[PG] HE ISN’T GAY


Untitled-6 copy

HE ISN’T GAY

Lenght : Chaptered

Rated : PG

Genre : Humor, romance, hurt/comfort, school-life

Main Cast : Kim Taeyeon

Presented by : Seochann

Chapter 1

Taeyeon mengamati satu-satu wajah peserta upacara kelas 12 IPS 2 dengan teliti. Di mana dia ?  batin Taeyeon frustasi. Matanya tak henti-hentinya memandang ke arah kelas 12 IPS 2 yang tengah khusyuk memperhatikan pidato dari kepala sekolah di hari senin yang terik ini.

“Sudah ketemu ?” tanya Seohyun yang berdiri di sebelah kanan nya

Taeyeon menggeleng tanpa mengalihkan pandangan nya dari kelas tersebut.

“Dia terlalu pendek tidak mungkin dia akan terlihat” celetuk Tiffany yang berdiri di sebelah kirinya membuat Taeyeon memberengut kan bibirnya

“Jangan menghina nya!”

“ Kenapa kau masih suka sih ? taeng dia itu gay bahkan semua orang juga tau kalau dia mengaggumi Park Chanyeol teman sekelas kita”

Taeyeon meremas jari-jarinya “Aku tidak peduli aku yakin dia tidak gay”

Tiffany memutar bola matanya malas “Oh ayolah kecantikan nya bahkan menyaingi dirimu sendiri”

“TIDAK ! AKU YAKIN DIA TIDAK G-” sialan sekarang semua mata memandang ke arah mereka bertiga termasuk kepala sekolah yang berwajah keibuan tetapi berhati ibu tiri. “-ay”

“Kau!” kepala sekolah menunjuk ke arah Taeyeon

Taeyeon melirik kekanan ke kiri “Siapa? aku ?”

“Ya siapa lagi memang yang paling cebol di kelas 11 IPS 1” Taeyeon mengerucutkan bibirnya

Nah  benarkan dia berhati ibu tiri, kini seluruh sekolahan menertawai Taeyeon. Seluruh sekolahan?! Termasuk pujaan hatinya yang tertawa-tawa bersama teman-teman nya sembari melirik Taeyeon tanpa Taeyeon sadari.

“Majulah kesini”

Taeyeon menggeleng “Tidak mau ibu jahat seperti ibu tiri!” dan Taeyeon sukses membuat satu sekolahan berganti menertawakan kepala sekolah. Great!.

Seohyun menepuk dahinya,Tiffany menunduk kan wajah nya. Taeyeon bodoh atau kelewat polos?

“Apa?!”

“Ibu jahat! Berhati ibu tiri! Aku tidak cebol lihat ibu dan aku tinggi siapa ? tinggi aku kan ? sudahlah bu jangan menyalahkan keadaan kepada orang lain terima saja keadaan ibu memang sudah kodratnya kalau ibu cebol”

Wajah kepala sekolah berubah merah padam “Sialan! kau menghina ku hah ?”

“Tidak aku- hmffffff”

Tiffany langsung membekap mulut Taeyeon dan Seohyun mengamankan tangan Taeyeon yang meronta-ronta minta dilepas. Cukup sudah anak ini berceloteh ria. Polos dan bodohnya si Taeyeon itu beda tipis.

“Mafkan dia bu maafkan dia. Dia memang bodoh dan cebol” Tiffany berucap sambil membungkuk kan badan nya tak lupa juga menekan kepala Taeyeon agar membungkuk.

Taeyeon mendelik. Heh dia tidak bodoh dan Taeyeon tidak terima di bilang cebol. Walapun kenyataan dia cebol tapi dia lebih suka di sebut kurang tinggi.

“Iya maafkan dia bu maklum dia bocah bu” Seohyun ikut menunduk kan tubuhnya

Kepala sekolah memijit pilipisnya yang mendadak terasa pening karena ulah muridnya yang kelewat polos merujuk ke bodoh “Baiklah-baiklah saya akhiri pidato saya hari ini sekian dan terimakasih selamat pagi”

“Selamat pagi bu!”

Dan upacara terpaksa di selesaikan lebih awal dari jam yang seharusnya. Oh seluruh sekolah patut berterimakasih pada Kim Taeyeon.

 

HE ISN’T GAY

“Kau itu bodoh atau tolol ?” Tiffany berucap jengkel. Mereka bertiga kini sedang berjalan menuju kelas.

“Aku pintar” Taeyeon menyilangkan tangan nya.

Seohyun memutar bola matanya “Sudah lah itu sudah berlalu lagian kepala sekolah sudah memaafkan kita oh ya kau tau tadi si senpai melihat mu loh”

“Benarkah?” mata Taeyeon berbinar-binar

“Iya karena kau bodoh dan membuat satu sekolahan menertawakan mu, demi kerang laut ajaib! Kalau kau bertingkah seperti tu siapa yang tidak akan memeperhatikan mu!” Tiffany memijit pelipisnya mempunyai teman seperti Taeyeon telah memberikannya banyak cobaan.

Taeyeon menghentak kan kakinya “Sudah ku bilang aku pintar!”

Tiffany mengibaskan tangan nya “Pergilah aku akan ke kelas nickhun aku rasa bersama dia bisa menenangkan pikiran ku sebentar” dan Tiffany segera berbelok ke kelas nickhun yang kebetulan sedang mereka lewati.

“Dasar pacaran mulu” omel Seohyun

“Eih kau iri ya ?” goda Taeyeon dengan wajah menyebalkan

“Tidak! Ah kau menyebalkan!” Seohyun berjalan duluan di depan Taeyeon

“Hei tunggu aku!” Taeyeon berlari mengejar Seohyun “Mengakulah kau irikan ? yakan ? yakan ? yakan?”

Seohyun mengabaikan Taeyeon dan segera masuk ke kelas kemudian duduk di bangkunya tercinta di ikuti Taeyeon yang mengekor di belakang nya.

“Ayo mengakulah” ternyata Taeyeon masih belum mau menyerah

“Tidak!”

“Iya saja”

“Aku bilang tidak!”

“Iya saja apa susah nya sih ?”

“Tidak! sekali tidak ya tidak!”

“Ayolah mengaku saja”

“IYA IYA AKU IRI AKU INGIN JUGA MEMPUNYAI PACAR AKU BOSAN SENDIRIAN KAU PUAS!”

Taeyeon diam. Satu kelas terdiam. Dan Seohyun mulai menyadari kebodohan nya. Sialan! Seohyun sangat malu oh virus si Taeyeon sudah menginvasi dirinya.

“Astaga akhirnya kau mengaku!” Taeyeon melompat kegirangan “Hoi teman-teman ada yang mau mendaftar sebagai pacar Seohyun ?”

“Aku taeng aku” Kyuhyun mengacungkan tangan nya tinggi-tinggi

“Aku juga woi aku juga” Donghae tak mau kalah ikut mengacungkan tangan nya

Sehun pun juga mengacungkan tangan nya “Aku juga”

Minho juga mengacungkan tangannya dan hampir satu kelas mengacungkan tangan nya.

Taeyeon bertepuk tangan heboh terlampau senang “Seohyun lihat banyak yang ingin mendaftar!”

Seohyun menyembunyikan wajahnya yang memerah malu di lipatan lengan nya “Bisakah aku menghilang sekali saja” gumam nya

“Ada apa ini ?” Tiffany yang baru masuk terlihat kebingungan

“Oh kami sedang mencari jodoh untuk Seohyun” ucap Taeyeon semangat

Tiffany mengernyitkan dahinya “He ? benarkah itu Seohyun?”

Seohyun mengangkat wajahnya sedikit untuk melihat Tiffany “Seperti yang dikatakan si bodoh taeng” dan Seohyun kembali menulusupkan wajah nya ke lipatan lengang nya

“WHAT?!”

“Hahahaha dengar kan ? nah tadi siapa saja yang mendaftar akan ku catat ayo sini-sini” Taeyeon segera mengambil pena dan kertas nya

“Apa yang dicatat ?” tanya Chanyeol si ketua kelas yang sedang berdiri di ambang pintu kelas

“Ah Chanyeol” Taeyeon berlari mendekati Chanyeol “Seohyun membuka pendaftaran pacar kau mau ikut ?” tanya Taeyeon

“Ahni aku akan mendaftar jikau kau yang membuka” Chanyeol menaik turun kan alisnya. Menggoda Taeyeon.

Taeyeon menggeplak kepala Chanyeol membuat Chanyeol meringis kesakitan “Dalam mimpi mu! Aku tidak mau dengan siapapun kecuali Baekhyun senpai”

Chanyeol menahan tawanya “Kau bercanda ? wajah mu dan dia mirip kalian sama-sama cantik yang ada bukan sebagai sepasang kekasih tetapi kembar”

Satu kelas tertawa termasuk Seohyun (yang sudah sudi mengangkat kepalanya) dan Tiffany.

“Diam!”

seluruh kelas langsung terdiam

“Kau Tiffany Seohyun” tunjuk Taeyeon dengan telunjuknya “Kalian teman macam apa kenapa malah menertawakan ku?! Dan kau Park Chanyeol diamlah manusia kelebihan kalsium, berotak mesum, bertelinga peri. Baekhyun senpai 100 kali lebih baik dari mu, dan lagi mirip berarti kita berjodoh”

“Oh benarkah ?” Chanyeol menyeringai menyebalkan membuat tangan Taeyeon gatal ingin menamparnya “Dia bahkan menyukai ku taeng ayolah seluruh sekolahan juga tahu”

Taeyeon mengepalkan tangan nya kuat-kuat “Aku tidak peduli! di mata ku dia tidak pernah gay dia -dia hanya belum menemukan jati dirinya yang sebenarnya” ucap Taeyeon pelan

Brak!

“Hei ini bukan pelajaran drama kembali ketempat duduk kalian masing-masing bocah nakal!”

Sialan itu guru Kim. Guru matematika terkiller. Dengan kumis tebal, rambut model bapak-bapak tahun 90 an yang selalu di buat klimis dan mengkilat jika terpapar cahaya, oh jangan lupakan tongkat bambu yang selalu di bawanya kemana-mana yang tadi sempat untuk menggebrak meja.
Kau tau, konon tongkat itu sudah ratusan kali menjadi saksi bisu sekaligus alat untuk menghukum anak-anak bandel sekolahan. Tak ada yang berani menyentuhnya sekalipun kau membayar mahal. Karena apa ? guru Kim bisa tahu walau tanpa menyaksikan langsung siapa saja yang pernah menyentuh tongkatnya dan yah si Kim jongin pemuda berkulit hitam yang duduk di pojok kelas sudah pernah mencobanya dan dia berakhir berlari ketakutan karena di kejar-kejar guru Kim. Hm ironis.

Taeyeon segera menduduk kan dirinya di bangku miliknya di ikuti teman-teman nya yang lain.

“Baik kita mulai pelajaran hari ini” guru Kim mengeluarkan laptopnya dan menyambungkan laptopnya dengan proyektor. Tak lama kemudian muncul gambar di layar proyektor.

“Kita akan mencongak hari ini” guru Kim terlihat mengubek-ubek file nya yang ntah berjumlah puluhan atau bahkan ratusan saking banyak nya. Selang beberapa saat muncul soal-soal yang membuat Taeyeon ingin muntah.

“Itu bukan soal itu adalah mantra kematian” ucap Taeyeon sambil memegangi perutnya

Tiffany yang duduk di sebelah Taeyeon menggeplak kepalanya “Kau berlebihan otak mu saja yang keterbelakangan”

“Tidak Taeyeon benar” Seohyun yang duduk di belakang mereka berdua mulai berbisik ”Itu susah sekali aku tidak bisa invers kau tau ugh”

“Kita mulai dari nomer 1” ucap guru Kim sambil memperhatikan seisi kelas “Ada yang bisa menjawab ?”

Sunyi.

“Baiklah akan ku tunjuk saja”

Satu kelas bercucuran keringat dingin. Kenapa ? karena bila kau menjawabnya salah maka kau akan mendapat hadiah istimewa. Dengan kata lain hukuman yang sangat spesial.

“Tanggal berapa ini ?”

“Tanggal 22 februari 2016 pak” ucap Chanyeol

“Hmm” guru Kim mengelus-elus kumisnya “Absen 2 siapa ?”

“S-saya pak” Sohee mengacungkan tangan nya dengan gugup

“Ahn Sohee-ssi” ucap guru Kim  “Jawablah pertanyaan itu”

Sohee menelan ludah nya gugup, dirinya mencoba berpikir keras “A-anu jawaban nya  7/3  pak”

“Kenapa begitu ?”

“Karena x tidak boleh sama dengan 7/3”

“Kau benar” guru itu segera mengambil daftar nilainya dan mencentang nama Sohee “Selanjutnya kau boleh memilih teman mu Sohee”

Sohee melihat seisi kelas yang rata-rata memasang wajah ‘jangan pilih aku jikau masih ingin selamat’. Sohee bergidik ngeri dan akhirnya dia terpaku oleh sosok Taeyeon yang malah terlihat kebingungan. Sohee rasa Taeyeon pas untuk menjadi sasaran empuk. Sungguh jahat.

“Kim Taeyeon pak” ucap Sohee

“Apa ? kenapa aku ?” Taeyeon protes tidak trima

“Kim Taeyeon-ssi kerjakan soal itu” guru Kim menunjuk layar proyektor

“T-tapi pak-“

“Tidak ada tapi-tapi an jawab sekarang atau kau ku hukum”

Taeyeon mendecih sebal “Sudahlah hukum saja aku percumah aku juga tidak bisa mengerjakan nya toh pak Kim juga hobi menghukum ku yakan ?” Taeyeon melipat tangan nya kesal

Brakk

Guru Kim memukul kan tongkat bambunya ke meja membuat seisi kelas terperanjat kaget kecuali Taeyeon yang malah sibuk menggerutu.

“Ya! Kau anak kurang ajar!”

“Apa ? memang kenyataan nya begitu kan ?” Taeyeon berdiri dan maju ke depan “Sekarang katakan aku harus apa ?  mumpung aku sedang baik hati aku akan suka rela mengerjakan nya”

Seisi kelas tampak kompak menepuk jidatnya rasanya mereka ingin membenturkan kepala seorang Kim Taeyeon ke lantai.

Dada guru Kim naik turun dengan cepat, wajah nya memerah sudah mirip moon gayoung dalam serial drama web Exo Next Door yang sering Taeyeon lihat saat akhir pekan.

“Kau-“ guru Kim menghembuskan nafasnya kemudian menghirupnya lagi dalam-dalam “Kerjakan semua soal yang ada di buku paket mu sekarang aku ingin pulang sekolah nanti sudah kau tumpuk di meja ku”

Satu kelas menganga. yang benar saja ?

“Tidak mau aku mau yang lain!” Taeyeon memalingkan wajah nya.

“Kau pikir aku pedagang hah ?! Tidak ada tawar menawar!” guru Kim sudah berada di ambang kesabaran nya rupanya.

“Siapa yang bilang bapak pedagang sih ? aku kan hanya berkata mau yang lain hissh” ucap Taeyeon jengkel.

Perempatan siku-siku muncul di dahi guru Kim.

“Kim Taeyeon” panggil guru Kim tenang dan pelan tetapi sarat akan ancaman “Keluar dan kerjakan tugas di perpustakaan atau ku beri hadiah lain yang lebih istimewa”

Taeyeon bergidik melihat guru Kim yang seolah-olah tengah menguarkan aura hitam.

“Yak! Bodoh keluar lah sekarang!” Tiffany beteriak ke arah Taeyeon

“Cepatlah” Seohyun berucap gusar

Dan akhirnya mau tak mau Taeyeon mengambil buku paketnya dan berjalan keluar dari kelas untuk menuju ke perpustakaan.

 

HE ISN’T GAY

Taeyeon menaruh bukunya di atas meja perpustakaan dan mendudukan dirinya di salah satu bangku yang mengitari meja tersebut.

“Dasar guru tua memang menyebal selalu suka mengomel dan menghukum tidak mengerti perasaan generasi muda yang tertekan karena soal-soal yang dia berikan aku tidak mengerti kenapa semua orang tua itu sama apakah mereka satu ibu dan bapak atau mereka satu gen sung-“

“hei! Bisakah kau menutup mulut mu ?” teriak pemuda berkacamata yang duduk tak jauh dari meja taeyeon sembari menatap taeyeon jengkel karena sudah berani mengusik nya.

“Mulut untuk bicara bukan untuk ditutup!” balas taeyeon sewot.

Pemuda berkacamata itu menunjuk sebuah kertas keramat yang tertempel rapi di dinding yang bertuliskan ‘harap tenang’ “Aku yakin mata mu masih berfungsi” kemudian pemuda itu kembali fokus pada pekerjaan nya.

Taeyeon menatap pemuda itu tak suka “Aku sudah tenang kok! Memang nya aku salah ya kalau berbicara?”

“Apa otak mu berfungsi ? kau berbicara dan menyebabkan kegaduhan bodoh!”

“Aku tidak bodoh!” taeyeon berucap dengan tegas “Kau juga berbicara kan? Lalu apa bedanya kau dengan ku ?”

“YAK!” pemuda itu membanting bukunya membuat beberapa ekor manusia yang berada di perpustakaan terkaget akan ulah nya termasuk Taeyeon “Tutup mulut mu dan kerjakan apa yang perlu kau kerjakan!”

Taeyeon berdiri dari tempat duduk nya “TIDAK USAH BERTERIAK AKU JUGA SUDAH DENGAR HISH!”

“KAU JUGA BETERIAK BODOH!?”

“MEMANG NYA KAU TIDAK HAH ? SUDAH JANGAN MENYEWOTI KU!”

“KAU MENGANGGU ORANG LAIN! AH SIALAN!”

Pemuda itu segera mengambil tas nya dan beberapa buku miliknya kemudian melenggang pergi meninggalkan taeyeon dengan wajah memerah karena jengkel. Rupanya pemuda itu masih sayang nyawa dengan tidak mengajak seorang kim taeyeon beradu argumen.

“Hissh menyebalkan!” taeyeon menyilang kan tangan nya kemudian kembali duduk di tempat duduk nya

Orang-rang yang sempat menyaksikan arugeman taeyeeon dengan seorang pemuda tadiada di hanya bisa mengelus dada prihatin. Prihatin, kenapa manusia bernama kim taeyeon tidak lulus-lulus dari sekolahan ini ? demi kantong doraemon kenapa ? kenapa ? dia hanya membuat jenuh satu sekolahan.

.

.

.

.

Sekali lagi satu sekolahan.

TBC

Note : senpai itu sebutan untuk senior dalam bahasa jepang kalau dalam bahasa korea sunbae


One thought on “[PG] HE ISN’T GAY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s