[Freelance] Our Happy Ending


Judul FF : OUR HAPPY ENDING
Cast : CHO KYUHYUN, CHO JI HYO, KIM HYE HWA, LEE SUNGMIN
Genre : Romance
Author : VIVI dan MAHMUDAH PUJI

Cho Ji Hyo’s POV

Siang itu aku terduduk menatap bunga-bunga sakura yang berjatuhan. Entah mengapa bunga sakura mengingatkan ku pada cinta. Mungkir karena warnanya. Sudah hamper 12 tahun ini aku tinggal dinegeri ginseng ini karena sebelumnya saat aku dilahirkan sampai aku berumur 11 tahun aku tinggal di Jepang. Namun mata ku tak pernah bosan melihat keindahan bunga sakura disini.
Namun ada 1 hal yang membuat hati ku kosong. Entah perasaan ku saja atau malah kenyataan? Entah semenjak ada dia, namja yang sangat ku cintai itu datang kembali dalam hidup ku. Aku merasa sesuatu yang ada dalam hatiku terkoyak begitu hebatnya. Dia yang membuatku tau apa itu hidup, apa itu kenangan, cinta dan juga kepedihan.
Aku menatap kembali jalan yang diapit pepohonan sakura. Aku terkesiap melihatnya, “oppa” aku berjalan mendekati jalan itu. Namun aku melihatnya tengah berjalan dengan wanita lain.dia tampak menggoda wanita itu dengan senyumnya yang indah. Saat aku semakin dekat dengan jalan itu, aku terkesiap saat menyadari bahwa wanita itu diri ku sendiri. Betapa bodohnya aku yang terhanyut khayalanku sendiri. Ya apapun hal yang menyangkut dirinya dan diriku akan terlihat bodoh dimataku. Walaupun aku tau semua itu akan sia-sia saja. Itu semua hanya semu. Ilusi dalam pikiranku karena terlalu mencintainya. Oppa, akankah kau tau betapa besarnya cinta ku padamu? Kau tak akan bisa membayangkannya karena kadar cinta ku padamu tak terbatas, bahkan alam semestapun tak dapat kubandingkan pula dengan perasaanku ini.
 Akankah kau tau betapa nyerinya hatiku?rasa ini hamper membunuh ku disetiap detak dan hembusan nafasku. Aku mohon, oppa. Jebal! Kembalilah padaku. Walau kelak kau hanya memandangku sebagai seongok kenangan masa lalumu, aku terima itu. Yang ku butuhkan saat ini kau kembali oppa. Kembali dalam jarak pandangku. Aku sudah mulai terbiasa dengan kehadiranmu. Aku candu terhadapmu oppa. Senyum dan sentuhanmu bagai narkoba untuk kelansungan hidupku. Demi tuhan, entah apa yang akan terjadi bila kau benar-benar enyah dari hidupku.
Tapi disisi lain bagaimana bisa aku bertahan untuk mencintainya? Dia begitu dicintai, terlebih sahabat ku sendiri juga sangat teramat mencintainya. Aku ingin mengakhiri ini semua walau itu berarti aku harus menghabisi hidupku sendiri, namun itu berarti aku tak dapat melihatnya lagi selamanya. Mencintamu menyakiti hatiku, bersamamu menyiksa batinku, merindukanmu membuatku susah bernafas. Namun bila tak melihatmu lagi aku akan benar-benar mati. Bagaimana aku bisa menyelesaikan ini tuhan?
Akankah aku mampu melewati setiap detik hidupku walau sebenarnya jauh dalam relung hatiku ada luka yang mengangah lebar disana. Dan ku pastikan luka itu tak akan mongering sampai kapanpun. Walau aku berusaha menutupinya sekalipun dengan mengakhiri hidupku sendiri. Betapa ironis dan bodohnya aku ini yang tak mampu melepaskan seorang laki-laki, betapa bodohnya aku ini yang mudah sekali jatuh dalam pesona seorang Cho Kyuhyun. Namja menyebalkan, jahat dan usil itu namun selalu memberikan pelangi dalam hidupku.entah sudah berapa kali kenangan yang sudah kami ukir bersama. Aku tak mampu menghitungnya. Bahkan dewa dilangitpun dapat ku pastikan kebingungan menghitungnya (?). inilah salah satu alasan mengapa aku tak mampu melepaskannya terbang bersama gadis lain yang tak bukan adalah sahabatku sendiri.
Aku masih ingat bagaimana pertemuan pertamaku dengannya. Saat itu pertama kalinya aku menginjakkan kakiku di Kyunghee University dan harus berdekatan dengannya. “annyeong” kata itu begitu merdu ditelingaku. Aku langsung terpesona dengan parasnya. Betapa tidak mata itu memancarkan sinar kehangatan dan kedamaian. Aku yang terlalu malu hanya mengangguk menganggapi sapaannya. Aku tak berani lagi menatap wajahnya lagi seharian itu. Aku tak ingin tenggelam terlalu jauh dalam pesonanya. Namun, kenyataannya sekarang berbeda. Aku telah tenggelam dalam  laut pengharapan cinta.
Perlahan tapi pasti keakraban terjalin diantara kami berdua. Bahkan sebagian kalangan mahasiswa menganggap kami sebagai sepasang kekasih. Tapi sayang dugaan mereka salah. Yang Cho Kyuhyun cintai bukan aku tapi sahabatku, Lee Hyun Hwa. Gadis berparas ayu dengan  rambut hitam legam yang selalu menjuntai di punggungnya. Gadis yang bagai titisan malaikat dengan senyum bidadarinya. Gadis dengan sejuta prestasi didunia modeling. Lalu apa aku? Apa yang ku miliki untuk memikatnya?
Aku Cho Ji Hyo, hanya seorang mahasiswa jurusan sastra yang hanya mampu merangkai kata-kata puitis penuh bualan (?). hanya gadis biasa yang tak terlalu menonjol dalam urusan apapun. Aku masih bersyukur ada satu majalah yang menawariku bekerja disana. Hiyung-hitung menambah tabunganku. Kadang kala aku juga rajin mengarang sebuah cerita fiksi berupa novel yang kini sudah 2 yang diterbitkan. Ya walaupun bukan termasuk best seller tapi aku bersyukur. Setidaknya cita-cita masa kecil ku untuk menjadi penulis tercapai.
“Ji Hyo~a!!” aku menoleh dan melihat Kyuhyun sedang berlari kearahku.
“Waeyo?” tanyaku ketus
“Aigoo, kenapa kau selalu bersikap dingin seperti ini pada ku huh? Setidaknya kau harus bersikap lembut pada pria setampan aku” ia mula merajuk manja.
“Ada apa kau memanggilku? Apa karena Hyun Hwa?” tebakku. Tak ku sangka rasanya sesakit ini, seakan teriris saat mengatakannya.
“Ani. Aku hanya ingin mengajakmu ke toko kaset”
Aku tak menjawab pertanyaannya. Aku memang mencintainya. Dengan berada didekatnya aku semakin tak kuasa menahan perasaanku makanya sekarang aku bersikap dingin padanya.
“Aiiish, Ji Hyo~a. kau dengar tidak? Hanya ketoko kaset lalu makan malam bersama. Kau mau menemaniku tidak?” rengeknya lagi.
Aku selalu tak kuasa menolak permintaannya. “arraseo. Arraseo. Kajja kita pergi”
“Nah itu yang ku tunggu. Gomawo” ujarnya lalu dengan lancangnya dia menarik ikatan rambutku hingga terlepas lalu dia berlari secepat kilat.
Aku mendengus dan menghembuskan nafas kesal “Yak, Cho Kyuhyun. Mati kau” teriakku. Dia masih berlari sambil sesekali menoleh kebelakang dengan tawa jenakanya. Ku kejar dia berharap aku bisa balas dendam padanya. namja itu memang benar-benar menyebalkan  tapi kenyataannya aku sangat mencintainya. Benarkah yang kursakan ini? apa aku masih kuasa menahan gejolak perasaan ku ini? akankah sikap ketus ku ini membuatnya menyadari perasaanku padanya? ku gelengkan kepalaku cepat. Ku berkata pada diriku sendiri “Biarkan ini semua mengalir apa adanya, Cho Ji Hyo. Kau harus bisa menerimanya kelak apapun  yang terjadi padamu”.
 Aku menatik nafas panjang untuk meredakan semua yang berkecamuk dalam pikiranku.
“Aaaargh! Auuuw” karena terlalu serius mengjarnya, aku tak melihat sebongkah batu besar yang berada ditengah jalan ku. Aku terjatuh tersungkur ditanah merasakan nyeri dilututku.pat ku terjatuh tadi. Aku
“Ji Hyo~a, kau ini lamban sekali. Bahkan seekor siputpun lebih cepat darimu” hardiknya. Bisa ku lihat dia kini tengah menjulurkan lidahnya padaku.
“Yak, Kyuhyun. Kau buta ya? Aku terjatuh pabo. Bantu aku” ujarku sambil menahan kesakitan. Aku masih terduduk ditempatku terjatuh tadi. Aku melihat kyuhyun yang berjalan agak ragu kearahku namun akhirnya dia benar-benar menghampiriku.
“Mana yang sakit?”
“lututku”
 Ia berjongkok dan memeriksa lututku yang sedikit berdarah.
“Kyuhyun~a”
“wae?”
Ketika dia menoleh aku segera mencubit pipinya hingga ia mengerang kesakitan.
“Kau ini ya selalu saja menggodaku. Sebagai balasannya ku cubit kau… hahaha”
“Kyaaa… Ji Hyo~a. yak yak lepaskan tangan mu pabo. Sakit bodoh. Yak yak” teriaknya saat aku semakin mengeraskan cubitanku.
Ku rasakan darah ku berdesir hebat saat kulitku bersentuhan dengannya. Oksigen disekitar ku tiba-tiba menghilang begitu saja.
“Yak bantu aku berdiri” pintaku sambil merentangkan tangan padanya. bersikap manja padanya sesekali tak apakan? Tapi apa yang dilakukannya? Dia malah menarikku kuat hingga aku hamper terjerembab dalam pelukannya. Untung saja dengan sigap menahan lenganku. Dia meringis kecil melihatku sambil menampilkan aegyonya “Mian”. Aku hanya bergumam kecil menanggapi ucapannya.
Dia menjawail sikuku dan berbisik cepat dutelingaku
“Ji Hyo~a, ku traktir kau makan ice cream kesukaanmu. Kau mau?” dengan cepat aku mengangguk padanya dengan mata yang berbinar. Dia tau sekali kelemahanku ada pada ice cream. Demi tuhan namja ini tau segalanya tentangku.
“Kau ini ditawari ice cream matamu sudah bersinar kegirangan. Mudah sekali jika orang menculikmu”
“Tidak apa-apa. Selama kau ada disisiku, aku akan aman” aku buru-buru menutup mulutku. Merutuki kesalahanku. Mengapa aku mengatakannya sih? Aku kan hanya berbicara dalam hati. Cho Ji Hyo pabo.
“Omona… kau menyukaiku Ji Hyo~a? aigoo… aigoo…hahha” dia tertawa lepas seakan mustahil dia akan mencintaiku.
“Siapa yang menyukaimu? Hanya gadis bodoh yang menyukai pangeran maja dan usil sepertimu”
Yah dan gadis bodoh itu aku. Kataku pada diri sendiri.
“yak siapa yang kau bilang pangeran manja dan usil heh?” tanyanya sambil menggelitiki pinggangku. Aku mencoba menjauh dari jangkauannya.
“Yak cho Kyuhyun hentikan atau ku pastikan tangan mu patah ditanganku” ancamku. Tapi ternyata sia-sia saja. Dia semakin gencar menggelitikiku. Membuatku terpingkal-pingkal kegelian menghadapi ulahnya. Tanpa sengaja aku menendang kakinya dan dia terhuyung kebelakang, tersungkur ditanah.
“Omooo.. gwaencanayo?”
“Aiiish sakit sekali. Aku tak bisa berdiri”  ia mengerang kesakitan.
“Kalau begitu kau perlu perawatan khusus” aku berjalan menjauh.
“Ji Hyo~a aku sedang tidak bercanda. Bantu aku. Palli!!”
Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada orang ini? aiiiish. Kemudian aku mengulurkan tanganku padanya namun dengan gerakan cepat ia menarikku hingga terjatuh dalam pelukannya.
“Memelukmu adalah perawatan khusus yang ku butuhkan”
Omona.. omonaa… apa yang dilakukan bocah tengik ini huh? Tak taukah dia sikapnya hampir membuatku mati jantungan dan kehabisan nafas? Dasar cho Kyuhyun bodoh.
“Kau ini apa-apaan kau Kyu? Bagaimana kalau ada yang melihat dan melaporkanku pada pacarmu heh? Kau ingin aku punya musuh?” dia hanya mngerling jahil. Lalu menarikku berdiri.
“Lupakan saja. Kita kan sahabat. Kajja kita berangkat nanti kemalaman” ujarnya.
Tangannya menggenggam tangan ku. Membenamkan jari-jarinya disela-sela jemariku. Dan aku pun dengan susah payah menyembunyikan rona merah dimukaku.
Dengan cepat ku lepaskan genggamannya. Otomatis membuatnya berhenti menatapku. Sebelum dia mengomeliku lebih dulu aku berkata “baiklah Kyu. Terima kasih atas semuanya. Aku pergi dulu. Annyeong.” Disaat itulah aku meninggalkannya sendiri berdiri kebingungan ditempatnya.
Tapi dia buru-buru menarik lenganku. Dengan pasrah aku bilang saja bahwa aku tak enak jalan berdua dengannya. Karena ini menyangkut hati sahabatku, Hyun Hwa. Aku tak mau dicap sebagai perebut pacar sahabatnya. Tak pernah terlintas hal itu terjadi padaku.
Ku rasakan cengkaraman tangan kyuhyun semakin kencang di lenganku. “Lupakan Hyun Hwa. Sudah 2 hari ini dia tak menghubungiku. Dan apa salahnya kesempatan ini ku gunakan untuk bersenang-senang dengan sahabat ku?” dia pun mengalungkan tangannya dipundakku. Mengajakku kembali berjalan menuju kedai ice cream langganan kami.
“Lalu? Maksudmu aku ini selingan untukmu? Jahat sekali kau Kyu. Aku menyesal berteman dengan mu” cibirku sambil menyuapkan sesendok penuh ice cream vanilla dalam mulutku.
“Ani. Bukan begitu maksudku. Hanya entah mengapa saat bersamamu rasanya semua masalahku hilang seketika. Tak ada beban dipundakku. Kau ingin ice cream lagi? tenang saja aku yang mentraktirmu” uarnya begitu melihat aku mendengus kesal dan mengembungkan pipiku saat menyadari ice cream ku sudah habis.
“jadi kau mengajak ku berjalan-jalan hanya untuk melampiaskan masalahmu padaku?” tubuhku menegang mendengar penjelasannya tadi.
“ani bukan begitu. Kau tak mengerti ucapanku ya?” aku menatapnya dengan senyum getir dibibirku.
Dengan cepat aku beranjak dari tempat duduk ku. Sebelumnya aku menghampiri ahjumma yang menjual ice cream ini menyerahkan beberapa lembar uang padanya. tanpa pamit pada kyuhyun aku langsung meninggalkannya begitu saja.
Saat aku berlari menjauhinya. Butiran Kristal ini tanpa izin menyeruak begitu saja dari sudut mataku. Tak ada tanda-tanda dia akan mengejarku jadi ku teruskan saja langkahku. Bahkan aku mempercepat langkahku. :Kau jahat sekali kyu. Kau jahat” ujarku ditengah-tengah isakan kecilku. Aku mulai kelelahan menangis mendapati kyuhyun hanya menjadikanku pelampiasannya. Ini keterlaluan.
Dan semalaman aku menangisinya dipojokan kamar sambil merutuki kebodohanku.
*********
Kyuhyun’s POV
Aku terdiam mendapati Ji Hyo pergi meninggalkanku. “Kenapa akhir-akhir ini dia aneh sekali?” pikir ku. Apa dia marah padaku? Aku kan tak bermaksud menjadikannya tameng bila aku ada masalah dengan Hye Hwa. Jangan salahkan aku. Salahkan saja gadis menyebalkan itu. Tega-teganya dia tak menghubungi selama 2 hari ini. dia kira aku akan baik-baik saja? Ya benar aku baik-baik saja walau tanpanya. Karena aku punya Ji Hyo yang selalu ada untukku.
Bukannya aku menutup mata saat menyadari perubahan Ji Hyo padaku, tapi aku terlalu takut mendapati kenyataan bahwa dia benar-benar kan meninggalkanku saat aku menyadari perasaannya padaku.
Aku Cho Kyuhyun. Tak akan tinggal diam dengan apapun yang menyakut Cho Ji Hyo. Bahkan aku terlalu peduli dan sangat ingin tau mengenai gadis itu. Aku tau saat aku mulai hubungan dengan Hye Hwa, sahabatnya. Aku menyadari bahwa hatiku menyimpan secuil perasaan padanya walau sebenarnya Hye Hwa juga mendominasi dihatiku. Aku tau perubahan sikap Ji Hyo, dan ini semua karena tindakan bodohku yang tak mampu mengerti apa yang kurasakan pada diriku sendiri.
Aku bahkan menderita sendiri apabila aku mengingat kenyataan bahwa Ji Hyo ku menyimpan perasaan yang mendalam padaku. Dan aku terlalu takut dan munafik untuk mengakui keberadaan Ji Hyo dalam hatiku. Walaupun bibir Ji Hyo terkatup rapat, tak pernah mengatakan perasaannya padaku. Tapi aku tau itu. Aku tau karena sikapnya terhadap ku.
Aku mengutuk diriku sendiri karena ketololanku yang terlalu dibutakan oleh Hye Hwa. Jelas-jelas yang dicintainya itu Ji Hyo, sesosok malaikat lain yang lebih baik dari Hye Hwa.
Ini bukan menyangkut masalah Hye Hwa tak menghubungiku selama beberapa hari ini. bukan itu. Ini menyangkut hatiku yang tak mampu memutuskan siapa oramg yang benar-benar aku cintai. Aku bergumam pada diriku sendiri dibawah guyuran sinar sang bulan, andai saja waktu dapat diputar atau aku dapat meminjam alat doraemon sekalipun (?) aku berjanji aku akan memilih Ji Hyo. Apapun yang terjadi aku akan selalu ada disetiap jarak pandangnya.
Aku jalan dengan langkai gontai dijalanan yang sepi ini. tiba-tiba saja aku menangkap sosok orang yang sangat ku kenal sedang bermesraan dengan namja lain. Hati ku tidak hancur bahkan merasakan rasa sakit pun tidak. Hanya merutuki ketololanku saja mengapa bisa dia mempercayakan hatinya padaku? Walau jelas-jelas ada namja lain yang selalu ada disisinya melebihi aku? Hye Hwa, jangan salahkan aku jika suatu saat aku akan meninggalkanmu.
Mataku masih memandang tajam kearah sepasang orang itu yang tengah bercanda gurau dengan riangnya. Bahkan samar-samar aku dapat melihat Hye Hwa tersenyum dengan cerahnya pada laki-laki itu. Tanpa hati-hati aku menyebrangi jalan tanpa melihat sekelilingku. Aku hanya bisa dia mematung saat sebuah mobil menyembunyikan klaksonnya dengan keras pada ku. Dan seketika  aku merasakan tubuh ku melayang dan pandanganku gelap seketika.
******
Kim Hye Hwa POV
Aku tengah bergelanyut manja di lengan Lee Sungmin. Dia adalah sunbae ku di universitas. Hubungan kami bisa dikatakan dekat. Karena kami sudah berteman sejak kecil  lagi pula orang tua kami  itu relasi bisnis. Jadi mau tak mau aku dan dia akrab seperti ini. bahkan orang tua kami hamper saja berencana untuk menikahkan kami begitu appa melihat kedekatan kami. Semerta-merta aku menolaknya karena hatiku hanya ada Cho Kyuhyun seorang.
Samar-samar aku mendegar suara ban yang berdecit nyaring ditelingaku. Ku palingkan wajahku ksumber suara. Orang-orang tengah  memadati tempat itu. Ada apa? Pikirku. Aku menoleh ke arah Sungmin oppa disebelah tapi dia hanya menatapku bingung juga.
“Mungkin kecelakaan” ujarnya singkat lalu kembali menggandeng tanganku.
“oppa. Kita lihat dulu siapa yang kecelakaan. Perasaanku tak enak oppa” sungmin oppa pun lalu menarikku ketempat kejadian kecelakaan tersebut. Aku menyibak sekumpulan orang-orang yang memadati si korban. Dan disana aku melihat namja dengan darah yang mengaliri wajahnya. Aku terpekik kaget melihat siapa korban ini. “Cho Kyuhyun? Yak ireona, kyu. Ireonaa” teriakku histeris. Air mata ku merebak tak dapat ku bending menyeruak begitu saja dari sudut mataku.
“kyu..kyuhyun… sadarlah” aku memeluknya. Tak peduli dengan tatapan dingin sungmin oppa. Aku merasa bersalah padanya. sudah 2 hari ini aku tak menghubunginya hanya karena bersenang-senang dengan sungmin. Tak ku kira aka nada kejadian seperti ini. apakah ia tadi melihatku bersama sungmin? Kalau iya, berarti kecelakaan ini karena aku. Tidak, aku tidak bersalah. Terdengar suara sirine ambulance dari kejauhan. Aku segera menyingkir saat 2 orang mengangkat tubuh kyuhyun dan memasukkannya dalam ambulance. Aku menyingkir ke sisi jalan menenangkan diriku. Sungmin mengikutiku dan memelukku. Tubuh cho kyuhyun yang pucat dan berlumuran darah itu segera dilarikan kerumah sakit. Aku berdoa agar tuhan menguatkannya. Aku tak akan memaafkan diriku bila terjadi sesuatu padanya. aku masih ingin dia hidup. Cho kyuhyun, ku mohon bertahanlah. Ucapku lirih ditengah-tengah isakanku.
Aku berjanji akan menjelaskan semuanya padamu. Tanganku bergerak-gerak mengaduk isi tasku mencari-cari ponselku. Ku tekan panggilan nomer 2 yang tertera nama Ji Hyo disana. Keringat dingin mulai membasahi keningku. Tak henti-hentinya aku terisak.
“Ne.. yeoboseyo Ji Hyo~a. bisakah kau kerumah sakit?”
“….”
Aku mencoba menenangkan diriku. Ku hirup nafas panjang dank u katakan “Cho Kyuhyun. Dia…. Dia kecelakaan” dan saat itu tak terdengar lagi suara Ji Hyo digantikan oleh nada sambungan telpon sialan ini. dia memutuskan telpon secara sepihak.
*********
Cho Ji Hyo’s POV
“cho kyuhyun. Dia…. Dia.. kecelakaan” tiba-tiba nafasku berhenti. Tubuhku menegang. Detak jantungku pun serasa berhenti. Ponsel ku entah sejak kapan sudah terlepas dari genggamanku. Aku memegang dadaku. Ada rasa sesak disana. Aku menyesal telah meninggalkannya tadi. Andai saja aku tak marah tadi padanya. ini semua kesalahanku. Betapa bodohnya aku.
Aku segera memakai mantelku dan bergegas menuju rumah sakit tempat Cho Kyuhyun dirawat. Aku sudah meminta alamatnya pada Hye Hwa. Begitu sampai dirumah sakit aku langsung menuju kamar kyuhyun. Disana mataku tertuju pada Hye Hwa yang tengah berada dalam pelukan namja yang selama ini ku kenal dengan Lee Sungmin.
Entah mengapa aku merasa selama ini mereka berdua tengah menyembunyikan hubungan mereka dari ku. Ya walaupun Hye Hwa tak mengatakan apapun tentang sungmin selama ini. tapi dulu dia pernah bercerita pada ku bahwa dia hamper saja dinikahkan dengan Sungmin oleh orang tuanya. Tapu dia menolak karena dihatinya sudah ada cho Kyuhyun. Dan tak ada yang tidak mungkin bila seandainya diam-diam dia menjalin hubungan dengan namja bernama Lee sungmin itu.
“Hye Hwa~a” panggil ku lirih. Dia langsung melepaskan pelukannya dari sungmin.
“Kau sudah datang” katanya sedikit parau. Aku yakin sejak tadi dia pasti menangis. Bahkan aku melihat matanya sudah sembab.
“Ji Hyo~a…” ujarnya langsung memelukku. Aku membalas pelukkannya dan mengusap-usap punggungnya lembut. Hye Hwa membenamkan wajahnya dipundakku.
“Gwaencana,Hye Hwa~a.. uljima” tapi ternyata isakannya semakin kencang.
“ini semua salah ku Ji Hyo~a. salahku” gumamnya ditengah isakan.
“tak apa. Ini bukan salah salahmu. Kau tak melakukan apapun padanya”
“tapi aku sudah menyakiti hatinya. Dia melihatku sedang jalan bersama Sungmin oppa” aku buka kelopak mata ku lebar-lebar.
“dia melihatnya? Lalu?”
“entahlah tiba-tiba mobil itu menghantam tubuhnya. Saat aku menghampirinya dia sudah tak sadarkan diri. Ji Hyo~a, aku jahat sekali. Maianhae sudah membuat Kyuhyun seperti ini” ujarnya lagi. aku tak tega melihatnya yang  menangis penuh penyesalan. ku seka air matanya. “Taka pa” kataku singkat.
Tak lama setelah itu dokter pun keluar dari ruangan Kyuhyun. Buru-buru aku menghampirinya. “Bagaimana keadaannya,dok?”
“Tak ada luka yang serius. Hanya kepalanya yang menhantam aspal jalan terlalu kencang sehingga harus diperban. Dia harus istirahat selama beberapa hari disini” jelas dokter Park padaku lalu dia mohon diri untu pergi.
Dengan takut-takut aku melangkah kedalam kamar Kyuhyun. Ku lihat dia tengah berbaring diatas kasur putih itu. Kepalanya dibebat dengan perban dan ditangnnya tertancap jarum infuse. Ku dekati dia dan ku belai pipinya. Tak peduli jika Hye Hwa melihatnya. Persetan dengan itu semua.
“Kyuhyun~a” ujarku parau. Tangisanku pecah. Ku genggam tangannya dengan hati-hati. Takut siapa tau sentuhanku membuatnya kesakitan.
Pelan kurasakan jari-jarinya bergerak dalam genggamanku. Ku lihat dia membuka matanya perlahan dan berbicara dengan suara pelan “Ji Hyo~a”
********
Kyuhyun POV
Aku merasakan nyeri disekitar kepalaku. Namun aku juga merasa rasa hangat tengah menjalari tubuhku. Samar-samar terdengar isakan dan suara yang memanggilku.
“Kyuhyun~a”
Ku buka mataku perlahan. Ku dapati Cho Ji Hyo, orang yang telah tersakiti hatinya. Orang yang menderita karena ku.ku balas genggaman tangannya. “Ji Hyo~a” dia mengangguk dan cepat-cepat menyeka air matanya.
“kau masih marah padaku?” Tanya ku lirih. Ku lihat Ji Hyo menggeleng kuat. “Ani, seharusnya aku yang Tanya begitu padamu.” Ujarnya sambil terisak.
Ku tangkup kedua pipinya. Menyeka air matanya yang mengalir “Uljima.. jangan menangis lagi. wajahmu sudah jelak jangan dibuat jelek lagi” candaku. Ji Hyo mengulum senyumnya menanggapi gurauanku.
Terdengar suara pintu dibuka. Hye dan laki-laki yang ku lihat tadi saat menganggdeng Hye Hwa itu masuk kedalam mengamhpiriku.
“Kyuhyun~ah” Hye Hwa berlari kearahku dan langsung memelukku. Ku tatap wajahnya. Terlihat matanya yang sembab dank u belai pipinya yang lengket karena air mata.
“Kenapa kau bisa disini?” Tanya ku.
“dia yang membawa mu kerumah sakit,Kyu” sela Ji Hyo. Dan aku mengerutkan keningku. Dia yang menolong ku? Jadi dia tau aku kecelakaan? Dan secara tak langsung dia menyadari kehadiranku saat dengan namja itu? Aku menoleh ke sisi kanan ku. Ku lihat tatapan dingin dari namja itu yang tepat dikedua mataku. Aku melepaskan tanganku dari wajah Hye Hwa.
“Oppa, mian 2 hari ini aku tak menghubungimu. Itu karena……” ucapannya terputus. Aku masih menunggu kelanjutannya. Dia dengan ragu menatapku. “Aku menemani Sungmin oppa jalan-jalan” ujarnya cepat. Aku meraih tangannya dan ku genggam kuat. Berusaha meyakinkannya.
“Hye Hwa~a” dia menatapku gusar. Begitu juga dengan Ji Hyo dia menatap ku harap-harap cemas. Aku sendiri aslinya juga sedang menimbang-nimbang apakah aku harus mengatakannya? akankah Hye Hwa menerima keputusan ku? Aku harap dia tidak menderita. Lagipula jika aku tidak jujur maka akan semakin banyak orang yang menderita karena aku.
“sebaiknya kita sudahi saja hubungan kita ini, Hye Hwa~a” raut muka Hye Hwa langsung berubah menegang. Samar-samar aku melihat air mata yang tertahan dipelupuk matanya. Ku tangkup kedua pipinya. “Karena aku tak mau banyak orang menderita karena hubungan ini”
“Oppa, mianhae. Jebal oppa. Aku masih mencintaimu? Apa aku kurang baik bagimu? Atau ada orang lain dihatimu?” cecarnya.
“uljima, jangan membuatku khawatir karena melepasmu. Tidak. Kau bahkan terlalu baik untukku. Dan yaaa… aku hanya merasa kita bukan pasangan yang cocok, Hye Hwa~a” aku melirik kesisi kananku. Ada seringai kemenangan dari wajah imut namja itu. Aku tau hatinya pasti bersorak penuh kemenangan karena aku telah melepaskan Hye Hwa untuknya. Asal dia tau saja aku melepasnya bukan karena dia, tapi aku melapaskan Hye Hwa karena ini menyangkut hati ku dan Ji Hyo. Dan aku takut ini akan menyakiti kami semua dan juga Hye Hwa.
“kalau begitu jangan lepaskan aku oppa. Kau kan sudah berjanji akan bersamaku selamanya”
Aku menggeleng. “Itu sudah lama. Tapi siapa yang tau perubahan hati seseorang. Dan aku lihat kau sudah memiliki penggantiku. Jadi aku harap kau bahagia dengannya” aku memalingkan pada namja yang seingatku namanya sungmin itu. “Sungmin ssi, jaga dia baik-baik untukku”
“Tentu saja”
“pulanglah. Hari sudah malam, kau harus istirahat” kata ku padanya. dengan sigap sungmin merengkuh tubuh Hye Hwa dan menuntunnya keluar dari kamar ku tanpa penolakan.
“Oppa” tiba-tiba suara Ji Hyo merusak fungsi pendengaranku. “Neo michiseyo”
“ Mwo??”
“Kau gila sudah melepaskan gadis cantik dan sebaik dia. Otak mu kau kemanakan huh?” bentaknya.
“Ji HYo~a. aku melepasnya karena mu. Aku tak mau kau menderita lagi. jadi diamlah. Terima saja apa yang aku lakukan padamu”
“Sepertinya otakmu rusak karena kecelakaan tadi” lalu dia menghilang dibalik pintu dengan suara hentakan pintu yang keras.
*********
7 days later
“Ji Hyoo~a” teriakannya membuyarkan lamunan ku. Aku menggeser posisiku menyuruhnya duduk disampingku.
“apa yang kau lakukan?”
“Membuat cerita lagi. sudah lama rasanya aku tidak mengarang lagi”
“coba ku lihat”
“shireo”
“Yak kau ini pelit lagi. kemarikan laptopmu” kupaksa dia dank u tarik laptopnya dengan ku. Ya kalian tau bagaimana kekuatan namja dan yeoja tentu saja aku yang menang hahha… dengan cepat ku lihat semua papernya.
“Huwoooo… ternyata ada namaku juga disini” dan dengan suksesnya sebuah jitakan mendarat dikapala ku. Ji Hyo menampilkan senyum 3 jarinya.
“apa yang kau ceritakan disana?”
“Tentang kita”
“Kita?”
“Mmm”
Ku letakkan tanganku dikedua bahunya, menghadapkannya padaku. “kau ingin semua orang tau tentang cerita cinta kita?”
“tentu saja. Aku ingin semua orang tau bagaimana kisah cinta kita, bagaimana perjuanganku mendapatkanmu hingga aku rela menderita karena mu”
“tapi aku tak menyuruhmu menderita karena ku”
“Yak CHO KYUHYUUUUN. Kau merusak suasana saja” dan tawa ku pun pecah.
*******
Kim Hye Hwa POV
Setelah kejadian malam itu aku tak pernah muncul lagi dihadapan Kyuhyun. Bahkan sebaliknya juga. Aku tak pernah mencoba untuk menghubunginya. Untuk apa? Apalagi untuk menghindari sakit hati ku. Dan selama ini pula sungmin oppa yang menemaniku. Dia yang menghiburku, selalu ada saat aku mengingat kembali kenangan ku dengan kyuhyun.
Dan kalian tau apa yang barusan diucapkan sungmin oppa barusan? Dia, namja itu melamar ku. Dia mengajakku menikah. Karena takut aku terlepas lagi dari genggamannya. Katanya dia akan menjeratku seumur hidupnya.
Sontak aku pun langsung berteriak depan mukanya. Dia kira aku ini anjing yang harus diikat terus? Namja macam apa itu?
Dan kalian tau keesokan harinya saat pagi-pagi buta dia sudah ada dirumahku. Entah apa yang dibicarakannya dengan orang tua ku, yang kutau saat aku turun dari tangga 3 pasang mata it uterus memandang ku dengan tatapan penuh arti. Aku pun berpikir pasti ada sesuatu yang mereka rencanakan untukku.
Ku hilangkan rasa sopan santun ku didepan orang tua ku sambil berkacak pinggang “oppa, apa yang kau rencanakan dengan eomma dan appa ku?”
“jika waktunya tiba kau akan tau jagi”
“Mwo?? Aku tak salah dengarkan tadi? Kau memanggilku apa?”
“Jagiya” ulangnya. Demi tuhan sejak kapan aku menjadikan namja ini menjadi kekasihku? Aku akan berpikir ratusan kali sebelum menerimanya menjadi kekasihku. Kau tau kenapa? Karena mood namja ini sering kali berubah-ubah dan tak bisa ditebak. Kadang dia bisa bersikap manis sekali lalu tiba-tiba menjadi super diam. Ya meskipun aku sudah lama mengenalnya tapi aku masih belum tau alasan dia bisa semudah itu mengganti moodnya. Aku dibuat heran sendiri karenanya.
“Ya sudah, eomma dan appa tinggal dulu ya. Kau selesaikan saja dulu masalahmu dengan Sungmin. Kajja yeobo” ajak eomma ku pada appa.
Aku hanya menatap ketika orang ini dengan tatapan aneh.
************
Cho Ji Hyo’s POV
Aku tengah berada dalam ruangan yang didominasi warna putih ini. mata ku terpaku pada sosok Kim Hye Hwa sahabat ku yang dalam hitungan menit ini akan mengkrarkan janji sucinya dengan Lee Sungmin. Ya hari ini dia akan menikah. Kau tau acara pernikahannya ini mendadak sekali. Bahkan saat ku Tanya dia pun hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.
Akhirnya dia pun menceritakannya padaku bahwa sebenarnya yang merancang ini semua adalah Sungmin calon suaminya. Dia pun mengatakan bahwa dia baru diberitau beberapa jam setelah mengabariku. Benar-benar pasangan aneh. Untung saja Kyuhyun tak sepertinya. Kalau iya akan ku pastikan wajahnya cacat seumur hidup.
“Hye Hwa~a, neo neomu yeoppo” pujiku. Dia memanggilku dan menyuruhku duduk disebelahnya. Aku pun mendekat. “Bagaimana hubungan mu dengan Kyuhyun? Kapan kalian akan menyusulku?” Tanya yang sontak membuatku gelapan untuk mencari jawaban.
Bukan maksudku aku tak mau menikah dengan pangeran manja dan menyebalkan itu, tapi aku ingin menyelesaikan dulu kuliahku. Aku tak mau menikah sebelum pendidikan ku selesai lagi pula kyuhyun juga berjanji akan menungguku sampai aku siap. Walau aku tau sebenarnya dia ingin sekali cepat-cepat menikah. Bahkan nunanya pun sering sekali merocokiku dengan pertanyaan kapan kalian akan menikah? Tak ayal ingin sekali ku benamkan diriku sendiri didalam dasar bumi.
“hubungan ku baik-baik saja. Kalau untuk menikah mungkin aku akan menyusulmu setelah aku lulus kuliah” ujar ku yang mengundang cubitan dipipi chubby ku. “kau ini betah sekali. Kasihan kyuhyun, sepertinya dia ingin cepat-cepat menikah. Jangan salahkan dia kalau dia pergi meninggalkanmu”
Aku berdiri mengacuhkan celotehannya menatap keluar jendela. Mengamati ombak laut yang begitu tenang. Pernikahan Hye Hwa memang dilaksanakan di sebuah gereja didekat laut. Katanya ini tempat paling romantic menurut sungmin. Hahhaa.. bisa saja namja gila itu.
“awas saja kalau dia berani melakukannya. Akan ku pastikan dia tak dapat melihatku lagi”
“Jinja” suara itu sukses membuat ku tercengang. Namja manja itu kini sudah ada didepanku dengan senyum iblisnya.
“Kau bilang kau akan membuatku tak dapat melihat mu lagi? apa kau sanggup tak melihat ku lagi?” ujarnya lalu mencium pipiku. Ku pastikan kini wajahku merona merah
“menurutmu?”
“Tidak. Kau tak akan bisa tenang tanpa aku disisimu.  Karena aku adalah separuh nyawa mu. Hidupmu bergantung pada ku Ji Hyo~a” astaga… benarkah yang mengucapkan ini semua cho kyuhyun? Sejak kapan dia bisa merangkai kata-kata semanis itu? Jangan-jangan ini efek dari kecelakaannya waktu itu? Pantas saja otakknya tak berkerja dengan semestinya.
“Yak kalian. Jangan mengumbar kemesraan didepanku. Kalian ingin ku bunuh huh?” teriak Hye Hwa yang sukses membuatku terpingkal-pingkal.
Beberapa menit setelah itu Hye Hwa digiring ke altar oleh appanya.
Aku dan kyuhyun duduk didepan saling bersebelahan.
Akhirnya mereka mengikat janji suci didepan pendeta. Dan sepanjang perjalanan mengucapan janji suci itu kyuhyun selalu menggam tangan ku dengan erat. Sambil sesekali tersenyum lalu berbisik. “kelak akan ku jadikan kau sebagai istriku, nona Cho. Bersiap-siaplah” ujarnya dengan senyum terkulum.

3 thoughts on “[Freelance] Our Happy Ending

  1. First ?? #nengok kiri kanan

    FF nya cuteeee thor #plakk
    Keren thor ceritanya
    Sequel…Sequel…Sequel…Sequel…Sequel…Sequel…Sequel…Sequel…Nyaaaaa donggg thor !!!!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s