[Freelance] Disappear #1


Judul: Disappear [Chapter 1]

Cast: Seo Joohyun, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Tiffany Hwang, Choi Siwon, Kim Taeyon.

Genre: Mistery (?)

Author: NAATH13.

A/N: Ini adalah fanfic pertama athor yang jalan ceritanya serius :p. Kalo merasa udah pernah baca yang jalan ceritanya mirip dengan fanfic ini, author akui, fanfic ini adalah hasil penggabungan dari beberapa cerita fanfic yang pernah author baca. Tapi kalo nemu yang jalan ceritanya sama persis, itu adalah faktor ketidaksengajaan. Karena fanfic ini sama sekali bukan hasil plagiat. Yaudah deh, enjoy please ^^

—@—

Gemerlap keindahan langit malam. Sangat bertolak belakang keindahannya dengan dunia malam di bumi. Sekarang jarum pendek menunjuk antara angka 11 dan angka 12, dan jarum panjangnya menunjuk angka 6. Sudah sangat larut, namun kota masih sangat ramai bagaikan tak tidur.

“Huffttt… akhirnya selesai juga.” Sorakku gembira.

“Hahaha… sangat melelahkan, bukan? Tapi tak apa, hasil kerjamu sangat memuaskan, Seohyun-ah.” Puji Taeyon songsaenim padaku.

“Huaah, jeongmal gamsamnida Taeyon songsaenim.” Ucapku gembira.

“Yatuhan, jam setengah 12 malam.” Gumamku setelah melihat jam dipergelangan tanganku.

“Mau kuantar pulang? Lagi pula kau kan pulang tengah malam begini karena mengerjakan tugas dariku.” Tawar Taeyon songsaenim.

“Oh, tidak perlu songsaenim. Aku naik bus saja.” Tolakku halus.

“Tapi ini sudah tengah malam. Tidak baik seorang gadis sepertimu berkeliaran di kehidupan malam yang menjijikan ini.”

“Tak apa songsaenim. Umurku sudah 18 tahun, sudah cukup dewasa untuk pulang sendiri. Lagipula jalan ke rumahku sangat ramai dan tidak membahayakan, jadi kau tidak usah khawatir.”

“Kau yakin tak apa jika sendiri?” Tanya songsaenim memastikan lagi, dan hanya dijawab anggukan olehku.

“Baiklah, terserahmu saja, Seo-ah. Tapi jika ada apa-apa dijalan, hubungi saja aku. Oke?” Ucap Taeyon songsaenim sambil tersenyum.

Akhirnya aku keluar dari rumah Taeyon songsaenim pukul 11.45 malam. Dari pukul 5 sore, hingga pukul 11.30 malam tadi, aku menyelesaikan tugas yang diberikan oleh songsaenim kepadaku. Sebenarnya tugas ini hanya diberikan kepadaku saja, tidak dengan teman-temanku yang lainnya. Alasannya, karena aku sering absen saat mata pelajarannya, dan jarang mengerjakan tugas-tugasnya. Maka dari itu, untuk hukumannya, aku diberikan tugas ini olehnya. Dan untungnya dia mau menemaniku untuk mengerjakan tugas menyebalkan ini. Mungkin dia mau membantuku, karena dia tau apa alasanku sering absen dan jarang mengumpulkan tugas-tugasnya. Yah, apalagi kalau bukan masalah keluarga.

Sebenarnya kalau boleh jujur, aku sangat ingin diantar oleh Taeyon songsaenim, karena aku tidak suka untuk melihat ‘gemerlap kehidupan malam’ kota ini. Aku berbohong padanya kalau jalan kerumahku aman. Tapi kenyataannya? Sangat menjijikan! Alasanku tak mau diantar olehnya, karena aku tak ingin songsaenim melihat orang-orang rumahku yang tak kalah menjijikannya dari kehidupan malam yang liar ini.

Bagai kelelawar. Malam adalah waktunya tidur untuk anak kecil, dan waktunya ‘bermain’ bagi orang dewasa.

—@—

Aku duduk di halte untuk menunggu bus. Kenapa busnya lama sekali? Aku sudah sangat risih dengan sepasang anak muda disampingku ini yang aku tak tahu sedang apa mereka, yang jelas mereka sedang berpelukan dan keluar suara tak beraturan dari mulut keduanya. Aku hanya bersikap tak peduli sambil memasang earphone ke telingaku agar suara yang dikeluarkan mereka tak terdengar olehku. Dan akhirnya, setelah hampir 15 menit, bus itu datang. Bus lusuh dengan lampu remang-remang dan juga kaca film yang sangat gelap, tak lupa bekas-bekas tabrakan menghiasi seluruh badan bus itu.

Begitu masuk bus, aku mengernyit jijik dengan pemandangan didalam bus ini. Ada sekitar 4 pasang anak muda melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan sepasang anak muda di halte tadi. Demi Tuhan! Apa urat malu mereka sudah putus? Ini tempat umum! Dengan seenaknya mereka bercinta di dalam bus, tanpa memperhatikan kenyaman penumpang lain yang masih memiliki moral. Meskipun kupikir hanya aku satu-satunya penumpang yang ber-moral didalam bus ini.

Aku duduk dipojok bagian belakang agar terjauh dari makhluk-makhluk yang kupikir lebih hina dari binatang itu. Kuperhatikan mereka satu-persatu. 4 pasang anak muda tadi masih melakukan kegiatan yang sama seperti tadi. Ada juga 5 orang ahjushi yang wajahnya dihiasi beberapa luka, sedang tertidur pulas sambil memegang botol alkohol yang cukup besar. Ada pula satu orang pemuda sedang mengigil tak karuan, wajahnya sangat pucat dan matanya berair, juga tubuhnya yang sangat kurus. Aku tebak, pasti dia pemakai narkoba. Dasar orang-orang tak berguna, makhluk-makhluk menjijikan, tak ber-moral, lebih hina dari binatang, kenapa kalian tidak MUSNAH saja dari dunia ini?

“Kau yakin ingin mereka semua musnah?” Tiba-tiba ada sebuah suara yang mengagetkanku yang berasal dari sebelahku. Begitu aku menengok, ada seorang laki-laki yang kupikir seumuran denganku.

Yatuhan! Dari mana asalnya orang ini? Seingatku, saat tadi aku masuk bus ini, tidak ada dia. Dan juga sepertinya dari tadi bus ini sama sekali tidak berhenti untuk menurunkan ataupun menaikan penumpang.

“Hahaha, aku dari tadi disini. Aku sudah ada dari sebelum kau naik. Kau-nya saja yang sedari tadi selalu memperhatikan mereka, jadi kau tidak menyadari kehadiranku disini.” Ucapnya sambil tersenyum.

Hah? Yang benar saja? Bahkan aku belum berkata sepatah kata pun. Pertanyaan itu masih ada di dalam pikiranku. Kenapa dia bisa menjawab pertanyaan yang bahkan belum aku lontarkan kepadanya. Apa dia bisa membaca pikiran?

“Bingo! Aku memang bisa membaca pikiran orang!” Ucapnya tiba-tiba, mataku terbelalak kaget karenanya.

“Ja… jadi…” Kataku tergugup.

“Ya, aku bisa membaca pikiran orang. Tapi, lupakan itu! Kau belum menjawab pertanyaanku. Apa kau benar-benar ingin mereka semua musnah?” Tanyanya.

“Apa pedulimu?” Jawabku ketus.

“Aku hanya memperingatkan. Kalau berbicara jangan sembarangan. Bisa saja nanti seluruh makhluk di dunia ini benar-benar musnah, dan hanya menyisakan kau sendiri.” Jawabnya tak menanggapi sikap ketusku.

“Mana mungkin yang seperti itu akan terjadi.”

“Yah, siapa tau besok saat kau baru bangun tidur, semua orang tiba-tiba lenyap.”

“Kalau yang seperti itu benar akan terjadi, bagus!”

“Kau pikir hidup sendirian di bumi ini enak? Kau pasti akan benar-benar kesepian!”

“Sebenarnya kau itu siapa? Apa pedulimu terhadap hidupku?”

“Oh, maaf, aku lupa memperkenalkan diriku. Perkenalkan, namaku Donghae. Lee Donghae tepatnya. Dan kau pasti… hmmm… Seo Joo Hyun.”

Hah? Darimana orang ini tahu namaku?

“Hahaha, aku tau namamu dari gantungan yang berada di tasmu itu.” Ucapnya sambil menunjuk gantungan tasku.

Hufftt-_- Kupikir selain bisa membaca pikiran, orang ini juga punya keahlian mistis lainnya.

Saat orang itu sudah membuka mulutnya untuk bercuap-cuap tak jelas lagi, aku langsung memotongnya.

“Ehm, mianhae Haedong-ssi, aku harus turun.” Ucapku segera bangkit dari kursi bus. Dan saat aku beranjak turun dari bus tersebut, aku mendengar ia berteriak,

“Hei Joo Hyun-ssi, namaku Donghae!! Bukan Haedong!!”

Oh yatuhan! Bagaimana bisa aku salah menyebut nama orang yang baru kukenal. Tapi kuakui, orang yang bernama Donghae itu sedikit… ehm… manis. Astaga! Apa yang kupikirkan? Ia hanya orang asing yang baru kutemui sekitar 10 menit lalu. Baiklah Seohyun, jangan tertipu dengan tampang baiknya. Bisa saja dia seorang… Tunggu dulu! Apa yang dilakukannya didalam bus itu? Maksudku, habis dari mana dia? Sampai-sampai selarut ini masih dalam perjalanan. Apa jangan-jangan… dia habis membunuh? Atau memperkosa? Atau… Argghh!!! Apa pedulimu Seohyun? Tapi di wajahnya sama sekali tidak terlukis tampang kriminal. Baiklah, tampang bisa menipu. Stop Seohyun Stop!! Jangan terus memikirkan orang itu!! Oke, tarik napas yang dalam. Embuskan.

Aku pun melangkahkan kakiku dengan malas menuju rumahku. Langkahku terhenti didepan sebuah pintu kayu berwarna coklat, sebuah rumah minimalis yang cukup untuk ditinggali empat orang. Aku pun mengetuk pintu. Ketukan pertama, tidak ada jawaban. Kedua, tetap tidak ada jawaban. Saat aku ingin mengetuk untuk ketiga kalinya, kuputuskan untuk membuka pintu. Namun tiba-tiba,

PRANG!!!!!!

Sebuah guci antik mendarat tepat di sampingku. Bukan hanya guci antik itu saja, terdengar juga beberapa benda yang di lempar, diiringi dua buah suara manusia yang berteriak-teriak menggelegar seluruh isi rumah. Tanpa melihat orang yang bertengkar pun aku sudah tau jika yang sedang bertengkar hebat itu adalah kedua orangtuaku. Ini adalah rutinitas wajib mereka yang setiap subuh, pagi, siang, sore, malam, bahkan tengah malam, selalu mereka lakukan.

“BERMAIN DIMANA LAGI MALAM INI KAU, SIWON???”

“HEY!! CALM DOWN!!! DENGARKAN AKU DULU FANNY-AH!!! JUST BECAUSE I ALWAYS CAME LATE, DOESN’T MEAN I PLAY OUTSIDE, RIGHT??”

“BULLSHIT!!!! AKU MELIHATMU DENGAN WANITA LAIN SEDANG MAKAN SIANG DENGAN SANGAT MESRA DI CAFÉ DEKAT KANTORMU TADI SIANG!!!!”

“SHE’S JUST MY SECRETARY!!!”

“ALWAYS THE SAME REASON!!!!!”

PRANG!!!!! PRANG!!!!!!! PRANG!!!!!!

Hanya cuplikan pertengkaran itu yang kudengar. Aku sudah sangat bosan dengan pertengkaran mereka. Appa-ku bernama Siwon dan Eomma-ku bernama Tiffany. Satu hal lagi, aku selalu memanggil nama mereka tanpa embel-embel Appa ataupun Eomma. Karena menurutku, mereka sangat tidak pantas dipanggil Appa dan Eomma.

Siwon orang Korea dan Tiffany orang Amerika. Mereka kalau bertengkar selalu mencapur-adukan bahasa. Membuat yang mendengarnya bingung. Selalu seperti ini, mereka selalu bertengkar dari pagi hingga pagi lagi, tak lupa selalu diiringi lemparan benda-benda dan teriakan-teriakan tak jelas. Sepertinya merekapun tak menyadari kehadiranku. Akupun langsung beranjak ke lantai atas, menuju kamarku.

“Dari mana saja kau Seohyun?” Tanya Tiffany saat aku hendak menaiki tangga.

“Habis mengerjakan tugas dari rumah Taeyon songsaenim.” Jawabku malas.

Lalu mereka melanjutkan pertengkaran mereka lagi. Cihh, orang tua macam apa mereka? Tak berguna! Kenapa kalian tidak MUSNAH saja dari dunia ini?

Kakiku melangkahkan satu-persatu anak tangga. Saat sudah sampai dilantai atas, suara anak-anak bodoh yang sedang bertengkar dibawah itu pun masih sangat terdengar. Ketika aku ingin memutar gagang pintu kamarku,

“Seohyun-ah, apakah itu kau?” Terdengar suara teriakan yang berasal dari kamar sebelah kamarku.

“N-ne Hyukjae oppa.” Jawabku takut-takut.

Tiba-tiba gagang pintunya terbuka secara paksa dan tidak sabaran. Seorang namja berdiri tepat didepanku dengan alisnya yang saling bertautan dan menatapku dengan sinis.

“Berikan semuanya padaku!!” Paksa Hyukjae.

“Aku belum gajian oppa. Yang kupunya hanya segini.” Ucapku memberikan beberapa lembar uang.

Begitu ia selesai menghitung uang yang kuberi, ia langsung menjambak rambut panjangku yang terurai hingga aku jatuh terduduk.

“Kau pikir aku mau membeli permen, hah? Aku tau kau masih punya banyak! Berikan semuanya!” Teriak Hyukjae tepat didepan wajahku, dan semakin memperkencang jambakannya.

“Auww, sakit oppa, lepaskan! Tapi sungguh, aku hanya punya segitu.” Ucapku memelas sambil menahan sakit atas jambakannya.

Tiba-tiba Hyukjae melepaskan jambakannya, ia langsung menyambar tasku dan menumpahkan semua isinya ke lantai. Lalu ia mengambil dompetku dan mengambil semua isinya.

“Oppa, aku mohon jangan diambil semua.” Mohonku. Ia pun berlalu dari hadapanku dan menuju lantai bawah. Tapi aku menahan tangannya. Namun,

PLAKKK

“Kau tak berguna Seohyun! Jangan halangi aku!” Ia pun menuruni tangga.

“Kau mau kemana Hyukjae?” Kupikir itu suara Siwon.

“Bersenang-senang!” Ucap Hyukjae sekenanya. Terdengar suara pintu rumah dibuka, pertanda Hyukjae telah keluar rumah. Kedua orangtuaku pun melanjutkan pertengkarannya lagi.

Cihh, apa benar aku mempunyai hubungan darah dengan lelaki Brengsek itu? Tanpa rasa bersalah, ia selalu dengan mudahnya menampar atau menjambakku. Dengan wajah tanpa dosanya, ia selalu memerasku dengan semena-mena. Selalu mengambil seluruh uang hasil kerja part time-ku hanya untuk bersenang-senang. Bukankah harusnya kakak laki-laki selalu melindungi dan menyayangi adik perempuannya? Sangat bertolak belakang dengan dia! Tanpa memperdulikan aku perempuan atau bukan, tanpa memperdulikan aku adiknya atau bukan, ia selalu kasar denganku. Kakak macam apa itu? Kenapa kau tidak MUSNAH saja dari dunia ini?

Aku pun membereskan seluruh barang-barangku yang tadi diberantakan oleh Hyukjae dan memasukkannya kembali ke dalam tas. Lalu aku bangkit berdiri sambil memegangi pipiku yang masih sangat perih akibat tamparannya tadi. Aku memutar gagang pintu kamarku, lalu merebahkan tubuhku di kasur, meraih earphoneku, memutarkan beberapa lagu klasik, dan berharap semoga hari-hari yang berat ini cepat berlalu.

—@—

Sinar matahari menembus gorden jendelaku dan menjalar kesetiap sudut ruangan dikamarku. Aku pun menggeliat dan terduduk. Aku mematikan lagu klasik yang kusetel semalaman dan melepas earphoneku. Satu kata yang terlintas dibenakku, pagi ini… aneh. Tidak seperti biasanya. Aku tidak mendengar pertengkaran kedua orangtuaku yang biasanya pagi-pagi begini sudah meributkan hal-hal kecil. Akupun beranjak dan membuka jendela kamarku. Tidak ada satu manusia pun yang lewat, atau bahkan berlalu-lalang.

Aku pun menuruni tangga. Rumah masih sama berantakannya seperti terakhir kali kulihat. Guci yang pecah didekat pintu pun masih ada dan tidak berpindah sesentipun. Aku mengecek kesetiap ruangan, tidak kudapati siapa-siapa. Choco, anjing tetangga yang setiap pagi menggonggong, aku tidak mendengar suaranya pagi ini. Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres. Aku pun beranjak keluar rumah, jalan begitu sepi.

“Tiffany?? Siwon?? Hyukjae?? Dimana kalian?? Choco??” Teriakku.

Tak ada jawaban.

Aku pun meraih kunci mobil Siwon dan mengendarainya keluar. Aku melajukan mobil menuju daerah perkotaan yang tak pernah tidur. Namun sepanjang perjalanan, tidak ada satupun manusia yang kujumpai. Hingga akhirnya aku sampai di tengah kota.

Sepi.

Kemana perginya semua orang?

“Helllloooooo, anybody here?” Teriakku.

Sepi, hanya ada layar LCD yang sinyalnya hilang timbul dan selebihnya hanyalah sepi. Sepi menyelimuti kota yang biasanya dipadati oleh lautan manusia.

Kemana? Kemana perginya semua orang di kota ini?

Kenapa mereka lenyap hanya dalam satu malam?

—@—

Aku terduduk di sofa ruang tengah rumahku, melamun. Memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa semua orang bisa tiba-tiba menghilang begitu saja. Kenapa mereka tiba-tiba musnah hanya dalam semalam? Apa jangan-jangan…? Sudut bibirku pun tertarik, membentuk senyuman yang sudah sangat lama belum aku keluarkan. Apakah ini benar terjadi? Doa-ku benar-benar terkabul?

Pikiranku pun melayang ke kejadian tadi malam, percakapanku di dalam bus dengan seorang laki-laki aneh nan mistis dan bisa membaca pikiran orang yang bernama… ehm… siapa namanya? Haedong? Donghae? Ah terserah!

“Aku hanya memperingatkan. Kalau berbicara jangan sembarangan. Bisa saja nanti seluruh makhluk di dunia ini benar-benar musnah, dan hanya menyisakan kau sendiri.”

 

“Mana mungkin yang seperti itu akan terjadi.”

 

“Yah, siapa tau besok saat kau baru bangun tidur, semua orang tiba-tiba lenyap.”

 

“Kalau yang seperti itu benar akan terjadi, bagus!”

 

“Kau pikir hidup sendirian di bumi ini enak? Kau pasti akan benar-benar kesepian!”

Ternyata apa yang dikatakannya benar. Saat aku bangun tidur, semuanya lenyap. Tapi siapa peduli jika aku akan kesepian? Yang ada, aku akan sujud syukur atas lenyapnya orang-orang ini.

Ngomong-ngomong, apakah laki-laki yang bernama Haedong itu juga lenyap? Dan bagaimana dengan Taeyon songsaenim? Aku kan hanya meminta agar orang-orang tak berguna saja yang musnah, tapi kenapa malah orang-orang baik juga ikut musnah? Tapi tak apalah. Yang penting permintaanku dikabulkan. Lagi pula aku bebas untuk melakukan apapun yang kuinginkan. DUNIA INI MILIKKU!!!!!!!!!

Ah baiklah. Sepertinya aku harus mandi dan bersiap-siap. Karena hari ini aku akan menikmati dunia dengan bebas. Tanpa terikat peraturan apapun. Tanpa harus ada transaksi. Dan apa yang aku inginkan pasti akan dengan mudah kudapatkan. Karena sekarang, DUNIA INI MILIKKU!!!!!

—@—

Aku baru keluar dari rumahku, dan kini aku sedang berdiri di halaman rumah untuk membayangkan hal menyenangkan apa saja yang akan ku alami hari ini. Tiba-tiba terpikirkan olehku satu hal.

Bagaimana aku akan menjelajahi kota ini jika tidak ada bus? Masa aku harus berjalan? Ah iya. Bodoh! Aku kan bisa menggunakan mobilnya Siwon.

Aku pun mengendarai mobil ini mengelilingi kota dan terhenti di depan café yang khusus hanya menjual es krim dan pancake. Sudah lama sekali rasanya aku tidak menikmati kedua makanan favoritku itu. Mengingat aku selalu stress dengan kehidupanku.

Akhirnya aku menuruni mobil dan memasuki café tersebut. Yap, pintunya sama sekali tak terkunci. Aku memperhatikan setiap sudut café tersebut. Sepi. Hanya ada gelas-gelas dan piring-piring kotor yang masih banyak berserakan di meja-meja pelanggan. Menurut perkiraanku, tadinya banyak orang-orang yang sedang makan disini. Lalu saat mereka sedang menikmati hidangan mereka masing-masing, tiba-tiba mereka semua menghilang dihisap langit atau ditelan bumi, atau sebagainya. Entahlah.

Aku memasuki dapur café tersebut, membuka-buka freezer dan lemari penyimpanannya. Senyumku mengembang sangat sempurna ketika melihat ber-ember – ember es krim berbagai rasa tersimpan di freezer yang sangat besar itu. Di lemari penyimpanannya pun terdapat banyak bahan-bahan untuk membuat pancake dan juga tersimpan berbagai macam topping untuk dicampurkan ke dalam es krim ataupun pancake.

Experimen dimulai. Aku mulai membuat pancake dengan rasa-rasa yang kusuka dan mencampurkan berbagai macam topping ke berbagai rasa es krim. Memadu-padukan segala macam bahan yang ada. Perutku hampir meledak menampung begitu banyak makanan manis ini.

Saat acara makan besarku selesai, aku mengedarkan pandanganku keseluruh sudut dapur ini. Yatuhan, dapur ini sudah seperti kapal pecah akibat ulahku. Baiklah, aku harus bertanggung jawab. Aku pun mulai membersihkan seluruh sisi dan sudut dapur ini. Diiringi musik yang sengaja kusetel agar menggelegar seluruh café, aku mengepel dan mengelap meja sambil bernyanyi ria. Tak terasa, café ini sudah benar-benar bersih. Aku menghabiskan waktu ± 5 jam didalam café itu. Baiklah, ini sudah terlalu lama. Sebaiknya aku segera keluar.

“Bye café~ Hehehe.” Teriakku sambil melambaikan tangan ke arah café tersebut ketika menjauh menggunakan mobil.

—@—

Sudah berjam-jam aku mengelilingi kota ini, bahkan aku sampai ke luar kota, tapi aku tetap tidak menemukan satu manusia pun, bahkan hewan aku sama sekali tidak melihatnya. Aneh. Perasaan itu pasti selalu aku rasakan. Tapi ini kan permintaanku, tak sepantasnya aku mengeluh atas permintaan yang seharusnya sangat mustahil, tapi terkabulkan.

Akhirnya aku kembali lagi ke kotaku. Saat itu aku berfikiran kalau aku ingin ke taman bermain. Tapi untuk bermain disana sangat mustahil. Siapa yang akan mengendalikan wahana bermainnya? Dan pasti itu akan sangat aneh dan sedikit menyeramkan jika aku bermain sendirian di taman bermain yang sangat luas dan sepi. Sedikit rasa kesepian dan bosan meghampiriku. Tapi kutepis jauh-jauh rasa itu. Aku akan berusaha segembira mungkin untuk menikmati dunia yang hanya dihuni olehku ini.

Aku tak tahu kenapa, tapi aku ingin memberhentikan mobilku disini. Di depan toko buku. Toko buku yang selama ini menjadi tempat kerjaku. Kerja part time-ku. Ya, diantara waktu luang kuliahku, aku bekerja disini. Tapi seluruh uang hasil kerjaku ini selalu saja diambil oleh Hyukjae oppa, kakakku yang kasar dan semena-mena. Oh tuhan, kenapa aku merindukan dia? Apa? Merindukan? Jangan gila Seohyun! Bukankah kau yang ingin dia musnah?

Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam toko yang cukup luas ini. Aroma khas toko buku tercium olehku. Kuhirup dalam-dalam aroma itu, dan kuhembuskan dengan berat. Aku benar-benar merindukan aroma ini. Seminggu lalu, aku minta cuti kepada atasanku untuk menyelesaikan tugas kuliahku. Dan seharusnya, hari ini aku sudah mulai bekerja.

Aku berjalan menuju meja kasir. Tempat dimana biasanya aku menjalan pekerjaanku. Dari meja kasir tersebut, aku mengedarkan pandanganku kesegala arah di toko buku ini. Aku mulai menyusuri semua rak-rak buku tersebut. Melihat bukunya satu-persatu. Tapi seperti ada yang janggal di salah satu rak yang berada di pojok ruangan. Setahuku, selama aku bekerja disini, tidak pernah ada buku tua tebal yang tersimpan disitu.

Aku mengambil buku tua itu dari deretan-deretan buku lainnya. Aku mulai membalik lembar demi lembar kertas yang sudah menguning dan sedikit rapuh itu. Sama sekali tak terdapat tulisan disana. Tapi saat aku membuka lembar tengahnya, terdapat tulisan:

“  ……Kau yang melenyapkan,

Kau juga yang harus mengembalikan……   ”

Hah? Yang benar saja? Buku tua setebal ini, hanya berisikan satu kalimat? Dan, apa maksud dari kalimat ini?

“Itu artinya kau harus mengembalikan semua makhluk yang telah kau musnahkan.” Tiba-tiba ada sebuah suara misterius yang berasal dari belakangku.

“Ehh? WHOAAAA!!!”

–To Be Continue–


87 thoughts on “[Freelance] Disappear #1

  1. Sumpah thor kereeeeeeeeennn bgt ni ff. Beda dr ff yg lain yg tema utamany slalu asmara dan asmara. Suka bgt ma pairing SeoHae, beda aja aurany. Mature Pairing🙂
    Moga aja Seo brsama Hae bs mngembalikn dunia sprt semula dan yg pling pnting merubah sikap manusiany, minimal org2 trdekat Seo^^. Hae itu malaikat ya thor??
    Lnjut ya thor!! Jebbal

    Like

    1. Hahaha xP Author juga bosen sama fanfic yang selalu bercerita tentang percintaan lebay :p *high five*
      Hmmm, semoga aja deh bisa. Hae malaikat bukan yah??
      Okee, thanks udah read+comment😀

      Like

  2. hwaaaaaa….. lanjut thor… aku penasaran>_<
    daebak…🙂
    aigooo… aku gk tau mau ngomong apa lagi…
    update soon yah…😉
    eh…. ini ff seohae kah??
    gk apa2 deh… sesekali Seo selingkuh sama yg lain #dijambak wires
    wkwkwkkkk…. ditunggu kelanjutannya!!!😉😀

    Like

    1. Hahaha xP Iya, sekali-kali author juga mau nyoba pairing yang lain, sekali-kali lah Seo nggak di-couple-in sama suami sahnya (baca: Kyu) xD
      Okeee, gomawo udah RCL😀

      Like

      1. hwaa… author seokyu shiper kah? kkk~
        biarlah Seo selingkuh sesekali sama Donghae… abis Kyu juga udah sering selingkuh (dipair sama Yoona atau Jessica-_-V) gk apa2 kok Seobaby sama si ikan mokpo itu #plakk
        cheonma thor… lanjutannya yg cpt yah *maksa #ditendangauthor ^^V

        Like

        1. Wakaka xP Bukan sih ._. Author nggak terlalu nge-shipper-in (?) SuGen. Cuma sekedar suka buat cast fanfic doang xP.
          Lanjutannya cepet? Sebegitu bagusnya kah? Fanfic amburadul begitu -_-v

          Like

          1. oh gitu yah… wkwkwkkk aku biarpun wires abadi😛 tapi masih doyan selingkuh juga… contohnya dgn merestui(?) pair ff ini *lol*
            ffnya bagus loh thor… bikin penasaran…
            n idenya juga gk pasaran(?) pokoknya bisa bikin penasaran ff ini deh thor.. beneran deh..🙂
            gk amburadul loh thor… wkwkwkkk~ pokoknya update soon yoo…😉

            Like

    1. Wakaka xD Author juga sebenernya nggak bisa ngebayangin sih my beloved monyet berbuat kaya begitu -_-v Tapi sekali-kali gapapalah :p
      Okee, gomawo udah read+comment😀

      Like

  3. AH SERU CHINGU! Apalagi cast.nya bias aku dua duanya -> SeoHae … Yang terakhir itu kalo boleh nebak pasti donghae ya? *sotoy*
    aku tunggu part 2 nya ya🙂 jgn lama lama.. Fighting !!

    Like

  4. HaeSeo!!!!!
    Hahhaha…baru ini bc ff pairing hae oppa sm seonni.
    Lucu juga ya. Hihiii
    Lanjuuuttt thor!
    Jangan lama.
    Klo bisa ada kyu nya tp jgn di pair sm seo.
    Bikin aja dia cemburu apa gitu *halaaah.abaikan*
    Hehheehe
    Daebak ff

    Like

  5. Menarik thor, ceritanya😀 wah unyuk kejem bgt sm adek sendiri-_-
    donghae misterius nih, jgn2 dy bukan manusia ya? Terus org yg ngagetin seo itu hae bukan? Ceritanya bakalan seohae ya thor? Aku sih dukung2 aja, sekali2 gitu.. Hehe
    lanjuut!^^

    Like

    1. Wuahaha xD Iya nih, authornya jahat masa bias sendiri dijadiin kejem kerakternya -_-v Donghae manusia bukan yah?:/ Okee, gomawo udah read+comment😀

      Like

  6. SeoHae…jarang banget nemuin mereka di ff..ternyata masih ada TT_TT#plaklebay
    Daebak Thor! lanjutannya jangan lama2 ya

    Like

  7. crita.nya bikin penasaran..
    d tnggu lanjutan.ny ya…
    ehm.. keren juga seohyun selingkuh sama donghae..
    hehehe…🙂

    Like

  8. wuah critana bnr2 menarik ^^
    imajinasi na bnr2 keren dan bhsa yg diambil pun mdh diresapi wkwkwk

    good job thor ^^
    dtnggu part 2.na ^^

    Like

  9. Waaa feelingnya dapet chingu aku coba ngerasain gimana rasanya di posisi seo alhasil merinding sndiri,daebak chingu,keep writing ditinggu lanjutannya,omo sifanyku menghilang,aku pun menghilang *CLING*eh

    Like

  10. Waww fantastic idenya cemerlang. . .
    Suka bngt sumpah ma alurnya yg beda, update cpt donk penasaran?
    Gmn yah klo q hidup sendirian dibumi ini, ah bayangin ne crt aj dh bikin q merinding.:)
    lanjuttt. . . . .

    Like

  11. FF nya ada sedikit fantasynya juga nie…..
    Pertana-tama aku kira FF nya cerita ttg orang yg lagi kasmaran atau berhubungan dgn asmara-asmara gitu deh…….
    Tapi waktu bacanya rupanya 100% aku SALAH

    Oh ya…..Hae sebenarnya siapa sih? Hae Tuhan ya…?
    Suara misterius dari belakang Seohyun itu Donghae yaa?
    Wah berarti ni aku sebagai wires harus berpindah dulu ya dari Kyu ke Hae…ahahahahah xD
    Penasaran deh akunya….

    Disini SiFany jadi ortunya si Seo ya? tapi kok mereka berantam sih? Sedih deh kalau SiFany berantam sampai banting-banting benda segala…..Siwon juga alasannya itu aja terus,, seharusnya si Siwon mengerti dong perasaan Tiffany….namanya juga manusia pasti mentalnya selalu diuji apalagi dalam hal percintaan….
    Harusnya SiFany malu dong masa jadi ortu yg sdh tua pun masih bertingkah laku seperti anak kecil,,,anak kecil aja lebih pintar kalau dilarang berantam…..
    Kalau kayak gini kan rumah tangga mereka bisa hancur dong……dan selama ini yang mereka lakukan sia-sia dong?
    Maaf ya thor banyak banget omelan readers yang satu ini……abisnya kalau yang berhubungan dgn Tiffany pasti banyak banget yg keluar dr mulut dan pikiran ku….hehehhehehehe

    Eunhyuk pun sebagai seorang kakak seharusnya memberi contoh yang baik terhadap adiknya…aku tahu kenapa eunhyuk seperti itu karena orangtuanya kan author?
    Kasihan banget keluarga ini…..kenapa tak bisa bicarain secara baik-baik ya?
    Yang paling kasihan itu Seohyun……anak yang malang…hahahhahahaha

    Tapi sebenarnya ada enaknya ada juga tak enaknya jika sendirian di dunia ini….
    Tapi yang paling banyak itu tak enaknya…..

    Oh ya……area tempat tinggal Seohyun dan keluarganya itu tidak cocok dengan KorSel….
    Menurut aku lebih cocok di Amerika sana….
    Kayak yg di film Batman itu lho……atau tempat yang kayak di film Home Alone 2

    Wah…..banyak banget ya comment aku….
    Hehehehehe……

    Sukses buat author…..
    Jangan lama-lama ya publishnya…
    Readersnya dah pada nungguin ni…..

    Like

    1. Aduh itu baru sadar komennya yang muncul cuma segitu, padahal aku balesnya panjang loh ‘-‘

      Wuahahahaha kamu komennya panjang bangettt, aku suka nih yang komennya kaya gini xD

      Haha iya, aku bosen lagian sama jalan cerita ff yang selaluuuu tentang percintaan :p

      Hae tuhan bukan yahhhh? Kkkkk atuh masa dia jadi tuhan -_-”

      Ahahaha jiwa wiresnya sedang padam xP

      Whwhwhw tau tuh SiFanny jadi orang tua nggak bener bgt -,-

      Eunhyuk jadi kaya gitu yah bisa jadi begitu apa yg kamu bilang wkwkwk

      Iyasih, lebih cocok di daerah Eropa setting tempatnya ‘-‘

      Hahahahaha pokoknya makasih yah saran & kritikannya *smoocccchhhh ‘3’

      Like

  12. annyeong aku reader baru disini…
    Wahh…akhirnya nemu ff seohae lgi, snengnya.. Kayaknya bkal seru nih, semua orng hlang dlm semalam. Hae oppa itu malaikat ya? Kok bsa baca pikiran Seo sih.. Nice ff chingu.. Part slanjutnya sdah d update kah???

    Like

    1. Hey, malaikat bukan yahhh:/
      Hahaha, liat aja nantinya xD part 2nya sih udah di wp pribadiku hehe
      Thanks udah read + comment😀

      Like

  13. Lanjutan nya mana ? Masih blum ada ya ? Padahal aku suka banget loh ff ini aku udh tungguin ff ini 1 tahun tapi belum ada juga cepet ya thor buat nya jangan lama lama

    Like

  14. Author sumpah gue nungguin ini FF update lagi dari kapan tau sumpah. Ayoo thoorrr update lagi, atau ga mending author share FF ini di Wattpad biar gampang kao mau update, nanti aku bikinin deh akun Wattpad nya/?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s