[Freelance] I Never Told You [chap. 2]


Title                          : I Never Told You [chap. 2]

Author                     : @Idznimitsali (Idzni Mitsali)

Genre                      : Romance, Friendship.

Cast                           : Seo Joohyun, Cho Kyuhyun, Im Yoona, Lee Sungmin

Other cast              : Kim Taeyeon, Choi Sulli, Park Jungsoo, Lee HyukJae, Choi Siwon, Lee Taemin.

Type                         : Chapter

Hallo readder sekalian! Jumpa lagi ya kita hehehe ini chapter kedua dari Fanfiction SeoKyu pertamaku. Maaf kelamaan lanjutnya. Jaga-jaga kalau yang pada lupa atau buat reader baru yang belum sempet baca part pertamanya, silahkan baca disini ya

https://smtownfanfiction.wordpress.com/2012/06/23/freelance-i-never-told-you-chap-1/

                Happy reading all😉

Ruang tengah itu tampak berantakan. Sofa yang semula berada tepat di depan meja, sekarang sudah berpindah posisi dan berada di balkon yang sengaja dibiarkan terbuka, sedangkan sang meja telah ditindih oleh sebuah kertas karton berukuran 50×70 berwana putih yang sudah penuh dengan gambar sebuah rekonstruksi bangunan. Pensil, penggaris, jangka, serta penghapus sudah berserakan di lantai.Begitupun dengan bantal-bantal sofa yang biasanya tersusun rapi, sekarang tergeletak sembarangan.

“Eonni, eonni membuat ruangan ini tampak seperti kapal yang baru saja menghantam batu karang!”Sulli yang baru keluar dari kamar berkata saat melihat kekacauan yang dibuat oleh kakaknya.

“Mianhae.”Ucap Seohyun enteng sambil meminum jus jeruk yang tadi dibuatnya sebelum melakukan pekerjaannya.

“Kau mau kemana?”Tanyanya ketika melihat Sulli sudah berdandan rapi. Sebuah dress bermotif bunga membalut badan rampingnya. Tangannya menggenggam sebuah tas berwarna biru tosca, sama seperti warna bunga pada dress-nya. Rambut panjangnya di ikat satu, memperlihatkan lehernya yang panjang.

“Aku mau pergi menonton.”Jawabnya sambil tersenyum, semburat merah muda langsung menghiasi pipinya yang putih bersih ketika mengatakan itu.

“Siapa namja yang sudah bisa membuat adik kesayanganku berdandan cantik seperti ini?”

“Ah, eonni.”Sulli menutup pipinya, menahan malu.

“Ya sudah, nanti saja ceritanya.Pergilah!”

“Eonni hari ini mau kemana?”

“Aku mau pergi ke kedai.”

“Mau bertemu Kyuhyun oppa?”Tanya Sulli dengan pandangan menyelidik.

“Aniya, aku hanya mau bertemu dengan Lee sajangnim sambil memberikan itu.”Jawab Seohyun sambil menunjuk sketsa rekonstruksinya.

Jawaban itu bohong. Sebenarnya, setelah bertemu dengan bos-nya nanti, dia memang sudah ada janji dengan Kyuhyun.Namja itu kemarin menelepon dan ingin bertemu dengannya.

“Ooooh, ya sudah, aku pergi, ya!”

“Hati-hati!”

“Itu baru sketsa kasarnya saja sajangnim.”Ucap Seohyun ketika Lee Hyukjae tengah mengamati sketsa yang tadi dibuatnya.

“Aku rasa ini sudah bagus.Kita perbagus lagi dengan maketnya nanti.”Ujar Lee Hyukjae sambil menggulung kembali kertas itu.”Soal maket, itu bisa kita kerjakan bersama, kau kan sudah membuat sketsa kasarnya.”Lanjutnya dan menyeruput espresso yang tadi dipesannya.

Seohyun tersenyum lega.Atasannya ini memang tidak pernah memberikan pekerjaan yang sulit, dan dia juga selalu menghargai hasil kerja keras bawahannya.

“Urusan kita sudah selesai, kan?Aku harus pergi sekarang, kau tidak apa-apa pulang sendiri?”

“Tentu saja tidak apa-apa sajangnim.Tenang saja.Lagipula aku juga mau bertemu seseorang.”

“Yasudah, aku pergi, ya!”Pamit Lee Hyukjae sambil berdiri.

“Hati-hati dijalan sajangnim, dan terimakasih untuk kopinya.”Ucap Seohyun tersenyum dan mengawasi bosnya sampai dia menghilang dibalik pintu keluar.

Sungmin yang ikut mengamati kepergian namja itu langsung menghampiri Seohyun ketika namja itu menutup pintu keluar,

“Kau mau kemana hari ini?”

“Aku mau menemani oppa disini.”Ucap Seohyun dengan nada manja.

“Aish.. Kau ini malah bercanda! Jangan bilang kau mau bertemu dengan Kyuhyun?”Tanya Sungmin sambil duduk di hadapan Seohyun.

Seohyun mengangguk pasti, membuat Sungmin langsung menghela napas.

Keu ijjashiki jinjja!“Umpat Sungmin lalu berdecak.(Si brengs** itu benar-benar!)

“Oppa..”Seohyun menyentuh punggung tangan Sungmin menenangkan.

“Kau ini terlalu baik padanya Hyungie! Dia itu bodoh atau apa, sih? Lama-lama bisa jadi aku yang menyadarkan dia!”Ucap Sungmin dengan suara seperti seseorang yang mau membalaskan dendam.

“Andwae oppa.Hajimayo!“Seohyun tersenyum, “Bagaimanapun, masalahku dan Kyuhyun oppa bersangkut paut dengan hati.Hati tidak pernah bisa dipaksakan.”(Jangan melakukan itu!)

Sungmin kembali menghela napas.Apa yang dikatakan Seohyun memang benar. Tapi melihat gadis baik dihadapannya diperlakukan seperti ini oleh namja yang sudah dia anggap sebagai adik kandungnya itu membuat Sungmin naik darah.

“Lagipula, sebetulnya ini hanya masalahku, Kyuhyun oppa hanya ikut andil, tapi bukan dia yang yang membuat masalah ini.”

“Pokoknya kau mulai sekarang harus menjaga jarak dengan dia.”

“Memangnya oppa pikir apa yang aku lakukan tiga minggubelakangan ini?”

Sungmin belum sempat menjawab karena melihat wajah Seohyun berubah saat bel di atas pintu kedai berdering.Sungmin kemudian membalikan badannya untuk melihat siapa yang datang, seperti yang dia duga, itu adalah Kyuhyun.

“Hyeong! Hyun-ah!” Sapa Kyuhyun. Sungmin langsung  berdiri ketika Kyuhyun sampai di meja mereka dengan muka sebal dan melangkah menuju dapur.

“Kenapa dia?” Tanya Kyuhyun, “Wajahnya seperti habis bertemu pengganggu.”

“Dia bertengkar dengan Sunny eonni.” Jawab Seohyun asal. Tidak menyangka kalau Sungmin benar-benar langsung bersikap seperti itu pada Kyuhyun.

Kyuhyun membulatkan mulutnya tanda mengerti.

“Oppa mau bercerita apa?” Tanya Seohyun dengan hati berdebar. Takut dengan apa yang akan di dengarnya hari ini.

Seohyun tahu, semenjak Kyuhyun mengirim pesan singkat kepada Yoona tempo hari, Kyuhyun giat sekali menghubungi yeoja itu. Yoona sendiri menceritakan hal itu kepada Seohyun, karena bagaimanapun, Seohyun adalah teman dekat Yoona.

Yoona selalu salah paham jika Kyuhyun menghubunginya, dia menduga kalau Kyuhyun sedang bertengkar dengan Seohyun. Jika Yoona bertanya seperti itu, Seohyun sesekali menjawab iya, karena tidak mau mengganggu usaha Kyuhyun untuk mendekati yeoja cantik itu.

“Siapa yang bilang aku mau bercerita?” Kyuhyun menaikan sebelah alisnya.

“Lalu untuk apa menyuruhku kesini?”

“Kau ini! Sejak kapan kalau kita bertemu hanya untuk mendengarkanku bercerita? Aku rindu padamu! Kemana saja kau selama tiga minggu ini?” Ujar Kyuhyun sambil menyentil kening Seohyun pelan.

Seohyun meringis sambil mengusap keningnya, “Coba kau katakan itu sebelum kau bilang menyukai Yoona eonni. Pasti aku tersentuh.” Seohyun berbisik dalam hati.

“Oppa tau aku sibuk mengurusi proyek-ku. Minggu depan aku berangkat.”

Selain sibuk mengurusi proyeknya, Seohyun juga sebenarnya memang sedikit menjauhi Kyuhyun. Alasan Seohyun hanya satu, dia tidak ingin mengganggu usaha pendekatan namja itu pada Yoona.

“Iya aku tau. Tapi bukan berarti kau bisa mengabaikanku! Kau juga sudah lama tidak ke rumah sakit. Kau ingat Minji? Anak yang mengidap sirosis hati itu?”

“Iya aku ingat.”

“Dia kemarin menanyakanmu. Aku bingung harus menjawab apa karena aku juga sudah lama tidak bertemu denganmu.” Kyuhyun menjawab dengan nada sedih.

“Oppa kan sekarang bertemu denganku. Aku baik-baik saja.” Seohyun tersenyum, “Bagaimana kalau setelah makan siang ini, kita ke rumah sakit? Aku kebetulan sedang tidak ada kesibukan.” Usulnya.

Joha. Ide bagus! Minji pasti senang sekali.Kemarin kondisinya memburuk, mungkin dengan kedatanganmu, dia akan membaik.”(Baik.)

Setelah makan siang di daerah Hongdae, Kyuhyun memacu mobilnya menuju rumah sakit.Sesampainya mereka disana, Seohyun langsung menuju ruang rawat anak di lantai 5, tempat dimana Minji dirawat, sedangkan Kyuhyun menuju ke ruangannya.

“Minji-ya..”Seohyun menarik tirai yang menjadi sekat antar bilik pasien.Minji yang sedang menggambar di atas tempat tidurnya melirik dan langsung berteriak senang ketika melihat Seohyun disana.

“Eonniiiiii!!!!”

Seohyun berjalan pelan mendekati Minji dan memeluk gadis kecil itu.

“Eonni kemana saja?Sudah lama tidak menjenguk-ku.Eonni lupa padaku, ya?”Gadis itu bertanya beruntun.

“Aniya Minji-ya.Eonni sedang sibuk.Mianhae.”Seohyun menjawab sambil mengelus lembut rambut sebahu Minji.”Mwo hae?” (Sedang apa?)

“Aku sedang menggambar.Aku akhir-akhir ini belajar menggambar.Aku ingin menjadi seperti eonni.Bisa membuat gedung-gedung tinggi.”

Seohyun tersenyum dan melihat hasil gambar Minji, “Gambarmu bagus sekali.Eonni yakin, suatu hari nanti kau akan lebih ahli dari eonni.”Lanjutnya menyemangati.

Minji adalah gadis kecil berumur 9 tahun yang mengidap penyakit sirosis hati. Dia diketahui mengidap penyakit ini sejak 2 tahun lalu, saat ayahnya meninggal karena penyakit yang sama. Seohyun pertama kali bertemu Minji sekitar satu tahun yang lalu, dia menabrak Seohyun yang baru saja selesai bertemu Kyuhyun saat mencari ibunya yang ternyata pulang ke rumah untuk mengambil pakaian Minji.

Minji eommaga eoddieyo?” Tanya Seohyun. (Ibu Minji kemana?)

“Tadi nenek datang menjenguk, lalu eomma mengantarnya ke halte bus.”Jawabnya, “Eonni kesini dengan siapa?”

“Aku kesini dengan dokter Kyu.”

“Lalu dokter Kyu sekarang kemana?”Tanya Minji sambil membereskan alat gambarnya.

“Nanti dia kesini, dia sedang mengambil peralatannya untuk memeriksamu.”

Beberapa lama kemudian, kenop pintu kamar rawat itu berbunyi. Seohyun dapat melihat bayangan Kyuhyun di luar sana yang sangat dia kenali. Kyuhyun masuk dan terdengar tengah asik berbicara dengan seseorang yang berjalan di belakangnya.Seseorang itu sekarang sudah masuk bersama Kyuhyun.Betapa kagetnya Seohyun saat melihat orang yang sedang berbicara dengan Kyuhyun tersebut adalah…, Yoona.

“Eonni..”Seohyun langsung berdiri dan menatap mereka berdua bingung. Yoona juga menatap Seohyun dengan pandangan yang sama.

“Oh, Seohyun-ah!Sedang apa disini?”

“Aku menjenguk sesorang.Eonni sendiri?”

Yoona melirik ke bangsal Minji kemudian mengarahkan pandangannya ke bangsal yang berada di sudut ruangan.

“Aku mau menjenguk keponakan Siwon oppa.”Ucapnya, “Tidak disangka akan bertemu Kyuhyun-ssi disini, dan kau juga tentunya.”

“Suatu kebetulan.”Ucap Kyuhyun singkat sambil tersenyum penuh arti, dan tentu saja hanya Seohyun yang mengerti senyuman itu.Kyuhyun terlihat sangat senang bertemu dengan Yoona.

“Oh, itu keponakan Siwon oppa?”

“Iya.”Jawab Yoona singkat tepat saat pintu ruang rawat itu dibuka lagi dari luar.Mereka semua langsung memandang ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.

“Oppa!”Ucap Seohyun spontan saat namja berperawakan tegap baru saja memasuki ruang rawat itu.

“Seohyun-ah!” Siwon tersenyum manis dan menganggkat tangannya untuk menyapa Seohyun.

Kyuhyun menatap Siwon dengan tatapan bertanya.”Siapa namja ini? Kakaknya Yoona? Mereka terlihat mirip.“Ucapnya dalam hati.

Seohyun langsung terlihat tegang ketika Kyuhyun menatap Siwon. Sedangkan Yoona yang seolah mengerti dengan tatapan Kyuhyun langsung menggambil inisiatif memperkenalkan Siwon.

“Oppa, kenalkan, ini Kyuhyun-ssi, temanku dan Seohyun.Kyuhyun-ssi, ini Siwon oppa, namjachinguku.” Yoona memperkenalkan mereka satu sama lain sambil memamerkan deretan gigi putihnya.

Kyuhyun seperti terkena serangan jantung.Wajahnya langsung pucat dan tubuhnya seketika mematung ketika Yoona mengucapkan kata terakhirnya.Namjachingu? Dia tidak menyangka kalau dia akan bertemu dengan namja itu disini.

Siwon menganggukan kepala, memberi salam pada Kyuhyun. Kyuhyun yang masih belum sadar sepenuhnya, hanya menjawab salam itu seadanya. Setelah memperkenalkan Siwon dan Kyuhyun, Yoona langsung mengapit lengan Siwon. Mereka berdua kemudian pamit untuk menemui keponakan mereka, sedangkan Kyuhyun mendekati Minji dengan bungkam.

“Dokter Kyu kenapa diam saja?”Tanya Minji setelah 10 menit berlalu dan Kyuhyun hanya diam sambil menatap Yoona yang sedang menyuapi calon keponakannya.

“Oppa..”Panggil Seohyun pelan sambil menyentuh bahu Kyuhyun.

“Ah, mianhae.”Ucap Kyuhyun segera setelah sadar dari lamunannya. Tersenyum pada Minji dan mengambil balok rubiks yang sedari tadi dimainkan anak itu. Tapi sesekali dia melirik ke sudut ruangan. Seohyun mengikuti pandangan Kyuhyun. Disana terlihat Siwon sedang membersihkan baju Yoona yang terkena bubur karena keponakannya makan sambil terus bermain dengan psp-nya.

“Mereka terlihat serasi, ya?”Ucap Kyuhyun di mobil saat dia mengantar Seohyun pulang.

“Siapa?”

“Yoona dan namjachingunya. Hahaha..”Kyuhyun tertawa terpaksa.

“Oppa ini bagaimana!Katanya kalau hanya pacar bisa putus.Sekarang kenapa jadi melankolis seperti ini?”Seohyun berusaha bercanda sambil memukul pelan tangan Kyuhyun yang sedang memegang setir.

“Entahlah, aku hanya merasa laki-laki itu cocok untuknya.”

“Mereka memang terlihat serasi.Siwon oppa orang yang baik.Dia juga pintar dan kaya.Dia selalu memperlakukan wanita dengan sangat lembut.”Ucap Seohyun tanpa sadar, “Oh, dan satu lagi.Dia sangat religius.Mereka sering pergi ke gereja bersama. Tempat pertama mereka bertemu juga disa…” Seohyun langsung menghentikan ucapannya saat sadar bahwa dia sudah bicara terlalu banyak dan malah membuat Kyuhyun semakin sedih.

“Oppa, mianhae.Aku tidak bermaksud membandingkanmu dengan Siwon oppa.Kau juga tampan. Malah mungkin lebih baik dari Siwon oppa karena kau seorang dokter. Dokter mana yang tidak lebih keren daripada seorang yang mewarisi perusahaan ayahnya?” Seohyun mencoba menetralisir keadaan dan membuat Kyuhyun tertawa.

“Hahaha..Terimakasih hyungie.”

Seohyun tidak menjawab, dia hanya mengangguk sambil menatap jalanan di luarnya. “Kau lebih baik. Itu menurutku.” Seohyun berkata dalam hati.

Beberapa menit berlalu dan yang terdengar hanyalah suara mesin mobil yang menderu pelan. Seohyun tidak bicara lagi karena bingung apa yang harus dikatakannya.

“Yoona..Sepertinya orangnya setia.Iya kan?”Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari jalanan kepada Seohyun.

Seohyun membalas pandangan namja yang dia cintai itu dalam diam, “Bagaimana kalau aku katakan, yang setia itu adalah aku?”Ucapnya lagi dalam hati.

“Oppa, terimakasih sudah mengantarku.”Ucap Seohyun setelah menutup pintu mobil Kyuhyun.

“Sama-sama.Masuklah!”

“Aniya, oppa pergi duluan saja.Aku kan sudah sampai.”

“Baiklah.Aku pergi, ya!”

“Hati-hati!”

Kyuhyun mengangguk sebelum menutup kaca mobil dan menginjak pedal gas-nya. Avega biru itu langsung melesat menjauhi gedung apartemen Seohyun.

Seohyun baru saja akan masuk ke gedung apartemennya ketika dia melihat sebuah motor Ducati 848 merah berhenti tidak jauh dari tempatnya berdiri. Seorang yeoja turun dari motor yang dikendarai seorang namja tersebut dengan mengenakan sebuah jaket kulit kebesaran dan helm. Saat yeoja itu melepas jaket dan helm yang dia kenakan, Seohyun langsung mengenali sosok itu.

“Sulli-ya!” Panggil Seohyun ketika melihat adiknya-lah yang turun dari motor sport itu.

Sulli sebenarnya sudah tahu bahwa ada Seohyun disana. Dia tadi berada tepat di belakang mobil Kyuhyun. Sulli langsung tersenyum pada kakaknya itu. Dia menyuruh namja yang baru saja mengantarnya pulang untuk turun dan menyapa Seohyun.

“Eonni..”

Seohyun tidak menjawab dan hanya tersenyum pada adik perempuannya penuh arti.

“Eonni, ini Taemin oppa. Oppa, ini kakakku, Seohyun eonni.” Ujar Sulli. Seohyun langsung mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan namja itu.

“Annyeong haseyo. Lee Taemin imnida.” Namja itu memperkenalkan dirinya. Seohyun menjawab dengan senyum ramah.

“Sulli-ya, aku pamit sekarang, sudah terlalu larut. Seohyun noona, saya pamit dulu.” Ucap Taemin sambil membungkukan badannya.

“Oppa hati-hati. Terimakasih sudah mengantar.” Sulli menjawab.

Taemin memacu motornya agak kencang setelah melewati Seohyun dan Sulli. Seohyun sudah akan angkat bicara tapi Sulli mendahulinya.

“Eonni bohong! Katanya tidak akan bertemu lagi dengan Kyuhyun oppa!”

“Itu mendadak Sulli-ya.” Jawab Seohyun berbohong lagi, “Aku bertemu dengannya di rumah sakit.”

Sulli mendengar penjelasan kakaknya sambil lalu dan berjalan mendahuluinya menuju kamar apartemen. Saat Seohyun membuka kunci kamar apartemennya, dia menggoda Sulli.

“Taemin sepertinya orang yang baik. Sudah berapa lama kau pacaran dengannya?” Seohyun mencolek dagu adiknya yang sedang cemberut karena dibohongi.

“Siapa bilang aku pacaran dengannya?”

“Tapi aku tau kau suka padanya. Dia juga sepertinya menyukaimu.” Seohyun membuka sepatunya dan berjalan masuk.

“Dia tidak menyukaiku. Dia bilang…., dia menyayangiku.” Semburat merah langsung memenuhi seluruh permukaan wajah Sulli. Seohyun langsung membalikan badannya dan mengguncangkan bahu Sulli.

“Jinjjayo?”

“Dia baru mengatakannya tadi saat kami selesai nonton.”

“Aaaaaaaaaaah, adikku ini benar-benar sudah besar!” Seohyun kemudian memeluk Sulli. Merasa senang adiknya mempunyai seseorang yang menyayanginya, dan Seohyun bisa melihat bahwa seseorang itu menyayangi Sulli dengan tulus.

Sulli hanya diam dan membalas pelukan kakaknya. Selama beberapa saat, mereka hanya berpelukan seperti itu hingga akhirnya Sulli berkata tepat di telinga Seohyun.

“Kalau eonni benar-benar ingin meninggalkan Kyuhyun oppa, tinggal-lah di Paris. Tidak usah memikirkanku. Eonni lihat sendiri sudah ada orang yang mau menjagaku.”

“Sajangnim..” Seohyun melongokan kepalanya ke dalam ruangan Lee Hyukjae dan memanggil bos-nya itu. Lee Hyukjae yang sedang menandatangan sebuah dokumen mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Seohyun.

“Oh, Seohyun-ssi. Masuk.” Ucapnya sambil menutup dokumen tadi. “Ada apa?” Lanjutnya ketika Seohyun sudah duduk dihadapannya.

“Sajangnim..”

Lee Hyukjae menunggu Seohyun menyelesaikan kalimatnya.

“Aku mau mengundurkan diri.”

“MWO?”Oktaf suaranya seketika naik.

Seohyun tidak menjawab dan malah menyerahkan amplop yang sedari tadi dipegangnya ke hadapan Lee Hyukjae.

“Kenapa tiba-tiba? Apa yang terjadi? Lalu proyek kita bagaimana?” Tanya Lee Hyukjae beruntun. “Kita pergi 3hari lagi. Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja, kita sudah tanda tangan kontrak Seohyun-ssi!”

“Sajangnim, aku tidak akan pergi sekarang.” Jawab Seohyun sambil menunduk. Suara Lee Hyukjae yang membahana membuatnya takut.

“Lalu?” Lee Hyukjae menautkan alis dan memperhalus nada suaranya..

“Aku akan pergi setelah proyek kita selesai. Aku ingin menetap di Paris. Karena aku tahu kalau nanti kita akan sibuk sekali, makanya aku memberikan surat ini sekarang.” Jelas yeoja itu.

“Kau mendapat pekerjaan yang lebih baik?” Terdengar suara sedih Lee Hyukjae dari pertanyaan itu.

“Anieyo. Aku malah tidak tahu saat aku tinggal di Paris, aku akan melakukan apa.” Seohyun tertawa pelan, menertawakan dirinya sendiri.

“Haaaaah..” Lee Hyukjae menghela napas, “Aku yakin ada sesuatu hal yang terjadi denganmu. Walaupun aku tidak tahu apa, aku bukanlah seorang atasan yang tega melihat bawahannya luntang-lantung di negeri orang sendirian. Aku akan mencarikanmu pekerjaan disana.”

“Ne?” Seohyu n membelalakan matanya.

“Iya. Aku akan mencarikanmu pekerjaan disana. Aku tidak berjanji, tapi aku akan berusaha mencarikannya. Kebetulan aku punya beberapa teman disana. Mungkin saja mereka mempunya lowongan.”

Seohyun diam beberapa saat, tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.

“Sajangnim, aku tidak tahu harus berkata apa.”

“Bagaimana kalau.. Terimakasih?” Usul Lee Hyukjae dengan wajah jenaka.

“Neomu kamsahamnida sajangnim. Neomu kamsahamnida.”

“Kau hanya akan pergi begitu saja?” Tanya Taeyeon keesokan harinya di kamar Seohyun.

“Memangnya aku harus melakukan apa lagi?” Seohyun balas bertanya sambil memasukan baju-bajunya ke dalam koper.

“Kau tidak akan memberitahukan apa yang kau rasakan selama ini pada Kyuhyun?”

Seohyun menghentikan kegiatannya. Menghela napas sejenak, lalu bertanya.

“Memangnya harus, ya?”

Taeyeon yang tadi sedang mengeluarkan baju-baju dari lemari langsung mendekati Seohyun.

“Aku pikir, kau harus memberitahunya dulu. Itu akan membuatmu lebih gampang untuk melupakannya.” Ujar Taeyeon bijak.

Setelah Taeyeon mengeuarkan semua pakaian Seohyun yang ada di lemari, dia melangkahkan kaki ke luar.Sebelum menutup pintu, yeoja itu berkata.

“Pikirkanlah, kau masih punya waktu sampai besok pagi untuk mengambil keputusan.”

Keesokan paginya, setelah Seohyun sarapan terakhir kali bersama Sulli. Dia mengambil ponselnya dan berjalan ke balkon. Berniat menelepon Kyuhyun.

O, Hyungie.. Wae?” Suara Kyuhyun terdengar di ujung sana. Membuat kaki Seohyun bergetar.

“Oppa eoddieyo?”

Aku baru saja akan ke rumah sakit. Kau pergi jam berapa?

“Pesawatku berangkat jam setengah delapan malam. Bisa kita bertemu sebelum aku pergi?”

Hyun-ah, jinjja mianhae. Keuntae oneul naega jinjja pappasseo. Aku ada 3 jadwal operasi hari ini.” Suara Kyuhyun terdengar penuh penyesalan. (Hyun, aku benar-benar minta maaf. Tapi hari ini aku benar-benar sibuk.)

“Kalau oppa sempat. Datanglah ke kedai jam empat sore ini. Aku akan menunggu hingga pesawatku pergi.”

Kyuhyun belum sempat menjawab karena Seohyun memutuskan sambungan telepon terlebih dahulu. Setelah diam beberapa saat, yeoja itu menuju meja telepon dan merobek selembar kertas dari buku nota yang biasa dia simpan disana.

Jam 17.28. Seohyun melirik pintu kedai. Masih tidak terlihat batang hidung Kyuhyun. Sudah hampir satu setengah jam dia menunggu namja itu. Seohyun menarik napas dan menghembuskannya dengan keras. Ia mengeluarkan ponsel dan menatap benda itu.

Tidak, dia tidak akan menelpon Kyuhyun. Tadi pagi dia sudah bilang akan menunggu namja itu. Dia melemparkan ponselnya ke tas dan menggigit bibir dengan kening berkerut bimbang. Sungmin yang sedaritadi memperhatikan hanya bisa diam tanpa bisa membantu apa-apa. Seohyun tadi sempat memberitahukan kalau kemungkinan Kyuhyun akan datang sangatlah kecil. Kyuhyun sedang sibuk dengan pasiennya, bagaimana mungkin Sungmin bisa mengganggunya. Padahal dia ingin sekali namja itu datang dan menyadarkannya kalau Seohyun mencintainya.

Seohyun melihat jam tangan yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Jam 18.00. Pesawatnya akan take off satu setengah jam lagi. Seohyun menghembuskan napas panjang dan melangkah untuk menghampiri Sungmin yang sedang berbicara dengan salah satu pelayannya.

Dia mengeluarkan sebuah amplop berwarna biru muda yang sedari tadi dia simpan di saku mantelnya. “Aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa akan memberikan ini padanya jika dia datang. Tapi ternyata dia tidak datang.” Ucap Seohyun dalam hati.Dia memandang amplop itu sesaat kemudian dibuangnya amplop itu di tempat sampah sebelum berpamitan pada Sungmin.

“Oppa, na kanta!” Pamit Seohyun berusaha tersenyum. (Aku pergi!)

“Hyun-ah, ppalli dorawa! O?” Perintah Sungmin. (Cepat Kembali! Oke?)

“Ne, aku pasti akan kembali. Tapi entah kapan.”

Sungmin merentangkan tangannya untuk memeluk Seohyun, dan Seohyun segera memeluknya. Tiba-tiba airmatanya jatuh ke pundak Sungmin. Seohyun buru-buru menghampusnya sebelum Sungmin melepas pelukan itu.

“Aku titip salam untuk Kyuhyun. Tolong jaga dia ya, oppa!” Pinta Seohyun sembari mengambil kopernya. Sungmin mengangguk dan mengantar Seohyun sampai ke taksi.

Jam sudah menunjukan pukul 21.18 ketika Kyuhyun datang ke kedai. Sungmin yang sedang melayani pelanggan terakhirnya langsung menatap Kyuhyun dengan pandangan yang tidak bisa dimengerti oleh siapapun. Pandangan kesal, marah, dan kasihan berbaur menjadi satu.

“Hyeong.. Seohyun?”

“Dia sudah pergi. Tadi dia menunggumu. Kau tadi benar-benar tidak bisa meminta orang lain menggantikan tugasmu?”

“Hyeong, aku ini dokter! Bukan pekerja paruh waktu yang bisa seenaknya memberikan tanggung jawab kepada orang lain!” Jawab Kyuhyun dengan nada tersinggung. Namja itu menghempaskan pantatnya di kursi terdekat. Bukan hanya Sungmin yang marah. Dia juga sebetulnya marah pada dirinya sendiri. Bagaimana tidak? Sahabatnya baru saja pergi untuk waktu yang cukup lama, dan dia tidak menemuinya untuk mengucapkan selamat tinggal. Padahal Seohyun sudah memintanya untuk datang.

Kyuhyun menghela napas panjang, terasa ada sesuatu yang mengganjal di sela paru-parunya.

“Pulanglah, telepon Seohyun besok pagi! Minta maaf padanya.” Ucap Sungmin dingin sambil membuka celemek.

“Arasseo.” Jawabnya. Tidak ada gunanya juga dia diam disini sekarang. Dia juga lelah dengan jadwalnya hari ini. “Aku pulang hyeong!” Kyuhyun kemudian hilang di balik pintu.

“Aish! Kenapa  dia bisa se-cuek itu, sih? Dia betul-betul menyebalkan.” Ujar Sungmin sambil menendang tempat sampah yang terletak di dekat meja kasir, membuat tempat sampah itu memuntahkan segala isinya.

“Aish!” Sungmin mengumpat lagi. Kesal karena tempat sampah itu begitu lemah dan langsung jatuh begitu saja. Padahal dia tidak menendangnya dengan keras.

Dia berjalan ke dapur untuk mengambil sapu dan pengki. Sungmin mulai membersihkan sampah-sampah tadi yang kebanyakan adalah sampah kering seperti struk pembelian dan tissue. Tapi ada sesuatu yang menarik perhatian Sungmin, sebuah amplop biru muda tergeletak bersama gundukan tissue.

Sungmin menautkan alisnya dan membuka amplop yang sepertinya segaja tidak direkatkan.

6 bulan kemudian

“Sungmin oppa!”

Sungmin yang baru saja memasukan kunci ke lubangnya terlonjak kaget mendengar panggilan itu. Dia membalikan badan untuk mencari seseorang yang memanggilnya. Seorang yeoja berdiri beberapa meter darinya dengan menggunakan pakaian olahraga.

“Sulli-ya!” Jawab Sungmin sambil tersenyum pada Sulli yang berjalan mendekatinya bersama seseorang.

“Kalian ini betul-betul menjunjung tinggi pacaran sehat, ya?” Ucap Sungmin bercanda sambil membukakan pintu untuk mereka. Mereka hanya tersenyum simpul dan masuk ke kedai.

Semenjak mereka menjalin hubungan 3 bulan lalu, Sulli dan namjachingu-nya, Taemin, selalu muncul setiap sabtu pagi dengan mengenakan pakaian olahraga dan badan yang banjir keringat ke kedai Sungmin. Mereka selalu lari pagi bersama.

“Apa yang kalian mau minggu ini?” Tanya Sungmin yang sudah berdiri di depan alat pengolah kopi.

Berbeda dengan Seohyun dan Kyuhyun yang selalu memesan minuman yang sama setiap kali datang. Pasangan baru ini selalu mencoba minuman baru setiap kali datang.

Sulli melihat Taemin dengan pandangan bertanya. Taemin langsung melihat daftar menu yang ada tepat di atas kepala Sungmin sambil menggigit bibir bawahnya.

“Hmm.. Cinnamon Coffee?”

Taemin langsung bergegas duduk di sebelah Sulli setelah yeoja itu menyetujui pilihan minumannya. Sulli mengambil tissue dan mengelap keringat yang meluncur bebas dari pelipis Taemin.

“Kakakmu apakabar?” Tanya Sungmin sambil menggiling biji kopi.

“Baik. Aku terakhir bicara dengannya 3 hari lalu.” Jawab Sulli.

“Dia masih tidak mau siapapun menghubunginya?”

“Yah, begitulah oppa.” Sulli tersenyum canggung,

Setelah Seohyun pergi ke Paris. Yeoja itu titip pesan kepada Sulli kalau dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun. Tidak oleh Sungmin, tidak juga oleh Kyuhyun. Dia ingin menenangkan diri. Meskipun Sungmin dan Kyuhyun selalu mendesak Sulli untuk memberitahu nomor telepon Seohyun, Sulli tidak pernah berani memberikannya. Terutama untuk Kyuhyun. Bagaimanapun, Kyuhyun-lah penyebab semua ini.

“Tapi bukan berarti dia marah pada oppa.”

“Aku tau.” Jawab Sungmin sambil tersenyum, “Dia pasti sibuk. Kapan proyeknya itu akan selesai? Apa dia sudah mendapat pekerjaan yang lain setelah dia berhenti nanti?”

“Kemungkinan dua bulan lagi selesai.” Jawab Sulli bersamaan dengan ponsel Sungmin yang berdering tanda sms masuk. Sungmin membersihkan tangannya dan mengambil ponselnya dari saku lalu membaca pesan tersebut.

“MWO?”

“Waeyo hyeong?” Tanya Taemin diikuti pandangan Sulli yang ingin tahu. Sungmin langsung menghadapkan padangannya pada mata Sulli.

“Sul. Kyuhyun… Akan bertunangan.”

“MWO? Bagaimana bisa? Bukankah dia baru saja di tolak oleh Yoona eonni?”

“Dia baru saja dijodohkan oleh orangtuanya.”

Sulli hanya bisa membelalakan matanya tak percaya.

Hei Sul! Ada apa?” Suara Seohyun yang ceria menyapa Sulli.

“Eonni baik-baik saja?”

Tentu saja. Tidak ada alasan untuk tidak baik-baik saja disini. Hahaha..” Seohyun tertawa renyah, “Ada apa?

“Apa eonni benar-benar sudah melupakan Kyuhyun oppa?” Tanya Sulli langsung. Dia tidak tahu harus berbasa-basi apa dengan kakaknya ini.

Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu?

“Semenjak eonni pergi, kita tidak pernah membahas hal ini, kan? Padahal sudah jelas tujuan eonni pergi adalah untuk itu. Sekarang aku hanya bertanya, apakah eonni sudah melupakan Kyuhyun oppa?”

Tidak terdengar jawaban di ujung sana, yang terdengar hanyalah suara traktor serta mesin pemotong besi. Sepertinya Seohyun sedang berada di proyek pembangunannya.

“Eonni!” Sulli sedikit memberikan sentakan pada panggilannya dan membuat sambungan telepon itu diputus secara sepihak oleh Seohyun.

Sulli menghela napas. Dia langsung mengirim pesan untuk kakaknya.

To : Seohyun eonni

Aku hanya mau memberi tau satu hal. Tadi pagi saat aku di kedai, Sungmin oppa mendapat pesan singkat dari Kyuhyun  oppa. Dia akan dijodohkan. Besok mereka semua akan bertemu di kedai. Aku harap eonni sudah bisa melupakannya karena aku yakin eonni akan di undang ke acara pertunangannya nanti.

Suasana di distrik La Défense kota Nanterre, Perancis, yang semula bising, kini terasa samar-samar setelah gadis cantik yang berdiri di sisi sebuah truk itu membaca pesan yang dikirimkan adiknya di Seoul.

From : Sulli

…. Aku harap eonni sudah bisa melupakannya karena aku yakin eonni akan di undang ke acara pertunangannya nanti.

Tanpa sadar, setetes air hangat jatuh dari pelupuk matanya. Ini baru bulan ke-6 dia meninggalkan Seoul. Meninggalkan tempat kelahirannya. Meninggalkan keluarganya. Meninggalkan teman-temannya. Meninggalkan cinta pertamanya.

Iya, meninggalkan cinta pertamanya, cinta terpendamnya, kasih tak sampainya. Tapi bagaimana mungkin waktu 6 bulan itu cukup untuk membuatnya melupakan namja itu? Namja itu sudah bersemayam di hatinya semenjak mereka SMA. Sudah 10 tahun lamanya.Mungkin butuh sebuah kecelakaan hebat yang menyebabkan dia kehilangan ingatannya untuk melupakan namja itu.

“Seohyun-ssi..” Suara Lee Hyukjae terdengar tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dia segera menghapus air matanya dan membalikan badan untuk menghampiri bos-nya itu.

“Kenapa kau diam saja? Sudah mulai merindukan calon tunanganmu itu? Siapa namanya tadi? Victoria? Cih, baru saja setengah jam yang lalu dia pergi dari kedai ini.” Ujar Sungmin sambil duduk di hadapan Kyuhyun yang sedang melihat keluar dengan pandangan menerawang.

Keuge anira, hyeong!” Jawab Kyuhyun dan menatap Sungmin dengan tatapan tajam. (Tidak begitu.)

Keurom wae?” (Lalu kenapa?)

“Aku memikirkan pertanyaan Eomma-nya tadi.”

“Pertanyaan nyonya Song yang mana? Calon mertuamu itu kan dari tadi bicara terus.” Sungmin jadi sebal sendiri karena Kyuhyun yang bertele-tele.

“Soal kedai ini, yang tadi hyeong jawab.”

Flasback

“Interior kedai ini bagus sekali.” Ucap nyonya Song sambil melihat sekeliling.

“Terimakasih.” Jawab Sungmin yang baru saja menghidangkan tiga cangkir kopi di meja, “Teman dekat Kyuhyun yang mendesign-nya.”

End

 

 

“Kenapa kau memikirkan itu?”

“Hyeong… Aku rindu padanya.”

“Mwo?”

“Entahlah, seperti ada yang hilang saat aku datang kesini dan dia tidak ada. Tidak ada lagi yang selalu menemaniku makan. Mendengarkanku berkeluh kesah. Benar-benar ada yang hilang hyeong.” Ujar Kyuhyun sambil memandang daftar menu.

Irish coffee.” Batin Kyuhyun

“Dia kemana, sih? Paris kan bukan pedalaman! Kenapa dia tidak membalas email-ku? Sulli juga kenapa tidak mau memberikan nomor telepon Seohyun? Aish!”

Yaa Cho Kyuhyun! Neo jeongmal ijjashiki! Neo jinjja mollasseo?” Sungmin menatapnya tak percaya. (Hei Cho Kyuhyun! Kau ini benar-benar brengs**! Kau sungguh tidak tau?)

“Tau apa?”

“Aish!” Sungmin mengumpat dan berjalan ke meja kasir. Dia mengeluarkan kunci dari sakunya untuk membuka sebuah laci kecil di bawah meja kasir yang memang dikhususkan untuk menyimpan barang-barang penting.

Sungmin kembali ke meja Kyuhyun dengan membawa amplop biru muda yang dia temukan 6 bulan lalu.

“Akhirnya dia sadar juga.” Sungmin berkata pelan pada dirinya sendiri.

Neo aro? Neo jinjja baboya.” Ujar Sungmin sambil memberikan amplop tersebut kepada Kyuhyun. (Kau tau? Kau itu benar-benar bodoh!)

Seohyun menatap ponselnya yang menunjukan pesan singkat dari Sulli tempo hari. Pesan singkat itu sudah 2 minggu lamanya ada di inboxponselnya. Sudah banyak pesan singkat yang masuk selama dua minggu itu. Bahkan banyak yang lebih penting. Tapi entah kenapa di waktu senggang seperti ini, dia selalu membuka pesan singkat tersebut.

“Tok.. Tok.. Tok..”

Pintu kamar hotelnya diketuk oleh seseorang dari luar, membuat Seohyun mengalihkan pandangnnya ke daun pintu.

Who is that?” Seohyun sedikit berteriak.

“Aku!” Lee Hyukjae juga sedikit berteriak dari luar.

Jweisonghamnida sajangnim. Jamkkanman juseyo!” Seohyun berjalan cepat ke kamar mandi untuk berkaca, memastikan tidak ada air mata yang jatuh tanpa sepengetahuannya tadi. (Maaf pak. Tunggu sebentar!)

Setelah yakin wajahnya terlihat baik-baik saja, dia membuka pintu.

“Ada apa sajangnim?”

“Kau sedang apa?”

“Eng, baru saja akan menonton tv.” Jawab Seohyun asal. “Ada apa sajangnim?”

“Ada klien baru ingin bertemu kita. Dia sudah menunggu di bawah.” Ujar Lee Hyukjae sambil tersenyum.

“Ne? Klien baru? Tapi, proyek ini kan proyek terakhirku dengan perusahaan sajangnim?” Tanya Seohyun tidak mengerti.

“Klien ini ingin kau yang menanganinya.”

“Tapi sajangnim…”

“Aku tadi sudah terlajur bilang kalau kau akan menemuinya.” Lee Hyukjae langsung memotong kalimat Seohyun dan membuatnya terpaksa ikut turun ke restoran.

Sesampainya mereka di restoran, Lee Hyukjae membawa Seohyun mendekat seorang namja yang sedang berdiri menghadap keluar.  Namja itu berperawakan tinggi kurus. Seohyun langsung melepas ikatan rambutnya dan berjalan sambil menunduk.

Aish! Kenapa aku bisa keluar menggunakan sandal hotel?” Rutuknya dalam hati ketika melihat kakinya beralaskan sendal putih bertuliskan nama salah satu hotel besar yang sudah menjadi tempat tinggal sementaranya selama 6 bulan ini.

“Kyuhyun-ssi!” Lee Hyukjae memanggil namja itu, membuat Seohyun langsung menghentikan langkahnya sambil menarik lengan Bos-nya.

“Sajangnim..” Panggil Seohyun.

“Ada apa? Dia teman dekatmu, kan? Dia klien baru kita.”

“Hyukjae-ssi..” Kyuhyun langsung menyapa Lee Hyukjae saat mereka sampai di hadapannya. Lalu mata Kyuhyun bertemu pandang dengan Seohyun, tapi dia orang itu tidak mengatakan apa-apa.

“Silahkan duduk!” Kyuhyun mempersilahkan diri.

“Kyuhyun-ssi kapan datang dari Korea?”

“Tadi sore.” Jawab Kyuhyun singkat tanpa mengalihakan sedikit-pun perhatiannya dari Seohyun.

Lee Hyukjae baru saja akan menanyakan sesuatu ketika ponselnya berbunyi.

“Maaf aku harus menerima ini. Seohyun-ssi, Mr. Spencer meneleponku. Kau bicaralah dulu dengan Kyuhyun-ssi. Arasseo?”

Seohyun hanya mengangguk pasrah dan membiarkan Lee Hyukjae pergi.

“Hyungie, kau terlihat lesu sekali. Kau sakit?” Tanya Kyuhyun setelah Lee Hyukjae keluar dari restoran.

“Ah, benarkah? Sepertinya aku kelelahan.” Jawab Seohyun asal. Otaknya benar-benar melancarkan aksi mogok bekerja sekarang. Bagaimana tidak? Beberapa saat yang lalu, dia diam di kamarnya sambil memikirkan namja yang sekarang tiba-tiba ada di hadapannya. Bukan hanya otaknya saja yang tidak bekerja. Hatinya pun melakukan hal yang sama. Perasaan rindu bercampur dengan sedih yang entah kenapa tiba-tiba muncul.

“Oppa ada apa kemari?”

“Aku mau menagih janjimu padaku dulu.”

“Janji? Janji apa?”

Kyuhyun menghela napas. Menatap Seohyun dengan intens.

“Hyungie, aku akan menikah.”

Tubuh Seohyun terasa tersambar halilintar. Apa dia bilang? Menikah? Bukankah kemarin Sulli bilang baru akan bertunangan? Sebentar. Kalau mereka akan menikah, berarti mereka sudah bertunangan? Dan aku tidak di undang?

“Seo Joohyun!” Panggil Kyuhyun . Seohyun segera tersadar.

“Mianhae oppa, aku mengantuk.” Ucapnya sambil mengusap matanya yang dia yakini sekarang sudah merah karena menahan tangis. “Benarkah?”

“Iya, aku akan menikah. Makanya aku mau menagih janji padamu.”

Seohyun menautkan alisnya, “Janji yang mana?” Tanyanya berusaha terdengar santai.

“Kau dulu pernah berjanji akan membuatkan rumah impianku, kan? Kau tidak ingat?”

Mungkin inilah yang namanya sudah jatuh tertimpa tangga. Dia belum sepenuhnya sadar dari keterkagetannya mengenai pernikahan Kyuhyun dengan seorang yeoja yang tidak dia ketahui, sekarang dia harus menepati sebuah janji bodoh yang dia buat dahulu?

“Aku tidak mungkin menikahi seorang yeoja dan membawanya tinggal di apartemen kecilku itu. Aku mau kau menepati janjimu!” Ujar Kyuhyun enteng sambil tersenyum senang.

“Tapi oppa, proyek-ku disini belum selesai..” Seohyun mencoba menolak halus.

“Tidak apa-apa, proyek-mu beres dua bulan lagi kan? Mulailah setelah itu.” Kyuhyun memaksa.

“Tidak bisa oppa, aku sudah mengajukan surat pengunduran diri. Proyek disini adalah proyek terakhirku. Kalau kau bersikukuh, kau bisa bicara dengan Lee Sajangnim.”

“Hyung…”

“Aku harus pergi sekarang. Maaf.” Seohyun segera berdiri dan berjalan menjauhi Kyuhyun. Dia benar-benar sudah tidak kuat menahan air matanya. Dia ingin berlari, tapi itu tidak mungkin. Apa yang akan dipikirkan Kyuhyun kalau dia tiba-tiba berlari? Dia hanya berjalan cepat menuju lift.

Air matanya langsung tumpah ketika dia masuk lift. Untung lift dalam keadaan kosong. Jadi dia bisa bebas menumpahkan perasaannya.

Setelah 6 bulan lebih mereka tidak bertemu, namja itu akhirnya datang ke sini. Ke tempat Seohyun melarikan diri. Tapi, namja itu malah membawa berita yang tidak sanggup Seohyun terima. Bagaimana mungkin dia bisa membuatkan rumah impian untuk namja yang dia cintai, tapi rumah impian tersebut diberikan untuk calon istri dari namja itu?

Kyuhyun benar-benar menghempaskan hati Seohyun ke titik rendah terbaru.

Seohyun mengeluarkan kunci dari sakunya dengan keadaan tangan gemetar dan kaki yang kebas. Belum sempat dia memasukan kunci ke lubangnya, suara pintu lift terbuka menggema di lorong tersebut. Seohyun melirik sekilas. Ternyata itu Kyuhyun. Dia buru-buru memasukan kunci ke dalam lubangnya. Tapi dengan keadaan tangan yang bergetar hebat, kunci itu malah lepas dari genggamannya.

Melihat Seohyun yang mulai kesulitan, Kyuhyun segera berlari untuk membantunya.

“Hyun-ah.. Gwenchanha?” Tanya namja itu sambil memungut kunci yang tergeletak di lantai. Seohyun segera merebut kunci itu dengan kasar. (Kau baik-baik saja?)

Wae irae?” (Ada apa?)

Seohyun pertama-tama memasukan kunci ke lubangnya dan memutar kunci tersebut sambil mencoba menghapus air matanya yang terus mengalir. Pintu tersebut sudah tidak terkunci, tetapi air matanya tidak berhasil dia hapus.

Ah sudahlah!” Pikirnya dan membalikan badan. Menatap mata Kyuhyun dengan tajam.

“Kenapa kau tidak mau menepati janjimu?” Akhirnya Kyuhyun bertanya karena Seohyun tidak mengeluarkan kata-kata. “Apa ada yang salah dengan kita? Kau tidak menghubungiku.” Sekarang Kyuhyun menggenggam jemari Seohyun. Namja itu bisa merasakan jemari yang sekarang digenggamnya sedang bergetar hebat.

Tanpa di duga oleh Kyuhyun, Seohyun menghentakan tangannya dengan keras sehingga membuat genggaman Kyuhyun lepas.

“Lebih baik sekarang oppa pulang!” Ujar Seohyun dingin . Alih-alih berjalan pergi, Kyuhyun malah memerintahkan kaiknya untuk maju satu langkah lebih dekat dengan Seohyu dan langsung memeluk tubuh yeoja itu.

“Kau tidak tahu seberapa besar aku merindukanmu?” Kyuhyun berbisik tepat di telinga kanan Seohyun.

Seohyun yang kaget mendapat pelukan bombardir itu langsung mendorong tubuh Kyuhyun dengan sekuat tenaga.

“Oppa! Kau ini kenapa? Tadi kau bilang kalau kau mau menikah, dan sekarang kau malah memelukku sepert…”

Kalimat Seohyun terhenti ketika Kyuhyun mengecup lembut pipinya, membuat Seohyun benar-benar marah sekarang. Ucapan Sulli tiba-tiba menari-nari dipikirannya. Namja di hadapannya ini benar-benar tidak mengerti perasaan wanita.

Seohyun yang baru saja akan meluapkan kekesalannya langsung mengurungkan niat saat Kyuhyun bicara.

“Iya, aku akan menikah. Aku juga akan memberikannya rumah. Rumah yang pernah kau janjikan dulu.” Ujarnya.

“Aku ingin kau yang menata semuanya. Menata bangunannya, menata halamannya, menata ruangannya, dan juga…, menata hidupku dan anak-anak kita nanti.” Kyuhyun melanjutkan sambil berlutut di hadapan Seohyun.

Seohyun mengerjapkan matanya, “Ne?”  Hanya itu yang keluar dari mulutnya.

Kyuhyun tidak menjawab. Dia hanya mengeluarkan sesuatu dari saku jas-nya. Sebuah kotak kecil berwarna biru muda. Warna favorit Seohyun. Kyuhyun membuka kotak itu dan menghadapkannya pada Seohyun.

Na rang kyeorhonhae jullae?” Tanya Kyuhyun sambil menatap Seohyun. (Maukah kau menikah denganku?)

Cepat bangun Seo Junghyun!” Ujar batin Seohyun. “Kau pasti sedang bermimpi.

Kyuhyun yang tidak sabar menunggu jawaban langsung mengambil cincin itu dan menyematkannya di jari manis Seohyun. Dengan reaksi Seohyun tadi saat Kyuhyun mengatakan akan menikah, dia yakin bahwa yeoja ini belum melupakannya. Maka tidak perlu jawaban untuk pertanyaannya tadi.

Tidak bodoh! Kau tidak bermimpi! Coba lihat cincin itu!” Otak Seohyun berpikir.

Seohyun langsung menyadari itu nyata ketika Kyuhyun merengkuhnya. Menenggelamkan kepalanya di dada bidang namja tersebut.

“Mianhae Seohyun-ah. Jinjja mianhae. Maafkan aku karena baru datang sekarang. Maafkan aku karena tidak pernah menyadarinya.” Ucap Kyuhyun lembut. “Sungmin hyeong bilang, kau pergi karena kau ingin melupakanku.Apa itu benar?”

“Kau tau? Saat kau pergi, bukan kau yang belajar melupakanku. Tapi akulah yang belajar mengerti hadirmu selama ini. Aku mohon jangan pergi lagi!” Kyuhyun menutup kalimatnya dengan sebuah kecupan hangat di kening Seohyun.

Seohyun hanya bisa menangis. Tidak bisa berkata apapun lagi.

“Jangan menangis lagi. Aku mohon maafkan aku.”

“A.. Aku buk.. Bukan menangis.. karena i.. Itu.” Ucap Seohyun disela-sela tangisnya

“Lalu kenapa?”

“Aku terlaru bahagia. Tolong bilang padaku kalau ini bukan mimpi!”

Kyuhyun langsung menyentil pelan kening Seohyun.

“Sakit?” Tanyanya.

“O.”

“Itu berarti ini nyata! Sudah jangan menangis lagi. Kalau kau menangis karena bahagia, lama kelamaan kau akan jadi seperti bayi.” Ujar Kyuhyun sambil membuka pintu kamar hotel Seohyun.

“Kenapa?”

“Karena aku akan membuatmu terus bahagia sampai akhir nanti.” Seohyun tersenyum mendengar itu. Dia sudah akan menuruti kemana kaki Kyuhyun melangkah ketika Seohyun sadar akan satu hal.

“Calon istrimu….?”

“Dia tidak ingin dijodohkan.” Jawab Kyuhyun santai sambil menarik Seohyun ke dalam pelukannya lagi.

Epilog

Neo aro? Neo jinjja baboya.” Ujar Sungmin sambil memberikan amplop tersebut kepada Kyuhyun. (Kau tau? Kau itu benar-benar bodoh!)

Kyuhyun membuka amplop yang baru saja diberikan Sungmin padanya. Saat dibuka, terdapat sebuah foto dan sebuah kertas kecil. Kyuhyun membaca kertas itu terlebih dahulu.

Oppa, waktu itu, kau sempat menanyakan siapa orang yang aku sukai, kan? Aku akan memberitahumu sekarang.

Kyuhyun langsung melihat foto yang masih ada di dalam amplop. Foto itu adalah hasil kamera polaroid yang mengabadikan foto dirinya dan Seohyun saat dia lulus dan mendapat gelar Dokter. Di bawah foto itu tertulis tulisan Seohyun yang sangat khas.

“Ini foto-ku dan dia. Namanya Cho Kyuhyun. Dia seorang Dokter. Dialah yang aku sukai. Aniya, aku cintai.”

 

THE END

Huah! Akhirnya selesai juga hehehe gimana? Kepanjangan ya? Pasti boring deh bacanya? Yah apapun pendapat kalian, silahkan komentar yaaaaaa🙂

Kalau kalian pengen baca ff-ku yang lain. Jangan lupa mampir http://idznimitsali.wordpress.com/

Sampai ketemu lagi. Annyeong😉


63 thoughts on “[Freelance] I Never Told You [chap. 2]

  1. ye happy ending \(^o^)/
    untung aja sungmin oppa ngasih suratnya ke kyu oppa jadi kyu oppa bisa sadar kalau seo eonnie cinta sama kyu oppa, terus kyu oppa juga semenjak ditinggal seo eonnie jadi nyadar perasaannya sendiri
    seru ffnya thor, ditunggu ff yg lainnya ya terutama yg castnya seokyu ^^

    Like

  2. Kereeenn seru banget malah. tuh kan kalo seo pergi kyu baru tau rasakan hehe
    hemm kayanya kurang deh, kalo dibikin satu part lagi pas tuh, abis kegalauan kyu kurang berasa sih

    Like

  3. asdfghjkl author cantiqqqq aduh bagus yaampun suka banget
    nangis2 ga karuan bacanyaaaaaa. Sempet ngirain ini bakal berchapter2 loh.
    Kena banget loh walaupun dikit2. Waktu kyu naksir yoona (untung ada siwon). Waktu seo pergi. Waktu kayanya mau tunangan. Waktu dikejar ke paris. Aduh suka banget itu surat yang dikasih buat kyu~ bagusssss.

    Yang lain. Sulli taemin. Dan hyuk. Aww sayang banget sama hyuk pokoknya :33 uda baik banget, sayang seokyu juga❤

    Like

  4. Aduuhh
    Ini ff terbaik seokyu yg aku prnah ku bc
    Aduuh
    Netes air mataku bc ni ff.
    Dapeet banget feel nya.
    Rasakan kau kyu. Baru sadr kan klo seo emang yg trbaik dan plg setia.
    Kalimat yg blg ” mgkn cm kcelakaan hbat yg akan mbuat seo hlang ingatn ttg kyu” kena banget.
    Daebak. Supr daebak.

    Like

      1. makasih ya, padahal ini ff seokyu pertamaku dan aku takut kalau ngga dapet feelnya. aku juga nangis kok, terharu sama comment kamu huhuhu *lebay*
        makasih banyak ya sekali lagi karena udah baca😉

        Like

  5. “Kalau eonni benar-benar ingin meninggalkan Kyuhyun oppa, tinggal-lah di Paris. Tidak usah memikirkanku. Eonni lihat sendiri sudah ada orang yang mau menjagaku.”

    Moment disini nguras tenaga nih … ahahahha

    PAs SUngmin Oppa ngasih dan Kyu Oppa dateng ke Paris sempet kesel banged kenapa Kyu Oppa ga bilang langsung tapi nilai seni nya itu di akhir cerita yya..

    Twoshoot daebak !!

    Like

  6. Ya ampun…. Seonni sm kyuppa co cweet* amat sihh!!! * :so sweet
    Keren bgt lho ceritanyaaaa!!!! Sesuatu bgt gitu lho!! *gaya kyk syahrini pk jambul khatulistiwa*
    Aku bingung mo ngomong ap lagi?!! Terharu, seneng Akhhh… semuanya jadi satu!!!

    Like

  7. huaaa…. baguss bgt endingnya… ngena…
    padahal awalnya dah nangis bombay…
    takut bgt klo kyuppa bklan bner2 nikah n nrima p’jdhan itu..
    awalnya pas bca yg seo sruh buat rumah nyesek bgt masa kyuppa tga bgt nyuruh seo buat rumah buat dia n istrinya..
    hah t’nyata rumahnya mau dit4in dia ma seo.. lega deh bacanya…
    sukkakkk… buat ff seokyu yg laennya lagi yahh^^

    Like

  8. ff ini keren banget menguras air mata,,
    padahal aku udah nahan biar gag nangis, tapi gag bisaa.. keren cepet lanjutin ya..
    Seokyu the best………😀

    Like

  9. Beneran eonn ini keren banget!! Feel nya dapet banget.. Sedih bacanya sampe nangis *beneran loh*
    Tapi so sweeetttt banget itu Kyuppa :’)
    Iya eonn menurut saeng ini harus diterusin deh,diterusin lebih baik *modus*
    Hwaitingg,ditunggu karya FF SeoKyu selanjutnya🙂

    Like

  10. Terharu😥😥 feelnya ngena banget … dari chap 1 smpe yg ini feelnya bener2 dpt (y)
    kyaaa tapi so sweet banget … meskipun lika likunya panjang tapi akhirnya happy ending ..:D
    Daebak😀
    ditunggu ya thor FF selanjutnya😀

    Like

  11. aku dapet banget feelnya ini cerita :”)
    ceritanya keren banget,aku suka kata-kata dalam FF ini,para pembaca seakan bisa merasakan cerita yg dibacanya ^^
    kyu pabo masa baru sadar setelah seo ninggalin dia -_-”
    dan yg paling aku suka adalah sifat seo yg setia bertahun-tahun ke kyu ^^
    buat FF yg seperti ini lagi ya ^^

    Like

  12. Huaaaaa ff ini bener2 bikin terharu. Akhirnya seokyu bersatu. Pokoknya ff ini & authornya daebak deh.
    Btw msh merasa aneh, lee hyuk jae yg itu jd seorang sajangnim ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ peace ^^v
    Ditunggu karya selanjutnya ya.

    Like

  13. Aaaaaaahhh thor bener2 daebakkkkk
    Aku nangis bombayyy gak nyangka bgt akhirnya kyk giniiiii :”””””'((
    Plis banget bikin sequelll T_____T

    Like

  14. syukur deh seokyu bersama…
    jujur quh bcany deg”an….tkut kyu brtindak bdoh ga nyadar” klo seo cinta sma dy…utg da umin
    I NEED SQEEUUUULLLL
    plisss y chingu buat sqeulny y…
    seokyu jjang

    Like

  15. Happy ending :’) ah author beneran aku mewek2 bacanya suer T^T

    Mulai nangis tuh pas kyu nyusul seo ke paris dan bilang mau nikah. Itu jleb banget tauuu. Tapi ternyata nikah sama seo…
    tersentuh banget sama kalimat ini “…..menata hidupku dan anak-anak kita nanti.” Kyuhyun-ah :’)
    Eunhyuk-ah, jeongmal saranghaeyoooooo❤ care banget sama seo ~
    Author, aku juga cinta kamu deh mumumu :* abisan ffnya so sweet beudd❤

    Like

  16. daebak buat authornya sukses buat aku nangis kejer gak boong, apa lagi pas kata kyuhyun nyamperin ke paris eoooo dapet banget aku feelnya nice ff 10 jempooll lanjut bikin ff seokyu yah jangan bosen bosen

    Like

  17. Kereeeeeeeeeen !!!!!!!!
    Suka suka suka suka bangeeeet !!!
    Di tunggu ya eonni karya-karya selanjutnya yang lebih dari ini heheheh

    Like

  18. . chingu … .
    . daebak … daebak … daebak … .
    . chingu critamu sukses buat q sedih n bhgia … .
    . chemestriny dpt bgt deh … sayang bgt kalau g dibaca … .
    . gila … bnr2 nyentuh bgt nich crita … .
    . chingu … pngen bc lgi … .
    . sukses aj deh buat authorny … ditunggu ff seokyu selnjutny … .
    . makasih ea … .

    Like

  19. Akhirnya seokyu bersatu #ketawa ketiwi bareng wires
    keren ching. . .
    Tp kenapa cuman 2 part ching, kalo story linenya di perlambat pasti lebih asik lagi,
    tp tetep kece kog ching!

    Like

  20. DAEBAK!!!! JINJJA DAEBAK!!!!
    dari chap 1 aja udh bikin baca nyesek plus terbawa suasana ff ini sendiri…
    gilaaaaaaaaaaaaaaaaa…. bikin novel chingu😀
    aku siap jadi pembelinya hahahha…

    Like

    1. Waw, novel? Hm serius nih bakal jadi pembelinya? Hahaha well makasih banyak ya udah baca dan terutama buat support-nya *bow*

      Like

  21. Fiuuhhh aku nggaa nangisss yeey( bangga)
    akhirnyaah happy endingg
    Ngena banget waktu seokyu di pariss nyaahhh (sip)
    Oiya aku juga suka umin disini , kalo ngga ada umin mngkin kyunya gaabakali nyadaarr *thankyu umin
    Aku juga suka penulisannya jd bahasa koreanyaa diartiin gitu so,, bisa nambahh vocabulary (?)
    Alurnyaa pass!! sering2 buat FF seokyu yaa chingguuu__
    FIGHTING!!

    Like

  22. Huaaaa, happy ending!!!!!!:)
    ff ny DAEBAK bgt!!!!^^
    aku terharu baca ny thor hiks T.T *lebee* *abaikan* XDD

    minta sequel ny donk thor yaya??

    nice ff^^

    Like

  23. Waww fantastic. . .keke.
    Kirain blom end trnyt udah.
    Akhirnya Seokyu bahagia jg q ikut heppy deh.:)
    tkz dh bikin ff Seokyu?

    Like

  24. Suka bgt endingnya!
    Kyu agak telat sih nyadarin cinta seo.
    Seo kasian bgt. Kayaknya udah sakit hati bgt, untung akhirnya kyu ngelamar! Haha!

    Like

  25. Oh,so sweet.terharu bgt ma surprise’y.author daebak!q jd sdar klo q hrs ngmg klo q ska ma ssorg agar lga hti qt wlpun hsl’y m’cwkan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s