WHISPER [ PART 2 ]


HELLO

Gemerlap lampu dimalam hari, mewarnai Seoul. Terdengar dentuman music masa kini di beberapa sudut kota. Gangnam salah satu kawasan yang digemari masyarakat Seoul. Hiburan disana tak pernah habis. 24 jam tiada henti. Salah satunya adalah sebuah club yang menjadi tempat favorite muda mudi Seoul. Disalah satu club ternama di Gangnam, seorang namja berdiri sendiri dengan dihadapkan dengan 4 orang yang bertubuh kekar. Namja itu hanya memandang ke 4 namja yang ada dihadapannya.

“Lebih baik kalian pergi dari club ini” ucap namja itu dengan suara yang sedikit keras dengan maksud tidak kalah dengan suara music yang diputar. “Club ini bukan diperuntukan untuk kalian. Melangkah di club ini saja kalian tidak pantas” lanjut namja itu.

“Lee Donghae, diatas ada toileeeett” Datang seorang namja berpakaian modis.

Donghae, ya nama namja yang berdiri sendiri menghadapi 4 orang. Dan yang baru saja memanggilnya adalah Eunhyuk, sahabat baiknya. Eunhyuk langsung terdiam menatap 4 manusia bertubuh kekar dengan bada penuh tattoo dan seorang yeoja yang terduduk pingsan sambil menyandar ke dinding lorong toilet. Dirangkulah Donghae dan berusaha membawa Donghae keluar dari pertengkaran dengan 4 namja itu.

“Lebih baik, kita pergi saja.” Bisik Eunhyuk

Shireo!” balas Donghae.

“Ya. mereka ber4 dengan badan seperti atleet angkat besi. Kau mau melawan mereka?” bisik Eunhyuk sekali lagi.

Donghae memandang sekali lagi yeoja yang tak sadarkan diri itu. Kalau ia pergi, yeoja itu akan menjadi santapan 4 orang dihadapannya it. Tapi kalau ia melawan kemungkinan tubuhnya akan remuk seperti gelas pecah sangat besar.

“Bocah ingusan. Dasar orang kaya, hanya bisa mengandalkan uang tapi mental lemah seperti kapas” ejek salah satu dari ke 4 namja itu.

“Ya!!” Kali ini Eunhyuk berteriak.

Eunhyuk sangat tidak suka, ada orang mengatainya. Didalam kamus hidup Eunhyuk, harga diri adalah hal yang sangat ia junjung. Tak boleh ada yang mempermalukan dan menghinanya didepan umum seperti ini. Cukup sekali, tidak boleh dua kali.

“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Kalian hanya bisa mengandalkan uang. Pengecut”

Setelah menyelesaikan kalimat itu, sebuah kepalan tangan mendarat dipipi salah seorang dari 4 manusia kekar bertattoo. Donghae sudah memulai aksinya. Eunhyuk masih terpaku melihat Donghae yang berani mendaratkan kepalan tangannya di pipi mereka. Walau ia merasa sangat terhina dengan caci maki ke 4 namja kekar itu, Eunhyuk masih berpikir ulang untuk melawan mereka. Tubuhnya sangat berharga, ia tak mau tubuhnya hancur hanya karena menolong seorang yeoja yang bahkan tidak ia kenal.

Sebut saja namja tubuh kekar itu dengan, satu, dua , tiga dan empat.

“Berani sekali kau.” Namja satu langsung mengayunkan tangannya ke wajah Donghae.

Tangan Donghae menahan tangan namja pertama dan kakinya menendang namja tiga. Sibuk menahan tangan namja pertama yang masih berusaha menghajarnya, Donghae tidak memperdulikan namja kedua dan keempat. Kedua namja itu langsung menendang punggung Donghae. Tendangan kedua namja itu berhasil membuat Donghae jatuh tersungkur.

“Aishh.” Tak bisa tinggal diam melihat sahabatnya dihajar habis – habisan oleh 4 namja kekar tadi. Eunhyuk masuk kedalam ring pertarungan untuk membantu Donghae.

Dengan tangannya Eunhyuk menjambak rambut namja kedua dan keempat, lalu mengadu kepala dua namja itu sejara terus menerus. Membuat dahi mereka merah. Tapi aktivitas Eunhyuk tak berlangsung lama, namja keempat menginjak kaki Eunhyuk. Spontan Eunhyuk melepaskan jambakannya. Donghae bangkit berdiri dan segera mulai melayangkan pukulan ke wajah namja satu. Namja tiga yang tadi ditendang oleh Donghae tiba tiba muncul sambil membawa sbuah botol beer.

“Lee Donghae!” panggil Eunhyuk yang sibuk dengan namja dua dan empat. Matanya masih bisa memperhatikan namja ketiga yang ingin memecahkan botol dikepala Donghae.

Kaki Donghae sekali lagi menendang namja ketiga dan membuat namja ketiga kehilangan keseimbangan. Botol itu pun pecah dikepala namja ke empat yang sedang menghadapi Eunhyuk. Namja keempat pun tumbang begitu pula namja ketiga yang jatuh dan kepalanya terkena ujung meja.

Mereka berdua menjadi perhatian orang orang. Mereka tidak sadar banyak orang yang menjadikan mereka berdua tontonan.

“Donghae, aku lelah” ucap Eunhyuk ditengah tengah pertarungannya dengan namja kedua.

“Aish, bereskan saja dulu baru istirahat.” Ucap Donghae.

Dengan cepat Eunhyuk memukul perut namja kedua dengan sikutnya. Membuat namja kedua terjatuh. Belum tumbang, Eunhyuk langsung menendang kepala namja kedua dan membuatnya tidak sadar. Selesai dengan namja kedua, Eunhyuk merapikan pakaiannya.

“Cih, kemampuan mu tak sebesar badan mu.” Ejek Eunhyuk

Donghae masih sibuk dengan namja pertama. Merasa dikalahkan oleh Eunhyuk, ia dengan cepat memukul perut namja tersebut berkali kali hingga menempel ke tembok. Kemudian dengan cepan pukulan keras mendarat dipipi namja satu dan membuatnya K.O

“Menyusahkan” ucap Donghae.

Tak lama security club datang. Mereka dengan segera mengangkat 4 namja tersebut tanpa memintai keterangan dari Donghae ataupun Eunhyuk. Semua itu karena Donghae dan Eunhyuk adalah tamu VIP yang sangat penting. Saat sang security hendang mengangkat tubuh Taeyeon Donghae menghampiri security itu.

“Dia bersama ku” ucap Donghae.

Security itu mengangguk dan meninggalkan Eunhyuk, Donghae dan yeoja yang tak sadarkan diri. Sedang Security menyuruh orang orang membubarkan keramaian.

“Ya ireona.” Ucap Eunhyuk yang langsung mendekati yeoja itu dan duduk dihapannya. “Ireona, mereka sudah pergi.” Lanjut Eunhyuk.

Donghae yang melihat Eunhyuk, berlaku sedikit kasar pada yeoja iitu langsung mendekatinya. Tangan Eunhyuk yang semula menggoyang – goyangkan tubuh yeoja itu dengan sangat kasar, langsung dihempas menjauhi tubuh yeoja itu. Ia menatap yeoja dihadapannya dengan kedua matanya.

“Kenapa aku menolong mu?” bisik Donghae

Seketika, mata yeoja itu terbuka. Perlahan ia mendapatkan kembali focus dimatanya. Saat ia memandang kedepan matanya terbuka lebar, kaget melihat wajah Donghae yang tepat berada dihadapannya. Sangat dekat mungkin tidak ada 30 cm. Yeoja itu mengedip ngedipkan matanya dengan wajah sungguh tegang. Detik berikutnya ia menggerapan kedua tangannya lalu mendorong tubuh Dohae dengan penuh tenaga. Donghae pun terjatuh kebelakang disusul dengan tawa dari Eunhyuk.

Nuguseyo?” Yeoja itu langsung berdiri, merapat ke dinding.

“Your life saver.” Ucap Donghae sambil kembali berdiri

Wajah yeoja itu semakin bingung. Ia menatap Eunhyuk yang berdiri di samping Donghae. Ia terpojok. Sekali lagi terpojok. Raut wajahnya berubah menjadi kawatir seperti saat ia dikepung 4 namja kekar yang berusaha menculiknya.

“Siapa nama mu?” Tanya Donghae dengan suara halus.

“Kim.. Taeyeon..” jawab yeoja itu terbata – bata.

Secepat kilat, Taeyeon melarikan diri dari dua namja asing yang berdiri didepannya. Ia tak mau terjebak lagi diantara namja namja asing yang tidak ia kenal. Melihat Taeyeon yang melarikan diri begitu saja, Eunhyuk langsung menepuk pundak Donghae.

“Sabar ya. Ditinggalkan 2 yeoja dalam 1 hari itu menyakitkan.” Ucap Eunhyuk.

“Sial” desis Donghae.

Ada rasa menyesal didalam diri Donghae. Ia baru saja mengorbankan nyawanya untuk menolong Taeyeon, tetapi Taeyeon begitu saja lari meninggalkannya tanpa berterima kasih padanya. Entah apa yang tadi memasukinya, sampai ia mau menolong Taeyeon yang tidak ia kenal.

“Sudah lah ayo naik ke atas” ucap Eunhyuk.

“Kita pulang saja, aku sudah tidak mood.” Balas Donghae sambil berjalan keluar dari club itu.

Eunhyuk yang tak suka ditinggal sendiri, mengikuti Donghae dari belakang. Tak lupa Eunhyuk membayar minuman yang mereka berdua pesan tadi walau belum mereka habiskan. Keduanya naik ke mobil sport kuning milik Eunhyuk. Hari ini terlalu menyedihkan bagi Donghae. Ditinggal pergi oleh calon istrinya dan ditinggal lari oleh yeoja yang ia tolong.

“Lee Hyukjae, kenalkan aku pada calon istri mu. Siapa tau bisa ku rayu untuk menjadi istri ku” ucap Donghae.

Dengan cepat Eunhyuk langsung menginjak rem mobilnya dan membuat keduanya sedikit terlempar ke depan. Mobil itu berenti di tengah tengah jalan dan membuat beberapa mobil dibelakangnya ikut rem mendadak.

“YA!! Kalau kau mau mati jangan mengajak ku.” Teriak Donghae.

“Lee Donghae, kita ini memang bersahabat sehidup semati tapi kalau urusan yeoja dan calon istri aku tak bisa berbagi dengan mu.” Ucap Eunhyuk yang kemudian menginjak gasnya lagi.

“Bagaimana kalau dia melihat ku dan lebih tertarik pada ku?” Tanya Donghae.

Eunhyuk kembali menginjak rem secara mendadak. Kali ini mobil dibelakang mereka membunyikan klakson berkali kali.

“Aish.. aku hanya bercanda. Berhentilah menginjak rem secara mendadak. Cepat antarkan aku pulang.”

“Untung saja aku sayang dengan mu. Kalau kau bukan sahabat ku sudah ku tendang turun dari mobil ini.” Omel Eunhyuk.

“Haha, Eunhyuk sayang.” Goda Donghae yang suka melihat Eunhyuk ngambek seperti ini.

Kedua namja itu langsung menuju rumah Donghae. Sesampainya didepan rumah Donghae. Eunhyuk mematikan mesin mobilnya. Keduanya masuk kedalam rumah yang semuanya bernuansa putih. Eunhyuk selalu mengejek Donghae buta warna karena hampir semuanya yang ada di rumah Donghae bewarna putih. Bahkan sabunnya pun bewarna putih.

“Putih sekali rumah mu. Ditergen apa yang kau gunakan untuk mencuci rumah mu ini.” puji Eunhyuk yang bermaksud mengejek.

“Kau selalu mengatakan itu saat datang kerumahku” balas Donghae.

Keduanya menghabiskan malam dengan menonton sepak bola ditemani sebotol wine dan potato chips.

Kembali ke club, Minho berusaha membopong tubuh Kai yang sudah setengah K.O karena terlalu lelah menari dan terlalu banyak meminum alcohol. Sedang Taeyeon membopong tubuh Yoona yang nasibnya sama dengan Kai. Keduanya berjalan dalam diam. Taeyeon masih memikirkan dua namja yang mengaku sebagai lifesavernya. Sedang Minho, ia tak tau harus berbicara apa dengan Taeyeon.

Hyung.. kau mau membawa ku kemana?” tanya kai dengan mabuk.

“Pulang” balas Minho.

Shireo. Kita ke Love Hotel saja.” Balas Kai asal.

Taeyeon langsung menatap Minho dan Kai dengan mata terbuka lebar. Love Hotel. Okey. Ia menganggap Minho dan Kai sangat tidak waras. Mungkin mereka mempunyai hubungan khusus.

“Eii jangan asal bicara.” Tangan Minho langsung mencubit pinggang Kai.

“Aww Hyung jangan cubit cubit” Kai yang mabuk membalas ucapan Minho dengan nada manja.

Sekali lagi, Taeyeon memandang Minho dan Kai. Kali ini ia dengan cepat membopong Yoona pulang Boarding House. Entah mengapa mendengar Kai dan Minho yang tidak normal membuat bulu kuduknya berdiri. Hari ini benar benar aneh baginya.

“Taeyeon –ssi ini tidak seperti yang kau pikir!” teriak Minho saat melihat Taeyeon berjalan lebih cepat darinya.

Hyung.. jangan tinggalkan aku!” Kai langsung memeluk Minho seperti Koala yang menempel di Pohon.

“Taeyeon –ssi tunggu aku” ucap Minho.

Saat Taeyeon membalikan badannya, matanya mendapati Kai yang asik memeluk Minho. Dan itu menyeramkan. Ia segera berjalan lebih cepat lagi agar dapat menjaga jarak dengan kedua namja yang sedang asik berduaan itu.

***

Saat matahari mulai muncul dari persembunyiannya, Changmin juga muncul dari balik selimutnya. Senyum diwajahnya tak bisa ia sembunyikan. Bukan hanya bibirnya yang tersenyum, hatinya juga ikut tersenyum. Jessica, Jessica Jessica hanya nama itu yang ada didalam otaknya. Hari ini ia akan makan bersama dengan Jessica walau dengan alibi Food Tester.

“Jessica Jessica Jessica Jessica Jessica” desis Changmin sambil mengeringkan rambutnya yang basah.

Ia memandang wajahnya cermin.

“Shim Changmin, kau sudah tampan.” Ucapnya, memuji dirinya sendiri.

Segera ia keluar dan membuka lemari yang ada didalam kamar. Memerlukan waktu lama sampai ia menemukan pakaian yang cocok untuk ia kenakan hari ini. Ia tak mau terlihat murahan saat bertemu dengan Jessica. Ia memilih untuk mengenakan kemeja merah maroon dengan celana abu – abu. Menyempurnakan penampilannya ia menggunakan parfume kesukaannya.

“I love you baby and its quite alright~ I need you baby to warm my lonely night” Sambil menuju mobil Changmin tak ada hentinya menyanyikan lagu bernuansa jatuh cinta.

Sesampai di Lumiere, ia berubah menjadi namja yang berbeda dari biasanya. Biasanya ia sangat menjaga imagenya dengan berlaku dingin. Hari ini dia menyapa orang orang yang ia jumpai. Semua orang tanpa terkucali. Saat bertemu dengan Kyuhyun di lobby hotel, ia kembali bernyanyi.

Because I’m happy~ clap along if you feel like a room without a roof ~ because I’m happy~” nyanyi Changmin sambil merangkul pundak Kyuhyun.

“Berehentilah membuat gendang telingaku pecah.” Kata Kyuhyun sambil menutup mulut Changmin dengan kedua tangannya.

Annyeong!” sapa Sungmin dengan nada imut.

“Because im happy~” Changmin menyingkirkan tangan Kyuhyun dan lanjut bernyanyi.

“Dia gila?” tanya Sungmin pada Kyuhyun.

“Tidak waras.” Jawab Kyuhyun.

Didalam lift mereka berdua, Sungmin dan Kyuhyun harus menahan hati mereka agar tidak marah pada Changmin yang terus terusan bernyanyi dengan suara keras. Sampai di lantai 17 Changmin masih bernyanyi, sekarang ditambah dengan tarian tarian tak jelas membuat Sungmin dan Kyuhyun terbengong bengong.

“Dia salah minum obat atau kelebihan vitamin?” tanya Sungmin.

“Mungkin kemarin dia suntik rabies” balas Kyuhyun.

Kyuhyun segera menuju ruangannya. Ia menyalakan computernya lalu membaca proposal Lauching Brand milik Jessica. Wajahnya yang awalnya penasana sekarang berubah menjadi datar melihat tema acara itu.

“Jessica, dia benar benar tidak berubah.” Ucap Kyuhyun.

Tema acara itu adalah Pink Fairytale. Jessica sangat tegila gila dengan warna pink dan cerita cerita dongeng Fairytale. Entah kenapa, Kyuhyun punya perasaan buruk dengan tema ini. Ia baca halaman berikutnya. Bingo! Dress code acara itu adalah pink. Pink adalah warna yang sangat Kyuhyun benci.

“Kyu ada apa? Wajah mu pucat sekali seperti melihat hantu.” Sungmin tiba tiba muncul di ruangan Kyuhyun.

Hyung. Kenapa harus Pink?” tanya Kyuhyun

“Pasti Jessica.” Tebak Sungmin.

“Semua disini harus pink. Panggung pink. Balloon pink. Dresscode pink. Taplak meja pink. Tidak ada warna lain kah?” Kyuhyun terlihat sangat frustasi dengan apa yang diinginkan Jessica.

“Sudah lah. Kau ini seperti tidak tau Jessica saja. Ah, setelah makan siang nanti aku harus ke airport menjemput my princess. Kau mau ikut?” tanya Sungmin.

“Kau mau menjadikan aku nyamuk diantara kau dan Tiffany huh?”

“Eii aku hanya bercanda jangan marah Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun menghela nafas panjang. Pink Pink Pink hanya itu yang ada di otaknya. Entah mengapa Kyuhyun punya rasa tidak suka dengan warna itu. Ia berusaha sebisa mungkin tidak menggunakan warna pink dalam hidupnya.

Telephone diruangan Kyuhyun berering. Segera si pemilik ruangan mengangkatnya. Seorang receptionist memberi tau Kyuhyun bahwa Jessica telah sampai untuk Food Tester. Ah ia baru ingat, sahabatnya akan menghabiskan hari ini dengan Jessica di restaurant. Hanya berdua. Kyuhyun menghampiri Changmin yang sedang asik merapikan pakaian didalam ruangannya.

“Hey bodoh. Your princess sudah menunggu dibawah” ucap Kyuhyun.

Jinjja? Hyung eotteoke? Bagaimana penampilan ku?” tanya Changmin.

“Hmm biasa saja.”

“Kau sama sekali tidak membantu ku.” Ucap Changmin yang langsung meninggalkan Kyuhyun diruangannya.

Didalam Lift sekali lagi Changmin merapikan penampilannya. Dari ujung rambut hinga ujung kaki. Ia berusaha sebisa mungkin Jessica memuji penampilannya hari ini. Saat lift terbuka, terlihat seorang yeoja yang nampak seperti malaikat dimata Changmin. Ia hampir saja lupa bernafas saat melihat yeoja itu. Jessica duduk di salah satu sofa tempat para tamu duduk duduk membuang waktu di lobby.

Annyeong” sapa Changmin.

“Ah.. oppa mian aku terlalu sibuk membaca majalah jadi tidak sadar kau sudah datang.”

Gwaenchana Sica. Bagaimana kalau kita langsung ke restaurant?” tanya Changmin.

“hmm ok”

Jessica dan Changmin langsung menuju Restaurant hotel Lumiere. Restaurant itu bernuansa vintage. Banyak barang barang antik dipamerkan disana. Designnya pun terlihat seperti sedang makan di masa yang berbeda. Changmin memilihkan tempat yang strategis. Di ujung dekat kaca dengan pemandangan taman dengan air mancur ditengahnya. Hotel Lumiere adalah salah satu hotel terbesar dengan fasilitas terkomplit di Korea. Berada di pinggir kota Seoul dengan lahan yang sangat luas.

Oppa, menurut mu makan apa yang cocok dengan tema Fairytale?” tanya Jessica.

“hmm.. bagaimana kalau japanese sushi and sashimi? Sepertinya cocok.” Usul Changmin.

“Pasta! Burger! Yang jelas harus ada cakenya” lanjut Jessica.

Aigo.. uri Sica terlihat kelaparan sekali.” Changmin spontan mengacak acak rambut Jessica dengan tangan kanannya.

Oppa, bisakah kau keluarkan food testernya sekarang? Aku lapar.”

Changmin memanggil pelayan yang berjaga. Ia menunjuk beberapa makanan yang ada didalam menu. Jessica hanya memandanganya dangan wajah ingin mengatakan ‘Dia keren’ tapi jika ia memujinya seperti itu maka Changmin akan menjadi namja dengan tingkat kepercayaan diri tinggi setinggi – tingginya.

“Ah oppa! Nanti siapa yang akan mendesign stage ku?” tanya Jessica mencari topic pembicaraan dengan Changmin.

“Biasanya kita bekerjasama dengan perusahaan arsitektur Lee Property. Mereka biasanya yang mendesign panggung dan ruangan itu.” Balas Changmin.

“Ah.. Lee Property.”

Mereka terhening. Changmin sama sekali tidak dapat memandang Jessica. Ia takut ia lupa bernafas dan kehilangan akal sehatnya. Wangi parfume yang digunakan Jessica sukses membuat Changmin menjadi kecanduan. Mata Jessica terlihat bersinar bagai bintang bintang di langit. Kecanggungan it uterus berlanjut sampai makanan yang Changmin keluar dan disajikan di meja mereka.

“Kau mau memberikan food tester atau memberi makan 1 kampung? Ini banyak sekali” ucap Jessica.

“Burger, Sushi Sashimi, Fettucini Carbonara, Lasagna, Dimsum, Macaroons rasa sakura, rose caramel dan chocolate. Anggap saja aku sedang berbaik hati.”

Jessica mengedip ngedipkan matanya, ia tak percaya Changmin punya obsesi membuat berat tubuhnya bertambah. Dia, Changmin benar benar membuat Jessica terkesima. Dengan perlahan Jessica mencicipi satu persatu makanan yang tersaji. Sambil mengomentari atau memuji makanan yang ada tersedia Jessica dan Changmin menikmati makan siang semi romantis.

Sedangkan ada seorang namja yang mati kelaparan diatas. Ia tak mempunyai niat keluar dari ruangan. Ia sadar hanya dia yang tak mempunyai pasangan. Ini semua karena ia sangat tidak bisa berbaur dengan yeoja. Cho Kyuhyun merasa ada yang berteriak teriak didalam perutnya. SOS. Ia harus makan, tetapi tak ada yang menemaninya makan. Sungmin menjemput Tiffany dan Changmin sedang asik berduaan dengan Jessica. Terpaksa demi kelancaran hidupnya Kyuhyun berjalan keluar dari ruangan dan keluar dari Lumiere untuk mencari asupan gizi bagi tubuhnya.

Ia mengendari mobilnya menuju sebuah restaurant Jepang. Ia duduk di depan sushi bar. Dipesannya segelas ocha dingin. Tangannya mengambil piring piring sushi yang bergerak didepannya. Favoritenya adalah salmon. Apa saja yang berhubungan dengan salmon pasti akan habis dimakan olehnya. Dikanan dan dikirinya penuh dengan pasangan yang asik bemersaan. Menyadari hanya ia sendiri yang makan tanpa pasangan, ia segera menghabiskan makan yang ia ambil.

Nahonja..” ucapnya.

“Menjijikan” ucapnya lagi saat melihat sepasang pasangan sedang asik saling menyuapi.

“Apa salah ku hari ini..”

Segera ia membayar makanan dan semua yang ia pesan. Dengan langkah terburu – buru ia keluar dari restaurant itu. Entah ia sama sekali tidak punya niat untuk kembali ke Lumiere cepat – cepat. Sebentar ia berjalan ke sebuah taman didekat restaurant itu.

Di taman itu kembali ia dijumpai beberapa pasangan yang asik bemesraan didepan matanya. Keputusannya menuju taman membuatnya seperti mencari penyakit. Segera ia keluar dari taman itu, kembali ke mobilnya. Tak sengaja ia menyenggol seorang yeoja yang sibuk memperhatikan map yang ia bawa. Karena senggolan Kyuhyun, map map yang dibawa oleh sang yeoja jatuh berserakan di trotoar jalan. Sigap Kyuhyun langsng mengambil map map itu.

“Mian” ucap Kyuhyun sambil mengambil map map itu.

“Ne gwaenchana.” Ucap yeoja itu yang juga mengambil map mapnya yang jatuh .

Setelah ia mengumpulkan mapnya yang jatuh, yeoja itu memasukan map mapnya didalam tasnya yang berukuran besar. Ia terlihat sangat terburu buru seperti dikejar oleh bomb waktu. Sambil berjalan menuju mobil Kyuhyun masih memperhatikan yeoja itu. Saat Kyuhyun sampai didepan mobilnya, yeoja itu berniat menyebrang jalan ditempat yang taka da lampu lalu lintasnya sama sekali. Terlalu sibuk melihat jam di tangannya, yeoja itu tak memperhatikan jalan kanan maupun kirinya. Tak disangka ada sebuah mini bus yang berjalan denga sedikit cepat ke arahnya. Kyuhyun yang menyadari kehadiran mini bus itu langsung berlari ke arah yeoja tadi

TIINNN TIINN

Mini bus itu mengklakson yeoja itu. Dan akhirnya yeoja itu menyadari kehadiran mini bus yang melaju ke arahnya. Ia hanya berdiri ditempat seakan pasrah melihat mini bus yang akan menabraknya. Tak lama ia merasakan ada tangan yang menggapai pundaknya dan menariknya kembali ke trotoar. Tarikan itu membuat yeoja itu tak stabil dan membuat keduanya jatuh ke jalan dekat trotoar.

Kyuhyun menelong yeoja itu. Ini pertama kalinya Kyuhyun menolong orang. Ia bahkan tak tau apa yang merasuki dirinya hingga menolong yeoja itu. Sekarang ia merasakan rasa sakit di jari telujuk dan jari manisnya. Bukan hanya sakit ia tak bisa menggerakan kedua jarinya itu.Yeoja itu tidak apa apa tak ada luka sedikit pun. Ia sangat takut orang yang menolongnya terluka, ia langsung terkena virus panik tiba tiba.

Gwaenchana yo?” tanya Yoona

Ne Gwaenchana. Kau buru burukan? Pergilah” ucap Kyuhyun sambil menutupi tangan kirinya.

Aniyo, kau benar benar tidak apa apa?” tanya yeoja itu.

Ne, aku tidak apa apa. Kau mau kemana? Apa perlu tumpangan?” ucap Kyuhyun.

“Lumiere Hotel. Aku tidak mau menyusahkan mu.” Ucap yeoja itu.

Kyuhyun seketika tersenyum hambar mendengar tujuan yeoja itu. Lumiere? Bukan kah ia pemilik hotel itu? Dan itu adalah tujuannya. Segera ia berdiri dari duduknya.

“Aku juga dalam perjalanan kesana. Sudah lah jangan menolak.” Kyuhyun segera mengajak yeoja itu ke mobilnya.

Didalam mobil Kyuhyun berusaha sebisa mungkin menahan rasa sakit di kedua jarinya. Tidak lucu jika ia terlihat lemah setelah berlaga cool didepan yeoja yang duduk disampinya saat ini. Dalam perjalanan yeoja itu hanya diam saja, taka da satu kata pun yang keluar dari mulutnya.

Agassi, kalau boleh tau kau mau apa ke Lumiere?” tanya Kyuhyun.

“Ah, aku sedang mencari pekerjaan. Tadi aku membaca Koran disana sedang membuka lowongan pekerjaan.” Ucap yeoja itu.

“Ah.. omong omong aku Cho Kyuhyun”

“Im Yoona imnida.”

“Semoga kau beruntung dan diterima di Lumiere.” Ucap Kyuhyun

“Ne, kamsahamnida” balas Yoona.

Sampailah mobil Kyuhyun di lobby hotel tersebut. Yoona segera turun di Lobby sedang Kyuhyun memutuskan untuk pergi kerumah sakit. Ia sudah tak bisa melakukan sandiwara bahwa ia tidak apa apa.

“Cho Kyuhyun –ssi kamsahamnida.” Ucap Yoona

Seturunnya Yoona dari mobil Kyuhyun, namja itu segera berteriak sesuka hatinya. Ia manuju rumah sakit terdekat agar mendapat penangan segera, setidaknya ia mendapatkan pain killer dahulu.

Setelah melewati beberapa proses pemeriksaan, diputuskan bahwa tulang keua jari Kyuhyun tergeser. Dan harus di perban selama satu bulan. Karena ia kesakitan, dokter menganjurkannya untuk beristirahat di rumah sakit selama 1 hari. Ia pun menghabiskan harinya di rumah sakit. Merasa bosan didalam kamar rumah sakit, ia berusaha mengerjai kedua sahabatnya yang asik berdua dengan princess mereka.

“Changmin ah~ aku kecelakaan kata dokter aku harus dioprasi segera, aku tak tau lagi harus menelphone siapa”

MWO??” Di restaurant Lumiere, Changmin langsung kaget dan berdiri dari duduknya. Jessica memandang Changmin yang terlihat pucat dan kaget. “Cho Kyuhyun, kau dirumah sakit mana sekarang?”

“Sam il Hospital kamar 302”

Kyuhyun segera mematikan telphonenya karena tak bisa menahan tawa. Target pertama sukses. Ia beralih menuju target keduanya. Ia masukan beberapa nomer yang ia hafal.

“Sungmin hyung.. eodiga?” tanya Kyuhyun dengan suara lemas yang dibuat buat.

“Jalan dekat Lumiere bersama Tiffany. Waeyo Kyu?” tanya Sungmin.

Hyung.. aku tak tau lagi harus menelphone siapa. Aku mengalami kecelakaan dokter bilang ada pendarah dalam dan harus oprasi secepatnya. Hyung aku takut” Kali ini suara Kyuhyun benar benar terdengar menjijikan.

Di jalan Sungmin langsung menginjak rem mobilnya. Raut wajahnya benar benar terlihat sangat kawatir. Tiffany yang duduk disampingnya ikut kawatir karena hampir saja Sungmin mencoba membunuhnya dengan menginjak rem mendadak.

“Kyu, kau dirumah sakit apa sekarang?” tanya Sungmin.

“Sam il hospital kamar 302”

“Tunggu aku segera kesana”

Kyuhyun kembali tertawa lepas. Entah ia senang sekali mengerjai dua sahabatnya yang tega meninggalkannya sendirian hari ini. Ia mengatur nafas, ia tak boleh terlihat bahagia. Mengingat Lumiere dengan rumah sakit yang ia sebutkan tadi tidak jauh, pasti Changmin dan Sungmin sudah dekat.

Di lobby Changmin yang datang bersama dengan Jessica berpapasan dengan Sungmin yang datang bersama dengan Tiffany. Mereka berempat langsung menuju kamar yang disebutkan Kyuhyun. Saat pintu terbuka, mereka mendapati orang yang satu badannya tertutup selimut dengan tangan lemas yang keluar selimut.

Hyung kau sudah mati?” tanya Changmin. “Kita terlambat Sungmin hyung” Changmin langsung memeluk Sungmin disampingnya.

Entah Changmin langsung menangis di pundak Sungmin. Dan Sungmin langsung menepuk nepuk punggung Changmin. menenangkan Changmin. Tiffany ikut menangkan Changmin dan Sungmin. Jessica dengan langkah berani mendekati Kyuhyun yang dianggap sudah mati oleh ketiga manusia itu. Tangannya langsung membuka selimut itu.

“YA! Cho Kyuhyun bangun! Bangun atau ku perkosa.” ucap Jessica dengan nada sadis.

Changmin Tiffany dan Sungmin langsung memandang Jessica. Tak lama Kyuhyun segera bangun dan tertawa lepas. Ia segera menertawai Changmin yang menangisinya. Sungmin langsung melepas sepatunya lalu melemparnya kea rah Kyuhyun tapi ia berhasil menghindar.

“Cho Kyuhyun mati kau!” Changmin dan Sungmin segera menjambaki rambut Kyuhyun.

“Sica, memangnya actingku jelek?” tanya Kyuhyun.

Aniyo. Kau baru saja menelpon Changmin tak mungkin kau langsung mati secepat itu.” Ucap Jessica.

Annyeong Fany~” sapa Kyuhyun.

Oppa, kau kejam sekali. Aku kira kau mati disaat aku kembali. ke Korea.”

Kelima kawan lama itu reuni dadakan dirumah sakit. Setidaknya Kyuhyun berhasil mengerjai kedua sahabatnya. Kyuhyun pun menjelaskan apa yang terjadi pada ke empat saudaranya. Mereka berkumpul membicaran hal penting hingga tidak penting, melepaskan rasa rindu.

***

Kali ini, hanya ada senyuman tak ada lagi murung di wajah. Yoona pulang ke boarding house dengan perasaan bahagia. Ia diterima menjadi pegawai Lumiere. Walau hanya menjadi salah satu housekeeping. Setidaknya ia punya pekerjaan lagi. Sesampainya di boarding house, ia mendapati Taeyeon yang asik dengan laptopnya.

“Yoona –ssi bagaimana diterima?” tanya Taeyeon.

Oo! Aku diterima. Kau bagaimana sudah mendapatkan pekerjaan yang cocok?” tanya Yoona.

“Belum. Sepertinya aku menikah saja. Cari suami jutawan, hidup bahagia.”

“Kau ini, baru seperti itu menyerah. Kenapa tidak mencoba menjadi photographer saja?” ucap Yoona. “Didekat sini ada studio foto namanya Silver Sea kau lurus saja bertemu perempatan belok kekanan disana sudah terlihat gedungnya.”

Taeyeon segera mengambil camera miliknya dan berjalan menuju Studio foto Silver Sea meninggalkan Yoona seorang diri di boarding house. Ia tak berharap banyak. Mungkin ia tak akan diterima, mengingat sepertinya kemampuan fotonya tak sebagus fotographer handal lainnya. Tetapi apa salahnya dicoba.

Saat menemukan studio foto itu segera masuk kedalam. Pertama ia disambut oleh seorang yeoja cantik.

“Apa disini membutuhkan photographer?” tanya Taeyeon malu malu.

“Mau melamar kerja?”

“Ah ne..”

“Mari saya antar ke pemilik studio ini.”

Ia diantar menuju sebuah ruangan yang berada dilantai dua. Studio ini besar, dan terlihat sangat bagus. Hasil hasil foto sang pemilik dipasang di dinding studio itu. Matanya tertuju pada suatu foto yang berada di dinding tangga studio. Ia berhenti seakan terkesima dengan sebuah foto yang menunjukan Langit dan lautan. Fotoitu terlihat menenangkan seperti sedang berada dipulau pribadi.

“Itu hasil foto pemilik studio ini, Lee Hyukjae” ucap yeoja itu.

“Ahh.. ia pasti professional” puji Taeyeon.

Yeoja itu hanya tersenyum lalu langsung menunjukan ruangan tersebut. Ia menyuruh Taeyeon menunggu diluar sebentar. Tak lama Taeyeon langsung dipersilahkan masuk kedalam. Ini pertama kalinya Taeyeon melamar kerja. Jantungnya berdebar sangat kencang ia ambil nafas dalam dalam.

Annyeonghaseyo” sapa Taeyeon.

“Ne, kau yang mau melamar kerja?” tanya seorang namja berpakaian modis yang sedang asik memperhatikan layar cameranya.

“Ne..”

Akhirnya nama itu memandang Taeyeon. Hening. Rasanya ada peluru yang masuk kedalam tubuh Taeyeon, menusuk ke paru parunya sehingga ia tak bisa bernafas lagi.

“Kau yang kemarin malam kan? Yaaa!!!” teriak orang itu.

Oh my gosh.. dosa apa aku?” desis Taeyeon.

“Kim Taeyeon right?” ucap namja itu lagi.

Namja itu adalah salah satu orang yang dari dua orang yang ia lihat pertama kali saat ia bangun dari pingsan. Ia melarikan diri dari namja ini karena menurutnya ia adalah orang jahat.

“Ne, Kim Taeyeon imnida.”

“Baiklah, lupakan kejadian semalam. Kau mau melamar menjadi photographer? Berikan aku sample fotomu.” Ucap Eunhyuk atau Lee Hyukjae pemilik studio Silver Sea

Perlahan Taeyeon menyalakan camera kesayangannya. Ia mencari cari foto yang layak untuk ia perlihatka kepada Eunhyuk. Saat menemukan foto foto yang tepat ia berikan camera itu pada Eunhyuk. Dengan teliti Eunhyuk melihat lihat hasil foto Taeyeon. Karena kawatir Eunhyuk tak akan menyukai foto fotonya ia menggigit bibir bawahnya.

“Ok, kau bisa bekerja disini. Besok bantu aku memfoto produk jam 9 pagi jangan telat.”

“Kalau gajinya…”

“Aishh kau baru diterima sudah menanyakan gaji. Tenang saja kalau itu, kau inikan photographer pasti lebih tingga dari pada orang yang menantar mu kesini.”

Ne kamsahamnida.”

Sekeluarnya Taeyeon dari ruangan itu, Eunhyuk segera merapikan penampilannya. Ia berusaha sebisa mungkin tampil menarik dan tampan. Eunhyuk keluar dari ruangan dengan membawa tas cameranya. Ia berjalan menuju mobilnya yang terparkir didepan. Mobil kuning kesayangannya. Ia segera menyalakan mobilnya dan berjalan menuju sebuah gedung pencakar langit. Dengan lift ia naik menuju lantai paling atas dan setelah itu menaiki tangga menuju rooftop gedung tersebut. Dari sana ia bisa melihat Seoul secara keseluruhan.

Diatas Eunhyuk mempersiapkan cameranya. Ia cari angel paling bagus itu di photo.

~Hey Mamacita naega ayayayayay~

Handphone Eunhyuk berbunyi. Semua konsentrasinya hilang ditelan bumi. Sebuah nama yang sangat tidak ia harapkan muncul di handphonenya.

Waeyo Lee Donghae? Kau selalu mengganggu ku saat aku menjalankan hobby ku.” Ucap Eunhyuk.

“Kau dimana?”

“101 Building. Wae?”

“Jadi monyet gila yang sedang bergelantungan di rooftop itu kau. HAHAHA” ejek Donghae.

Eunhyuk melihat kanan kiri. Mencari keberadaan sahabatnya yang dapat mengetahui apa yang sedang ia lakukan saat ini. Tak lupa ia melihat langi, siapa tau ia sedang meninjau lahan untuk dibangun gedung.

“Ternyata benar kau sedang di rooftop. Aku hanya menebak tadi. Hyukjae, temani aku menjenguk anak pemilik Lumiere Hotel.” Pinta Donghae.

“Kenapa aku harus ikut? Aku bahkan tidak mengenalnya.”

“Aku tidak percaya diri menemuinya. Kau tau gossipnya dia sangat tampan. Ayolah ini masalah harga diri.” Ucap Donghae.

Akhirnya, karena rasa sayang Eunhyuk pada Donghae melebihi tingginya gedung ini ia mengiyakan semua permintaan Donghae. Eunhyuk selalu mengiyakan semua perkataan Donghae walaupun apa yang Donghae minta terkadang diluar akal sehat. Ia segra memberskan peralatan photonya, ia tak jadi menjalankan hobbynya.

Mobil kuning kesayangannya langsung ia nyalakan dan gunakan untuk menuju Sam il Hospital. Donghae langsung mengajaknya bertemu disana. Disana Donghae sudah menunggunya sambil membawa sebuah box kecil berisi cake coklat. Ia berdiri seperti sedang menunggu kehadiran kekasihnya, padahal pada kenyataannya yang ia tunggu adalah Eunhyuk sahabatnya.

“Yo!” Sapa Eunhyuk.

“Ya monyet gila! Bagaimana penampilan ku? Tampan?” tanya Donghae.

“Kau selalu tampan. Kau ini kenapa sih? Kalau dia lebih tampan dari mu terima saja.”

“Dengar, di sebuah situs ada yang membandingkan ku dengan Cho Kyuhyun sebagai pemimpin perusahaan tertampan. Kau tau kan rasanya bertemu rival?”

“Sepertinya aku tau kenapa Yuri meninggalkan mu untuk orang lain” ucap Eunhyuk.

“Aish aku sedang berusaha melupakannya kau malah membahasnya. Sudahlah ayo!”

Keduanya naik ke lantai 3 tempat dimana Cho Kyuhyun anak pemilik Lumiere Hotel dirawat. Ia mencari cari nomer kamar yang tepat 302. Saat mendapatka nomer kamar yang tepat. Donghae membuka pintu dengan perlaha. Didapatinya Cho Kyuhyun dan beberapa teman temannya yang sedang asik berbincang.

“Kau, Lee Donghae kan? CEO Lee Property.” ucap salah satu dari mereka.

“Ne, aku dengar Manager hotel Lumiere mengalami kecelakaan.” Ucap Donghae.

Aigo tidak usah repot repot menengoku. Ah.. Ngomong ngomong Lee Property kan? Tadi aku ingin ke kantor mu untuk meminta bantuan membuat stage untuk nona Jessica Jung ini.” Ucap Kyuhyun.

Saat nama Jessica Jung muncul di percakapan itu, Eunhyuk yang semula tidak ikut masuk kedalam tiba tba saja masuk dan mencari pemilik nama ‘Jessica Jung’. Dan disana ia dapatkan seorang yeoja yang berhasil membuat dirinya candu dengan segala sesuatu yang ada padanya.

“Eunhyuk –ssi kau sedang apa disini?” Jessica terkejut melihat Eunhyuk yang tiba tiba masuk ke dalam ruang rawat Kyuhyun.

“Jess kau mengenalnya?” tanya namja tinggi yang berdiri disamping Jessica.

“Hmm.. Dia Lee Hyukjae anak teman eomma ku yang dijodohkan dengan ku.” Jawab Jessica.

Kyuhyun, dan teman temannya sebut saja Sungmin, Tiffany, Changmin serta Donghae membuka mulut mereka secara bersamaan mendengar penjelasan dari Jessica.

TBC

Hai. Sebenernya, FF ini udah 3 part. Jadi agak cepet publish nya. Hmm gimana ya ngomongnya. Agak kecewa sih soalnya udah ga serame dulu kayaknya. Tapi aku janji namatin FF ini.😀 Dan satu lagi please jangan pasif atau silent reader kalau menurut kalian FF aku jelek juju raja, kritik dan saran bilang aja.😀 aku terima semua keluhan kalian dengan lapang dada. Thanks😀


11 thoughts on “WHISPER [ PART 2 ]

  1. hahaha..seru kok thor.
    apa ini pairingnya taeng ama hae oppa??kalau iya wooaaa..Suka banget..
    lanjut terus ne authornim..HWAITING!!

    Like

  2. annyeong, baru baca ff ini… dan readers baru disini😀
    aku suka cerita ini, soal nya ada Yoona sama Taeyeon dan Irene.
    Ditunggu lanjutannya ya😀 maaf di part satu aku ga ngirim komentar😀

    ditunggu next chapternya ya author!!^^~~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s