10 years and 10+3= 13 years


Apa yang kalian ingat saat kalian masih di bangku sekolah?

Seol, 10 tahun yang lalu. Aku terenyuh mengingat 10 tahun yang lalu, saat aku masih di bangku Junior High School. Biasanya yang paling diingat semua orang adalah cinta pertama. Begitu juga aku. Aku juga punya cinta pertama. Tapi cintaku tidak berbalas. Aku benar-benar bodoh. Bisa-bisanya mencintai satu orang pria yang bahkan tidak melirikku sama sekali. Aku cuma dianggap teman.

Tapi mungkin itu rahasia Tuhan yang ingin membuatku merasakan cinta terpendam tak terbalaskan. Pria beruntung itu… anni… pria yang baik itu bernama…

“Kyuhyun-ah!”, seseorang barusan memanggil namanya. Aaah, aku lupa bilang, sekarang aku sedang reuni. Tentu saja tidak semua teman sekelas yang datang. Tapi untung ‘dia’ datang.

“Seohyun? Kau datang ke reuni juga? Katanya kemaren tidak jadi?”, Nicole, teman baikku di Junior High School langsung memelukku. “Aigoo, kau tambah kurus. Neomo yeppo”

Aku tersanjung. Bukan hanya satu-dua saja teman yang bilang begitu. Untunglah aku bisa berubah, ini semua berkat ‘dia’. “Gomawo chingguya. Kerja dimana sekarang? Masih tutor dance?”, lalu berlanjutlah percakapan kami. Nicole bilang dia berhenti karena pacarnya tidak suka kalau Nicole berpakaian seksi.

“Keurom! Mana ada namjachinggu yang rela yeojachinggu-nya pakai baju kurang bahan”, Kyuhyun ikutan nimbrung. Aku menoleh, melihatnya sebentar lalu dia balas melihatku dan tersenyum. Aku pura-pura tidak tahu. Cinta pertama itu memang susah dilupakan. Kalau bukan karena ‘dia’, mungkin sampai sekarang aku masih berharap Kyuhyun akan membalas perasaanku. Atau mungkin aku masih bertanya-tanya apakah Kyuhyun ada sedikit saja rasa sayang kepadaku.

Ternyata ‘Dia’ melihatku dan menggeleng tidak setuju karena sikapku barusan. Aku tahu ‘dia’ sadar aku masih menghindari Kyuhyun. Tapi entah kenapa, semenjak Kyuhyun menolakku, aku tidak bisa berteman lagi. Berpura-pura tersenyum dan mendengar cerita cinta Kyuhyun dengan yeoja lain? Aku tahu sikapku sangat kekanak-kanakan. Tapi ‘dia’ adalah orang yang lebih penting dari Kyuhyun sekarang.  Aku tidak ingin menyakiti perasaan orang yang sangat serius seperti ‘dia’. Tambah lagi ‘dia’ sudah berusaha sangat keras agar mimpiku bisa tercapai. Apabila aku tidak menghindari Kyuhyun, aku justru membuang batu berlian ke sarang penyamun. ‘Dia’ tidak sadar kalau ‘dia’ memiliki banyak kelebihan sampai-sampai beberapa yeoja bahkan mengajaknya pacaran. Tapi ‘dia’ tidak pernah berpaling. ‘Dia’ tetap setia. ‘Dia’ adalah penerang hidupku, pemberi semangatku. Dan ‘dia’ menjadikan aku cinta pertamanya yang berbuah manis.

……..

Kyuhyun dan ‘dia’ bukan orang yang sama. Kyuhyun sangat sempurna, suara indahnya, tinggi badannya semampai, sikapnya yang santun, otak yang cerdas. ‘Dia’ tidak terlalu sempurna. Tapi ‘dia’ mampu menyempurnakan hidupku.

……

Aku menyukai Seohyun ketika kami di bangku Junior High School. Dia orang yang pendiam dan serius belajar. Orangnya cantik, bahkan banyak orang yang heran saat kami berdua pacaran. Aku tidak tahu apa itu definisi cinta. Aku tidak mengerti teori cinta. Tapi yang aku rasakan terhadap Seohyun itu berbeda. Aku tidak bisa melupakan dia, meskipun kami pisah sekolah, putus, pisah universitas. Aku tetap memikirkan Seohyun. Apa itu bisa disebut cinta?

Beberapa kali Seohyun pacaran dengan laki-laki lain yang sebenarnya lebih sempurna dibandingkan aku. Saat itu aku makin merasa tidak cocok untuk Seohyun. Aku tahu alasan kami putus dulu karena kami jarang berkomunikasi, bertemu bahkan menelpon pun jarang. Tanpa sadar aku mencari semua berita tentang Seohyun, baik itu dari akun SNS sampai ke teman-teman baiknya. Dulu aku sempat putus asa, tidak akan ada kesempatan untukku lagi. Hingga aku dan Seohyun bertemu lagi.

Malaikat cinta kembali mempertemukan kami. Tapi saat itu dia sudah memili namjachingu. Aku akan menunggunya sampai dia putus. “Jodoh tidak akan kemana”, itu yang selalu aku bilang. Lalu kami kembali berpacaran, tapi kali ini lebih serius. 10 tahun aku menunggunya, ditambah 3 tahun aku berusaha untuk mengabulkan mimpi-mimpi Seohyun. 13 tahun perjuangan cintaku. Sekarang, kami ada di tempat reuni. Siap mengumumkan pernikahan kami.

……

“Woww. Jinja?!!”, Hara terkejut bukan main. Tentu saja, siapa yang tidak kaget saat reuni ada teman kalian yang membagikan undangan pernikahan. Hara menatap pasangan itu yang sedang tersenyum bahagia.

“CHUKHAE!!”, semua teman-teman serempak mengucapkan selamat. Nicole malah mengangkat wine tinggi-tinggi.

“Untuk Seohyun dan Jinwoon. Selamat atas pernikahannya!”, Nicole langsung meneguk wine. Pasangan yang berbahagia itu tertawa. Mereka mengangkat gelas jus jeruk sebagai tanda cheers. Oh iya, mereka berdua itu orang-orang yang berprinsip untuk hidup sehat. Makan hamburger saja tidak mau. Apalagi wine yang bikin mabuk. Mereka memang pasangan yang cocok sekali.

Aku melirik Seohyun. Geu yeoja, aku sudah menyakitinya selama 10 tahun. Semenjak aku menolaknya, Seohyun jelas-jelas terlihat menjauhi aku.Aku bodoh sekali, tidak sadar bahwa Seohyun menyukaiku. Untunglah, Jinwoon pria yang baik. Dia tahu soal aku dan Seohyun, tapi Jinwoon tetap menerima Seohyun. Sampai mereka akan menikah. Aku ikut bahagia dengan rencana pernikahan mereka.

……………..


11 thoughts on “10 years and 10+3= 13 years

  1. es tan bonito tener recuerdos de lo que fue nuestro pasado… recordar a nuestros amigos todo eso, es tan gratificante. saber q ahora somos lo que pensamos en nuestra adolescencia

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s