[Freelance] Day By Day #3


Title    : Day By Day Part 3
Author    : SeoNa hyun
Cast    : Seo joohyun
Im yoona
Kwon yuri
Jung Jessica
Lee Donghae
Kim kibum
Other cast: temukan sendiri. . .
Genre    : family, romance, sad, fiction
Type    : chapter
Ayyeonghaseyo!
Buat yang udah koment dan like jeongmal gomawo, dan mian jika
ceritanya bertele-tele, tolong kasih kritik dan saran karna author
merasa ada yang kurang dalam pembuatan ff entah itu bahasanya, alurnya
atapun yang lainnya, sekali lagi jeongmal gomawo yang udah mau koment


Part 2
Untuk beberapa saat jantung yoona berhenti berdegup mendengar kata
Yoong Deer yang sudah lama tak ia dengar dan kali ini ia mendengar
kata itu lagi tapi kata ‘Yoong deer’ hanya orang itu yang tahu
panggilan itu padaku, hanya…
-Part 3-
Belum sempat hatinya memastikan jika namja yang berada dihadapannya
ini adalah namja yang berada difikirannya, sang pengendara sudah
membuka helm yang menutupi wajahnya
“kibum” ucap yoona saat sang pengendara membuka helmnya. namja yang
bernama kibum itu tersenyum mendengar yoona menyebut namanya.
“kau masih ingat denganku? Aku tak percaya ini, aku kira kau sudah
melupakanku karna kepergianku selama ini” ucap kibum memeluk yoona
erat
Benarkah ini kibum? Kibum yang selama ini aku rindukan? Kibum yang
membuatku selalu menangis hanya dengan memikirkannya saja,
“yoong deer, kau baik-baik saja kan?” ucap kibum khawatir pada yoona
yang tak memberikan respon padanya. Kibum menatap lembut berharap
yoona akan memberikan sedikit penjelasan padanya mengapa sikapnya aneh
saat bertemu dengannya? Namun yang terjadi bukanlah jawaban atas
pertanyaan kibum yang keluar dari mulut yoona,
Tanpa berkata-kata yoona meninggalkan kibum lalu masuk kedalam
mobilnya dan membawa mobilnya melaju dengan kencang  yang semakin
membuat kibum bingung dengan sikap yoona saat bertemu dengannya?
Aku tahu kau marah padaku yoong, tapi bisakah kau memaafkanku? Batin
kibum pilu menatap mobil yoona yang semakin menjauh darinya.
Kenapa kau datang lagi kibum? Kenapa kau harus kembali?
Dengan gampangnya kau bertanya apa aku baik-baik saja? Kau tak tahu
karnamu aku harus mengubur semua perasaanku padamu, aku takut jika kau
akan melupakanku saat kau di amerika sekuat tenaga aku menjauh dari
semua hal yang berhubungan denganmu dan saat aku mulai bisa untuk
melupakanmu kenapa kau harus kembali?
Apa kau Kau meruntuhkan semua benteng pertahanan yang selama ini aku
bangun untuk melupakanmu?
****************
“rasanya sudah lama sekali ya kita tidak berbelanja seperti ini,
selama ini kita sibuk dengan urusan masing-masing” ucap sica memulai
topik pembicaraan diantara mereka bertiga sekedar mencairkan suasana
yang dianggapnya dingin.
Sepertinya aku melupakan sesuatu, tapi apa ya? joohyun berusaha
mengingat sesuatu yang mengganjal di hatinya membuatnya merasa tidak
tenang.
“ya kalian kenapa tidak menggubris omonganku” kesal sica dengan nada kesal
“eh eonni mianhe, kami mendengarkan apa yang eonni bicarakan koq” ucap joohyun
“eonni sekarang jam berapa ya?” Tanya joohyun pada sica
“jam 4 sore, wae? Apa kau ada janji?” Tanya sica balik
“janji?”gumamnya
Ah babo joohyun! hari ini kau ada janji dengan donghae kenapa bisa
lupa, ishh kami janjian jam 3.30 dan aku sudah terlambat 30 menit
pasti donghae marah padaku batin joohyun mengutuk dirinya sendiri
“eonni berhenti”ucapnya mendadak
“ada apa joohyun?” sica menghentikan mobilnya dan menatap bingung
joohyun yang memintanya memberhentikan mobil secara mendadak, adakah
sesuatu yang gawat? Fikir sica
“ada urusan yang harus aku selesaikan” ucap joohyun keluar dari mobil
“ya kau biar aku antar” teriak sica dari dalam mobil
“tidak usah”
Joohyun berlari menuju sebuah taman dimana ia dan donghae janjian,
donghae bilang ada yang ia bicarakan dengannya.
“donghae” teriak joohyun memanggil donghae, matanya menyapu sekitar
taman berharap ia akan menemukan sosok donghae namun naas tak ada
tanda-tanda keberadaan donghae disana
“pasti dia marah dan pulang” ucap joohyun sedih
“kau memang bodoh joohyun” makinya pada diri sendiri, ia berjalan
gonta untuk pulang namun kakinya tertahan saat melihat seorang yeoja
tengah duduk di bangku taman, joohyun mengamati yeoja itu dari
belakang dengan penuh penasaran, ia yakin mengenali sosok itu tapi
siapa dia?
“ah ya bukanya itu yoona eonni yang kemarin menolongku ya? Sedang apa
dia disini? Huh apa dia menangis?” ucapnya
Perlahan joohyun mendekati yoona yang masih menangis terisak bisa
terlihat jelas dari bahunya yang bergetar menahan tangisnya agar tidak
didengar orang.
“eonni” ucapnya menepuk pelan pundak yoona yang membuat yoona
menengadah menatap joohyun dengan air mata yang masih mengalir.
Yoona membuang mukanya setelah tahu siapa yang menyebut namanya, jung
joohyun. kenapa ia harus ada disini? Padahal saat ini ia tak ingin
bertemu denganya
“eonni menangis?” ucap joohyun  khawatir
“apa ada masalah? Jika ada masalah eonni bisa cerita padaku ,aku . . .”
“tidak usah peduli padaku!” potong yoona cepat sebelum joohyun
menyelesaikan kalimatnya, joohyun diam mendapati respon yang kurang
baik dari yoona
“ada masalah ataupun tidak itu bukan urusanmu! Jadi jangan ganggu aku”
bentaknya seraya berdiri dan meninggalkan joohyun yang terpaku akan
kata kasar yang keluar dari mulutnya.
Kenapa rasanya sakit sekali saat yoona eonni membentakku seperti itu,
dadaku sesak sampai-sampai aku tak bisa bernafas.
Joohyun meremas kulit dadanya merasakan sebuah batu besar mengganjal
disana yang membuatnya sulit bernafas dan merasa sesak
aku seperti tak dianggap olehnya batin joohyun kecewa Kenapa aku harus
sedih saat yoona eonni membentakku seperti itu? Jelas-jelas aku yang
salah karna menggangunya jadi wajar saja bukan jika dia marah? Tapi
aku kan hanya ingin ia membagi dukanya denganku apa itu salah?batinya
menghibur dirinya sendiri.
“joohyun~ah” ucap seseorang menepuk pundaknya membuat lamunannya akan
yoona buyar
“donghae? Kau belum pulang?” Tanya joohyun pada namja yang tengah
mengatur nafasnya yang tak beraturan. Donghae tidak memberikan jawaban
atas pertanyaan joohyun, ia masih sibuk mengganti oksigen kedalam
paru-parunya setelah beralarian cukup jauh untuk menuju taman
“jangan bilang kau terlambat?” tebak joohyun sambil menunjuk-nunjuk
wajah donghae
“maaf aku ketiduran” ucapnya penuh rasa penyesalan
“kau ini, aku kira kau sudah pulang ternyata kau lebih terlambat
daripada aku, menyebalkan” kesal joohyun
“mianhe, aku benar-benar tidak sengaja” ucap donghae meminta maaf atas
keterlambatannya.
“baik cepat katakan apa yang ingin kau sampaikan padaku? Kenapa harus
bertemu ditaman ini? Apa hal itu sangat rahasia?” Tanya joohyun to the
point
“ya kau ini cerewet sekali, aku rasa Jessica mulai menularkan virus
bawelnya padamu”
Joohyun diam, ia tak mau berdebat dengan namja satu ini
“ini” donghae menyerahkan sebuah kertas pada joohyun
“apa ini?” Tanya joohyun sambil mengamati kertas yang donghae berikan
“the soulmates?” ucapnya mengeja judul kertas yang tertera disana.
“untuk apa kau memberiku ini?”
“kau harus ikut acara itu” ucap hae
“berikan alasan kenapa aku harus ikut?”
“pertama itu adalah acara yang diadakan setiap 4 tahun sekali
dikampus, moment yang sangat langka kau bisa menggunakanya untuk
mengekspos bakat bernyanyi yang kau miliki”
“kedua, hadiah yang ditawarkan cukup besar, jika kau menang kau bisa
menambah uang tabungan yang selama ini kau jalani”
Jika aku ikut dan menang aku akan bisa menambah uang tabungan yang
selama ini aku kumpulkan untuk memasang  iklan mencari keberadaan
yoona eonni?
“dan yang ketiga tentu saja itu akan membuatmu dan Jessica terkenal”
“kenapa harus dengan Jessica eonni? Kenapa tidak denganmu saja? Aku
takut membuat sica eonni kerepotan dengan acara seperti ini” ucap
joohyun
“aku tidak pandai menyanyi seperti Jessica, jika acara itu adalah duet
dance mungkin aku ikut tapi jika menyanyi aku rasa aku tidak bisa, kau
dan Jessica punya kemampuan bernyanyi yang bagus aku rasa kalian akan
menang”
“aku akan bicarakan hal ini dengan sica eonni”
“baiklah, ayo semangat jung joohyun!” donghae mengepalkan tangannya
keudara memberi semangat pada joohyun untuk semangat.
“sekarang antarkan aku pulang, karna kau terlambat” ucapnya santai
“aku masih lelah” protes donghae
“cepat sebelum sica eonni membunuhku karna aku pulang terlambat” ucap
joohyun galak,tanpa bisa menolaknya akhirnya donghae mengiyakan
permintaan joohyun mereka pulang dengan menaiki sepeda yang donghae
bawa.
*****
Yoona membaringkan tubuhnya diatas kasur miliknya, hari yang
dianggapnya akan menyenangkan ternyata tidak sesuai dengan fikiranya,
ia memajamkan matanya membiarkan otaknya beristirahat sejenak dari
pergulatan yang terjadi dalam diirnya sejak beberapa jam lalu.
Ia kembali membuka matanya, bayangan wajah kibum saat pertama kali ia
melihatmya kembali terlintas begitu saja didepannya.
Senyum, suara, dan wajah yang selama ia rindukan  terbayar sudah
dengan kejadian tadi.namun hal itu justru membuatnya harus membuka
kembali duka lama yang sudah ia pendam bertahun-tahun.
Kibum? Kau tidak banyak berubah, aku suka senyum itu senyum yang
membuatku selalu bersemangat dan senyum itu juga yang membuatku
menagis karna sejak kepergianmu ke amerika tidak ada lagi orang yang
menghiburku seperti caramu.
Flashback
“anak appa apa kabar?” Tanya jungsoo pada seohyun yang berkunjung
kerumah jungsoo bersama taeyeon, sejak perpisahan taeyeon dan jungsoo
3 bulan lalu ini pertama kalinya seohyun mengunjungi rumah jungsoo dan
yoona.
“baik appa”ucapnya memeluk jungsoo erat, setelah melepas pelukan
dengan seohyun jungsoo menatap taeyeon yang sedari tadi berdiri
menunggu untuk disapa olehnya
“kau apa kabar?” tanya jungsoo canggung
“aku baik, oppa sendiri?” tanya taeyeon yang tak kalah canggungnya dari jungsoo
“aku juga baik”
“kau temui saja yoona dikamarnya, aku rasa ia sedang ada disana” ucap
jungsoo menyuruh seohyun agar ia dan taeyeon bisa berbicara leluasa,
tanpa fikir panjang seohyun berlari menaiki anak tangga yang akan
membawanya bertemu dengan yoona yang sangat ia rindukan
“eonni” ucap seohyun membuka pintu kamar yoona dan mendapati yoona
sedang berdiri menatap keluar melalui jendela kamarnya
“joohyun” ucap yoona terkejut dengan kedatangan seohyun dirumah ini
“bogoshipo~yo” seohyun berlari memeluk yoona
“kau tidak merindukanku?” Tanya seohyun heran karna yoona tak balas
memeluknya, apa yoona tidak merindukannya? Namun tidak ada jawaban
dari yoona gadis itu masih menatap dingin seohyun
“eonni lihatlah! Aku membeli ini tadi, aku membelinya 2 satu untukmu
dan satu untukku bagaimana?” ucap seohyun memperlihatkan 2 buah kalung
yang sama
“kenapa kau selalu saja ingin menyamaiku seohyun”
Seohyun terkejut akan bentakan yoona padanya, ia merasa tidak
melakukan hal yang salah tapi kenapa yoona membentaknya?
“kenapa semua barang yang kita punya harus sama, baju, sepatu, kalung, topi”
“eonni tidak suka?” ucap seohyun takut, yoona mencoba mengatur
emosinya saat ini entah kenapa ia bisa membentak seohyun seperti itu
apa ini luapan kerinduannya pada seohyun? Karna selama 3 bulan ini ia
merasa kesepian hanya ada kibum teman bermainnya
“aku akan pergi main, kau istriahat saja lah kau pasti lelah” ucap
yoona dingin, ia keluar kamar dan meninggalkan 1000 pertanyaan dibenak
seohyun akan sikapnya yang berubah?
“yoong mau kemana nak? Disini ada eommamu?” teriak jungsoo begitu
melihat yoona melintasi ruang tamu menuju pintu keluar namun yoona
tidak menghampiri  mereka sekedar member salam pada tayeon
“aku mau main appa” balas yoona disela-sela langkah larinya
“anak itu” kesal jungsoo akan sikap yoona yang dianggapnya kurang sopan
“aku rasa ia masih marah padaku oppa”
“jangan bersedih seperti itu taeng, kau tahu sebenci apapun seorang
anak dia tetap anakmu”
“joohyun~ah kenapa kau tidak ikut main bersama yoona? Apa yoona meninggalkanmu?”
“anio, aku lelah appa”
“kau akan pulang sekarang?”
“tapi yoona belum pulang, tunggulah sebentar aku akan mencarinya”
ucap jungsoo yang bersiap melangkahkan kakinya mencari yoona,
“tidak usah oppa, kami harus cepat pulang jika tidak kami akan
ketinggalan bus” tahan taeyeon
“baiklah, hati-hati dijalan”
“sampaikan salamku pada yoona”
“pasti”
Sementara itu dibalik sebuah pohon yang tak jauh dari rumahnya seorang
gadis memandang lekat 2 orang yang baru saja keluar dari halaman
rumahnya, cairan bening mulai membasahi kedua pipinya saat kedua orang
itu semakin menjauh dari tempatnya bersembunyi, mulutnya mengatup
menahan isak tangisnya sendiri ia tak ingin ada orang yang mengetahui
jika ia sedang mengamati kedua orang itu
“eomma! Joohyun” ucapnya memanggil kedua orang yang sedari tadi
diamatinya, ia ingin mengejar dan memeluk kedua orang itu namun
kakinya tak mau bergerak sesuai perintahnya.
Ia menyandarkan tubuhnya pada pohon yang menjadi tempat
persembunyiannya itu, matanya memandang langit biru seolah ingin
membagi sedikit rasa penyesalannya karna ia telah membohongi dirinya
sendiri dengan berpura-pura marah pada kedua orang itu namun dalam
hati ia sangat senang saat tahu kedua orang itu datang mengunjunginya.
“yoong” seorang anak lelaki menghampirinya dengan cepat ia menghapus air matanya
“oppa”
“kau menangis?” tanya sang namja
“tidak” ucap yoona tegas
“kau tidak bisa membohongiku, kau kira aku ini bodoh, jelas-jelas
matamu merah, kau pasti menangis”
“lalu apa pedulimu jika aku menangis?” tanya yoona kesal karna namja
itu berhasil menebaknya ia memang menangis
“hal seperti apa yang bisa membuat im yoona menangis seperti ini?”
tanya sang namja dengan nada menggoda
“aku rindu pada eomma dan joohyun”
“2 orang yang tadi keluar dari rumahmu?”
“oppa tahu?”
“jelas saja aku tahu, rumahmu berhadapan dengan rumahku tentu saja aku
bisa mengamatinya, dan sedari tadi aku melihatmu dari atas balkon
rumahku kau hanya diam disini seperti seorang maling yang bersembunyi
saat polisi mencarimu”
“aku memang bodoh, aku bersikap marah pada mereka”
“kenapa kau tidak mengejar mereka?”
“naiklah! Aku rasa mereka belum jauh”
“oppa berjuanglah”
Yoona menyemangati kibum yang sedang berjuang untuknya mengejar
taeyeon dan seohyun yang ia yakin saat ini berada dihalte
“iya, kau tidak tahu apa kau itu berat”
Tenanglah yoong aku akan berusaha agar kau bisa menemui eomma dan
adikmu itu  batin kibum sambil terus mengayuh sepedanya, sementara
dibelakangnya yoona berharap-harap cemas, ia takut jika kibum tidak
bisa sampai dihalte bus tepat pada waktunya ia berdo’a semoga tuhan
masih memberinya kesempatan untuk menemui eomma dan adiknya, ia janji
ia tak akan bersikap sok marah pada mereka berdua.
“itu mereka yoong” tunjuk donghae pada taeyeon yang menuntun seohyun
masuk kedalam bus, secepat kilat yoona turun dan mengejar bus yang
mulai melaju
“eomma” teriaknya memanggil eommanya
“seohyun” kini harapannya pada seohyun, semoga adiknya bisa mendengar
panggilannya namun semuanya sia-sia mobil itu semakin melaju
meninggalkannya, yoona berusaha mengejar mobil itu.
Didalam mobil, seohyun menolehkan kepalanya kesamping memasang
telinganya baik-baik ia merasa ada yang memanggil namanya namun
setelah ia dengarkan dengan seksama ternyata tidak ada suara yang
dianggapnya mirip dengan suara yoona yang memanggilnya.
Kau terlalu banyak berkhayal seohyun, mana mungkin yoona eonni
memanggilmu, apa kau lupa dia marah padamu? Batin seohyun membuang
semua fikirannya yang dianggapnya mustahil terjadi, ia menyandarkan
kepalanya pada lengan eommanya sekedar membuang semua rasa sedihnya
akan sikap yoona padanya.
Aku tidak menyesal memilih tinggal denganmu eomma batin seohyun
memejamkan kedua matanya, semakin lama iapun semakin larut dalam alam
mimpinya, perjalanan dari seoul ke mokpo akan sangat melelahkan ia
putuskan untuk tidur daripada memikiran hal-hal yang tidak mungkin
terjadi tentang yoona. Sementara itu
Yoona berdiri mematung menatap bus yang tak bisa ia kejar, kakinya
terasa lemas membuatnya tak bisa menahan berat tubuhnya yang
membuatnya jatuh terduduk
“eommaaaa”
Teriaknya penuh penyesalan,
“sudahlah, kau tidak mungkin mengejar bus itu lagi” kibum memarkir
sepedanya asal kemudian ia berjongkok mensejejarkan tubuhnya dengan
yoona. Yoona menatap kibum tajam
Apa kau mau mengejekku karna aku  tidak bisa mengejar mereka, ya
begitu? Fikir yoona
“jangan disesali, anggap saja ini pelajaran bagimu agar kau tidak
mengulanginya lagi, kau tidak boleh membohongi perasaanmu sendiri
karna itu akan menyakiti dirimu sendiri” ucap kibum tersenyum mencoba
memberikan energy positif pada yoona agar tidak menangis, yoona diam
mencerna kata-kata kibum.
Benar, aku tidak boleh membohongi perasaanku sendiri semuanya terjadi
karna aku yang terlalu naïf untuk mengikuti kata hatiku batin yoona.
Kibum berdiri  ia menujulurkan tangannya pada yoona, membantu gadis
itu untuk berdiri yoona menerima tawaran kibum ia pun berdiri dan
menghapus air matanya.
Mereka tidak langsung pulang kerumah, mereka duduk ditaman bermain
yang tak jauh dari halte bus
“mau ice cream?” tawar kibum pada yoona yang sedari tadi hanya
melamun, sepertinya ia masih memikirkan kejadian yang baru saja ia
alami. Yoona menghembuskan nafas kesalnya karna kibum mengganggu
khyalannya tentang seohyun dan eommanya
“aku mau strowbery, cokelat, vanilla. . .”
“ya jangan banyak-banyak aku tidak punya uang sebanyak itu untuk
membelinya” protes kibum.
“aku tak mau tahu” ucap yoona acuh, dilipatnya kedua tangannya diatas
perutnya, bibir mungilnyapun tak mau kalah ia manyunkan kedepan
pertanda ia tak mau mendengar kata tidak dari mulut kibum. Kibum pergi
meninggalkan yoona yang masih memasang wajah juteknya, sepeninggalnya
kibum yoona menatapnya bingung
“apa dia benar-benar marah padaku? Huh hanya begitu saja sudah marah”
kesal yoona, ia kembali memusatkan fikirannya pada seohyun, teringat
dengan jelas bagaimana sikapnya begitu kasar pada seohyun saat seohyun
masuk kedalam kamarnya.
Mianhe seohyun, aku tidak bermaksud seperti itu batin yoona, tiba-tiba
saja 3 buah ice cream berada didepannya, yoona memandang sipemilik
tangan yang menyodorkan ice cream padanya, kibum berdiri sambil terus
memakan ice cream miliknya
“kau dapat ini darimana?” tanya yoona ragu untuk menerima 3 ice cream
yang menjadi permintaaanya pada kibum ternyata anak ini benar-benar
membelikannya untuknya padahal ia hanya asal bicara saja,
“sudahlah yang jelas aku tidak mencuri, makan saja” suruh kibum
menyakinkan yoona, yoona mengambil 3 ice cream dari tangan kibum, ia
mulai membuka 1 ice cream rasa coklat dan mulai memakannya.
“yoong apa kau senang hari ini?”tanya kibum
Mereka berjalan beriringan dengan kibum yang menuntun sepedanya mereka
kini berhenti karna mereka sudah sampai didepan rumah masing-masing.
“meski tadi aku sempat sedih tapi karnamu aku bisa melupakannya,
gomawo oppa” yoona tersenyum pada kibum.
“kau harus tetap tersenyum seperti ini, ada ataupun tanpa aku” ucap
kibum pelan namun yoona masih bisa mendengarnya dengan jelas, senyum
yang sedari tadi mengembangpun hilang mendengar perkataan yang baru
saja keluar dari mulut kibum
“apa yang oppa bicarakan? Kenapa bicara seperti itu? Seperti orang
yang mau berpisah saja” ucap yoona bersikap senormal mungkin, namun
dalam hati ia merasakan firasat yang buruk akan hal ini
“kita memang harus berpisah” ucap kibum lirih
Yoona diam- perkataan kibum barusan seolah lem perekat yang membuat
mulutnya terkunci dengan begitu rapat.
“aku dan kedua orang tuaku akan pindah ke amerika”
“wae?” ucap yoona setelah berusaha meredakan rasa sedih dan
terkejutnya oleh pernyataan kibum
“appaku akan membuka cabang baru disana, dan kami harus ikut tapi aku
akan kembali lagi ke korea”
“berapa lama?” ucap yoona lagi
“aku tidak tahu tapi kau harus ingat janjiku, aku pasti akan kembali
dan kita akan bersama lagi melakukan hal-hal seperti ini”
“kau tidak marah padaku kan yoong?” tanya kibum takut, dari mimik
wajah yoona terlihat gurat kekecewaan disana, meski yoona tidak
mengekspresikan langsung namun kibum bisa merasakannya.
“untuk apa aku marah? Jika oppa akan pergi, pergi saja aku tidak ada
hak untuk menahanmu bukan?” ucapnya yang lagi-lagi bersikap
seolah-olah hatinya baik-baik saja setelah ini
“kau benar, tapi kau harus pegang janjiku, aku akan kembali untukmu”
ucap kibum, ia melepaskan pegangan tangannya dari sepedanya dan
memeluk yoona erat, yoona bisa merasakan saat ini ia benar-benar
hancur, kenapa orang yang ia sukai harus pergi darinya? Tidakkah kibum
merasakan hal yang sama dengan apa yang ia rasakan?kenapa kibum harus
meninggalkannya disaat ia merasakan kenyamanan saat bersama namja ini?
Yoona berdiri dibalkon kamarnya menatap balkon kamar kibum yang berada
didepan rumahnya, kamar kibum berada dilantai atas sama sepertinya,
Jika kau pergi siapa yang akan menemaniku bermain oppa? Siapa yang
akan mengajakku pergi bersepeda setiap sore? Siapa yang akan
menyebutku yoong deer lagi?
Yoona terus menatap balkon kamar kibum yang sudah gelap, mungkin ia
sudah tidur untuk perjalanan besok batin yoona.
“cepatlah tidur yoong deer, jangan menatap balkon kamarku seperti
itu!” ucap kibum dibalik jendela kamarnya yang gelap, ia memang
mematikan lampu kamarnya agar ia bisa leluasa memandangi balkon kamar
yoona tanpa yoona mengetahuinya.
“maafkan aku yoong tapi aku janji aku akan kembali dan kita akan
bersama lagi” gumam kibum
“selamat malam oppa” bisik yoona lirih
“selamat malam yoong deer” bisik kibum
Pagi ini rasanya ingin kibum hilangkan dari hidupnya, hari ini ia
berangkat ke amerika bersama orang tuanya,
“kibum~ah cepatlah appa sudah menunggu kita dimobil” ucap eomma kibum
menyadarkan kibum dari lamunanya
Kibum menatap balkon kamar yoona berharap gadis itu muncul untuk
terakhir kalinya sebelum ia pergi meninggalkan seoul namun semuanya
sia-sia, gadis itu tak pernah muncul untuknya.
“apa dia belum bangun?” gumamnya saat memasuki mobil
Dibalik mobilpun ia masih memandang keluar tepatnya kebalkon kamar
yoona, ucapan selamat tinggal masih ia harapkan keluar dari mulut
yoona namun sepertinya yoona benar-benar belum bangun batin kibum
mencoba  mengibur dirinya sendiri, ia mencoba berfikir positif
membuang fikiran negativnya jika alasan yoona tidak muncul sekedar
untuk menatap terakhir kalinya karna yoona marah, pasti dia belum
bangun batin kibum tersenyum miris.
“appa aku ingin pindah dari sini” ucap yoona saat jungsoo dan dirinya
sarapan pagi.
“wae? Apa ada masalah dengan lingkungan disini?” Tanya jungsoo heran
“anio, hanya saja aku tidak betah, aku ingin pindah secepatnya” ucap
yoona asal, alasan sebenarnya adalah ia ingin melupakan semua hal yang
berkaitan dengan kibum, ia tak mau mengingat namja itu lagi.
“kau ini” ucap jungsoo mengacak pelan rambut yoona
“appa” ucap yoona tegas ia tak mau appanya menganggap permintaannya
ini main-main, ia benar-benar ingin pindah dari sini
“yayaya appa akan mencari tempat tinggal baru, jadi bersabarlah”
End flashback
Sejak kepergianmu aku pindah dari sana, hanya untuk melupakan seorang
kibum aku memaksa appa untuk pindah, aku memang lemah batin yoona.
“seohyun apa yang harus aku lakukan padanya? Haruskah aku bersikap
biasa padanya?” tanyanya pada selembar foto berbingkai dekat mejanya,
foto terakhir yang ia punya sebelum dirinya dan seohyun terpisah.
*******
Yoona eonni itu tadi kenapa ya? Kenapa dia menangis? Apa ada masalah?
Joohyun terus berusaha mencari jawaban atas pertanyaan yang muncul
diotaknya mengenai kemungkinan hal yang membuat yoona menangis namun
tak ada satupun jawaban yang dianggapnya masuk akal.
Joohyun menatap sebuah foto dirinya dan yoona saat kecil, foto yang ia
simpan dengan sangat hati-hati hanya foto itu yang bisa membuatnya
merasakan jika yoona berada disampingnya.
Im yoona-
“Kenapa namanya harus sama dengan namamu eonni? Im yoona, apa nama itu
begitu tenar sekarang sampai-sampai ada artis yang namanya sama dengan
namamu? Tapi yoona eonni yang aku kenal saat ini sangat galak bahkan
dia tadi membentakku, jika yoona itu adalah yoona eonniku,  aku yakin
kau tidak akan membentakku seperti tadi bukan? Dan im yoona yang aku
temui itu im yoonanya sulli, dia sahabatnya krystal tidak mungkinkan
itu kau?  lalu dimana im yoona eonniku sekarang?
“aku merindukanmu eonni”
Jessica mengintip joohyun yang sedang memeluk sebuah foto, ia tahu
siapa yang berada dipelukan joohyun sekarang pastilah fotonya dan
yoona saat kecil
“maafkan aku seohyun” gumam sica yang kemudian menutup pintu kamar
joohyun, hatinya tak tega melihat joohyun seperti itu.
*************
“kau kenapa sulli~ah? Kenapa tidak masuk? Ini sudah malam?” Tanya yuri
pada sulli yang tengah duduk kursi halaman rumah mereka, sulli
langsung berdiri begitu ia tahu siapa yang bertanya padanya
“eonni sebenarnya seohyun itu siapa? kenapa yoona eonni selalu
memandangi fotonya dengan seorang gadis yang selalu disebut seohyun?
Kenapa yoona eonni terlihat sangat menyanyanginya?” Tanya sulli
tiba-tiba, yuri melotot mendengar nama yang disebutkan sulli
Seohyun, kenapa nama itu  harus aku dengar lagi? Batin yuri kesal, ia
sebisa mungkin mengatur emosinya agar tetap stabil didepan sulli yang
masih menatapnya penuh harapan akan jawaban yang akan ia berikan,
“dia bukan siapa-siapa, dia hanya sahabat eonnimu sebelum ia pindah
kesini wajar saja jika yoona menyanyanginya” yuri mengelus kepala
sulli, menyakinkan sulli agar percaya pada kata-katanya
“benarkah seperti itu?” Tanya sulli ragu
“ne. sekarang kita masuk nanti kau sakit” yuri mengalihkan perhatian
sulli dengan mengajaknya masuk kedalam sebelum sulli bertanya lebih
jauh mengenai seohyun.
*******
“yoong” yuri masuk kekamar yoona dengan emosi yang masih bisa ditahannya
“ada apa eonni?” ucap yoona santai
Yuri melirik foto yang tergeletak diats meja rias yoona, foto yang
paling ia benci didunia ini
“kau masih menyimpan foto ini?” ucapnya mengambil foto itu dan
menunjukkannya pada yoona,yoona menatapnya bingung kenapa yuri
bertanya seperti itu padanya? Memangnya ada yang salah dengan foto
itu? Batin yoona
“wae? Ini adalah foto terakhir yang aku punya sebelum seohyun hilang,
hanya foto ini yang aku punya” ucapnya masih belum mengerti jika yuri
tidak suka jika yoona masih menyimpan foto seohyun
“harus berapa kali aku bilang padamu, lupakan seohyun! Anggap saja dia
sudah meninggal!” ucapnya tegas
“tidak eonni! Sebelum aku melihat jasad seohyun berada didepanku, aku
tidak akan menyerah untuk mencarinya, jangan pernah menyuruhku untuk
melupakannya karna aku takkan pernah bisa melakukannya” ucap yoona tak
kalah tegas
“lalu apa dengan memandangi foto itu bisa membuatmu tenang? Dan apa
kau tidak memikirkan perasaan sulli? Kau mengacuhkanya, kau hanya
berbicara dengan benda mati ini” ucap yuri kembali menujukkan foto
yoona dan seohyun saat kecil seolah berkata benda itu tidak ada
artinya bukan?
“eonni!”bentak yoona marah melihat yuri yang meremehkan fotonya dan
seohyun, itu adalah hal paling berharga didunia ini bagi yoona dengan
foto itu ia bisa mencari seohyun ia yakin itu
“im yoona kau itu hidup dimasa kini bukan dimasa lalu, kau harus bisa
menerima kenyataan jika seohyun itu tidak pernah diketahui
keberadaanya! Aku harap kau bisa mendengarkanku kali ini, buang semua
hal yang berhubungan dengan seohyun sebelum eomma mengetahuinya atau
aku sendiri yang akan melakukanya, camkan itu!” yuri melemparkan foto
itu kembali ke meja rias yoona, yoona menatap pilu foto itu
Haruskah ia melupakan seohyun?
Yuri membanting pintu kamarnya dengan keras, otaknya tidak bisa
berfikir jernih lagi, hanya gara-gara seohyun yoona berani
membentaknya seperti tadi benar-benar tidak bisa dipercaya.
Apa istimewanya kau seohyun? Kenapa yoona sampai berani membentakku
hanya untuk membelamu?
“seo joohyun, kenapa kau tidak ada disinipun kau masih mengacaukan
hidupku! Tidak bisakah kau membiarkan kami tenang?” yuri mengacak
kamar riasnya,menyapu semua make up nya hingga terjatuh kelantai namun
ia tak memperdulikannya yang ia inginkan hanya melampiaskan
kemarahannya pada seohyun.
Saat ia memejamkan mata untuk mengatur emosinya agar kembali stabil
dering nada hp memaksanya untuk melihat siapakah kontak pemanggil yang
masuk ke hpnya, melihat nama yang tertera ia segera menekan tombol
accept untuk menerima panggilan itu.
“yeoboseoyo..” ucapnya
“…………….”
Seketika yuri membelakakkan matanya mendengar berita yang masuk
kedalam telinganya
“apa?”
Tbc-


16 thoughts on “[Freelance] Day By Day #3

  1. yuri eonnie kok benci banget ya sama seohyun eonnie ???
    trus itu kenapa lagi ?? telp dari siapa ?? dan ada kejadian apa ?? :O
    thor , lanjutkan part 4 nya😀

    Like

  2. kok yoong unnie bsa nganggep seohyun ilang? kan dia sama eommanya? trus yuri unnie juga knapa kyaknya ga ska sma seohyun? itu juga jessica knapa bilang maaf ya pas lg ngintip (?) seohyun?

    aigoo~ bnyak banget pertanyaanku..😀
    ditunggu deh lanjutannya ya chingu🙂

    Like

  3. .eon aq msh bingu kok seoni di sni marganya seo sdangkan yona im
    ktanya kan ka”k adik tpi kok mrganya beda
    mian klo tanya”
    n next partny

    Like

  4. Aishh,- yuri eonni kenapa benci sama seo eonni??-_-
    kayak ny sica eonni emg udah tau ya kalo yoona dan seohyun emg adik kakak bneran?
    apa yg nelpon yul itu sica eonni?? dan sica eonni menceritakan semua ny?? *sok tauu*😄
    makin penasaran-_-
    d tunggu next chap ny .

    nice ff^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s