Perfect Bullet [File No.1;Case No.1] : Adam and Eve I


Perfect Bullet

 

 

Author Kuro. Story Direction ShiroCatPaw. Story Line Kuro. Title by ShiroCatPaw

 

.16 Years Ago.

[2019 Cold War IU Against AAS]

 

Report :                                                                                                                                           

“21 Juni 2019 adalah awal mula segalanya, IU (Internasional Universe) yang mulai gerah dengan pemerintah. IU yang menentang segala bentuk rupa RUU baru yang dikeluarkan pemerintah dan tak segan menyatakan perang kepada seluruh dunia atas RUU baru tersebut mulai membuat kepanikan global. Mereka berjanji akan menembakan nuklir keseluruh negara yang mendukung RUU baru.”

 

“01 Juli 2019 pemerintah disetiap negara didunia yang mendukung RUU baru mulai menyerang balik dengan membentuk AAS (Assault Association of Student) sebuah badan intelegen negara yang setera dengan S.W.A.T dan FBI, namun semua anggota AAS adalah anak sekolah dengan umur dibawah 20 tahun.”

 

“16 September 2019 proyek yang bersampingan dengan AAS dijalankan

proyek yang menggunakan anak-anak berkemampuan khusus dari AAS untuk menjadi kesatuan elit baris depan AAS.”

 

“23 November 2019 proyek tersebut mengalami kegagalan sebesar 120% dan ditemukannya percobaan kepada tubuh manusia yang termasuk ilegal serta peniliti akan mendapat hukuman berat. Pemerintah menutup proyek tersebut, tapi masih ada kemungkinan proyek tersebut berlanjut. AAS kembali menjadi penyerang garis depan.”

 

“24 Desember 2019 perang dingin antara IU dan AAS akhirnya pecah. Seluruh dunia dilanda kegelapan yang tiada akhir. Banyak jatuh korban dari kedua belah pihak maupun warga sipil. Perang yang mirip dan bisa dibilang ‘World War III’ atau mereka menyebutnya ‘Lost Christmas’.”

 

.1 Years After ‘Lost Christmas’

 

Dunia masih saja gelap, awan gelap masih menutupi langit. Tak ada cahaya matahari yang masuk. Tuhan sudah mengutuk dunia ini dan juga manusia yang tinggal didalamnya. Inikah hukuman untuk umat manusia dari Ilahi?

 

Seorang anak laki-laki sedang menggali puing-puing bangunan, entah apa yang dia cari dia menggali dengan tangan kosong sehingga kulit tangganya terkelupas dan menyebabkan luka yang terlihat begitu perih. Bukan hanya tangan tapi hati dan pikirannya.

 

Sudah berapa lama anak itu menggali? Tidak ada yang tau. Apa yang ia cari? Mungkin teman atau anggota keluarganya yang terkubur dalam puing-puing tersebut. Dia menggali dengan penuh harapan, harapan bukan hanya dia yang selamat.

 

………… “Kumohon…” …………… “Tuhan!” ………..

 

Pandangannya mulai kabur, tubuhnya melemah. Tubuh kecil yang dipenuhi luka itu akhirnya ambruk. Dia sudah pasrah akan keadaanya, dia akan mati menyusul seluruh anggota keluarganya yang lain dan juga teman-temannya.

 

……… “Syukurlah! Syukurlah.” ………

 

Tunggu! Ada suara, dan juga bayangan seseorang yang mendekati anak itu. Apa itu malaikat? Sepertinya bukan. Anak itu sudah tak sadarkan diri, disampingnya ada seorang laki-laki yang sama-sama mengalami luka yang cukup berat.

 

…… “Kumohon…..Selamatlah!” …….

 

Suara bising itu membangunkannya, saat ia sudah sadarkan diri dia hanya bisa melihaW
haya menyilaukan dari lampu-lampu diruang oprasi, dengan melihat dokter dan suster yang begitu panik.

 

“Dokter! Pasien sadarkan diri!” ………………. “Berikan dosis obat bius tambahkan 50mm dari yang sebelumnya.”

 

Kulitnya terasa dicubit kecil, dan kembali pandangannya kabur. Ia mulai tak sadarkan diri kembali. Seorang anak kecil yang selamat dari perang itu mengalami masa-masa kritis diruang UGD.

 

…….. “Kyu……Kyu……sadarlah…..Kyu…..kau harus tetap hidup….Kyu. Jadilah yang spesial. Kyu…..sadarlah……………….Kyuhyun. Ingatlah, kekuatanmu bukan untuk menyakiti tapi untuk melindungi.”

 

.15 Year Later.

[2031, Seoul South Korea. AAS High School & Military Academy]

 

Kalimat cetak miring adalah inner Kyuhyun. [Kyuhyun Side]

 

…… “Kyuhyun……Kyu………Kyu!……..Demi dewi perang Athena! Bangunlah! Kyu………..Cho Kyuhyun!”……..

 

Tak ada yang pernah memanggilku seperti itu. Cho….Kyuhyun. Hanya ada satu orang yang sering memanggilku seperti itu, orang itu adalah….. Choi Sooyoung. Gadis yang sekelas denganku dan satu angkatan di AAS.

 

“Berisik Soo, aku hanya butuh tidur yang nyenyak.” Laki-laki itu membuang muka dan kembali menuju alam tidurnya. “Dasar bodoh! Kenapa tidur lagi? kau pasti begadang bermain game lagikan? Dasar Kyuhyun, bodoh!” wanita itu mengupat persisi disamping Kyuhyun.

 

Kyuhyun kehilangan seleranya untuk tidur, “Baiklah, Baiklah. Aku memperhatikanmu, Soo. Orang yang memanggil orang lain bodoh adalah orang bodoh yang sebenernya.” Ujar Kyuhyun. Gadis bernama Sooyoung menggembungkan pipinya. Kesal.

 

“Oh yah, Kyu. Bagaimana keadaan ayahmu? Apa beliau baik-baik saja?” tanya Sooyoung, sepertinya dia berbasa-basi. “Appa….yah dia baik-baik saja. Sudah 2 bulan sejak dia keluar dari rumah sakit.” Jelas Kyuhyun.

 

Ayah…ku….ayahku yang asli sebenarnya sudah lama meninggal. Ayahku yang sekarang hanyalah ayah angkatku, dan namaku bukanlah lagi Cho Kyuhyun, Cho adalah margaku dulu. Sekarang aku harus mengikuti marga ayahku untuk menghormati beliau.

 

Beliaulah yang memberikanku kesempatan hidup untuk kedua kalinya. Dia yang menyelamatkanku, dia yang merawatku, dia yang memberiku makan, dia yang menyekolahkanku sampai sekarang. Namaku adalah Park Kyuhyun anak dari Park Jung Soo. Letnan Leeteuk dari kesatuan AAS divisi 3.

 

Sejauh ini hanya Sooyoung dan appa yang mengetahui nama asliku, Sooyoung dia adalah teman masa kecilku, yang sepertinya dia dan aku diberi kesempatan kedua untuk hidup. Sooyoung sekarang diasuh oleh keluarga Choi atau lebih tepatnya oleh pamannya Choi Siwon. Dokter Siwon dari kesatuan AAS divisi 3.

 

Dengan kata lain paman Soo dan ayahku adalah satu tim dan satu divisi. Divisi 3 sekarang sedang mengembangkan kembali proyek yang sempat terbengkalai. ‘Project Fairchild’ kembali berjalan atas dasar protocol dari pemerintah. Dan lagi, aku dan Soo adalah First dan Second Fairchild.

 

Kami adalah Fairchild pertama dan kedua, dengan julukan ‘Adam’ & ‘Eve’. Fairchild dengan takdir yang sudah terikat sejak mereka lahir, dengan kata lain Sooyoung adalah pasanganku, mau tidak mau, bersedia atau tidak. Masa depanku sudah terikat dengan dia.

 

Aku dan Soo tergabung dalam AAS divisi 3 wilayan Seoul, Korea Selatan. Sejak kami masuk AAS kami sudah menjadi partner. Aku masih ingat, wajah polos pertama saat aku bertemu lagi dengan gadis cerewet ini.

 

.10 Years Ago.

[2020 Seoul South Korea. AAS Academy]

 

Hari pertama sekolah untuk seorang Kyuhyun, dihari dimana dia mulai masuk dan belajar di AAS. Umurnya saat itu baru 7 tahun, pelatihan dasarlah yang akan ia terima dan juga menetapkan seorang partner untuknya.

 

“Anak-anak kita keadatangan teman baru. Ayo, kenalkan dirimu.”

 

Sonsengnim nyatanya tidak datang sendiri, bersamanya ada seorang anak perempuan yang terlihat malu-malu dan berdiri dibelakang sonsengnim. Itu adalah Sooyoung kecil yang baru pindah ke AAS Korea dari AAS Australia.

 

“Na-namaku Sooyoung, Choi Sooyoung. Sooyoung imnida. Mulai sekarang aku akan sekolah disini, ja-jadi mohon bantuannya.”

 

Terdengar beberapa sorak kecil dari anak-anak lain, “Sooyoung…Soo-chan? Ah Soo-chan. Apa kau ingat aku? Kyuhyun, Cho Kyuhyun.” Seorang anak laki-laki berdiri dari kurisnya.

 

“Kyu….hyun….Cho Kyuhyun….Kyu-kun? Ah….Kyu-kun….” Soo dengan perasaan senang waktu itu bertemu lagi dengan teman lamanya tak sengaja memeluk Kyuhyun didepan kelas.

 

“Ehem…baguslah Sooyoung sudah mendapatkan teman, dan juga partner.” Ujar Sonsengnim yang jelas membuat mereka berdua bingung. “Partner?” tanya mereka berdua.

 

“Yah, Kyuhyun sudah lama tidak memiliki partnerkan? Dan semua orang dikelas ini sudah memiliki partner, jadi partner mu adalah Sooyoung, Kyuhyun.” Jelas Sonsengnim dan terlihat ada raut senang diwajah Sooyoung.

 

“Partner bersama Kyu-kun…..ah, aku sangat beruntung.” Gadis itu tertawa dan tersenyum sangat lepas. Sudah lama rupanya.

 

[End Flashback]

 

Jadi begitulah, dan sekarang gadis ini menjadi partnerku lebih dari 10 tahun. Kami sudah seperti pacaran, kemana-mana selalu berdua. Tapi, aku bertanya-tanya apakah Soo….memiliki perasaan itu..? eh apa yang aku pikirkan? Sadar Kyuhyun, fokus…fokus.

 

“Nee….Kyu-kun, sudah pulang sekolah apa kau mau ke G-Cen bersamaku?” ajak Sooyoung. “Heh!? Bukannya sebentar lagi kita akan menghadapi ujian Ranking AAS? Apa kau sudah belajar? Kenapa malah ke Game Center. Dasar.” Jawab Kyuhyun.

 

“Ayolah! Kyu-kun, aku sudah lama tidak kesana, kata paman penjaga G-Cen ada game baru dan aku ingin mencobanya. Boleh? Boleh?” Sooyoung begitu antusias. Kyuhyun menghela nafas panjang, “Baiklah, Ayo kita G-Cen, tapi sebelum itu belikan aku just? Soo-chan….” ujar Kyuhyun.

 

[Skip Story, After School]

 

Kyuhyun masih berjalan bersama Sooyoung dan terjadi obrolan kecil diantara mereka. Sampai dipintu gerbang sekolah Kyuhyun mulai merasakan hal yang aneh dan ganjil. Kenapa suasana sekolah begitu sepi dijam pulang seperti ini?

 

Aim Shoot. Light Spoted When Sniper Aiming.

 

“Soo merunduk!” Kyuhyun dengan kasar menarik Sooyoung berlindung kearah tembok, ia melihatnya walau hanya sekelebat kecil. Yah cahaya yang dikeluarkan Sniper saat mereka melakukan Aim / Membidik target.

 

Tapi dimana? Dimana sumbernya? Dimana sniper itu? …….. “Soo, keluarkan senjatamu. Kita akan membalasnya.” Ujar Kyuhyun, berserta anggukan dari Soo. Mereka berdua mengeluarkan senjata mereka.

 

Seorang anggota AAS walaupun umurnya baru menginjak 15 tahun, mereka diwajibkan untuk membawa senjata kemana-kemana, layaknya seorang polisi. Walau AAS dilarang keras menembakan pistolnya kesesama AAS dan warga sipil.

 

Kyuhyun dan Sooyoung masih mencari. Dan……

 

“Disana!” Sekarang Sooyoung yang melihat sekelebat cahaya kecil namun sangat mudah ditemukan, hari mulai gelap. Sniper itu berada di lantai atas gedung sekolah mereka. Tapi bagaimana bisa? Seseorang menyusup ke AAS Academy? Bohongkan…

 

“Kyu-kun, ayo!” Sooyoung berlari memasuki gedung dengan melewati lapangan, terdengar beberapa kali tembakan mengarah kearah mereka, sniper itu ternyata menghujani mereka dengan peluru kaliber 50mm. 1200 RPM / Shoot.

 

Tak selang berapa lama mereka berdua sampai dilantai atas gedung sekolah mereka, mereka berpencar mencari sniper tersebut. Sampai pada akhirnya Kyuhyun mendengar teriakan dari Sooyoung.

 

“ahahaha! Bodoh…bodoh…bodoh sekali, kalian kira dengan berpencar bisa menemukanku? Kini gadis ini dalam bahaya, maju satu langkah akan ada satu lubung peluru dikepala gadis ini. Kyu….Hyun.”

 

Tunggu. Dia mengetahui namaku? Dia dia? Aku tidak bisa melihat wajahnya. Dia memakai topeng. Tapi Sooyoung, dia dalam bahaya. Apa yang harus aku lakukan? Ayah…..

 

“…..Kyu….Kyuhyun….kau spesial….”

 

Sudut pandang dan karakteristik Kyuhyun berubah dalam sekejap, pistolnya sudah ia buang dan lumayan jauh yang tersisa hanya beberapa jarum dengan racun yang ada disaku belakangnya. Ia harus memperhitungkan segalanya nyawa Sooyoung dipertaruhkan.

 

Kecepatan Peluru 120 Km/Jam dalam jarang seperti itu, Sooyoung akan langsung mati. Kecepatan lemparanku 200 km/jam, kecepatan angin 9 knot kearah timut. Ketipisan jarum 0.01 cm kecepatannya akan turun sebasar 34% didalam kondisi seperti ini.

 

Kalau begitu…..Trace : On.

 

Kyuhyun bersiap

 

 

Dia melemparkan 5 jarum kearah pria bertopeng itu, dengan setiap jarum memiliki perbedaan 0.2 detik dari setiap jarum yang dilempar. Jarum pertama mengenai target, pistol pria tersebut, jarum kedua syaraf tangan, jarum ketiga syaraf lengan, jarum keempat dan kelima pundak dan pembulu darah.

 

“Ah….yang ini baru sakit. Ah…ahaha….hebat! sangat hebat! Sangat luar biasa, Adam. Tidak kusangka julukan The First Adam  itu adalah benar. Aku tidak berencana untuk mati disini. Lain kali kita akan bertemu, dan hari itu akan menjadi hari terakhirmu. Ingat itu!”

 

Pria bertopeng itu melarikan diri dengan terjun dari gedung, dan menghilang. Kyuhyun berencana mengejarnya namun melihat keadaan Sooyoung ia harus membawanya segera kerumah sakit.

 

“Soo, bertahanlan!”

 

[AAS Hospital]

 

Sooyoung yang baru tiba dirumah sakit AAS langsung mendapat pertolongan pertama dan dilarikan ke ruang ICU. Walau jarum pertama berhasil mengenai pistol tersebut, tapi nyatanya pria itu berhasil melukai Sooyoung dibagian perutnya.

 

…… “Kumohon…!” ………… “Tuhan!” …………. “Seperti waktu itu, selamatkan Sooyoung.” ……..

 

Sudah berjam-jam Sooyoung di ICU. Namun dokter tak kunjung menyelesaikan pekerjaanya. Ayah Kyuhyun Park Jung Soo dan paman Sooyoung, Siwon jauh-jauh datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Sooyoung dan juga ada beberapa teman sekolah Sooyoung yang datang.

 

Tak selang berapa lama. Dokter yang mengurus Sooyoungpun keluar, Kyuhyunlah yang pertama mendekati dokter dan bertanya akan keadaan partnernya. Dengan wajah senang, dia mengatakan Sooyoung selamat walau keadaanya masih sangat lemah.

 

Luka diperutnya mungkin akan menyebabkan dia dirawat disini selama masa pemulihan. Dan sejak saat itu Sooyoung tidak masuk sekolah, setelah pulang sekolah Kyuhyun selalu menyempatkan diri menjenguk partnernya dan kadang mengajak Sooyoung keluar untuk jalan-jalan disekitar rumah sakit.

 

Seperti sekarang, mereka berdua tengah berjalan-jalan ditaman rumah sakit, walau Sooyoung harus menggunakan kursi roda, “Ne…Kyu-kun, apa besok Kyu-kun akan menjengukku lagi?” tanya Sooyoung tiba-tiba, “Yah, tentu saja. Ada apa?” Kyuhyun memberi pertanyaan kearah gadis itu.

 

“Bisakah Kyu-kun membelikanku Gin-chan ramen yang dekat stasiun? Kumohon.” jawab Seooyoung sambil memohon dengan tulus, “Apa perutmu sudah bisa menerima makanan? Baiklah, tapi aku akan menanyakannya kepada dokter terlebih dahulu.” Jawab Kyuhyun.

 

“Ah, Kyu-kun terima kasih.” Kembali Sooyoung senang dan tidak sengaja memeluk Kyuhyun, “Tapi sebagai gantinya kau harus sembuh total, dan kita akan pergi ke G-Cen seperti janji waktu itu, yah?” ujar Kyuhyun dengan anggukan dan Senyum dari Sooyoung.

 

“Baiklah sudah mau malam, kita kembali kekamarmu.” Ujar Kyuhyun kembali mendorong kursi roda Sooyoung kembali kerumah sakit, “Kyu-kun…..ada yang ingin aku tanyakan.” Kata Sooyoung saat mereka kembali masuk dan menuju kamar Sooyoung.

 

“Apa itu? Tanyakan saja.” jawab Kyuhyun, “Sudah 10 tahun kita menjadi partner, susah dan senang kita lalui bersama. Aku mengenal Kyu-kun lebih dari siapapun dan kau juga mengenalku lebih dari siapapun, tapi bagaimana Kyu-kun memandangku sebai Partner / teman masa kecil / seorang wanita?” tanya Sooyoung, tepat saat mereka tiba dikamar rawat Sooyoung.

 

Kyuhyun terlebih dulu membantu Sooyoung berbaring diranjangnya, entah kenapa Kyuhyun ingin memegang tangan Sooyoung waktu itu, “emh….bagaimana yah? Menurutku Soo-chan adalah Soo-chan, tidak ada yang bisa merubah itu. Soo-chan akan selamanya menjadi Soo-chan yang aku kenal.” Jawab Kyuhyun, Sooyoung sejanak terdiam.

 

“Jadi begitu, Kyu-kun juga, Kyu-kun tetaplah Kyu-kun yang aku kenal, sekarang atau 10 tahun yang lalu. Bahkan Kyu-kun yang selalu aku sukai sebelum perang ini terjadi.” Ujar Sooyoung yang membuat pria disampingnya itu terdiam dan terteguh.

 

.

.

 

“With you…..”

.

 

“I grow stronger then ever….”

.

 

“With you….”

.

 

“I’ll loving you forever….”

.

.

 

[A Few Days Later]

 

Beberapa hari setelah itu, keadaan Sooyoung sudah mulai membaik, lukanya sudah mulai sembuh, dan semangatnya sudah mulai kembali. Dia kembali menjadi Sooyoung yang cerewet. Kehidupan Kyuhyun kembali normal seperti biasanya.

 

Seluruh siswa kelas 1 tengah sibuk mempersiapkan diri untuk test Ranking yang akan datang. Test ini adalah untuk menentukan mereka akan menyandang Ranking apa. Ranking terbawah E-Rank, D-Rank, C-Rank, B-Rank, A-Rank dan paling tinggi S-Rank.

 

Bukan hanya siswa AAS Korea yang akan ikut melaksanakan test Ranking ini, sekarang Korea adalah tuan rumahnya, AAS seluruh dunia akan melakukan test Rank di AAS Korea secara bersama-sama. Dengan kata lain mereka akan bertemu AAS dari negara lain.

 

Dan juga 5 besar terkuat didunia akan menjadi juri, 5 terkuat itu berasal dari Korea, Jepang, Amerika, Jerman dan Prancis. Dari Korea adalah kakak kelas Kyuhyun, kelas 3 dengan julukan Godspeed From Asia Lee Donghae. Dari Jepang adalah Kwon Yuri dengan julukan Kuro No Kaze (Angin Hitam).

 

Perwakilan Amerika, Jung Jessica dengan julukan The True Monster. Dari Jerman Tiffany dengan julukan Double Trouble. Dan yang terakhir sekaligus terkuat dari 5 besar adalah Prancis Yesung Singel Bullet.

 

Mereka akan menjadi juri dan yang menentukan setiap siswa akan masuk ke Rank mana, setiap Rank akan dipecah kembali, akan di ambil dari setiap Rank dan digabungkan menjadi satu team utuh 6 orang 3 pasangan, 6 Rank, 1 Team. Dan Team tersebut diberi nama Assault.

 

Next Day.

 

Hari ini aku dan Sooyoung berencana untuk mengunjungi paman Siwon, beliau berpesan untuk mengunjungi tempat kerjanya saat hari libur seperti hari ini. Tapi, kenapa hari ini sangat panas!?

 

Aku tau, aku tau ini sudah memasuki awal musim panas dan libur musim panaspun akan segara datang, setelah libur musim panas Test Ranking juga akan datang. Huh! Tidak ada waktu untuk bermalasan.

 

“Kyu-kun, menurutmu apa yang akan paman Siwon bicarakan yah? Ah mungkin dia akan memberi kita liburan dipulau pribadinya.” Kyuhyun masih menatap keluar jendela kereta yang membawa dia dan Sooyoung ke tempat kerja Siwon.

 

Beberapa celotehan Sooyoung nyatanya membuat Kyuhyun tenang, dia sempat khawatir saat Sooyoung dirawat gadis itu sama sekali tidak terlihat ceria dari sekarang. Tapi, dia bersyukur Sooyoung kembali pulih.

 

Sooyoung menyita perhatian Kyuhyun, gadis itu terlihat mengeluarkan handphonenya dengan sebuah headset, “Kyu-kun coba dengarkan lagu ini. Kau pasti akan menyukainya.” Ujar Sooyoung seraya memberikan headset kepada Kyuhyun dan menekan tombol Play.

 

“Tunggu…..lagu ini…..Brave Song dari Aoi Tada…..benarkan?” ujar Kyuhyun saat menyadari lagu yang dimaksud Sooyoung, “Yah, benar. Lagu ini, lagu yang sering kita dengarkan saat kita berumur 5 tahun, huh, kenapa jadi teringat masa lalu yah…”

 

.12 Years Later.

[2018 Seoul South Korea]

 

Hari itu, bukan. Sore itu, sore yang seperti biasanya, sampai saat aku pulang melewati sebuah lapangan yang sering aku dan teman-temanku gunakan untuk bermain. Aku lihat gadis itu, gadis dengan rambut indigo panjang tengah menangis akan gonggongan 2 ekor anjing.

 

Gadis itu terlihat takut, dia hanya bisa terduduk dengan baju yang kotor dia terus menangis dan menangis. Entah apa yang membawaku, aku berlari dan membawa sebuah tongkat kayu.

 

……. “Tinggalkan dia! Kalian binatang jahat. Pergi!” ……

 

Aku berteriak sambil mengayunkan tongkat itu, mereka anjing liar yang sering mengajar anak-anak. Dan ketika binatang itu pergi, aku mendekati gadis itu. Dia terlihat begitu ketakukan, aku tak bisa menyentuhnya.

 

Tapi….aku mengelus kepalanya, dia mulai tenang walau isakkan itu masih terdengar. Aku teringat sesuatu, sebuah lagu dimana aku tidak bisa berdiri dari ketakutanku, sebuah lagu yang membuat penjara ketakutan itu hancur.

 

Aku mengeluarkan Mp3 dan memasangkan headset ketelinga gadis itu, aku menekan tombol play untuk memulai memainkan lagu itu. Dia terteguh dengan lagu itu.

 

……………….. “Yosh…yosh….jangan takut, jangan takut. Aku ada disini, binatang itu tidak akan menggangumu lagu, namaku Kyuhyun….siapa namamu?”

 

“Namaku….?”………….. “Yah, namamu..”………… “Soo….Sooyoung…” ………. “Emh…nama yang cantik seperti dirimu, Soo-chan.”

 

When my body can’t move….

 

When my leg can’t stand….

 

What i can do is just stand by your side….

 

Warm….those felling when i with you….

 

What  can do now is always be with you….

 

[End Flashback]

 

Kyuhyun terdiam, matanya berkaca, “Ah….mianhae Soo-chan, lagu ini….terima kasih banyak.” Kyuhyun tersenyum kearah Sooyoung, membuat gadis itu terteguh dan kedua pipinya memerah padam.

 

“Kyu-kun harus kuat, suatu hari nanti akulah yang akan melindungi Kyu-kun. Pasti.” Ujar Sooyoung, “Ah….benar. Terima kasih, jadilah AAS yang hebat, ku harap Soo-chan bisa masuk S-Rank.” Kyuhyun kembali mengelus kepala Sooyoung. Kembali seperti dulu, yah.

 

Sooyoung mengeluarkan makanan ringan dari tasnya, “Kebiasaan ngemilmu masih saja besar, Soo-chan. Kau akan gendut kalau terus makan, makanan yang seperti itu.” Ujar Kyuhyun, “Tenang, tenang Kyu-kun aku tidak akan gendut. Kyu-kun katakan….Ah.” Sooyoung menyuapi Kyuhyun.

 

Sudah 1 jam mereka ada didalam kereta, dan keretapun sudah masuk kawasan luar Seoul. Kantor Siwon sudah terlihat, kereta itupun berhenti distasiun terdekat. Mulai dari ini mereka melanjutkan perjalanan dengan mobil, sudah ada yang menunggu mereka rupanya.

 

Menempuh perjalanan menggunakan mobil selama setengah jam, mereka berduapun sampai dikantor pusat AAS korea divisi 3. Ayah Kyuhyun juga ada disini, tapi sepertinya beliau sedang bertugas diluar, hanya ada Siwon yang menyambut mereka.

 

“Ah, kalian sudah sampai. Bagaimana perjalanannya?” tanya Siwon saat melihat kedua anak tersebut datang, “Selamat siang Ajusshi. Sudah lama tidak bertemu. Perjalannya lumayan melelahkan.” Jawab Kyuhyun.

 

“Paman. Bagaimana kabarnya?” tanya Sooyoung kearah paman, atau bisa dibilang paman sekaligus ayah baginya, “Baik. Ayo masuklah, makan siang sudah siap.” Mereka bertigapun berjalan masuk kedalam gedung itu.

 

Terlebih dahulu mereka makan siang bersama, beberapa obrolan kecil terjadi dimeja makan tersebut, “Oh yah Ajusshi. Hal apa yang ingin ajusshi sampaikan pada kami?” tanya Kyuhyun, untuk langsung menuju inti tujuannya datang kesini.

 

“Ah, benar juga. Ini, lihatlah. Itu adalah hasil dari uji coba bulan lalu. Dan sungguh hasilnya sangat memuaskan, aku bangga kepada kalian. Aku dan Letnan Leeteuk telah setuju memberi kalian hadiah.” Jelas Siwon.

 

“Hadiah? Hadiah apa?” tanya Sooyoung yang terlihat antusias, “Emh….sebentar lagi kalian akan masuk libur musim panas, apa kalian ada rencana untuk berlibur?” tanya Siwon.

 

“Tidak, karena tadinya aku hanya akan menghabiskanya dirumah.” Ujar Kyuhyun, “ah…Kyu-kun jangan seperti itu, sangat sayang mensia-siakan libur musim panas. Emh…emh…” kata Sooyoung.

 

“Tapi, aku benar-benar tidak ada rencana.” Sanggah Kyuhyun, “Kalau begitu kenapa kalian tidak pergi ke pantai, disana aku sudah menyiapkan villa dan keperluan lainnya, kalian bisa ajak teman kalian. Bagaimana?” jelas Siwon.

 

“Ah…..! benarkan yang aku bilang, Siwon appa akan memberikan kita liburan. Emh…emh…aku akan mengambilnya, bagaimana denganmu Kyu-kun?” tanya Sooyoung kearah laki-laki tersebut, “Yah, boleh. Lagipula aku tidak akan rencana.” Jawab Kyuhyun.

 

“Bagus! Aku akan mengajak Sunny, Sungmin, Sulli, siapa lagi yah. Ah mungkin Cuma teman-teman dekatku.” Jelas Sooyoung yang terlihat begitu senang, “Baiklah. Aku akan menyiapkan segalanya, untuk kerja keras kalian aku ucapkan terima masih. Berliburlah dan bersenang-senanglah sebelum test Ranking.” Ujar Siwon yang langsung meninggalkan ruang makan.

 

Libur……..musim panas…..yah. Tapi aku ingin bertemu ayah sebelum aku berlibur, aku ingin berbicara beberapa hal dengannya. Ah, mungkin dia sedang sibuk, aku tidak boleh egois.

 

Aiming……Target Lock….and Shoot!

 

 

Perfect Bullet

 

File No.1;Case No.1 : Adam and Eve I

 

Next in Perfect Bullet

 

File No.1;Case No.2 : Adam and Eve II

 

Pastikan kalian meninggalkan jejak, pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak. Jangan copy – paste, share boleh tapi cantumkan link dan nama Author, hormati karya orang lain. Plagiat? I’ll make a hole in your head.

 

Pastikan jangan terlewat bagian kedua dari Perfect Bullet. Jika tidak aku akan membuat lubang yang besar dikepala dan badanmu. Shoot!

 

Author Kuro. Story Direction ShiroCatPaw. Story Line Kuro. Title by ShiroCatPaw


11 thoughts on “Perfect Bullet [File No.1;Case No.1] : Adam and Eve I

  1. keren ….. thor…. Daebakk…..
    nae harap lebih banyak adegan action y ( so nae suka FF genre action )
    n di tunggu next chapter y….. ( jangan lama2 y ) ^_^
    hwaiting……^_^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s