Secret Service #4


Title                       :               Secret Service

Main cast             :               Cho Kyuhyun – Super Junior

Choi Sooyoung – SNSD

Other Cast           :               Im Yoona – SNSD

Jessica Jung – SNSD

Lee Donghae – Super Junior

Choi Siwon – Super Junior

Choi Minho – SHINee

Shim Changmin – DBSK

Yunho – DBSK

Ok Taecyeon – 2PM

Disclaimer           :                Cerita ini hanya fiksi belaka. Jika terdapat kesamaan tokoh, latar dan karakter, semuanya hanya kebetulan saja.

Also posted on : Cocoa, Kyuyoung Shipper Indo

Saengil chukkaehamnida. Saengil chukkaehamnida. Saranghaeyo uri Kyuhyun. Saengil chukkaehamnida….”

Kyuhyun lalu meniup lilin ulang tahun diatas tart kecil yang dibawa ibunya. Selanjutnya suara tepuk tangan kecil menyambut Kyuhyun.

Ya, hari ini adalah ulang tahun Kyuhyun dan ibunya memutuskan untuk merayakannya di sebuah restoran Italia di COEX Mall. Kyuhyun setuju saja karena dia sendiri tidak punya ide lain untuk merayakan hari ulang tahunnya itu. Bahkan ia tidak banyak komentar saat ibunya mengajak Soo ikut.

“Jalmokgeuseumnida,” ujar Soo lalu mulai melahap makanannya.

Kini gadis jangkung itu sedang duduk di sebelahnya dan menikmati fettucini pesanannya tepat setelah ibu Kyuhyun mempersilahkan mereka bertiga untuk makan.

Sudah sebulan sejak kedatangan yeoja itu ke kehidupan Kyuhyun. Mereka berdua tak juga begitu akrab meski sudah mulai terbiasa dengan kehadiran satu sama lain mengingat mereka tetangga dan teman sekelas. Kyuhyun nyaris lupa bahwa ia sedang mendekati Yoona karena ibunya sendiri merecokinya untuk pergi kemana-mana bersama Sooyoung. Kyuhyun sendiri tidak mengerti kenapa ibunya senang sekali dengan keberadaan Sooyoung tapi Kyuhyun juga tidak menolak lebih jauh karena (mungkin) ia sudah bisa menerima kehadiran Sooyoung.

Kali ini Kyuhyun menoleh lagi kearah Sooyoung dan yeoja itu sedang asyik ngobrol dengan ibu Kyu seperti biasa.

“Kyuhyun-ssi, kau mau bruschetta ini tidak?” tanya Sooyoung tiba-tiba membuat Kyu tersadar dari lamunannya.

Kyu menggeleng. “Makanlah,”

Tanpa basa-basi, Sooyoung melahap habis potongan terakhir bruschetta itu membuat Kyu berpikir gadis itu memang vacuum cleaner versi manusia.

Beep beep beep…

Ponsel ibu Kyu berdering.

Yobosseo, sajangnim. Ah? Chigeum? Ne, arraseo…ne…anyeong…

Ibu Kyu menatap Kyuhyun dengan ekspresi kurang senang.

“Pergilah. Biar aku dan Soo pulang naik subway…” kata Kyu sebelum ibunya sempat bilang apa-apa.

Jeongmal mianhee, Kyu. Kalian berdua nikmati saja dulu jalan-jalannya ya? Anyeong…” pamit ibu Kyu lalu buru-buru keluar dari restoran itu.

Sooyoung menoleh kearah Kyuhyun dengan tatapan bertanya.

“Kau tahu kan ibuku lebih mementingkan pekerjaaannya…” ujar Kyu acuh lalu kembali memakan steak-nya.

Sooyoung tersenyum simpul mendengar perkataan Kyu. Kentara sekali ia kesal dengan kesibukan ibunya itu.

“Kau sudah selesai makan?” tanya Soo.

“Sudah.” jawab Kyu tak lama setelah ia menyilangkan sendok garpunya di piring.

Kajja kita pergi,” ujar Soo.

Ne, aku juga ingin cepat sampai apartemen.” balas Kyu.

“Siapa bilang kita akan pulang?”

***

Donghae menatap etalase kaca berisi guci abu itu dengan mata sayu. Sebuah foto seorang yeoja berambut pirang cantik sedang tersenyum manis terpasang disitu dengan sebuah nama tertera.

Jessica Jung.

“Jess, mianhee oppa baru datang. Belakangan kantor sibuk dan makin banyak bawahanku yang berulah. Sorry for bothering your deep sleep, Princess. I just want you to know how everything looks different when you’re not here. It’s been 2 years but I still as weak as you know before.

Perlahan Donghae hendak menaruh setangkai bunga dafodille namun tiba-tiba ia bergerak cepat sembunyi dibalik tiang besar yang ada di dekat disitu. Persis seperti dugaannya, seseorang datang memasuki ruang penyimpanan abu itu.

Yoona?” batin Donghae kaget.

Yoona, orang yang baru masuk ke dalam ruangan itu, meletakkan bunga dafodille kuning di etalase itu.

Eonni, bogoshippeo. Semoga kau tenang di surga.”

FLASHBACK

Oppa, ini staff baruku. Kenalkan, namanya Im Yoona. Yoona, kenalkan ini namjachingu-ku Donghae oppa. Dia kepala divisi Urgensi dan Eksekutor.” ujar Jessica lalu menggamit lengan Donghae yang baru saja masuk ke kantor.

Seorang gadis berambut panjang buru-buru membungkuk hormat pada Donghae.

Anyeonghasseo, choneun Im Yoona. Bangapseumnida.” ujar gadis itu.

Mengacuhkan kehadiran gadis itu, Donghae beralih menatap Jessica lekat-lekat.

“Aku harus ke Jepang hari ini. Jangan lupa kau harus ke kuil. Ajak Sooyoung saja untuk menemanimu. Mianhee aku mendadak memberitahumu. Ku harap kau mengerti, Jess.”

“Ah ne, arraseo oppa. Aku pergi dengan Yoona saja.”

Donghae menoleh kearah gadis bernama Yoona yang masih menundukkan kepalanya itu.

“Ya sudah. Aku pergi dulu. Jaga dirimu, Jess…”

FLASHBACK END

Tak lama Yoona keluar dari ruangan itu. Secara perlahan pula Donghae keluar dari persembunyiannya dan kembali menatap foto Jessica yang sedang tersenyum di etalase kaca itu.

“Jess, aku berusaha menepati janjiku. Percayalah…” gumam Donghae pelan.

***

“Ikan itu mirip denganmu,”

YA! Kau yang lebih mirip. Pipimu itu gembung seperti ikan itu,”

Ikan buntal kuning itu lalu berenang menjauh dari pandangan Kyu dan Soo. Mereka berdua lalu berjalan lagi memperhatikan gerombolan ikan lainnya.

Sooyoung yang punya ide. Lebih tepatnya memaksakan idenya.

Dia mengajak Kyu ke COEX Aquarium dan tidak peduli dengan wajah kesal Kyu setelah ditinggal ibunya ke kantor di acara perayaan ulang tahunnya. Entah kenapa Soo bersikeras mengajak Kyu kesana. Kyu sendiri juga akhirnya tidak menolak dan turut menikmati “wisata” dadakan itu bersama Soo.

“Aku benci ibuku,” ujar Kyu tiba-tiba.

Soo mendengar itu dengan jelas dan dia cuma menyeringai kecil nyaris tak tampak.

“Ku lihat dia juga bukan ibu yang sempurna,” tanggap Soo tanpa memandang ke arah Kyu. Matanya mengikuti pergerakan segerombolan angel fish yang menarik perhatiannya.

“Dia itu selalu lebih mementingkan urusan kantor.”

Soo diam saja. Sepertinya dia membiarkan namja itu terus bicara.

“Ini kan hari ulang tahunku. Masa dia lebih mementingkan kantornya daripada aku? Anak satu-satunya?”

“Satu-satunya setelah Cho Ahra pergi meninggalkan kalian berdua tiga tahun yang lalu.”

“Pasti eomma yang bilang padamu tentang Ahra noona.”

Who else?

Kyu mendecak kesal. “Kau ditipu, Sooyoung-ssi. Eomma lah yang mengusir Ahra noona dari rumah.”

Soo tersenyum hambar.

Akhirnya aku tahu dari mulutmu juga, Kyu. Ini yang ku tunggu. Aku tahu ibumu berbohong padaku makanya aku harus tahu darimu kenyataannya. batin Soo senang.

“Ahra noona bertengkar dengan eomma tentang sesuatu. Entahlah. Aku tak begitu jelas tahu. Mungkin soal keinginan noona untuk sekolah musik. Tapi yang jelas eomma yang mengusir noona pergi dan sampai sekarang kami berdua tak ada yang tahu apa kabar noona. Sejak perginya noona, eomma semakin sibuk dengan kantor. Mungkin dia menyesal juga mengusir noona. Itu satu-satunya kesalahan eomma yang tak bisa kumaafkan.”

Berikutnya, hening. Kyu memandang kosong gerombolan sarden yang kini ramai di hadapannya. Soo menoleh kearah namja tampan itu.

“Dia bukan ibu sempurna bukan berarti dia bukan ibu yang baik, Kyu.” Entah kenapa Soo memanggil Kyu dengan tidak formal. Tapi Kyu juga tidak protes.

“Entahlah. Aku tak peduli.”

Soo diam saja. Di kepalanya masih berputar berbagai pemikiran-pemikiran saat tiba-tiba ia merasakan ada siluet seseorang yang mencurigakan. Menoleh dengan cepat, Soo cukup awas dan jeli menangkap sebuah peluru jarum dengan tangannya yang dengan gesit meraih sapu tangan di saku celana kapri-nya.

Kyu menoleh memerhatikan wajah kaget Soo. Buru-buru Soo menyembunyikan peluru jarum itu dan kembali memasang wajah tenang.

Waeyo, Soo?” tanya Kyu heran.

Ani, kajja kita pulang. Aku ada jadwal kursus Bahasa Mandarin.”

***

“Peluru jarum di COEX? Kau diincar, Youngie.” desis Yoona saat melihat peluru jarum yang baru ditunjukkan Soo sore itu.

Soo diam saja. Ia tahu bukan dirinya yang diincar tapi Kyu.

Sore itu setelah pulang ke apartemen bersama Kyu, Soo memang langsung meluncur ke kantor Hoot untuk menyelidiki peluru jarum yang ia dapat itu. Menyelidiki jenis peluru jarum itu sendirian juga tidak ada gunanya karena ia kekurangan alat peneliti jenis racun di dalamnya. Lagipula celaka kalau Kyu melihatnya.

Matanya memperhatikan peluru jarum itu dengan jeli. Kurang familiar.

“Kau baru datang ke kantor sore ini dan bukannya melapor kepadaku malah langsung main ke tempat temanmu, Choi Sooyoung.” cetus seseorang membuat perhatian Soo dan Yoona teralih dari peluru jarum yang tergeletak di meja kerja Yoona.

Soo buru-buru memberi hormat sopan pada atasannya itu sementara Yoona, sudah bisa ditebak, tetap duduk di kursinya dan memandang sinis pada Donghae.

“Kau harusnya ketuk pintu dulu kalau kau tahu manner ya, Donghae-ssi, mengingat ini ruang kerjaku.” cetus Yoona kesal.

“Aku sudah ketuk berkali-kali. Lain kali kau pakai alat bantu dengar supaya tamu-tamu untukmu tak perlu menunggu jarinya membiru karena kelamaan mengetuk pintu agar kau bolehkan masuk.” balas Donghae tak acuh.

“Donghae-ssi, mianhe. Aku tadi…”

“Kau dapat peluru jarum ini darimana?” tanya Donghae memotong perkataan Soo sementara memandang teliti peluru jarum itu lalu ia memandang Yoona yang duduk.

“Ini punya Soo. Berhentilah memandangiku dengan tatapan sinis seakan aku bawahanmu. Ingat ya, kita sama-sama kepala divisi, Lee Donghae-ssi.” balas Yoona sinis. Mata sipitnya yang cantik kini tengah memelototi Donghae.

Soo yang seakan bisa melihat ada kobaran api semu yang menyelubungi dua kepala divisi Hoot itu, buru-buru ambil sikap sebelum terjadi perang di hadapannya.

“Ah iya itu punyaku.”

“Ini racun pelumpuh syaraf semacam neurotoksin. Aku tak bisa mengidentifikasikan jenisnya kalau cuma dilihat seperti ini.” jelas Donghae.

“Ah ne, aku memang akan membawanya ke Eunhyuk untuk diidentifikasi.” balas Soo menjelaskan rencananya.

Eunhyuk yang disebut Soo adalah Lee Hyuk Jae, seorang staff ahli di divisi Teknologi Persenjataan. Namja berambut pirang itu memang pakarnya dalam jenis peluru-peluru seperti ini.

“Jangan.” larang Donghae.

Wae?

“Hubungi dulu Siwon.” perintah Donghae lalu memungut peluru jarum beracun itu hati-hati dengan sapu tangan dari jasnya.

Soo masih belum paham. Kenapa ia harus menghubungi Siwon untuk hal seperti ini? Bukankah terlalu berlebihan?

Yoona mengenakan kacamatanya lalu tiba-tiba tersenyum penuh arti. “Ah, aku baru sadar.” desis Yoona cukup jelas didengar.

“Sadar tentang apa?” tanya Soo semakin bingung.

“Jenis peluru jarum ini hanya mereka yang punya…” ujar Donghae datar. Matanya terus menatap lekat peluru itu.

Soo mengernyitkan dahinya. “Mereka?”

Yoona dengan cepat mengetik beberapa keypad di laptopnya lalu menunjukkan isi layar laptopnya pada Soo membuat Soo menunduk sedikit untuk melihat dengan jelas.

“Kau tahu kau berhadapan dengan siapa, Sooyoung-ssi…”

***

“BODOH!” maki seorang namja berbadan atletis itu. Raut kesal tampak jelas terpancar di wajahnya.

Yang dimaki “bodoh”, hanya bisa menundukkan kepalanya.

“Kau pergilah ke Kamar Alpha. Yunho sudah menunggumu disana. Kau tau apa hukuman yang pantas untukmu kan, Choi Minho…” ujar namja itu.

Tepat saat Minho hendak keluar dari ruangan bernuansa gothic itu, seorang namja lainnya yang sedang mengulum permen karet di mulutnya masuk ke ruangan itu dengan senyum khasnya. Pintu ruangan itu kembali tertutup dengan suara derit pintu yang berat.

“Kenapa lagi bocah itu?” tanya namja dengan permen karet itu.

“Kau kira apa lagi?” balas namja dengan setelan jas abu-abu itu.

“Kulihat Yunho masuk ke Kamar Alpha. Ada tontonan seru sepertinya…hahaha…”

“Saatnya kau bertugas, Taecyeon. Berhentilah tertawa senang melihat juniormu ku hukum di Kamar Alpha.”

Namja yang dipanggil Taecyeon itu hanya mendengus. “Shim Changmin, kau terlalu tegang.”

Tak menanggapi, namja atletis bernama Shim Changmin itu melempar sebuah file ke dekat Taecyeon.

“Itu tugasmu, jangan kecewakan aku.” ujar Changmin tegas.

Taecyeon perlahan mendekat kearah Changmin lalu menepuk-nepuk bahu Changmin. “Kau ini tak berubah sedikitpun sejak aku ke Amerika.”

“Kau kuizinkan pulang ke Korea juga bukan untuk liburan, Ok Taecyeon.” balas Shim Changmin dingin.

Arraseo…

TBC

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s