Mendengarnya, Kyuhyun langsung tersedak dan nyaris memuntahkan kopinya. Terbatuk-batuk, ia menoleh memandang Jungsoo yang kini terbahak puas. “Apa maksudmu, hyung?” tanyanya.

“Kau menyukai Seohyun, aku bisa melihatnya dengan jelas,” jawab Jungsoo tanpa berbelit-belit.

Kyuhyun ternganga, menatap Jungsoo dengan tidak percaya. Otaknya mencoba mencerna kalimat yang baru saja dikatakan Jungsoo.

“Apa? Yah! Hyung, a-apa maksudmu?” tanyanya. “Hanya karena hasil pekerjaanku terlihat bagus, kau lantas menyimpulkan begitu? Bagaimana bisa?”

Jungsoo terkekeh dan meletakkan cangkirnya di meja dapur. “Aku seorang fotografer dan aku bisa mengerti. Kau mungkin belum menyadarinya, tapi seorang fotografer biasanya menghasilkan foto-foto yang lebih indah ketika mereka berhadapan dengan obyek yang mereka sukai,” katanya. Ia kembali menatap Kyuhyun dengan senyum penuh arti, lalu melipat kedua tangannya di depan dada. “Lagipula kemarin kalian terlihat sangat akrab, aku belum pernah melihatmu seakrab itu dengan seorang wanita sebelumnya. Ah, kecuali Victoria, teman dekatmu sejak SMA itu. Tapi tetap saja terasa berbeda. Aku bisa merasakannya, kau memiliki perasaan khusus pada Seohyun. Kau menyukainya kan? Akuilah!”

Kyuhyun mendengus, tertawa tidak percaya. “Astaga, hyung! Kau menyimpulkannya hanya karena hal itu?” tanyanya. “Seo Joohyun adalah juniorku di Universitas K. Aku belum lama mengenalnya, tapi aku sudah beberapa kali menolong gadis ceroboh itu. Hanya sebatas itu hubungan kami  dan … yah! Kenapa kau tertawa?!”

“Maaf, maaf, aku tidak tahan lagi,” Jungsoo menjawab di sela-sela tawanya. “Kau harus melihat wajahmu sendiri ketika mengucapkan kalimat itu, Kyu. Wajahmu memerah dan sorot matamu ketika bercerita tentangnya … percayalah padaku, kurasa kau menyukai gadis itu. Setidaknya akuilah jika kau memang tertarik padanya! Dan kau bahkan menyebutnya dengan nama aslinya.”

Kyuhyun menghela napas panjang. Ia tidak tahu lagi harus menjawab apa untuk meyakinkan Jungsoo bahwa ia hanya menganggap Joohyun sebagai juniornya. Ia juga merasa lebih nyaman memanggil gadis itu dengan nama aslinya. Lagipula baru sebulan berlalu sejak perkenalannya dengan gadis itu. Bagaimana mungkin Jungsoo hyung bisa beranggapan bahwa ia menyukai Joohyun?

Tapi bagaimanapun juga, Kyuhyun mengakui bahwa Seo Joohyun adalah gadis yang sangat cantik, unik, dan memiliki sesuatu yang membuatnya sangat tertarik. Ia teringat pertemuan pertama mereka di studio majalah W, perkenalan mereka di ruang piano universitas K, kejadian di toko buku dan taman H, dan … peristiwa lift. Apakah … ia benar-benar menyukai Joohyun?

Jungsoo tersenyum geli melihat wajah Kyuhyun. Ia tahu benar bahwa kini anak itu sedang memikirkan apa yang baru saja dikatakannya. Ia sudah mengenal Kyuhyun selama 5 tahun dan ia belum pernah melihatnya seperti ini. Banyak wanita yang menyukai Kyuhyun, bahkan ada beberapa orang yang akhirnya secara terang-terangan menyatakan perasaan mereka, tetapi selalu berakhir dengan penolakan. Kyuhyun bukan pria yang jahat, tapi ia memang tidak peka dan tidak pernah menganggap serius hal-hal semacam cinta dan perasaan suka. Pikirannya selalu dipenuhi oleh tiga hal: musik, fotografi, dan game. Dan sepanjang ingatan Jungsoo, Kyuhyun tidak pernah membina suatu hubungan yang serius dengan seorang gadis. Bahkan ia tidak ingat kalau Kyuhyun pernah benar-benar menyukai seseorang. Karenanya, ia merasa senang dan tertarik ketika mengetahui bahwa anak itu sepertinya sudah mulai tertarik pada seorang gadis.

“Yah, berapa umurmu? 17 tahun? Kau sudah 24 tahun, sudah waktunya menemukan seseorang untuk kau jadikan calon istri!” kata Jungsoo sambil tertawa kecil dan merogoh-rogoh tasnya. “Kurangi bermain game dan berhenti melihat segala sesuatu hanya dari balik lensa kamera, lihatlah sekelilingmu.”

“Apa? Calon istri? Yah! Aku yang mestinya berkata begitu padamu, usiamu sudah 29 tahun, hyung!” Kyuhyun terbelalak. “Bagaimana denganmu? Apa kau sendiri sudah menyatakan perasaanmu pada manager Joohyun yang bernama Kim Taeyeon itu? Kau menyukainya kan? Aku bisa melihatnya!”

Jungsoo tertawa. “Kau tahu apa, adik kecil? Aku sendiri ragu apakah kau pernah benar-benar menyukai seorang wanita dan kau baru saja mengatakan kalau aku menyukai Taeyeon tanpa ada bukti yang jelas?” ia berusaha mengelak tanpa bisa menyembunyikan warna merah muda yang bersemburat di wajahnya. “Ah, bicara soal bukti, aku punya satu lagi hadiah untukmu.”

Sambil menghampiri Kyuhyun, Jungsoo menyodorkan sesuatu yang sedari tadi dicarinya di dalam tas. Kyuhyun pun menerimanya dengan penuh rasa ingin tahu. Dan ketika benda itu sudah berada di tangannya, ia hanya bisa terpana menatapnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Jungsoo tersenyum puas, lalu mengacak-acak rambut Kyuhyun. Sambil membetulkan letak tas di pundaknya, ia berjalan menuju pintu. “Hanya itu saja yang ingin kuserahkan dan kusampaikan padamu, Kyu! Terima kasih atas kopinya. Dan semoga beruntung,” katanya sebelum menghilang di balik pintu.

***

Seorang pria sedang duduk di bangku taman Universitas K. Ia memakai mantel penahan angin dan syal wol yang tampak hangat. Hari-hari musim gugur yang berangin dingin memang sudah tiba. Di tangannya terdapat sebuah kantong kertas yang berisi makanan hangat. Ia berulang kali menoleh memandang pintu salah satu Universitas K, jelas sekali menunggu seseorang keluar dari sana.

Sekitar 10 menit kemudian, seorang gadis tampak melangkah keluar dari pintu itu. Melihatnya, pria itu langsung tersenyum cerah dan berdiri sambil melambaikan tangan, membuat gadis itu terkejut.

“Yonghwa oppa!” Joohyun berseru heran. Ia pun berjalan menghampiri Yonghwa, masih dengan wajah terkejut. “Apa yang kau lakukan di sini?”

“Menunggumu, tentu saja,” jawab Yonghwa. Ia mengulurkan kantong kertas yang sedari tadi dipegangnya. “Ini, kubelikan ini untukmu. Makanan favoritmu, goguma rebus. Makanlah selagi masih hangat.”

“Wah! Terima kasih,” diterimanya kantong itu dengan gembira. “Apakah kau sudah lama menungguku? Ngomong-ngomong ada keperluan apa yang membuatmu menungguku, oppa?”

“Tidak ada keperluan apa-apa. Aku tadi kebetulan lewat dan langsung terpikir untuk mengajakmu makan. Ini sudah hampir sore dan aku tidak tahu apakah kau sudah makan siang atau belum. Aku melewati kios yang menjual goguma rebus dan sekalian membelikan satu untukmu,” Yonghwa mendengar mulutnya menjawab begitu, sementara hatinya berkata, “Aku merindukanmu, Hyun. Aku sangat ingin bertemu denganmu.”

Joohyun tersenyum. “Baiklah! Aku kelaparan sekali.”

Keduanya pun berjalan beriringan, meninggalkan taman Universitas K. Secara tiba-tiba angin berhembus kencang, meniupkan hawa dingin pada pasangan itu. Joohyun, yang hanya mengenakan sweater tipis dan mantel, langsung bergidik kedinginan. Melihatnya, Yonghwa langsung melepas syal di lehernya dan mengalungkannya di leher Joohyun.

“Kau ini, kenapa tidak memakai syal? Udara sudah semakin dingin dan … ” kalimat Yonghwa terputus. Matanya menangkap sesuatu yang berkilat kehijauan di leher Joohyun dan ia langsung mengenalinya. “Cincin itu … ia masih menyimpannya?” pikirnya getir.

Joohyun sepertinya menyadari bahwa Yonghwa sedang memandangi cincin itu. Untuk menghindari rasa canggung, ia langsung mengalungkan sendiri syal Yonghwa di lehernya, menyembunyikan cincin yang tergantung di sana dari pandangan pria itu. “Baiklah, aku mengerti. Besok aku akan memakai syal. Tidak apa-apakah jika syalmu kupakai, Yong oppa? Kau tidak kedinginan?”

“Oh? Tentu saja tidak,” jawab Yonghwa. Ia mencoba tersenyum, meskipun pikirannya masih dipenuhi oleh cincin itu. “Ternyata benar dugaanku, ia belum bisa melupakan Jungmo hyung.”

***

Kyuhyun membalikkan badannya dengan gusar. Hari itu ia bebas tugas. Sepanjang siang dihabiskannya hanya dengan berbaring di atas sofa, bermain game atau membaca buku. Namun benda yang tergeletak di atas meja di depannya berulang kali membuyarkan konsentrasinya. Akhirnya ia memutuskan untuk berbaring di sofa, memunggungi meja sehingga ia tidak perlu menatap benda itu. Benda yang beberapa jam lalu diserahkan oleh Jungsoo padanya.

Namun akhirnya ia duduk dan meraih benda itu, kembali memandanginya secara seksama. Benda itu adalah selembar foto yang diambil minggu lalu oleh Jungsoo. Di foto itu, tampak wajah Kyuhyun dan Joohyun yang sedang berdiri berdampingan di bawah sebuah pohon di taman H. Joohyun sedang tersenyum sambil memegang kamera Kyuhyun, matanya yang berbinar tertuju pada kamera itu, tampak jelas bahwa ia sedang melihat-lihat foto yang terdapat di sana. Kyuhyun yang berdiri di sebelahnya juga sedang tersenyum, namun tatapannya tidak mengarah pada kameranya, melainkan pada wajah Joohyun. Dan tatapan Kyuhyun terlihat lembut, menyorot penuh perhatian, begitu pula senyum yang terukir pada bibirnya. Yang dimaksudkan Jungsoo sebagai “bukti” pastilah ini, bahkan Kyuhyun menyadarinya.

“Aku bisa membuat ekspresi wajah seperti ini?” Kyuhyun bergumam heran.

Ia terus menerus memandangi foto itu, memperhatikan wajahnya sendiri dan wajah Joohyun. Gadis itu tentu saja tampak sangat cantik dalam foto itu, seperti biasa. Tapi bukan hanya itu yang membuat Kyuhyun tidak bisa melepaskan tatapannya dari foto itu. Yang tergambar dalam foto itu bukan hanya sepasang pria dan wanita yang sedang berdiri berdampingan dan bersama-sama melihat-lihat isi sebuah kamera, melainkan sesuatu yang lebih dalam dan akrab.

“Aaaah, kenapa aku terus menerus memikirkan ucapan Jungsoo hyung dan tidak bisa melepaskan pikiranku dari foto ini?” Kyuhyun mengacak-acak rambutnya, lalu kembali meletakkan foto itu di atas meja. Ia bangkit dan berjalan menjauhi sofa. Diambilnya mantel dan syal yang tergantung di balik pintu kamarnya, kemudian ia pergi meninggalkan apartemennya untuk mencari udara segar.

***

“Bagaimana ujianmu?” tanya Yonghwa pada Joohyun yang duduk di hadapannya. Mereka memutuskan untuk makan siang di sebuah restoran Italia dan kini di hadapan keduanya tersaji masing-masing sepiring pasta yang tampak lezat.

“Hmm? Dari mana kau tahu aku sedang dalam minggu ujian?” Joohyun balas bertanya, matanya melebar menatap Yonghwa.

Yonghwa tertawa kecil. “Aku selalu memonitormu, Hyun,” jawabnya ringan, namun kedua matanya menatap Joohyun lurus-lurus. “Yah, mungkin aku sudah lama bersekolah di luar negeri, tapi aku belum lupa bahwa sekarang sudah masuk musim ujian di Korea. Lagipula bukankah selama beberapa hari ini kau berulang kali mengurung diri di perpustakaan atau di apartemenmu? Karena itulah aku bisa menyimpulkan bahwa kau sedang dalam minggu ujian.”

Joohyun hanya mengangguk-angguk. “Hasil pengamatan yang bagus, Jung Yonghwa-ssi,” katanya sambil tersenyum.

Yonghwa kembali tertawa kecil, lalu mengaduk-aduk pasta yang ada di piringnya dan menyuap sesendok besar ke dalam mulutnya. Sambil mengunyah, ia memperhatikan Joohyun dalam diam. Sesuatu terlintas dalam kepalanya, sebuah pertanyaan yang sudah ingin ia lontarkan sejak beberapa hari silam namun hingga detik ini masih tertahan di bibirnya tanpa terucap.

Joohyun menyadari pandangan Yonghwa yang sedang terarah padanya. Ia pun mendongak dan mata mereka bertemu. Yonghwa tersentak dan kembali mengalihkan pandangannya ke piringnya.

“Ada apa, oppa?” tanya Joohyun. “Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?”

Bola mata Yonghwa bergerak-gerak gelisah. Ia membuka mulutnya, namun kembali mengatupkannya lagi dengan ragu. Sikapnya itu semakin mendorong Joohyun untuk bertanya dengan nada lebih mendesak, “Ada sesuatu yang salah? Apa? Katakan padaku.”

“Aku ingin bertanya sesuatu, tapi aku tidak tahu apakah tepat untuk menanyakan ini padamu,” jawab Yonghwa, kini menatap Joohyun dengan ragu. Ia terdiam selama beberapa detik, sebelum kembali melanjutkan, “Kau … tidak apa-apa? Apa yang sebenarnya terjadi ketika itu?”

Joohyun tersentak. Ia tidak mempercayai pendengarannya. Apakah Yonghwa sedang menanyakan hal yang selama dua tahun terakhir berusaha sekuat tenaga dilupakannya? Benarkah Yonghwa baru saja menanyakan apa yang terjadi di malam tragis dua tahun lalu yang menyebabkan Jungmo harus kehilangan nyawanya?

Wajah Joohyun memucat. Ia bertanya, “Apa … maksudmu?”

“Kejadian tempo hari ketika kau terjebak di dalam lift di gedung bioskop,” jawab Yonghwa. “Kau tidak apa-apa? Bukankah kau takut gelap? Aku sangat mencemaskanmu ketika itu.”

Mendengarnya, Joohyun merasa sangat lega. Sebelumnya ia benar-benar mengira bahwa Yonghwa sedang menanyakan hal yang paling ia takutkan. Ia tersenyum sebelum menjawab, “Apa maksudmu apakah aku baik-baik saja atau tidak? Tentu saja aku baik-baik saja, seperti yang bisa kau lihat, oppa.”

“Benarkah?” Yonghwa mengangkat alis. “Syukurlah. Tapi benarkah tidak ada yang terjadi di dalam lift ketika itu?”

Joohyun terdiam. Pikirannya langsung kembali pada kejadian itu. Ia menangis ketakutan di lantai lift, dan tiba-tiba saja Kyuhyun memeluknya, membisikkan kalimat-kalimat yang membuatnya merasa jauh lebih tenang. Dan tiba-tiba saja, jantungnya berdegup lebih kencang ketika mengingat hal itu. Selama beberapa malam terakhir sejak kejadian itu, adegan di dalam lift berulang kali mendatangi pikirannya, dan membuatnya merasa … entahlah, ia sendiri tidak tahu. Yang pasti, ingatan akan kejadian itu selalu berhasil membuat jantungnya berdegup lebih cepat dan wajahnya terasa panas.

“Hyun? Ada apa?” tanya Yonghwa.

“Ah, tidak ada apa-apa, oppa,” jawab Joohyun segera. “Ketika itu aku memang sempat merasa ketakutan, tapi aku tidak apa-apa. Syukurlah aku tidak terkurung sendirian di sana, Kyuhyun sunbae berhasil membantuku mengatasi ketakutanku ketika itu.”

“Benarkah? Apa yang dia lakukan?” Yonghwa langsung bertanya. Nada suaranya menajam tanpa disadarinya, dan perasaan yang tidak menyenangkan langsung menjalari hatinya.

“Dia hanya mengucapkan kata-kata yang menenangkanku, itu saja,” Joohyun langsung berbohong. Ia menyadari bahwa Yonghwa pastilah takkan senang mendengar ada lelaki asing yang memeluknya seperti itu. Sejak kecil Yonghwa memang selalu bersikap agak protektif terhadapnya. “Mungkin karena ia menganggapku sebagai adiknya sendiri,” begitulah selalu pikir Joohyun.

“Begitu?” gumam Yonghwa. Ia kembali mengalihkan perhatiannya pada makanannya, meskipun pikirannya masih sepenuhnya tertuju pada Joohyun. Jawaban dari gadis itu belum berhasil membuatnya merasa lebih tenang. Meskipun demikian, ada hal lain yang mendadak mengusiknya. Selain kejadian yang terjadi di lift tempo hari, sebenarnya ia juga ingin bertanya mengenai kejadian yang menimpa Joohyun dan Jungmo dua tahun lalu. Namun ia juga menyadari bahwa sekarang bukanlah saat yang tepat untuk menanyakannya.

“Biarlah suatu hari nanti ia sendiri yang menceritakannya padaku,” pikir Yonghwa.

***

Kyuhyun melangkahkan kakinya ke taman H. Di sore hari seperti itu, taman H biasanya dipenuhi oleh anak-anak yang sedang bermain bersama orangtuanya, atau beberapa pasangan yang sedang berjalan-jalan untuk sekedar menikmati senja. Biasanya Kyuhyun akan dengan senang hati membawa kameranya untuk menangkap beberapa momen yang menarik matanya, namun hari itu suasana hatinya sedang tidak mendukung untuk melakukan hal tersebut.

Ia menghela napas panjang dan mendudukkan dirinya di tepi air mancur. Di sekelilingnya tampak anak-anak kecil sedang berkejaran satu sama lain sambil tertawa gembira. Beberapa meter di dekatnya, tampak sepasang kekasih sedang duduk bersama sambil menghirup segelas kopi hangat. Dan ketika Kyuhyun memalingkan wajahnya ke arah lain, ia bisa melihat lahan terbuka yang menjadi lokasi pemotretan majalah D minggu lalu. Pikirannya pun langsung kembali pada apa yang terjadi hari itu. Ia menoleh tepat pada waktunya ketika lampu yang sedang diangkut oleh salah satu staff majalah D berderak keras dan detik berikutnya ia sudah melompat untuk menyelamatkan Joohyun. Bulu kuduknya langsung meremang. Seandainya ketika itu ia terlambat beberapa detik, maka … ia langsung menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran buruk itu dari benaknya.

Dan setelah itu ingatannya kembali pada apa yang terjadi di dalam lift tempo hari. Dengan gusar, ia mengacak-acak rambutnya. “Apa yang kupikirkan ketika itu? Kenapa aku begitu berani dan lancang memeluknya seperti itu?” gerutunya. “Syukurlah setelahnya ia merasa lebih baik. Tapi … bagaimana kalau sebenarnya ia menganggapku pria kurang ajar? Aish! Gadis itu sungguh-sungguh membuatku frustrasi.”

Kalimat yang baru saja terlontar dari mulutnya sendiri membuatnya terdiam dengan heran. Ia langsung duduk tegak. Matanya menatap lurus ke depan tanpa terfokus pada objek tertentu. “Tunggu, kenapa gadis itu harus membuatku frustrasi seperti ini? Yah, Cho Kyuhyun! Kau baru mengenalnya selama kurang lebih satu bulan!” ia kembali bergumam pada dirinya sendiri dengan gusar.

***

Joohyun berjalan sendirian, menyusuri jalan setapak yang dipenuhi daun-daun berguguran. Kakinya mengayun ringan, membuat daun-daun yang menghalangi jalannya melayang beterbangan ke segala arah. Beberapa menit lalu Yonghwa menerima telepon dari teman sejak kecilnya yang bernama Jonghyun dan hasil pembicaraan mereka membuatnya harus segera bergegas pergi. Jadilah Joohyun berjalan pulang seorang diri, namun gadis itu sama sekali tidak keberatan.

Ia melangkahkan kakinya ke taman H yang kebetulan terletak tidak begitu jauh dari restoran Italia yang baru saja ditinggalkannya. Tidak ada yang lebih disukainya selain menikmati sore hari di musim gugur di sebuah taman. Walaupun hawa sore itu cukup dingin, ia tetap bisa menikmati pemandangan dan suasana yang tersaji di sekitarnya. Merasa kedinginan, ia merapatkan syal Yonghwa yang terkalung di lehernya dan mendekati sebuah air mancur yang tampak di kejauhan. Betapa terkejutnya ia ketika melihat sosok yang dikenalnya sedang duduk di pinggir air mancur itu. Sosok yang seringkali menghantui pikirannya setelah apa yang terjadi di taman H dan lift.

Dengan perlahan ia menghampiri pria itu, yang masih belum menyadari kehadirannya. Sesuatu tampaknya sedang mengganggu pikiran Kyuhyun, pandangan matanya tidak terfokus dan rambutnya berantakan karena berulang kali diacak-acak.

“Haruskah aku menyapanya? Sepertinya ia sedang memiliki masalah. Barangkali aku bisa melakukan sesuatu untuk membantunya,” pikir Joohyun ragu. “Tapi … aah aku tidak berani menyapanya! Setelah apa yang terjadi di lift tempo hari, bagaimana mungkin aku menyapanya seolah tidak terjadi apa-apa?”

Joohyun masih berdiri di tempatnya semula, tidak berani melangkah maju. Beberapa langkah lagi maka Kyuhyun akan langsung menyadari kehadirannya. Dan semakin lama ia menatap pria itu dari tempatnya berdiri, jantungnya berdegup semakin kencang.

“Tapi … pria itu sudah dua kali menyelamatkan nyawamu, Seo Joohyun,” ia mendengar suara hatinya berkata dengan lembut.

Memantapkan hati, ia pun memutuskan untuk melangkah maju dan menyapa Kyuhyun dengan suara lembut namun cukup keras untuk bisa didengar pria itu.

“Kyuhyun … sunbae?”

(bersambung ke chapter selanjutnya)

 


52 thoughts on “Captured in His Heart. (chapter 7)

  1. Haa akhirnya chapter 7 published jugaa! Maafin author ya karena missing in action selama 2 bulan dan kemungkinan besar chapter 8 juga baru di-post 1-2 bulan lagii, author masih sibuk banget. >_<
    Semoga chapter 7 ini tidak mengecewakan. Ditunggu komentarnya (dan kritik) seperti biasa. Semakin banyak yang komen, author bakalan semakin bersemangat nulis kelanjutannya, walaupun lagi sibuk dan seret ide hehehe.

    Like

  2. Tau ga?

    Ini ff bikin aku yg awalnya ga suka sama seokyu, skrg jadi lumayan suka!!! Waaaaaaaaa lanjut lanjut lanjut!!!!

    Like

  3. Yeahaha~stelah bertaon2 akhirnya muncul juga..
    Akhirnya Kyu n Seo mulai menyadari perasaannya^suka^suka^
    banyakin part seokyu lagi berduaan dong thor..
    Sbenernya baru sekarang aku bisa menerima kehadiran Yonghwa~tp tetep seokyu pokoknya..
    Paling sebel kalo lagi seru2nya trus tbc~huh,pengin gigit kyuhyun jadinya..
    Author,please next part jangan lama2..plissplissspliss#mbungkuk 90derajat nih..

    Like

    1. Haha maaf ya, januari-april emang author lagi sibuk-sibuknya, dan ini pun masih sibuk jadi mungkin fanfic ini jadi kena akibatnya. Tapi janji deh malem ini aku bakalan mulai nulis chapter 8. ^^

      Like

  4. wahhh aq suka banget…udah aq tunggu2 niee,,semangat y buat lanjutannya,,,moga g lama2 terbit lanjutannya,tp aq setia menunggu lanjutan cerita seokyu kow…

    Like

  5. Akhirnya publik jg tp ak jd penasaran apa yg trjadi dgn seohyun-jungmo ampe seo kya gtu trz balik ke korea?
    Dtunggu kelanjutan’y..

    Like

  6. wahhhh…..kange banet ma ff ni.
    seru bgt.
    jangan lama2 dong publishnya.
    pa lagi harus nuggu mpe 2 bulan.
    heheheheheheheheh

    Like

  7. Huaaa maaf ga bisa bales komennya satu-satu. >_<
    Iyaa kuusahain bisa nyelesaiin chapter 8 secepatnyaa, doain aja semoga urusanku cepet beres hehe. ^^

    Duh author lagi patah hati nih gara-gara yongseo couple udahan dari WGM. Klo boleh jujur, aku sekarang jadi lebih ship yongseo ketimbang seokyu hehehe. *ditimpukin readers*

    Like

  8. ini adalh ff yg bkin aq gregetan u,u
    stlah skian lma nunggu akhrnya rilis jga tpi knpa tbc pas mrka ktmuan huwoo~ chapter slnjtnya jgn lma2 ya author uda lumuan nunggunya nih.. grgtan sma skapnya kyu, yonghwa ganggu tuh kkkk~

    Like

  9. Anyeong eonni…
    Reader bru d’FF ini…
    Aq dah bc smua dr part 1…
    Komenx dsni aj y…

    Ngakak pas bc “aku bisa membuat ekspresi wajah seperti ini?”
    Aigoo… Kyuppa babo…!!!
    Emank bener org lg jtuh cnta bs aneh ndri…

    Benih” cnta sdah tmbuh d’hti Seomma…
    Lpain Jungmo Oppa…
    Khan dah ad Kyuppa, Eomma…

    Mwoya igo??
    1-2 bln next partx??
    Bs brewokan nggux…

    Eonni author y cntik…
    Next part bruan…

    Like

    1. Haha iyaa ceritanya si kyuhyun sendiri blom ngeh klo dia udah segitu tertariknya ma joohyun. ^^
      Joohyun pasti ngelupain jungmo kok, tapiii ngelupain jungmo karena kyuhyun atau yonghwa ya enaknya? Hihihiii. *ditabok para pendukung seokyu*

      Like

  10. Whoa.. Finally you updated it!^^
    Ending-nya bikin penasaran~ Semoga pas di taman itu, mereka bakal bikin sweet moment ^^ kekeke
    Still curious about jung mo~ Just update if you’ve free time😉
    Fighting!

    Like

  11. Aaaaaaaaaa
    membuat Q semakin penasaran aza,,,

    hahaha
    akhirx publish jga,,,

    part slanjutx jangan lama2 ya chingu,,,,!!!!

    SEOKYU JJANG !!!!!!!!

    Like

  12. ini fanfic udah aku tunggu lama banget onnie!!
    lanjuttt!!
    1-2 bulan !
    tiiddaaakk!!
    kalau bisa secepatnya onnie!!
    seokyu.nya di banyakin dong onn!

    Like

  13. author.. jangan bunuh gue dong..
    masa mau ngepost nya 1-2 bulan lagi? isshhhh…
    tapii ga papa deh asala chapter selanjutnya tambah keren and mantap seokyu nya hahhaa.
    semangat author d^____^b

    Like

  14. finally…. satu abad lamanya aku menunggu ff ini update (lebay.. gr2 kngen ma ni ff)
    akhirnya update jugaa…
    cptan update lgi yaa

    Like

  15. Huwah,publish jg akir ny
    Masi te2p stia menanti ni
    Yah,chap ini sdkt bgt seokyu moment ny
    Mdh2n chap slnjt ny d banyakin
    Hehe
    Seokyu jjang!!

    Like

  16. Author lagi online pake mobile jadi ga bisa reply satu-satu. Pokoknya semua komentar udah kubaca dan saran-saran yg masuk udah kusimpen. ^^
    Iyaa author usahain banget biar bisa update secepatnya, tapi ga bisa janji juga karena april = bulan paling penting dan sibuk hehe. Ditambah lagi aku lagi mampet ide nih buat momen seokyu, ada yg mau nyumbang ide mungkin? Hohoho. Yang banyak seliweran di kepalaku malah momen yongseo, sampe-sampe aku udah nemu ide baru buat bikin fanfic yongseo hehehe. *diprotes readers*
    Sekarang aku lagi mikirin enaknya seokyu jadian di chapter berapa ya? Atau … Joohyun jadian ma yonghwa aja enaknya? *evil grin*

    Like

  17. udah baca semalem, sekarang tinggal kumen..hehehe…
    Bagus2., SeoKyu ga sdar kalo udah ada geter2 gimana gitu..^_^
    author mo ujian ya?! semoga sukses ja dech n keep writing..
    semangat!!

    Like

  18. waaaaahhh… akhirnya update juga FF yg ditunggu2… seneng seneng seneng ^_^
    chapter berikutnya jangan lama2 donk, hehehe…
    ga sabar baca seokyu moment
    selalu suka cara penulisan FF ini, serasa elegan gitu ^_^v

    Like

  19. YAY! akhirnya keluar jugaaaaaaaa. udah lama banget nugguin nya, kirain gabakal dilanjutin lagi u,u
    oya, adegan seokyu berdua nya di banyakin ya. seokyu Jjang!😀

    Like

  20. mianhe eonni ..
    slama ni aku silent reader *pengakuan*
    tp mlai skrang aku g’ akan jd silent reader lg kok’ ..
    perkenalkan nma.q celia .. bsa d.pnggil ap aj’ ..

    . akhir.a ni ff d.publish jg ..
    udah’ lama banget nunggu.a ..
    klu emang eonni lg sibuk ya’ udah ..
    sbgai reader yg baik ..
    aku akan siap menunggu chap slnjut.a ..
    HWAITING onnie !

    Like

    1. Hehe halo celia. ^^
      Waa makasih udah mau komen akhirnyaa. Jangan sungkan komen ya di chapter berikutnya. Doain aja semoga chapter 8 dan selanjutnya lancar hehehe.

      Like

  21. satu kata aja, daebak!! ^_^b

    suka bgt sama ni ff,
    jadi senyam-senyum sndiri pas baca ini, haha😀

    jgn lama2 update-nya,ya
    didoakan deh,supaya author ga sibuk lagi, jadi bisa cepet lnjutin ni ff
    hahahahha..😀

    Like

  22. akhirnya chap 7 kluar juga, stlah nunggu-nungguin
    bagus ffnya, Seokyu! yong jgn ganggu2 seokyu
    lanjut yah.. gpp kalo agak lama postingnya krna ksibukan yg lebih penting..🙂
    Fighting chingu!

    Like

    1. Makasiih. ^^
      Yonghwa ga ganggu kok, yang ganggu itu victoria. Ooops keceplosan spoiler! Hehehe tunggu aja ya chapter berikutnya. Dan makasih karena udah nyemangatin author. ^^

      Like

  23. wah udah publish yah chapter 7 ini!akhirnya publish stlh 2 bln yah?ditungguin lama jg yah?
    next part jgn lama2 yah…

    gmn klo next part dibuat Kyu sadar klo dy sk ma Seo, tp kek masih canggung (yah kn baru kenal) jd ga brani ngungkapin prasaannya k Seo, juga krn inget crita Ahra ttg Seo yg dlunya sk ma Jungmo, jd mrasa Seo ga sk dy.
    Trus, Yong pdkt ma Seo terus….n Seo mulai ada rasa ama Kyu,cuma masih ga ngaku krn mrasa ga sharusnya dy lupain Jungmo.
    Tp, SeoKyu momen dibanyakin yah!hehehe….
    ne ide crita yg dikasi malah jadi makin pelik yah?
    *reader byk maunya, lupakan saja #plak*
    hehehe….
    next chapter ditunggu yah!

    Like

    1. Hihii masukan ditampung! ^^
      Sip sip makasiih, kurang lebih hampir sama ma garis besar yang udah kurancang buat fanfic ini. Emang niatnya lebih fokus ke kyuhyun – joohyun – yonghwa dan bukannya joohyun – kyuhyun – victoria. ^^

      Like

  24. omooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo
    chingu…… aduh,,,, sampe chapter ini tu rasa antusiasku belum berkurang *yah kapan emangnya aku ga antusias sama seokyu* . aku bilangin ya *ih apa sih*, ini pendek. aku ga puas *chingu minta komen kan? aku utarakan nih perasaanku #digampar *. belom lagi te-be-ce nya ini bener2 bikin sebel #ditendang. ih kok tbc di situuuuuu,, bisa gila ni ngayal2in lanjutannya.

    aduh,,, itu foto nongol juga hohoho. kasian bener si kyu, ga sadar dengan tampangnya sendiri. eung,,, itu ga cuma 1 foto kan? teuki suru kasi foto lainnya ke taeng dong, taeng liatin ke seo *wink*
    kyuuuuuuuuuuuu besok kamu tungguin seo juga ya di kampus, ajak makan goguma anget di taman, okey? inget ya, jangan diajakin makan fastfood!!!
    aq masih ngganjel sama jungmo deh, ini masalah besar ga? ntar kalu akhirnya tau kejadian sebenarnya bakal bikin konflik baru ga? ga usah ya? buat saja ntar bikin seokyu tambah saling memikirkan hehehe
    lah vic ga jadi dicerita2in yang banyak ya? oooo yah tak apalah

    oh chingu masih sedihkah karena goguma berakhir? sudah jangan sedih, pendukung goguma itu banyak. yang ngeship seokyu kalah kok kalu mau menang2an kuantitas. lagian….lagian… aku ngeh banget kok tentang seokyu, ga ada sesuatu yang kuat sebagai bukti dunia nyata, bikin brasa inferior aja. tapi yah,,, buat orang gila penuh delusi sepertiku,,, tak pernah berhenti berharap, sampai kenyataan berkata lain. o yeah!!!
    wah chingu brarti susah dong nulis fic ini, kalu hatinya ga sesuai gitu… hmmmm… ayo semangat *harus seokyu lhooooo* . pokoknya aku ga tenang baca fic ini sampe seokyu lamaran #bletakkk

    terserah chingu sih seokyu mau jadian kapan, aku si ga gitu peduli jadiannya *bo’ong banget. ntar kalu ada scene jadian pasti aku langsung senyum berhari-hari*, yang penting jelas kalu mereka saling memikirkan. dan yang paling penting itu, NIKAH #dikeplak hehe iya kan?? menikah itu lebih penting daripada jadian.
    trus apalagi ya,, requestku *dibaca aja chingu, ga usa dipeduliin requestan ku* tetep, jangan banyak skinship. oiya, chingu mau bikin scene kerjaannya kyu ga? misal, kyu bikin pameran foto, atau fotonya kyu menang kompetisi apa gitu, atau kyu dapet penghargaan apa…
    nah,, segitu dulu.. kalu ada yang kurang aku susulin ^^

    Like

    1. Haloooo nilaaam! ^^
      Hihi seneng deh baca komenmu, as usual. Semakin panjang, semakin banyak kritik, semakin ekspresif, aku senang. Bentar ya kujawab pelan-pelan hehehe.

      1. Huhu maaf chapter kali ini agak pendek, soalnya aku nulisnya di sela-sela ngerjain skripsi, agak keburu-buru pula dan udah mampet ide. Kuusahain chapter berikutnya lebih panjang, biar chapternya juga ga kebanyakan dan bertele-tele. ^^
      2. Klo soal jungmo, kemungkinan besar sih konfliknya ga gede-gede amat, tapi ya teteup akan berpengaruh buat hubungan seokyu maupun yongseo di kemudian hari.
      3. Iya, aku ampe ga berani nonton ulang last episode yongseo karena terlalu menyakitkan. *halah* Haha seokyu shipper juga banyak kok, yang bikin aku bete malah sekarang jadi makin banyak kyutoria shipper. Btw aku sendiri juga seokyu shipper kok, jadi nulis fanfic ini ga gitu susah, sueerr. Cuma ya kadang sisi seokyu shipper dan yongseo shipper dalam diriku suka berantem sendiri hahaha.
      4. Wah kita sehati. ^^ Ntar aku emang berencana memfokuskan cerita ke pekerjaan mereka masing-masing kok. Kyuhyun sebagai fotografer dan joohyun sebagai … hehe ntar aku malah ngasih spoiler di sini, pokoknya ntar ada konflik di tempat kerja juga. Tungguin aja ya. ^^

      Like

  25. Laporan sedikit : chapter 8 sudah mulai ditulis. ^^
    Anyway doain author ya, bentar lagi harus menghadapi ujian super duper penting. Semoga bisa langsung lulus dengan nilai oke, amiiin. Jadi bisa langsung ngelanjutin nulis fanfic lagi deh hehe.

    Like

  26. aigoo !
    Kau bnar2 bsa membuat aku pnasaran spenuh idup . Haha

    makin daebak crita’na .
    Maf jrang aktif komen , aq lg sbuk bwt p’siapan ujian nasional . Mhon do’any .
    Tp aq slalu nyempetin bca crita ni kuq . Ff ni adlh ff yg pling sya nanti stlah dora dress . Hoho

    ayo cepet lanjut !

    Like

  27. salam kenal author,aku udah ngikutin cerita ini dari awal kemunculannya tapi baru skrng bisa komen karena ada kesalahan teknis.maaf ya thor hehe aku suka banget penyampaian konflik & deskripsi latarnya detail sekali…keren! aku juga lagi belajar bikin fanfict,fanfict pertamaku juga seokyu lho silahkan kalau ada yg mau berkunjung http://www.ourblablabla.wordpress.com gumaowo author aku mohon secepatnya ya part selanjutnya,udah ga sabar soalnya hihi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s