[Freelance] Love Rainbow


Love rainbow

author : Elfishysparkyu [@HunLee90]

cast : Krystal Jung, Oh Sehun, Kim Myungsoo, Son Naeun

other cast : Kang Jiyoung, Choi Sulli, Bae Suzy

genre : romance

rating : PG 13
Love rainbow

Cinta adalah pelangi.

Kerinduan adalah warnanya.

Cintaku adalah kau.

Merindumu adalah warnaku.

“Jung Soojung, saranghae.”

Teriakan riuh langsung membahana di seluruh penjuru kelas. Perhatian berpusat pada sosok namja di depan sana yang baru saja mengatakan cintanya tapi kemudian berlalu begitu saja dengan santainya menuju bangkunya dipojok belakang.

Krystal lekas menenggelamkan kepalanya di atas meja. Ini sungguh memalukan. Sehun, teman sekelasnya itu selalu saja berulah mencari gara-gara dengannya. Entah yang dilakukannya tadi itu sungguhan atau memang sengaja mengerjainya, tetap saja Krystal merasa ketenangannya terusik.

“Kau tidak apa-apa Soojung?” Sulli menepuk pundak Krystal pelan, memastikan kalau teman sebangkunya itu baik-baik saja.

Begitupun Suzy dan Jiyoung yang duduk didepannya, mereka sahabat-sahabat Krystal tentu saja ikut khawatir.

“Entahlah, lama-lama aku bisa gila.” desis Krystal frustasi.

“Jangan pedulikan, nanti Sehun pasti akan bosan sendiri.” usul Jiyoung.

“Sampai kapan? Sejak kelas satu sampai sekarang dia terus saja menggangguku.” sekilas Krystal menengok ke belakang, tempat Sehun berada. Tapi saat namja itu sadar dan tersenyum manis padanya, buru-buru Krystal memalingkan wajahnya. “Bahkan saat aku berpacaran dengan Myungsoo oppa, dia tetap tidak peduli.” lanjutnya.

“Harusnya kau tunjukkan pada Sehun kalau kau milik Myungsoo oppa.” imbuh Suzy.

“Aku bahkan tidak tahu bagaimana hubunganku dengan Myungsoo oppa saat ini.” desah Krystal lemah.

“Kalian putus?”

Krystal menggeleng. “Tidak, hanya digantung dalam ketidakjelasan. Ada gadis lain yang masuk dalam kehidupannya.”

“Soojung…” desah Sulli, lagi-lagi ia menepuk-nepuk pundak Krystal berusaha menghibur.

“Aku tidak apa-apa. Aku akan segera menyelesaikan semuanya.” Krystal tersenyum lalu menatap bergantian temannya satu persatu.

“Dan soal Sehun, biar kami yang menyelesaikannya.” imbuh Jiyoung.

Suzy dan Sulli sejenak saling pandang. Kami? Mereka bahkan tidak tahu apa rencana Jiyoung.

“Mau kalian apakan dia?” tanya Krystal penasaran.

Jiyoung justru hanya tersenyum misterius. “Nanti kau juga akan mengerti. Yang jelas jangan terlalu membencinya, karena bisa jadi suatu saat kau akan berbalik mencintainya.”

“Jiyoung, itu tidak mungkin.” pekik Krystal bersungut-sungut.

“Dan juga jangan mencintai seseorang secara berlebihan karena bisa jadi kau akan berbalik membencinya.” lanjut Jiyoung serius.

“Yah Kang Jiyoung, kenapa kata-katamu menyeramkan sekali.” kini Suzy yang memekik ricuh.

“Hahaha, aku hanya berandai-andai pada Soojung.” tawa Jiyoung nyaring.

“Tapi kami bergidik mendengarnya. Kau seperti Kang Jiyoung yang kemasukan arwah dewi cinta.” Sulli juga menanggapinya dengan bercanda.

Sementara Krystal terus terdiam dalam pemikirannya sendiri. Bukan terpengaruh omongan Jiyoung tadi. Tapi karena hal lain yang jauh lebih penting, Kim Myungsoo.

* * * * *

Cinta seperti pelangi.

Adakalanya…

Terlalu nyata untuk dirasa.

Terlalu semu untuk direngkuh.

Sehun tetap terdiam dalam persembunyiannya. Bertahan dalam bisu berusaha tidak mengeluarkan suara sekecil apapun.

Mengintai mungkin adalah hal terkonyol yang pernah ia lakukan dalam hidupnya. Tapi jika ini menyangkut Krystal, ia akan dengan senang hati melakukannya.

Aura yang melingkupi tiga orang itu begitu dingin. Krystal, Myungsoo, dan Naeun yang sedang terlibat pembicaraan serius. Tapi perhatian Sehun hanya tertuju pada Krystal. Raut gadis itu terlihat begitu hampa dan menyedihkan.

“Saat aku mencintaimu tapi kau mencintainya, itu rasanya sakit sekali Myungsoo oppa.” gumam Krystal lirih. “Tapi jika ini sudah menjadi keputusanmu, aku bisa apa?”

“Mianhae Soojung.” ucap Myungsoo pelan. “Maaf kalau tanpa sengaja aku menyakitimu.”

Krystal menggeleng miris. “Aku merasa ini sangat tidak adil bagiku. Aku merasa aku dikhianati. Rasa sakitnya tidak semudah itu terhapuskan hanya dengan kata maaf.”

“Jung Soojung, cinta itu bisa berpaling.” ucap Naeun lantang.

Membuat Krystal seketika menatapnya tajam. Son Naeun, gadis entah berantah yang tiba-tiba merenggut segala kebahagiaannya. Sepertinya pantas kalau Krystal menyebutnya gadis perebut. Gadis yang membuat Myungsoo berpaling darinya. Dan ucapan Naeun tadi? Aish, ingin sekali Krystal menamparnya kalau tidak ingat itu akan membuatnya buruk di mata Myungsoo.

Krystal hanya mampu menghembuskan nafasnya kasar. “Yah kau benar, cinta memang bisa berpaling. Bisa jadi suatu saat Myungsoo oppa berpaling darimu. Atau justru kau yang berpaling dan menjadi pengkhianat.”

“Kau..” geram Naeun, kalau tidak ditahan Myungsoo mungkin amarahnya sudah pasti meledak.

Tapi kali ini Myungsoo cukup sadar kalau ia berada dalam posisi yang salah.

“Permisi Soojung.” pamitnya menggelandang Naeun pergi.

Meninggalkan Krystal yang masih mematung menahan gemuruh dadanya. Nafasnya memburu naik turun menahan marah. Hingga satu buliran bening perlahan mengalir damai dari pelupuk matanya. Ia pun tidak menyadari sejak tadi ada yang memperhatikannya tak kalah nanar.
Sehun, entah kenapa ia ikut sakit melihat Krystal kacau seperti itu.

* * * * *

Cinta itu pelangi.

Keindahannya kadang memupus harapan.

Cinta itu pelangi.

Warnanya terkadang menyakitkan.

“Yah, Oh Sehun. Berhenti mengikutiku.” sentak Krystal tiba-tiba. Ia menoleh tajam pada Sehun yang sejak tadi terus melangkah tak jauh dibelakangnya.

Sehun sekilas tersenyum samar. “Siapa yang mengikutimu? Ini jalanan umum Soojung.” jawabnya santai.

Membuat Krystal semakin geram saja. Suasana hatinya sedang tidak baik. Jadi jangan salahkan kalau akhirnya Sehun yang jadi pelampiasan kemarahannya.

“Iya baiklah, aku duluan.” ucap Sehun mengalah. Masih dengan kedua tangan masuk dalam saku celana ia melangkah melewati Krystal.

Butuh beberapa waktu sampai jarak Sehun agak jauh di depan sana baru Krystal kembali menapakkan kakinya.

Kentara sekali kalau ia tengah menarik ulur langkahnya. Saat Sehun berjalan cepat, ia berjalan biasa saja. Tapi saat Sehun sengaja memperlambat langkahnya, ia juga terpaksa berjalan lambat seperti kura-kura. Menyebalkan.

“Yah, Jung Soojung. Kenapa sekarang kau yang mengikutiku?” balas Sehun persis seperti yang dilakukan Krystal padanya tadi.

Langkah Krystal seketika terhenti. Ia terdiam kelu. Sepertinya tadi ia salah taktik. Harus jawab apa ia sekarang?

Yang mampu ia lakukan hanya mengepalkan tangannya kuat-kuat. “Kenapa kau terus menggangguku? Kenapa kau selalu membuat hidupku tidak tenang? Aku salah apa padamu? Apa kau tahu? Aku sangat membencimu Oh Sehun.” bentaknya sengit.

Namun yang terjadi sungguh diluar dugaan. Sehun justru melangkah mendekat dan menatapnya lembut.

“Kau boleh melampiaskan marahmu padaku Soojung. Tapi setelah itu kau harus tersenyum. Myungsoo, Naeun, mereka tidak pantas mendapatkan tetesan air matamu.”

Refleks Krystal tercengang memandang Sehun. Ia tahu?

“Kau tidak perlu tahu aku tahu darimana.” ucap Sehun seakan membaca pikiran Krystal. “Apa kau hanya akan diam? Apa kau akan membiarkan Myungsoo dan Naeun bahagia diatas tangisanmu? Apa kau tidak berpikir untuk berbuat sesuatu?”

“Kau ini bicara apa?” elak Krystal.

“Kau bisa memasukkan aku dalam rencanamu Soojung.”

Krystal terdiam. Rencana apa? Ia bahkan tidak punya rencana apapun.

“Hubungi aku kalau kau berubah pikiran.” tutup Sehun. Kali ini ia benar melangkah pergi.

Dan Krystal terus memandang punggung Sehun yang kian menjauh. Merencanakan sesuatu? Itu bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

* * * * *

“Soojung..” pagi itu berbondong-bondong Sulli, Suzy, dan Jiyoung mencegat Krystal di pintu gerbang sekolah.

Krystal lekas tersenyum kecil disambut seperti itu. Ia tentu tidak mau membuat teman-temannya khawatir.

“Aku tidak apa-apa. Ayo kita ke kelas.” ajaknya sebelum sahabat-sahabatnya itu bertanya macam-macam. “Apa Sehun sudah datang?”

“Mwo? Untuk apa kau menanyakan Sehun?” bingung Sulli.

“Aku ada urusan dengannya.”

“Urusan apa? Apa putus dari Myungsoo oppa membuatmu berpaling pada Sehun?” tanya Suzy hati-hati, takut salah dengan ucapannya.

“Aniyo..” elak Krystal.

“Apa kau merencanakan sesuatu?” tebak Jiyoung.

Krystal mengernyitkan alisnya. Bagaimana Jiyoung bisa tahu?

“Benarkan tebakanku?” lanjut Jiyoung lagi.

Kali ini Krystal mengangguk. “Sedang dalam tahap penyusunan rencana.” ucapnya sok misterius.

“Tunggu.” potong Suzy cepat. “Rencana untuk Myungsoo oppa dan Naeun? Lalu apa hubungannya dengan Sehun?”

“Aku butuh orang menyebalkan seperti Sehun. Meskipun sampai saat ini aku juga belum tahu rencananya seperti apa. Sejujurnya hatiku masih sakit sekali tapi aku akan berusaha bangkit.”

“Ingatlah bahwa masih ada kami. Kami pasti akan mendukung apapun yang kau lakukan.” sahut Sulli.

“Ne, gomawo.” angguk Krystal, buru-buru ia mempercepat langkahnya saat matanya menangkap keberadaan Sehun.

“Apa kau yakin ini akan berhasil?” bisik Suzy.

Jiyoung mengangguk sambil sekilas menatap Krystal yang sudah agak jauh. “Aku percaya Sehun bisa mengambil hatinya.”

“Ah membingungkan, rencana dibalik rencana.” desah Sulli.

Jiyoung lekas merangkul pundaknya. “Tenanglah, Soojung akan baik-baik saja.”

* * * * *

“Kau sudah masuk dalam permainan ini. Jadi kau tidak boleh berubah pikiran.” tegas Krystal. Ia menyeruput orange jus miliknya sedikit menyegarkan tenggorokan dan otaknya yang terasa panas.

Disampingnya Sehun justru tengah asyik memainkan PSP miliknya. “Aku akan mengikuti permainan ini sampai akhir.” jawabnya.

“Lalu apa untungnya bagimu?”

“Tidak ada. Melihat kau tersenyum lagi itu sudah cukup bagiku.”

Sedikit risih Krystal dengan ucapan Sehun barusan. Buru-buru ia merebut PSP dari tangan namja itu. “Kalau begitu cepat kau rebut Naeun dari Myungsoo oppa.” suruhnya.

“Mwo?”

“Aku yakin yeoja macam Naeun pasti mudah berpaling. Kalau Naeun tergoda padamu, Myungsoo oppa bisa kembali padaku.”

“Picik sekali, aku tidak mau.” tolak Sehun.

“Lalu harus bagaimana?”

“Tunjukkan kalau kau baik-baik saja putus dari Myungsoo. Buat dia menyesal telah memutuskanmu. Itu baru benar.”

“Tapi aku tidak baik-baik saja.” desah Krystal. Sakit di hatinya ini mana bisa disebut baik-baik saja.

“Setidaknya kau bisa berpura-pura kan? Berpura-puralah kau baik-baik saja.”

“Aku tidak bisa.”

“Bisa.”

“Tidak bisa.” Krystal tetap ngotot dengan pendiriannya.

“Harus bisa.” sahut Sehun tak mau kalah.

“Saat orang yang kau cintai memilih orang lain itu rasanya sakit sekali. Hanya orang yang punya hati yang bisa mengerti perasaanku.”

Sehun mengekeh pelan. “Jadi menurutmu aku tidak punya hati?”

“Ne, kurasa hatimu sudah membeku.” jawab Krystal asal.

Dan itu justru membuat Sehun tertawa lepas. “Yah kau benar. Hatiku sudah tenggelam dan membeku di dasar atlantik.” ucapnya masih terus terbahak.

“Sehun, aku serius.”

“Aku juga serius, Soojung.” tapi kekehan Sehun justru menunjukkan kebalikannya.

“Baiklah, lupakan rencana bodoh kita itu. Sampai kapanpun kau memang orang paling menyebalkan sedunia.” umpat Krystal kesal.

Sepertinya berurusan dengan Sehun adalah sebuah kesalahan besar. Baru awalnya saja sudah berhasil membuat darahnya mendidih seperti ini.

* * * * *

“Aku belajar tersenyum saat orang yang kusayangi menyayangi orang lain. Aku belajar tersenyum saat orang yang kusayangi menyayangi orang lain.” berulang-ulang Krystal mengucapkan kalimat ini. Seakan itu adalah mantra mujarab yang mampu menyembuhkan luka hatinya.

“Jangan hanya diucapkan tapi diterapkan dalam hati.” perintah Sehun.

Krystal mengangguk. Ia terpaksa harus kembali pada rencananya dan Sehun karena tadi pagi melihat Myungsoo dan Naeun bermesraan. Dan ia tidak mungkin tinggal diam akan hal itu.

“Apa kau sudah siap?”

“Siap? Siap apa?” tanya Krystal terbata.

“Menemui Myungsoo dan Naeun.”

“Mwo? Untuk apa?”

“Ini baru permulaan Soojung. Ayo..” ajak Sehun paksa. Ia menarik tangan Krystal begitu saja tak peduli gadis itu terus berteriak protes.

“Aku tidak mau menemui mereka.” pekik Krystal berontak.

Apa Sehun sudah gila? Menemui Myungsoo dan Naeun sama saja menambah luka hatinya.
Tapi ia bisa apa? Sehun sangat serius dengan ucapannya.

“Terserah kau mau mengatakan apa pada mereka. Asal jangan memelas dan terlihat menyedihkan. Sedikitpun kau tidak boleh terlihat lemah. Kalau perlu berikan senyummu yang paling menyebalkan pada Naeun.”

Mendengar perintah Sehun itu Krystal hanya mampu mengangguk-angguk meski ia tidak yakin bisa melakukannya.

“Senyum Soojung, senyum.” suruh Sehun sekali lagi saat Myungsoo dan Naeun sudah berada di depan mata.

Terlihat jelas kalau Myungsoo ataupun Naeun sedikit heran akan kedatangan mereka. Raut mereka begitu datar dengan ekspresi yang sulit terbaca.

“Annyeong sunbae.” sapa Sehun basa-basi.

Ya Tuhan, haruskah Sehun sesopan itu? Jika tidak dalam situasi seperti ini, tentu Krystal sudah menertawainya habis-habisan.

“Soojung ingin mengatakan sesuatu.” lanjut Sehun saat Myungsoo semakin menatapnya bingung.

Mengatakan sesuatu? Heh? Mengatakan apa? Krystal bahkan belum memikirkannya sama sekali. Ia bingung, ia terlalu linglung, alhasil yang dilakukannya hanya terus menunduk bersembunyi di balik punggung Sehun.

“Kau ingin bicara apa?” tanya Myungsoo lembut.

“A.. Aku… Aku hanya ingin bilang semoga hubungan kalian langgeng.” dalam hati Krystal merutuki dirinya sendiri. Apa yang baru diucapkannya tadi? Ia bahkan tak peduli Sehun tengah meliriknya tajam. Iya, ia memang bodoh di depan Myungsoo. Mau bagaimana lagi? Pesona Myungsoo masih saja menghipnotisnya.

Tapi pada Naeun, Krystal bisa bersikap lain. Ia berganti menatap Naeun dengan pandangan sinis.

“Semoga kau bahagia Son Naeun.” ucapnya lantang dengan senyumnya yang merekah lebar. “Aku juga akan bahagia bersama Sehun.” pamernya. Entah apa maksudnya ia lekas menggandeng lengan Sehun dan menariknya pergi.

Setelah agak jauh buru-buru ia menghempas kasar genggaman tangannya pada Sehun. Ia sedang kesal pada dirinya sendiri. Kesal karena bertingkah memalukan di depan Myungsoo. Ia pun tak peduli kalau setelah ini Sehun akan mengomelinya karena sikapnya tadi.

Tapi kenapa Sehun justru hanya terdiam? Krystal terus memperhatikannya bingung. Bukan seperti Sehun yang biasanya.

Ah iya, apa karena kalimat terakhirnya pada Naeun tadi? Akan bahagia bersama Sehun? Perkataan macam apa itu? Kebodohan apalagi yang kau buat Jung Soojung? Krystal menggigit bibir bawahnya sendiri frustasi.

Cepat ia menghampiri Sehun. “Lupakan yang kukatakan pada Naeun tadi. Aku hanya asal bicara. Itu tidak berarti apa-apa.” tegasnya.

Sehun hanya mengangguk dengan senyumnya yang sulit diartikan.

“Sehun, kau tidak boleh salah sangka padaku.” pekik Krystal, entah kenapa ia tetap ricuh sendiri.

“Aku tidak salah sangka padamu.” ucap Sehun pelan. Ia justru menyumpalkan headset pada kedua telinganya kemudian melangkah pergi.

“Heh, jangan kau pikir aku menyukaimu yah.” teriak Krystal.

Dan hanya dibalas lambaian tangan Sehun tanpa menoleh sedikitpun. Ish, dasar menyebalkan.

* * * * *

Cinta adalah lukisan pena Tuhan dalam setiap hati insan yang bernyawa.

Karena cinta adalah pelangi.

“Apa menurutmu Naeun cantik?” tanya Krystal ragu. Ia hanya ingin tahu dari sudut pandang seorang namja meski namja itu adalah Sehun yang entahlah Krystal sendiri bingung menilainya.

“Kau jauh lebih cantik.”

“Jangan menggodaku Sehun.” sentak Krystal tajam.

“Siapa yang menggodamu?” Sehun heran sendiri. “Aku hanya menjawab pertanyaanmu tadi nona Jung.”

“Kau kan bisa menjawab dengan iya atau tidak, tidak perlu memakai kalimat lain.”

“Hmm, baiklah.”

“Apa Naeun cantik?” ulang Krystal lagi.

“Iya.”

Krystal seketika merengut masam. “Kau dan Myungsoo oppa sama saja.” gerutunya.

“Salah lagi? Naeun itu yeoja kan? Masa aku bilang dia tampan?”

“Sudahlah, aku malas bicara denganmu.”

“Aku juga malas bicara pada gadis patah hati yang sedang sensitif.”

“Sehun..” lama-lama Krystal gregetan sendiri.

“Wae?” dan Sehun juga semakin sengaja mengerjainya.

“Sudahlah, lupakan. Mungkin aku memang sedang sensitif. Putus dari Myungsoo oppa memang membuat pikiranku berantakan.”

“Andai aku jadi Myungsoo, aku pasti tidak akan menyia-nyiakanmu.” lanjut Sehun pelan.

“Sayangnya kau bukan dia.”

“Aku bisa menggantikannya kalau kau mau.”

“Kau sedang mengerjaiku kan? Kau tidak sungguh-sungguh menyukaiku kan?” tanya Krystal beruntun.

Sehun mengulum senyumnya. “Menurutmu?”

Krystal hanya terdiam, ia lekas mengalihkan pandangannya saat Sehun terus menatapnya lekat. Kenapa rasanya jadi canggung seperti ini?

“Jangan salahkan aku kalau pada akhirnya aku benar merebut hatimu Soojung.”

Dan kenapa Krystal justru gusar sendiri dengan ucapan Sehun itu? Kenapa ia tiba-tiba takut? Takut kalau omongan Sehun terbukti. Yah, itu tidak mungkin kan???

* * * * *

Cinta itu pelangi.

Datang dan pergi secara diam-diam.

Cinta itu pelangi.

Perlahan memudar, samar-samar dan berganti rupa.

“Aku sudah memikirkannya semalaman. Bagaimana kalau kita pura-pura pacaran?”

Ucapan Krystal itu hampir saja membuat Sehun tersedak lemon tea dingin yang baru diminumnya. Ada apa dengan gadis ini?

“Aku ingin membuat Myungsoo oppa cemburu.”

Sehun berdecak kecil. “Yakin dia akan cemburu?”

“Tentu saja, pasti dihatinya masih tersisa sedikit perasaan untukku.” yakin Krystal, sebenarnya lebih untuk menghibur dirinya sendiri.

“Kurasa dia sudah tidak peduli padamu.”

“Aku akan membuatnya kembali peduli padaku.” tegas Krystal.

“Baiklah, terserah kau saja. Kita mulai darimana?”

“Dari sini.” desis Krystal getir. Matanya menangkap Myungsoo dan Naeun tengah bergandengan mesra memasuki kantin tempat ia berada saat ini.

Tapi yang terjadi apa, Krystal justru hanya membatu saat mereka lewat di sampingnya lalu duduk tak jauh dari mejanya.

“Soojung..” panggil Sehun, berharap gadis itu tersadar dari kebekuannya.

Benar, Krystal lekas mengerjap. “Ayo kita pergi, tiba-tiba aku sudah kenyang.” serunya lantang. Sejenak ia melirik sinis ke arah Naeun lalu mulai menggandeng Sehun pergi.

Tapi masih sempat ia lebih dulu menangkap Myungsoo yang tengah tersenyum tipis. Senyum itu bukan senyuman yang selama ini membuatnya terpesona. Tapi lebih ke sebuah senyuman mengejek.

“Aku heran denganmu Soojung. Tadi semangatmu begitu menggebu-gebu, tapi sedetik kemudian kau seperti orang kehilangan harapan.” decak Sehun melihat gadis disampingnya yang hanya terduduk kaku.

“Boleh pinjam pundakmu?” gumam Krystal pelan.

Heh? Belum sempat Sehun menjawab, Krystal sudah menaruh kepalanya di pundak namja itu. Tentu saja membuat Sehun seketika terdiam kelu.

“Sehun, buat aku jatuh cinta padamu.”

“Mwo?”

“Kau tidak mau? Ya sudah.”

Sehun terus tercengang sambil berdecak kecil. Gadis itu benar-benar telah berhasil membuat hatinya jungkir balik.

“Soojung, kenapa kau terus berubah-ubah seperti bunglon?”

Krystal lantas menarik kembali kepalanya lalu melirik sinis. “Aku berubah pikiran. Tadinya aku berniat memberimu kesempatan. Siapa tahu aku benar berpaling padamu dan melupakan Myungsoo oppa. Tapi karena kau mengatai aku bunglon, aku berubah pikiran.”

“Astaga, Jung Soojung rupanya kau benar-benar gadis bunglon.”

“Kalau aku bunglon, lalu kau apa? Siluman cicak?” balas Krystal ngawur.

“Iya terserah apa katamu. Tunggu saja, aku benar akan membuatmu jatuh cinta padaku.” ancam Sehun.

“Aku tidak takut.”

“Kau menantangku?” segera Sehun mendekatkan tubuhnya ke arah Krystal dan menyeringai tajam. Membuat yeoja itu tersudut di ujung bangku taman dengan bulu kuduk yang sedikit merinding.

“Kau mau apa? Berani macam-macam padaku aku akan berteriak.” rupanya Krystal mulai ketakutan dan mulai ricuh sendiri. “Sehun, ini di sekolah. Banyak orang, kau mau apa?” pekiknya.

“Aku hanya ingin mengambil daun ini.” jawab Sehun santai kemudian tertawa lepas. Ia memang meraih selembar daun mapple yang baru jatuh tak jauh dari Krystal.

Entah apa maksudnya. Yang jelas tindakan Sehun itu sukses membuat jantung Krystal berdetak-detak tak karuan.

Sejenak Sehun mengambil pulpen dari saku kemeja seragamnya. Menulis sesuatu pada daun mapple lalu menyerahkannya pada Krystal.

“Untukmu.” ia pun lalu memilih melenggang pergi.

Sedikit heran Krystal menerimanya. Daun mapple itu bertuliskan. “Teruslah tersenyum. Jung Soojung, saranghae.”

Dan tanpa sadar Krystal menarik kedua ujung bibirnya hingga melengkung tipis, manis sekali.

* * * * *

“Kenapa kalian terus melihatku seperti itu?” pekik Krystal risih.

Sulli, Suzy, dan Jiyoung terus memandanginya dengan tatapan aneh dan penuh selidik.

“Kau tidak mau cerita sesuatu pada kami?” Sulli terus menyenggol-nyenggol bahunya.

“Cerita apa?”

“Apa perlu kami bertanya pada Sehun?” imbuh Jiyoung.

Dan Krystal tampaknya mulai mengerti arah pembicaraan ini.

“Kami hanya pacaran pura-pura.” desahnya.

“Kenapa harus pura-pura? Kenapa tidak sungguhan saja? Siapa tahu bisa membuatmu melupakan Myungsoo oppa. Kata orang menyembuhkan luka hati itu adalah dengan jatuh cinta lagi.” ujar Suzy panjang lebar.

“Sebenarnya aku juga sempat berpikiran begitu tapi…..” agak ragu Krystal dengan perkataannya.

“Tapi???” ucap Sulli, Suzy, dan Jiyoung nyaris bersamaan.

“Sudah sudah, orangnya datang.” dan Krystal tiba-tiba langsung meraih pulpen lalu pura-pura menulis dibukunya saat melihat kedatangan Sehun.

Dan itu tentu saja menghadirkan gelak tawa diantara teman-temannya.

“Hai Sehun.” sapa Sulli, Suzy, dan Jiyoung serempak. Entah apa maksudnya.
Yah, Krystal tahu kalau mereka sengaja.

Sehun hanya tersenyum kecil, sedikit aneh ia dapati Krystal yang tampak sibuk sendiri.

“Kau menulis apa?” herannya melirik buku Krystal yang hanya berisi coretan-coretan tidak jelas.

Lekas Krystal menutup bukunya. “Cepat sana ke bangkumu. Bel sudah berbunyi, songsaemin segera datang.” perintahnya.

Tapi Sehun justru masih ditempatnya sambil mengernyit bingung.

“Sana Sehun, sana kembali ke tempatmu.” suruh Krystal lagi.

“Iya baiklah, nanti kita bertemu sepulang sekolah.”

Krystal mengangguk. Membiarkan Sehun berlalu ke bangkunya dan ia tetap mematung. Sejenak menunduk lalu mengulum senyumnya. Ada apa dengannya? Kenapa ia bertingkah seaneh ini?

Ia bahkan tak peduli pada sahabat-sahabatnya yang terus tertawa cekikikan.

* * * * *

Cinta adalah pelangi.

Setia berkawan hujan dan mentari.

Seperti luka dan sakitku.

Akan ada pelangi bahagiaku.

“Aku benci hujan.” desah Krystal pelan. Ia memandang melalui jendela tumpahan air dari langit yang semakin derasnya.

“Tapi aku suka hujan.” sahut Sehun. Terlebih karena kali ini hujan lah yang mengurungnya dalam kelas berdua dengan Krystal.

Tiba-tiba Krystal berdecak akan penglihatannya. “Mereka keluar.” desisnya.

Tentu yang ia maksud adalah Myungsoo dan Naeun yang mereka intai sejak tadi. Dua orang itu tampak keluar dari kelasnya. Entah apa yang sejak tadi mereka lakukan mendekam berdua dalam kelas hingga harus pulang terlambat.

“Huh, seperti drama saja.” cela Krystal. Saat melihat Myungsoo dan Naeun berlarian menerobos hujan berdua itu sungguh membuatnya muak.

“Sudah, jangan dilihat.” pinta Sehun. Karena ia tahu Myungsoo dan Naeun akan melakukan hal yang membuat Krystal semakin sakit hatinya.

Yah, Myungsoo dan Naeun perlahan berciuman di bawah hujan di tengah lapangan sekolah yang tampak sepi.

Tapi Krystal sudah terlanjur melihatnya. Ia terus terpaku menatap nanar pemandangan menyakitkan itu.

“Sudah kubilang jangan lihat.” perlahan Sehun sengaja menutup mata Krystal dengan tangannya. Ia tidak tahan melihat raut yeoja itu yang tampak kosong dan hampa.

Krystal menurut saja. Kini ia hanya mampu terduduk semakin nanar. Ingin menangis tapi entah kenapa tidak ada setetes airmatanya pun yang keluar.
Dan dalam diam ia justru berhambur memeluk Sehun.

Sedikit ragu Sehun pun balas merengkuh gadis itu dan mendekapnya erat.

Hangat, nyaman, itulah yang Krystal rasakan. Berada dalam pelukan Sehun setidaknya mampu membuat sesak di dadanya perlahan mereda.

“Sudah jangan dipikirkan.” agak ragu Sehun merangkul pundak Krystal yang mulai melangkah tertatih keluar kelas.

Hujan telah reda dan berganti dengan mentari yang mulai menyeruak samar-samar.

“Soojung, lihatlah.” tunjuk Sehun.

Krystal mendongak sekilas, pelangi. “Cantik.” bisiknya singkat.

“Waktu kecil aku juga benci hujan. Tapi setelah melihat pelangi aku jadi suka hujan. Pelangi yang indah itu hanya akan muncul setelah hujan. Seperti perasaan manusia, setelah kesedihan pasti akan ada kebahagiaan.” gumam Sehun pelan. Ia masih menatap takjub pelangi yang terus melenakan matanya.

Tanpa sadar disampingnya Krystal justru tengah menatapnya lekat. Mulai ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan.

* * * * *

Berkali-kali Krystal mengerjapkan matanya. Belum percaya dengan apa yang ia lihat. Sehun bersama Naeun? Heh? Apa matanya sudah rabun? Sehun memboncengkan Naeun dengan motornya ke sekolah. Astaga, apa dunia sudah mau kiamat??
Bahkan saat melewatinya Sehun sama sekali tidak menyapa.

“Apa-apaan ini?” Krystal ricuh sendiri.

Sehun kenapa? Buru-buru ia mengejar namja itu sampai ke kelas.

“Apa yang terjadi?” cecarnya.

Sehun hanya menatapnya datar. “Wae?”

“Son Naeun.” bentak Krystal sengit.

“Seperti rencana awal kan.” jawab Sehun santai.

“Rencana awal apa?” tiba-tiba Krystal teringat sesuatu. Rencana awal? Rebut Naeun dari Myungsoo? Hah? Apa Sehun benar akan melakukannya?

“Seperti yang kau inginkan.” lanjut Sehun lagi.

“Andwaeeee…” teriak Krystal heboh. “Kau tidak boleh melakukannya.”

“Kenapa?”

“Tidak boleh, tidak boleh, pokoknya kau tidak boleh mendekati Naeun.”

“Bukankah harusnya kau senang? Ini kesempatanmu mendapatkan Myungsoo lagi.”

Krystal cepat-cepat menggeleng. “Aku berubah pikiran.”

“Kau ini.” decak Sehun.

“Iya, aku adalah gadis bunglon yang selalu berubah pikiran.” sambar Krystal sebelum Sehun mengatainya lebih dulu.

“Kenapa? Apa kau sudah menyerah?”

“Anggap saja begitu. Aku sudah kalah jadi aku akan melepaskan Myungsoo oppa.” entah kenapa Krystal menjawabnya tanpa sedikitpun keraguan. Ia sendiri heran kapan ia mengambil keputusan seperti ini.

Justru Sehun yang tampak ragu.
“Padahal aku sudah janji akan mengembalikan senyummu lagi.” desahnya.

“Mwo?”

“Lupakan.”

“Jangan bilang kalau kau sungguh-sungguh menyukai Naeun.” selidik Krystal tajam.

“Tidak.”

Tapi Krystal tidak bisa percaya begitu saja. Ia terus memandang Sehun curiga. “Gadis macam apa Naeun itu? Selalu tergoda pada setiap namja yang mendekatinya. Benar-benar tidak setia. Lalu kau juga, kau sama saja dengan Myungsoo oppa. Lagipula dia itu sunbae kita, tidak pantas.” gerutunya panjang lebar.

“Sudahlah, aku pusing.” decak Sehun. “Aku pusing memikirkanmu.”

“Sehun..” gumam Krystal lirih. Entah kenapa rasanya ia ingin menangis. “Aku tidak suka kau dekat-dekat dengan Naeun.” tegasnya. Kemudian ia memilih pergi dengan perasaannya yang sedikit kacau.

Sehun juga sama. Ia bingung sendiri dengan sikap Krystal akhir-akhir ini. Terlalu sulit dipahami hingga ia pun takut salah menempatkan perasaannya.

* * * * *

Cinta itu pelangi.

Yang tak pernah nampak dalam bayang-bayang malam.

Cinta itu pelangi.

Yang tak pernah menyatu dalam jingga senja.

Cinta itu pelangi.

Yang buatku begitu merindukanmu.

“Aku rasa Sehun sudah tidak waras.” gerutu Krystal kesal. Ia terus menopang dagunya cemberut di kantin sekolah.

“Naeun?” tanya Suzy.

Krystal mengangguk. “Siapa lagi.” decaknya.

“Sehun bilang itu rencanamu.” sahut Jiyoung.

“Tidak.” sangkal Krystal cepat. “Dulu iya tapi sekarang tidak. Aku sudah melarangnya tapi dia tetap mendekati Naeun. Kurasa Sehun pabo itu benar menyukai Naeun. Menyebalkan.”

“Kau cemburu?” pancing Sulli.

“Cemburu? Tentu saja tidak. Aku hanya kesal kenapa selalu Naeun.”

“Kenapa kau tidak dekati Myungsoo oppa lagi? Bagaimana perasaan Myungsoo oppa sekarang?”

Benar juga. Kenapa Krystal justru melupakannya? Naeun akhir-akhir ini sering bersama Sehun. Lalu bagaimana perasaan Myungsoo sebagai pacarnya?

“Atau ini justru kesempatanmu untuk memiliki Myungsoo oppa lagi.” Suzy tersenyum kecil. “Itu kalau kau masih punya perasaan padanya.” ia menekan kalimat terakhirnya ini.

Krystal terus terdiam gamang. Myungsoo, kenapa nama itu perlahan tak lagi berarti baginya? Ya Tuhan, sebenarnya ia kenapa?

“Aku pusing.” sungutnya. Ia menyeruput cepat milk shake miliknya hingga habis tak bersisa.

“Soojung, sebenarnya aku sudah mengira kalau akhirnya akan seperti ini.” ucap Jiyoung tiba-tiba.

Krystal lekas menoleh. “Apa?”

“Pelan-pelan Sehun akan mengambil hatimu.”

“Tidak, tidak, itu tidak benar.” tolak Krystal ricuh.

“Akuilah.” Sulli ikut menggoda.

“Ini tidak seperti yang kalian pikirkan. Kalian salah sangka.” terus saja Krystal berusaha menyangkal.

“Iya iya kami percaya.” Suzy geli sendiri akan sikap Krystal itu. “Sebenarnya kami ada dibalik semua rencana Sehun.”

“Mwo? Apa maksudnya?”

“Itu kami lakukan agar kau tahu bahwa putus dari Myungsoo oppa bukanlah akhir dari segalanya. Sedikit mengutip kata Naeun, cinta bisa berpaling. Jadi kenapa tidak kau coba berpaling mencari cinta yang lain?” jelas Sulli.

Krystal termangu. “Ini ide siapa? Jiyoung?” tebaknya.

Jiyoung yang lekas tertawa membuktikan kalau tebakannya benar.

“Mianhae Soojung, karena sejak awal aku percaya Sehun bisa membahagiakanmu. Dia yang terus mencintaimu dengan caranya itu membuatku salut.”

Krystal tersenyum kecil. Penuturan Jiyoung itu sedikit membuatnya terharu.
“Tapi nyatanya sekarang apa? Sehun sibuk sendiri bersama Naeun.” desahnya.

“Kau cemburu?”

“Aniyo, aku hanya sedih dan tidak rela.”

Kontan sahabat-sahabatnya itu saling pandang menahan tawanya. Krystal terlalu polos untuk menyembunyikan perasaannya.

* * * * *

“Annyeong Myungsoo oppa.” sapa Krystal pelan. Ia lekas menarik kursi lalu duduk di depan namja itu.

Menemui Myungsoo sebagai teman tanpa terbebani perasaan apapun.

“Hal penting apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Myungsoo penasaran.

Krystal terus meremas tangannya ragu. Kenapa jadi takut untuk mengatakannya?

“Apa soal Naeun?”

“Ne.” jawab Krystal lemah. Myungsoo sudah tahu rupanya.

“Mungkin aku kena karma. Yah mungkin kau memang jauh lebih baik dibanding Naeun.”

Seharusnya Krystal tersanjung dengan ucapan Myungsoo itu, tapi kenyataannya tidak.

“Oppa, kalau kau mencintainya harusnya kau terus mempertahankannya dan jangan pernah kau lepas.” entah darimana Krystal mendapatkan kalimat sebijak ini.

Kontan Myungsoo mendongak. “Apa kau membenciku?”

“Tidak. Yang sudah lalu biarlah berlalu. Aku hanya ingin bilang kalau antara Naeun dan Sehun…..” kata-kata Krystal seketika menggantung.

Namun Myungsoo hanya tersenyum tipis. “Itu untuk membuatmu cemburu.”

“Mwo?”

“Ne. Awalnya aku kira itu untuk balas dendam padaku. Tapi setelah kupikir-kupikir itu dilakukan Sehun lebih untuk membuatmu cemburu.”

“Myungsoo oppa, apa kau yakin?”

“Kurasa begitu. Tapi sayangnya Naeun tidak sadar kalau dia sedang dimanfaatkan.”

“Benarkah? Kalau begitu Sehun jahat sekali.” gerutu Krystal kesal. Meski tadi sekilas ia sempat tersenyum samar.

“Itu hanya kesimpulanku.” tutup Myungsoo.

“Lalu bagaimana? Apa kau akan membiarkan Naeun dipermainkan Sehun seperti itu?”

“Kau yang harus mengakhirinya. Tunjukkan perasaanmu yang sejujurnya pada Sehun. Soal Naeun biar aku yang mengurusnya.”

Heh? Perasaan pada Sehun apa? Kenapa Myungsoo juga mulai ngawur? Dalam hati Krystal terus saja mengelak mati-matian. Tapi toh hanya sebuah anggukan yang ia berikan pada Myungsoo.

* * * * *

Seperti kunang-kunang yang merindukan sang malam.

Seperti itulah aku kehilanganmu.

Seperti gersangnya kemarau merindukan sang hujan.

Aku mencari pelangiku.

“Son Naeun.” panggil Krystal lancang. Sedikit tidak sopan karena Naeun adalah sunbaenya di sekolah.

Tapi mau bagaimana lagi? Ia harus menyelesaikan semuanya. Bersama Jiyoung, Sulli, dan Suzy, ia tampak seperti hoobae kurang ajar yang tengah melabrak kakak kelasnya.

Mereka berempat terus menatap tajam pada Naeun yang seorang diri. Agak tidak imbang sebenarnya.

“Wae? Kau ada masalah denganku?” tanya Naeun santai.

“Tentu. Karena kau yang selalu mencari masalah denganku.”

Naeun mengekeh pelan. “Soal apa? Sehun?” kali ini ia tertawa setengah mengejek.

“Perlu kau tahu Son Naeun. Kau boleh mengambil Myungsoo oppa tapi jangan harap kau bisa merebut Sehun dariku.” tegas Krystal menggebu. Ia bahkan seperti tidak sadar apa yang baru saja dikatakannya.

Kontan Naeun tertawa terbahak-bahak. Sebuah tawa yang bagi Krystal terlihat sangat menyebalkan.
“Dan perlu kau tahu Jung Soojung, Sehun sama sekali bukan tipeku.”

“Mwo?”

“Aku hanya membantu Sehun menjalankan rencananya. Sudah, permainannya sudah berakhir.”

Krystal masih berusaha mencerna setiap ucapan Naeun itu. Ia terus terdiam nanar. Apa maksudnya?

“Yah hitung-hitung sebagai permintaan maafku soal Myungsoo oppa. Aku tidak sejahat yang kau pikirkan Soojung.” lanjut Naeun lagi.

Krystal tersenyum miris. Ia merasa sangat bodoh sekarang. Ia merasa dipecundangi Naeun. Jadi selama ini ia sudah terjebak dalam setiap permainan Sehun? Entahlah, sekarang siapa yang harus ia percaya. Haruskah ia senang atau sedih?

“Tadi kau hebat sekali Soojung.” puji Suzy. Mereka terus berjalan mengiringi Krystal yang terus melangkah gontai.

“Hebat apanya? Yang kulakukan itu sangat memalukan.” desah Krystal pelan.
“Aku tidak menyangka kalau urusannya bisa sepanjang ini. Harusnya sejak awal aku merelakan Myungsoo oppa dan tidak perlu berurusan dengan Sehun.”

“Kenapa?”

“Entahlah aku bingung.”

“Tapi kau sudah tidak bisa lagi membohongi perasaanmu. Kau mencintai Sehun kan?” selidik Jiyoung.

“Aku tidak tahu.” jawab Krystal ketus. Ia justru mempercepat langkahnya agak menjauh dari teman-temannya.

Saat sampai di kelas pun ia lekas duduk manis dibangkunya tanpa menyapa siapapun dan bersikap tak peduli pada keberadaan Sehun.
Ia terus memaksa dirinya bersikap acuh.

“Aku masih tidak menyangka Soojung bisa bersikap sekeren tadi.” ucap Jiyoung lantang. Entah apa maksudnya ia harus bicara sekeras itu? Apa sengaja agar seluruh penghuni kelas mendengarnya.

“Iya, aku salut sekali pada Soojung.” imbuh Sulli tak kalah berteriak.

“Apalagi kata-katanya yang seperti ini, kau boleh mengambil Myungsoo oppa tapi jangan harap kau bisa merebut Sehun dariku. Itu manis sekali.” Suzy ikut memekik heboh.

Sepertinya Krystal paham, mereka memang sengaja. Tujuannya agar Sehun mendengarnya. Terlihat kalau Sehun memang sedikit tertarik dengan ulah sahabat-sahabatnya itu.

“Sehun, chukhae..” teriak Jiyoung bersemangat.

Benar kan? Yasudahlah Krystal toh terus mencoba untuk tak peduli.

* * * * *

Seperti pelangi yang dilahirkan di pangkuan cakrawala.

Seperti pelangi yang setia menggantung di bawah kaki langit.

Biarkanlah cintaku menyentuh hatimu.

Karena cinta adalah pelangi.

“Masih marah?” Sehun tampak mengimbangi langkah Krystal yang terus melangkah lunglai dengan wajah angkuhnya.

“Tidak mau bicara padaku?” lanjutnya. Karena Krystal masih saja membisu.

“Kalau cemberut terus nanti cantiknya hilang.” gumam Sehun lagi.

“Diam.” sentak Krystal ketus.

Sehun mengekeh pelan. “Galak sekali.”

Kontan Krystal meliriknya tajam. “Aku benci padamu. Sana pergi jauh-jauh dariku.” usirnya.

“Kalau aku tidak mau?”

“Ya sudah, aku yang akan pergi.” tegas Krystal.

Baru ia akan mengayunkan langkahnya pergi meninggalkan Sehun tapi lebih dulu namja itu mencegahnya.
Segera Sehun menangkap tangan Krystal dan menarik gadis itu dalam dekapannya.

Sedikit kaget Krystal lekas mendorong tubuh Sehun hingga pelukannya terlepas.

Tapi Sehun lagi-lagi kembali merengkuh Krystal tak peduli gadis itu terus berontak.

“Lepaskan..” protes Krystal.

Dan rupanya Sehun tetap tak peduli. Ia bertahan memeluk dan mendekap Krystal erat-erat hingga perlahan amarah gadis itu pun mereda.

“Aku benci padamu. Aku benci padamu.” gumam Krystal berkali-kali. “Berhenti mempermainkan perasaanku.” pintanya.

“Siapa yang mempermainkan perasaanmu?” tanya Sehun lembut. “Aku hanya ingin mengembalikan senyummu lagi bagaimanapun caranya. Bersamanya atau bersamaku itu tidak penting. Yang paling penting kau bahagia.”

Seketika Krystal terisak. Kenapa ia tiba-tiba jadi cengeng seperti ini?

Sehun lekas melepas pelukannya. Ia menghapus airmata Krystal pelan dan terus menatapnya lekat.

Mau tidak mau membuat Krystal sedikit tersipu. “Lalu sekarang bagaimana?” tanyanya polos.

“Bagaimana apanya?” Sehun justru balik bertanya.

Padahal Krystal tahu betul kalau Sehun mengerti maksud ucapannya tadi.

“Lupakan saja.” desahnya acuh.

“Ya sudah.” balas Sehun. “Yang penting kau bersamaku itu sudah cukup.”

“Ih kata siapa? Jangan kau pikir aku mencintaimu ya?” sangkal Krystal.

Sehun tersenyum tipis. “Iya aku tahu, kau kan gadis bunglon yang terus berubah-ubah.”

“Memang. Dan kau siluman cicak yang menjelma menjadi buaya yang mendekati Naeun.”

“Hahaha, masih diungkit-ungkit. Tapi karena itu aku jadi tahu perasaanmu. Kau cemburu kan?”

“Kata siapa? Sudah kubilang aku berubah pikiran. Aku tidak jadi mencintaimu.”

“Kau kan bisa pura-pura mencintaiku, Soojung. Pura-pura lah mencintaiku sampai akhirnya kau lupa kalau kau sedang berpura-pura.” kali ini Sehun mulai serius. Ia terus menatap Krystal kian lekat.

Krystal seketika terdiam. Kata-kata Sehun itu seakan menyentuh hatinya.

Kalau sudah seperti ini ia tidak mungkin punya pilihan lain. Takdir memang telah membawanya pada Sehun.

“Aku mencintaimu dan itu bukan pura-pura.” gumamnya lirih.

Sehun mengangguk. Ia tersenyum tipis kemudian mengecup kening Krystal singkat lalu membenamkan gadis itu ke dalam pelukannya.

“Jung Soojung, saranghae.” bisiknya.

~ end ~


41 thoughts on “[Freelance] Love Rainbow

  1. omona wa poseeng bacanya.

    beb kamu kalu lagi pacaran irl dialognya gini juga ya? wa forever cinta deh sama dialognya. asik. enak banget dirasain.

    tadi aku pusing bacanya soal subyektif sih susaaaaahhhh bayanginnya. kebayangnya jongin melulu. ini kamu ngeship krystal thehun pake banget ga? kalu ga bikin krystal jongin dungs. wa cocok ama tu pairing mukanya cocok sama2 bitch. kalu thehun enakan sama sulli dibayanginnya.

    uh maaph ya beb wa ngomongnya subyektif😦

    Like

    1. aku suka semua namja yg dipairing sama Krystal, habis ini mau bikin myungstal *labil yaaa*
      tp kalo Kai aku malah lebih ke Sulli..
      ah kamu gak kenal aku si beb^^ aku gak seromantis ffku, kebalikannya malah..

      Like

  2. sukaaa banget sama ffnya, jujur ini ff pertama krystal yang aku baca pake pairing exo hehe
    kayaknya aku bakal mulai ngeship pairing ini deh
    suka banget sama kata-kata yang dipake tiap dialog bikin senyum -senyum sendiri
    good

    Like

  3. cast krystal sama member exo kayaknya seru. Ceritanya bisa bikin pembaca senyum.
    Serasa kenyataan. Hee
    berhubung aku gk pernah liat muka member exo jadi aku ngebayangin siapa2 aja. Cuman tau si kai aja #plak
    tapi dari segi cerita bagus,,,
    terus semangat dan terus berkarya ya author..😀

    Like

  4. Waaaaaaaa ada gak yah cowok un di dunia nyata..
    Krystal hoki bener disukain sm cowo kaya gitu.. Hahaha..
    Myungsoo rese banget sih😥 apaan tuh meninggalkan Krystal trs pas ngmg ber 3 Naeun nyntai bener lg -.-
    Btw Jiyoung Suzy Sulli lucu yahh😀

    Like

  5. DAEBAK!!!
    Aku senyum-senyum sendiri baca ini, berasa lg falling in love😀
    keren keren keren .
    Oh!! Sehun oppa, you’re so cool man!!

    Like

  6. Hunstal!
    Suka! Suka banget!
    Krystal sok gak mau gitu di awalnya! Haha!
    Sehun setia suka sama Krystal!
    Buat hunstal lagi ya!

    Like

  7. min cerita nya bagus kapan kapan bikini sehun sama sulli kyk gini ya sama kai krystal kayk gini juga ceritanya #maksa
    gomawo ^^

    Like

  8. Waaaa
    Daebak thor..
    Aduhh critanya rame.. Akhirnya sehun brhasil mrebut hati krystal.
    Tp thor, aku gak tau wjah sehun ky gmna jd pas baca yg kbayang mlah wajah taemin…wkwkwkwk *dketokexotic*
    But so far crita ny bgus.
    Tp ttep seokyu ny dtunggu yak…hhe

    Like

  9. Andwaeeee ini serius manis-manis banget. Parah. Manisnya kerasa sekali ;___; suka diksinya, dan penggambarannya juga, meski deskripsi tempatnya kurang jadi agak bingung kalo mereka lagi dimana-dimana. Tapi gapapalah, soalnya saya jatuh cinta sama ceritanya :3 idenya general tapi itulah, pembawaan yang bagus meski idenya umum tetep aja dibacanya enak dan gabosen. Hun kamu lucu banget disini, dan Kle juga unyu. Mendadak Hun bisa ngomong S ya.. Tapi tak apalah u,u /siapaelu-_-/ mau ketemu cowok kaya Hun deh, ih mendadak suka HunStal ;A; <– sebelomnya cuma setia ke MyungStal
    Author mau bikin MyungStal!?!? Mau baca!!!!
    FFnya keren. Suka banget sama semua unsur yang ada disini. Sulli Jiyoung Suzy juga lucu. Myung entah kenapa auranya bijaksana tapi tetep nyebelin kenapa dia beralih ke Naeun t(-__-t ) dan Naeunnya asdfghjkl.. Meski dia ga ngerebut Hun tetep aja kesel dia ngerebut Myung *maunya apa*
    Pokoknya kece!😄

    Like

  10. AIGOOOOOOOOOO HUNSTAL ASTAGA DEMIAPAPUN SUKA BGT SAMA FF INII!!!!!!! FIX YA AKU JADI HUNSTAL SHIPPER WKWKWKWK SEHUN-AA~ KECIL KECIL HEBAT AJE LU UDH BIKIN ITAL JATUH CINTA WAKAKAKAKA

    Like

  11. So sweet banget ceritanya…
    aku suka banget couple ini krystal ama sehun😀
    Cerita teen romance begini yang aku suka… cocok ama aku yang masih SMA😀 #uhuk
    Keep writing😀

    Like

  12. FF sederhana yang mampu membuatku tersenyum gemas disepanjang cerita🙂
    bahasa yang baik dan mudah dimengerti semakin memperindah karyamu thor sungguh aku menyukainya !
    tetap semangat dan terus berkarya thor (y)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s