Secret Service #3


1

Title                       :                 Secret Service

Main cast             :                 Kyuhyun, Sooyoung

Other cast           :                 Yoona, Donghae, Siwon, Tiffany, Yuri etc.

Also posted on  :                 Kyuyoung Shipper Indo, Cocoa

BIG THANKS for ALL READER who leave comments and like this story❤

HAPPY READING!!

—————-

Lee Donghae, kepala divisi Urgensi dan Eksekutor, berjalan mendekati cubicle Sooyoung sambil membawa berkas. Begitu melihat Soo, namja itu melemparkan berkas itu begitu saja ke meja Soo.

“Ini tugas selingan untukmu.” ujar Donghae menjawab ekspresi tanda tanya dari Soo. Dengan sigap, Soo meraih berkas itu dan membukanya.

Soo membaca sekilas isi berkas itu lalu tersenyum senang.

“Sooyoung-ah, ayo kita makan ke-“ Yoona menghentikan perkataannya begitu melihat Donghae ada di dekat cubicle Soo. Yeoja itu berdehem sedikit lalu memasang ekspresi dingin seketika itu juga.

Donghae tersenyum sinis melihat perubahan ekspresi Yoona lalu menatap tajam Soo sekilas saat Soo bangkit dari kursi kerjanya.

“Kalau kau gagal, aku harap kau melakukan harakiri saja.” cetus Donghae dengan nada datar lalu berlalu menghilang di balik pintu menuju ruang kerja kepala divisi.

Sooyoung memasukkan berkas itu ke laci meja kerjanya lalu mengambil notebook-nya saja.

Kajja,” ajak Soo.

“Dasar namja iblis. Pantas saja dia jadi kepala divisi ini.” rutuk Yoona tidak sadar dengan ajakan Soo. Matanya menatap penuh dendam kearah pintu ruang kerja Donghae. Mungkin kalau dia punya kekuatan mata laser, pintu ruang kerja Donghae sudah terbakar daritadi.

Soo terkekeh geli lalu menyenggol bahu temannya itu. “Hati-hati, Yoong. Siapa tau kau akan jatuh cinta dengannya?” goda Soo.

“Jatuh cinta?” ulang Yoona dengan ekspresi jijik.

Soo mengangguk yakin.

“Lebih baik aku jatuh ke jurang daripada jatuh cinta dengannya…”

***

Soo bolos sekolah hari ini. Sejak pagi ia berkeliaran di daerah Insa-dong untuk memahami kondisi daerah itu. Semuanya memang ada hubungannya dengan “tugas selingan” yang diberikan Donghae kemarin. Targetnya kali ini seorang politisi yang memiliki galeri seni di Insa-dong. Sebenarnya ini tugas sederhana bagi Soo, hanya saja kali ini Soo ingin “sedikit bermain-main” dengan korbannya ini. Anggap saja ini adalah pelampiasan Soo setelah seminggu ini hanya mengawasi Kyuhyun yang kini semakin gencar mendekati Yoona. Soo benar-benar bosan dengan tugas yang Siwon berikan padanya. Makanya ia senang luar biasa saat Donghae memberinya misi selingan ini.

Kali ini Soo mengawasi aktivitas di luar galeri seni milik targetnya itu dari seberang jalan. Tepatnya di sebuah coffee shop cukup ternama di Insa-dong. Soo hari ini mengenakan kaos rajut berwarna oranye terang dengan coat beludru coklat muda dan rok selutut berwarna coklat muda juga. Tak lupa boots coklat tua menghiasi kaki jenjang Soo.

Setelah mendapatkan Robusta pesanannya, Soo duduk di pinggir jendela coffee shop itu dan membuka notebook-nya. Matanya dengan jeli mengawasi entrance gate galeri seni itu sambil sesekali menyeruput kopinya. Sepuluh menit kemudian, Soo mulai bosan dan giliran ia sibuk dengan notebook-nya hingga tiba-tiba ia berhenti bekerja saat pikirannya kembali mundur mengingat kejadian seminggu lalu.

FLASHBACK

“Sooyoung-ah, kau anggota Hoot kan?”

Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut ibu Kyu dan berhasil membuat Soo hening sejenak lalu melanjutkan kegiatan mencuci piringnya.

“Hoot? Aku tidak mengerti maksudmu, ahjumma…”

“Mengakulah, gwenchanayo. Kau tak perlu mengelak…” desak ibu Kyu.

Soo tersenyum tipis. “Ahjumma, aku tidak-“

“Kau bohong soal masa kecilmu di Jepang. Kau menghabiskan masa kecilmu di Korea atau mungkin Cina, mengingat caramu memegang sumpit yang berbeda dari kebanyakan orang Korea.” ujar ibu Kyu lancar.

Ahjumma, aku benar-benar menjalani masa kecilku di Jepang. Kenapa kau malah menuduhku bohong?” bantah Soo.

“Orang yang sejak kecil tinggal di Jepang tidak akan bisa makan green chili sampai semangkuk lebih begitu. Kalaupun itu bakat turunan dari orang tuamu, harusnya kau tidak begitu cepat beradaptasi dengan masakanku yang kubuat lebih pedas dengan bubuk cabe yang lebih banyak dari biasanya.” Ibu Kyu berkeras mendesak Soo mengaku.

“Ibuku sering memasak pedas seperti masakan Korea.”

“Andai itu benar, apa kau bisa jelaskan cara dudukmu untuk makan tadi?” Kali ini ibu Kyu memandang Soo begitu tajam.

Soo terhenyak.

Hansoku wo hiku. Kau menarik setengah kaki kananmu ke belakang dulu baru bersimpuh untuk duduk. Gerakan “hansoku wo hiku” itu adalah kebiasaan duduk dari pemanah yang dilatih di Jepang. Tapi kau kelelahan karena tidak biasa dengan posisi itu makanya tak lama kemudian kau bersila biasa. Kau ingin menunjukkan perilaku Jepang-mu kepadaku dan Kyu yang sebenarnya sangat tertarik dengan hal-hal berkaitan Jepang. Hanya saja Kyu sepertinya tidak menyadarinya. Apa ada yang salah dari kecurigaanku itu?”

Piring terakhir selesai dicuci. Air keran masih terus mengalir di bak pencuci piring hingga menimbulkan gemericik riuh.

“Kau anggota Hoot, Sooyoung-ah.” Ibu Kyu memberika pernyataan kali ini. Bukan pertanyaan.

Soo tersenyum hambar. “Aku harusnya membunuhmu, ahjumma.”

“Karena aku tau identitasmu?”

Soo tak menanggapi.

“Apapun itu, lakukanlah perintah atasanmu sebaik-baiknya…” ujar ibu Kyu menatap serius kearah Soo.

“Termasuk menghilangkan nyawa seseorang?” tantang Soo kemudian.

Ibu Kyu hanya tersenyum arif. “Jawab pertanyaan itu dengan hatimu, Sooyoung-ah…”

Saat ibu Kyu bergerak keluar dapur, wanita paruh baya itu menoleh dan tersenyum lagi pada Soo. “Jagalah Kyuhyun sampai pada waktunya…”

FLASHBACK END

Seketika Soo meraih cup Robusta-nya dan meneguknya perlahan.

Dia bukan wanita biasa…” pikir Soo.

Ia sudah berulang kali mencari data identitas diri ibu Kyu yang bernama Kim Eun-Hyun itu. Tapi semuanya biasa saja, tidak ada yang aneh atau mencurigakan. Makanya Soo masih belum mengerti kenapa ibu Kyu bisa tau tentang Hoot.

Tring…

Terdengar bunyi chat dari notebook Soo.

Motherboard : Targetmu mengikutiku

Kening Soo berkerut heran. Targetku?

Politisi…ah bukan! Pasti namja sinis itu!

Clown                : Lokasi?

“Dasar namja aneh! Dia belum tau saja siapa Yoona sebenarnya makanya ia sampai mengejar-ngejar Yoona sebegitu gigihnya…”

Soo meneguk Robusta-nya lagi dan menangkap sosok yang dicarinya itu melewati trotoar di seberang coffee shop itu. Tersenyum tipis, Soo buru-buru mengetik pesan balasan untuk si “Motherboard”.

Motherboard : Motherboard is writing message for you…

Clown                : Aku menemukannya.

Target locked. Kembalilah ke tugasmu, eomma…

Motherboard : Merci, mme…

“Kyuhyun-ssi,” panggil Soo datar namun cukup mengagetkan Kyu yang tadinya fokus mencari sosok Yoona yang membaur diantara banyaknya pejalan kaki yang memenuhi pedestrian Insa-dong.

Waeyo? Aku harus buru-buru pergi…” ujar Kyu menoleh sekilas ke Soo. Ada sedikit ekspresi kaget dari Kyu saat melihat Soo namun dengan cepat lenyap karena Kyu masih celingukan mencari Yoona.

“Kau tau resep samgyupsal?” tanya Soo membuat Kyu semakin mengacuhkannya.

Kyu sudah berniat pura-pura tidak mendengar Soo dan berlari meninggalkan yeoja itu tapi Soo keburu menahan lengan Kyu.

“Ibumu menyuruhku memasak samgyupsal untuk makan malammu karena ibumu akan bermalam di rumah nenekmu. Kau mau makan malam samgyupsal yang rasanya seperti sampah?”

Freeze.

“Aishhh…jinja…arraseo, arraseo…kajja kita ke supermarket untuk beli bahan.” Kyu melepaskan lengannya dari genggaman Soo.

Soo tersenyum mengikuti langkah Kyu yang lebih dulu darinya.

Namja ini benar-benar mudah ditipu.

***

Lee Donghae baru saja keluar dari mobilnya yang diparkir di pelataran SM University saat melihat sosok yeoja berambut panjang yang kali ini di­-highlight biru berjalan terburu-buru di depannya. Yeoja bermantel pink yang menutupi seragam sekolahnya itu tidak sadar dengan kehadiran Donghae saking buru-burunya hingga Donghae lagi-lagi tersenyum tipis. Diliriknya jam tangan Cartier yang menggelung pergelangan tangannya lalu akhirnya ia mengunci mobilnya lalu berjalan agak cepat membuntuti yeoja itu.

FLASHBACK

Annyeong, choneun Im Yoona. Aku menggantikan Sooyoung-ssi  untuk misimu kali ini. Mohon kerjasamanya…” ujar yeoja manis berambut panjang itu. Hari itu poninya di-highlight kombinasi silver dan pink cerah. Di pinggir poninya dibentuk ikal.

Donghae baru selesai mengunyah pai terakhirnya saat yeoja itu selesai memperkenalkan dirinya. Diliriknya sekilas yeoja itu lalu berkata,”Kau calon kepala divisi Pemrograman Teknologi? Kau yang mau menggantikan Jess?”

Yeoja bernama Yoona itu menatap tenang kearah Donghae. “Anio, mungkin Donghae-ssi salah dengar informasi itu.”

“Kau kira aku orang bodoh yang polos menerima semua informasi yang aku dapatkan?”

Yoona masih menatap tenang Donghae.

“Apa yang membuatmu berani menggantikan Jess?” tuduh Donghae tajam.

“Donghae-ssi, aku benar-benar tidak mengerti maksudmu. Aku tidak pernah berniat menggantikan posisi Jessica eonni sebagai kepala divisi.” bantah Yoona datar.

“Aktingmu payah sekali, Yoona-ssi.” cela Donghae.

Yoona menghela napas kesal. “Keurom, jika kau mau aku bilang yang sebenarnya. Aku dipilih menggantikan Jessica-mu itu karena dia melanggar kode etik organisasi. Kau puas?”

FLASHBACK END

Tak berapa lama, yeoja itu berbelok masuk ke perpustakaan universitas. Donghae ikut masuk lalu diam-diam bersembunyi di rak buku yang tak jauh letaknya dari keberadaan Yoona. Diperhatikannya dengan seksama gerak-gerik Yoona.

Saat ini Yoona sudah duduk di sudut yang terhalang rak buku ensiklopedia dan tersembunyi namun masih terlacak oleh Donghae. Laptop Yoona menyala dan menampilkan networking area suatu tempat. Kali ini Donghae mengambil sebuah literatur sembarangan saja dan berjalan mendekat ke Yoona.

Nappeun yeoja,”

***

Kyu merutuki ibunya sendiri dalam hati sambil terus mendorong troli belanjaan mengikuti Soo yang ada di depannya. Dia tidak habis pikir kenapa ibunya menyuruh yeoja ketus yang baru dikenalnya itu untuk memasakkan makan malam untuknya. Biasanya juga ibunya membiarkannya masak ramen instan, mengingat Kyu cuma bisa masak itu, jika ibunya tidak bisa memasakkan makanan untuknya. Lagipula gara-gara ini juga, ia jadi kehilangan kesempatan untuk mengetahui rumah Yoona.

“Bisakah kau berkonsentrasi mendorong troli itu? Kau sudah berkali-kali hampir menabrak pengunjung lainnya, Kyuhyun-ssi.” tegur Soo dengan nada tajam.

Kyu hanya melengos lalu kembali mendorong troli belanjaan itu.

“Sooyoung-ssi, bagaimana kau bisa tau aku ada di Insa-dong?” tanya Kyu curiga.

Soo menaruh kubis ke troli belanjaan lalu menjawab,”Tidak sengaja. Aku tadinya mau belanja sendiri disini untuk makan malammu tapi aku lupa apa saja bahan yang diperlukan. Kebetulan aku melihatmu di trotoar dan…ya akhirnya kita bertemu…”

Kyu tak menanggapi lagi.

“Kau sendiri kenapa bisa ke daerah sini?” Soo balik bertanya.

Kyu mendadak salah tingkah. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu berkilah gugup,”A-aku hanya…mmm…jalan-jalan…”

Giliran Soo yang tak menanggapi Kyu.

Butuh waktu dua jam hingga akhirnya mereka berdua kembali ke gedung apartemen mereka dan memulai sesi masak-masak untuk makan malam. Soo dengan santai memakai apron yang tersampir di dekat kompor dan mulai mempersiapkan bahan untuk memasak.

“Ini resep lengkapnya untuk membuat samgyupsal.” ujar Kyu dingin lalu menyerahkan sebuah buku resep tulisan tangan milik ibu Kyu.

Soo mengambil buku resep itu lalu Kyu meninggalkannya begitu saja dan masuk ke kamarnya. Mungkin namja itu mau mandi dulu.

Sementara itu Soo terkikik kecil melihat ekspresi masam Kyu yang sudah ia ketahui apa penyebabnya. Dia dengan cepat dan lincah mulai memasak samgyupsal itu tanpa sedikitpun melihat kearah resep itu.

Tepat saat Kyu keluar dari kamarnya, hidangan makan malam sudah disajikan di meja makan dan Soo sudah tidak ada di dapur maupun di bagian apartemen lainnya. Di dekat piring makannya terdapat secarik kertas berisi pesan dari Soo.

Untuk : Kyuhyun-ssi

Semoga kau suka makanannya.

-Choi Sooyoung-

Kyu mengambil sendok lalu mencicipi samgyupsal itu.

Mashittaaaa!” pekiknya senang.

***

“Kau memasakkannya samgyupsal?!?!” pekik Yoona setelah mendengar cerita Soo.

Jam 11 malam KST. Mereka berdua sekarang berada di rooftop gedung perkantoran yang berada di seberang galeri seni politisi yang menjadi target Soo. Rencananya malam ini Yoona akan menyabotase sistem keamanan galeri seni itu sebelum Soo menerobos masuk galeri itu.

“Jangan bilang kau cemburu. Harusnya kau berterimakasih padaku yang berhasil membuat namja bodoh itu nggak mengikutimu lagi…” gerutu Soo.

“Aku nggak cemburu padamu ya. Lagipula Kyu itu bukan tipeku.” bantah Yoona lalu kembali menekuni layar laptop-nya.

“Lalu Donghae adalah tipemu?” goda Soo.

YA!

“Mengakulah, Yoong. Kau bertemu dengannya di perpustakaan SM University tadi sore kan? Ternyata kau tidak mau diikuti Kyu karena kau akan bertemu Donghae ya?”

“Darimana kau tau kalau aku dan Donghae bertemu di perpustakaan?”

“Hoot Messanger.”

Yoona melengos. Dia bodoh kali ini.

Dalam sistem Hoot Messanger, ada GPS tracker sehingga masing-masing account yang aktif akan bisa diketahui lokasi keberadaan pemiliknya. Jika dilihat ke peta GPS itu maka akan diketahui lokasi rincinya, waktu pertemuannya dan kalau dua account sedang berada bersama dengan jarak minimal 10 meter maka akan ada pemberitahuan bagi pengguna Hoot Messanger lainnya. Termasuk dengan kondisi fisik pengguna account tersebut. Hal ini berguna untuk mengetahui posisi partner kerja maupun untuk meminta bantuan terdekat.

“Jam 5 sore. Motherboard and Predator are together.” ujar Soo dengan nada jahil.

Aigoo…eotteokhae? Ini berarti seluruh staf akan tau kalau aku dan iblis itu bersama tadi sore.” rengek Yoona dengan wajah memelas.

Soo hanya mengangguk kecil. “Memangnya kau dan Donghae benar-benar pacaran ya?”

Pletak!

Harddisk external milik Yoona mendarat di kening Soo.

YA! APPO!!” erang Soo lalu mengelus keningnya.

“Dia membuntutiku,” ujar Yoona tak menanggapi erangan Soo.

Mata Soo membulat terkejut. “Jinjayo? Donghae itu stalker?

Babo. Sebenarnya tadi sore itu…”

FLASHBACK

Nappeun yeoja…

Yoona menengadah mendengar perkataan itu. Dengan sekali pencet tombol “Del”, ia menutup program hacker untuk networking area universitas itu. Ia memasang ekspresi lugunya seperti saat ia di sekolah tapi kontan berubah begitu melihat siapa yang ada di hadapannya.

Donghae duduk di hadapan Yoona kali ini. Tanpa mengacuhkan namja itu, Yoona kembali sibuk dengan laptop-nya.

Nappeun yeoja…

“Donghae-ssi, jika kau kesini hanya untuk mengganggu pekerjaanku, aku akan melaporkannya pada Siwon sajangnim.” ancam Yoona tanpa menggeser pandangannya sedikitpun ke Donghae.

Donghae tersenyum evil. “Nappeun yeoja…”

YA! Siapa yang kau sebut nappeun hah?? Neo!! Nappeun namja!!” pekik Yoona.

Tak perlu waktu lama bagi penjaga perpustakaan untuk mengusir mereka berdua keluar dari perpustakaan. Selanjutnya Donghae hanya tersenyum evil lagi dan meninggalkan Yoona begitu saja.

FLASHBACK END

Soo tertawa geli melihat ekspresi masam Yoona saat ini.

Namja iblis satu itu nggak ada habisnya menggangguku. Sudah dua tahun lewat, masa dia masih dendam denganku gara-gara Jessica eonni?” gerutu Yoona.

Suatu saat kau akan tau, Yoong, kenapa Donghae oppa begitu padamu…

***

Soo datang terlambat ke sekolah hari ini. Beruntung jam pelajaran pertama kosong sehingga ia masih bisa absen. Baru saja ia duduk di bangkunya, Kyu sudah memandanginya lekat-lekat.

“Apa masakanku tidak enak?” tanya Soo tanpa menoleh ke belakang tempat Kyu duduk.

Anio,

“Jadi kenapa kau melihatku begitu?”

“Sooyoung-ssi, kau-“

Annyeonghasseo yeorobeun…” Soo Man songsaengnim sudah datang masuk kelas dan memotong perkataan Kyu.

Annyeonghasseo songsaengnim…” koor murid-murid.

“Hari ini kita akan melayat ke rumah Kwon Yuri. Ayahnya, Kwon Hyun Joo, meninggal tadi malam. Ayo kita bersiap-siap menuju rumah duka. Jangan lupa kenakan pakaian kalian dengan rapi.” perintah Soo Man songsaengnim.

Murid-murid kelas itu segera bersiap untuk pergi termasuk Soo dan Kyu.

Begitu sampai di rumah duka, suasananya sangat muram. Terlebih almarhum Kwon Hyun Joo ternyata meninggal setelah dibunuh dengan racun sianida yang dimasukkan dalam pil obat penenangnya oleh pembunuh paling dicari di Korea saat ini yaitu Joker.

Keluarga Kwon masih belum bisa menerima kenyataan bahwa anak laki-laki kebanggaan keluarga itu meninggal begitu cepat disaat karirnya sebagai politisi sedang menanjak dan sedang dicalonkan menjadi walikota Seoul periode berikutnya. Kwon Yuri, anak Hyun Joo, tak hentinya menangis di hadapan foto ayahnya itu. Matanya bengkak sementara penampilannya begitu kacau.

Sementara istri Hyun Joo masih ditenangkan di salah satu kamar setelah pingsan berkali-kali saat prosesi doa untuk almarhum Hyun Joo.

Soo memandang datar kearah foto politisi itu lalu beralih memandangi Yuri yang terduduk lemas di depan altar doa.

Yuri-ssi, maafkan aku telah mengakhiri hidup ayahmu. Dia terlalu congkak untuk terus dibiarkan hidup. Bersyukurlah kau karena aku tidak memenggal lehernya.

“Anak-anak, ayo kita pulang setelah mengucapkan belasungkawa ke Yuri.” perintah Soo Man songsaengnim.

Satu per satu murid menyalami Yuri dan mengucapkan belasungkawa. Lalu dengan teratur, mereka ke parkiran.

Sial bagi Soo kali ini. Motor sport yang biasa dipakainya mogok dan tidak mau berkompromi. Melihat kondisi ini, Soo segera menelpon asuransi motornya untuk menjemput motornya agar dibawa ke bengkel. Saat Soo hendak pulang dengan taksi, Kyu menarik lengan Soo cukup keras hingga Soo berbalik badan menghadapnya.

“Ayo kita pulang bersama. Anggap saja ini balas budiku untuk samgyupsal-mu semalam.” ajak Kyu.

Entah kenapa Soo dengan lancar mengiyakan ajakan Kyu.

***

Oppa, ini bisa jadi masalah besar.” protes Tiffany.

Siwon menutup berkas yang sedang dibacanya lalu beralih memandang yeojachingu­-nya itu. Pandangannya masih amat tenang.

“Aku nyaris menabrak taksi saat melihat Sooyoung naik motor bersama namja itu. Dia bahkan memeluk pinggang namja itu saat dibonceng. Aku minta misi ini disudahi saja, oppa…” mohon Tiffany. Wajah cantiknya terlihat begitu cemas.

“Tidak akan terjadi apa-apa, Tiff. Aku tau Sooyoung bisa meng-handle segalanya…”

Tiffany kesal setengah mati dengan ketenangan yang ditunjukkan oleh Siwon.

Siwon oppa, kau tidak boleh seyakin itu. Sooyoung-mu itu tetaplah yeoja biasa yang bisa jatuh cinta.

***

I’m done with my job here…”

“So?”

“I wanna go back to Korea soon. I’m sick with American people. Especially those woman who want to marry me. They’re crazy…”

“It’s all your fault, playboy…”

“Enough for that silly name. Just let me go home, okay?”

“Okay, right then. Tomorrow…743KY, flight time 11 PM. Jade will pick you up. You better get ready…”

“Muchas gracias, Changmin-ssi…”

TBC

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s