[Freelance] Will… #1


Annyeong haseyo~ masih inget FF “Quasimodo” ?? ah pasti udah lupa-..- ok, ini FF kedua yang aku post disini, no basa basi langsung aja ya~ enjoy and no silent readers please^^

NB : sudah pernah dipost di blog pribadi (myfictionlifestory.blogspot.com)

Author : Choi MinYoung

Rating : Teen

Genre : Romance

Length : Two Shoot

Cast : Jung Soo Yeon (Jessica Jung SNSD), Kim Jong Hyun (JongHyun SHINee), Lee Dong Hae (DongHae SJ)

Support Cast : Im Yoon Ah (YonnA SNSD), Choi Si Won (SiWon SJ)

Jung Jessica, sunbaenim sekaligus yeojachinguku selama tiga tahun terakhir. Aku begitu mencintainya. kami memulai hubungan ini saat ia duduk dikelas 9 SMP, dan sekarang ia telah duduk di bangku kelas 12

“Noona, dimana kau akan meneruskan kuliah?” Tanyaku pada yeojachingu yang ada disebelahku ini

“Aku belum tahu, hyun. eomma menyuruhku untuk melanjutkan ke Jepang”

“lalu, noona menerimanya?”

“ani. aku tidak ingin meninggalkanmu”

“hahaha… tak apa, noona. aku akan baik-baik saja”

“hmm…. saat lulus nanti, kau akan melanjutkan kemana, hyun?”

“tetap di Seoul, noona”

“jika aku di Jepang, tidak ada lagi yang menemaniku”

“aku akan selalu menghubungi noona, agar noona tidak kesepian” ia memelukku erat

“kau adalah namja terbaik yang aku miliki”

“gomawo. noona juga yeoja terbaik yang aku miliki bahkan yang aku kenal”

“jangan pernah meninggalkanku, hyun”

“ne, noona”

“berjanjilah padaku”

“aku janji, noona”

 

 

Sampai saat ini aku tidak mengetahui kemana Sica noona akan melanjutkan kuliah, mungkin ia benar-benar meneruskan kuliah ke Jepang. namun, sampai detik ini ia belum mengkonfirmasi keberangkatannya.

 

“Apa yang kau lakukan disini, hyun?” Sica noona tia-tiba saja datang dan menghampiriku yang sedang duduk di bangku taman komplek rumah Sica noona

“eh…. noona… aku tadinya ingin berkunjung ke rumahmu”

“lalu mengapa kau malah duduk disini?”

“emm…. aku hanya ingin memandang indahnya bunga yang bermekaran disini”

“boleh kutemani, hyun?”

“ne, duduklah disini” aku menggeser posisi dudukku dan mempersilahkannya duduk dibangku yang sama denganku

“noona….” aku memulai pembicaraan lagi

“ne, hyun?”

“noona akan ke Jepang?”

“aku tidak tahu, hyun”

“jika itu jalannya, berangkatlah noona”

“aku tidak ingin meninggalkanmu”

“gwenchanayo, noona”

“hyun…..” ia memelukku dan menangis dalam pelukannya

“noona… jangan menangis”

“mianhaeyo, hyun”

“gwenchana, noona” ia menangis semakin kencang, aku hanya bisa mengusap rambutnya halus. sesungguhnya aku juga ingin menangis, namun jika aku menangis ini akan membuat Sica noona semakin sedih.

 

“noona….”

“ne?”

“berjanjilah padaku”

“apa, hyun?” ia memperlihatkan wajah manisnya dengan matanya yang sembab

“jangan melirik namja lain” ucapku sambil menghapus air mata yang terjatuh dari pelupuk matanya

“aku janji, hyun”

 

Aku dan Sica noona menghabiskan waktu bersama sebelum keberangkatannya, walau belum tahu kapan ia akan berangkat. dan hari ini sama seperti hari sebelumnya, yaitu menghampiri Sica noona dirumahnya.

 

“Jonghyun-ie…” seorang yeoja paruh baya memanggilku dari dalam rumah Sica noona

“ne, ahjumma?”

“kau mencari Jessica?”

“ne. dimana ia sekarang ahjumma?”

“dia sudah berangkat ke Los Angeles tadi pagi” DEG! sebuah palu menghantam hatiku dengan kencangnya

“jinjja? mengapa ia tidak mengatakan ini sebelumnya?”

“ia menitipkan surat untukmu. ini suratnya” ahjumma yang merupakan eomma dari Sica noona itu memberikat sebuah surat untukku. surat beramplop berwarna pink dan bertuliskan namaku di ujung kanan surat tersebut.

“semoga surat itu dapat menjawab pertanyaanmu, Jonghyun-ie” lanjutnya

“ne, gamsahamnida ahjumma” aku berjalan menuju taman yang menjadi saksi terakhir perjumpaanku dengan Sica noona.

 

to : Kim Jonghyun

 

Jonghyun-ie… jeongmal mianhaeyo aku tidak memberitahukan keberangkatanku ini padamu. bukan aku tidak ingin memberitahumu, namun appa tiba-tiba saja menyuruhku untuk melanjutkan ke Los Angeles tadi malam. aku ingin menghampirimu, namun waktu telah menunjukkan pukul 10.00 pm KST dan aku tahu kau pasti sudah tidur. aku tidak tahu jika aku akan berangkat pagi-pagi seperti ini, kupikir aku akan berangkat pada siang hari dan akan mengunjungimu pada pagi harinya. maafkan aku Hyun…… ingat akan janji kita berdua. mungkin kita hanya bisa berkomunikasi melalui surat dan itu mungkin tidak secepat mengirim surat dalam satu negara, mengingat Los Angeles dan Korea Selatan begitu jauh. jeongmal mianhaeyo, Jonghyun-ie. Saranghaeyo…….

 

-with love-

Jessica Jung

 

-oo0oo-

 

7 tahun telah berlalu…. sekarang aku telah berkerja sebagai manager utama di perusahaan ternama di Korea. appa memintaku agar meneruskan perusahaannya. dan Sica noona………. sampai detik ini aku masih menunggunya. aku tidak akan pernah mengingkari janji kami dulu. sejak kepergiannya dulu, tidak seperti yang kami bayangkan, kami tidak pernah berkomunikasi lagi. pernah suatu hari aku mengiriminya surat, namun surat itu kembali padaku dengan alasan alamat yang kuberikan tidak sesuai.

 

“Jonghyun-ie…” appa memanggilku yang sedang melembur tugas kantor ini

“ne, appa?”

“minggu depan berangkatlah ke New York”

“memangnya ada keperluan apa, appa?”

“kau harus menemui client disana, setelah itu kau boleh berlibur selama seminggu penuh”

“jinjja? yeeess!!”

“appa sudah membelikanmu tiket, jadi jangan khawatir. hotel & penyewaan mobil juga sudah appa siapkan”

“gamsahamnida, appa”

 

akhirnya tiba juga saatnya untuk refreshing, setelah sekian lama hanya disibukkan oleh pekerjaan kantor.

 

New York…

 

NY. 2 huruf yang membuatku bekerja keras. impianku untuk menginjakkan kaki di NY akhirnya terjadi. rasanya seperti mimpi bisa berada di kota impianku sejak kecil ini. malam pertama disini tentu saja aku tidak bisa tertidur, tentu saja karna selama perjalanan kesini aku tertidur pulas di pesawat dan juga karna pengaruh waktu antara NY dan Korea Selatan. Aku menghempaskan tubuhku yang berotot ini, badanku sangat lelah setelah sekian lama berada di perjalanan. kasur yang empuk dan suhu ruangan yang dingin membuatku tertidur pulas.

 

hari ini, aku akan menemui client yang sudah membuat janji denganku dari jauh-jauh hari sebelumnya. mataku masih terasa sangat berat, namun apa daya. inilah pekerjaanku.

 

“Kim JongHyun?” seorang namja memanggilku. tubuhnya lebih tinggi daripada aku, ia mengenakan kemeja ungu dengan dibalut jas abu-abu mengekspresikan kebijaksanaannya. suaranya yang berat membuatku yakin bahwa ialah client ku hari ini

“anda memanggil saya?”

“saya Lee DongHae” ia menjabat tanganku

“jadi anda client saya? dimana tempatnya?”

“silahkan masuk ke ruang meeting di lantai 4 saya ada keperluan sebentar dan nanti saya akan menyusul anda”

“baiklah”

 

-oo0oo-

 

liburan berakhir sudah, dan hari ini adalah hari pertamaku masuk kerja lagi.. ah, benar saja kata appa, bekerja akan lebih fresh setelah berlibur.

 

“Kim JongHyun!!” baru saja aku menginjakkan kaki di gedung perusahaan yang aku kepalai ini, seseorang meneriakan namaku dari belakang

“Jjong…. kau ingat aku?” namja berawakan tinggi putih serta berambut hitam bertanya dengan menyunggingkan senyumnya

“kau tidak mengingatku?” kali ini namja berkemeja merah dibalut dengan jas hitam tersebut berubah menjadi tatapan yang sendu

“aku Choi Siwon.. kau ingat?”

“aah!! Siwon! tentu saja aku ingat!” tak kuduga Siwon, teman SMA ku ini akan muncul lagi dihadapanku. ia telah meninggalkan Seoul 6 tahun yang lalu dan meneruskan kuliah di Paris, walau ia sempat berkuliah di universitas ternama di Seoul selama 1 tahun.

“jadi kau manager disini, Jjong?”

“bagaimana kau tahu?”

“hahaha… tentu saja aku tau, aku ini sahabat SMA mu, mana mungkin aku tidak mengetahui segalanya tentangmu”

“jadi… kau memata-mataiku?” tanyaku curiga

“buat apa aku memata-mataimu, Jjong.. aku mendengar berita ini dari teman sekelas kita dulu, YoonA. kau ingat?”

“Im Yoon Ah?”

“hanya Yoona saja kau ingat! giliran namja paling ganteng sedunia akhirat ini saja kau tidak ingat!” jawab Siwon dengan pedenya.

“aiiisshh… sudahlah, ayo kita mengobrol diruanganku saja. tidak enak kan mengobrol di lobby seperti ini”

 

 

siang tadi Siwon menceritakan panjang lebar tentang Yoona, teman SMA kita dulu. aku selalu mengingatnya, bagaimana tidak? ia dulu hampir setiap hari membawakan bekal untukku dan selalu ingin duduk besebelahan denganku. sampai detik akupun tidak mengerti tentang sikapnya itu, Siwon mengatakan bahwa ia menyukaiku, namun aku tidak mempercayai perkataannya. mustahil bagiku seorang yeoja yang sangat banyak fans nya bisa menyukai namja yang bukan anak basket seperti Siwon, bukan pula murid populer seperti Kyuhyun. menurut cerita Siwon tadi siang, Yoona sekarang menjadi model di Jepang. sedari dulu memang dia sudah menjadi model, ia sering muncul di cover majalah.

aku terakhir bertemu dengannya sekitar 6 tahun lalu saat perpisahan saat Siwon akan berangkat ke Paris dan setelah itu tidak ada komunikasi sama sekali.

 

1 week later…

 

“tok..tok…tok…”

“masuk…”

“maaf, ada tamu, Mr. Jonghyun”

“siapa?”

“katanya ia teman lama, Mr”

“baiklah, bawa ia masuk”

“baik Mr, permisi” sekretaris pribadiku menutup pintu dengan pelannya. teman lama? ah, pasti Siwon. siapa lagi?

“kreek…” pintu pun terbuka. dan…..

“Yoona?!” aku tersentak saat melihat yeoja berkulit putih mulus masuk keruanganku. jadi yang dimaksud teman lama itu Yoona?! bukan Siwon?!

“eh.. annyeong Jjong… kau masih ingat denganku?” ia membungkukan badannya dan menyunggingkan senyum dibibirnya

“n…ne… tentu saja”

 

-oo0oo-

 

TBC….

 

NO PLAGIATOR!!!

 


9 thoughts on “[Freelance] Will… #1

  1. Hm… ceritanya kurang menarik chingu… sedikit datar dan gampang ketebak… tapi semangat deh buat lanjutannya. maaf kalo komentku kurang menyenangkan tpi toh mdh2n kedepannya bisa buat ff yg lebih keren lagi ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s