[Freelance] A Little White Lie #10


Annyeong…!!

Wuahh…!!! beberapa part lagi ending nih…!! yang belum sempet komen. Tetep ditunggu kok komennya…

Sekali lagi gomawo…..buat yang setia ngomen ff abal-abal saya… J!!

Segitu aja deh…

Don’t be plagiator……….!!!!!!

And Happpyyyyyyyyyyy readinggggg…………….!!!

Main Cast : Cho Kyu Hyun, Lee Donghae, Choi Min Ho, Seo Joo Hyun, Im Yoona, Choi  Sooyoung.                                                                                                                      

Others Cast : Lee Teuk, Taeyeon, Choi Siwon, Tiffany Hwang, Sunny.

Genre : Romance, Comedy.

Author : Zee’seokyuwires

Part1, Part2, Part3, Part4, Part5, Part6, Part7, Part8, Part9

seokyu 10Grebb….

Seohyun langsung mendekap tubuh namja itu dan mengusap lembut punggungnya. “oppa..gwenchana…?” tanyanya masih memeluk Kyuhyun

Namja itu tetap saja bergeming melanjutkan tangisnya. Hingga akhirnya Kyuhyun melepas pelukan Seohyun kemudian bergumam sambil menatap mata Seohyun, “bagaimana mungkin orang itu appa kandungku…?!!”

“apa kau percaya…?”

Seohyun hanya mengerutkan keningnya mendengar perkataan Kyuhyun.

“dia sudah gila..!! omong kosong macam apa itu..”gumam Kyuhyun sambil berjalan sempoyongan menuju hotel.

Brukk…       

Kyuhyun tiba-tiba terjatuh. Untungnya saat itu ia baru beberapa langkah berjalan menuju hotel. Sehingga tubuhnya hanya terjatuh di pasir. Seohyun menghampiri Kyuhyun dan membantunya berdiri. Cukup kewalahan juga, karna tentu tubuh Kyuhyun lebih berat dari Seohyun. Akhirnya, Seohyun berhasil memapah Kyuhyun ke kamarnya. Donghae mempersilahkan Seohyun masuk sebentar. Ia tahu, Yeoja itu cukup kelelahan sehabis menolong dongsaengnya.

“Seo..ige minumlah kau pasti lelah…”ucap Donghae menawarkan segelas minuman, setelah menidurkan Kyuhyun di ranjangnya.

“gomawo oppa…”

“apa yang terjadi..? kenapa dia semabuk ini…?”

“molla…aku tak sengaja melihatnya di pantai saat aku jalan-jalan sebentar disana…”

“setahuku akhir-akhir ini dia tak punya masalah apapun. Apa kau menolaknya..?”

“nde…?”

“ah..ani.. maksudku..  menurutmu apa kau tahu apa yang menyebabkannya seperti ini..?”

Seohyun berpikir sejenak.

“tadi sore dia mengatakan malam ini akan menemui seseorang oppa…”

“menemui seseorang..? apa kau tahu siapa yang akan ia temui..?”

Seohyun merasa bingung sekarang. Apakah ia boleh mengatakan ini pada Donghae..? sepertinya Kyuhyun menyembunyikan ini dari hyungnya sendiri. Batin Seohyun.

“molla oppa… memangnya kau tak tahu..?”

“ani..dia tak pernah menceritakan apapun selain..”

Donghae menghentikan ucapannya.

“selain apa oppa…?”

“selain orang yang ia suka…”

“ehm…apa kau mengenalnya..?”

“nugu…?”

“orang yang Kyuhyun oppa sukai..”

“oh..kalau itu aku sangat mengenalnya…”

“apa dia cantik…?”

“menurutku lebih cantik Yoona…”

“lalu apa yang ia lihat dari yeoja itu…?”

“molla…dia sudah gila karena cinta…”

“memangnya cinta bisa membuat kita gila oppa..?”

“tentu..”

“omo…mengerikan sekali..aku jadi takut..”

***

Cahaya matahari mulai menerobos masuk melalui hampir semua jendela bangunan di Jeju . Yoona sudah bangun terlebih dahulu. Ketika akan membeli makanan di bawah, ia melihat Seohyun yang masih tertidur pulas. Sebenarnya, ia tak tak tega harus membangunkannya. Karena ia tahu semalam Seohyun tidur sangat larut karena sedikit insiden yang dialami Kyuhyun. Ia tentu saja mengetahui hal itu dari Donghae. Yoona akhirnya memutuskan tetap membangunkan Seohyun.

“Hyunnie…”

Sepersekian detik yeoja itu mulai membuka matanya.

“onnie…apa sudah siang..?”

“ani..ini masih pagi. Onnie mau kebawah membeli makanan. Kau cepat mandi lalu menyusul onnie di bawah yah..!! onnie akan menunggumu…”

“ne…”

Seohyun bergegas ke kamar mandi. Sedangkan yoona langsung keluar dari kamar lalu menuju lantai bawah. Kebetulan sekali di restoran hotel itu juga ada Kyuhyun dan Donghae. Yoona pun ikut bergabung bersama mereka.

“oppa…”

“Yoong..!! Seohyun tak ikut…?”

“dia baru mandi, jadi aku menyuruhnya menyusul…”

“Kyu..apa sudah baikan…?”

“sedikit…”

Kyuhyun menjawab pertanyaan Yoona singkat tanpa mengalihkan matanya yang memandang segelas kopi sambil mengaduknya intens.

“semalam Seohyun sangat mencemaskanmu, hingga ia tidur larut malam…”

Kyuhyun yang semula fokus denga segelas kopi dihadapannya langsung menoleh ke arah Yoona.

“mian…aku tak bermaksud membuatnya cemas….”

“arraseo..yang penting kau sudah lebih baik…”

Makanan pesanan Yoona datang. Ia pun segera menyantap makanan itu. Tak perlu waktu lama yeoja itu sudah melahap habis makanannya.

“oppa..aku kenyang sekali..”

“dasar rakus..!!”

“aku lapar bukan rakus…”kesal Yoona

“jujur saja sejak aku mengenalmu sampai sekarang, aku masih tak dapat membedakan  kau lapar atau memang kau rakus…”

“yak…!! kau mengejekku lagi..”

Yoona yang kesal langsung beranjak dari duduknya. Donghae yang panik langsung mengejar yeojanya.

“aish…kenapa mulutku tak bisa diajak kompromi…”

Kyuhyun tersenyum simpul melihat kelakuan mereka berdua barusan. Tak lama, Kyuhyun melihat Seohyun berjalan masuk menuju restoran yang juga ia tempati sekarang. Hingga akhirnya kedua pasang mata mereka beradu. Seohyun menghampiri Kyuhyun yang ia lihat sendirian.

“oppa…kau sudah baikan..?”

“duduk..!!kau jangan terlalu mencemaskanku..!! aku baik-baik saja…”

“tapi semalam kau…”

“lupakan saja….!!”Serobot Kyuhyun

“kau pasti lapar, aku pesankan makanan yah..!!”

Seohyun hanya mengangguk sementara Kyuhyun tengah memanggil pelayan.

“oh ya…apa kau lihat onnieku…?”

“dia sedang ada masalah dengan Donghae hyung..”

“masalah apa..? apa mereka bertengkar..?”

“kurasa…”

Makanan pesanan Kyuhyun datang. Ia pun menyuruh yeoja itu segera menyantapnya. Sekali lagi, Seohyun hanya menurut. Selama Seohyun menyantap makanannya Kyuhyun tak hentinya menatap Seohyun.

“wae~yo…? apa ada yang aneh denganku..?”

“banyak…”

“mwo…?”

Kyuhyun mulai menyunggingkan senyumnya seperti biasanya. Seperti saat ia belum bertemu Kim Jung Soo.

“aku lebih suka melihatmu sekarang daripada semalam…”

“maksudmu..? setiap hari aku selalu tampan..”ucapnya protes

“cih…seandainya kau tahu wajah sembabmu semalam. Kau pasti meralat ucapanmu barusan…”

“aku memang selalu tampan Seohyun~ah..”

“terserah…asal kau senang…”

“bukan begitu caranya…”

“nde..?”

“ikut aku…!!”

Kyuhyun menarik pergelangan tangan Seohyun. Mereka menyusuri jalan menuju tempat-tempat menarik yang tidak terlalu jauh dari Hotel.

“oppa hari ini kita akan berkunjung ke bukit barisan bersama yang lainnya…”

“tenang… aku menyuruh Donghae hyung untuk mengijinkan kita pada seongsanim karena aku tak enak badan sedangkan kau menjagaku..”

“lagi-lagi kau bertindak sesukamu…”

“dan kau juga selalu menyeretku…”

“wae..? bukannya kau suka…?”

“itu menurutmu. Memangnya kita akan kemana…?”

“foto…”

“nde..? foto apa…?”

“foto rontgen..”

Seohyun mengerutkan keningnya.

“tentu saja foto untuk kenang-kenangan kita di Jeju. Besok kita sudah kembali kan, dan aku belum punya satu fotopun..”

“kenapa hanya denganku, kau tak mau foto dengan yang lainnya..?”

“itu gampang..sekarang aku hanya ingin berfoto denganmu…”

“kenapa denganku…?”

Kyuhyun meraih pundak Seohyun, membuat mereka berhadapan.

weil ich will nur dich und nur du bist der einzige, der mein Herz kuijinkan füllt. Ich wollte nur die Erinnerung an uns beide zu verewigen. Nur wir zwei. Jetzt, heute und in Ewigkeit .. Seohyun nur Kyuhyun.(karena hanya kau yang kuinginkan dan hanya kau satu-satunya yang kuijinkan mengisi hatiku. Aku hanya ingin mengabadikan kenangan indah kita berdua. Hanya kita berdua. Sekarang, saat ini, dan selamanya..Seohyun hanya untuk Kyuhyun..)”

“dari mana oppa belajar bahasa itu..? apa artinya…?”tanya Seohyun dengan wajah berbinar.

“jangan banyak protes dan turuti saja permintaanku…”

“hanya itu…? sepertinya tadi panjang sekali…”

“kalau tak percaya cari saja artinya di google translete…”

“aku bahkan tak ingat apa perkataanmu tadi…”

“itu bukan salahku…”

***

Donghae baru saja selesai membuat alasan kepada Kangin seongsanim untuk ketidak ikut sertaan Kyuhyun dan Seohyun yang kini sedang kabur entah kemana.

“memangnya mereka kemana oppa…?”

“molla…aku merasa Kyuhyun menyembunyikan sesuatu padaku Yoong…”

“karena kejadian semalam…?”

“ne..Seohyun bilang dia menemui seseorang semalam…”

“sudahlah oppa jangan negative thinking..!!”

Mereka pun memasuki bis untuk menuju tempat wisata bukit barisan yang ada di Jeju.

***

Seohyun dan Kyuhyun sekarang berada di sebuah taman bermain yang tak jauh berbeda dengan Lotte World. Mereka mencoba satu per satu wahana yang ditawarkan tempat wisata itu. Setelah puas, Kyuhyun mengajak Seohyun untuk makan Siang. Lebih tepatnya makan Sore, karena memang saat ini sudah menjelang Sore hari.

“gwenchana..?”

“sudah lebih baik daripada tadi..”

“kau payah oppa..!! sifatmu saja yang evil tapi nyalimu kecil…”

“ini pertama kalinya aku masuk tempat seperti itu…”

“jeongmal..?”

“ne…”

“pantas saja…”

“jangan mengajakku kesitu lagi arrraseo..!!”

“hahaha…”

“kau pikir ini lelucon..?!!”

“coba kulihat foto kita tadi…!!”

“ani…kau sudah menertawakanku barusan..”

Ucap Kyuhyun sambil memasukkan hpnya pada saku celananya.

“curang..”

Seohyun mengerucutkan bibirnya kesal.

“bibir monyongmu itu tak membuatmu terlihat lebih cantik..”

“memangnya seperti apa yeoja yang menurutmu cantik itu..?”

“kening indah, berambut panjang, dan perhatian…”

“jadi, seperti itu yeoja yang sedang kau dekati..”

“kau kaget aku mengetahuinya..? Donghae oppa yang mengatakan padaku kalau kau sedang menyukai seorang yeoja..”

“MWO…?”

“Donghae oppa saja bilang kalau dia tak lebih cantik dari Yoona onnie…”

Kyuhyun tak tahu harus menjawab apa. Apa saja yang ia ketahui dari hyung kurang ajarnya itu. Batin Kyuhyun.

“hah..? ten..tentu ia lebih cantik dari Yoona noona…”

“cih…aku lebih percaya selera Donghae oppa..”

Kyuhyun sekarang tahu sejauh mana pengetahuan Seohyun terhadap yeoja yang dimaksudkan hyungnya. Ku pikir kau sudah membocorkannya hyung. Ucap Kyuhyun dalam hati.

“aku akan mengenalkannya padamu lain kali…”

“tidak perlu…”ucap Seohyun sewot.

“apa kau..”

Kyuhyun belum menyelesaikan kata-katanya namun Seohyun sudah memotong ucapannya.

“aku tidak cemburu…”

“aku tahu..”

Kyuhyun menghela napas sejenak.

“ya..aku tahu kau bohong…”

“anio…”

“jeongmal…?”

“tatap mataku dan katakan kau tidak cemburu…!!”

Lagi-lagi Kyuhyun memposisikan tubuhnya berhadapan dengan Seohyun.

“aku capek..sebaiknya kita kembali ke hotel…”

Seohyun berjalan meninggalkan Kyuhyun yang tengah tersenyum penuh kemenangan.

“permainan ini semakin menyenangkan…”gumamnya pelan lalu pergi menyusul Seohyun.

Hari ini benar-benar hari yang membahagiakan baginya. Sejenak Kyuhyun dapat melupakan masalahnya semalam. Begitu sampai dikamarnya. Kyuhyun melihat Donghae yang sedang berdiri di balkon kamar. Ia lalu menghampirinya.

“kau ada masalah..?”

“harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu..”

“apa yang membuatmu mabuk semalam…?”

“ani…gwenchana…”

“apa kau masih menganggapku hyungmu…?”

“seandainya boleh memilih, selamanya aku ingin menganggapmu sebagai hyungku..”

“maksudmu..? jelaskan semuanya padaku…!!”

“saat appa menyuruhku menemuinya waktu itu, ternyata ia ingin memberikan surat yang ditulis oemma untukku…”

“dalam surat itu ia meminta maaf karena meninggalkanku, kau dan appa. Dia juga memintaku menemukan Kim Jung Soo. Aku menyuruh Kang ahjussi menemukan orang itu..”

“dan semalam orang itu yang kau temui…?”

“ne..kebetulan dia sedang ada bisnis disini…”

Mata Kyuhyun mulai terasa panas. Ia sudah berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah. Ia tak mau hyungnya merasa cemas dan mengkhawatirkanya. Dari awal ia tak mau Donghae ikut campur dalam urusan ini. Alasannya tentu penyakit kanker otak Donghae yang mengharuskannya tidak berpikir terlalu berat.

“lalu apa yang bisa membuatmu sekacau semalam..?”

“kuakui kesan pertamaku dengannya dia adalah orang yang baik. Ani sangat baik…”

Kelopak mata Kyuhyun tak lagi kuat menahan air matanya. Butiran bening itu mulai turun menelusuri lekuk wajahnya.

“Kim Jung Soo adalah appa kandungku…”

“MWO…? dia pasti bercanda…”

“awalnya aku tak percaya begitu saja, tapi dia punya bukti tes DNA yang ia dan oemma lakukan dulu. Dan aku positif anak kandungnya..”

Donghae mendekap tubuh Kyuhyun yang bergetar. Tak terasa butiran bening juga keluar dari matanya.

“Kyu..entah mengapa seberapa akurat tes DNA itu, aku sangat percaya bahwa kau dongsaeng kandungku…”

“kenyataannya takdir berkata sebaliknya hyung…”

“apa appa juga mengetahuinya…?”

“molla…aku akan mengatakannya saat kita kembali ke Seoul…”

“kau yakin…?”

“aku harus melakukannya hyung. Aku tak mau membebaninya lagi. Apalagi sekarang aku bukan lagi putrannya …”

“kau jangan berkata seperti itu. Selamanya kau adalah dongsaengku ara..!!”

“gomawo hyung…”

“mianhe jika selama ini aku menjadi dongsaeng yang selalu membuatmu kesal. Meskipun semua orang mengatakan aku bukan dongsaeng kandungmu, dalam hatiku kau adalah hyung terbaikku. Saat ini statusku, kau dan appa sudah berbeda. Tapi, tempat kalian dihatiku tak akan berubah sampai kapanpun…”

Intensitas tangisan Donghae semakin bertambah ketika mendengar ucapan Kyuhyun. Tak pernah sekalipun ia mendengar ucapan Kyuhyun yang sedalam itu. Dan tak pernah terbayangkan juga cerita seperti ini hadir dalam hidupnya.

“apa kau mau berjanji satu hal padaku..?”

“apa..?”

“apapun yang terjadi nanti, jangan pernah pergi jauh dariku dan appa. Kau bisa..?!!”

Kyuhyun mengangguk dibahu hyungnya. Mulutnya sudah kaku mendengar ucapan Donghae yang sangat mempedulikannya. Kenangan-kenangan  mereka dulu mulai terngiang bak  roll film yang membuat keduannya menyadari betapa mereka berdua saling menyayangi dan tak ingin sebuah kata perpisahan muncul dalam hidup mereka.Masa kecil, remaja, hingga beranjak dewasa yang dipenuhi canda tawa, perdebatan, bahkan pertengkaran. Namun itu justru kenangan terindah yang membuat mereka tak terpisahkan.

***

Pagi ini sudah saatnya para murid Kyunghee High School kembali ke Seoul. Semua sudah bersiap masuk ke dalam bus. Seohyun yakin sebentar lagi Kyuhyun akan menarik tangannya. Ia sudah begitu hapal dengan tingkah namja itu. Berbuat sesuka hati memang kebiasaanya bukan…? Satu per satu dari mereka mulai naik ke dalam bus. Sepertinya, dugaannya kali ini meleset. Kyuhyun tak menoleh sama sekali ke arahnya. Bahkan ia tiba-tiba naik kedalam bus tanpa mengajaknya. Hanya bangku disebelah Kyuhyun yang kosong. Yeoja itu akhirnya duduk disebelah Kyuhyun.

“kau tak keberatan kan…?”

Kyuhyun tak menjawab sama sekali. Ia masih fokus dengan pemandangan luar yang terlihat dari kaca bus disampingnya. Seohyun tak menyerah.

“apa oppa marah padaku..?”

“jebal bicaralah…!! kau membuatku khawatir…”

Kyuhyun menoleh tapi masih belum berminat membuka mulut.

“kau marah karena aku meninggalkanmu kemarin..?”

“jangan menatapku seperti itu..!! kau membuatku takut…”

“aku sedang sakit. Jadi, biarkan aku istirahat..”

Seohyun refleks menempelkan telapak tangannya pada kening Kyuhyun.  Ia mengerutkan keningnya saat ia merasa badan Kyuhyun tak panas sama sekali.

“tapi suhu badanmu tidak panas oppa..”

“bukan disitu yang sakit tapi disini…”

Seohyun kembali mengerutkan alisnya melihat Kyuhyun yang memegangi dadanya. Ia kini beralih menempelkan telinganya di dada Kyuhyun. Tentu saja tindakan Seohyun membuat jantungnya sedikit meloncat tak beraturan.

“kau benar sepertinya jantungmu bermasalah….”

Kali ini Kyuhyun tak dapat menahan dirinya untuk tidak tersenyum mendengar kepolosan Seohyun.

“kau sudah tahu kan..?”

“kalau kau sakit tidurlah disini..!!”

Seohyun menawarkan bahunya untuk Kyuhyun.

“apa tidak apa-apa..? perjalanan kita cukup lama..”

“kalau tak mau ya sudah..”

Kyuhyun menyandarkan kepalanya dibahu Seohyun. Namja itu kemudian seperti kebingungan mencari sesuatu.

“apa yang kau cari oppa..?”

“i-podku…aku tak bisa tidur tanpa mendengar lagu..”

“mau dengar suaraku tidak..? jarang-jarang aku menyanyi untuk orang lain… ”

“jika tidak enak, aku akan memintam diam selama perjalanan..”

I’ve been living with a shadow overhead
I’ve been sleeping with a cloud above my bed
I’ve been lonely for so long
Trapped in the past, I just can’t seem to move on

Sepertinya aku menemukan bakat terpendamnya. Batin Kyuhyun. Lalu mulai memasuki alam tidurnya.

***

Kim Jung Soo. Namja yang berumur sekitar 45 tahun sedang menikmati segelas teh hangat bersama istrinya.

“yeobo~ah..”panggilnya lembut pada sang istri.

“hm..?”

“aku sudah menemukannya…”

“nugu..?”

“anakku dari Tiffany…”

Deggg….

Detak jantung sang istri mulai tak karuan.

“jeongmal…? apa dia akan tinggal dengan kita..?”

“apa kau tak keberatan…?”

“jika kau keberatan, aku tak akan memaksa..”

“tentu aku tak keberatan. Semenjak kau melamarku sudah kukatakan bahwa aku menerimamu dengan semua latar belakang, masa lalumu, dan juga kejadian tak disengaja itu oppa…”

Kim Jung Soo mendekap tubuh istrinya erat. Ia lah sumber energi dan alasannya tetap hidup hingga sekarang.

“saranghae..”

“nado saranghae oppa..”

“kau sudah menceritakannya pada Siwon oppa..?”

“dia…sangat kaget dan tidak percaya awalnya…”

Flashback

Kim Jung Soo berusaha menghubungi Cho Siwon. Ia adalah sahabat baiknya selama di Universitas. Sebenarnya Kim Jung Soo, Siwon dan Tiffany bersahabat baik seperti keluarga. Jung Soo tahu bahwa kedua sahabatnya itu saling mencintai. Hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah. Beberapa tahun setelah mereka dikaruniai seorang putra. Terjadi salah paham antara Siwon dan Tiffany. Mereka bertengkar hebat hingga Tiffany yang jarang sekali mabuk. Datang ke appartemen Jung Soo dalam keadaan sangat buruk. Bau alkhohol sangat menyengat tiap kali yeoja itu membuka mulut. Ia pun membopong tubuh Tiffany ke kamarnya. Sepertinya ada yang sengaja melakukan ini semua. Lampu appartemen Jung Soo tiba-tiba mati. Dan tak lama ia sudah tak sadarkan diri.

Begitu pagi hari. Salah satu dari mereka terbangun dalam keadaan tanpa sehelai benangpun. Tubuh Tiffany menindih tubuh Jung Soo diatasnya. Ia juga merasa tubuh bagian bawah daerah sensitifnya terasa perih.

Plakkk…

Sebuah tamparan mendarat dipipi Jung Soo yang masih terpejam. Sontak ia terbangun.

“hiks…apa yang kau lakukan padaku..?”

“dasar namja bajingan..!!”

Jung Soo masih sulit mempercayai ini. Bagaimana mungkin ia tega melakukan hal itu terhadap sahabatnya yang sudah menikah. Terlebih ia juga sudah mempunyai yeojacingu. Ia juga tak meras melakukan hal itu semalam.

“molla..aku benar-benar tak tahu apa-apa Fanny~ah. Demi tuhan aku sama sekali tidak tahu..”

“jangan bawa-bawa nama tuhan..!! lihat buktinya..!!”

“jeongmal..aku bisa menceritakan kejadian yang sebenarnya semalam..”

Jung Soo menjelaskan semua kronologi yang ia ingat. Tiffany masih menangis tersedu-sedu. Ia bingung apa yang harus ia katakan pada Siwon jika terjadi hal yang tak diinginkan.

Beberapa hari kemudian masalah Tiffany dan Siwon selesai. Ternyata, Yunho rekan kerja Siwonlah dalang dibalik pertengkarannya dengan suaminya. Kini tinggal satu masalah lagi. Antara ia dan Jung Soo sahabatnya.

Dua bulan kemudian Tiffany hamil. Tak elak ini membuat ia dan Jung Soo ketakutan. Bagaimana jika anak yang dikandungnya positif darah daging mereka berdua. Apa yang harus ia katakan pada Siwon. Mereka akhirnya memutuskan menunggu kelahiran si jabang bayi.

Enam bulan kemudian bayi itu lahir. Sesuai rencana awal mereka berdua melakukan tes DNA dan hasilnya bayi itu positif darah daging Jung Soo. Tiffany hanya bisa menatap lemas kertas hasil tes DNA itu. Jung Soo yang tak tega melihat sahabatnya sedih memberikan sebuah solusi.

“Fanny~ah….kita rahasiakan saja ini dari Siwon. Anggap semua ini tak pernah terjadi. Biarkan Siwon tahu bahwa bayi ini anak kalian. Dan aku akan meninggalkan Seoul..”

“oppa mianhe…kau rela berkorban demiku dan Siwon oppa…”

“itu sebagai tebusan kesalahanku pada kalian…”

“oppa sekali lagi gomawo. Kau bisa menemui anak ini kapanpun kau mau..”

“ne..aku dan yeojacingguku akan pergi ke Jepang. Aku akan merintis usaha dan menikah disana. Kau berbahagialah dengan Siwon arra..!!”

“ne..kau juga harus menjaga dirimu baik-baik..!!”

“kapan oppa kembali..?”

“aku tak tahu..”

Itulah pertemuan terakhir Tiffany dan Jung Soo.

Esok harinya namja itu berangkat ke Jepang. Beberapa tahun merintis disana. Usahanya mulai berkembang juga hingga ke Seoul. Ia dan keluarganya akhirnya memutuskan pindah ke Gangnam daerah yang terletak di pinggiran Seoul. Sekarang ia tak lagi tinggal disana. Memutuskan tinggal di pusat kota Seoul yang lebih ramai. Dan tak jarang juga ia bolak-balik Seoul-Tokyo. Hanya untuk mengurusi bisnisnya. Selama di Seoul ia juga sudah berusaha menemukan Siwon dan Tiffany. Namun, ia masih belum siap menemui keduanya.

Pertemuan yang sangat tak diduganya. Ketika seorang namja meminta bertemu dengannya dan ternyata namja itulah darah dagingnya sendiri. Ia pikir sudah saatnya namja itu mengetahui siapa dirinya. Bagaimanapun dia adalah anak kandungnya. Keterkejutannya bertambah saat Kyuhyun putranya dengan Tiffany mengatakan bahwa oemmanya sudah lama pergi meninggalkan mereka. Selama lebih dari satu dasawarsa.

Jung Soo menceritakan semua itu pada Siwon. Terdengar teriakan tidak percaya akan ucapan Jung Soo padanya. Namun ia juga yakin bahwa sahabat baiknya tak mungkin berbohong. Mereka berdua akhirnya memutuskan bertemu empat mata. Begitu Jung Soo kembali ke Seoul.

Flashback End

***

Tak terasa perjalanan pulang liburan murid Kyunghee High School sudah hampir sampai sekolah mereka. Seohyun terbangun dari tidurnya. Dan mendapati justru kepalanya kini menyandar dibahu Kyuhyun.

“kau sudah bangun..?”

“mianhe…bahumu pasti kram..”

“tentu saja..kepala kodok besarmu berat juga ternyata..”

Kyuhyun mencibir sambil memijit bahunya.

“sudah kubilang jangan memanggilku kodok..!!”kesal Seohyun

Sekarang giliran Kyuhyun hendak menyandarkan kepalanya pada bahu Seohyun.

“aku capek menopangmu tidur. Sekarang giliranku yang tidur..”

“kita sudah sampai, kajja kita turun..!!”

Kyuhyun tak menyadari jika mereka sudah sampai. Ia hanya menggerutu kesal.

“aaahhhh…kodok jelek menyebalkan…!!”

***

Yoona dan Seohyun tiba dirumah. Mereka langsung menuju kamar masing-masing. Seohyun memilih mandi dahulu baru menelpon Taemin agar segera pulang dari rumah Minho.

Dilain tempat. Kyuhyun mendapat telfon dari appanya agar menemuinnya sekarang juga. Ia lalu bergegas menuju kantor appanya. Kyuhyun langsung masuk ke ruangan Siwon tanpa mengetuk pintu lalu duduk berhadapan dengan appanya.

“wae..?”

“apa liburan kalian menyenangkan..?”

“cukup menyenangkan appa. Wae..? appa memanggilku hanya untuk menanyakan itu..?”

“ani..lebih dari itu..”

“kau sudah bertemu Kim Jung Soo kan..?”

“jadi dia sudah memberi tahu appa..?”

“ia sudah menceritakan semuanya pada appa..”

“dia adalah sahabat baik appa dan oemmamu…”

“aku tahu. Dia sudah menceritakan persahabatan kalian..”

“selamanya kau adalah anak appa. Jangan karena status kita yang berubah, kau meninggalkanku dan hyungmu..”

“appaa..”

“aku tak melarangmu tinggal dengannya. Tapi, aku juga tak keberatan jika kau tinggal dengan appa atau hyungmu..”

Kyuhyun memeluk tubuh appanya.

“gomawo sudah menganggapku keluarga kalian…”

“selamanya kau adalah bagian keluargaku. Kau adalah putra Tiffany dan aku adalah suaminya. Jadi kau anakku juga arra..!!”

“tak kusangka kau punya dua appa sekarang. Mana yang lebih kau sayangi..?”

“jujur aku lebih memilihmu tapi ia juga tak terlalu buruk menjadi appaku…”

Pletakk..

“anak nakal..!! jadi yang kau pilih itu Siwon appa atau Jung Soo appa…?”

“kalian berdua yang terbaik…”

“appaa..”

“hm..?”

“aku dan Jung Soo appa akan menemukan oemma untukmu…”

“jinjja..? kenapa tak mengajakku juga untuk mencari oemmamu…?”

“kalian baru bertemu tapi sudah sangat kompak..”

“apa aku terlihat pilih kasih..?!”

“tentu saja bodoh..!!”

Kedua namja itu tertawa melihat tingkah keduannya yang agak kekanak-kanakan.

***

Saat pulang dari kantor appanya. Kyuhyun melihat Seohyun sedang menunggu taksi disebuah halte.

“masuklah..!!”

“Kyuhyun oppa…”

“kajja aku antar kau pulang…!!”

Seohyunpun masuk kedalam mobil Kyuhyun.

“oppa habis darimana…?”

“menemui appaku…”

“kau sendiri..? apa tidak capek pulang dari liburan langsung belanja sebanyak itu…?”

“ini untuk menyambut kepulangan appa dan oemmaku besok..”

“ah…pasti karena mereka pulang dari bulan madu itu..”

“ne…kau mau membantu kami..? Donghae oppa juga ada dirumahku….”

“hyung sekarang dirumahmu…?”

“ne..”

“sepertinya menyenangkan. Aku akan bantu kalian…”

Seohyun tersenyum senang. Kyuhyun menoleh kearah Seohyun yang tengah sumringah. Ia pun ikut melebarkan senyumnya.

***

Dapur Seohyun kini dipenuhi 3 orang namja dan 2 orang yeoja. Kyuhyun, Donghae, Taemin, Seohyun dan Yoona.

“oppa kemarilah..!!”

“wae…?”

“lihat…!! wajahmu penuh bekas jerawat. Yeoja-yeoja akan illfeel melihatmu…”

Seohyun berniat melumuri wajah Kyuhyun dengan krim yang masih tersisa. Tangan kirinya yang penuh krim sudah ia sembunyikan dibalik punggungnya. Namun naas ketika ia akan menemploki wajah Kyuhyun. Krim itu justru mengenai wajah Taemin yang ada dibelakang Kyuhyun. Sementara Kyuhyun sudah lebih dulu jongkok dibawah lutut Seohyun.

“omo…mianhe Tae…”belum selesai ia bicara

Plokk..

Taemin tak terima lalu membalas Seohyun.

“hahahaha….”tawa Kyuhyun keras.

Plokkk…

Tawa Kyuhyun terhenti begitu dua tangan Seohyun dan Taemin yang penuh krim mengusap kasar wajahnya.

“hahahaha…terlihat sekali masa kecil kalian yang suram…” ucap Yoona dan Donghae sambil menertawakan ketiga dongsaengnya.

Plokk..

Plokk..

Plokk..

Giliran Yoona dan Donghae menjadi sasaran empuk Kyuhyun, Seohyun dan Taemin. Kali ini senjata mereka bukan krim. Tapi, 3 buah telur angsa (J) yang lumayan besar. Tentu saja ini menimbulkan sebuah gundukan kecil (J)di kepala Donghae dan Yoona.

Plokkk..plokk…plok…*ini bukan suara krim atau telur terbang loh..bisa-bisa kepala Yoonhae timbul bukit… J*

Trio dongsaeng Yoona dan Donghae itu saling berhigh-ten ria sambil menertawakan hasil perbuatan mereka sendiri.

“kita memang genius. 3 kali lempar, 3 kali juga tepat sasaran..”celetuk Kyuhyun

“DONGSAENG KURAANG AJAAAR……!!!” teriak Yoona dan Donghae geram. Sangat geram.

Apa yang terjadi selanjutnya..? seperti biasa kejar-kejaran. Mereka berlima saling kejar-kejaran hingga ke halaman rumah Seohyun. Taemin berlari secepat kilat bersembunyi di balik semak. Kyuhyun yang tak jauh dari Taemin juga berdiri bersembunyi di celah dinding disamping rumah Seohyun. Sedangkan Seohyun bingung harus bersembunyi dimana. Kyuhyun menarik perut Seohyun agar ikut bersembunyi dengannya. Kedua tangannya masih menempel diperut Seohyun dengan posisi tubuh Seohyun yang membelakangi tubuh Kyuhyun. Yeoja itu bahkan bisa merasakan hembusan napas Kyuhyun dibahunya.

“cepat keluar sebelum aku menemukan kalian…!! atau kalian mendapat balasan yang lebih…”

Terdengar teriakan Yoona yang semakin mendekat kearah Seohyun dan Kyuhyun.

“op…pa..”

“ssstttt…!!”

Kyuhyun mempererat tautan tangannya diperut Seohyun sambil menarik tubuh Seohyun mundur kedalam dekapannya. Ia menempelkan dagunya dibahu Seohyun. Kedua lengannya melingkar sempurna ditubuh Seohyun. Lalu membisikkan sesuatu.

“jika tidak begini kita akan ketahuan…”ucapnya lirih.

Seohyun mengangguk sambil mengatur detak jantungnya yang sudah berdetak jauh diatas normal. Saraf-saraf otaknya juga sudah mulai hilang kendali tiap kali napas Kyuhyun menyentuh permukaan kulit lehernya.

“Kyu…cepat lepaskan pelukanmu pada dongsaengku..!! kau tak lihat tubuhnya yang pucat…”

“sial..!! kali ini mereka yang mengerjaiku…”umpat Kyuhyun dalam hati.

Kyuhyun melepaskan pelukannya kemudian menarik pergelangan tangan Seohyun keluar dari persembunyian mereka. Dan mendapati ketiga orang itu sedang tersenyum puas.

Malam semakin larut. Kyuhyun dan Donghae berpamitan untuk pulang.

“oppa jangan lupa besok kalian harus datang…!!”

“mianhe Seo.. hanya Kyuhyun yang bisa datang. Aku harus terapi besok..”

“ah…gwenchana..”

“aku janji akan datang besok…”

“Yoong..Seo.. kami pulang dulu yah…”

“ne..hati-hati…!!”

Seohyun dan Yoona beranjak masuk kedalam rumah.

***

Sekitar pukul 10.00 siang Seohyun, Yoona, Taemin menyiapkan semua kejutan yang mereka buat. Lima belas menit kemudian terdengar bunyi bel rumah mereka. Seohyun membuka pintu rumahnya.

“oemma..appa…”ucapnya terkejut karena kedatangan kedua orang tuanya setengah jam lebih awal dari yang mereka berdua katakan kemarin. Untungnya mereka sudah selesai menata semuanya.

“kejutan….!!”ucap Seohyun menunjukkan ruang tamu mereka yang penuh pita dan sebuah banner kecil bertuliskan “ WELCOME TO HOME SWEET HOME APPA AND OEMMA…”

“omooo….!! kalian semua menyiapkan ini semua untuk kami..?”

“neeee….”ucap ketiganya.

“apa honeymoon kalian menyenangkan..?”tanya Taemin

“siapa yang honeymoon..?”

“appa bilang kalian sedang second honeymoon…”

“appamu berbohong..oemma hanya menemani appa saja disana..”

“kalian pasti sudah menyiapkan makanan enak, appa sudah sangat lapar…”appa Seohyun mengalihkan pembicaraan

“ooohhh…jadi begitu….”ucap Seohyun, Yoona, dan Taemin.

Seohyun dan Taemin memeluk appanya.

“appa bogoshippo~yo…!!”

“nado…mianhe appa sudah berbohong…”

“gwenchana..kajja kita makan kuenya..”

Mereka menikmati kue buatan mereka sendiri.

“jangan dihabiskan…!! aku akan mengenalkan appa dan oemma pada seseorang yang juga ikut membuat kue ini…”

“nugu Hyunnie…?”

“namjachingumu..?”

“masih calon oppa…”celetuk Taemin

“aigo..pipi anak appa bersemu merah. Jadi kau sedang dekat dengan seorang namja…?”

“hah..?”

“aku penasaran seperti apa namja yang kau sukai. Jangan- jangan mirip keroro….”

“dia itu prince keroro…”

“MWO…?!!”kaget Yoona dan Taemin.

“wah…kalau begitu oemma akan mandi dulu sebelum bertemu calon menantu oemma..”

“appa juga…”

“appa mandi setelah oemma selesai arra…!!”seru oemma Seohyun

“aish…yeobo~ah…!!”

Mereka berdua menuju ke kamarnya. Sementara tiga orang yang ada diruang tamu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“ckckck…!! tak berubah sama sekali…”

Ting..tong…ting…tong…

“sepertinya prince keroromu noona….”

Seohyun membukakan pintu. Benar itu Kyuhyun.

“oppa masuklah…!!”

“apa aku terlambat…?”

“sedikit..gwenchana.. kedua orang tuaku pulang lebih awal…”

“dimana mereka..?”

“masih mandi..hyung… ige Seohyun noona sengaja menyisakan kue ini untukmu…”

“jeongmal…?”

“it..itu karena kau juga ikut membuatnya…”

“arraseo…”

“hyung aku tinggal ke kamar dulu yah…!!”

“aku juga akan menemani Donghae oppa di rumah sakit…”

Sekarang tersisa Kyuhyun dan Seohyun di ruang tamu mereka. Kyuhyun tersenyum lebar melihat tingkah Taemin dan Yoona. Ia sangat tahu maksud semua tindakan mereka berdua meninggalkannya dan Seohyun.

“Seo apa benar oemmamu orang paling baik didunia…?”

“ne..tentu saja…”

“bagaimana dengan appamu…?”

“appaku juga orang paling baik di dunia…”

“jinjja..? kau pd sekali…”

“kali ini kupastikan kau tak akan memintaku meralat ucapanku…”

“aku pegang ucapanmu…”

Oemma Seohyun turun dan melihat seorang namja sedang berbincang dengan Seohyun.

“oemma sudah selesai mandi..?”

“ne…”

“annyeong ahjumma..!! Kyuhyun imnida..”

“kau bukannya yang mengantar Seohyun waktu itu…?”

“ne..anda benar…”

“panggil saja aku Taeyeon ahjumma…”

“ne..Taeyeon ahjumma..”

“kalian sudah lama saling kenal…?”

“aku mengenalnya sebagai hoobae di sekolah…”

Appa Seohyun turun dari tangga menuju ruang tamu mereka.

“mana namja yang mau kau kenalkan pada appa Hyun…?”

Author’s Pov End

Kyuhyun Pov’s

Tunggu…kenapa aku merasa tak asing dengan suara ini…?

Deggg…

Kim Jung Soo..?

Dadaku sesak seolah tertimpuk sebuah batu besar. Apa-apaan ini. Demi tuhan apa arti semua ini..?

“k…kau…?”                                                                                                      

“appa sudah mengenal Kyuhyun…?”

Appa…?

Apa dia juga…?

Pertanyaan itu mampu membuat dadaku semakin sesak. Sangat sangat sesak.

“an..anio..Hyun. Jadi ini namja yang akan kau kenalkan pada appa..?”

Deggg…

Kyuhyun’s Pov End

Author’s Pov

Kyuhyun duduk mematung. Matanya terbelalak menatap namja didepannya. Waktu seolah berhenti sejenak. Ia sama sekali tak mendengar suara disekitarnya, tidak bisa merasakan debar jantungnya, tidak bisa merasakan aliran darah dalam tubuhnya. Bahkan kesulitan menghirup udara.

Namja itu tersenyum ramah pada Kyuhyun. Berusaha mengembalikan suasana. Tetapi, jujur ini lebih sulit daripada saat awal pertemuan mereka.

“siapa namamu…?”

Dengan sekuat tenaga sebisa mungkin Kyuhyun menormalkan tubuh dan sarafnya.

“ah..choneun Kyuhyun imnida…”

“oppa kau terlihat sangat gugup. Tenang saja appaku ini orang yang baik. Iya kan appa..?”

“Seohyun benar… Kau tak perlu takut denganku. Anggap saja aku appamu sendiri…?”

“ne..”

“Hyunnie kenapa kau tak membuatkan minum untuk tamu spesialmu…”

“mianhe..aku lupa appa..”

“kau mau menemaniku jalan-jalan didepan..?”

“appa mau mengajaknya kemana…?”

“aku tak akan mengusirnya tenang saja…. appa hanya ingin lebih akrab dengan Kyuhyun…”

“arraseo..”

“kajja Kyu…!!”

Sementara Seohyun membuatkan minuman untuk Kyuhyun. Appanya, yang juga dikenal Kyuhyun bernama Kim Jung Soo. Mengajak Kyuhyun berjalan-jalan di halaman rumahnya. Tentu ini hanya sebagai modus.

“mianhe..aku tak bermaksud mengatakan hal itu didepanmu tadi..”

Kyuhyun lebih memilih untuk diam.

“Hyunnie sangat senang saat ia menceritakan akan mengenalkan seorang namja spesialnya padaku..”

“aku tahu… aku juga lega saat anda mengatakan hal itu tadi…”

“aku tak menyangka akan seperti ini. Kenyataan ini begitu menyakitkan bagiku…”

“apa kau menyukainya…?”

“sangat… melebihi diriku sendiri…”

“mianhe….semua ini salahku. Kalau saja malam itu tak terjadi. Pasti tak akan seperti ini akhirnya…”

“kenapa harus dia yang menjadi putrimu..? begitu banyak yeoja di dunia ini kenapa harus dia yang jadi putrimu..?”

Pertahanan Kyuhyun sudah roboh. Ia sudah tak dapat lagi menahannya. Bahunya bergetar. Segera saja Jung Soo meraih tubuhnya dan memeluknya.

“aku yang akan mengatakan padanya…”

“anio…jebal biarkan aku sendiri yang memberi tahunya….”

“kau sanggup memberi tahunya..?”

“ne..beri aku waktu, sampai aku siap memberi tahunya..”

Jung Soo melepaskan pelukannya. Ditatapnya mata Kyuhyun yang begitu sembab.

“kurasa Seohyun akan curiga melihat keadaanmu saat ini..”

“aku akan pulang. Katakan padanya aku ada urusan mendadak..”

“ne..hati-hati…”

Kyuhyun berjalan menuju mobilnya yang terparkir diluar rumah Seohyun. Sedangkan Jung Soo berjalan memasuki rumahnya.

“kalian sudah kembali..?!”

“oh..appa sendirian..? dimana Kyuhyun..?”

“dia buru-buru pulang karena ada urusan mendadak…?”

“jeongmal~yo…? appa benar-benar tak mengusirnya kan..?”

“kau telepon saja dia kalau tak percaya…”

“ara..ara aku percaya padamu appa. Bagaimana…?”

“apanya…?”

“Kyuhyun oppa…”

“entahlah…kau menyukainya…?”

Seohyun tersenyum lepas menampakkan sederet gigi putihnya.

“aigo…anak oemma memang sudah dewasa..”

“yeobo~ah….ada yang ingin aku bicarakan denganmu…”

Ia beranjak menuju kamarnya. Kemudian disusul Taeyeon.

“wae..oppa?”

“Kyuhyun…”

“ada apa dengan Kyuhyun…?”

“dia…dialah anakku…”

“NDE..?”

Taeyeon menutup mulutnya tak percaya.

“dialah yang kutemui saat di Jeju. Kulihat Hyunnie sangat menyukainnya..”

“otthoke…? aku merasa tak pantas menjadi appanya. Aku telah merusak kebahagiaan anak-anakku…”

“oppa..!! aku benar-benar tak menyangka ini semua. Bagaimana bisa…?”

“kau pikir aku tidak..?!”

***

Donghae pulang dari terapinya. Ia melihat begitu banyak botol soju di meja ruang tamunya. Ini pasti ulah Kyuhyun. Ada apa lagi dengannya..?. Batin Donghae.

“sekarang masalah apa lagi Kyu…?”

Donghae menghampiri Kyuhyun dengan tatapan kosongnya sedang duduk dikursi ruang tamunya. Raut wajahnya sangat kacau. Lebih kacau dibandingkan saat Seohyun membopongnya ke hotel saat di Jeju.

“Kyu…ceritalah pada hyung..!! jangan membuatku cemas…!!”

“KYU…KAU MENDENGARKU…?!!”

Kyuhyun menatap wajah Donghae. Memejamkan matanya sejenak sambil menghela napas.

“apa salahku..? apa tuhan begitu membenciku…? apa dosaku hingga ia membuat takdir macam ini..?”

Donghae mengerutkan keningnya.

“aku sudah mulai menerima dia menjadi appaku…”

“lalu apa masalahnya..?”

“bukankah begitu banyak yeoja yang ada di Seoul…”

Tubuhnya kembali bergetar. Cairan bening kembali keluar dari ujung matanya.

“WAE..? kenapa harus Seohyun yang menjadi putrinya…?!!”

Prang…

Kyuhyun melempar botol sojunya hingga mengenai sebuah guci kecil hingga pecah.

“apa maksudmu Kyu..?”

“Seohyun…Seohyun…Seohyun juga putri Kim Jung Soo..”

Lagi-lagi bahunya bergetar akibat tangisnya. Bahkan lebih parah dari sebelumnya.

“kurasa tuhan mencoba menghancurkan hidupku…”

“apa yang kau katakan..!! tidak sepantasnya kau mengucapkan hal itu Kyu..!!”

“kau bisa mengatakan hal itu. Karena kau tak tahu apa yang kurasakan…!!”bentak Kyuhyun

“apa kau tahu seberapa hancur hatiku saat satu-satunya orang yang bisa membuatku merasa beruntung bisa mengusap lembut rambutnya, melihat pipi meronanya, bercanda dengannya. Membuatmu merasakan betapa indahnya dunia dengan hanya melihat senyumnya…”

“saat kau sudah tak mampu lagi menampung ribuan cinta yang kau tujukan padanya. Kenyataan justru berteriak bahwa kau sama sekali tak boleh memberikan sedikitpun cintamu padanya…”

“dia…dia dongsaengku….”

To Be Continued…

Gimana part ini ??*author: kaburrrrr…..!!!*

“NGGAK KOMEN BARBEL MELAYANG”

 

 

 


8 thoughts on “[Freelance] A Little White Lie #10

  1. Aigoo…
    Kok jadi runyam gini sih.

    Mian baru bisa komen di part ini.
    Jeongmal mianhae #bow
    soalnya dulu aku gg tau tentang dunia ff dan aku juga gg tau gimana caranya kasih komentar.
    Jadi mian udah jadi siders.

    Like

  2. Kyaaaa !!!! Andwaeeeeee !!!
    Nnti gmn nsib nya seokyu ?? Pkoq nya seokyu hrs brsatu, gk blh saudaraan,. Saia gk rela, hiks… Hiks..
    Saia gk suka sad ending, saia sukanya happy ending, jd ff ini harus happy ending,.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s