[Freelance] Beautiful Fate #2


Title                : Beautiful Fate

Author            : @kim_mus2

Main Casts     : Kai a.k.a Kim Jongin & Bang Min Ah

Length             : Two Shots

Genre              : Romance, Marriage Life, Drama, Comedy

Rating             : PG-15

Disclaimer      :

Semua casts adalah milik Tuhan dan orang tuanya tapi ide cerita ini murni 100% milik dan hasil imajinasi author. Say No to Plagiarism.

Author’s Talk : Annyeong chingudeul… ini dia lanjutan Beautiful Fate part 1.2, ini endingnya loh hohoho, enjoy your reading ya ^^ trus… trus… jangan lupa nulis sepatah dua patah kata buat comment yoo hehehe, ditunggu banget loh…😀

Tidak seperti pengantin baru pada umumnya, setiap hari Kai dan Minah hanya menghabiskan waktu dengan pekerjaannya masing-masing. Kai sibuk dengan pekerjaan kantornya dan Minah sibuk dengan sanggar seninya. Tapi satu hal yang paling menarik dari kehidupan Minah dan Kai adalah kekompakkan mereka di pagi hari, sore hari dan weekend.

Di pagi hari, Minah pasti akan membangunkan Kai, menyiapkan pakaian dan langsung memasak sarapan. Sedangkan Kai akan membereskan tempat tidur dan menyapu lantai, membuang sampah dan mengepel rumahnya yang besar itu. Setelah tugas mereka itu selesai, Kai dan Minah akan mandi di kamar mandi berbeda, lagi-lagi untuk mengefisienkan waktu. Kalau mereka bangun lebih awal, setelah mandi dan memakai pakaian lengkap, mereka akan sarapan bersama di ruang makan. Tapi kalau keduanya kesiangan, Minah selalu bertugas menyuapi Kai.

Di sore hari, saat keduanya baru pulang dari tempat kerjanya masing-masing, mereka juga melakukan rutinitasnya dengan penuh disiplin. Minah yang memang selalu pulang duluan harus sudah membeli bahan makanan dan cemilan dan kemudian menyiapkan makan malam. Lalu, setelah Kai pulang mereka pun akan makan malam bersama.

Setelah makan malam selesai, Kai akan langsung merapihkan meja makan dan mencuci bersih semua peralatan makan yang tadi mereka gunakan. Sambil menunggu Kai, biasanya Minah akan menonton TV di ruang tengah ditemani dengan cemilan yang tadi dibelinya. Kegiatan di sore hari itu akan di akhiri dengan kegiatan saling memijat dan akhirnya tidur. Seperti pasangan normal lainnya mereka tidur di kamar dan ranjang yang sama, tapi sebenarnya hal itu mereka lakukan karena keduanya memang penakut. Mereka tidak sanggup tidur sendiri di rumah sebesar itu.

Jika weekend tiba, Kai dan Minah pasti jogging bersama di pagi hari dan kemudian dilanjutkan dengan acara dance bersama di halaman rumah. Keduanya ternyata memang memiliki hobi yang sama. Karena atraksi dance mereka yang asyik dilihat, anak-anak tetangga biasanya datang berbondong-bondong hanya untuk menonton mereka berdua.

Setelah lelah melakukan dance untuk minimal 10 lagu, Kai dan Minah akan langsung pergi ke dapur, siap untuk bereksperimen membuat masakan dari resep-resep yang selalu mereka kumpulkan selama satu minggu. Sementara itu, anak-anak yang tadi menonton akan dipersilahkan masuk dan menunggu mereka menyelesaikan masakannya.

Semua rutinitas itu dilakukan tanpa paksaan ataupun kesepakatan tertentu, karena mereka memang menikmati semua aktivitas di dunia barunya itu. Dan tak terasa, semua rutinitas itu pun sudah berlangsung selama satu bulan lamanya.

*****

Hari ini, tidak seperti biasanya, Kai pulang larut malam karena ada sedikit masalah di kantornya. Minah yang selalu menunggu Kai pulang  untuk makan malam bersama pun kini tertidur dengan pulas di sofa di ruang tengah dan TV yang tadi ia tonton pun masih menyala. Kai tidak tega membangunkan Minah dan memutuskan untuk menggendongnya ke kamar.

Sebelum Kai menggendong Minah, tak sengaja ia melihat sebuah kardus putih diletakkan di atas meja. Kai pun membukanya dan ternyata itu adalah kue ulang tahun untuknya. Hari ini Kai berumur 23 tahun dan Minah mengingatnya. Sepucuk surat tergeletak di atas meja dan Kai pun langsung membacanya.

Saengil cukhae nae nampyeon-aah… semoga makin baik hati, makin rajin bangun pagi dan makin sayang pada istrimu ini, haha abaikan kata-kataku yang terakhir itu, just kidding hehe. Pokonya, wish you all the best ya Kai. Jeongmal gomawoo Kai, tanpa bantuanmu, pasti sekarang aku harus hidup tersiksa bersama Kris. Aku tak akan hidup bebas seperti sekarang ini. Jeongmal gomawoo, kau adalah namja paling baik yang pernah aku temui. Orang yang nanti akan menjadi istrimu pasti benar-benar bahagia, tapi dia harus benar-benar bekerja keras membangunkanmu. Tidurmu sudah seperti orang mati, parah sekali! hahaha. Senang bisa mengenalmu Kai.  

Kai tak pernah menyangka kalau Minah akan menulis ucapan selamat ulang tahun seperti itu. Ada perasaan yang hangat di dadanya saat membaca surat dari Minah, perasaan aneh yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Perasaan itu semakin menjadi saat Kai menatap Minah yang tertidur pulas dengan wajah polosnya yang terlihat begitu cantik di mata Kai.

(Kai’s Side)

Ya Tuhan… apa yang sedang terjadi padaku? Kenapa dia begitu cantik hari ini? Baru kali ini aku mengamati wajahnya dari jarak dekat seperti ini. Alisnya, bulu matanya, hidungnya, lesung pipinya dan bibirnya terlihat begitu indah. Aku menginginkannya. Maafkan aku Minah, sekali ini saja, aku mohon.

~Chu~

Sentuhan bibirnya benar-benar lembut. Aku menginginkan lebih dari ini. Ah tidak… tidak… lupakan Kai! Lupakan! Jangan berfikir macam-macam. Kenapa jadi seperti ini? Otakku jadi yadong begini, aku bisa gila kalau begini terus.

“Aaaahhhh tidak!!!” Suara Kai menggema di ruangan besar itu dan sontak membuat Minah terbangun dari tidur nyenyaknya.

“Wae? Wae? Waeirae? Kai? Wae?” Tanya Minah panik sambil mengerjapkan kedua matanya mencoba untuk melihat lebih jelas.

“Hahaha…. Aniyo… gwaenchanayo Minah… gomawoo sudah menyiapkan kue ulang tahun untukku… aaarrrgghhh… nan molla!!! Aku mau ke kamar mandi dulu!” Jawab Kai sambil menyunggingkan senyuman yang benar-benar canggung dan langsung berlari ke kamar mandi.

“Apa yang terjadi dengan namja itu? Semakin tua malah semakin aneh, haaahhh aku tak peduli, aku mau pindah ke kamar saja.”

*****

“Kai!!! Ireona!!!” Minah memang biasa berteriak demi membangunkanku si sleeping prince. Ingat! Sleeping prince, bukan kebo. Aku suka julukan ini. Bagiku, tidur itu menyenangkan, soalnya aku bisa bermimpi yang macam-macam hahaha.

“Enngghhh… berisik! Ini kan hari minggu Minah, kita tidur lagi saja.” Ku tarik Minah ke dalam pelukanku untuk membuatnya diam dan tidur lagi bersamaku. Tunggu! Aku memeluknya? Apa yang kulakukan? Kenapa aku memeluknya?

“Ah… Minah ayo kita jogging sekarang!” Saking paniknya aku pun langsung bangun dan melepaskan pelukanku pada Minah. Dia hanya terduduk di sampingku sambil menatapku bingung. Semoga saja dia tidak mendengar detak jantungku sekarang ini. Aku benar-benar kaget.

(Minah’s Side)

Sebenarnya, apa yang sudah terjadi pada namja ini sih? Kenapa dari tadi malam tingkahnya aneh sekali? Membuatku bingung saja.

“Baiklah, ayo kita siap-siap!”

Kubuka lemari pakaian dan kuambil kaos putih favoritku. Saat aku hendak mengganti bajuku, tiba-tiba Kai berteriak histeris.

“Minah!!! Yeoja pabo!!! Kenapa ganti baju di kamar? Cepat ke kamar mandi!”

“Aku kan pake tank top, badanku tak akan kelihatan semua ko.” Jawabku santai sambil melanjutkan mengganti bajuku.

(Kai’s Side)

“Gulp…” Aku hanya bisa menelan ludah melihat Minah mengganti bajunya di depan mataku. Otakku sekarang benar-benar rusak, bejad, hancur, aku tak tahu lagi harus berbuat apa, otakku sudah panas pagi-pagi begini.

“Kajja!” Ajak Minah sambil menarik tanganku untuk keluar dari kamar dan memulai rutinitas jogging kami.

Udara pagi benar-benar segar, suasana kota pagi ini benar-benar sempurna. Terlebih lagi, yeoja disampingku ini terus saja tersenyum ceria sambil sesekali meloncat-loncat tak jelas.

“Yuhuu… udaranya dingin sekali pagi ini, aku senang… senang… senang sekali hehehe, ayo kita lari Kai!” Ajaknya dengan penuh semangat.

“Ne… Kajja!!! Hana… dul… set… Go!!!” Aku langsung melesat meninggalkan Minah.

“Wow! segar sekali ya berlari pagi-pagi begini. Iya kan Minah? Minah? Kenapa tidak menjawab?” tanyaku bingung. Saat aku menoleh ke belakang, ternyata Minah sedang terduduk lesu sambil terengah-engah mengatur nafasnya. Sepertinya dia kelelahan mengejarku. Baiklah, sepertinya aku harus menghampirinya dulu.

“Minah, kau payah sekali! Baru juga berlari 15 menit, kau sudah terkapar seperti ini.” Aku ingin sedikit mengejeknya.

“Yaa!!! Aku bukannya tak kuat, aku sedang datang bulan, pabo!” Ujarnya sambil mengelap keringat di lehernya dengan jarinya yang lentik itu. Oh my god! lehernya… seksi sekali… aahh aku benar-benar sudah gila!

(Minah’s Side)

“Andwaee… andwaee… andwaeyo!!!” Kai malah berteriak-teriak sendiri. Apa-apaan sih dia ini? Aneh sekali.

Plaaakkk….plaaakkk…Plaaakkk….

Namja ini sepertinya sudah mulai gila. Kenapa sekarang dia malah menampar mukanya sendiri? Aku tak habis pikir dibuatnya.

*****

Sudah hampir satu minggu Kai bertingkah aneh di hadapanku. Tiga hari yang lalu, tiba-tiba dia memeluku. Katanya dia ingin memamerkan perut sixpacknya yang sudah dia sempurnakan akhir-akhir ini.  Setelah itu, dia langsung pergi dan tertawa aneh.

Lalu, hari berikutnya, saat aku keluar kamar mandi dengan mengenakan handuk bajuku, dia langsung berlari terburu-buru dan akhirnya menabrak tembok. Dasar pabo!

Yang lebih gilanya lagi, kemarin, saat aku tiduran di sofa sambil membaca majalah, dia malah memarahiku. Katanya, aku tak boleh menggunakan hot pans di rumah. Larangan apa itu? Ini kan di rumah, terserah aku saja mau pakai apa, menyebalkan!

Setelah itu, dia malah menunjukkan gerakan-gerakan dance di hadapanku. Dia memang selalu terlihat cool kalau sedang dance, tapi apa maksudnya tiba-tiba melakukan itu setelah memarahiku. Kai makin aneh, apa aku harus segera bercerai dengannya? Aku takut ketularan gila.

Ngomong-ngomong, sekarang, kegilaan apa lagi yang akan dilakukan namja itu ya? Aku jadi penasaran. Oh itu dia!

“Kai, ini kan sudah malam, waktunya jadwal pijat. Palli, aku sudah lelah sekali seharian ini!” Aku memang sudah biasa memerintahnya seperti ini, maklum lah ini kan sudah jadi rutinitas kami. Aku duduk dengan manis di sofa sambil menunggu Kai datang menghampiriku.

Sreeetttt….. Bruuukkk

“Kai!!! Sakit tahu!!! Cepat bangun, kau berat sekali!” protesku pada Kai yang karena keteledorannya terpeleset dan jatuh menimpa tubuhku di sofa.

(Kai’s Side)

Andwae… wajahnya terlalu dekat denganku. Aku menindih tubuhnya… andwaee… otthokae? otthokae? otthokae?

“Arrrggghhhhh….. Minah maafkan aku! Aku sudah tak tahan lagi!!!”

“Kyaaa!!! Kau mau membawaku kemana? Turunkan aku!” Berontak Minah dalam pangkuanku dan aku tak mempedulikannya lagi. Penderitaanku sudah mencapai klimaksnya.

(Author’s Side)

Keesokan Harinya

Tidak biasanya, pagi itu Kai bangun lebih dulu dari Minah. Sebenarnya Kai benar-benar malas bangun karena badannya terasa lebih nyaman dan hangat, berbeda dari biasanya. Saat Kai dengan perlahan membuka matanya, seorang gadis sedang tertidur pulas dalam pelukannya. Sentuhan hangat di sekujur tubuh Kai kini membuatnya langsung teringat dengan kelakuannya semalam.

Karena merasa sangat bersalah, Kai langsung melepaskan pelukannya dan otomatis membangunkan yeoja yang tak lain adalah istrinya itu.

“Minah maafkan aku, jeongmal mianhae, mianhae Minah, mianhae.”

“Gwaenchanayo.” Jawab Minah sambil menutup wajahnya dengan selimut.

“Apa kau baik-baik saja, Minah?”

“Mana mungkin baik-baik saja, aku lelah sekali!” bentaknya padaku sambil membenamkan wajahnya di dadaku.

“Hehehe mianhae… istirahat dulu saja kalau begitu.”

Kai tersenyum sendiri melihat yeoja yang hanya dalam hitungan detik sudah tertidur pulas dalam dekapannya.

“Saranghaeyo” bisik Kai pelan.

*****

Setelah malam itu, Kai tak ingin berlama-lama berada di kantornya. Hampir setiap detik seluruh tubuh, hati dan pikiran Kai selalu merindukan Minah. Semua sentuhan dan perasaanya tadi malam benar-benar masih melekat dalam ingatannya.

Saat Kai sampai di rumah sore itu, Kai melihat sebuah mobil yang tak dikenalnya terparkir di depan rumahnya. Karena penasaran, Kai pun segera masuk ke dalam rumah, karena sebenarnya orang yang paling ingin dia lihat adalah istrinya tercinta. Tapi, betapa kagetnya Kai saat dia mendapati istrinya sedang berada dalam pelukan lelaki lain, yang ia yakini adalah mantan tunangan istrinya itu, Kris.

Hati Kai benar-benar hancur, rupanya perasaan yang ia rasakan selama ini tidak berbalas.

Buggg!!!

Kai membanting pintu rumahnya dengan kasar dan langsung pergi dengan mobilnya.

(Minah’s Side)

“Lepaskan aku Kris! Jangan ganggu aku lagi!”

“Shireo! Kau tidak mencintai namja itu kan? Kau hanya boleh menjadi milikku!”

Buggg!!!

Siapa yang membanting pintu sekeras itu? Kai? Apa itu Kai? Benar, itu Kai.

“Lepaskan aku!” entah punya kekuatan dari mana, aku berhasil mendorong Kris menjauh dari tubuhku dan aku pun langsung berlari mengejar Kai.

“Kai! Jangan pergi! Dengarkan aku dulu!” aku terus berteriak sambil berlari mengejarnya, tapi dia tak kunjung menghentikan mobilnya itu dan akhirnya dia pun meninggalkanku.

“Kai… jangan tinggalkan aku…”

Kini aku hanya bisa terduduk lemas di pinggir jalan. Air mataku tak bisa berhenti mengalir dari pelupuk mataku. Sakit… sakit sekali… dadaku sakit… tapi kenapa?

*****

Kini, sudah hampir satu bulan Kai tak pulang ke rumah. Setiap hari terasa hampa tanpanya. Aku tak tahu dimana dia tinggal sekarang. Aku ingin bertanya pada Jonghyun appa, tapi aku tak mau appa mengetahui masalah kami. Aku sudah berusaha mendatangi kantornya, tapi selalu saja sekretarisnya itu menghalangiku untuk masuk ke ruangan Kai. Tapi baiklah, aku tidak akan menyerah. Aku harus menemuinya dan menjelaskan kesalahpahaman tempo hari. Sebentar lagi jam makan siang, sebaiknya aku pergi sekarang saja.

(Author’s Side)

Rupanya hari ini Minah berutung. Kebetulan sekali sekretaris Kai tidak ada di tempat, jadi dia bisa menerobos masuk ke ruangan Kai. Tanpa diduga, di dalam ruangannya, Kai sedang memeluk seorang gadis dengan erat dan mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang. Minah tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tubuh Minah menjadi kaku hingga akhirnya dia menjatuhkan rantang makanan yang dibawanya untuk Kai. Mendengar suara nyaring dari rantang itu, spontan Kai dan Hyera, gadis yang ada di pelukan Kai pun menyadari keberadaan Minah. Tak kuat menahan rasa perih di hatinya, Minah pergi keluar dari kantor Kai sambil menangis.

Minah terus berlari sekuat tenaga tanpa tujuan dan tanpa menghiraukan hujan yang semakin deras mengguyur tubuhnya sepanjang  jalan.

(Minah’s Side)

Kenapa hatiku rasanya sakit sekali. Dia memang suamiku, tapi kami memang bukan menikah karena cinta. Kenapa? Kenapa harus sakit begini? Apa aku punya hak merasakan semua ini? Aku memang bodoh, kenapa harus jatuh cinta padanya. Dia pasti tidak sedikitpun mencintaiku. Aku hanya istri sementaranya saja, aku bukan siapa-siapa. Aku tak berarti apa-apa di hatinya.

Anakku, maafkan ibu. Ibu tak bisa menemui ayahmu lagi.

Bruuukkk…

(Author’s Side)

Dunia menjadi gelap untuk Minah. Tubuhnya melemah dan kini Minah tergeletak di pinggir jalan.  Kai langsung mengejar Minah, tapi ia kehilangan jejak. Kai langsung memutuskan untuk mengecek Minah di rumah, tapi hasilnya nihil. Setelah menyadari Minah tak ada di rumah, Kai tidak langsung pergi untuk mencarinya lagi. Kai benar-benar kaget dengan suasana rumahnya yang sangat berbeda dari sebelumnya.

Saat memasuki ruang tamu, foto pernikahan Minah dan Kai dalam ukuran besar terpajang di dinding. Kemudian, saat memasuki ruang tengah, Kai pun melihat foto-fotonya bersama Minah dan anak-anak yang selalu datang ke rumah mereka setiap akhir pekan. Dari ruang tengah, Kai pun mendatangi dapurnya dan disana pun terpajang banyak foto yang diambil saat Minah dan Kai melakukan banyak eksperimen dengan resep-resep masakan baru.

Perasaan Kai saat ini benar-benar tak menentu. Terlebih lagi, saat Kai masuk ke kamar miliknya dan Minah. Disana, Kai melihat laptop Minah yang masih menyala. Di laptop itu, Kai menemukan banyak file video yang merekam dirinya sedang tertidur pulas. Minah mengambil video itu dari awal mereka menghuni rumah bersama-sama.

Kai tak percaya dengan semua yang telah dilihatnya di rumah ini. Semuanya seperti khayalan. Ia tak pernah menyangka kalau Minah sangat menghargai semua kenangan yang telah mereka lalui bersama. Semakin lama Kai memandangi semua yang ada di rumah ini, satu persatu kenangan bersama Minah tersurat jelas di pikirannya. Kenangan bersama Minah membuat dadanya semakin sesak dan tak terasa air mata Kai pun jatuh perlahan membawa kepedihan di hatinya.

Drrrrrtttt….. drrrrttttt….

Handphone dalam saku celana Kai bergetar. Saat Kai mengangkat panggilan dari nomor yang tidak dikenalnya itu, terdengar suara seorang namja yang membentak dari seberang telepon.

“Yaaa!!! Kau ada dimana? Minah ada di rumah sakit, dia hampir saja keguguran!”

“Mwo? Apa kau Kris? Apa maksudmu hampir keguguran?” tanya Kai kebingungan.

“Heh namja pabo! Kau ini suaminya atau bukan? Minah sedang hamil!”

Mendengar perkataan Kris itu, kembali membuat air mata Kai mengalir di pipinya. Perasaan bersalahnya seolah membunuhnya perlahan-lahan. Dadanya sudah terlalu sakit dan sesak.

“Di rumah sakit mana? Cepat katakan!!!” Teriak Kai untuk menyembunyikan suaranya yang sudah mulai parau karena tangisannya itu.

“Rumah sakit dekat kantormu, bodoh!” timpal Kris kembali membentak.

Tanpa pikir panjang, Kai langsung menuju mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi menuju arah rumah sakit.

*****

Di Rumah Sakit

Sesampainya di rumah sakit, Kai langsung menerobos masuk ke kamar Minah dan tak memperdulikan keberadaan Kris yang sudah berada disana sejak tadi. Kai langsung menggenggam tangan Minah yang sedang tertidur di ranjang.

“Jangan dekati istriku lagi!” Kai memulai pembicaraan dengan memperingatkan Kris.

“Tidak bisa! Aku tak bisa membiarkan Minah didampingi namja tak becus sepertimu!” tegas Kris.

“Aku suaminya!” bentak Kai.

“Lalu? Memangnya Minah mencintaimu? Kudengar, kau juga berselingkuh dengan wanita lain. Suami macam apa kau?” balas Kris meremehkan.

“Kris, kau tak berhak ikut campur dengan urusan rumah tanggaku.” Minah bangun dari tidurnya dan langsung ikut dalam pembicaraan sengit antara Kai dan Kris.

Kris sebenarnya sangat iba dengan keadaan Minah yang sedang hamil dan hampir keguguran. Setiap melihat orang hamil, Kris akan teringat ibunya yang meninggal karena keguguran saat mengandung adiknya. Dia tak ingin mengganggu hidup Minah lagi, dia ingin Minah bahagia. Akhirnya, Kris pun melepaskan Minah pada Kai.

“Kai, aku serahkan Minah padamu. Jangan pernah melukainya! Tapi, kau harus ingat, meskipun sekarang aku menyerahkan Minah, aku tetap mencintainya. Aku bisa merebutnya kembali dari tanganmu kapan saja aku mau.”

Tiba-tiba Hyera yang tak lain adalah mantan calon tunangan Kai dan juga ternyata adalah sahabat Kris, datang ke ruangan itu. “Begitu besarkah cintamu pada Minah, Kris?  Apa kau tak pernah menyadari kehadiranku?” Ujar Hyera sambil menatap mata Kris dalam.

“Maksudmu?”

“Pabo! Aku membencimu!” Hyera langsung berlari meninggalkan ruangan rumah sakit itu. Kris masih berdiri di tempatnya, berusaha mencerna setiap perkataan Hyera.

“Kris, sebenarnya yeoja itu sangat mencintaimu dari sejak kalian masih duduk di bangku SMP, dia menceritakan semuanya padaku. Dia bahkan rela mendukungmu untuk mengejar Minah. Tapi maaf, Minah tak akan aku berikan pada siapapun, apalagi padamu!” Jelas Kai dengan wajah seriusnya.

Setelah mendengar penjelasan Kai, Kris langsung berlari mengejar Hyera.

*****

Kai membawa Minah yang sedang tertidur pulang ke rumah dan langsung membaringkannya di ranjang yang sudah lama tak ia tempati bersama Minah. Lagi-lagi Kai tak bisa menahan air matanya saat melihat wajah Minah. Kai mencium kening Minah dengan lembut agar tak mengganggu tidurnya. Tapi, ternyata yang terjadi adalah sebaliknya. Minah terbangun dan kaget melihat Kai menangis.

“Minah, bagaimana keadaan bayi kita sekarang? apa dia sehat?” tanya Kai dengan suaranya yang parau.

“Ne… dia baik-baik saja, tapi dia sangat merindukan ayahnya.” Jawab Minah yang juga ikut menitikan air mata.

Kai langsung menarik Minah ke dalam pelukannya. Saat pelukan mereka mulai melonggar, Kai menyentuh kedua pipi Minah dan Kai pun memberikan ciuman terlembutnya pada Minah. Kali ini, ciuman Kai bukanlah sandiwara, tapi ciuman sebenarnya yang ia persembahkan bersama ketulusan cintanya pada Minah.

*****

“Kai… ada yang ingin aku tanyakan.”

“Mwo?”

“Kenapa kau memeluk Hyera waktu itu?”

“Hmmm… kasih tahu gak ya? hehehe”

“Yaaa!!!” Minah memukul lengan kiri Kai.

“Haha… baiklah! Waktu itu Hyera bercerita padaku kalau dia sakit hati dengan perlakuan Kris padanya selama ini. Kris selalu mengacuhkannya dan malah mengejar gadis-gadis lain. Karena dia menangis, mana mungkin aku diam saja kan? Aku juga namja, butuh diberi pelukan hahaha”

“Dasar mata keranjang! Huh!” rutuk Minah sambil memalingkan wajahnya dari Kai.

“Lalu, kau sendiri? Kenapa waktu itu memeluk Kris?” Tanya Kai sambil mencolek dagu Minah.

“Iiihh… apa-apaan sih kau ini? Soal pelukan itu, Kris yang memaksaku! Kau bukannya menolongku malah membanting pintu dan meninggalkanku, aku benci padamu!”

“Benci? Benarkah?  Bukankah kau sangat mencintaiku?”

“Percaya diri sekali kau ini!”

“Tentu saja! Buktinya terlalu banyak. Foto-foto di setiap ruangan, video-videoku saat aku tidur, dan satu lagi yang ada di perutmu itu.” Kai mulai menggoda Minah.

Pletaaaakkk

Pukulan keras mendarat di kepala Kai. “Aku mau tidur, pergi dari sini!” usir Minah pada Kai sambil menendang-nendang bokong Kai, yang kini sedang duduk di pinggir ranjang.

“Shireoyoo… aku mau disini saja.” Kai langsung berbaring di samping Minah dan memeluknya dengan erat.

“Lepaskan!”

“Shireo!”

“Lepas!”

“Shireo!”

“Aku bilang lepaskan aku!”

“Saranghaeyoo!”

“….”

“Yaa! Saranghaeyo Kim Minah!”

“Ne… nado saranghae Kim Jongin!”

“Mwo?”

“Aaaaaahh…. Molla… molla!”

THE END

Author’s Talk

Hahaha… selesai…. Bisa juga ternyata dibikin two shots hehe ^^

Gimana? Gimana?

Mian ya chingudeul kalo kurang romantis atau terkesan biasa alurnya hehehe

Pokonya author pengen berbagi imajinasi sama kalian hehe…

Oce deh, time for Comments… ^o^


10 thoughts on “[Freelance] Beautiful Fate #2

  1. First kah?haha
    Sebenernya udah pernah baca di exo fanfiction, tapi masih pen baca :3
    Kai nya di sini sezuatuh soalnya😄
    Sequelnya masih ditunguuu, hwaiting author!!^^

    Like

  2. Anyeonghaseo chinguu..whuaaahh lucu awalnya biasa2 aja eh ternyata saling suka hehhe ditunggu yaa thor sequelnya jangan lama2 tp yaa hehheh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s