[Freelance] Music and Lyric [chap. 2]


Title : Music and Lyric [chap. 2]

Author : @Idznimitsali (Idzni Mitsali)

Genre : Romance, Friendship.

Cast : Krystal Jung, Jessica Jung, Choi Minho, Choi Siwon.

Other cast : Luna Park, Choi Sulli, Amber Liu.

Kim Jonghyun, Kim Kibum, Lee Taemin and other.

Type : Chapter

 

Annyeong reader sekalian🙂 ngga perlu basa-basi, selamat membaca chapter kedua ini ya😀

 

 

“Ajjushi!” Ucap Krystal saat melihat namja itu sudah berdiri di depan kelas.Namja itu tentu saja Minho. Minho juga kaget ketika melihat Krystal berdiri di kelas yang baru saja dimasukinya ini.

“Ehm.. Krystal..” Vic sonsaengnim menegur Krystal. Guru cantik itu sedang salah pengertian, beliau merasa bahwa Krystal sedang memanggil Leeteuk sonsaengnim, Leeteuk sonsaengnim memang biasa disebut ajjushi dikalangan para guru, maklum, umurnya sudah tidak muda lagi tapi beliau belum juga menikah. Tapi untung saja Leeteuk sonsaengnim bukan orang perasa, atau mungkin pura-pura tidak merasa? Entahlah.

Krystal segera tersadar dari keterkagetannya, “Jweisonghamnida.” Ucapnya sambil menunduk dan duduk kembali di kursinya.(Maaf.)

“Ada apa?” Tanya Amber.

“Namja itu..” Ucapan Krystal menggantung ketika Vic sonsaengnim selesai berbicara dengan Leeteuk sonsaengnim dan sepertinya akan memperkenalkan siapa Minho.

“Anak-anak, kita kedatangan siswa baru.Dia adalah siswa pindahan dari Amerika.Silahkan perkenalkan dirimu.”Vic sonsaengnim mempersilahkan Minho untuk memperkenalkan diri.

“Annyeong Haseyo. Choi M…”

“Namja itu kenapa?”Krystal tidak mendengarkan lagi perkataan Minho karena Amber berbisik tepat di telinganya.

Krystal balas berbisik sambil menunjuk Minho.”Dia tinggal dirumahku.”

“MWO?”Amber memekik tanpa sadar.Membuat perhatian semua orang langsung beralih pada Amber dan Krystal. Mereka memandangnya kesal, terutama para yeoja yang merasa terganggu karena ucapan murid baru yang begitu tampan didepan, jadi terpotong gara-gara teriakan yeoja yang selalu berpenampilan seperi laki-laki ini.

Krystal langsung menepuk lengan Amber sedikit keras sambil tersenyum sungkan kepada semua orang.

“Kau ini!”

“Mianhae, Klee. Aku kaget.”Ujar Amber sambil memamerkan gigi-giginya yang putih bersih.”Bagaimana bisa?”

“Nanti saja ceritanya.”Jawab Krystal pendek. Kalau dia ceritakan sekarang, dia sangatyakin bahwa temannya ini akan memekik lagi seperti tadi.

“Dia tampan, ya?”Samar-samar Krystal mendengar Sulli berkata pada Luna di belakangnya.

“Tampan darimana.” Krystal bergumam sambil mengerucutkan bibirnya dan memperhatikan Minho di depan.

“Ingat Taemin, Sul!” Amber mengingatkan Sulli. Sulli adalah yeojachingu Taemin.

“Aku kan hanya berkata jujur.”Sulli membela diri.

“Kau fasih sekali berbahasa Korea.”Puji Vic sonsaengnim pada Minho.

“Aku sebetulnya lahir di Seoul dan selama aku di Amerika, kami sekeluarga memang lebih sering menggunakan bahasa Korea.”Jawab Minho sambil tersenyum ramah.

“Kebalikan dari Krystal!” Key berceletuk dan membuat Krystal langsung menatapnya tajam tapi ada kilatan jenaka disana.

“Aku juga sempat tinggal di Amerika!”Jawab Krystal tak mau kalah.

“Iya, dia sempat tinggal di Amerika.Kami dulu satu taman kanak-kanak dan sempat satu sekolah dasar.”Minho menanggapi, membuat anak-anak langsung menatapnya dan menatap Krystal bergantian.Krystal juga menatap Minho selama sepersekian detik, dia sendiri tidak ingat kalau mereka pernah satu sekolah.

“Oh, jadi kalian teman lama?” Tanya Vic sonsaengnim.

“Iya.Teman sejak kecil hingga sekarang.” Jawab Minho sambil menatap Krystal dan tersenyum. Krystal bisa langsung merasakan bahwa yeoja-yeoja di kelasnya sedang menatap iri padanya.

Orang ini apa-apaan!”Krystal merutuk dalam hati.

“Klee, ayo kita ke kantin!”Ajak Amber saat Krystal membuka tas-nya untuk mengambil ipod.Dia memberi isyarat dengan tangannya agar mereka menunggu. Setelah menemukan apa yang dia cari, dia berdiri dan berjalan bersama ketiga temannya tersebut menuju kantin.

Krystal memakai sebelah earphone dan menyalakan ipod-nya.

“Aish..”Rutuknya pelan sambil melepaskan earphone-nya lagi.

Mereka sampai di kantin dan duduk ditempat mereka biasa duduk. Disekolah ini memang tidak ada yang namanya senioritas atau yang biasa dikenal dengan ‘gencet-menggencet’, tapi entah kenapa, siswa-siswi selalu duduk ditempat yang sama dikantin saat jam istirahat tiba, seolah mempunyai wilayahnya sendiri-sendiri. Padahal tidak pernah ada yang mendeklarasikannya.

“Biar aku yang pesan.”Ujar Krystal ketika melihat Sulli hendak berdiri.Setelah meletakan ipod-nya di meja, dia berjalan pergi untuk memesan makanan di counter.Beberapa saat kemudian, Krystal kembali dengan satu porsi onigiri, satu porsi nachos, dan 4 gelas lemon tea.Entah sejak kapan, mereka menyukai menu itu dan selalu memesannya di hari senin dan jumat. Berbagi makanan sambil bercerita tentang bagaimana akhir pekan dan apa yang akan mereka lakukan di akhir pekan nanti.

“Krys, kenapa kau jadi suka maroon5?” Tanya Amber. Krystal mengerenyitkan keningnya tidak mengerti.Sekilas dia melihat Amber sedang menggunakan ipod-nya.

Krystal tidak menjawab, “Ayo makan!”Ajaknya sambil mencomot nachos.

15 menit kemudian, mereka kembali ke kelas.Mereka melihat Key, Taemin dan Jonghyun sedang tertawa-tawa mendengar Minho bercerita.

Krystal mendekati keempat namja itu dan berdiri tepat disamping Minho.Minho yang sedang bicara langsung menghentikan kalimatnya kemudian menatap Krystal sambil tersenyum. Krystal sangat yakin jika para yeoja melihat pemandangan tadi, mereka pasti akan iri hati karena Krystal mendapatkan senyuman paling lembut dari namja yang berkharisma itu.

Krystal mengulurkan tangannya.Memberikan ipod yang tadi dia bawa kepada namja tersebut.

“Kau salah mengembalikan ipod.Ini punyamu.Kembalikan punyaku!”Krystal berkata dingin.

Minho menatap Krystal dengan kaget, “Benarkah? Tapi, aku tidak membawanya kesekolah.”

“Ya sudah, kembalikan saja nanti di rumah!” Krystal hendak berjalan ke mejanya tapi urung ketika dia sadar apa yang tadi diucapkannya.

“Kalian..Kalian satu rumah?”Jonghyun sedikit menambah oktaf dalam suaranya.Membuat sebagian orang yang ada di kelas langsung menatapnya.

Krystal menundukan kepala menghela napas panjang. Sesuatu yang tadinya ingin dia tutupi dari semua orang, kecuali teman-teman terdekatnya, malah gagal karena kebodohannya sendiri.

“Kalian pulang bersama?” Tanya Sulli saat melihat Minho sedang berdiri di depan pos satpam. Mereka sedang berjalan menuju gerbang.Luna tidak pulang bersama mereka karena harus mengikuti rapat penyerahan jabatan osis.

Krystal mengangguk. Setelah pertanyaan Jonghyun tadi, akhirnya Krystal menyuruh Minho untuk menjelaskanapa yang terjadi. Minho mengatakan yang sejujurnya kalau dia dan kakaknya menumpang di rumah Krystal karena belum sempat mencari apartemen.

Minho juga sedikit mengungkit tentang masa lalu Krystal saat di Amerika.Krystal yang mencuri dengar dari kursinya, mencoba mengingat-ingat setiap kejadian yang Minho ceritakan pada teman-temannya.Ada beberapa kejadian yang berkelebat secara cepat di kepalanya.Tapi, itu tidak menjelaskan apa-apa.

“Pantas saja hari ini kita tidak jadi berenang.”Ucap Amber dengan nada sedih.Dia dan Amber selalu menyempatkan waktu sepulang sekolah untuk berenang bersama.

“Besok kita berenang.Janji!”Krystal menjawab sambil menunjukan tanda V dengan telunjuk dan jari tengahnya.

Amber mengangguk mengiyakan, kemudian mereka berjalan menuju tempat Minho berada.

“Duluan, ya! Kalian hati-hati!” Ucap Amber dan Sulli sambil berjalan mendahului Krystal dan Minho.Minho mengangguk sambil tersenyum sedangkan Krystal melambaikan tangannya.

“Kita pulang sekarang?”Tanya Minho setelah Amber dan Sulli menghilang di balik sebuah mobil Hyundai Sonata milik kakak perempuan Sulli, Sooyoung.

Krystal berjalan mendahuli Minho tanpa menjawab pertanyaan namja itu.Minho yang mengerti bahwa Krystal masih tidak mau bicarabanyak padanya hanya mengikuti kemana kaki Krystal melangkah.

Mereka berjalan sampai di pemberhentian bus yang tidak jauh dari sekolah mereka. Mereka berdua menunggu sekitar sepuluh menit sebelum salah satu bus reguler berwarna hijau yang menghubungkan daerah pemukiman, jalur subway, dan terminal bus berhenti tepat di tempat mereka berdiri.

Krystal masuk lebih dulu sambil mengeluarkan dompetnya yang berisi T-Money card. Dia mengarahkan dompetnya mendekati mesin pembaca T-Money card yang diletakan dekat pintu bus. T-Money card adalah kartu yang digunakan untuk membayar bus, subway, kereta, dan taksi. Memudahkan para pengguna agar tidak usah repot-repot mengeluarkan uang tunai dan harganya yang lebih terjangkau.

“Kau berhutang 480 won padaku.” Ujar Krystal setelah mesin pembaca T-Money card berbunyi. Menandakan deposit T-Money card-nya telah berkurang untuk biaya bus.

Minho Mengangguk, “Aku bisa membeli T-Money card dimana?” Tanyanya.

“Nanti saat kita turun, ada minimarket tidak jauh dari pemberhentian itu. Kau bisa beli disana.” Krystal menjawab sambil duduk di kursi pojok sebelah kanan, dekat dengan jendela. Minho terpaksa duduk di sebelahnya karena tidak ada lagi kursi kosong yang lain.

Krystal menyimpan tas ke pangkuan dan hendak membuka resletingnya tapi urung dia lakukan.

“Aish!”

“Kenapa?” Tanya Minho.

“Aku lupa kalau aku tidak membawa ipod.” Jawab Krystal sambil melihat ke luar jendela.

Minho tersenyum dan langsung mengeluarkan ipod yang tadi dikembalikan Krystal di sekolah. Dia memasang sebelah earphone ke telinga kanannya dan sebelah lagi ke telinga kiri Krystal. Membuat Krystal terlonjak dan melirik ke arahnya.

“Jangan di lepas!” Ujarnya ketika Tangan Krystal hendak mencabut earphone yang baru saja dipasangkan Minho. “Aku bersyukur, ternyata tidak ada yang berubah dari kebiasaanmu.”

Krystal memandangnya tidak mengerti.

“Sejak kecil, kau itu memang senang sekali mendengarkan musik. Waktu walkman-mu rusak saja, kau sampai mogok makan karena minta dibelikan yang baru. Padahal dulu kau baru kelas satu SD.” Ujar Minho sambil tersenyum pada Krystal dan membuat yeoja itu langsung mengalihakan pandangannya.

“Aku tidak ingat.” Jawabnya ketus tapi tidak melepaskan earphone tersebut.

Krystal mencoba mengingat-ingat kejadian yang tadi diucapkan namja yang baru saja menekan tombol play pada ipod-nya itu. Tapi nihil. Dia tidak bisa mengingatnya.

I open my eyes… I try to see but I’m blinded by the white light…

“Ini kan lagu yang waktu itu aku dengar?” Krystal membatin. Krystal melirik Minho dengan ekor matanya, jemari namja itu sudah menekan tombol skip. Tapi, lagu yang mengalun adalah lagu itu lagi. Minho menautkan alisnya. Ini aneh.Dia tidak pernah mengatur ipod-nya dalam keadaan repeat.

Melihat kerutan di dahi Minho membuat Krystal langsung berdeham dan mulai bicara.

“Kemarin kanipod kita tertukar. Lalu aku meminjam punyamu, aku rubah pengaturannya karena aku suka lagu ini. Maaf aku baru mengatakannya.” Krystal bicara sambil menyentuh tengkuknya untuk menutupi kegugupan.

Minho hanya mengangguk dan urung mengubah pengaturan ipod-nya.

“Kenapa tidak jadi dirubah?” Tanya Krystal heran.

“Bukannya kau suka?” Minho balik bertanya. “Nanti aku masukan lagu ini ke ipod­-mu.” Ujarnya lagi.Setelah itu, dia sibuk dengan pikirannya sendiri sambil meresapi lagu yang sebetulnya jarang sekali dia dengarkan.

“Tidak apa-apa, oppa.Tenanglah!”

Minho menghentikan kegiatan dengan laptopnya ketika dia mendengar suara Jessica di luar kamarnya. Minho melirik ke arah jam dinding yang terdapat tepat di atas meja belajarnya, jam 8.

Darimana saja mereka? Kenapa baru pulang?” Minho Membatin.

“Maaf, ya.”Sekarang Minho bisa mendengar suara kakaknya.

“Iyaaaaa.Aku ke kamar dulu, ya!” Jawab Jessica. Suara high heels-nya terdengar menjauhi  tempatnya semula berdiri.

Minho kembali fokus pada laptopnya.

“Minho-ya..”Siwon membuka pintu kamar Minho dan melongok ke dalam.

“Mwoya hyeong?”Jawab Minho tanpa menatap Siwon.

Siwon masuk dan duduk di sofa.Dia melepas ranselnya dan memperhatikan Minho.

“Kau sedang apa?”

“Aku sedang memasukan lagu ke ipod Krystal.”Ujar Minho santai.

Siwon langsung menghampiri Minho dan memukul pelan kepalanya.

“Hyeong!!!” Minho berteriak sambil mengelus-elus kepalanya.

“Kau mengambil ipod-nya Krystal?”

“Aniya! Aish! Hyeong ini kenapa sih selalu berperasangka buruk padaku? Setiap aku menyebutkan sesuatu tentang Krystal, kau pasti langsung memukulku.Menyebalkan sekali!”Minho merutuk.

“Habis sejak dulu kau memang selalu mengganggunya.”Jawab Siwon santai sambil kembali duduk.

“Itu kan dulu!Oh iya, tadi ada apa?”

“Mwoga?”

“Hyeong dan noona.”

“Tidak ada apa-apa.”Jawab Siwon singkat lalu mengalihkan pembicaraan, “Bagaimana sekolahmu?”

“Sejauh ini baik.Aku sekelas dengan Krystal.”

“Benarkah?”

“Iya, aku saja kaget saat masuk ke kelas dan melihat Krystal disana.”

“Awas kalau kau mencari masalah dengannya!”

“Tidak akan hyeong.Tenang saja!”Minho menjawab sambil tersenyum.Dia sudah selesai memasukan lagu yang tadi dia dengarkan bersama Krystal saat pulang sekolah.Dia kemudian mencabut kabel data yang menghubungnkan laptop-nya dengan ipod Krystal.

“Biiiip… Biiiip.. Biiip..”

Suara jam beker berbentuk kepala sapi di sebuah nakas yang terdapat disamping tempat tidur membangunkan Krystal dan juga Jessica yang tertidur di tempat yang berbeda. Krystal langsung memencet tombol stop pada jam beker itu dengan mata tertutup dan menguap lebar. Kemudian dia membuka matanya dan melihat kakaknya berjalan sambil menutup mata menuju tempat tidur.

“Eonni tidak ada kuliah?”Tanyanya sambil mengerjap-ngerjapkan mata.

“Hmm..”Jawab Jessica lalu tenggelam dalam selimut yang hangat.

“Enak sekali.”Ujarnya seraya bangkit dari tidurnya dan berjalan ke kamar mandi.Sejenak dia melihat meja belajar yang semalam menjadi tempat kakaknya untuk merebahkan kepala.Terdapat sebuah gambar gaun dengan banyak pernak pernik dan renda di sebuah kertas sketsa.Disudut kiri bawah kertas tersebut tertulis judul sketsa dengan inisial namanya.Sepertinya Jessica mengerjakannya semalaman lalu tertidur disana.Jessica adalah mahasiswi jurusan desain semester keempat.

Setelah melihat itu, Krystal melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.

Minho sedang bicara dengan Shin ahjumma, wanita setengah baya yang bekerja di rumah keluarga Jung ketika Krystal membuka pintu kamarnya. Shin ahjumma reflek menyembunyikan sesuatu di belakang punggungnya ketika Krystal berjalan melewati mereka dengan acuh. Begitupun dengan Minho yang langsung menutup mulutnya.

“Pagi, Krys!” Sapa Minho, terlihat tenang.

“Pagi.”Jawab Krystal dingin sambil terus melenggang ke ruang makan.

“Ahjumma, arraseo?”Tanya Minho pada Shin ahjumma setelah bayangan Krystal sudah tidak terlihat.

Ne, ne. Doryeonnim.” Jawab Shin Ahjumma. (Iya, iya. Tuan muda.)

“Eiii.Aku sudah bilang jangan panggil aku begitu!”Ujar Minho tidak setuju, “Panggil namaku saja! Aku kan bukan tuan rumah.”

“Eh? Em.. Ne Minho..ya.” Shin ahjumma menjawab dengan sedikit canggung.

Minho tersenyum, “Nah, begitu lebih baik. Baiklah, Aku pergi dulu ahjumma. Sekali lagi terimakasih banyak.”

Setelah mengusap pelan bahu Shin ahjumma, Minho berjalan ke ruang tamu.Saat dia masuk, dia mendengar Krystal sedang bicara kepada ibunya.

“… Tidak ada kuliah, eomma.”

Minho menarik kursi di hadapan Krystal dan menatap yeoja itu dengan tatapan siapa-yang-tidak-ada-kuliah?

“Kalau begitu, kalian berdua pergi sekolah hari ini menggunakan bus.”Nyonya Jung berkata sambil menatap Minho dan Krystal bergantian.

“Krys, tunggu!” Minho yang baru keluar dari rumah berseru kepada Krystal yang sudah berada beberapa meter di depannya karena tadi keluar lebih dulu.

Krystal bisa mendengar langkah Minho yang sedikit berlari di belakangnya dan beberapa saat kemudian sudah berada disebelahnya.

“Kau ini marahnya lama sekali, sih.” Ujar Minho.

Krystal sedikit tersentak dengan perkataan Minho.Sebetulnya dia tidak marah, dia tahu namja ini tidak salah.Malah mungkin seharusnya Minho yang marah karena Krystal tidak bisa mengingatnya.Tapi, gengsi mematahkan semuanya.Makanya Krystal tetap bersikap dingin pada Minho walaupun dia tahu Minho tidak melakukan sebuah kesalahan apapun.Kecuali satu, memarahinya di bandara.

“Krys, itu bus-nya.Ayo cepat!”Minho segera menarik tangan Krystal yang tadi menggengam tali tasnya dan berlari kecil ke tempat pemberhentian bus.

Kystal masuk lebih dulu sambil merogoh tasnya untuk mengambil dompet.Tapi tangan Minho menahannya.

“Aku berhutang padamu bukan?”Minho memamerkan T-Money cardbaru-nya dan mendekatkannya ke mesin pembaca.

Krystal melihat sekeliling.Dia benci jika bus dalam keadaan penuh seperti ini.Hanya ada satu kursi kosong di depan dan satu kursi kosong di belakang. Minho yang tadi berada di belakangnya sekarang sudah berjalan tepat di hadapannya.Krystal buru-buru menarik ransel namja itu untuk menghentikan langkahnya sebelum dia berjalan lebih jauh.

“Kenapa?”Tanya Minho sambil menatap Krystal bingung.

“Aku tidak suka duduk di depan.” Ucap Krystal pelan.

“Yasudah, biar aku yang duduk di depan.” Minho menjawab sambil tersenyum dan duduk tepat di depan pintu masuk, tempat dimana kursi kosong itu tersedia.

Krystal kemudian duduk di kursi kosong dekat pintu keluar sambil memikirkan perlakuan Minho padanya.

Kenapa dia selalu mengalah untukku?Kemarin soal ipod.Sekarang soal tempat duduk.Aish, dia benar-benar merepotkan.Aku jadi tambah merasa bersalah karena bersikap seperti ini padanya.“Krystal membatin sambil mengacak-acak poni-nya.

“Jangan gusar seperti itu, pacarmu hanya duduk di depan, nanti saat turun dari bus, kalian juga akan jalan beriringan lagi.” Ujar seorang wanita berumur  yang duduk di samping Krystal.

“Apa?”Krystal membelalakan matanya, “Namjachingu anieyo, halmoni.Jinjja anieyo!“Krystal berkata sambil mengibaskan tangannya. (Dia bukan pacarku, nek .Dia benar-benar bukan pacarku.)

Nenek itu hanya tersenyum mendengar jawaban Krystal. “Dasar anak muda. Sukanya bermain kucing-kucingan.”

Krystal hanya mengumbar senyum terpaksa mendengar ucapan nenek tersebut.

Hari ini adalah hari kedua seluruh sekolah di Seoul melakukan kegiatan belajar-mengajar setelah libur kenaikan kelas, termasuk sekolah mereka. Kelas 3-B, kelas Minho dan Krystal,hari ini mendapat mata pelajaran olahraga di jam ke-3 dan ke- 4.

Karena hari ini kegiatan belajar mengajar-belum intensif, pelajaran olahraga-pun menjadi sedikit bebas. Para yeoja hanya duduk di pinggir lapangan sambil melihat pertandingan para namja  yang tadi langsung menjajah lapangan bola. Krystal sebetulnya sangat menyukai olahraga. Apalagi untuk urusan voli dan renang. Dia selalu antusias dengan kedua hal itu. Tapi, entah kenapa hari ini dia sedang malas berlari-lari, terlebih karena semua yeoja langsung duduk di pinggir lapangan. Dia mau bermain voli dengan siapa?

Dari kejauhan, terlihat  Key membawa bola di sudut kiri lapangan sambil dibayang-bayangi dua bek lawan yang tak lain adalah Jonghyun dan Taemin. Key menendang bola ke tengah lapangan dengan tendangan lambung yang langsung di sundul oleh Luhan ke arah Minho.

Minho menerima bola dengan dadanya, dan memainkan si kulit bundar itu dengan kakinya. Terlihat kemampuan dribbling Minho yang mengagumkan. Dia meliuk ke kiri dan ke kanan menghindari hadangan pemain lawan, sampai akhirnya dia berhadapan dengan Jonghyun. Dengan cerdik, Minho mengocek bola sebentar untuk mengecoh lawan dan berhasil membawa bola masuk ke kotak penalti. Jonghyun yang benar-benar terkecoh, membuat Minho mempunyai peluang besar untuk menghasilkan gol. Tanpa pikir panjang, Minho menggunakan kaki kirinya untuk menendang bola. Suho, sang penjaga gawang, luput menangkap bola tersebut dan membuat bola itu langsung melesat keras ke sudut kanan gawang.

“GOOOOOOOLLL!!!!!” Para yeoja yang sedari tadi sepertinya menahan napas melihat kharisma Minho langsung berseru nyaring. Semua anak-anak tim Minho berteriak senang sambil berlari-lari mengelilingi lapangan.

“Dia cukup bagus.” Ujar Amber sambil mengarahkan dagunya kepada namja yang sekarang sedang dipeluk oleh Key dan anggota tim yang lain.

“Si anak baru pintar bermain bola!” Celetuk Jiyeon.

“Sudah tampan, jago bermain bola lagi! Aaaaah, sepertinya aku jatuh cinta.” Ujar Suzy yang duduk tidak jauh dari Amber dan Krystal.

Krystal tidak menjawab Amber, maupun Suzy. Dia hanya mengamati Minho dengan pandangan matanya yang dalam. Ada sesuatu yang dia ingat saat melihat Minho tersenyum senang setelah mencetak gol tadi. Ini seperti déja-vu.Krystal masih terus memperhatikan namja itu sampai akhirnya mata mereka bertemu. Minho tersenyum padanya tapi Krystal buru-buru memalingkan wajahnya.

 

Mereka baru saja selesai berganti pakaian dan hendak berjalan ke kelas ketika Jiyeon yang berjalan paling depan menghentikan langkahnya dan melihat ke sisi kanan. Disana terdapat sebuah majalah dinding yang menampakan foto-foto perpisahan kakak kelas mereka.

“Nanti saat acara perpisahan, kelas kita akan menampilkan apa?” Celetuk Sohee setelah melihat foto Seohyun dan Kyuhyun, yang tak lain adalah kakak kelas mereka. Foto itu memperlihatkan mereka yang sedang bernyanyi duet di atas panggung pada acara perpisahan.

“Kita bicarakan itu di kelas dengan yang lain. Aku rasa anak lelaki punya ide cemerlang.” Jawab Luna.

“Bagaimana kalau kita menampilkan drama musikal?” Usul Jonghyun.

“Sudah terlalu banyak yang melakukannya!” Luna menjawab.

“Yaaah, padahal aku mau kita yang menjadi pemeran utama nantinya.” Ucap Jonghyun dengan nada kecewa.

“Silahkan bermimpi!”Ujar Luna sambil geleng-geleng kepala.

Jonghun menghela napas, sedih.Sudah menjadi rahasia umum kalau sejak mereka semua dipertemukan di kelas yang sama tahun lalu, Jonghyun secara terang-terangan mengejarLuna. Sama seperti Taemin yang mengejar-ngejar Sulli. Tapi, dewi fortuna sepertinya lebih berpihak pada Taemin dan Sulli. Saat hubungan dua sejoli itu sekarang sudah menginjak bulan ke-6, Jonghyun dan Luna tidak ada pergerakan sama sekali. Ini dikarenakan Luna yang tidak begitu peduli terhadap Jonghyun karena dia masih mencintai mantan kekasihnya, Yesung, yang sekarang sudah kuliah di Seoul Art University. Kampus yang sama dengan Jessica dan Siwon.

“Jadi apa, dong?” Tanya Sohee sedikit gusar. “Hey, Krys! Minho! Apa kalian ada ide?”

Minho yang tadi sedang membaca komik karya Hisashi Matsuri, menengadahkan kepalanya. Dia menautkan alisnya, berpikir sejenak. Setelah menemukan ide yang dirasa cukup baik, dia mulai bicara, “Bagaimana kalau film dokumenter?”

Semua orang langsung berbisik-bisik mendengar usulan Minho.

Minho menutup komik yang sedang dibacanya dan membetulkan posisi duduknya, “Mungkin memang sudah banyak juga yang melakukannya. Tapi kita buat ini berbeda. Kita mendokumentasikan segala sesuatu yang kita lakukan selama setahun kedepan. Em, beberapa bulan kedepan maksudku.” Ujarnya meralat.

“Aku setuju dengan usulnya.” Krystal menanggapi dari tempatnya duduk.

“Tapi itu repot. Kita harus punya kameramen dan segala macam.” Taemin sedikit tidak setuju.

“Itu tidak perlu. Kita bisa memasang camcorder di pojok kelas.” Minho menunjuk ke langit-langit kelas. “Sehingga apa yang kita lakukan benar-benar natural, yang kita butuhkan hanya orang yang memasang dan melepas camcorder tersebut, serta mengisi baterainya setiap hari.”

“Atau mungkin memasangnya menggunakan tripoddi belakang.”Krystal memberi usulan lain.

“Iya betul! Kalau kita melakukan kegiatan di luar sekolah, barulah kita menggunakan kameramen.Mungkin Suho bisa menjadi kameramen dadakan.” Key angkat bicara sambil melirik Suho yang memang menyukai dunia per-film-an.

“Mungkin hanya butuh tim editing saja nanti di proses akhir.” Minho menyelesaikan penjelasan usulnya.

“Apa kalian setuju?” Sohee bertanya. “Aku setuju!”

“Aku setuju!!” Luhan dan Jonghyun berkata bersamaan. Siswa yang lain masih tampak berbisik menimbang-nimbang.

“Aku ikut!”  Krystal bergabung dengan Luhan dan Jonghyun. Membuat Minho tersenyum.

Lalu semua orang seakan terbius dan langsung mengangguk-anggukan kepalanya.

“Baiklah, kita mulai itu besok. Siapa yang rela camcordernya di gantung setiap hari di langit-langit kelas?”

“Kalian bisa menggunakan punyaku.”  Kata Suho.

“Punyaku juga sepertinya tidak dipakai.” Sulli menanggapi.

“Baiklah. Keputusan sudah diambil. Kita membuat film dokumenter untuk karya kita nanti.” Sohee mengetukan penghapus papan tulis ke meja tiga kali, seperti seorang jaksa yang memutuskan hukuman bagi terdakwa.

­­­—

Hello handsome!” Jessica menggoda Siwon yang sedang duduk di kantin sambil sibuk dengan laptop-nya.

“Hai, Jess! Aku pikir siapa.”

“Sedang apa, sih? Sebegitu seriusnya sampai-sampai tidak menyadari aku datang.” Jessica sekarang duduk di samping Siwon, melongok sebentar ke layar laptop.

“Aku sedang mencari-cari apartemen.”

“Hei! Jangan terlalu buru-buru! Kalian bisa tinggal di rumah kami selama kalian mau.” Jessica memukul pelan bahu Siwon.

“Tetap saja aku harus mencari apartemen dari sekarang, Jess. Mungkin aku akan mencari apartemen atau kamar kos disekitar sini. Kemarin aku bertanya pada Minho, katanya dia akan melanjutkan kuliah disini.”

“Eomma pasti sedih kalau kalian pindah cepat.” Ujar Jessica sambil memandang berkeliling. “Oppa, sudah berapa lama oppa duduk disini?”

“Sekitar satu jam. Kenapa?”

“Kau tidak sadar banyak orang yang memperhatikanmu?”

Siwon menghentikan kegiatannya dan mengikuti pandangan Jessica. Benar saja, orang-orang banyak yang mencuri pandang padanya. Siwon memang bukan tipe orang yang suka memperhatikan sekelilingnya.

“Apa ada sesuatu menempel di punggungku?” Tanya Siwon pada Jessica yang membuat yeoja itu terbahak.

“Kau diperhatikan bukan karena ada sesuatu yang menempel di punggungmu, oppa. Hahahaha…”

“Lalu apa?”

Jessica melihat sekilas orang-orang yang sedang memperhatikan Siwon. Kebanyakan yeoja. Tadi saat dia berjalan kesini, dia sempat mendengar orang-orang itu berbisik membicarakan Siwon dan tentu saja dirinya. Samar-samar dia dapat menangkap kata-kata seperti ‘tampan’, ‘American’, dan tentu saja ‘pacar Jessica’ karena sejak kemarin, mereka berdua selalu datang dan pulang bersama.

Yah, Siwon memang cukup menonjol dengan perawakan tinggi tegap, pandangan mata yang teduh, rahang yang kokoh, serta senyum menawan.Ditambah dengan kedatangannya kemarin bersama Jessica yang notabene menjadi sorotan di kampus ini karena kecantikannya.

Jessica entah kenapa ingin sekali menunjukan sifat jahilnya terhadap para yeoja yang masih terus memperhatikan mereka dengan tatapan iri, dia menarik lengan Polo-shirt Siwon untuk mendekatkan telinga namja itu dengan mulut kecilnya.

“Mereka bilang kalau oppa tampan. Coba sekarang oppa lihat mereka, mereka pasti sedang memperhatikan kita dengan pandangan yang sangat iri.” Bisik Jessica yang membuat Siwon tertawa kemudian memperhatikan sekelilingnya.

“Kau benar.” Sekarang Siwon yang berbisik, “Tidak hanya yeoja, para namja-pun sama, Jess. Mereka sepertinya cemburu melihatku dekat denganmu.”

Jessica hanya tersenyum kecil mendengar itu.

“Jess, sepertinya aku harus pergi sekarang.”

“Loh? Kenapa?”

Siwon hanya mengedikan bahunya ke sebelah kiri, menunjukan sesuatu.Jessica melihat ke arah yang Siwon tunjukan, seorang namja sedang berjalan mendekati tempat mereka sekarang.

“Aku tidak mau mengganggu acara kalian seperti kemarin.” Ujar Siwon sambil memasukan laptop­-nya kedalam tas. “Nanti aku tunggu di parkiran.”

“Kau benar-benar keren!” Puji Taemin sambil berbaring di lapangan yang baru saja mereka jajah kembali untuk bermain bola.

“Kau berlebihan.Ini tidak ada apa-apanya dengan permainan kalian!” Jawab Minho santai sambil meminum air mineral.

Berita tentang ‘si anak baru pandai bermain bola’ ternyata menyebar dengan sangat cepat. Mungkin karena tadi saat pelajaran olahraga kelas mereka banyak siswa kelas lain berkeliaran dan sempat menyaksikan gol indah yang dibuat oleh Minho, mereka menyebarkan berita itu kesana-kemari. Klub football sekolah yang penasaran dengan berita yang tersebar langsung mendatangi Jonghyun, sang kapten kelas, pada jam istirahat kedua untuk mengadakan pertandingan sepulang sekolah. Hal itu disambut baik oleh para namja kelas 3-B.

Karena pertandingan itu diadakan sepulang sekolah, tidak banyak anak-anak yang menonton. Padahal pertandingan itu cukup seru dengan hasil yang memuaskan. 4-1 untuk kemenangan kelas 3-B dengan gol yang setengahnya dibuat oleh Minho, sedangkan dua yang lain dibuat oleh Jonghyun dan Key.

“Sayang kau baru muncul disini sekarang. Coba kalau tahun lalu, kau pasti sudah menjadi bintang bola di sekolah ini.”

Minho hanya tersenyum menanggapi perkataan Jonghyun. Dia tahu dia memang berpotensi di dunia sepak bola, kakaknya-pun sama. Bagaimana tidak? Ayah mereka, Choi Kiho, adalah seorang pelatih sepak bola. Sejak kecil, dia dan kakaknya sudah bergelut dengan si kulit bundar tersebut. Cita-cita dia sebenarnya adalah menjadi pemain sepak bola. Tapi, hal itu ditentang ayahnya karena ayahnya bilang dunia sepak bola adalah dunia yang keras.

“Amber!! Kau mau pulang?” Tiba-tiba Key berteriak nyaring memanggil Amber yang berjalan cepat di pinggir lapangan dari arah gedung olahraga.

“Iya, aku lupa kalau aku harus mengantar kakakku untuk membeli perlengkapan pernikahannya!” Amber balas berteriak.

“Tunggu!” Key buru-buru bangkit dari duduknya dan mengambil ranselnya yang tergeletak sembarangan.

“Dia suka pada Amber, ya?” Bisik Minho pada Taemin.

“Molla. Dia orang yang tertutup. Tidak ada yang tahu apa perasaannya pada Amber.” Jawab Taemin cuek.

“Aku duluan, ya!” Pamit Key.

“Hati-hati!” Ujar Minho ketika Key sudah berlari kecil menghampiri Amber. Minho tiba-tiba teringat sesuatu, “Amber!! Krystal dimana?”

“Dia masih di kolam renang! Sudah, ya,kami pulang duluan!”

Mereka bertiga menatap kepergian kedua sejoli itu sampai menghilang dibalik pintu gerbang.

Yaa! Neo marhaebwa! Kau dan Krystal sebenarnya ada hubungan apa?” Tanya Jonghyun yang tiba-tiba sudah duduk di antara Minho dan Taemin. (Hei! Katakan padaku!)

“Hah? Aku dan dia hanya berteman sejak kecil.” Jawab Minho sambil mengelap keringatnya.

“Tapi kenapa aku merasakan ada sesuatu dengan kalian, ya?” Taemin ikut bertanya jahil.

“Itu hanya perasaan kalian saja!” Minho membantah.

“Padahal kan keren kalau kau dan Krystal ada ‘apa-apa’. Taemin dan Sulli sudah jelas berpacaran. Key dan Amber hanya perlu saling jujur satu sama lain. Tinggal aku dan Luna yang menjadi pasangan.” Jonghyun berkata sambil memperhatikan langit yang teduh.

Minho dan Taemin hanya tertawa mendengar Jonghyun berkhayal.

Taemin bangkit dari duduknya lalu menepuk bahu Jonghyun dan Minho, “Ayo kita pulang!”

“Kalian duluan saja, aku akan menunggu Krystal.”  Jawab Minho.

“Eiiiii, sudah aku bilang kalian pasti ada apa-apa.” Jonghyun tersenyum jahil.

“Mereka kan satu rumah!” Ujar Taemin gemas, “Ayo cepat kita pulang! Kami duluan, ya!”

“Hati-hati!”

Minho meletakan minumnya dan berbaring di lapangan. Dia menarik napas kemudian menghembuskannya sekaligus. Dia senang bisa berteman dengan mereka. Dia pikir akan sulit untuk mencari teman selain Krystal disini. Tapi ternyata yang lebih sulit adalah berteman dengan yeoja itu sendiri. Padahal dulu, mereka adalah teman tak terpisahkan walaupun sering kali bertengkar.

Minho mengambil ponselnya untuk melihat jam. Sudah jam 5 sore. Dia kemudian bangkit sambil mengambil ranselnya dan berjalan menuju gedung olahraga untuk mencari Krystal sekaligus mengganti kaos olahraganya dengan kemeja seragam yang tadi dia masukan sembarang ke tas sebelum bermain bola.

Minho sampai di gedung olahraga yang berada di sayap kanan sekolah. Dia membuka pintu kaca yang menjadi penghalang kolam renang dengan tempat olahraga indoor yang lain.

“Krys..” Suara Minho yang memanggil Krystal langsung menggema disana. Dia memperhatikan sekeliling, tidak ada orang.Tapi ditengah kolam renang, terlihat sesuatu yang bergerak-gerak dan menyebabkan air berkecipak.Minho menyipitkan matanya untuk lebih memfokuskan pengelihatannya.Sebuah kepala tiba-tiba muncul ke permukaan selama beberapa detik namun langsung kembali tenggelam.

“Krys!!!”

To be continue🙂

Hallo! Gimana dengan chapter kedua ini? Pasti masih penasaran dong sama kelanjutannya? Aku tunggu komentar kalian ya🙂 Oh iya, aku mau jelasin sedikit, berhubung aku ngga ngerti sama tata cara bermain bola dan struktur pembelajaran di Korea. Aku pake novel karya Netty Virgiantini buat jadi referensi bagian Minho mencetak gol hihihi dan untuk struktur pembelajaran di Korea, aku pake sistem yang ada di Indonesia. Makanya maafkan ya kalau tidak begitu bagus hehehe Aku tunggu komentarnya supaya aku semangat lanjut chapter tiga🙂 Terimakasih banyak sudah membaca, sampai ketemu lagi😀


42 thoughts on “[Freelance] Music and Lyric [chap. 2]

  1. Wah,jangan” neh krystal samar”ingatannya muncul neh di dalam kolam terus tanpa sadar krystalnya tenggelam #soktahu..
    Pokoknya aku tnggu lanjutnya thor…
    Minstal❤..

    Like

  2. krys eonnie tenggelam ya? minno oppa selametin ya krys eonnienya
    oh jadi siwon oppa minta maaf ke sica eonnie gara-gara ngeganggu sica eonnie sama pacarnya, pacarnya sica eonnie hae oppa bukan?
    lanjut ya chingu

    Like

  3. annyeong thor…
    aku reader baru di blog ini. aku blh sedikit request nggak? klo blh, berhubung aku yoonwonitied aku blh minta nanti siwon oppa jadinya sama yoona eonnie sahabat jessica eonnie dan jessica eonnie jadinya sama donghae oppa. aku suka bgt sama pasangan itu. please ya thor… dan chapter 3nya cepet di posting ya thor
    hwaiting!!🙂

    Like

  4. Krystal tenggelam ya???
    ‘si anak baru pandai bermain bola’, pantes banget buat Minho… Kn Minho emang jago klo main bola, thor!!! KABEAD, dibalik ajalah thor..😀 DAEBAKKKK!!!!! Chapt 3 sangat kunanti thor…. Saranghae, thor…!

    Like

  5. Krystal kenapa?? tenggelam kahh??
    ahh seriuss penasarannn…
    lanjut yaa^^
    dan DAEBAK author ceritanya😀
    ditunggu chap 3 nya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s