World Without W(e) : Beating By Frozen Doll [Chapter 1]


Title : World Without W(e) – Beating By Frozen Doll [Chapter 1]

Author : Naru, Kuro, Kuma.

Story Ditector : Shiro

Cast :

  • Cho Kyu Hyun (SJ)
  • Seo Joo Hyun (SNSD).

 

~W(e)~

Kembali membuka kedua mataku di pagi hari yang dingin, biasanya tak sedingin ini namun ternyata Seoul sudah memasuki musim dingin di tahun ini. Selimut tebal yang melindungiku dari udara dingin dan penghangat ruangan yang bersandar di pojok ruangan menimbulkan suara yang sedikit membisingkan telinga.

 

Aku sangat suka tidur, dengan ini aku bisa bermimpi dan menjadi apapun yang aku inginkan di dalam mimpi tersebut. Tapi sejak lima menit yang lalu handphone-ku tak hentinya berdering, menunjukkan pukul delapan pagi, baru ingat aku memiliki kelas jam sembilan.

 

Membasuh wajah dan pergi sarapan seperti biasa, aku lihat teman sekamarku sudah lama pergi. Mungkin ia mendapat bagian pagi di kerja sambilannya. Suara renyah dari roti panggang dan asap yang mengepul dari kopi mengisi pagi hariku, di luar salju turun walau tidak lebat. Hanya tinggal beberapa hari ini dan kampus akan libur untuk musim dingin.

 

Namaku Kyuhyun, Cho Kyu Hyun lengkapnya. Aku seorang mahasiswa jurusan musik di salah satu universitas terkenal di Seoul, bukan berarti aku berasal dari Seoul. Aku berasal dari Jinan, di sebuah kota kecil dan mencari perantauan di kota besar ini. Dan di Seoul aku tinggal di sebuah asrama milik universitas. Tinggal di asrama dan sekamar dengan mahasiswa lain memang bukan hal yang menyanangkan, kami saling berbagi privasi satu sama lain.

 

Donghae hyung, dia adalah teman sekamarku sekaligus seniorku di kampus. Dia adalah senior yang sangat populer, tampan, pandai bernyanyi, jago menari dan sangat atletis, kebalikannya denganku, aku hanya seorang laki-laki biasa yang memfokuskan dirinya untuk menulis lirik dan membuat lagu.

 

Sudah waktunya berangkat, jarak antara kampus dan asrama tidaklah begitu jauh, berjalan selama sepuluh menit dan sampai di depan gerbang utama universitas. Suasana kampus sangat lenggang hari itu, mungkin kebanyakan mahasiswa sudah dapat jatah libur musim dingin lebih awal.

 

Saat aku berjalan menyusuri halaman depan kampus, mataku dapat melihat beberapa laki-laki tengah berkerumun di bawah sebuah pohon. Dan yang aku lihat adalah hal yang paling aku benci, mereka mempermainkan seekor kucing yang ditinggalkan dalam sebuah kotak. Kucing kecil berwarna hitam itu mengeong seperti meminta tolong, ah! yang seperi ini membuatku tidak tahan.

 

“Sampai kapan kalian akan memperlakukan kucing layaknya sebuah mainan?!” aku yang tak pikir panjang langsung menghantam salah satu dari mereka tepat di wajahnya. Dan tentu saja perkelahian antara mereka dan aku terjadi, bisa dipastikan siapa yang babak belur. Yah, Kyuhyun.

 

“Kau itu, melawan tiga orang sekaligus. Memang berani tapi bodoh, yah.” ujar pengurus UKS yang kebetulan mengobati luka-lukaku. “Jadi, Kyuhyun dihajar oleh mereka karena menyelamatkan anak kucing itu?” ia melihat anak kucing hitam yang dari tadi memandangiku dengan tatapan misterius.

 

“Aku hanya tidak bisa membiarkannya sendirian.” kedua mataku menatap balik bola mata yang sama hitamnya dengan bulunya. Ia seperti tersenyum kepadaku.

 

“Jadi akan dipelihara?”

 

“Iya…Ah! sakit.” Sunny yang merawatku tersenyum sambil memasangkan plester luka di wajahku dengan sedikit menekan lukaku.

 

Tak lama setelah dari UKS, dekan memanggilku ke ruangannya. Pasti soal perkelahian itu dan anak kucing ini. Aku mengambil nafas panjang dan membuka pintu ruang dekan.

 

“Silakan. Benar ternyata, kau membawa anak kucing itu. Mau dipelihara?” itulah kata-kata pertama dari beliau.

 

“Iya. Aku akan mengurus kucing ini.” aku bisa mendengar tidak ada rasa ragu dari perkataanku tadi.

 

“Baiklah, tapi kau tidak bisa memeliharinya di asrama. Bawa pulang ke rumahmu…”

 

“Tapi…tidak akan ada yang mengurusnya di rumah…”

 

“Kalau begitu buang kucing itu…”

 

“Tapi……..”

 

“Buang kucing itu atau pindah dari asrama?”

 

“Pindah? Ke mana?”

 

“Ini adalah asrama tua, namun masih layak huni. Di sana kau bisa memelihara kucing itu…”

 

“Di sini setiap kamar hanya dihuni satu mahasiswa?”

 

“Yah, tapi untuk sarapan, makan siang dan makan malam tidak ada yang menyiapkannya, dengan kata lain di sana kau akan memasak untuk dirimu sendiri, termasuk bersih-bersih dan semua perkerjaan rumah.”

 

“Aku….akan pindah ke asarama ini….”

 

Aku tak menyangka demi anak kucing ini, aku rela meninggalkan asrama reguler yang nyaman itu dan pindah ke asrama tua yang sedikit menakutkan seperti rumah hantu.

 

Setelah berpamatian dengan Donghae hyung, aku langsung menuju asrama tua tersebut. letaknya tak jauh dari asrama reguler, terdapat di pinggiran dekat sebuah sungai kecil dan berada di sebuah jalan kecil, memakan waktu lima menit menuju jalan utama dari sini. dan sekarang aku sudah ada di depan asrama tua tersebut.

 

‘Entah kenapa aku rasa akan ada hantu atau alien yang muncul di sini….’ itulah kesan pertama dari lubuk hatiku terdalam saat melihat kondisi tempat ini.

 

Aku sudah menamai anak kucing hitam ini, namanya Kuro dalam bahasa Jepang berarti hitam. Sepertinya hanya akan ada aku dan Kuro di sini.

 

Tanganku mulai menekan bel pintu, namun tidak ada jawaban. Padahal dekan berkata ada seorang guru yang menjadi penanggung jawab tempat ini.

 

‘Apa sedang keluar yah….?’ tak pikir panjang aku membuka pintu asrama tersebut yang ternyata tidak dikunci.

 

“Permisi….” tidak ada yang menjawab, tidak ada seorangpun yang keluar. Aku lihat di sebuah papan di samping rak sepatu, ini adalah nama-nama mahasiswa yang tinggal di sini dan juga dengan nomor kamar mereka. Hanya ada tujuh kamar, tiga kamar untuk laki-laki dan tiga kamar untuk perempuan, serta satu kamar milik guru yang bertanggung jawab di sini.

 

‘Nama gurunya, Victoria….dan aku, Kyuhyun di kamar nomor satu. Kamar nomor dua dan tiga kosong. Kamar nomor 4 milik perempuan bernama Seo Joo Hyun, dan kamar nomor lima serta enam kosong. Itu berarti baru ada dua mahasiswa di sini.”

 

Tapi sedari tadi tidak bu Victoria atau perempuan bernama Seo Joo Hyun keluar, mungkin mereka berdua sedang keluar. Kaki inipun membawaku ke arah kamar nomor satu, dan kesan pertamaku adalah luas, kamar ini begitu luas untuk satu orang, barang-barangku juga sudah ada di sini tinggal membereskannya.

 

“Baiklah…..!”

 

Aku menghabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam untuk membereskan semua barangku, tapi kamar ini benar-benar bersih. Mungkin mereka tahu aku akan pindah hari ini dan membereskanya. Jam menunjukkan pukul delapan malam, untuk membayar kamar bersih itu, aku akan memasak untuk bu Victoria dan Seo Joo Hyun.

 

Berlalu menuju dapur, dapur di asrama ini tidak begitu besar. Terdapat sebuah meja dengan tujuh kursi, sepertinya di sini kami akan makan selalu bersama. Aku melihat isi kulkas dan memikirkan akan memasak apa, sepertinya untuk cuaca dingin begini enaknya rebusan seperti sayur, daging dan jamur dalam panci panas dengan kuah kaldu sapi.

 

Tangan ini mulai bergerak dan memulai memasak, sedikit-sedikit aku bisa memasak karena saat di rumah Ibu serta kakak perempuanku selalu sibuk dengan pekerjaan mereka, itulah kenapa aku selalu memasak untuk diriku sendiri.

 

Tapi saat di tengah waktu memasakku, aku rasakan tubuh ini seperti dibanting ke lantai dengan keras. Kedua tanganku terkunci ‘Eh?! apa ini? pencuri yang masuk?’ itulah yang ada di dalam pikiranku saat itu.

 

“Kau….siapa? pencuri yah?” orang yang aku anggap pencuri malah menuduhku.

 

“Bu-bukan!”

 

“Lalu?”

 

“Aku mahasiswa yang hari ini pindah ke sini, Kyuhyun, Cho Kyu Hyun, kamar nomor satu.” Ia melepaskanku, dan saat aku melihat ke arah perempuan yang berhasil mengunci pergerakkanku dengan keras, aku terdiam.

 

Wajah datar, pandangan tajam serta aura yang dingin aku rasakan dari gadis berambut hitam panjang yang berdiri di hadapanku.

 

“Aku….minta maaf, karena saat datang ke sini tidak ada siapapun.”

 

“Ah, aku sedang ada urusan. Dan sepertinya Bu Victoria juga…aku Seo Joo Hyun, kamar nomor 4.”

 

“Jadi kamu Seo Joo Hyun, aku Kyuhyun, Cho Kyu Hyun. Nama belakang kita sama…” aku tertawa masam di depan gadis itu, namun dia tetap memandangku dingin.

 

“Kyuhyun…..sedang masak?”

 

“Oh iya….maaf aku menyentuh persedian makanan di kulkas tanpa izin, ini aku hanya ingin membalas kabaikan kalian yang sudah membersihkan kamar yang hendak aku tempati. Ah! bagaimana jika kita makan malam bersama? Sebentar lagi makanannya akan siap.”

 

“Baiklah…aku ganti baju dulu…” ia beranjak dan aku masih memandanggi pundak gadis itu yang menjauh dari pandanganku. Benar-benar gadis yang misterius.

 

Dengan segera aku menyelesaikan masakanku dan ternyata tak lama Bu Victoria pulang. Ia menyambutku.

 

“Yah semoga Kyuhyun betah di sini, walau hanya ada aku dan Seohyun. Oh yah kau sudah bertemu dengan Seohyun?”

 

“Sudah tadi, walau ada beberapa salah paham…”

 

“Begitu, cobalah berteman baik dengannya…Aku akan ganti baju dulu, panggil aku jika makan malam sudah siap…”

 

Ternyata benar hanya aku yang harus masak makan malam hari ini, yah tidak apa ini semua ucapan terimakasihku untuk mereka. Walau benar-benar Seohyun memiliki kekuatan yang cukup besar untuk seorang perempuan, tangan kiriku sedikit sakit saat di kunci ke belakang pundak.

 

Malam itu kami bertiga makan malam bersama, aku juga memperkenalkan Kuro kepada mereka dan mereka menyambut hangat Kuro. Tidak ada memelihara binatang di sini, selama semua penghuni setuju dan yang memelihara akan bertanggung jawab akan peliharaannya.

 

Entah kenapa sup rebusan kali ini terasa begitu hangat walau di malam yang dingin dan bersalju, di malam itu juga di mana aku meninggalkan asrama reguler serta Donghar hyung dan pindah ke asrama tua bersama Seohyun serta bu Victoria.

 

Walau di sela-sela makan malam aku sering melontarkan candaan yang bisa mencaikan suasana, entah kenapa aku belum pernah melihat gadis bernama Seohyun yang duduk di sampingku tertawa ataupun tersenyum. Entah kenapa dia seperti boneka es yang dingin.

 

Apa aku akan membeku jika melihat senyumu?

 

.

.

~To Be Continue~

.

.

 

Author’s note : HIYAH! UTS Semester 6 beres!!! FF ini update chapter satu!! Yeah!! Fiuh, udah lama engga nulis pake cast Korea, jadi kaku (lol) yah aku tunggu kritik sama sarannya. Biar chapter selanjutnya makin bagu~ makasih udah baca~ CIAO~

Advertisements

2 thoughts on “World Without W(e) : Beating By Frozen Doll [Chapter 1]

  1. Welcome back Naru!!!
    Blog ini sunyi kayak asrama baru Kyuhyun yah wkwkwkwk~
    Semua orang sibuk, semua orang sibuk, semua orang sibuk dengan dunia nyata, termasuk diriku :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:
    Btw, karna castnya udah pada tua semua hahahaha, entah kenapa kurang sreg bacanya. Nuna sih pengennya klo Kyu dan yang lainnya jadi cast mereka dapet peran dewasa yang sesuai umur dan mukak 😀 secara udah banyak generasi baru yang lebih cocok dapet peran begini, mungkin kedepannya Kyu jadi bapaknya aja 😆
    Ceritanya bagus, dan kalo sesuai tebakan jelas sedikit mudah ditebak 😛 gaya penulisan Naru juga makin oke loh.
    Ditunggu kelanjutannya yah. Meskipun lagi gak banyak yang rcl semoga Naru tetep semangat nulis 😉

    Like

    1. NUNA…miss you, long time no see

      Err…SeoKyu tua…err…dalam hati ini meraka masih muda wwwww

      susah nuna, udh terikat SeoKyu www, tp entar coba cast nya yg muda2….

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s