Secret Service #1


1

Title                       :               Secret Service

Main cast             :               Kyuhyun, Sooyoung

Other cast           :               Yoona, Yesung, Siwon, Tiffany

Disclaimer           :                 Cerita ini hanya fiksi belaka. Jika terdapat kesamaan tokoh, latar dan karakter, semuanya hanya kebetulan saja. Alur cerita ini murni hasil pemikiran author setelah mendem di kamar YoonYul couple selama berjam-jam *plakk

(Kalo cover-nya jelek ya harap maklum, autho pemula pake banget)

HAPPY READING!!

—————

“Kau…bagaimana bisa kau masuk kesini?” tanya seorang pria berusia kira-kira 50 tahun lewat yang kini sudah terduduk lemah di sudut ruang kerjanya.

Orang yang ditanyai hanya tersenyum. “Menurutmu? Kau kira sistem keamanan itu sudah cukup untuk menghalangiku? Kau terlalu meremehkanku, pak tua…”

Wajah pria itu sudah pucat pasi. Mukanya bahkan nyaris seputih kertas. Keringat dingin tak hentinya mengalir dari sudut keningnya. Bagaimana tidak? Nyawanya kini di ujung tanduk.

Berusaha memberanikan dirinya, tangan pria itu perlahan meraih sesuatu di balik pot tanaman bonsai yang ada di dekatnya. Sementara orang itu masih tetap tersenyum lebar dari balik topeng yang menutupi wajahnya itu saat berjalan mendekati pria itu.

“Jangan bergerak!” ancam pria itu dengan suara tertahan sambil mengarahkan sebuah pistol ke arah orang itu.

Terdengar desisan sinis. “Aku salut kau masih punya nyali menantangku. Asal kau tau, pistol itu sudah tidak ada pelurunya…”

“PEMBOHONG!”

Orang itu hanya mengedikkan bahunya acuh. “Terserah saja kalau kau tak percaya padaku.”

Pria itu segera menekan pelatuk pistol itu dan benar saja. Tidak ada peluru yang keluar dari mulut pistol itu. Kini pria itu benar-benar tidak berbuat apapun.

“Kau bisa ditangkap polisi karena menyimpan senjata api di ruang kerjamu sendiri, pak tua.” sindir orang itu dengan nada angkuh.

“Kau pengecut!” teriak pria itu disisa-sisa akhir keberaniannya.”…kau membunuh orang tanpa menunjukkan sosokmu sebenarnya. Berlindung di balik topeng itu…cih!”

Orang itu berjalan perlahan mendekati pria itu. “Oh ya?” desis orang itu dengan nada sinis untuk yang kesekian kalianya lalu membuka separuh topengnya hingga wajahnya tampak lumayan jelas saat ia berada di jarak yang amat dekat dengan pria itu.

Pria itu menatap tak percaya. “Maldo andwae…kau…”

DOR!!

Terdengar letusan senjata api lumayan keras tapi tak akan terdengar orang di luar karena ruangan itu kedap suara.

“Karena kau sudah melihat wajahku maka sebaiknya kau mati, sajangnim.”

Pria itu sudah tergeletak tak berdaya dengan ceceran darah yang keluar dari dada kirinya. Orang yang menembaknya itu terlihat luwes mendekati mayat pria itu dan menyelipkan sebuah kartu di saku jas pria itu. Ia menjentikkan jarinya sekali hingga semua lampu di ruangan itu mati dan layar CCTV di ruang control pun mendadak kehilangan fungsi kendalinya sehingga kepergian orang itu pun tak terdeteksi sedikitpun.

Mission completed…”

***

“Pagi ini jenazah Presdir Gonghwa Corporation ditemukan di dalam ruang kerjanya yang berada di lantai 30 gedung perkantoran Gonghwa. Polisi menduga presdir Lee Baek-Ji meninggal karena sebuah tembakan yang tepat mengenai jantungnya yang membuatnya tewas seketika. Ditemukannya selembar kartu Joker di jas almarhum menguatkan dugaan bahwa pelaku pembunuhan ini adalah Joker, pembunuh misterius yang sudah buron selama ini oleh kepolisian Korea. Ada-“

Klik.

TV itu mati begitu saja.

Seorang namja berseragam sekolah lengkap memandang jemu layar TV itu sambil menikmati sarapan paginya itu.

“Cho Kyuhyun! Kenapa kau matikan TV-nya?” pekik ibu namja tersebut yang baru keluar dari dapur. Di tangannya masih ada lobak segar yang kini diacung-acungkan ke anaknya itu.

Cho Kyuhyun, namja itu, bangkit dari tempat duduknya dan meraih tas sekolahnya yang terletak tak jauh dari situ.

“Aku bosan mendengar berita pembunuhan. Sudah ya, aku berangkat sekolah dulu.” ujar Kyu lalu keluar dari apartemen itu dengan acuh.

***

Seorang yeoja duduk di halte bis sambil mengunyah keripik kentang. Pandangannya tajam mengarah ke sebuah gedung tinggi yang ada di hadapannya. Kesibukan tampak jelas terlihat di depan gedung itu. Beberapa mobil polisi tampak terparkir di depan gedung itu. Police line terpasang di pintu masuk gedung itu. Puluhan polisi berjaga di sekitar gedung itu dan tampak begitu awas mengamati sekeliling gedung itu.

“Sooyoung-ah!!” panggil seseorang lalu duduk di samping yeoja itu. Ia lalu mengikat rambut hitamnya yang tergerai beterbangan terkena terpaan angin.

Yeoja yang dipanggil Sooyoung itu menoleh sigap. Pandangannya masih awas meskipun ia kenal jelas dengan suara itu.

“Nggak masuk sekolah?” tanya Soo kini lebih santai sambil masih mengunyah keripik kentangnya.

“Aku ada misi baru hari ini. Jadi aku bolos saja. Lagipula nilaiku juga tetap bagus kan?” jawab Yoona, yeoja yang memanggil Soo tadi, acuh lalu duduk disebelah Soo.

Soo hanya mengangguk kecil lalu kembali mengawasi kesibukan yang terjadi di gedung tinggi itu.

“Berapa bayaranmu untuk presdir itu?” tanya Yoona kali ini ikut memandangi gedung perkantoran Gonghwa itu.

“Hanya 50 juta won. Padahal aku harus melumpuhkan sistem CCTV gedung 30 lantai itu dulu sebelum membunuh tua Bangka itu.” gerutu Soo kesal.

“Bukannya kau tinggal pakai program yang sudah aku berikan padamu itu?” tanya Yoona heran. Seingatnya dia tidak lupa memberikan software penghancur sistem keamanan yang dirampungkannya bulan lalu itu pada Soo.

“Mereka memperbarui sistem itu makanya programmu sudah tidak berguna lagi.” cetus Soo.

“Berarti tambah lagi pekerjaanku hari ini gara-gara software itu gagal. Haaaah…” keluh Yoona.

Soo masih memandangi tajam lingkungan gedung itu. Ia perlu memahami kondisi itu dengan sangat baik sebelum kembali ke kantornya untuk memberikan laporan.

“Im Yoona, apa yang kau lakukan disini? Mana seragammu?” tanya seseorang bertubi-tubi membuat perhatian Yoona dan Soo teralih. Terutama Yoona yang kaget ditanyai begitu.

“Kyu-ah?”

“Kau bolos lagi ya?” tebak namja berambut agak berantakan dengan ransel biru itu dengan tepat membuat Yoona sempat kaget sebentar.

“Ah ne,” jawab Yoona pasrah dengan cengiran nakal sedikit. Soo tidak memperhatikan lagi karena ia kembali memandangi gedung itu seakan tak ada bosan-bosannya.

YA! Absenmu sudah banyak, kau bisa tidak diizinkan ikut ujian kalau absen terus.” tegur namja itu terdengar perhatian dengan Yoona.

Yoona masih cengengesan. “Tenang saja. Aku pasti bisa ikut ujian kok.”

Soo melirik pelan Yoona dan namja itu. Ia lalu melemparkan gumpalan kantong plastik keripik yang sudah tidak ada isinya itu tepat mengenai muka Yoona.

YA! Soo-ah!” gerutu Yoona mengelus pipinya perlahan.

Agassi, kau ini tidak punya sopan santun apa? Kenapa melempar chingu-mu sendiri? Bagaimana kalau ia terluka?” omel namja itu pada Soo yang mengacuhkannya. Soo malah bersiul pelan.

Gwenchanayo, Kyu. Temanku satu ini memang aneh. Sudahlah, bisnya sudah datang. Kau cepatlah berangkat agar tidak terlambat.”

Namja yang dipanggil Kyu itu mendecak kesal lalu mengacak pelan rambut Yoona sesaat sebelum ia akhirnya naik bis menuju sekolah. Soo sekilas memandang mata namja itu yang ternyata begitu tajam memandangnya.

Setelah bis itu berlalu pergi, Soo membenarkan posisi topi yang dipakainya lalu bangkit dari bangku halte itu.

“Sepertinya namja itu menyukaimu, Yoong. Aku pergi dulu ya. Sampai ketemu di kantor…” ucap Soo cuek lalu pergi meninggalkan Yoona yang refleks berteriak kesal karena digoda teman sekantornya itu.

***

“Kau yakin?” tanya seorang yeoja yang mengenakan sack dress warna salem dengan coat coklat tua yang kini duduk di hadapan seorang namja yang begitu tampan.

“Kita semua harus yakin.” jawab namja itu serius. Tangannya memegang selembar foto yang sedari tadi dipandanginya.

“Tapi ini keterlaluan. Apa dia bisa terima semua kenyataan ini? Dia harus melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan keinginannya sendiri?” bantah yeoja itu dengan raut wajah kesal.

“Apa kita harus mengorbankan nyawa seseorang hanya demi menjaga perasaan?” lawan namja itu bersikeras.

“Apa kau harus memilih dia? Kenapa harus dia yang berkorban perasaan?” bentak yeoja itu kali ini dengan ekspresi marah.

“Bukan aku yang memilih. Ini hanya wasiat yang harus aku jalankan.” tanggapnamja itu tenang seakan tak peduli bahwa yeoja yang selama ini tak pernah marah dengannya itu telah membentaknya hanya karena urusan orang lain.

“Kumohon kau jangan lakukan ini.”

“Aku tidak berhak memutuskan kali ini. Maafkan aku…”

Foto itu kini sudah remuk ditangan namja itu saat yeoja itu keluar dari ruangan dengan wajah menahan marah.

***

Soo menahan kantuk saat ia menunggu partner-nya, Yesung, datang menemuinya di sebuah kedai ddeokbokki dekat kantor. Ia sudah menghabiskan tiga porsi ddeokbokki tapi namja berwajah angel itu masih belum muncul juga. Berkali-kali ponselnya dihubungi juga tidak ditanggapi. Soo sudah berniat meremukkan tulang punggung namja itu jika sampai setengah jam ke depannamja itu belum datang menemuinya.

“Yesung, kau akan mati di tanganku tiga puluh detik lagi.” geram Soo memandang jam tangannya. Tiga puluh detik menuju batas waktu setengah jam yang Soo tetapkan.

Tepat lima detik sebelum batas waktu berakhir, Yesung datang dengan napas satu-dua dan wajahnya memerah karena kelelahan. Tampaknya ia berlari untuk datang menemui Soo.

“Punggungmu nyaris remuk di tanganku dalam lima detik kedepan.” ancam Soo sangar membuat Yesung mengekeret takut.

Yesung kenal baik tabiat Soo yang terkenal sadis dan disiplin tingkat siluman (?) di kantor. Makanya ia sudah berusaha sekeras mungkin agar datang tepat waktu tapi akhirnya tetap gagal karena sesuatu. Ia kini sudah pasrah menerima konsekuensi apapun yang akan diterimanya. Termasuk kehilangan tulang punggungnya.

Jeongmal mianhee, Sooyoung-ah. Tadi aku ada misi dan belum selesai.” jawab Yesung terengah-engah. Sedikit membela diri tapi sepertinya tidak ada gunanya.

“Kau yang membuat janji pertemuan ini dan kau yang terlambat. Hebat sekali.” sindir Soo tajam lalu mengunyah buas ddeokbokki porsi keempatnya yang baru datang.

“Maafkan aku, Sooyoung-ah. Aku-“

Kanpeki na bad girl~

O o o o o~

Kanpeki na bad girl~

Ponsel Soo berdering memotong perkataan Yesung karena Soo keburu meraih ponselnya dan mengabaikan Yesung.

Yobosseo,”

“Sooyoung, dimana dirimu?”

“Aku di kedai ddeobokki bersama Yesung. Waeyo oppa?”

“Temui aku lima menit lagi di ruanganku. Kau dapat misi baru. Bilang pada Yesung, kau bukan partner-nya lagi untuk misi itu.” perintah si penelpon dengan tegas membuat Soo dengan cepat mengiyakan.

Yesung memandang penuh tanda tanya pada Sooyoung yang baru selesai menerima telepon.

“Dari Siwon kalau kau ingin tau siapa yang barusan menelponku.” ucap Soo datar seakan membaca pikiran Yesung.

Yesung mengangguk kecil.

“Aku harus ke kantor untuk menemui Siwon. Dia bilang aku punya misi baru dan aku tak akan jadi partner-mu lagi untuk misi ini. Kau akan segera dapat partnerbaru. Sudah ya, aku pergi dulu. Karena kau terlambat, kau yang bayar pesananku. Annyeong…” kata Soo tenang lalu pergi meninggalkan Yesung yang masih bengong di tempat duduknya begitu saja.

Tak butuh waktu lama bagi Soo untuk sampai di ruangan kerja Siwon. Saat Soo masuk ke ruangan kerja Siwon, tampak pula yeojachingu namja berkharisma itu sedang duduk di sofa yang terletak tak jauh dari meja kerja Siwon.

Annyeonghasseo, Siwon oppa, Tiffany eonni…” sapa Soo singkat.

Annyeong, Soo-ah…” balas Tiffany lalu tersenyum ramah. Sementara Siwon tak menanggapi sapaan Soo itu. Namja itu langsung menatap tajamyeodongsaeng-nya itu.

“Misi barumu akan berlangsung lama bahkan belum ada waktu batas yang bisa ditentukan.” awal Siwon to the point membuat Soo mendadak gugup.

Ne, oppa. Apa tugasku?”

“Kau harus melindungi seseorang. Kau harus melindunginya dengan cara apapun termasuk mengorbankan nyawamu sendiri.” tegas Siwon membuat Soo mendadak kaget.

“Melindungi orang?”

Ne.”

“Tapi itu bukan bidangku. Itu misi untuk divisi Perlindungan dan Proteksi.”

“Apa aku pernah mengijinkanmu membantahku?”

Soo langsung terdiam menundukkan kepalanya mendengar intonasi bicara Siwon sudah naik satu oktaf menandakan ia sedikit marah. Sedikit atau banyak, bagi Soo, marahnya Siwon itu lebih seram daripada diserang bebarengan sekompi polisi Seoul sekalipun.

“Ini detail tugasmu dan ini foto klien yang harus kau lindungi.” ujar Siwon lalu menyerahkan sebuah map coklat ke Sooyoung.

“Buka map itu setelah kau sampaii di cubicle-mu ya, Soo-ah.” tambah Tiffany tiba-tiba disambut anggukan pelan dari Soo.

“Sekarang kau boleh pergi. Kau mulai misi itu dua hari lagi.”

Soo membungkukkan badannya memberi salam lalu keluar dari ruangan itu dengan penuh tanda tanya. Siapa sih orang yang harus dilindunginya? Apa perlu orang sehebat dirinya untuk melindungi klien misterius itu?

Sampai di cubicle-nya, Soo membuka cepat map itu dan mengambil foto yang ada di dalamnya. Begitu Soo melihat wajah kliennya, mata Soo membulat kaget tapi kemudian ada senyuman misterius terukir di wajahnya.

“Menarik juga…”

***

Kyu setengah berlari pagi ini menelusuri lorong sekolahnya. Ia sudah terlambat sepuluh menit untuk masuk kelas dan ini semua gara-gara eomma-nya ribut mengomelinya soal sepatunya yang tergeletak di dapur. Dengan tergesa-gesa, ia membuka pintu kelasnya dan mendapati gurunya sudah masuk kelas.

Jwesonghamnida, songsaengnim, karena keterlambatanku.” pinta Kyu buru-buru berdiri di hadapan gurunya.

Gwenchanayo, Kyuhyun, untuk kali ini. Ku harap kau tidak menghalangi teman barumu ini untuk memperkenalkan diri.” balas guru Kyu membuat Kyu menengadahkan kepalanya.

Ternyata ia berdiri di depan seorang yeoja berambut sebahu dengan seragam sekolah bukan depan gurunya. Kyu buru-buru menyingkir dari hadapan yeojaitu lalu duduk di kursinya.

“Sooyoung, silakan lanjutkan perkenalanmu.” suruh guru itu.

Annyeong yeorobeun. Choi Sooyoung imnida. Aku mohon kerjasamanya.” ujaryeoja itu singkat lalu membungkukkan sedikit badannya.

Saat yeoja itu sudah berdiri tegak lagi, Kyu baru menyadari sesuatu.

“Dia kan yeoja yang mengajak Yoona bolos?”

TBC

Diposting juga di : kyuyoungshipperindo.wordpress.com


12 thoughts on “Secret Service #1

  1. Wah, author kyuyoung shipper ya? *emang dasar pe’a udh jelas-jelas malah nanyak. Tapi saya sooyoungster sih meskipun enggak kyuyoung shipper. #GANANYAWOY. Tapi thor ffnya keren *.* Lanjut ya thorrrr (y)

    Like

  2. kyu n soo, enggak ska sich ma ne couple bis yg cwe wjahx keliatan boros dri pd kyu msih keliatan muda,hehe,,vizz
    mkin cucukx sdra kali ya ne kyu n soo biz sma2 evil,kekekk

    Like

  3. wah FF y tambah keren ddaaeebbaakk……. tambah seru nich ….
    tpie eomma y kyuppa kok bsa tau klu soo eonni thu anggota Hoot …… jdie tambah penasaran nich…..^_^
    next chapter y di tunggu y thor….^_^

    Like

    1. wahhh FF y keren n dddaaaaeeeebbbbaakkk bingittzzz thor…….^_^ ( nich commen buat yg chapter 1 ) n yg tdie thu commen qw buat y chapter 2 y…. ( mian so qw bka lwat HP hehehe…. jdie sklian d sni ajha y hehehe…. skli lgie mian ^_^ )
      mian y thor commen y qw jdie.in stu

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s