[Freelance] Dear Oppa #1


Title : Dear Oppa….
Cast : -Choi Minho
          -Choi Min Young
          -Cho Kyuhyun
Other cast : Lee Shin Hye
Genre : Family, Friendship, Romance
Length : Chapter
Notes : Buat Cho Kyuhyun nya mungkin munculnya baru di chapter yang ke 2 hehe sorry kalo ada typo. Dan ff ini pernah dipost di journeyinautumn.wordpress.com
 
Author POV
“Oppa!” ucap Min Young untuk kesekian kalinya.
“Hem..” Min Ho yang merasa dipanggil itu tidak mau menoleh kesumber suara yang memanggilnya.
“Kenapa sih kau ini?! Aku daritadi memanggilmu oppa!!!!” Kini Min Young tengah mendelik kearah kakaknya.
“Apa maumu?” ucap Min Ho tanpa mengalihkan pandangannya dari computer dihadapannya.
“Aku… Emm..Ah sudahlah. Percuma juga kalau aku membertahumu. Pasti kau juga tidak akan peduli” Min Young melenggang pergi keluar ruangan itu.
“Haish. Jinjja…” namja yang sedari tadi berkutat dengan computer kesayangannya itu mendesah kecil.
“Min Young-ah… Kau mau bicara apa?” ucap namja bertubuh tinggi itu.
“Aku.. Sebenarnya.. Tadi pagi dikampuskuku ada acara pameran seni. Semua teman-temanku menggandeng orang tuanya. Mereka juga tak lupa membawa kakak serta adiknya” Min Young menunduk.
“Ya! Kenapa tidak beri tahu aku kalau ada acara seperti itu? Kalau aku tahu aku pasti akan datang.” Sahut Min Ho.
Min Young adalah adik kesayangan Minho. Choi Minho dan Choi Min Young . Dua anak yang benar-benar mandiri. Tanggung jawab yang diemban Minho sebagai kakak memang sangat besar. Mengingat bahwa mereka berdua berstatus anak yatim piatu. Minho dan Min Young tak pernah mendengarkan kata-kata orang mengenai keluarga mereka. Meski kenyataannya mereka memang tidak pernah peduli dengan keluarga mereka, tapi dalam hati dua bersaudara itu…. pasti terdapat luka yang sangat dalam. Luka yang dibuat semua orang yang menghina mereka dan keluarga mereka.
“Aku tahu kau sibuk dengan komputermu setiap saat Oppa, dan aku tak mau mengganggu kerjamu.” Balas Min Young ketus.
“Sebenarnya apa sih pekerjaan yang bisa membuatmu mau bermesraan dengan computer itu?” Tanya Min Young lagi.
“Tidak perlu tahu. Yang penting aku dan kau bisa makan Min Young-ah..” Minho mengacak-acak rambut adiknya.
“Ya! Haish. Oppa! Ergh….” Min Young geram. Dan Minho tetap tak perduli kemudian bangkit menuju ruangan kerjanya lagi.
Tinggal dirumah yang sangat sempit yang mereka namai ‘Choi House’ seperti sekarang benar-benar memaksa mereka tidur dalam satu kamar. Hah, mereka pun tidak punya kasur yang empuk sekedar untuk alas tidur. Yang mereka gunakan hanya selimut-selimut bekas yang dijadikan alas tidur. Benar-benar memperihatinkan bukan? Tapi mereka tetap berusaha bertahan dengan keadaan itu. Min Young yang masih kuliah membuat Minho terpaksa menyisihkan sedikit gajinya untuk membiayai keperluan Min Young. Meskipun adiknya sudah mendapat beasiswa  dan dapat belajar dikampus terkenal dengan gratis, tetap saja Minho harus memberi Min Young uang saku setiap minggunya. Minho yang menjadi tulang punggung dalam keluarga kecilnya ini benar-benar tak kenal menyerah dalam mencari uang demi kehidupan adiknya dan tentunya hidupnya sendiri.
*Pagi Hari, Choi House
“Oppa, aku berangkat yaaa!” teriak Min Young.
“Tunggu! Kau sudah sarapan?” tiba-tiba saja Minho keluar dari kamarnya.
“Aku sudah makan roti itu sedikit. Aku berangkat sekarang yaa, Shin Hye sudah menunggu!” balas Min Young.
Minho menatap adiknya yang berlalu begitu saja. Wajah tampan dan gagahnya kini berubah muram.
“Kenapa aku hanya bisa memberi adikku makan seperti ini setiap hari? Apakah aku benar-benar kakak yang bodoh?” gerutu Minho lalu mengacak-acak rambutnya sendiri. Tiba-tiba saja telepon genggam miliknya bergetar. Ia membaca nama yang tertera dilayar. Mengerutkan keningnya lalu menjawab telepon itu.
“Ada apa boss?  Ah ne.. Baik boss, akan saya usahakan.” Lalu Minho mengembalikan handphone nya ke dalam saku jaket. Ia pun berlalu meninggalkan rumah sederhana nya itu.
Min Young POV
Pelajaran hari ini sudah selesai dan aku ingin cepat-cepat pulang. Walaupun saat pulang nanti aku yakin Minho oppa masih terpaku didepan computernya. Aku ingin bercerita banyak tentang hari ini. Hari ini adalah hari yang menyenangkan. Bagaimana tidak? Seorang namja yang ternyata adalah sunbae-ku dikampus ini menolongku saat buku-buku yang kupegang jatuh berantakan. Aku belum tahu namanya. Tapi aku akan mencari tahu tentangnya nanti.
“Min Young-ah..” Shin Hye menyikut lenganku.
“Hem..” aku tak menoleh kearahnya.
“Ayo temani aku makan ice cream! Aah.. Ayolah Min Young, jebal….” Kini aku sudah tak bisa mengelak lagi.
“Okay, tapi kau traktir aku.” Ujarku santai. Dia hanya mengangguk dan tersenyum.
*Pinggir Jalan Kota Seoul
“Itu dia kedainya, sebentar lagi sampai Min Young-ah…” Shin Hye terlihat bersemangat. Dan aku hanya tersenyum malas. Aku melihat ke sekitar jalanan ini. Tidak begitu ramai. Dan aku suka jalanan seperti ini, sepi dan tidak berisik. Aku mulai menikmati langkahku yang semakin dekat dengan kedai ice cream. Sampai saat aku melihat seorang namja tinggi yang memakai jaket kulit berwarna hitam. Dan.. namja itu sedang berkelahi.
“Tunggu Shin Hye-ah…” ucapku menahan lengan Shin Hye. Aku memerhatikan namja itu. Aku semakin mengenali nya.
“Oppa…” panggilku lirih. Itu pasti Minho oppa. Tak mungkin salah. Kaki kananku mengambil satu langkah ke depan. Tapi aku tertahan dengan renunganku. ‘Apa yang sedang kalu lakukan oppa? Apa yang sebenarnya terjadi?’ batinku berulang kali. Sudah 3 kali aku melihat oppaku berkelahi seperti ini, dan ini yang ke 4 kalinya. Tapi aku tak pernah mau menanyakan soal itu. Karena aku kira mereka hanya terlibat sedikit pertengkarang yang mungkin menjadi besar karena sifat oppa ku yang dingin dan arogan. Tapi kenapa kali ini terjadi lagi? Aku menahan air mataku dan menggandeng Shin Hye menuju kedai ice cream.
“Itu oppa mu kan Young-ah? Kenapa tidak kau lerai mereka?” Tanya Shin Hye bingung.
“Aku tak mau ikut campur. Lagipula itu bukan urusanku.” Jawabku ketus.
Author POV
*Choi House
“Ya! Aku tahu aku memang tidak sopan berlaku seperti ini! Tapi bisakah kau jujur padaku Oppa?!” bentak Min Young sambil menggebrak meja makan.
“Kau lihat kan aku sedang makan? Jadi jangan pukul-pukul meja seperti itu! Apa yang ingin kau bicarakan? Jangan bertele-tele” jawab Minho dingin.
Air mata mulai menggenangi pelupuk mata Min Young. Sampai akhirnya Min Young tidak bisa berbicara dan hanya bisa menhapus air matanya berulang kali dengan punggung tangannya.
“Kau menangis? Apa yang terjadi?” Minho bangkit dari duduknya. Kemudian memeluk Min Young.
“Katakan padaku ada apa sebenarnya” Minho membelai rambut Min Young.
“Sebenarnya apa pekerjaanmu Oppa?! Aku sudah berkali-kali melihatmu bertengkar di pinggir jalan maupun di gang yang sempit! Apa yang kau sembunyikan dariku? Dan apa sebenarnya pekerjaanmu?” Min Young mendorong tubuh tinggi Minho jauh-jauh.
“Baiklah. Aku akan jujur. Aku adalah mata-mata sekaligus ahli computer. Selama ini aku berkutat didepan komputerku untuk melacak data orang-orang tertentu. Aku hanya menerima panggilan dari bossku untuk melacak dan menangkap orang yang dia cari. Aku berkelahi untuk menangkap orang itu.” tutur Minho panjang.
Min Young mengerutkan dahinya. Ia benar-benar tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Oppa nya. Kalau untuk melacak dan menangkap seseorang saja harus babak belur seperti sekarang, bagaimana bisa Min Young membiarkan kakaknya bekerja seperti itu?
To Be Continue……

One thought on “[Freelance] Dear Oppa #1

  1. Keren banget min FF nya!!!! tapi lanjutan nya belum ada yah?? kalau udah ada kok aku cari cari belum ada? bikin yang banyak min tentang Minho!!! Bikin Minho sama Yui min!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s