[Freelance] Because Of Love #1


Title : Because of L.O.V.E [Part 1/?]

Author : Miss Minonyet

Main Cast : Park Neulrin , Kim Keybum

Support Cast : Park JungSoo, Park Sungrin,

Length : Sequel

Genre : Romance, Family,

Rating : PG-13

A.N:

Annyeonghaseyooo ff because of L.O.V.E ini adalah ff debut author. semoga kalian menyukaiinyaaa yaa maaf apabila gak jelas dan banyak typo. Jangan lupa komennya ya readers. Emm langsung aja ya cekidot!

-Park Neulrin POV-

Lagi-lagi aku, Park Neulrin harus memakai topeng kembali. Bersabar untuk menebar senyum kepada mereka yang melihat senyumku saja belum tentu. Beramah-tamah kepada mereka yang juga bermuka dua sama sepertiku. Dunia istana memang sempit! Hanya bertemu dengan orang tinggi negaraku. Bosan? Sudah pasti. Kenapa tidak kabur saja? Sempat terpikirkan olehku tapi Appa adalah Raja dengan banyak ajudan disekelilingnya. Bukannya diriku yang berhasil kabur dari istana tapi kata-kata pedas dari Appa yang berhasil kabur dari bibir tebalnya. Sungguh! membosankan hidup di Istana.

Oh ya? Pasti kalian bingung kan? Kenapa aku daritadi ngebacotin dunia istana. Memang aku ini siapa? Kalian pasti bertanya-tanya. *readers:gak juga sih * Aku adalah putri sulung dari Raja Park JungSoo dan Ratu Ahn Ji Yi.  Yap, Raja dan Ratu yang mengusai Korea Selatan saat ini. Dan kenapa aku harus memakai topeng lagi? Bukan karena wajahku cacat. Disini hanya sebuah pengandaian *ckck bahasanya* dariku. Aku harus berpura-pura manis lagi bak seorang putri. Menghilangkan segala keegoanku. Yaampun. Malam ini adalah ulang tahun Appa. Dan pasti banyak rekan-rekannya itu berarti aku harus memakai topengku kan? Aish jinja. Aku letih begini terus.

Aku tau aku memang beruntung bisa mempunyai kekayaan yang berlimpah. Hanya tinggal duduk dan membunyikan bel satu ataupun dua bisa juga lebih (jika pada rajin) para dayang-dayangku berdatangan. Akupun tidak seperti kebanyakan para putri yang ditinggal sendiri di dunia sempet ini alias hanya sebagai putri tunggal. Aku anak sulung punya seorang adik yang jauh lebih dewasa daripadaku. Lebih menerima kenyataan bahwa dunia istana kecil. Park Sungrin memang terlihat lebih manis jika urusan dunia istana yang menyebalkan ini.

tok…tok…

“masuk..” jawabku mempersilahkan masuk.

“unnie, kenapa belum siap?” oh ternyata Sungrin

“kamu tau kan aku memang paling gasuka kalau urusan begini sungie-a” ujarku dengan muka memelas.

“ne unnie. Arasseo, tapi ini kan ulang tahun Appa masa unnie tidak mau merayakannya?” Sungrin tetap memaksaku.

“oke, baiklah” Kataku sambil mengambil gaun yang sudah disiapkan dari jauh hari untuk pesta ulang tahun Appa.

Gaun berwarna merah muda kalem ini memang sangat indah dengan bawahannya yang seperti balerina. Dengan kerah yang tidak terlalu rendah dan bagian atas yang cukup ketat sehingga menampilkan lekuk tubuhku yang indah semampai. Gaun ini hanya bisa menutupi sampai lutut saja dan tanpa lengan pula. Aku yakin yang memilih gaun ini pasti si kembar Dayang Yura dan Dayang Yuri.

Dengan malas aku melangkah memasuk kamar mandi yang sangat lengkap fasilitasnya. Segala macam wewangian sabun dan sampo tersedia. Aku memilih sabun beraroma zaitun dan sampo beraroma jeruk nipis akhir-akhir ini kepalaku sering terasa sakit semoga dengan aroma jeruk nipis bisa menyegarkannya. Aku tidak suka mandi didalam bath. Ku masukan kakiku kedalam ruangan pojok dimana shower berada. Air hangat segera keluar setelah kuputar keran berlian itu. Keramas dan membasuh seluruh sabun dibadanku secepat mungkin tapi berusaha untuk tidak meninggalkan kotoran sedikitpun.

Finish! Kubalut tubuh bugilku dengan handuk biru yang sangat lembut. Mengeringkan rambut panjangku dengan hair dayer (gatau tulisannya).  Selesai seluruh tubuhku kering aku berikan tetes-tetes penyegar kulit dan bedak keseluruh tubuhku. Lalu lekas memakai gaun merah muda tadi. Aku ini Putri lantas aku pasti bisa merias diri. Semua Putri juga pasti sudah diajarkan tata kerama yang baik menjadi Putri. Apa yang harus dilakukan dan apa yang dilarang.

Dengan tangan yang cekatan aku merias wajahku yang kata orang sih sangat cantik. Tapi buat apa cantik kalau tidak ada satupun namja yang menoleh dan berani mengetuk Istana dan menyapaku. Padahal tidak susah untuk mendapat ijin dari Appa untuk berkenalan denganku. Appa bukanlah Raja yang hanya mengijinkan anaknya bertemu dengan sesama kasta. Appa percaya pada kekuatan cinta. Karena ketika cinta menjadi suatu keutamaan maka semuanya bisa terkendalikan itu menurut Appa. Yang susah hanya kepercayaan dari Appa. Appa hanya tidak ingin aku dan Sungrin dikelabui oleh yang namanya cinta palsu. Makadari itu penjagaan kami cukup ketat oh tidak sangat ketat!

Sudah hampir selesai aku berias hanya tinggal sentuhan terakhir untuk bibir mungilku. Dan selesai! Aku memakai sepatu hak setinggi 3 cm dan segera kebawah. Baru keluar kamar suara bising para tamu telah terdengar. Aku tidak ingin turun kebawah sendiri. Mungkin Sungrin belum turun. Lalu kulangkahkan kaki jenjangku ke kamar Sungrin.  Benar saja dia belum kebawah. Sungrin baru keluar kamarnya dia tersenyum dan menyapaku.Dia sangat cantik malam ini dengan gaun berwarna ungu pucat dengan riasan yang mendasari warna ungu. Aku membalas dan mengajaknya kebawah.

Langkah kaki kami terdengar halus saat menuruni tangga. Musik mulai berkumandang ketika kami turun dan mata-mata tamu seakan ada yang memerintahkan semua melihat kepada kami. Selalu seperti itu. Setelah ini pasti langsung banyak yang mengerubungi kami entah memuji atau ingin berjabat tangan padaku dan Sungie.

Gigiku kering rasanya. Banyak senyum yang sudah kuumbarkan. Kapan ini semua berhenti? Tolong ada yang alihkan perhatian mereka dari ku jebal! Rasa nya kata-kata itu ingin aku teriakan tapi mustahil lah yang pasti. Dengan penuh kepasrahan aku tetap menyalami mereka, tersenyum ramah, cipika-cipiki, bergurau untuk formalistas  meskipun hanya di isi dengan basa-basi tidak penting.

Tiba-tiba alunan merdu terdengar di telingaku. Semua mata terhipnotis untuk melihatnya. Akhirnya ada yang bisa menarik perhatian mereka. Awalnya memang aku tidak tertarik mendengarkan tapi alunan itu terlalu indah untuk diabaikan. Aku tertegun mendengar suara sang penyanyi yang dengan kesungguhan hati melantunkan lagu demi lagu. Matanya yang semula terpejam sekarang membuka dan menatapku. Ini bukan tatapan biasa yang hanya sekilas tapi dia seakan menelusuri mata dan seluruh organ tubuhku. Aku hanya bisa balas menatapnya. Kami tidak saling berkedip. Sampai alunan itu berhenti terdengar. Lalu dia berhenti menatapku. Kenyamaanan yang sempat terasa sejenak tadi hilang. Aku ingin lagi! Ingin merasakan kenyamanan yang selama ini tidak pernah aku rasakan.

Kutundukan wajahku yang terasa panas. Ada apa denganku? Hanya ditatap oleh penyanyi seperti dia saja selabay ini. Apa karena tidak ada yang pernah menatapku seperti itu? Iya! Pasti karena tidak ada yang pernah berani menatapku seperti dia menatapku.  Aku yakin? Kurasa.  Kuangkat wajahku dan mencari sang penyanyi. Tapi dia sudah tidak ada. Kemana kira-kira perginya? Ah, babo…

-Kim Keybum POV-

Putri Neulrin memang sangat cantik wajar saja banyak yang mengaguminya. Masih terasa kenyamanan disaat menatap mata jernihnya. Dia menyimpan banyak rahasia dibalik polesan anggunnya. Aku seperti ditarik untuk memahaminya. Tapi aku hanya seorang penyanyi. Memang terkenal sih tapi dibandingkan dengannya Putri dari Raja Korea Selatan aku ini bukanlah apa-apa. Balas ditatap seperti tadi hanya keberuntungan saja. Tapi rasa penasaranku terlalu tinggi. Aku ingin mengajaknya berkenalan dan keluar dari Istana ini. Entahlah darimana gagasan itu muncul yang penting itulah yang sedang aku inginkan.

Kriukk….

Aduh perutku kenapa berbunyi saat ini. Untung saja tidak sedang ramai. Kulangkahkan kakiku menuju prasmanan. Memang beruntung aku bisa diundang kedalam istana untuk bernyanyi. Bisa melihat kecantikan putri Neulrin secara langsung. Banyak teman-temanku sesama penyanyi ataupun orang biasa yang penasaran terhadap kecantikan alaminya. Dia tidak operasi plastik layaknya yeoja-yeoja korea lainnya. She is pure beautifull.  Dan semakin tinggi saja rasa penasaranku untuk berkenalan dengannya.

Kenapa gelas kaca ini begitu halus? Kuarahkan mataku untuk melihat gelas kaca yang sangat halus itu. Oh tidak ternyata bukan gelas kaca yang kupengang. Tapi tangan yang teramat putih dan halus pasti rajin dirawat. Kutelusuri tangan itu hingga mendapatkan wajah yang sedari tadi membuatku penasaran. Putri Neulrin….

Aku tidak segera melepasnya. Aku masih saja terpaku. Menelusuri setiap jengkal wajah indahnya. Sampai dia menarik tangannya secara perlahan dan aku tersentak. Kuulurkan tanganku kehadapannya sembari memperkenalkan diri “ Kim Keybum” demi apapun aku sangat reflek. Sama sekali tidak pernah memperhitungkan kejadian ini semua. Lalu…

“Kuyakin kau sudah tahu siapa aku? Park Neulrin imnida.” Dengan suara yang indah dan dilapisi dengan senyuman mautnya. Aku terhempas ke langit ketujuh. Aish benar-benar dia sangat cantik dengan lekuk tubuh yang profesional. Semakin kutatap semakin cepat juga detak jantungku. Antara rasa nyaman dan gugup berkecamuk dihatiku. Tapi hanya satu yang kuketahui, bahwa aku suka rasa nyaman ditambah dengan rasa gugup ini. Hilang sudah semua rasa maluku. Yang diawal ingin menyerah ketika mengetahui bahwa dia seorang Putri. Semuanya lenyap, yang ada hanya satu tekad untuk bisa memilikinya. Bisa membuka rahasia dibalik polesan diwajahnya. Dibalik anggunnya dia berjalan. Dibalik hatinya. Aku ingin tahu segalanya tentang Putri Neulrin.

“Ada apa Keybum –shi?” sepertinya Putri Neulrin bingung kenapa aku  terlalu lama menatapnya. Aish kau Key, kenapa jadi terlihat seperti orang bloon.

“Anhi, hanya putri malam ini sangat cantik. Neomu Yeppeo!” Aish Key! Kenapa dengan mudah kau mengucapkan kalimat itu. Kenapa aku jadi lepas kendali begini? Mana Key yang dingin terhadap setiap yeoja?

“hah? Mworago?” Hahaha dia tambah cantik dengan segurat merah muda dipipinya. Bukan karena blush on nya tapi karena dia malu. Aku yakin dengan rayuan sedikit saja Putri bisa melirikku. Aaaa semoga aku diberikan kemudahan. KEY FIGHTING!!

“Tadi saya bilang bahwa putri sangat cantik malam ini” tuhkan pipinya kembali bersemu aaah neomu yeppodaaa.

-Park Neulrin POV-

Baru kali ini aku dirayu dengan namja seperti ini. Memang banyak sih yang bilang bahwa aku yeppo tapi tidak ada yang setulus namja yang ada dihadapanku saat ini. Dia juga sangat perhatian. Seperti tadi saat aku mendengar leluconnya yang sangat lucu saking tertawa terbahaknya aku menjadi tidak seimbang. Dengan sigap dia meraih pergelangan tanganku ditambah dengan senyumnya yang aaaa bikin meleleh pokoknya. Awalnya memang takut dia akan menipuku tapi biarkan sajalah aku menikmati ini layaknya remaja lainnya. Aku juga butuh hiburan dan gurauan dari lawan jenis kan? Sekarang lagi saatna aku puber!

Ah! Dia membersihkan sisa coklat yang terdapat disudut bibirku dengan saputanganya. Lalu dia cium sapu tangannya tersebut. Oh myyyyy begini rasanya diperhatikan oleh namja. Beda sekali jika diperhatikan oleh para dayang-dayang. Baru saja aku ingin berterima kasih kepadanya tiba-tiba Appa berdehem dan memanggilku.

“ Neulrin masih banyak tamu yang harus kau temui biar pemuda ini Appa temani.”

“ Ne Appa. Annyeong Keybum –shi” Walaupun berat tapi bagaimana lagi. Appa memang menyuruh secara halus tapi tatapannya menyiratkan bahwa aku harus segera pergi dari situ. Kulihat Key masih menatapku dengan senyumannya yang aduhai.

-Kim Keybum POV-

Ah! Kenapa sebentar sekali aku bisa berbicara dengannya? Kenapa begitu ketat penjagaan seorang putri? Putri? Apa mungkin aku bisa berdekatan dengan seorang putri? Baru kenalan saja aku sudah dijauhkan secara halus dengan Raja. Apalagi aku datang ke Istana untuk mengajaknya berkencan? Tapi apa sanggup aku berhari-hari tanpa melihat wajah cantiknya Putri Neulrin. Aaaaa Iam gonna crazy.

-Park Neulrin POV-

Key! Mata sipitnya menyimpan kehangatan yang aku inginkan. Senyumnya menarik bibirku untuk tersenyum juga. Suaranya merdu tak hanya saat bernyanyi disaat dia bergombal riapun menusuk kalbu. Key, apakah kau akan memberanikan diri untuk mengetuk pintu istana hanya sekedar ingin berkenalan lebih lanjut kepadaku? Aku rasa aku tertarik menyelam lebih jauh kedalam mata indahmu. Menarik lebih lebar bibirku ketika bersamamu. Aku merasa ada rasa nyama saat bersamamu.

Semakin banyak petinggi negara yang mengajak anak lelakinya untuk berkenalan denganku ataupun dengan Sungrin. Tapi tidak ada yang menarik perhatianku sedikitpun. Hanya Key si penyanyi solo itu yang berhasil menyedot konsentrasi otakku. Mataku menjelajah ke setiap sudut sekitarku, aku mencari key! Oh tidak aku sudah mulai mencari cari tentang. Tunggu sepertinya aku mengenal orang itu. Waaah! Ada Tuan Choi pelatih sepak bola terbaik di Korea Selatan. Dulu aku sempat tertarik dengan anaknya tapi ketika aku tahu sifatnya beeeh hilang semua rasa tertarikku. Dia begitu sombong! Dingin dan berbicara sangat pelit. Waktu itu Sungrin juga mengaguminya tapi mungkin sekarang sudah tidak karena dia sering membicarakan guru dancenya, Lee Taemin.

Semoga saja Tuan Choi itu hanya datang berdua dengan anaenya semoga tidak ada Choi Minho yang menyebalkan itu. Sepertinya Tuan Choi ingin berbasa-basi denganku sejenak karena dia semakin mendekat kearahku.

“Annyeonghaseyo Putri Neulrin. Lama tidak bertemu ne? Mungkin saja kau sudah tidak mengenal kami?” Betulkan apaku bilang. Siapa juga yang tidak ingin berbasa-basi dengan wanita anggun seperti. Aish! Tingkat kepercaan diriku sudah melampaui batas rupanya.

“Annyeonghaseyo Tuan dan Nyonya Choi walaupun sudah lama kita tidak bertemu tidak mungkin saya melupakan kalian.” Basa-basi yang sopan bukan? Tidak mungkin aku melupakan mereka yang dulu suka kusebut sebagai ‘calon mertua’ .

“Baguslah kalau kau tidak melupakan kami haha masih ingat dengan anakku Minho? Astaga kenapa harus membawa nama anaknya yang menyebalkan itu?!

“Mianhe Minho yang mana ya? Seingatku anda mempunyai dua orang anak tapi aku tidak tahu yang mana yang bernama Minho?” ini hanya basa-basi aku masih sangat hapal Minho berwajah dingin itu.

“Oh, kau lupa rupanya sebentar tadi dia sedang di toilet nanti setelah di selesai akan aku suruh dia bertemu dengan sekedar mengingatkanmu yang mana Minho” Sial! Aku masuk kedalam perangkatku sendiri.

“Oh ne” Gumam pelan dan tak ikhlasku hanya sekedari balasan sopan untuk mereka.

“Kalau begitu kami ke Raja dahulu ya.” Akhirnya huft

            “Selamat menikmati malam ini Tuan dan Nyonya Choi” lagi-lagi demi kesopanan terhadap tamu. Jujur saja aku malas menanggapi tamu.

            Selepas mereka pergi tidak ada lagi tamu yang ingin berbasa-basi kepadaku. Jadi Aku lekas mencari Sungrin untuk menjadikan teman bicara. Melewati malam suntuk ini. Hmm sebenarnya bukan Sungrin yang ingin aku jadikan teman bicara tetapi haha yatau lah pasti. Kim Keybum! Oh tidak! Itu Minho!

-Author POV-

Neulrin segera mengalihkan badannya kearah yang berlawanan. Neulrin berharapa semoga saja Minho tidak melihatnya. Tapi harapan hanya sekedar harapan Minho menyapanya. Dengan sangat terpaksa Neulrin harus meladeni makhluk dingin itu

“Putri, saya disini hanya ingin mengingatkan Putri kalau saya adalah Minho Choi.”

Setelah beberapa kata terlontar dari bibirnya. Minho lekas pergi. Benar-benar makhluk dingin yang bernama Minho itu. Neulrin hanya bisa bengong dan takjub dengan apa yang Minho lakukan kepadanya. Dia tidak pernah menemukan sosok yang lebih dingin dari Minho Choi. Dia pikir Minho sudah berubah ternyata setelah 5 tahun tidak bertemu dia masih tetap dalam predikat makhluk terdingin dalam buku MURI yang hanya dimiliki oleh otak Neulrin.

Choi Minho memang tampan tapi berperawakan dingin dan sangat menyebalkan. Tapi dibalik itu semua masih saja banyak yeoja-yeoja yang mengincarnya. Buktinya dia menjadi namja yang mempunyai banyak fans di Korea University. Hanya Neulrin dan Sungrin yang jungkir balik dari ngefans banget  menjadi ‘antifans’ Choi Minho. Bukan karena dingin dan pelitnya Choi Minho tapi kasar dan menyebalkannya Choi Minho!! Beda sekali dengan kakak dan adeknya Choi Minseok dan Choi Minji. Choi Minseok terpilih sebagai namja teromantis di Korea University dan Choi Minji yeoja teramah di Korea University.

Putri Neulrin dan Putri Sungrin juga mendapat predikat sebagai yeoja tercantik dan termanis di Korea University. Ya, memang benar mereka sekampus dengan keluarga Choi. Bahkan Minji dengan Putri Sungrin satu fakultas maka dari itu mereka berteman dengan baik. Kedua Putri Korea Selatan itu belajar selayaknya mahasiswi biasa yang seusia mereka. Mereka juga tidak sombong mentang-mentang orang kerajaan. Mereka bahkan sangat baik karena kebaikan mereka maka banyak mahasiswi yang sungkan untuk berbincang dengan mereka. Mahasiswa juga hanya berani terkagum-kagum saja. Padahal kedua Putri itu berharap mereka memiliki kisah cinta selayaknya yeoja seumuran mereka. Mereka ingin mempunyai kehidupan seperti remaja biasanya.

Ketika Putri Neulrin masih takjub dengan apa yang habis didengarnya dari Minho disudut ruangan pesta diam-diam ada yang mengamati sembari cekikikan menahan tawanya melihat wajah polos Putri Neulrin. Siapa lagi jika bukan Key. Namja yang sedari tadi dicari oleh Putri Neulrin. Melihat keadaan Putri Neulrin yang sendirian Key yang sedari tadi disudut yang tak terlihat mulai memberanikan diri untuk melanjutkan perbincangan dengan sang Putri.

-Kim Keybum POV-

Ketika namja itu berlalu wajah Putri Neulrin berubah menjadi seperti orang bodoh. Apa yang telah dilakukan namja barusan? Semenarik itukah sampai wajah Putri Neulrin berubah sedrastis itu? Aish! Aku hanya berani melihatnya dari radius 10 meter dari keberadaannya. Sudah jauh tersembunyi pula! Bukannya aku pengceut tapi takutnya Putri Neulrin tidak ingin melihatku lagi. Tapi sepertinya dia mencari seseorang sedari tadi? Apakah aku? Ah! Terlalu percaya diri sekali aku ini? Ayolah Key liat kastamu selain menjadi penyanyi solo kau hanya mahasiswa biasa. Berbedaan dengannya yang disekelilingnya selalu dilayani sedangkan kau harus melayani dan menghibur para fansmu. Putri Neulrin tidak perlu bersusah-susah untuk menjadi terkenal dia juga sudah banyak yang mengagumi. Sedangkan kau? Harus berlatih suaramu agar semakin tinggi dan melatih dancemu agar semakin lincah. Tapi hatiku mengatakan aku harus kesana! Mengajakanya melewati malam yang suntuk yang sepertinya Putri Neulrin berpikiran sama denganku. Ah! Lebih baik aku lekas kesana selagi dia sendirian.

“Ehm permisi Putri Neulrin” dia berbalik. Ekspresi kaget  terlukis diwajahnya. Terkejut dengan kedantanganku putri?

“O, Keybum-shi kukira kau sudah pulang.” Apa dugaanku benar? Apa dia mencariku?

“Anhi, managerku masih sibuk dengan hidangan disini. Apa putri mencariku sedari tadi?” bersemu! Gotcha! Dia malu. Mungkin saja memang dia mencariku sedari tadi

“Hah? Aku mencarimu? Anhi!” terkejutkah kau dengan tudinganku yang pas sasaran, Putri Neulrin?

“Oke baiklah lebih baik aku mencari managerku untuk segera pulang. Kupikir kau mencariku sedari tadi ternyata tidak.” ini jebakan! Kalau dia sampai mencegahku berarti memang benar dia mencariku

“ Buru-buru sekali Keybum-shi. Tapi kalau kau sudah tidak nyaman lebih baik istirahat saja aku tahu penyanyi papan atas sepertimu pasti mempunyai jadwal yang sangat padat bukan? “ Ah! Aku tau dia hanya gengsi saja

“ Em, ya lebih baik aku segera istirahat saja. Ini juga sudah sangat larut. Annyeonghaseyo Putri Neulrin “ Biarlah. Dia yang tidak mencegahku biar dia saja yang menyesal. Anhi! Sebenarnya aku juga menyesal telah mengatakan jebakan itu. Sial! Aku masuk dalam perangkapku sendiri.

“Em, Annyeonghaseyo Keybum-shi.” Aku melihat sirat kekecewaan dimatanya. Ah! Key kau jangan terlalu percaya diri!

-Shin Neulrin POV-

Ne!! Aku memang mencarimu sedari tadi. Ayolah Key berhenti dan berbalik memulai pembicaraan denganku kembali. Aish jinja! Aku sangat menyesal, Tapi kalau aku bilang sejujurnya bukannya akan terlihat sangat istimewanya dia buatku? Padahal ini pertemuan pertama kami. Semoga saja bukan terakhir. Semoga saja aku masih bisa melihat senyum yang penuh dengan kehangatan itu. Lihat saja nanti!

tobecontinue


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s