[Freelance] A Little White Lie END


A Little White Lie

Chapter 11

Annyeong…!!

Author sengaja jadiin part 11 sebagai ending karena angka 11 adalah angka Seokyu…

Sekali lagi gomawo…..buat yang setia ngomen ff abal-abal saya… J!!

Segitu aja deh…

Don’t be plagiator……….!!!!!!

And Happpyyyyyyyyyyy readinggggg…………….!!!

Main Cast : Cho Kyu Hyun, Lee Donghae, Choi Min Ho, Seo Joo Hyun, Im Yoona, Choi  Sooyoung.                                                                                                                      

Others Cast : Lee Teuk, Taeyeon, Choi Siwon, Tiffany Hwang, Sunny.

Genre : Romance, Comedy.

Author : Zee’seokyuwires

Part1, Part2, Part3, Part4, Part5, Part6, Part7, Part8, Part9, Part10, Part11 END

seokyu 11Prang…

Kyuhyun melempar botol sojunya hingga mengenai sebuah guci kecil hingga pecah.

“Apa maksudmu Kyu..?”

“Seohyun…Seohyun…Seohyun juga putri Kim Jung Soo..”

Lagi-lagi bahunya bergetar akibat tangisnya. Bahkan lebih parah dari sebelumnya.

“kurasa tuhan sedang menghancurkan hidupku…”

“apa yang kau katakan..!! tidak sepantasnya kau mengucapkan hal itu Kyu..!!”

“kau bisa mengatakan hal itu. Karena kau tak tahu apa yang kurasakan…!!”bentak Kyuhyun

“apa kau tahu seberapa hancur hatiku saat satu-satunya orang yang bisa membuatku merasa beruntung bisa mengusap lembut rambutnya, melihat pipi meronanya, bercanda dengannya. Membuatmu merasakan betapa indahnya dunia dengan hanya melihat senyumnya…”

“saat kau sudah tak mampu lagi menampung ribuan cinta yang kau tujukan padanya. Kenyataan justru berteriak bahwa kau sama sekali tak boleh memberikan sedikitpun cintamu padanya…”

“dia…dia adikku….”

***

Seminggu sudah semenjak pesta kejutan yang disiapkan Seohyun. Ia sama sekali tidak pernah bertemu Kyuhyun. Berkali-kali Seohyun berusaha menghubunginya. Tapi sama sekali tak diangkat oleh Kyuhyun. Entah sengaja atau memang sibuk. Seohyun pernah menanyakannya pada Donghae. Namun, Donghae bilang ia tak tahu apa kesibukan Kyuhyun. Kyuhyun selalu pulang larut malam lalu pergi lagi ketika pagi.

Seohyun duduk didepan meja belajarnya. Ia berusaha memutar otaknya. Mengetahui apa alasan Kyuhyun menghindarinya. Tiba-tiba saja terbersit saat minggu lalu appanya mengajak jalan-jalan Kyuhyun di halaman rumahnya.

“ini aneh…urusan mendadak apa..?”ucapnya sambil mengerutkan keningnya

“ Setidaknya ia berpamitan sebentar padaku…”gumamnya lagi.

“apa appa benar-benar mengusirnya…?”

“tapi kenapa…?”

“aku harus memastikannya…”

Seohyun bergegas menuju kantor appanya. Tanpa berpamitan pada oemmanya.

***

Langkah kaki Seohyun semakin mendekati ruangan appanya. Pintu ruangan appanya tidak tertutup rapat. Membuat Seohyun bisa melihat appanya yang sedang duduk dikursinya membelakangi pintu masuk ruangannya. Sepertinya sang appa sedang berbicara dengan seseorang ditelepon. Tangannya yang hendak membuka pintu terhenti karena mendengar pembicaraan appanya.

Author’s Pov End

Seohyun’s Pov

“kau belum memberitahunya…?”

Aku melongok ke dalam ruangan appa. Ia masih belum menyadari kedatanganku yang sedang berdiri di pintu ruang kerjanya.

“aku tahu ini bukan hal yang mudah..”ucap appa lagi.

“tapi bagaimanapun juga kita harus segera memberitahunya..”

Memberi tahu apa kepada siapa..?

“Kyuhyun~ah…”

Kyuhyun…?

apa appa sedang berbicara dengan Kyuhyun..?

“Kyuhyun~ah…aku tahu apa yang kau rasakan padanya. Dan aku juga tahu apa yang dirasakannya padamu. Kau mau membiarkannya terus seperti ini..?”

Aku sama sekali tak dapat bergerak. Aku berusaha memutar otakku keras. Apa yang sebenarnya dibicarakan appa..?

“kau tahu ini tidak boleh..”

Apa yang tidak boleh..?

“arra..arra..aku tak akan memaksamu. Aku yakin kau tahu apa yang harus kau lakukan dalam situasi ini. Aku hanya tak mau Seohyun terluka lebih dalam…”

Aku..?

Aku masih berdiri didepan pintu sambil mencengkeram gagang pintu ruangan appa.

Apa maksud semua ini..?

Seohyun’s Pov End

Author’s Pov

Appa Seohyun memutar kursinya. Ia begitu terkejut melihat Seohyun yang tengah berdiri di pintu di depannya.

“Seohyun…?”

Seohyun mengerutkan keningnya. Ia bisa membaca raut wajah appanya yang sedang menyembunyikan sesuatu. Ia mendekat menuju meja appanya.

“appa sedang bicara dengan siapa tadi..?”tanyanya memastikan.

Ia begitu penasaran. Tapi ia juga takut mendengar jawaban appanya.

“Seohyunnie..”

Appanya berdiri dari duduknya.

“dengan Kyuhyun..?”desak Seohyun

Ayahnya tak langsung menjawab. Benar. Appanya menyembunyikan sesuatu darinya.

“apa yang kau dengar tadi…?”

“appa membicarakan aku..”

Appanya berjalan mendekati Seohyun.

“appa menyuruhnya mengatakan sesuatu padaku…?”ucap Seohyun masih menatap mata appanya

Ia mundur selangkah.

“apa itu..?”

Appanya tak kunjung menjawab pertanyaan Seohyun.

“appa..?!!”desak Seohyun lagi.

Appanya masih saja tak mau membuka mulut.

“apa yang ingin appa katakan padaku..? appa melarang Kyuhyun berhubungan denganku..?”

Kali ini appanya baru bisa menatap wajah Seohyun. Membuat Seohyun tercekat. Ada apa ini..? sepertinya masalah ini sangat serius. Batin Seohyun. Rasa takut semakin menjari seluruh tubuhnya.

“benarkah…? appa ingin aku berhenti menemuinya..?”gumam Seohyun kecewa.

Appanya menarik napas berat.

“Seohyunnie…”kata appanya lirih

“appa tak memintamu berhenti menemuinya..”

“lalu..?”

Appanya kembali menarik napas. Beralih menatap Seohyun.

“Jangan menyukainya..!!”

“mwo..? wae..?”tanya Seohyun bingung.

“pokoknya jangan menyukainya..!!”seru appanya dengan sedikit bentakan. Membalikkan badan lalu berjalan menuju kursinya.

Tak pernah sekalipun appanya yang begitu lembut dan hangat terhadapnya. Menjadi seseram itu. Bahkan baru kali ini appanya membentak Seohyun.

“aku tak bisa…”ucap Seohyun mantap.

“kenapa aku tak boleh menyukainya…?”desak Seohyun lagi.

Ia tak mau menyerah sebelum mengetahui apa alasan dibalik penolakan appanya terhadap Kyuhyun.

“jangan katakan itu Seohyunnie…!!”

“jangan katakan apa..? bahwa aku menyukainnya..?”

“ini pertama kalinya aku merasakannya appa..tapi kau malah melarangku…”

Appanya menggeleng.

“demi Tuhan jangan menyukainya seperti itu…!!!”

“wae…? katakan alasannya kenapa tidak boleh…?”

“appa pasti punya alasan…”

Saat itu juga, seketaris appa Seohyun masuk. Ia sedikit kaget melihat Seohyun ada diruangan bosnya.

“Seohyun aggassi…”sapa seorang namja yang jauh lebih muda dari appanya.

Appanya memanfaatkan situasi ini.

“appa masih ada rapat Hyunnie. Kau pulanglah…!!”

“kajja..Yesung~sii…!!”

Appanya begitu saja keluar diikuti seketarisnya.

Tak lama Seohyun memilih keluar dari ruangan appanya. Suasana hatinya benar-benar buruk. Dengan gontai Seohyun berjalan keluar kantor appanya.

***

Sore hari appa Seohyun. Kim Jung Soo. Pulang dari kantornya. Lima belas menit berada dalam perjalanan pulang. Kini ia sudah sampai di rumahnya.

“apa Seohyun dikamarnya..?”tanya Jung Soo pada Taeyeon istrinya.

“kenapa tiba-tiba menanyakan Hyunnie..? sepertinya dia sedang keluar dengan Yoona..”

“benarkah..?”

“ne..oppa seperti tak mengenal Seohyun saja..”

“aku mau mandi dulu kalau begitu…”

“ne…aku sudah menyiapkannya air hangat diatas…”

Ia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Sementara Taeyeon menyiapkan makanan di meja makan.

Selesai mandi Jung Soo langsung menuju meja makan.

“oppa makanlah..!! aku akan memanggil Taemin…”

Taeyeon menuju kamar Taemin untuk mengajak Taemin makan. Saat sampai diatas. Taeyeon kaget melihat Yoona yang baru saja keluar dari kamarnya.

“ahjumma..aku lapar…kau sudah masak…?”

“ne..turunlah..!! Hyunnie kemana..? kupikir dia keluar denganmu…”

“molla…seharian ini aku hanya melihatnya tadi pagi saat sarapan..”

“jadi kau tak keluar rumah sama sekali..?”

“anio…”

“lalu Hyunnie kemana…? dikamarnya kosong..dia juga tak pamit padaku…”

“nanti pasti dia pulang sendiri ahjumma. Jangan terlalu mencemaskannya..!! Hyunnie sudah besar..”

“turunlah..!! ahjumma akan panggil Taemin sebentar…”

Yoona turun menuju ruang makan. Jung Soo tak kalah kaget melihat Yoona.

“bukannya kau keluar dengan Hyunnie..?”

“ani..aku dirumah seharian ini. Kalian terlalu mencemaskan Seohyun. Aku yakin ia tahu jalan pulang. Jangan khawatir ahjussi..”

“bukan begitu tapi..”

Taeyeon dan Taemin datang lalu duduk bersama Yoona dan Jung Soo.

“Seohyun noona mana..? pasti kencan dengan Kyuhyun hyung. Dia jarang sekali makan dirumah akhir-akhir ini…”

“dia sedang kasmaran Min..”celetuk Yoona

“hahaha…kau benar noonaku itu semakin dewasa…”

“Hentikan…!!”bentak Jung Soo

Semua yang ada dimeja makan menatapnya.

“jangan banyak bicara saat makan…!! habiskan saja makanan kalian..!! aku sedang pusing..”

“mianhe appa..”maaf Taemin sedikit kaget melihat tingkah appanya.

Selesai makan Jung Soo duduk di sofa ruang tamunya sambil membaca Koran. Sesekali ia melirik jam dinding. Taeyeon datang menghampiri suaminya.

“oppa mengkhawatirkan Seohyun..?”tanya Taeyeon kemudian duduk disebelahnya

“tadi Hyunnie ke kantorku…”

“dia ke kantor oppa..? tumben sekali..”

“dia mendengar pembicaraanku dengan Kyuhyun ditelepon..”

“Hyunnie tahu semuanya..?”

“ani…tapi aku  mencemaskannya sekarang..”ucapnya sambil melirik jam dinding. Sudah hampir jam Sembilan ternyata.

“aku akan menghubunginya oppa…”

Taeyeon menekan tuts telepon rumahnya. Berusaha menghubungi Seohyun.

“Tidak diangkat…kemana anak itu…?”

“biar kutelpon Kyuhyun..”

Jung Soo beralih menelpon Kyuhyun.

“Seohyun bersamamu..? dia belum pulang sejak siang tadi…”tanyanya to the point.

“…..”

“dia mendengar percakapan kita tadi siang…”

“…….”

“ani…dia hanya tahu aku melarang…”

Sambungan teleponnya diputus Kyuhyun.

“aku akan mencarinya. Yeobo~ah…suruh Yoona dan Taemin untuk mencarinya…!!”

***

Kyuhyun baru saja mendapat telepon dari Jung Soo appanya yang mengatakan bahwa Seohyun sempat mendengar percakapannya tadi dengannya. Dan yang membuatnya khawatir. Yeoja itu belum pulang sejak siang tadi hingga sekarang.

“Youngie..bantu aku mencari Seohyun, dia belum pulang hingga sekarang..!!”

“apa dia tahu semuanya..?”

“ani..Jung Soo appa bilang dia belum tahu..”

Sooyoung sendiri baru tahu kenyataan ini barusan setelah Kyuhyun menceritakan semua padanya. Ia tak kalah kaget mendengar cerita Kyuhyun bahwa Seohyun putri Kim Jung Soo. Selama ini ia mengenal appa Seohyun yang bernama Leeteuk. Bukan Kim Jung Soo.

“kau cari dia di rumah Sunny. Aku akan mencari tempat yang biasa ia kunjungi..”

“ne..oppa..”

Mereka berdua bergegas menjalankan mobil masing-masing.

***

Cukup lama Kyuhyun mengitari Seoul. Ia sudah mencari Seohyun diseluruh taman yang ada di kotanya. Termasuk taman belakang perpustakaan sekolahnya. Namun, hasilnya nihil.

Ia memberhentikan mobilnya di tepi sungai Han. Ia sudah lelah mencari Seohyun. Memutuskan keluar lalu duduk disebuah bangku yang menghadap sungai itu.

“kau dimana Seo..?”

“kau mau membunuhku pelan-pelan eoh..?”

Kyuhyun bergumam sendiri. Kepalanya menoleh kearah Namsang Tower. Membuatnya teringat saat ia dan hyungnya tak sengaja bertemu dengan Seohyun dan Minho. Ucapan Seohyun yang mengatakan bahwa ia menyukai pemandangan malam dari atas menara itu terngiang dipikirannya.

“tak ada salahnya aku kesana..”

Kyuhyun berjalan menuju menara itu. Kemudian menaiki tangga satu demi satu menuju puncak menara. Dan binggo….yeoja yang membuatnya cemas kini sedang duduk tenang menikmati kerlap-kerlip lampu kota Seoul. Tidak menyadari betapa semua orang terdekatnya kebingungan mencari keberadaanya.

“apa yang kau lakukan disini..? kau tahu semua orang bingung mencarimu..?”

Seohyun menoleh mendengar suara Kyuhyun dari belakang tubuhnya. Lalu kembali mengalihkan matanya seperti semula. Kyuhyun menghampirinya dan duduk disampingnya.

“kenapa tak bilang jika mau kesini..?”

“aku ingin sendiri…”

“kau membuat kami semua cemas Seo…”

“apa kau tak peduli padaku, appa dan oemmamu, Yoona noona, Donghae hyung dan Taemin..?”bentak Kyuhyun

“bahkan Sooyoung dan Sunny mencemaskanmu…!!”tambahnya semakin mengeraskan suaranya.

Kyuhyun tak dapat menahan dirinya yang sangat mencemaskan Seohyun. Yeoja itu masih menatap lurus kedepan.

“apa peduli oppa..?”bentak Seohyun balik.

Kyuhyun bergantian mengalihkan pandanganya ke depan.

“pernahkah oppa berpikir bagaimana aku mencemaskanmu saat seminggu ini tiba-tiba oppa mengacuhkanku…?”

Tubuh Seohyun bergetar. Kyuhyun tahu yeoja itu sedang menangis. Hatinya terasa sangat sakit mendengar ucapan Seohyun. Betapa yeoja itu mencemaskannya seminggu ini. Ini semua salahnya. Tak seharusnya ia menghindari Seohyun.

Kyuhyun memberanikan diri menoleh kearah Seohyun. Hatinya semakin teriris melihat raut muka Seohyun yang sembab. Sudah berapa lama yeoja ini menangis..? batin Kyuhyun. Ia mendekap tubuh Seohyun.

“mianhe..”

“oppa salah…kau berhak menghukumku apapun…”

Seohyun menghentikan tangisnya. Namun sesekali masih terisak.

“apa appaku melarang oppa menemuiku…?”

“ani..aku memang sedang sibuk mengurusi pendaftaran kuliahku Seo…”

“tapi tadi aku…”

Kring…kring…

Hp Kyuhyun berdering. Membuat Seohyun menghentikan ucapannya. Kyuhyun mengangkat teleponnya.

“aku sudah menemukannya hyung..kalian jangan cemas..!! sebentar lagi aku akan mengantarnya pulang..”

Klik…

Kyuhyun mengakhiri percakapan teleponnya.

“aku tak mau pulang kerumah oppa..”

“kodok nakal..!! kau mau mati kedinginan disini eoh..? Lihat..kau hanya memakai baju setipis ini..!!”

Kyuhyun melepas jaketnya lalu memakaikannya asal ke tubuh Seohyun.

Grebb…

Seohyun tiba-tiba memeluknya.

“oppa yang bilang seperti ini membuat kita hangat…”

Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan Seohyun. Ia mengelus lembut rambut Seohyun.

“oppa..aku sangat suka saat kau mengelus rambutku seperti ini..”

Kyuhyun hanya terdiam semakin mengeratkan pelukannya. Untuk kali ini saja ia ingin bersikap egois. Hanya malam ini saja ia bertekad melupakan statusnya dan Seohyun.

Tuhan…

Kumohon hanya malam ini saja..

Sebelum aku memberi tahunya kenyataan pahit ini…

Ijin Kyuhyun dalam hati.

“seminggu ini membuatku sadar bahwa aku sangat merindukan oppa…”

“aku rindu kau mengusap rambutku, menggenggam tanganku. Aku rindu saat oppa membuatku kesal dan rindu saat kau melakukan hal sesukamu terhadapku…”

Kata-kata Seohyun barusan seharusnya membuatnya senang. Jika saja tidak ada benang merah yang menghubungkan masa lalu oemma dan appanya yang juga appa Seohyun. Kata-kata itu justru semakin membuat hatinya teriris ribuan pisau. Hancur lebur. Hingga mampu diterpa angin. Rasa sakitnya sudah menembus hingga ulu hati.

“oppa kenapa diam..?”

“aku lelah mencarimu kemana-mana Seo…”

“mianhe oppa…tapi kau harus menepati janjimu untuk menerima hukuman dariku…”

Seohyun melepas pelukannya pada Kyuhyun.

“temani aku ke Seoul park sekarang juga…”

***

Seoul park. Taman favorit Seohyun. Juga taman yang menjadi saksi bisu awal pertemuan keduanya. Seohyun dan Kyuhyun duduk disalah satu bangku taman. Menikmati tata cahaya lampu taman ditambah sinar bintang yang memenuhi angkasa. Membuat sebuah maha karya mengagumkan yang tak seorangpun mampu menandingi maha karya luar biasa itu.

“sepertinya kita harus memikirkan jam berkunjung lain kali…”

“bukannya kau sendiri yang memaksa kemari..?”

“aku ingin melihat kumpulan anak-anak yang berlarian tanpa beban. Melihat mereka tertawa riang. Membuatku melupakan semua masalah yang ada…”

“Seo…”panggil Kyuhyun

“ne..?”

“kelak seberapa besar masalah yang kau hadapi. Jangan melakukan hal-hal yang membuatku, appa dan oemmamu atau Yoona noona dan Taemin cemas…!!”

“itu permintaan ketigaku. Lakukan itu demi aku arra..!!”

“kau selalu saja meminta sesuatu seenakmu padaku…”

“mana boleh seperti itu…”tambah Seohyun

“Seo…kau boleh melanggar permintaan pertama dan keduaku. Tapi jangan pernah sekalipun melanggar permintaan ketigaku. Atau oppa akan sangat marah padamu…”

“melupakan permintaan pertama dan kedua..? wae..?”

“oppa sudah tak menyukaiku..?”

Deggg…

“aku tak bilang begitu. Bukankah sudah kukatakan aku tak akan membencimu..?”

“tapi…”

Grebb…

Kyuhyun mendekap tubuh Seohyun sangat-sangat erat . Melingkarkan seluruh lengannya ditubuh Seohyun. Mungkin ini pelukan terakhir keduanya.

“jangan membantahku…!!”

“op..pa..kau membuatku sesak…”

“aku tak peduli…siapa suruh membuatku cemas…”

“arra..arra lepaskan tanganmu…!!”

Kyuhyun melepas pelukannya.

“aku haus…”

“oppa akan membelikanmu minum. Kau masuk mobil saja, udaranya semakin dingin…”

Kyuhyun segera mencari supermarket terdekat. Sementara Seohyun masuk ke dalam mobil Kyuhyun. Ketika masuk mobil, ia menemukan dompet Kyuhyun yang tertinggal di jok mobilnya.

“dasar ceroboh…!! bisa-bisanya dia mengejekku padahal ia sendiri lebih ceroboh dariku…”

Seohyun penasaran dengan isi dompet Kyuhyun. Ia memutuskan membuka dompet Kyuhyun. Ia melihat foto Kyuhyun dalam KTPnya.

“hahaha…kyeopta tapi masih terlihat tampan…”komentarnya

“mwo..? jadi besok oppa ulang tahun…”kaget Seohyun melihat tanggal lahir Kyuhyun yang tertera di KTPnya.

“aku harus menyiapkan kado kalau begitu…”

Tiba-tiba 5 buah foto terjatuh dari dompet Kyuhyun. Seohyun kaget melihat foto dirinya. Tentu saja ia senang namja itu menyimpan fotonya.

Foto pertama. Saat Seohyun sedang duduk di Seoul Park sambil tersenyum memegang es krim. Saat itu ia belum mengenal Kyuhyun. Tapi namja itu sudah diam-diam mengaguminya.

“kenapa aku tak tahu saat dia mengambil gambarku…”

Di bawah fototerdapat tulisan tangan Kyuhyun. Seohyun tersenyum membaca sederet kalimat itu.

Senyumnya benar-benar sempurna…

Foto Kedua. Saat Kyuhyun seenaknya saja menghias muka Seohyun dengan spidol ketika di bus.

Mukanya sangat aneh, tapi bagiku tetap cantik…

Foto ketiga. Saat Seohyun tidur dikamarnya sendiri.

Benar-benar seperti malaikat…

“kapan dia mengambil ini..? bukankah ia tak pernah masuk kamarku..?”

“omo…pasti saat ia mengantarku pulang waktu itu…”

Foto keempat. Saat ia sedang berlatih basket dengan Kyuhyun.

Lihat..!! permainan basketnya sangat payah, berkali-kali aku membentaknya…

Mianhe Seohyun~ah…J

Foto terakhir membuat Seohyun susah bernapas membaca tulisan Kyuhyun pada foto itu.

Aku dan Segala yang kuinginkan dalam hidup…

Satu-satunya foto mereka berdua ketika berlibur di Jeju. Seohyun mengajak Kyuhyun menaiki roller coaster. Ia baru tahu jika Kyuhyun baru pertama kali menaiki wahana itu. Wajahnya begitu pucat setelah menaiki wahana yang menurut Kyuhyun membuatnya ingin memuntahkan seluruh isi perutnya. Saat itu ia meminta seorang pengunjung memotret mereka berdua.

Seohyun mengembalikan semua foto itu ketempat semula. Tak henti-hentinya ia tersenyum. Ini benar-benar malam terindah dalam hidupnya. Ia menunggu Kyuhyun yang tak kunjung datang hingga ia sudah memasuki alam mimpi.

***

Cahaya matahari yang menyilaukan mata. Membangunkan Seohyun dari tidur panjangnya. Ia mulai membuka matanya. Dan menyadari dirinya sudah berada di kamar tercintanya.

“omo…sudah jam 11 siang..”pekik Seohyun kaget

“selama itukah aku tertidur..?”

Seohyun bergegas ke kamar mandi. Membersihkan tubuhnya yang teras lengket. Setelah selesai mengganti baju. Ia keluar dari kamarnya. Berjalan menuju meja makan. Karena perutnya yang mulai berteriak lapar.

“Hyunnie..kau sudah bangun..?”tanya sang oemma.

“ne..oemma aku lapar…”

“makanlah…!! oemma masih menyisakan makanan pagi tadi untukmu…”

Seohyun menikmati makanan didepannya. Taeyeon hanya menatap anaknya cemas. Mata Seohyun memang masih sembab. Bekas tangisannya semalam.

“Hyunnie…kau tahu oemma sangat mencemaskanmu. Jangan lakukan hal itu lagi arra…!!”

“mianhe…aku janji tak akan membuat oemma dan appa cemas lagi…”ucap Seohyun dengan senyum tanpa beban.

“anak oemma memang pintar. Sepertinya kau sedang senang..”

“sangaaaaat senang…”

Taeyeon mengerutkan keningnya. Apa yang terjadi antara Seohyun dan Kyuhyun semalam…?batin Taeyeon.

“ceritakan pada oemma..!!”

“aku akan menceritakan semua pada oemma tapi tidak sekarang. Aku akan pergi sebentar….”

“jangan khawatir…!! aku janji akan pulang sebelum makan malam…”serobot Seohyun cepat

“tapi…”

Chu…

Seohyun mencium pipi kiri dan kanan Taeyeon. Membuat yeoja itu ikut tersenyum karena tingkah putrinya.

***

Seohyun berada di sebuah mall. Ia masih bingung harus membeli hadiah apa untuk ulang tahun Kyuhyun. Akhirnya, ia masuk ke sebuah toko jam tangan. Matanya tertuju pada sebuah jam tangan yang ditengahnya terdapat gambar kodok hijau. Merasa yakin akan hadiah yang akan ia berikan pada Kyuhyun. Ia meminta seorang pelayan untuk membungkusnya. Hp Seohyun bergetar karena sebuah sms masuk. Kyuhyun. Kyuhyunlah yang mengirim sms itu. Kyuhyun meminta bertemu dengannya di sebuah restoran.

“apa dia sedang merayakan ulang tahunnya disana..?”

Seohyun bergegas menuju restoran yang dimaksud Kyuhyun. 20 menit kemudian Seohyun baru sampai. Ia sedikit lebih lama karena ia harus membeli kue tart untuk Kyuhyun. Ternyata Kyuhyun hanya seorang diri di restoran itu.

“kenapa lama sekali..?”

“mianhe oppa…”

“apa itu..?”

“kue…”

“untuk apa kau membeli kue Seo..?”

“oppa tahu hari ini hari apa..?”

“hari Jum’at…”

“aigo…jadi kau benar-benar tak tahu..?”

“nde..?”

Seohyun mengeluarkan kue tart yang tadi dibelinya. Lalu menyalakan lilin diatasnya. Kyuhyun baru sadar jika hari ini hari ulang tahunnya. Masalahnya dengan Seohyun benar-benar membuatnya lupa dengan hari spesialnya sendiri.

Author Pov’s End

Kyuhyun Pov’s

Padahal hari ini aku akan mengatakan semuanya pada Seohyun. Ini semakin sulit. Melihat betapa senangnya wajah Seohyun yang tengah membuat kejutan kecil untukku. Tidak mungkin aku mengatakannya sekarang.

“Saengil chukae oppa…!!”

“gomawo Hyunnie…”

“sepertinya aku orang pertama yang mengucapkan selamat pada oppa..”

Aku mengangguk menanggapi ucapannya.

“ige..hadiah dariku untuk oppa…”

“oh..kau membeli kado untukku juga..”

“kenapa kodok hijau…?”

“supaya saat kau melihat waktu, kau akan selalu mengingatku…”

“jadi kau sudah mengaku kalau kau itu kodok…?”

“ani..kau sering memanggilku kodok. Jadi kupikir saat kau melihat kodok. Kau akan selalu mengingatku…”

Seo…kau sudah membuatku semakin sulit melepasmu. Kenapa harus seperti ini..?. Apa yang harus kulakukan selanjutnya..? otakku sudah penuh tentangmu..?

“oppa kau melamun..?”

“ah..ani gwenchana..”

“kajja tiup lilinnya…!!”

Aku sudah hendak meniup lilin tapi ia menahanku.

“chakkaman..!!”

“wae…?”

“kau harus membuat permintaan…”

“permintaan…?”

Seohyun menatapku sambil mengangguk dengan sungguh-sungguh.

“oppa pasti tahu kalau permintaan yang diucapkan ketika ulang tahun pasti terkabul bukan…?”

Aku hanya tersenyum masam mendengar ucapannya. Yang benar saja. Permintaan..? tentu saja aku punya permintaan. Aku sudah meneriakkan permintaanku dalam hati berulang-ulang selama beberapa hari terakhir ini. Berharap kau bukan saudaraku. Aku bahkan yakin Tuhan pun dapat mendengar teriakan dalam hatiku. Namun, aku masih cukup waras untuk menyadari permintaan itu tak akan pernah terkabul. Sekarang ini aku sudah tak berani bermimpi untuk berharap. Satu-satunya permintaan yang masih masuk akal adalah aku ingin Seohyun selalu bahagia. Walaupun itu berarti aku harus menyerahkan seluruh hidupku untuknya. Selama dia bahagia. aku juga akan bahagia. Sesederhana itu.

“kajja..!! ppali..!!”

“nanti lilinnya meleleh..”

Kyuhyun Pov’s End

Author’s Pov

Fiuh…fiuh…

Semua lilin itu kini sudah padam.

“apa yang oppa minta tadi..?” 

Kyuhyun tersenyum dan mengulurkan tangannya hendak menyentuh kepala Seohyun, tapi dengan cepat menyadari apa yang dilakukannya dan menarik kembali tangannya. Ia menggeleng dan mengalihkan pandangan dari wajah Seohyun.

“aku tak bisa mengatakan padamu. Kalau kukatakan, harapanku tak akan terkabul..”

Seohyun hanya mendengus mendengar ucapan Kyuhyun.

***

“oemma aku pulang….”teriak Seohyun begitu memasuki rumahnya.

“kau sudah makan..?”

“sudah oemma…”

Seohyun berjalan menuju kamarnya. Saat akan membuka pintu. Yoona keluar dari kamarnya.

“Hyun… kau dari mana..?”

“merayakan ulang tahun…”

Yoona menarik tangan Seohyun masuk menuju kamarnya.

“wae~yo onnie..?”

“kau baru saja menemui Kyuhyun…?”

“ne dia ulang tahun hari ini…”

“apa kau menyukainya…?”

Seohyun mengangguk.

Itu membuat Yoona merasa bersalah. Yoona baru mengetahui masalah Kyuhyun dan Seohyun setelah mendengar cerita Donghae. Ia merasa bahwa dialah penyebab semua ini. ia yang sudah membohongi Seohyun agar tak membenci Kyuhyun. ia juga yang membuat perasaan cinta tumbuh dihati Seohyun. Seandainya ia tahu kenyataan ini sejak awal. Ia juga tak akan mungkin melakukan ini pada Seohyun.

“mianhe Seo…onnie yang sudah membuat kalian semakin sulit…”

“ani…aku malah berterima kasih pada onnie karena menyuruhku tidak membenci Kyuhyun…”

“cinta membuat kita bahagia…”

Hati Yoona semakin sakit. Rasa bersalah terus menghantuinya.

“onnie…!!”

“kembalilah ke kamarmu…!! kau pasti lelah…”

***

Sepulang sekolah Seohyun langsung ke appartemen Donghae . Ia mendapat kabar bahwa Kyuhyun sedang sakit. Saat ini ia sedang menaiki lift menuju appartemen Donghae. Ia berniat menjenguk Kyuhyun. Beberapa langkah lagi menuju appartemen Donghae tiba-tiba saja ia melihat Kyuhyun dan appanya.

“kenapa appa ada disini…?”gumamnya

Seohyun mendekat lalu bersembunyi dilorong yang tak jauh darinya dan tempat appanya dan Kyuhyun berbincang. Bagus, batin Seohyun. Ia bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka. Sepertinya ini baru dimulai. Ucapnya dalam hati.

Author’s Pov End

Seohyun’s Pov

“mianhe…kita harus bertemu ditempat seperti ini…”

“gwenchana…kau sudah mengatakannya..?”

“belum…”

“apa perlu aku yang mengatakan padanya..?”

Kyuhyun oppa hanya terdiam.

“aku masih sangat sulit menerima kenyataan ini…”

“bagaimanapun hubungan ini terlarang Kyuhyun~ah. Dia juga dongsaengmu. Seohyun adalah dongsaengmu…”

Aku…?

Aku…dongsaeng Kyuhyun oppa…?

“aku tahu appa…”

“kuminta secepatnya kau memberi tahunya. Aku tak ingin Seohyun semakin terluka…”

“arra..aku usahakan segera memberi tahunya…”

“baiklah…aku akan pulang…”

“hati-hati appa…”

“ne…kau masuklah kedalam…!!”

Jung Soo berjalan menuju lift untuk ke lantai bawah meninggalkan appartemen Kyuhyun. Merasa sudah aman. Seohyun keluar dari persembunyiannya. Saraf-sarafnya mulai melemah setelah mendengar percakapan Kyuhyun dan appanya. Seohyun merasa seakan dunianya mulai runtuh. Jantung, otak dan seluruh alat gerak ditubuhnya tak dapat berfungsi. Kakinya bahkan tak kuat menopang tubuhnya. Dengan sisa-sisa tenaga yang masih tersisa, ia berusaha berjalan keluar dari appartemen itu.

Seohyun ingin menelpon appanya dan bertanya apa yang barusan didengarnya. Tetapi apakah dirinya sendiri sudah siap menerima kenyataan..? apakah ia siap mendengar apapun jawaban appanya..?

Tidak.

Namun hati kecilnya menyimpan harapan rapuh bahwa apa yang didengarnya barusan itu salah. Pasti ada penjelasan yang masuk akal dibalik semua itu. Kyuhyun pasti bukan anak kandung appanya. Pasti ada kesalahan. Harapan kecil yang sia-sia itulah yang mendorongnya menelpon appanya.

Maksud awal Seohyun adalah bertanya tentang apa yang didengarnya barusan, tetapi mendengar suara appanya diujung sana, tanpa disadari air matanya mengalir.

“apa yang sudah appa lakukan..?”

Itulah kata yang pertama kali meluncur dari mulut Seohyun.

“apa…?”desaknya lagi.

Seohyun semakin terisak dan suaranya tersendat-sendat.

“apa…yang…sudah appa…lakukan…?”

Tubuhnya bergetar hebat dan semakin terisak diluar kendali. Tiba-tiba saja rasa sakit menjalari seluruh tubuhnya. Dan yang paling terasa sakit adalah hatinya. Ia menekan telapak tangannya di dada. Berusaha menutupi luka yang menganga disana.

“……..”

“wae… wae..?”

Ia mulai sulit berbicara ketika sedang tersedu-sedu, tetapi Seohyun berusaha keras.

“………”

“kenapa Kyuhyun bi..bisa menjadi…anak appa..?”

“bo…bohong kan…?”

“itu bo..hong kan appa…?”

“……”

“jawab aku appa…!!”

“……”

“appa tak perlu tahu aku dimana sekarang..”

“katakan semua itu bohong kan…?”

“………..”

Sebuah jawaban yang paling ditakutinya tak dapat lagi terelak. Setitik harapannya hilang sudah. Kenyataan menghantam kepalanya keras. Merobek-robek jantungnya dan menghentikan aliran darahnya. Seohyun memutus teleponnya.

Ia menutup mulutnya dengan sebelah tanganya untuk menahan tangisnya yang semakin kencang. Belum pernah hatinya terguncang sehebat ini. Ini pertama kalinya ia tersedu-sedu hingga diluar kendali. Kedua tangannya menutupi wajah, bahunya semakin terguncang keras dan tubuhnya bergetar.

“appa…appa…aku mencintainya…”

***

Kyuhyun hendak berbaring di ranjangnya. Handphonenya bergetar.  Kim jung Soo menghubunginya. Ia mengangkat panggilan itu.

“wae appa…?”

“…..”

“ani…aku tak bertemu dengannya hari ini..”

“…..”

Kyuhyun mengerutkan kening. Ada apa ini..? apakah appanya kesal..? atau marah…? tanyanya dalam hati.

“…….”

“memberi tahu apa appa..?”

“……..”

“belum….”

“……”

“dia sudah tahu…?”

“…….”

“menangis sambil histeris…?”

“…..”

Histeris…? otak Kyuhyun berputar. Ia mematikan telepon dan tetap terdiam ditetap, membiarkan dirinya berpikir lebih dulu. Rasa cemas menjalari tubuhnya. Dimana Seohyun sekarang..? tanyanya dalam hati. Seakan baru tersadar dari mimpi. Kyuhyun segera berbalik dan menghambur keluar dari pintu.

***

Entah sudah seberapa jauh Seohyun melangkah. Menahan kakinya berhenti di sebuah supermarket untuk membeli beberapa botol soju. Sebelumnya tak pernah sekalipun ia meminum minuman semacam itu. Ia hanya pernah mendengar bahwa minuman itu bisa menenangkan pikiran.

Seohyun duduk disebuah pagar jembatan yang dibawahnya mengalir sungai Han. Handphonenya bergetar. Kyuhyun menelponnya. Jika biasanya ia langsung semangat mengangkat telepon dari Kyuhyun. Sekarang ia justru menghindari bericara dengan Kyuhyun. Handphonenya kembali bergetar. Namun, ia sudah tak peduli lagi dengan getaran dari saku celananya. Ia hanya menatap kosong aliran sungai yang begitu tenang. Air sungai itu pasti dingin sekali. Ia pasti akan kedinginan bila terjun kesungai itu.

Ia hanya perlu membiarkan dirinya terjatuh. Setelah itu seluruh tubuhnya akan membeku. Rasa sakit dihatinya juga akan membeku. Ia tak akan merasakan sakit ini lagi.

Sedikit dorongan. Satu kali dorongan saja.

Tetapi tubuhnya tetap bergeming. Terpaku ditempat. Tak mau bergerak. Rasa sakit didadanya kian menusuk. Nyaris tak tertahankan. Ia tak lagi sanggup menanggungnya. Semuanya membuat pikirannya gila. Ia sudah merasakan apa yang Donghae bilang padanya waktu itu. Cinta membuat kita gila. Tak dapat berpikir rasional.

“Tuhan…tolong ambilah rasa sakit ini dariku…”ucapnya lirih

Ia kembali mencondongkan tubuhnya. Menatap permukaan sungai.

Tiba-tiba ada yang mencengkeram lengannya dan menariknya dengan kasar menjauhi pagar jembatan. Seohyun terperanjat dan kehilangan keseimbangan. Ia memutar kepala cepat dan langsung berhadapan dengan Minho yang menatapnya dengan kening berkerut tidak senang.

“apa yang mau kau lakukan Hyunnie..?”tanya Minho keras.

Kesadaran mulai merasuk kedalam tubuh Seohyun. Ia mencoba melepaskan genggaman tangan Minho dilengannya.

“appo oppa…lepaskan tanganmu..!!”

Minho melonggarkan cengkramannya. Tapi tidak benar-benar melepaskannya.

“kau habis menangis…?”

Ia menatap lurus mata Seohyun.

“hanya sedikit. Memangnya tak boleh…?”

Minho menarik napas.

“ada apa denganmu…?”

Seohyun tak menjawab.

“mau menceritakannya padaku…?”

“oppa mau tahu apa yang baru saja akan kulakukan…?”

Minho tak yakin ia berani mendengar jawaban Seohyun.

“tadinya aku ingin melompat…”

“kau gila..?! kau tak bisa berenang Hyun…”

Seohyun tersenyum lalu melihat ke bawah Sungai.

“aku tahu…”

“wae..? ada apa denganmu…?”

“karena sakit sekali rasanya. Di sini. Sakit sekali oppa…”

Minho tak mengerti. Sama sekali tak mengerti. Ia masih shock mendengar Seohyun ingin bunuh diri.

“tapi untung kau datang oppa…”

“apa maksudmu…?”

Seohyun meletakkan sebelah tangannya dibahu Minho.

“temani aku menghabiskan minuman ini…!! kajja kita minum sampai mabuk. Aku ingin minum hingga rasa sakit ini tak terasa lagi. Minum sampai mati…”

“jangan berbicara sembarangan…!!”

Pandangan Seohyun kembali kosong.

“kau mau minum..? akan aku temani. Ayo, kita cari tempat duduk..”

Minho sama sekali tak tahu apa masalah yang dialami Seohyun. ia akan bertanya pada Seohyun nanti. Sekarang ini ia tahu jelas lebih baik ia menemani yeoja itu daripada membiarkannya sendirian. Lebih baik ada dia yang mengawasi Seohyun karena jika dibiarkan sendirian, hanya Tuhan yang tahu apa yang akan dilakukan yeoja itu.

***

Kyuhyun sudah menyerah kali ini. Ini hampir tengah malam, tapi ia tak kunjung menemukan Seohyun. Ia mencoba menghubungi Seohyun lagi. Beruntung. Yeoja itu mau menjawab teleponnya.

“Seo…kau dimana…?”

“…..”

“Minho..? kau bersama Seohyun…?”

“…..”

Kyuhyun mendengar teriakan Seohyun yang tidak ingin ia menemuinya.

“baiklah aku akan menemuinya besok. Aku akan memberi tahu appa dan oemmanya agar tidak cemas…”

                                                                           ***          

Seohyun tengah meneguk botol keduanya. Minho hanya menatapnya iba. Tiba-tiba Hp Seohyun berdering. Yeoja itu tak berniat mengangkat teleponnya. Minho berpikir pasti appa dan oemmanya yang menelpon Seohyun. Mereka pasti cemas. Ia pun mengambil handphone Seohyun dari saku celananya.

“……”

“oh..Kyuhyun hyung.. !! ini aku Minho…”

“…..”

“ne…dia sedang bersamaku. Jangan khawatir…!! kami sedang ada di tepi Sungai Han. Datang saja kesini…!!”

“jangan datang…!!” seru Seohyun tiba-tiba

Minho terlonjak kaget dan menatap Seohyun heran.

“Jangan suruh dia datang. Jangan malam ini…!!”serunya lagi dengan nada lirih.

Minho bingung harus mengatakan apa pada Kyuhyun. Saat ia akan membuka mulut. Kyuhyun berkata akan menemui Seohyun besok saja. Sepertinya ia mendengar teriakan Seohyun. Kyuhyun yang lebih dulu memutus sambungan teleponnya. Minho mengembalikan Hp Seohyun di sakunya.

“kau bilang hatimu sakit. Apa Karena Kyuhyun hyung…?”

Seohyun mengangguk.

“Hyun…jika kau ingin aku membantumu, kau harus menceritakan masalahnya padaku..”

Lagi-lagi Seohyun hanya mengangguk.

Yeoja itu hendak membuka botol keempat. Namun, Minho menahannya. Seohyun sudah sangat mabuk sekarang. Terlebih ini baru pertama kalinya ia mabuk berat. Minho mengantar Seohyun pulang.

***

Keesokan paginya Kyuhyun pergi ke rumah Seohyun. Ia cukup kaget melihat Minho dan Seohyun sedang ada diruang tamu. Seohyun beranjak dari duduknya. Namun, Kyuhyun menahannya.

“oh ya..oppa pasti kau belum tahu kalau Kyuhyun oppa dan aku bersaudara…”

“apa..? maksudmu..?”bingung Minho.

“kami punya appa yang sama. Itu artinya saudara tiri yah..? pokoknya begitulah…”

Kyuhyun menatap Seohyun dengan tatapan tidak percaya. Ia merasa sikap Seohyun padanya menjadi sangat aneh.

“aku tidak memberi tahumu karena aku juga baru tahu..”

Seohyun memandang Minho sambil tersenyum minta maaf.

“ini kejutan besar bukan..? tapi kami berhasil mengatasinya…”

“Seo..apa-apaan ini…!!”ucap Kyuhyun tidak sabar. Ia sama sekali tak tahu maksud Seohyun. Apakah yeoja itu ingin berpura-pura semuanya baik-baik saja..?

Seohyun menatap lurus. Senyumnya sedikit memudar.

“Ini kenyataan. Aku yakin kita bisa mengatasinya dengan baik. Aku bisa…”

“Seo…!!”

“aku bisa menganggapmu sebagai oppaku..”sergah Seohyun cepat

“sungguh. Aku bisa…”

Kyuhyun tidak percaya. Tidak mungkin semuanya beres hanya dalam semalam. Appanya sendiri yang bilang bahwa Seohyun menelponnya sambil menangis histeris.

“aku ingin kita bicara diluar…”

“aku mandi dulu..setelah itu baru kita bicara op..pa…”

Seohyun menaiki tangga menuju kamarnya.

Kyuhyun terdiam. Sebenarnya Seohyun benar. Kenyataan adalah kenyataan. Tetapi kenapa dada Kyuhyun terasa berat dan sakit…?

***

Kyuhyun sengaja mengajak Seohyun ke Seoul park. Selama perjalanan tak ada satupun dari mereka yang mau membuka mulut. Perjalanan yang hampir memakan waktu satu jam itu hanya penuh keheningan. Akhirnya, mereka sampai di tempat tujuan mereka. Seohyun terlebih dulu duduk disebuah bangku sementara Kyuhyun mengikutinya lalu ikut duduk disampingnya.

“apa yang mau oppa bicarakan..?”

Kyuhyun menghela napas.

“bisakah kau memaafkanku…? bersikaplah seperti Seohyun yang biasa kukenal. Seperti ini. Seperti bukan Seohyun yang kukenal..”

Seohyun beralih menatap Kyuhyun. Namja itu sedang tersenyum manis menatapnya. Betapa senyuman itu sangat ia rindukan akhir-akhir ini.

“aku akan pergi ke Amerika mencari oemmaku sekaligus melanjutkan kuliah…”

Refleks kedua telapak tangan Seohyun terkepal erat.

“berapa lama…?”

Melihat bayangan Kyuhyun saja bisa membuat hati Seohyun sakit. Tetapi bagaimana kalau Seohyun sama sekali tidak dapat melihatnya..? bahkan bayangannya pun tidak. Bagaimana..? apa yang akan terjadi padanya…?

“molla…hingga luka ini benar-benar pulih…”

Seohyun kesulitan bernapas. Seperti ini kah akhirnya..? tidak bisakah Tuhan memberikan satu saja keajaiban agar mengubah statusnya dan Kyuhyun…? ia rela menukarnya dengan apapun jika memang bisa.

“aku sangat senang bisa mengenalmu Seohyun~ah…”

“gomawo…”balas Seohyun

Seohyun berusaha setegar mungkin. Menahan air matanya agar tidak tumpah didepan Kyuhyun.

“besok aku akan pidato di acara kelulusan. Setelah itu aku langsung berangkat menuju bandara. Aku tak memaksamu untuk datang, tapi aku harap kau datang…”

Kyuhyun berdiri, dan Seohyun mengikutinya. Mereka berdiri berhadapan dan berpandangan. Setelah bimbang sesaat, Kyuhyun mengulurkan tangannya. Dengan agak gemetar Seohyun menyambut uluran tangan Kyuhyun. Kehangatan genggaman tangan Kyuhyun mengalir ke tubuh Seohyun, mengisi hati dan jiwanya, juga membuat hatinya serasa diremas-remas.

Tiba-tiba Kyuhyun menarik tangannya pelan, menarik Seohyun mendekatinya, menariknya kedalam pelukannya. Seohyun tercengang, tapi sama sekali tak menolak. Ia membiarkan Kyuhyun melingkarkan sebelah tangannya di sekeliling tubuhnya. Ia membiarkan dirinya tenggelam dalam dekapan Kyuhyun. Saat itu, ia berharap waktu bisa berhenti.

“berjanjilah padaku kau akan baik-baik saja…!!”

Kyuhyun tersenyum. Ia mengangkat tangannya dan membelai kepala Seohyun. Betapa Seohyun menyukai sentuhan itu

“berjanjilah kau akan baik-baik saja dan hiduplah dengan bahagia..!!”.

“berjanjilah padaku Seohyun~ah..!!”

“aku janji..”

***

Hari ini Seohyun merasa sangat rapuh. Tubuhnya merasa tidak bertenaga. Hari ini Kyuhyun akan berangkat menuju Amerika. Dan tak tahu kapan akan kembali ke Korea lagi. Seohyun bingung apa yang harus ia lakukan. Apakah ia perlu menelpon Kyuhyun..? apakah ia perlu mengantarnya ke bandara..? apakah ia sanggup mengucapkan selamat tinggal sekali lagi…?

Tidak.

Sebaiknya ia tidak melakukan semua itu. Itu hanya akan menghancurkan dirinya.

Beberapa jam kemudian pintu kamarnya tiba-tiba terbuka. Sunny masuk untuk menemui Seohyun.

“Sunny..? wae..? Sooyoung tak ikut..?”

“ani..dia mengantar Kyuhyun sunbae…”

“kapan Kyuhyun oppa berangkat..?”

“kurasa pesawatnya sudah berangkat lima belas menit yang lalu..”

Seohyun merasakan hatinya kembali terasa perih. Kyuhyun benar-benar sudah pergi meninggalkannya.

“aku merasa kau harus melihat video pidato Kyuhyun oppa saat kelulusan tadi…”

“nde..?”

“lihatlah..!! kau pasti terkejut…”

“aku…merasa yeoja yang ia maksud itu kau Seo…”

Sunny mulai memutar video yang ia rekam tadi saat Kyuhyun berpidato di acara kelulusan.

“Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku tahu…”

“ aku memang belum lama mengenalnya, tapi rasanya aku sudah mengenalnya seumur hidup. Dan, aku sadar dia sudah menjadi bagian yang terpenting dalam hidupku…”

“aku pertama kali melihatnya di sebuah taman. Ia begitu menikmati pemandangan yang tersedia di taman itu. Bunga-bunga bermekaran. Anak-anak yang berlari riang. Kalian pasti terkejut kenapa aku bisa tahu. Karena hampir setiap sore diam-diam aku memerhatikannya. Aku sangat menyukai senyumnya. Senyum yang membuatku selalu setia datang ke taman itu…”

“sepertinya Tuhan sedang berbaik hati padaku. Aku kembali bertemu dengannya di kantin Sekolah. Saat itu aku masih belum mengenalinya bahwa ia yeoja yang selalu kulihat di taman itu. Aku berpikir apa ini hanya mimpi..?. Tidak. Ini nyata, benar-benar nyata. Aku merasa bintang keberuntungan sedang berpihak padaku. Aku dan dia selalu dipertemukan dalam sebuah situasi. Mulai dari gosip-gosip dari teman sekolah sampai aku tahu kakak sepupunya adalah mantan yeojacingu hyungku sendiri…”

“kami bahkan bekerja sama menyatukan kakak sepupunya dengan hyungku yang sempat berpisah. Ternyata, duetku dengannya tidak terlalu buruk. Kami berhasil menyatukan mereka kembali. Entah mengapa saat aku bersamanya, aku sama sekali tak dapat menahan diriku untuk melakukan hal yang kontras dengan isi hatiku. Bertengkar,berdebat, dan adu mulut antara aku dengannya sudah biasa dan sering. Suatu waktu ia tiba-tiba mengajakku berdamai. Sejak saat itu aku merasa hari-hariku menjadi lebih menyenangkan. Sangat-sangat menyenangkan…”

“Hidup ini sungguh aneh dan tidak adil. Suatu kali hidup melambungkanmu setinggi langit, kali lainnya hidup menghempaskanmu begitu keras ke bumi. Ketika aku menyadari dialah satu-satunya yang paling kubutuhkan dalam hidup ini, kenyataan berteriak di telingaku dia juga satu-satunya orang yang tidak boleh kudapatkan. Kata-kataku mungkin saja terdengar tidak masuk akal. Tapi percayalah, aku rela melepaskan apa saja, menukar apa saja. Asal bisa bersamanya. Tetapi apakah manusia bisa merubah takdir..?”

“satu-satunya yang bisa kulakukan adalah keluar dari hidupnya. Aku tak akan melupakan dirinya, tapi aku harus melupakan perasaanku padanya walaupun itu artinya aku harus menghabiskan sisa hidupku untuk melakukannya. Pasti butuh waktu lama sebelum aku bisa menatapnya tanpa merasakan apa yang kurasakan tiap kali menatapnya. Mungkin suatu hari nanti. Entah kapan. Rasa sakit ini akan hilang dan kami akan bertemu kembali…”

“Sekarang..saat ini saja..Untuk beberapa detik saja…aku ingin bersikap egois. Aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia, dan melupakan asal-usul serta latar belakangku. Tanpa beban dan tuntutan, atau harapan, aku ingin mengaku..”

“aku..mencintainya..”

”saranghae…jeongmal saranghae….”

Saat itulah secuil kendali Seohyun yang telah rapuh semakin hancur berkeping-keping dan tangisnya pun pecah. Ia menutup mulutnya dengan sebelah tangannya untuk mengendalikan tangisnya. Isakannya semakin keras dan ia harus menutup mulutnya dengan kedua telapak tanganya. Seberapapun keras meneriakkan kata-katanya. Ia sadar kenyataan tak dapat berubah. Ia hanya mampu meneriakkan kata itu dalam hati.

“nado…nado saranghae oppa…”

***The End***

Akhirnya, kelar juga ni ff…

Gimana…?* semoga gak ada yang minta sequel coz ni otak udah mampet… J*

Komennya dong….!!!!

Sampai jumpa di next ff #kaburrrrrrrrrrrr…………!!!

“NGGAK KOMEN BARBEL MELAYANG”


22 thoughts on “[Freelance] A Little White Lie END

  1. Akhirnya end jg nih ff
    Hehe^^

    Terserah sih mau sequel atau ga
    Klo ada ide lg aja baru buat sequelnya

    Ditunggu next ff nya deh yah

    Like

  2. aku dah baca ff ini yg k2 kalinya..yg pertama di mcls…mlh smpai a litle white love…author zeeseokyu disini yah…gimana mcls’nya kq ditinggalin…kekekekek

    Like

  3. Wah daebak.
    Aku kira bakal happend, eh malah sadend gini.
    Aku suka nih ff karena ada yoonhaenya dan tentunya ffnya bagus.

    Ditunggu karya lainnya.
    Selipin yoonhae juga ya #shipperkumat

    Like

  4. bikin terharu aja nih FF. sequel dong thor. please.. bikin sequel😥
    dibikin aja ternyata seohyun bukan anak kandung leeteuk kalo nggak trnyta kyu itu mmng bukan anak leeteuk, ada yg sengaja membuat tiffany hamil cuma leeteuk jadi kambing hitam (mksdny teuk itu dibuat tidur dibawah fanny ketika orang yg ngehamili tiffany itu udah selese dg kelakuannya). kan mereka bisa bersama lagi ???
    tapi aku nggak maksa deh xD

    Like

  5. Sequel, saia butuh sekuel,.
    Saia bca part ini smpe nangis, sad ending y ? Andwaeeeee !! Saia gk suka sad ending, saia maunya happy ending #reader yg 1 ini udah maksa bawel lg, hhehe mian# kyak nya ff ini sdh ada sekuelnya yah ? Jdulnya a little white love klo gk slh, bner gk sih ? Tp di post disini gk y ? Klo d mcls kn adanya lngsng part 2 nya, first part nya d mna donk ? Kira2 sekuelnya smpe part brp ?? Bnyk gk ?? Smoga ajh bnyak, hhehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s