[Freelance] Finding The Lost Symbols #3


Judul Fanfic: Finding The Lost Symbols [Ch.3]: Midnight Circus  

Nama Author : Astina

Main Cast : Lay,ChunLan (OC)

Other Cast : Other EXO Member,Hades Black (OC)

Length : Chapter

Genre : Fantasy

Rating : T

Disclaimer : Tuhan YME

Note : Waa…author baru pertamakali bikin FF yg ada unsur pertempuran begini,jadi mian kalo jelek >.< , waktu bikin FF ini aku bayangin Lay itu jadi seorang ayah yang punya anak cewek gitu😀 .

Happy Reading ^^

The story begins here…

Bulan Maret! Bulan dimana musim panas akan segera berakhir,dan minggu depan musim semi akan segera tiba,aku tidak sabar melihat bagaimana musim semi itu. Aku masih duduk di bangku kelas hari ini,tapi entah kenapa aku senang sekali,karena besok libur musim panas! Kebetulan sekarang sedang jam kosong,aku dan Suho bermalas-malasan di kelas,kemudian aku mengajaknya keluar.

 

“Suho,kita keluar saja yuk? Aku bosan disini.”

 

“Mau kemana kau?”

 

“Kemana saja asal jangan di kelas,di kelas sangat berisik.”

 

Aku dan Suho melewati kelas Kris hyung dan Kai,kami berdua lewat depan kelas mereka dan mengiming-ngiming mereka berdua bahwa kami sedang jam kosong. Kami melewati beberapa kelas,kemudian sampai di depan kelas Luhan hyung dan Xiumin hyung, mereka berdua juga terlihat bosan,tapi kuperhatikan Luhan hyung sedang memainkan ballpoint teman-temannya yang sedang menulis dengan Telekinesis powernya.

 

Bicara soal kekuatan,Luhan hyung sudah menemukan simbol Telekinesis-nya bulan lalu,yang menyebabkan kematian seorang yeoja yang dicintainya, Luhan hyung berkabung selama sebulan,tapi syukurlah sekarang dia sudah kembali normal dan tidak sedih lagi.

 

“Lay,coba lihat kesini.” Kata Suho

 

“Ada apa?”

 

“Ada pasar malam dan sirkus yang dibuka untuk liburan musim panas kali ini,kau tertarik kesana?”

 

“Aku tidak tertarik sih,tapi kalau diajak kesana boleh juga.”

 

“Hah..kau ini,kapan kau pernah tertarik akan sesuatu? Yang kau sayangi hanya snack Lays mu yang membosankan itu,kau tahu tidak? Kau seperti orang kecanduan makan Lays! Itu tidak baik untuk tubuhmu,arraseo?” kata Suho

 

“Kau sih tidak pernah makan! Snack itu rasanya enak sekali!” kataku yang sedikit kesal karena Suho mengejek snack favoritku. Tiba-tiba bel pulang berbunyi,senang rasanya bisa pulang.

 

“Kajja,kita pulang,aku sudah bosan disini.” Kataku sambil menyeret Suho yang masih asyik membaca brosur pasar malam dan sirkus yang ditempel di papan pengumuman.

 

“He..hey! Aku masih baca ini,pabo!”

 

“Kalau begitu,aku pulang sendiri,ne?”

 

“Pulang sana! Dan makan lagi snack bodohmu itu!”

 

Sepertinya Suho marah karena aku menyeretnya,tapi masa bodoh lah,yang penting aku sudah berjalan ke rumah sekarang,kasur empuk dan Lays akan menyambutku di rumah,ah..senangnya hatiku.

 

Setibanya di rumah,aku melihat Chanyeol sedang membantu seseorang mengangkut barang-barang dari sebuah truck. Sebenarnya apa yang dia lakukan? Dan kenapa dia bisa cepat sekali tiba di rumah? Apa dia pulang bareng Kai?

 

“Yeol,apa yang kau lakukan?”

 

“Masa tidak lihat? Aku membantu tetangga baru kita mengangkut barang-barangnya.”

 

“Tetangga baru? Tepat di depan rumah kita?”

 

“Ne,memang kenapa? Namanya adalah nyonya Zhang Ji Er,dia dari China tapi bisa bahasa Korea,dan dia membawa seorang anak bernama Zhang Chun Lan.”

 

“ChunLan? Itu nama yeoja atau namja?” tanyaku bingung

 

“Tentu saja yeoja.” Jawab Chanyeol yang mengangkat sebuah kardus yang sepertinya enteng.

 

“Jincha? Apa dia cantik?”,890

 

“Neomu neomu yeppo! Kau pasti ingin menciumnya kalau kau lihat dia.”

 

“Benarkah? Kuharap aku bisa jadi pacarnya.”

 

“Kau sedang bercanda? Dia baru lima tahun!”

 

“Bilang dari tadi!” bentakku

 

“Gege! Sini kubantu,sepertinya kau capek mengurusi semua barang ini.” Kata seorang gadis kecil,itu pasti ChunLan

 

“Ah..Princess ChunLan sudah bangun rupanya,gege bisa bereskan semua ini,kau bantu saja mama di dalam.” Kata Chanyeol dengan manis.

 

Anak kecil adalah hal yang tidak terlalu kusukai,mereka berisik,manja,dan merepotkan. Kuharap ChunLan tidak mengangguku,walaupun harus kuakui,dia sangat lucu dan cantik,seperti boneka porselen.

 

“Gege,siapa itu disebelahmu?” tanya ChunLan pada Chanyeol

 

“Ah..dia gege ku,namanya Lay,beri salam padanya.”

 

“Annyong gege,ChunLan imnida.” Katanya dengan manis

 

“Lay imnida,salam kenal.” Kataku dingin.

 

“Ya!! Lay hyung! Bersikaplah sedikit manis padanya!” bentak Chanyeol yang menggos-menggos karena terus-terusan mengangkut barang.

 

“Sirheo,aku benci anak kecil.” Kataku sambil masuk ke dalam rumah.

 

“Gege,dia membenciku ya?” kata ChunLan dari balik gerbang,aku bisa mendengarnya berbicara kepada Chanyeol.

 

“Ah..tidak,dia sedang capek saja,lain kali dia pasti akan bersikap baik padamu.” Kata Chanyeol.

Satu per satu,saudara-saudaraku sudah pulang dari sekolah,aku tidak tahu mengapa mereka pulang telat,Chanyeol sudah selesai membantu tetannga baru itu dan segera mandi karena keringatnya sudah membanjiri tubuhnya. Kuhabiskan waktuku dengan memakan Lays sambil membaca serial Marvel.

 

Saat itu waktu sudah menunjuk pukul tiga sore,sehabis mandi aku mengikuti Luhan hyung keluar rumah sebentar,katanya dia mau beli bunga untuk pergi ke makam Yoona,setelah itu kami berdua pulang lagi. Kubukakan pintu gerbang,sementara Luhan hyung mengambil sepeda motor dan kemudian pergi ke makam Yoona,dia meninggalkanku begitu saja di luar rumah.

 

“Gege,kau sedang melamun ya?” kata ChunLan yang tiba-tiba duduk di sampingku.

 

“Mau apa kau kesini?”

 

“Aku belum punya teman bermain di sekitar sini,kalau bukan dengan Chanyeol dan Lay gege,tidak ada yang bisa kuajak bicara.” Kata ChunLan sambil mengunyah sebutir nougat.

 

“Oh..” jawabku singkat

 

“Gege mau permen nougat atau gula-gula unicorn?” tawarnya

 

“Apa? Gula-gula unicorn?”

 

“Dinamakan seperti itu karena gula-gula itu berbentuk seperti tanduk unicorn,mau coba?”

 

“Baiklah,aku mau.”

 

“Enak tidak,gege? Kalau kau suka aku masih punya sekantung untukmu.”

 

“Rasanya enak,boleh aku minta lagi?” kataku,sejenak aku berpikir betapa konyolnya aku mengemis permen pada anak kecil.

 

“Ini,semuanya boleh kau ambil.” Kata ChunLan sambil memberikan kantung bermotif Domo-kun.

 

“Kau tidak mau semua permen ini?” kataku yang heran melihat anak kecil yang rela memberikan semua permennya.

 

“Kata mama,aku harus baik pada tetangga dan tidak boleh nakal,makannya aku memberi semua permen itu untukmu.”

 

“Uhmm..rasanya enak. Sini,gege pangku.” Kataku,dan gadis kecil itu langsung melompat di pangkuanku,beberapa kali aku mencium pipinya yang chubby,sepertinya aku mulai menyukai anak ini,padahal tadi siang jelas-jelas aku bilang kalau aku benci anak kecil.

 

“Gege,kita berteman ya?”

 

“Hmm..baiklah,mulai sekarang Lay dan Zhang Chun Lan adalah teman. Tapi,sebelum kita berteman,kau harus cium pipi gege dulu.”

 

CUUUPP

 

Sebuah ciuman mendarat di pipiku,walaupun dari seorang anak kecil,tapi entah kenapa aku merasa senang. Aku dan ChunLan kemudian menyanyikan lagu anak-anak bersama,dia juga menceritakan kenapa dia dan mama-nya bisa pindah kemari,ternyata mama ChunLan baru saja bercerai dengan baba nya,dan memutuskan pindah kemari supaya bisa menghapus kenangan buruk di rumah lama mereka.

 

“Baba sangat jahat kepada mama,aku sendiri merasa senang ketika tahu aku tidak harus tinggal bersama baba lagi.”

 

“ChunLan! Cepat makan buburmu!” teriak mama ChunLan,nyonya JiEr.

 

“Ah..maafkan putriku ya,apa dia tadi nakal?” kata nyonya JiEr.

 

“Tidak,nyonya,dia malah manis sekali padaku,dia juga memberiku permen.” Kataku sambil mengelus pelan kepala ChunLan.

 

“Gege,besok kita main lagi ya? Aku tunggu sampai gege pulang sekolah,ajak Chanyeol gege juga!” kata ChunLan.

 

“Aku besok tidak sekolah,ChunLan. Kau bisa bermain denganku mulai pagi,ok?”

 

“OK!” katanya sambil melompat-lompat masuk ke dalam rumahnya.

Setelah bermain sebentar bersama ChunLan,aku masuk rumah,sedetik kemudian aku mulai memutar otak tentang apa yang sebaiknya aku lakukan sekarang. Menonton TV? Makan Lays lagi? Main PS dengan Kai? Atau mengerjai Luhan?

 

Akhirnya aku memutuskan untuk tidur saja,lagipula besok kan libur,dan baru kusadari kalau menjadi pengangguran adalah hal yang sangat tidak enak. Kurebahkan tubuhku di tempat tidur,kemudian menarik selimutku dan mencoba memejamkan mataku,tapi sialnya aku tidak bisa tidur sama sekali.

Pikiranku melayang membayangkan Omega,unicornku yang paling cantik dan berwarna putih,surainya sangat lembut dan panjang,sayapnya membentang lebar,kira-kira sedang apa hewan peliharaanku itu? Apakah dia sedang di halaman belakang bersama Azura dan Saphira? Atau para penjaga tidak begitu memperhatikannya seperti aku,dan dia jadi sedih? Entah kenapa,rasa rinduku akan Omega tiba-tiba kambuh.

 

“Laaayyy..hyuunngggg…” kata sebuah suara yang suskses membuatku kaget.

 

“Mwo?! Kenapa suaramu seperti burung gagak begitu?!” teriakku panik pada Baekhyun.

 

“Aku tadi kebanyakan makan ice cream,dan sekarang suaraku serak sekali,apa kau punya obat batuk?” katanya dengan suara yang seperti nenek lampir laki-laki (?).

 

“Minta Kris hyung sana,aku tidak pernah punya obat-obatan.”

 

“Dasar payaaahhh…” kata Baekhyun.

 

“Jangan bicara dengan suara begitu!”

 

Keesokan harinya,aku bangun kesiangan,biasanya bangun jam enam,tapi pagi ini aku bangun jam tujuh,sinar matahari juga sudah menerobos masuk lewat celah jendelaku. Tapi hari ini libur,jadi aku tidur lagi.

 

“Gege mau tidur lagi?”

 

“Eh..astaga! Bagaimana kau bisa masuk ke kamarku?!”

 

“Ayo bangunlah,kau sudah janji mau bermain denganku pagi ini,kan?” kata ChunLan sambil lompat-lompat di tempat tidurku.

 

“Gege masih malas,kau main saja dengan yang lain.”

 

“Tapi aku mau sama Lay gege! Pokoknya gege harus bangun sekarang!”

ChunLan terus-terusan lompat di tempat tidurku,dia menindihku,menjambak rambutku,mencubit pipiku,sampai-sampai mencoba menarik celana boxerku,dalam hatiku aku membatin betapa cabulnya anak ini,bisa-bisanya menarik celana orang.

 

“Arrghhh!!! Iya iya aku bangun,tapi ada satu syarat.”

 

“Apa aku harus mencium pipimu,gege?” katanya sambil manyun,membuatku gemas.

 

CUUPPPP…

 

“Aku sudah menciummu,gege,sekarang cepat kau mandi dan ayo kita main.”

PARAH! Aku tidak bisa menolak apa yang disuruh malaikat kecil itu,dia terlalu manis dan imut dan menggemaskan! Aku masuk kamar mandi dan mulai mengguyur tubuhku,airnya terasa sangat dingin pagi ini,aku sendiri tidak tahu kenapa. Aku mandi cepat sekali agar tidak kedinginan,kemudian memakai jeans dan kemeja putihku,lalu keluar dari kamar mandi. ChunLan sedang main-main dengan rubik milik Luhan,dia memainkannya seolah bisa menyelesaikannya.

 

“Gege cepat sekali mandinya? Tidak pakai sabun ya?”

 

“Anak kecil jangan sok tahu!”

 

“Aku kalau mandi biasanya lama,karena aku mainan di kamar mandi dengan sabun,kadang aku membuat gelembung dengan shampoo. Kapan-kapan aku boleh mandi denganmu?”

 

“Tidak boleh! Anak kecil tidak boleh mandi dengan orang dewasa!”

 

“Tapi aku biasanya mandi sama mama,mama kan orang dewasa?.”

 

“Begini saja deh,perempuan tidak boleh mandi dengan laki-laki,ok?”

 

“Ok,aku mengerti.” Kata ChunLan sambil melompat ke arahku,kemudian aku menggendongnya.

 

“Kita main kemana nih?” tanyaku

“Ke pasar malam musim panas!” teriakknya,telingaku hampir pecah karenanya. Sedetik kemudian aku teringat pasar malam yang dibaca Suho di sekolah,apakah itu yang dimaksud ChunLan? Sebaiknya kutanyakan pada Suho.

 

“Tunggu sebentar,itu kan pasar malam,di siang hari tidak mungkin buka,kan?” kataku

 

“Memang,tapi di dekat situ ada taman yang bagus sekali.” Jawab ChunLan.

 

Suho sedang di belakang rumah menyiangi rumput,dia memang orang yang cinta kerapian,bahkan kerapian taman belakang rumah dia yang rawat.

 

“Hey,Suho,apa kau tahu tempat pasar malam yang waktu itu kau baca brosurnya?”

 

“Tentu saja tahu. Kau tahu kan tempat kita belanja baju? Dari situ kau belok kanan dan bertemu pertigaan,lalu belok kanan lagi,pasar malamnya di samping taman.”

 

“Ah,baiklah,aku tahu. Trims.”

 

“Eh,tunggu dulu,mau apa kau kesana? Ini kan siang?”

 

“ChunLan mengajakku main ke taman di sebelah pasar malam itu.”

 

“Kalau begitu aku ikut ya? Aku sekalian mau beli bibit bunga dekat situ.”

 

“Kau yang setir mobilnya ya.” Kataku.

 

Aku menyambar tasku dan kemudian masuk mobil,aku duduk di depan sambil memangku ChunLan,sementara Suho yang menyetir. Sepanjang perjalanan ChunLan terus saja memencet-mencet tombol lampu,menggonta-ganti lagu yang sedang diputar,berkali-kali kupelototi dia tapi dia malah tertawa keras sekali.

 

“Gege,aku suka mobil ini,mobil ini tidak seperti mobil mama yang penuh dengan buku-buku kantornya.”

 

“Itu tandanya mama mu serius dalam bekerja,kau juga harus begitu seperti mama mu.” Jawab Suho.

 

“Tidak mau,kalau aku punya mobil akan kuisi dengan semua bonekaku.”

 

“Hahaha..kau lucu sekali,ChunLan. Nah,kita sampai,kalian berdua turunlah aku mau ke toko bibit,nanti kalau sudah mau pulang telepon aku ya.” Kata Suho.

 

“Pai-pai Suho gege!.” Kata ChunLan sambil melambai-lambai ke arah Suho.

 

“Hey,jangan gerak terus! Kau ini berat tau!” Protesku.

ChunLan langsung diam ketika kusuruh tidak bergerak,dia meletekkan kepalanya di pundakku,dan sesekali memainkan rambut belakangku. Sedetik dia diam,sedetik kemudian dia sudah melolong ingin cepat masuk taman.

 

“Cepat gege! Tamannya bagus sekali!”

“Cerewet! Sudah sana jalan sendiri,aku capek menggendongmu dari tadi.” Kataku,kemudian ChunLan berlari kencang menuju taman itu. Apa yang dikatakan ChunLan benar,taman itu bagus sekali.

 

“Lihat kan,gege? Taman ini sangaaaat bagus!.” Katanya sambil berlari ke arah ayunan.

Aku mengamati daerah sekitar taman itu,ada patung marmer kuda terbang yang dinaiki seorang pangeran,ada banyak bangku taman,juga ayunan dan perosotan. Di beberapa sudut ada orang jualan es krim dan permen,kuharap ChunLan tidak minta permen atau es krim. Beberapa wahana pasar malam juga terlihat dari taman ini,sepertinya aku akan tertarik pergi ke situ.

Aku berjalan ke arah ChunLan yang sedang asik bermain ayunan,kemudian dia tiba-tiba menghetikan ayunannya dan berlari ke arahku,hampir saja dia terjatuh karena tersandung batu,tapi untung saja aku menangkapnya.

 

“Kyaaaa!!”

 

“ChunLan,awas!” teriakku yang berlari ke arahnya kemudian menangkapnya sebelum dia jatuh ke tanah.

 

“Kau ini bikin aku jantungan! Makannya hati-hati kalau jalan!”

 

“Dui bu qi (maaf),gege.”

 

“Lain kali kalau lari-lari kau harus lihat jalan,ok? Sini kugendong,sepertinya kau kaget.”

ChunLan diam saja dalam gendonganku,dia tidak bertingkah sama sekali. Aku membawanya keliling taman itu sebentar,kemudian duduk di sebuah bangku taman yang terletak di bawah pohon besar.

 

“Kenapa diam saja,manis?” kataku sambil menatap wajahnya yang cemberut.

 

“Aku takut kalau aku jatuh lagi,makannya aku diam.” Jawabnya

 

“Hmm..mulai sekarang gege pastikan kau tidak akan jatuh lagi,jadi kau jangan khawatir.”

 

“Jadi maksudmu kau jadi pengawalku yang akan melindungiku?”

 

“Yap,semacam itulah,sekarang kau jangan cemberut lagi ya?”

 

“Baiklah,gege! Ehmm..bolehkah aku minta es krim? Boleh ya? Ya ya ya ya?” pintanya,aku curiga dia tadi bersikap begitu hanya karena ingin dibelikan es krim.

 

“Ok,kau mau rasa apa?”

 

“Strawberry saja.”

 

Aku berjalan menuju stand es krim dan membeli dua buah cone es krim strawberry,membayarnya,kemudian kembali ke tempat aku dan ChunLan duduk,sepertinya anak itu sedang mengaduk-aduk isi tasku.

 

“Eh,gege! Kau bikin aku kaget saja.” Katanya ketika aku kembali

 

“Kenapa kau membuka tasku?”

“Aku hanya ingin tahu apa yang dibawa oleh pengawalku,memang tidak boleh ya? Gege,kau dapat darimana buku seperti ini?” tanyanya sambil menunjukkan buku petunjuk simbol. Astaga..aku lupa meletakkannya di rumah setelah membawanya ke rumah Yoona.

 

“Ehm..itu..itu buku dari nenek buyutku.” Kataku bohong.

 

“Di halaman ini ada gambar unicorn,juga ada beberapa baris kata,maksudnya apa gege?”

 

“Kau tidak perlu tahu! Sini serahkan padaku.”

 

Kupandangi buku itu sejenak,dan entah kenapa ada sedikit keinginan dalam hatiku untuk menemukan simbol milikku,simbol Healing Power. Kupandangi gambar unicorn yang ada di buku itu,kemudian membaca kalimat di bawahnya.

 

‘Terjadi di tengah malam,di pergatian hari. Seorang laki-laki yang memimpin sebuah pertunjukan,laki-laki itu harus dimusnahkan sebelum sang pemilik dapat menemukan simbolnya. Sulit sekali membunuh lelaki itu,karena sebelum sang pemilik benar-benar marah akan sesuatu,maka tiada pernah bisa membunuh sang lelaki.”

 

Dari sini aku sudah mengerti kalau simbol Healing Powerku ada pada seorang laki-laki yang memimpin pertunjukan,apakah yang dimaksud laki-laki yang jadi MC di acara televisi? Tapi rasanya itu mustahil.

 

“Gege,kenapa kau serius sekali membaca buku itu? Apa kau tahu maksudnya?”

 

“Ah..tidak,aku hanya penasaran maksud tulisan ini,ayo kita pulang,sepertinya Suho sudah selesai beli

bibit.” Kataku sambil menggandeng tangan ChunLan,tapi dia tidak mau bangkit dari  kursi taman.

 

“Hei,kenapa kau diam saja? Ayo kita pulang.”

 

“Aku…aku ingin pipis.”

 

“Kenapa tidak bilang dari tadi!”

 

“Aku baru kebelet sekarang,antarkan ke kamar mandi ya?”

 

Dasar anak ini,merepotkan sekali! Aku terpaksa menggendongnya menuju kamar mandi terdekat. Mulutnya kini belepotan es krim strawberry,untung saja bajunya tidak kena. Kalau begini terus rasanya aku akan menjadi seorang ayah. Kubawa dia ke kamar mandi pria dan menyuruhnya segera pipis.

 

“Gege,ini kamar mandi pria,aku tidak mungkin pipis di sini.”

 

“Sama saja! Kamar mandi pria dengan wanita tidak ada bedanya,tidak mungkin kan gege masuk ke kamar mandi wanita.”

 

“Kukira gege akan senang melihat wanita-wanita di kamar mandi.”

 

“Hey..ChunLan,kau ini mikir apa sih? Anak kecil otaknya sudah kotor.”

 

“Maksud gege? Otakku bersih tuh,tidak ada sampahnya.”

“Sudah cepat pipis,aku tidak mau beli celana kalau kau ngompol.”

 

“Tapi gege jangan megintip,ya?”

 

“Aku tidak nafsu dengan dirimu.”

 

Aku menunggu ChunLan pipis sambil membuka ponsel,Suho mengirim pesan bahwa dia sudah ada di depan taman dan menyuruh kami segera masuk mobil. Kulihat seorang laki-laki paruh baya keluar dari kamar mandi satunya dengan pakaian yang tidak rapi. Sedetik kemudian ChunLan keluar dengan mulut sudah bebas dari es krim strawberry,tapi bajunya basah di beberapa bagian.

 

“Kenapa bajumu basah begitu?”

 

“Aku juga tidak tahu,gege.” Jawabnya,kemudian dia mengangkat tangannya keatas tanda minta digendong.

 

“Kau mau gendong? Bajumu basah tuh,nanti bajuku ikutan basah kalau menggendongmu.”

 

“Ayolah,gege. Kalau kau mau menggendongku,akan kuberikan ciuman dobel.” Kata ChunLan sambil mengkerucutkan mulutnya.

 

“Ah..baiklah.” kataku yang menyerah pada kelucuan ChunLan.

 

Aku menggendong ChunLan dengan kedua tangaku yang sebenarnya sudah kaku karena terlalu lama menggedongnya tadi,tapi tak apalah,aku terlanjur sayang pada ChunLan. Setelah kugendong,ChunLan memberiku ciuman di pipi kanan dan kiri,di dahi,dan di hidung. Aku suka sekali wangi ChunLan yang pakai bedak bayi,aku jadi balik menciumi pipinya yang chubby itu.

 

“Gege,hentikan! Nanti bedakku hilang kalau kau cium terus!” Kata ChunLan sambil memukuli mukaku dengan tangan kecilnya itu.

 

“Bedak mu hilang? Tidak masalah,bagi gege kau masih cantik kok.”

 

“Benarkah? Bagiku gege juga yang paling tampan.” Katanya sambil menghewek-hewek (?) pipiku.

 

“Tunggu sampai kau melihat Kris gege,aku tidak yakin kau akan bilang aku yang paling tampan.”

 

“Hmm..memang sih,aku lebih suka Chanyeol gege,karena dia yang pertama kali bertemu denganku. Aku juga suka Luhan gege,dia imut sekali. Aku sedikit takut dengan Tao gege,tapi dia baik. Aku belum pernah bertemu Kris gege,nanti beritahu aku ya?”

 

“Tidak mau,nanti kalau bertemu dengannya,kau akan berpaling dariku.”

 

“Maksudnya? Aku sering mendengar kata ‘berpaling’ dari drama yang biasa ditonton mama.”

 

“Ah..sudahlah,kau tidak akan mengerti ucapanku,kajja kita pulang,Suho gege sudah menunggu.”

 

@Home

Suho sedang memasukkan mobil ke garasi,sementara aku dan ChunLan masuk rumah. Aku sedikit kaget melihat mama ChunLan sedang duduk bersama saudaraku yang lain,mereka sedang membicarakan apa ya?”

“Ehm..maaf,kalian sedang apa? Aku baru datang dari taman menemani ChunLan main,jadi aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan.”

 

“Begini,aku akan pergi ke luar kota selama satu minggu,aku tidak tahu lagi harus menitipkan ChunLan pada siapa,aku mohon kesanggupanmu dan saudara-saudaramu untuk menjaga ChunLan selama aku tidak ada.” Kata nyonya JiEr.

 

“Ah..ne,tidak masalah buatku,” kataku.

 

“Ini daftar hal-hal yang disukai dan tidak disukai ChunLan,juga jadwal makannya jangan telat ya. Baju-bajunya bisa kalian ambil di kamarnya,untuk mandi kalian bisa pakaikan shampoo atau sabun mana saja,dia sudah terbiasa pakai alat mandi orang dewasa. Kalau malam,jangan lupa buatkan segelas susu untuknya. Aku akan berangkat nanti sore,sekali lagi aku berterimakasih pada kalian.” Kata nyonya JiEr sambil menyerahkan lembaran kertas berisi jadwal makan ChunLan kepada Baekhyun,kemudian dia keluar rumah.

 

“Asik! Aku akan menginap di rumah Lay gege! Nanti malam aku akan tidur bersamamu ya,gege? Besok dengan Suho gege,besoknya lagi dengan Luhan gege!.” Kata ChunLan sambil naik ke pangkuan Chanyeol.

 

“Kau akan tidur denganku malam ini.” Kata Chanyeol.

 

“Tidak mau,gege. Kalau dekat kau aku selalu kepanasan.”

 

“Bwahahhah!! Kau benar ChunLan! Jangan dekat-dekat Yeol! Kau pasti akan dijadikan daging panggang olehnya!” teriak Luhan hyung.

 

“Yak! Bicara apa kau,hah?! Aku tidak akan begitu pada ChunLan!” kata Yeol sambil melempar bantal sofa ke muka Luhan hyung.

 

“Apa gege mau membunuhku?” tanya ChunLan pada Chanyeol

 

“Ah..tentu saja tidak! Luhan gege hanya bercanda.”

 

“Nah,sekarang sudah jam duabelas,kau ingin makan apa ChunLan? Akan kubuatkan.” Kata D.O #cielah..D.O eomma >.<#

 

“Terserah gege,tapi aku suka bubur ayam.” Kata ChunLan sambil merebut rubik yang sedang dimainkan Luhan,mengacaknya lagi setelah Luhan berhasil menyelesaikannya.

 

Sementara D.O membuatkan bubur,aku dan ChunLan masuk ke kamar dan berguling-guling di tempat tidur,sepertinya dia senang sekali bisa tidur di rumah ini. Kemudian Xiumin hyung dan Kris hyung datang,mereka bergabung bersama kami di kamar.

 

“ChunLan,tadi kau bilang ingin bertemu Kris gege? Sekarang dia sudah di hadapanmu.” Kataku

 

“Wah,gege tinggi sekali,seperti tiang listrik di jalan.”

 

“Kau boleh memanggilnya tiang listrik kalau kau mau.” Kata Xiumin sambil tertawa.

 

“Tidak sopan sekali memanggilnya tiang listrik,aku akan tetap memanggilnya Kris gege.” Kata ChunLan.

 

“Eh,ChunLan,kita kan sedang liburan musim panas,kau juga belum sekolah kan? Bagaimana kalau kita pergi ke pasar malam dan sirkus itu? Kau mau tidak?” tawar Kris hyung.

 

“Tentu saja aku mau! Nanti malam ya? Mama jarang punya waktu untuk jalan-jalan bersamaku.”

 

“Boleh juga,nanti aku akan bilang ke yang lain.” Kata Kris hyung sambil mencubit pipi ChunLan. Aku hanya bisa menuruti apa yang dikatakan Kris hyung,padahal aku tidak terlalu kepingin pergi ke tempat seperti itu,tapi karena ada ChunLan,jadi kuputuskan untuk ikut saja.

 

“ChunLan,saatnya makan siang.” Kata D.O yang kepalanya muncul dari balik pintu.

 

“Yey! Aku sudah lapar,gege! Oia,nama gege siapa?” tanya ChunLan pada D.O

 

“Namaku Do Kyung Soo,kau bisa panggil aku D.O.” kata D.O sambil menggendong ChunLan menuju ruang makan.

 

Aku ikut ke meja makan dan duduk di samping ChunLan,kuambilkan dia semangkuk bubur untuknya dan semangkuk untukku,sementara yang lain sudah mengambil masing-masing. Kai terlihat menikmati bubur ayam itu,dia makan seperti orang gila.

 

“Nyam..nyam..rasanya enak sekali.” Kata ChunLan yang melahap bubur pertamanya.

 

“Ini super enak! D.O  hyung,kau dapat resepnya darimana?” teriak Kai dengan mulut penuh.

 

“Ini resep dari dapur istana,kalau kau suka aku bisa bikin setiap hari.” Kata D.O dengan bangga.

 

“Gege,kau ini teriak-teriak dengan mulut penuh,tidak takut tersedak? Mama selalu memarahiku kalau aku makan sambil bicara,apalagi teriak-teriak.” Komentar ChunLan.

 

“Hahaha..aku terlalu senang akan bubur ini,kau jangan mencontohku ya. Namaku Kim Jong In,kau bisa panggil aku Kai.”

 

“Pai gege,nama yang aneh.”

 

“Ya! Bukan PAI,tapi KAI !” Protes Kai,dan semua yang di meja makan tertawa.

 

“Mungkin ChunLan masih cadel,jadi tidak bisa bilang huruf ‘K’.” Kata Luhan hyung.

 

“Yah,terserahlah mau dipanggil apa.” Kata Kai sambil melanjutkan makannya.

 

“Nanti malam ChunLan minta ke pasar malam dan sirkus,kalian semua ikut ya?” kata Kris hyung mengumumkan.

 

“TENTU SAJA!” teriak semua orang di situ,kecuali aku,Xiumin hyung,dan Kris hyung. Hening sejenak,kemudian kami tertawa lagi. Makan siang terus berlanjut dengan menyenangkan,Luhan hyung terus saja direpotkan oleh ChunLan yang mulutnya belepotan bubur,bolak-balik Luhan hyung menyeka bubur di bibir ChunLan,tapi ChunLan malah melakukannya lagi dan lagi.

“Buburku sudah habis!” kata ChunLan yang langsung nyelonong ke kamar,tapi Chen segera menyeretnya ke wastafel untuk mencuci tangan dan mulutnya. Kemudian Chen berkata pada ChunLan, “Biasakan cuci tangan dan mulutmu sebelum dan sesudah makan,ok?”

 

“Ok,aku mau ke kamar,Chen gege.” Katanya sambil melepas genggaman tangan Chen.

Kubereskan alat makanku,mencucinya,kemudian mengelapnya. Setelah itu kumakan buah pir sebagai pencuci mulut. Siang ini udara sangat panas,lebih panas dari di EXO Planet. Bicara soal EXO Planet,aku penasaran apa yang sedang terjadi di sana,kuharap Fang Cyclops tidak menyerang planetku dan membahayakan Ayah dan yang lain.

Melamun sejenak mengenai EXO Planet membuatku gelisah,kuputuskan masuk ke kamar untuk istrirahat sejenak,mengumpulkan tenaga untuk acara jalan-jalan nanti malam. Kulihat ChunLan tertidur di tempat tidurku sambil memeluk boneka Angry Birds milik Kris hyung,dia pasti terbiasa tidur siang.

Wajah ChunLan ketika tidur bahkan lebih imut lagi,ingin aku menciumnya tapi tak tega. Sepertinya malaikat kecilku itu kepanasan,jadi kunyalakan AC dengan suhu yang lumayan tinggi. Karena aku juga kepanasan,kulepas bajuku dan tidur disebelah ChunLan sambil memeluknya. #Author: aku juga mau dipeluk Lay <3#

Memeluk ChunLan rasanya menyenangkan sekali,seperti memeluk boneka hidup. Entah mengapa aku senang sekali ada ChunLan dalam hidupku,apa mungkin karena aku tidak pernah punya adik perempuan? Saudaraku laki-laki semua. Karena terlalu asyik memeluk ChunLan,aku jadi ikut mengantuk,jadi kupejamkan mataku dan tidur.

Aku terbangun jam lima sore,kulihat ChunLan sudah tidak ada di sebelahku,itu berarti dia sudah mandi. Omo..siapa yang memandikannya? Segera aku berlari ke ruang tamu dan melihat keadaan,suasana tenang sekali,tapi terdengar kegaduhan di kamar mandi.

“Astaga! Kenapa kalian berempat yang memandikan ChunLan?! Bukankah cukup satu saja?” teriakku pada Sehun,D.O,Baekhyun dan Tao.

“Habis ChunLan tidak bisa diam,jadi aku yang mencuci rambutnya,Sehun yang menyikat giginya,D.O yang memandikannya.” Jawab Tao

“Lalu,kenapa Baekon ikut disini?” tanyaku

“Hehehe…kelihatannya seru sih,aku jadi ikutan ke kamar mandi.” #gubrak#

“Kalau begitu cepat selesaikan pekerjaan kalian,kalau ChunLan mandi kelamaan dia bisa masuk angin.” Kataku yang kemudian mengambil handuk dan mandi di kamar mandi satunya.

Selesai mandi,aku masuk kamar dan mengambil baju yang sudah kusiapkan untuk jalan-jalan nanti. Tiba-tiba ada suara langkah kaki yang sedang berlari,dan betapa kagetnya aku melihat ChunLan telanjang bulat sedang dikejar-kejar Sehun dan yang lain.

“ChunLan yang manis,badanmu itu masih basah,jadi harus dikeringkan dengan handuk,ok?” kata Sehun yang berusaha membujuknya.

“Tidak mau! Aku masih mau main air.” Jawab ChunLan.

“ChunLan,kalau kau tidak mau dikeringkan,acara jalan-jalannya akan batal.” Kataku

“Tapi gege..aku masih mau main.” Kata ChunLan dengan wajah melas.

“Tidak ada main-main air,kau bisa sakit. Sekarang menurutlah pada Sehun gege dan pakai bajumu.”

ChunLan langsung menurut dan berjalan kearah Sehun yang sedari tadi memegang handuk tebal berwarna putih. Kemudian Sehun membungkus ChunLan dengan handuk itu,dan menggendongnya entah kemana.

Kulihat saudaraku yang lain juga sudah mandi semua,tinggal Sehun dan D.O yang belum mandi. ChunLan juga sudah pakai baju,dia kelihatan cantik sekali.

“ChunLan,siapa yang memilihkanmu baju?”

“Sehun gege,memang kenapa?”

 

“Pilihannya bagus,kau kelihatan cantik. Jangan lupa bawa jaketmu,nanti malam akan dingin sekali.” Kataku mengigatkan.

“Baiklah Lay gege,aku akan bawa jaket.” Kata ChunLan yang kemudian meneriakkan nama Tao.

“TAO GEGE!!!!! AMBILKAN JAKETKU,PLEASE!!!”

“ChunLan! Jangan teriak-teriak sekeras itu dong!” kata suara Xiumin dari dapur.

Sedetik kemudian,Tao sudah menyiapkan segalanya yang dibutuhkan ChunLan ketika pergi nanti. Mulai dari susu,celana,jaket,selimut kecil,snack kecil,dan beberapa permen. Aku heran bagaimana mereka bisa melakukannya,apa tadi mereka berguru pada D.O ya?

“Semua sudah kusiapkan,akan kuletakkan di mobil.” Jawab Tao

“Tao,kau pintar sekali sudah menyiapkan segalanya.” Kataku

“Tao gitu loh…” Jawabnya dengan bangga,kemudian ia pergi ke bagasi mobil.

Kulihat D.O dan Sehun sudah selesai mandi,jadi kami semua mulai bersiap meninggalkan rumah. Sementara yang lain sudah di mobil,aku dan Kris hyung memastikan keadaan rumah aman,setelah itu barulah kami mengunci pintu depan. Suho membawa mobil keluar gerbang,setelah itu Luhan hyung turun sebentar untuk menggembok gerbangnya.

Sepanjang perjalanan menuju pasar malam,ChunLan terus saja pindah dari pangkuanku ke pangkuan yang lain. Kemudian dia berhenti di pangkuan Kris hyung,sepertinya dia nyaman di pangku Kris hyung.

“Kita sampai! Kalian turun dan beli tiketlah dulu,aku akan cari tempat parkir.” Kata Suho

Jadi kami semua turun,ChunLan belum apa-apa sudah membuat semua orang kerepotan,dia berlari kesana kemari diantara orang-orang dewasa yang sedang berjalan,jadi Chen langsung menggendong ChunLan dan menjejalkan permen coklat ke mulutnya.

Kami beli tiket sebanyak tigabelas lembar,untuk antisipasi antre,jadi hanya Luhan hyung yang beli untuk kami semua. Kemudian Luhan hyung membagikan tiket kepada masing-masing,setelah menerima tiket kami semua langsung masuk ke arena sirkus.

Kursi VVIP masih kosong di beberapa bagian,jadi kami ambil tempat duduk paling depan. ChunLan merampas semua jajanan yang kubeli waktu Luhan hyung beli tiket tadi,aku hanya bisa pasrah dan memberikan semuanya pada ChunLan,tapi Suho membelikanku sebungkus besar popcorn rasa asin,jadi aku tidak merasa sedih lagi #Suho baik deh#.

Beberapa menit kemudian,pertunjukannya dimulai,lampu-lampu mulai padam satu per satu. Pembukaan diawali dengan pidato singkat MC yang bernama Hades Black,menurutku nama itu cukup menyeramkan. Pertunjukan pertama adalah atraksi keseimbangan,disusul dengan atraksi kelenturan tubuh. Tepuk tangan membanjiri seantero arena sirkus,tapi aku tidak tepuk tangan,yang heboh sendiri justru Baekhyun,Kai,dan tentu saja ChunLan.

Atraksi demi atraksi terus berlanjut,aku hanya diam dan memejamkan mataku. Sudah kuduga pertunjukannya tidak akan menarik,mungkin bagi sebagian orang sirkus adalah hiburan,tapi bagiku sirkus hanya tontonan yang bikin telingaku sakit karena sound system nya keras sekali.

Pertunjukan terakhir adalah atraksi yang akan dimainkan sendiri oleh sang MC. Hades Black,keluar dengan membawa pot bunga berisi bunga-bunga layu,mengeluarkannya satu-satu dan menunjukkan pada penonton bahwa bunga itu benar-benar layu. Sedetik kemudian,ia mulai meletakkan bunga-bunga itu kembali ke pot,dan tangannya mulai bergerak. Aneh sekali,tangan itu mengeluarkan sesuatu yang mirip seperti Healing Powerku. Beberapa saat kemudian,bunga-bunga itu kembali hidup,sekali lagi tepuk tangan membanjiri arena sirkus. Tapi kali ini aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang kulihat,bagaimana seorang Hades Black bisa punya Healing Power?

Kupalingkan wajahku ke saudara-saudaraku,mereka juga tampak terkesima dengan aksi Hades Black,tapi tidak dengan Kris hyung,dia malah melihatku dengan tatapan serius,kurasa hanya Kris hyung yang menyadari kejanggalan akan apa yang dilakukan Hades Black barusan.

Setelah pertunjukan selesai,ChunLan minta berfoto bersama Hades Black. Kai,Sehun,dan aku yang pergi ke Hades Black untuk minta foto bersama.

“Tuan,bolehkah aku berfoto bersamamu?” tanya ChunLan.

“Kenapa tidak,adik kecil?” kata Hades Black dengan senyuman yang menurutku lebih mirip Voldemort di film Harry Potter.

“Lay gege,sini foto sekalian,biar Kai gege yang mengambil gambarnya.” Kata ChunLan yang menyeretku ke samping Hades Black.

Aura aneh merasuk ke tubuhku ketika berfoto dengan Hades Black,aku merasa agak jengkel karena dia menggunakan kekuatan yang seharusnya hanya milikku (dan milik pemimpin EXO Planet),tapi malah dia yang mahluk Bumi,bisa dapat kekuatan seperti itu.

Setelah itu kami semua masuk mobil,tapi tidak segera pulang karena Luhan hyung dan Kai pergi ke kamar mandi sebentar. Setelah mereka berdua kembali dari kamar mandi,kami pun pulang. Semuanya heboh membicarakan atraksi mana yang paling bagus menurut mereka,hanya aku dan Kris hyung yang diam.

“Kau curiga pada Hades Black,ne?” kata Kris hyung yang duduk di sebelahku.

“Aku curiga saat dia menghidupkan bunga-bunga layu itu. Menurut buku petunjuk,simbolku memang berada pada laki-laki yang memipin sebuah acara,jadi kemungkinan besar simbol milikku benar-benar ada di tangan Hades Black.”

“Kau bawa bukunya?” tanya Kris hyung,kemudian aku merogoh tasku dan memberikan buku petunjuknnya pada Kris hyung.

“Di tengah malam,di pergantian hari. Menurutku,kita harus pergi ke sirkus itu pada tengah malam,dimana pergantian hari terjadi.” Jelas Kris hyung. “Sebelum sang pemilik benar-benar marah akan sesuatu,maka tiada pernah bisa membunuh sang lelaki. Aku tidak yakin dengan kalimat ini,yang jelas kau harus terlebih dahulu terbakar emosi karena sesuatu hal,baru bisa membunuhnya. Pemikiranku aneh tidak?” Lanjut Kris hyung.

“Tidak,itu tidak aneh sama sekali,malah masuk akal. Dan mungkin itulah maksud dari petunjuk yang sebenarnya. Kau pintar,hyung.” Kataku berusaha tidak berteriak,walaupun aku merasa senang telah menemukan arti dari petunjuk yang ada di buku.

Kami sampai rumah pukul delapan malam,ChunLan tertidur di mobil di pangkuan Chanyeol. Ketika turun dari mobil,aku menggendong ChunLan kemudian membawanya ke kamar. Kulepaskan baju perginya,dan meminta D.O. mengambil piyama di lemari,kemudian kupakaikan piyama itu pada tubuh ChunLan.

“D.O,apa ChunLan tadi sempat minum susu di mobil?” tanyaku.

“Ne,aku sudah membuatkannya susu tadi.” Jawab D.O yang berlalu ke kamar mandi.

Aku berjalan menuju ruang tamu,Kris hyung dan yang lain sedang berkumpul bersama,sekedar tiduran di sofa dan karpet beludru yang empuk. Aku menceritakan mengenai kecurigaanku pada Hades Black,mereka menyimak tanpa menimbulkan suara.

“Kau benar,Lay hyung! Aku bahkan baru sadar dia tadi melakukan Healing!” kata Tao ketika aku selesai bercerita.

“Lalu,apa rencanamu selanjutnya? Menyelinap lagi malam-malam?” tanya Suho.

“Yup. Mungkin lebih tepatnya kita kesana tengah malam.” Jawabku.

“Aku rasa aku sudah terbiasa melakukan penyelinapan di malam hari.” Kata Chanyeol.

“Eh..tunggu dulu,setelah membaca brosur sirkus itu,aku pergi menemui temanku yang juga pergi sirkus tersebut. Temanku bilang,sirkus itu sudah ada dari dulu,hanya saja dibuka ketika liburan akhir musim,ketika hari-hari biasa tendanya akan dirobohkan. Katanya lagi,sirkus itu akan tutup pada jam sepuluh malam,tapi lampunya akan tetap menyala sampai pagi,kadang juga terlihat banyangan orang-orang dalam tenda sirkus. Beberapa orang pernah menyelinap,tapi orang tersebut tidak pernah kembali,diperkirakan mati.”

“Rupanya ada cerita misterius tentang sirkus itu.” Komentar Chen.

“Apa kita akan kesana malam ini?” tanya Sehun.

“Tidak..tidak malam ini,kita terlalu lelah.” Jawabku

“Besok malam? Buang waktu saja,lebih baik sekarang kita kesana,mumpung ChunLan sudah tidur.” Kata Luhan hyung.

“Sebenarnya,kalau kalian tidak keberatan,kita bisa berangkat malam ini.” Kataku

“Kau yakin? Apa kau tidak nervous? Kau belum siap mental,Lay.” Kata Kris hyung khawatir.

“Siapa bilang aku nervous,hyung? Aku malah ingin menghabisi Hades Black secepatnya,aku merasa tidak adil kalau mahluk Bumi seperti dia punya kekuatan sepertiku.”

“Baiklah,kalau memang begitu inginmu,kami semua siap membantu.” kata Luhan hyung.

“Lalu siapa yang menjaga ChunLan?” tanya Kai.

“Dia tidak akan bangun,kalaupun bangun,kita kan sudah mengunci semua pintu? Tidak mungkin dia kabur.” Kata Luhan hyung.

Sisa-sisa malam itu kami gunakan untuk persiapan melawan Hades Black,aku tidak tahu orang itu seperti apa,yang jelas akan sangat sulit melawannya. Waktu menunjuk pukul setengah sebelas malam,kami siap-siap berangkat. ChunLan sudah pasti tidur nyenyak di kamar,jadi kami tidak perlu mengeceknya lagi.

Kupejamkan mataku sejenak,aku agak mengantuk sebenarnya,tapi ketika mengingat wajah mengerikan Hades Black,mataku terbuka lagi. Suho memarkir mobil kami di taman sebelah sirkus itu,lalu kami semua turun.

Cerita teman Suho benar adanya,sirkus itu memang sudah tutup,tapi lampunya jelas-jelas masih menyala terang. Wahana disekitarnya memang sudah tidak jalan,pengunjung juga tidak terlihat satupun,keadaannya cukup menakutkan ditambah angin dingin yang menerpa tubuhku.

“Ayo kita masuk.” Kata Kai,kami pun berpengangan pada lengan Kai yang kemudian membawa kami masuk dengan Teleportasi ke depan pintu masuk tenda.

“Ya! Kenapa di depan pintu tenda sih?!” kata Luhan hyung sambil mengeplak kepala Kai.

“Lebih cepat lebih baik! Nah,sekarang siapa yang masuk duluan?” kata Kai.

“Tentu saja aku.” Kataku mantap.

 

Dengan langkah gemetar,kulangkahkan kakiku kedepan dan membuka pintu tenda sirkus. Kris hyung memegangi tanganku,dia takut aku akan diserang sesuatu ketika sudah masuk kedalam. Ternyata di dalam terang benderang,beberapa penjaga terlihat mondar-mandir,aku langsung nyelonong ke hadapan mereka tanpa ragu,toh tujuanku kesini bukan untuk sembunyi dari mereka melainkan menghadapi mereka.

“Aku ingin bertemu Hades Black.” Kataku.

“Siapa kau,anak muda?” tanya seorang penjaga paruh baya.

“Aku Zhang Yi Xing,katakan pada Hades Black aku ingin membunuhnya.” Kataku,dan penjaga itu masuk lewat pintu tenda satunya.

“Kau gila,Lay? Kenapa langsung to the point begitu?” kata Luhan hyung panik.

“Kau takut,hyung?” tanyaku

“Aku bukannya takut,tapi tidak siap.”

“Tenang saja,aku jamin kalian tidak akan mati.”

“PD sekali kau.”

Sedetik kemudian,Hades Black yang masih dibalut pakaian yang ia kenakan tadi sore berjalan dengan senyuman mengerikan ke arahku. Dia terlihat…menyedihkan,aku heran bagaimana seorang MC berwajah buruk rupa ini bisa digemari begitu banyak orang.

“Jadi,kau adalah Zhang Yi Xing. Waktu yang tepat untuk bertemu denganku,tuan muda.”

“Diam kau! Aku bukan tuan mu,bodoh!” teriakku.

“Mendiang ibumu bisa dibilang cukup bodoh untuk menitipkan simbol mu padaku.” Kata Hades Black,sejenak aku kaget karena ia tahu aku dan mendiang Ibu.

“Ibuku bukan orang bodoh,kaulah yang bodoh.” Kataku,kemudian Hades Black tertawa mengejek,tawanya membahana di dalam arena sirkus yang kosong.

“Ratu Janeth sengaja menitipkan simbolnya padaku,dia percaya padaku. Tapi kenyataannya aku malah memanfaatkan simbol Healing Power untuk keuntungan pribadiku,aku pintar kan?” katanya sambil tertawa lagi,ingin segera kuhajar orang itu karena mengejek Ibu.

“Mungkin Ibu sudah menyadari hal itu dari dulu,tapi ia percaya bahwa aku bisa membunuhmu,makannya ia tidak khawatir.” Kataku.

“Ehm..mungkin saja begitu,tapi aku tidak peduli,yang penting aku sudah kaya sekarang. Pundi-pundi uangku sudah penuh berkat Healing Power itu,para penonton benar-benar suka akan pertunjukanku menghidupkan bunga layu.” Katanya dengan bangga,karena tidak tahan dengan ejekannya itu,aku segera berlari dan menghujamkan tinjuan ke wajah jeleknya itu.

Hades Black terjengkang dan jatuh,mulutnya lebam. Kemudian ia tertawa kecil,dan balik menyerangku. Tidak ingin kalah darinya,kugunakan pisau kecilku untuk melukai tangannya. Sementara aku melawan Hades,yang lain juga sibuk bertarung melawan para penjaga.

Aku sedikit melamun melihat saudaraku yang sedang berkelahi,tiba-tiba sebuah pukulan mendarat di perutku,membuatku menumpahkan darah lewat mulutku,ah…rasa darah,sudah lama aku tidak merasakannya. Hades tersenyum puas melihatku kesakitan,kemudian ia memukulkan balok kayu ke punggungku,rasanya sakit bukan main. Tapi rasa sakit itu terkalahkan oleh keinginanku untuk membunuhnya.

“Bangunlah kau pengecut,apa kekuatanmu sudah habis? Dasar payah.”

“AAAARRRGHH!” teriakku sambil memukul tulang keringnya menggunakan balok kayu tadi,Hades memegangi kakinya sambil terus berteriak kesakitan. Mumpung dia sedang kesakitan,aku menghantam dadanya dengan pukulan bertubi-tubi.

“Nah,Hades. Kupikir kau juga seorang pengecut jelek yang bisanya hanya mengisi pundi-pundi uangmu.” Kataku balik mengejek.

Hades bangkit lagi dan mengeluarkan belati dari balik jasnya,ia kemudian menyerangku dengan belati tajam itu. Aku berusaha menghindar dari belati itu,tapi sialnya belati tersebut mengenai lenganku cukup dalam. Sekali lagi tubuhku mengeluarkan darah,lenganku sakit bukan main karena belati itu.

Dengan penuh amarah kuberikan tinju terbaikku tepat mengenai hidungnya yang kemudian berdarah hebat,taruhan tulang hidungnya pasti patah. Kulihat Sehun dan D.O. sudah terkapar tak berdaya di tanah. Kaki Sehun sepertinya patah,ia menangis kesakitan seperti orang gila. Sementara D.O. sepertinya sudah pingsan.

Di sisi lain Kai masih bertarung walaupun dadanya terkena tusuk pisau. Kris hyung dan Tao melawan satu penjaga secara bersamaan. Kupalingkan wajahku ke arah Hades,dia sudah kembali pulih karena ia punya Healing Power. Dengan langkah tegap,ia mencengkeram kerah bajuku dan menghujani wajahku dengan tamparan keras.

Aku tidak bisa melakukan apa-apa dengan tanganku,maka aku menjejakkan kakiku ke arah kemaluannya dengan keras.

“Lay hyung! Terima ini!” teriak Tao yang melemparkan Katana padaku.

Kugunakan Katana itu untuk menyerang Hades,tapi sepertinya aku kalah canggih dengannya. Hades justru menggunakan belatinya untuk menampik serangan Katanaku. Aku berusaha mencari celah untuk menyerangnya,tapi gerak tangan Hades terlalu gesit. Belatinya mengenai kepalaku,untung aku tidak mati,tapi aku sedang sekarat sekarang. Nafasku sudah tidak beraturan lagi,aku rasa aku tak mampu lagi melawannya dengan luka sebanyak ini. Aku terduduk untuk beberapa saat,sementara Hades berdiri di hadapanku dengan tawanya yang menyebalkan.

Chanyeol mengalami pendarahan di kepalanya,Baekhyun berusaha menghentikkan pendarahan Chanyeol dengan membalut luka itu dengan bajunya,padahal kalau kuperhatikan Baekhyun juga terluka di bagian tangan.

Para penjaga sudah banyak yang tewas,kebanyakan dibunuh oleh Kris hyung dan Tao. Luhan hyung terlihat asyik menghajar seorang seorang penjaga. Suho berkejaran dengan seorang penjaga di bangku penonton,beberapa kali ia melemparkan kursi ke wajah penjaga itu. Chen ikut membantu Suho.

Aku panik ketika Hades mulai menyerang lagi,ia berlari ke arahku sambil memegang belatinya. Sebelum dia mengenaiku,aku memukul kakinya untuk yang keduakalinya,membuatnya jatuh dan belatinya terbang entah kemana. Sekali lagi aku memukulinya yang sedang terkapar,kududuki tubuhnya dan kuhajar habis wajahnya.

Hades kemudian membalik tubuh kami,sekarang dialah yang menindih tubuhku,ia membalas pukulanku tadi lebih banyak dari yang kulakukan padanya. Aku rasa gigiku sudah copot semua,wajahku pasti sudah buruk rupa sekarang. Karena tubuh Hades yang berat,aku tidak bisa bernafas dengan baik,ditambah lagi pukulannya yang tidak berhenti membuatku merasa seperti di neraka. Kemudian aku bisa bernafas kembali karena Kris hyung memukul kepala Hades dengan tongkat besi yang berat. Kris hyung kemudian mengangkat kepalaku ke pangkuannya dan ia mulai panik.

“Lay..kau tidak apa-apa?” katanya sambil membersihkan luka di tanganku.

“I’m ok,hyung. Urus saja yang lain,aku masih bisa mengatasi Hades.” Kataku sambil melirik ke arah Sehun yang berjalan terseok-seok ke arah Kris hyung.

Sementara Kris hyung mengurusi Sehun,Luhan hyung yang tadi masih asyik bertarung kini terbaring lemas disebelah Kai yang terluka karena pisau. Ya Tuhan…jangan biarkan saudara-saudaraku mati karena hal sesepele ini!

Yang masih bertahan hanya Kris hyung dan Tao,sementara aku sendiri masih mengumpulkan kekuatan. Mataku tidak bisa melihat dengan jelas karena pusing,tapi entah benar atau tidak,aku melihat ChunLan berjalan ke arahku,makin lama makin dekat.

“Hey,kau pak tua jahat! Jangan lukai gege-gege ku!” teriak ChunLan. Semua mata mengarah ke ChunLan,terheran-heran bagaimana malaikat kecil itu bisa ada di sini,di tempat yang berbahaya ini.

“Anak manis,bukankah kau yang tadi minta berfoto berasamaku?” kata Hades yang berusaha bangkit setelah dapat pukulan tongkat besi dari Kris hyung. ChunLan pelan-pelan mendekat ke arah Hades,apa dia sudah gila?!

“Pak tua jelek,sebaiknya kau mundur sebelum gegeku membunuhmu.” Kata ChunLan sambil menjulurkan lidah. CHUNLAN BODOH! Harusnya dia tidak mendekat ke Hades!

Dengan tawa kemenangan,Hades menjambak rambut panjang ChunLan dan kemudian memukul kepalanya. Digendongnya ChunLan menuju tiang yang tinggi,di tempat atraksi lompat tinggi berlangsung. ChunLan berteriak-teriak ketakutan,Kris hyung berusaha menyelamatkan ChunLan,tapi seorang penjaga memukul punggungnya dan Kris hyung pun terjatuh.

“GEGE! Tolong aku!” teriak ChunLan meronta-ronta.

Aku masih tidak bisa berkata,mulutku sakit sekali. Kulihat Hades sudah mengikat ChunLan di tiang yang tinggi itu. Kemudian ia turun lagi dan berdiri di hadapanku,beberapa kali ia sengaja menginjak kakiku.

“Nah,semua sudah berakhir,pada akhirnya,aku seorang Hades Black-lah yang akan menang.”

“Tidak semudah itu,Hades.” Kata Kai yang berjalan dengan gontai,seperti banyak beban bergelantungan di kakinya.

“Kucing-kucingku yang manis…kepung si Hades Black itu.” Kata Luhan hyung yang muncul tiba-tiba. Dan sekumpulan harimau bengal mengepung kami berdua. Aku terkejut bukan main,apa Luhan hyung ingin aku mati?

Kudengar ChunLan menangis keras di atas,mendengarnya menangis aku merasa sangat bersalah,tidak seharusnya anak manis itu ada disini,aku heran bagaimana ia bisa sampai di sini tanpa sepengetahuan kami semua. Kuperhatikan saudara-saudaraku yang mungkin sedang sekarat sekarang,dan ChunLan yang ketakutan di atas sana,membuat amarahku berkobar lagi.. Harimau bengal yang kira-kira berjumlah sepuluh itu mengepung kami. Hades terlihat ketakutan,ia tidak bergerak sama sekali.

Semakin lama harimau-harimau itu semakin dekat,aku sendiri ketakutan jika mereka akan memakanku. Kuambil Katana yang tergeletak tak jauh dariku,bimbang akan apa yang harus kulakukan,apa aku harus diam dan membiarkan harimau menyantap Hades? Atau aku harus membunuhnya sekarang dengan Katana? Kuputuskan untuk membunuhnya dengan Katana,karena jika harimau itu semakin dekat dengan Hades,mereka juga akan menyantapku. Aku menunggu timing yang tepat untuk menusuk tubuh Hades.

Tak kuhiraukan rasa sakit yang merayapi tubuhku,aku bangkit berdiri dan menggenggam Katanaku. Langkahku pelan mendekati Hades,ia mulai panik sekarang. Tanpa suara,kutusukkan Katana ke punggungnya,Katana itu tembus melewati jantungnya.

Darah Hades mengalir deras,kemudian darah itu berubah menjadi debu,dan seluruh tubuh Hades melebur menjadi satu bersama pasir dan tanah. Aku masih heran,Hades itu manusia atau patung sih? Sekarang hanya pakaian Hades yang tersisa,kuraba-raba bajunya itu dan menemukan Simbol Healing Powerku ada di dalam bajunya. Aku baru sadar kalau Ibu menyembunyikan simbolku dalam tubuh Hades,otomatis aku harus membunuhnya dulu sebelum bisa mendapatkan Simbol Healing Power. Yah,Ibu memang brilliant!

Senyum kemenangan tersungging di wajah Kris hyung dan yang lain,kemudian Luhan hyung menyuruh harimau-harimau kembali ke kandang. Tak lupa Tao menurukan ChunLan dari atas,ChunLan pingsan ternyata,mungkin karena ketakutan.

Kini kekuatanku penuh kembali,kugunakan Healing Power untuk menyembuhkan diriku sendiri,kemudian menyembuhkan yang lain. Aku kasihan pada Sehun,kakinya patah di pergelangan,untung saja Healing Powerku bisa menyembuhkannya. Tiba-tiba aku mendengar teriakan panik seseorang,ternyata Xiumin hyung,kenapa dia?

“Hiah! Terima ini,jelek!” katanya sambil memukulkan tongkat kayu pada seorang penjaga. Kemudian Xiumin hyung memasukkan tong sampah ke kepala penjaga itu,dan penjaga tersebut sempoyongan karena tidak bisa melihat plus merasa berat karena tong itu dari besi. Sejurus kemudian,Xiumin hyung mulai memukuli perut penjaga itu,dan si penjaga itu K.O.

“Yeah! Aku suka memukuli orang!” kata Xiumin hyung,rupanya dia telat berselebrasi,coba kalau dia tahu aku berhasil membunuh Hades,dia pasti sudah teriak-teriak.

Setelah semuanya kembali pulih dari luka,kami pun pulang pukul tiga dini hari. Rasa kantuk merayapi kami semua,tapi untung saja Suho masih mau menyetir. Dalam perjalanan pulang,tidak ada yang bicara,semuanya tertidur,kecuali aku dan Suho. Kupandangi simbol Healing Powerku itu dengan senang hati,senang pada akhirnya bisa menemukannya.

Sekarang,aku hanya bisa berterimakasih dan merasa sangat beruntung memiliki saudara-saudara yang selalu ada untukku. Kuperhatikan satu per satu wajah mereka yang lelah dengan rasa sayang. Kuambil selimut yang biasa kuletakkan di mobil untuk perjalanan jauh,menyelimutkannya pada tubuh Kris hyung,Xiumin hyung,dan Luhan hyung. Selimut selanjutnya untuk Kai,Baekhyun,Sehun,dan Chanyeol,dan satu lagi untuk D.O,Tao,Chen,dan aku. Kuberikan jaket untuk Suho yang menyetir di depan.

Sampai dirumah,semuanya langsung pergi ke kamar. Kugendong ChunLan menuju kamarku dan menidurkannya,kurasa dia tidak pingsan lagi,ia sudah sadar tapi tertidur. Aku penasaran bagaimana ia bisa mengikuti kami sampai ke sirkus,apa dia masuk bagasi mobil? Lebih baik kutanyakan besok.

Aku pergi ke dapur sebentar setelah itu,ada Kai dan Luhan hyung sedang membuat mie instan. Mereka berdua pasti kelaparan.

“Hey,bagaimana kalian bisa mengeluarkan harimau-harimau itu?” tanyaku

“Waktu kami ke kamar mandi sore tadi,kami lewat kandang harimau,jadi aku dan Luhan hyung berpikiran untuk menggiring mereka guna melawan Hades. Pada saat itu kami berdua memang sedang kesakitan,tapi aku berusaha untuk melakukan Teleportasi ke kandang harimau,kemudian Luhan hyung yang mengendalikan harimaunya dengan Telekinesis power. Keren bukan?” kata Kai dengan bangga.

“Keren sekali.” Jawabku setuju. Kemudian aku masuk kamar dan tidur di sebelah ChunLan,memeluk malaikat kecilku itu dengan sayang.

Aku terbangun pukul satu siang,ternyata aku tidur lama sekali. ChunLan masih belum bangun,tapi ia mulai menggeliat-geliat ketika aku bangkit dari tempat tidur.

“Gege,kau tidak apa-apa? Pak tua jelek itu sudah mati kan?” tanyanya sambil setengah tidur.

“Dia sudah mati,manis. Maafkan gege ya,kau jadi ikutan dalam pertarungan itu.”

“Itu salahku,gege. Aku menyelinap masuk ke bagasi mobil karena penasaran kalian mau pergi kemana.” Katanya,ternyata dugaanku benar.

“Sudahlah,jangan dibahas lagi. Kau janji tidak akan cerita ke mama-mu?”

“Aku janji tidak akan cerita,lagipula kalau aku cerita mamaku akan marah pada kalian dan aku tidak boleh main lagi bersamu dan yang lain.”

“Bagus,sekarang ayo bangun. Gege akan memandikanmu.”

“Benarkah?! Baiklah,ayo mandi!” kata ChunLan yang melesat ke kamar mandi,padahal semenit yang lalu anak itu masih setengah tidur.

Senang rasanya bisa kembali ke rumah,bersama saudara-saudaraku dan ditambah ChunLan. Aku berusaha untuk tidak memikirkan kejadian kemarin malam, yang kupikirkan hanya bagaimana memandikan ChunLan dengan baik,karena dia tidak bisa diam!!!!!!!! Kai,Baekhyun,Kris hyung,siapa saja bantu aku!!!!!!!

-END-

 

Readers,gimana ceritanya? Kurang menantang yak? Mianhaeee >.<,kapan-kapan aku bikin yang lebih berdarah-darah deh. Kritik,saran,dan komentar sangat aku harapkan.

Next Story : Xiumin.


18 thoughts on “[Freelance] Finding The Lost Symbols #3

  1. AAAA~ Akhirnya keluarga juga ini FF OAO Aku udah nunggu dari duluu aaaa OAO Semua oke banget’-‘)b ditunggu part 4nya..Kalo bisa Baekhyun yaaa~

    Like

  2. Akhirnya, yang lama ditunggu keluar juga, aku kira bakal Xiumin.
    Tapi keren deh, jadi pingin punya adik kecil lagi
    Ditunggu part 4 nya🙂

    Like

  3. kyaaaaaaaa, aku loncat-loncat ditempat tidur pas tau part 3nya udah ada. lama banget min nungguin ini publish. dan maaf sebelumnya saya baru bisa komen karna baru mengerti, walaupun sedikit tentang wp.*curcol*
    nggak sabar buat part selanjutnya, oh iya. chanyeol sama kai kapan? ditinggu secepatnya ya🙂

    Like

    1. kelupaan._.v sumpah diantara semua part yang baru muncul, part 3 ini yang comedynya paling aku suka. aku juga suka sama karakternya chunlan, serasa pengen punya adik, bosen sendiri nggak ada saudara*curcol lagi* hehehe. sekali lagi, lanjutannya cepetan thor!!

      Like

  4. Authoorr.. Finding The Lost Symbol 1-3 keren gila dah😀 Jjang! Daebakk!! wkwk alay ye (?) Waiting the next chapter🙂 terutama sehun ame tao :* Lanjutkan thor!! fighting😀

    Like

  5. Akhirnyaaa~~~ Next Xiumin ya?
    yuhuuu~~~
    Keren banget, Thor! beneran deh!
    Chunlan mesti imut banget ya?
    Haduh, aku sampe gemeteran baca kalo Lay dekaka luka, apalagi Sehun yang kakinya patah. untung aja bisa sembuh.
    Baekhyun baik banget, merelakan bajunya untuk Chanyeol.
    hades black itu jelek ya? namanya misterious

    Like

  6. cepet lanjutin ke chapter 4 ya..mau cepet2 baca yang lainnya.. juga my baekkie… penasaran bagaimana cerita my baekkie… menemukan simbolnya.. tapi jangan sakiti my baekkie ku.. ne…

    Like

  7. pertempuran yg keren !!! sayang, Xiumin telat … tapi, suka ama si chunlan, lucu !! keke
    lanjut author !!! part 4-nya ditunggu nih !!! ^^

    Like

  8. Bagus bgt thor,serasa aku yg jadi ChunLan-nya#PLAAK ngimpi. Thor part selanjutnya cpt dipublish ya. Penasaran nih sama aksinya oppa yg satu ini,kayaknya semua barang yg ada di sekelilingnya beku semua#Sok tau. Kelanjutannya ditunggu ya Thor

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s