Because I Love You Part 5


Author : Shim Eunkyung

Part 1 Part 2 Part 3 Part 4

Lee…Jin..Ki imnida”, ucap Jinki terbata, matanya tidak lepas dari wajah Jonghyun. Sementara itu, di balik panggung, ada sepasang mata yang mengawasi, mengamati gerak-gerik Onew. Rahangnya tiba-tiba mengeras.

“Dia belum mati juga rupanya! Lee Jinki…Aku akan menguburmu hidup-hidup”

………

I Hugged my dreams till i was awake, the world before me blurred

With your memories I run,happiness seems so far away

I hug my loneliness here,can you hear my heart being broken

I say blessing to my self,not believing you don’t love me any more

I say promises to my self, not believing that you don’t exis any more

Onew duduk di kursi meja belajar, tangannya menulis banyak rangkaian kata. Kejadian tadi siang masih terekam jelas. Onew masih ingat,bagaimana reaksi Jonghyun saat Onew bilang lagu Jonghyun yang baru adalah ciptaannya.

“Tidak.. Bukan Jonghyun yang membeli lagu itu dari dia”, otaknya berputar mengingat masa lalu. “Minho?”. Onew menendang meja belajar.  “Selalu seperti ini, kenapa dia selalu jadi musuh?”

Sungjin yang baru masuk jadi kaget melihat Onew marah. “Hyung?”

Onew menoleh ke pintu kamar, mukanya ditekuk “Waeyo?”

“Tidak jadi, kau marah begitu”, baru saja Sungjin berjalan selangkah, Onew sudah berdiri dan berbaring di tempat tidr. Sungjin menatap Hyung angkatnya itu. “Wae? Ada masalah ?”, tanya Sungjin,Onew tidak menjawab. “Aku…aku taruh tiket konser Jonghyun di sini saja ya”, Sungjin meletakkan tiket di atas meja belajar yang tadi Onew tendang.

“Ne? Tiket?”

“Hyung lupa pernah minta pesankan tiket konser Jonghyun?”

Mulut Onew terbuka lebar. “Ooh.. Iya, aku ingat. Itu tiketnya?”, Onew segera duduk di meja belajar.

“Acaranya hari kamis jam 8 malam. Nanti pacarku mau ke sini supaya bisa pergi sama-sama ke konser. Appa juga bilang lebih baik pakai mobil Sungmin Hyung”

Konser? Aku sudah tidak tertarik!

Sungjin baru sadar ada banyak kertas berhamburan di sekitar tong sampah dekat meja belajar. Diambilnya gulungan di dekat kaki, lalu dibentangkan kertas yang sudah lecek tersebut. “Lagu ya?”

Onew menoleh. “Cuma tulisan iseng”, Onew menarik kertas itu dari tangan Sungjin. Lelaki muda itu mencibir Onew.

“Iseng darimana? Tulisan bagus begitu”, Sungjin mengambil kertas lain dari tong sampah. “Yang ini juga bagus. Hyungg, aku rasa kau berbakat jadi penyanyi”

Mata Onew jadi sendu, cita-citanya memang jadi penyanyi. Tapi dengan adanya Siwon, dia tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kenapa tidak buat video di youtube? Kan sekarang sedang nge-trend upload video di youtube”, saran Sungjin.

“Nanti saja. Lagu yang dibuat tidak dari dasar hati yang terdalam tidak akan menghasilkan lagu yang membuat orang tersentuh”, tolak Onew.

“Aku tidak mengerti dengan Hyung. Kadang Hyung baik, galak. Hyung punya bakat di musik, bahkan suara Hyung juga bagus. Tapi Hyung tidak mau menonjolkan diri.”

“Aku sudah cukup menonjolkan diri”

Kening Sungjin berkerut bingung. “Maksud Hyung ‘menonjolkan diri’ itu jadi pengamen?”, pertanyaan itu membuat Onew merobek kertas yang dipegangnya. “Mianhaeyo” Sungjin langsung merasa bersalah.

“Menurutmu aku benar-benar berbakat?”, tanya Onew mencoba lebih rileks. Sungjin mengangguk. “Seberapa hebat bila dibandingkan dengan Jonghyun?”

“Namja itu? Hmmm… entahlah, tapi Jonghyun punya cara tersendiri dalam bernyanyi. Tapi satu hal yang membedakan Hyung dengan Jonghyun adalah Jonghyun tidak bisa membuat lagu”, jawaban Sungjin membuat Onew puas.

“Arasseo. Kapan-kapan ajarkan aku cara menggunakan Youtube”, kata Onew sambil tersenyum.  Otaknya mulai menyusun rencana untuk melawan Minho. Langkah pertama dimulai dari konser Jonghyun. Onew berani bertaruh bahwa Minho juga datang. Lelaki itu tidak sabar menunggu hari kamis, hari indah saat ia  bisa bertemu lagi dengan ‘sahabatnya’.

……

Hari konser tiba, Onew dan Sungjin beserta pacarnya pergi bersama ke Stadion. Pacarnya Sungjin sibuk berceloteh, merapikan bandonya yang bertuliskan Jonghyun. Akhirnya tiba juga di stadion, tempat parkir lumayan penuh, tapi Sungjin dengan cepat bisa menemukan tempat kosong. Mereka bertiga berjalan beriringan ke pintu masuk. Setiba di dalam stadion, Onew langsung mengawasi setiap inci stadion itu. Mencari seseorang yang pasti akan disini. Tanpa Onew ketahui,Minho juga datang ke konser Jonghyun dan mengawasi Onew lewat kamera konser.

“Datang juga kau, lintah sialan!”, gumam Minho.  Sementara itu, Onew tidak bisa diam di kursinya. Kepalanya menoleh ke kiri dan kanan.

“Hyung, waeyo?”, tanya Sungjin, penasaran dengan sikap aneh Onew semenjak di dalam stadion.

“Bukan apa-apa”, Onew menggeleng. Sebisa mungkin ia tidak mau membuat Sungjin ikut repot karena masalah ini.

Konser Jonghyun sudah dimulai. Seperti konser-konser biasa, ada pembukaan dan ada ucapan terimakasih,lalu dimulai dengan lagu-lagu utama. Onew menatap tajam saat Jonghyun menyanyikan lagunya, lagu yang dibeli paksa oleh Minho. Orang yang Onew benci itu kini berdiri tegak di belakang panggung, siap memberikan kejutan untuk Onew saat konser sudah selesai.

Tepuk tangan membahana di gedung Stadion, semua orang berteriak senang dan berulang-ulang kali nama Jonghyun disebut. Selesai sudah, semua orang kini diiring ke pintu keluar.  Onew baru saja hendak berdiri saat matanya menangkap sosok Minho di depan panggung. Laki-laki itu tersenyum, senyuman licik dengan tatapan intimidasi.

“Sungjin-ah”, Onew memegang tangan Sungjin dan memberikan kunci mobil. “Maaf, aku ada urusan dengan temanku. Kau pulang saja duluan”. Tanpa berpikir buruk, Sungjin dan pacarnya benar-benar meninggalkan Onew sendirian. Onew berjalan pelan ke tempat dimana Minho berdiri.

“Aku kira kau sudah mati”, kalimat pertama yang dilontarkan Minho saat Onew sudah berhadapan dengannya.

“Cih! Tuhan tahu mana nyawa yang harusnya diambil karena hati busuk”, balas Onew.

“Ah, sepertinya mulutmu tetap tidak bisa dicuci, pengamen!”

Onew mengatupkan rahangnya. “Senang ya karena aku menderita?”

“Belum!”, jawab Minho. “Aku akan puas setelah kau mati”

“Masalah kita hanya karena Sulli. Dan sekarang aku dan dia tidak ada hubungan lagi”

“Siapa bilang? Aku sudah peringatkan kamu dulu, saat kau dan Sulli baru berpacaran. Sekali kau membuat Sulli nangis, maka seumur hidup kau akan dibuat sengsara!”

Onew menunduk, benar-benar tidak habis pikir. Ikatan persahabatan Minho-Sulli-Raneul terlalu kuat.  “Oh ya? Sekarang apa yang akan kau lakukan untuk membuatku sengsara? Aku masih hidup, dan masih bisa membuat lagu”

Minho menatap Onew tajam. “Lagumu tidak akan dibeli siapapun”

“Kau berani jamin? Seberapa banyak uang yang kau punya? Uangmu tetap tidak bisa menguburkan bakat seseorang”, Onew memanas-manasi Minho.

“Hahaha..bakat? bakat menulis lagumu itu?”, Minho tertawa keras.

“Kau meremehkanku? Tapi sudah ada satu bukti. Lagu Jonghyun itu laguku kan!”, Onew tidak bertanya, lebih ke pernyataan. Minho langsung berhenti tertawa. “Lagu yang aku buat itu sekarang terkenal. Aku tidak mau mempermasalahkan lagu ini,karena memang lagu itu sudah kau beli”

“Maksudmu apa?”, Minho mulai bersikap hati-hati.

Onew naik ke atas panggung. “Harusnya aku yang ada disini menyanyikan laguku. Tapi malah orang lain..hmmm”, Onew sibuk berceloteh, berjalan mengitari panggung.

“Katakan maksudmu!!”, teriak Minho.

“Kau tidak mengerti juga? Baiklah…”, Onew turun dari panggung dan berjalan sampai di depan Minho. “Aku berniat untuk melawanmu! Siapkan makanan pembuka yang enak saat aku jadi penyanyi terkenal nanti!”

“Kau tidak akan sempat menyicip makanan pembuka! Karena saat itu kau sudah di dalam tanah!”, balas Minho.

“Kau tidak akan melakukan itu. Aku tahu kau Minho. Kau orang yang dididik dengan keras oleh keluarga, dan terlalu mementingkan keluarga dan sahabat-sahabatmu. Mana mungkin kau membunuh orang yang ‘pernah’ menjadi sahabatmu”, setelah mengatakan itu,Onew pergi meninggalkan Minho yang membatu.


7 thoughts on “Because I Love You Part 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s