[Freelance] 1st


Title : 1st

Author : Nia

Genre : Hurt, Romance

Rating : Teenager

Length : Oneshoot

Cast : Jung Krystal, Choi Minho, Jung Jessica

Disclaimer : The story is pure mine.

1st dates are awkward, 1st kiss are heavenly, 1st love are irreplaceable, 1st heartbreaks are unforgettable- Gena Showa

Krystal menyapukan pandangannya ke sekeliling kamarnya. Ia meniti setiap sudut-sudut kamarnya. Krystal tersenyum kecil begitu satu persatu kenangan menyeluap memenuhi ingatannya. Disapukannya lagi pandangannya ke segala arah.

Tempat tidur pink bermotif beruang yang selalu ia singgahi itu kini tampak rapi. Padahal di hari biasa, ia enggan bahkan hanya untuk melipat selimut tebalnya yang selalu menemani tidurnya. Pandangannya beralih ke arah lemari besar berisi kumpulan boneka-bonekanya. Krystal tersenyum mengingat betapa ia sangat berusaha keras untuk meminta orang tuanya membelikan boneka-bonekanya. Ya, memang tidak semua bonekanya berasal dari orang tuanya, ada beberapa yang berasal dari temannya, dan…..dia.

Pandangan Krystal beralih ke satu titik. Disana, di samping boneka bebek yang  sedang terduduk rapi, sang boneka beruang berwarna merah muda dengan pita yang menghiasi sudut kepalanya duduk dengan anggun. Boneka yang harus Krystal akui, adalah boneka terindah yang pernah dilihatnya. Lebih tepatnya, boneka itu yang paling berharga bagi Krystal.

Krystal menghela napas berat. Ya, bagaimanapun meninggalkan kamar dan juga rumah yang sudah ia tempati dari yang ia bisa ingat memang sangat berat. Tidak tidak, ia tidak mau pindah rumah. Krystal hanya akan meninggalkan rumahnya, entah untuk berapa tahun. Alasannya ia akan kuliah di Amerika. Krystal berusaha keras untuk mendapatkan beasiswa kesana. Dan sekarang pertahanannya hampir runtuh karena terlena dengan kenangan-kenangannya. Kenapa sekarang ia baru menyadari bahwa kamarnya sangat nyaman?

Krystal membuka kembali koper besar yang akan dibawanya ke bandara. Hanya sekedar untuk memeriksa barang-barang yang dibawanya. Ia melihat isi kopernya yang kebanyakan berisi buku-buku pengetahuan yang sering dibacanya. Hem, sepertinya masih tersisa beberapa ruangan yang kosong.

Pandangannya beralih ke lemari bonekanya yang penuh. Dari sekian boneka lucu itu, harus ada satu yang dibawanya. Pandangannya terpusat lagi di boneka beruang disamping boneka bebek. Haruskah?

Baiklah, sekarang Krystal benar-benar tidak tahan untuk tidak membawa boneka itu bersamanya. Tangannya terulur meraih boneka beruangnya yang memang diletakan tidak terlalu tinggi. Tersenyum kecil sambil mengusap-usapnya dengan lembut. 2 tahun berlalu, kenapa boneka ini masih begitu lembut.

Krystal terkesiap kaget ketika selembar foto jatuh dari kantung boneka beruangnya. Ia sedikit merunduk untuk mengambil foto berukuran kecil yang kini tergeletak di lantai dengan posisi terbalik. Krystal membalikkan foto itu dan sedikit terperangah. Tak lama ia tersenyum kecil, menatap potret dirinya dengannya, pacar pertamanya.

~~~

“ Krystal-ssi, aku menyukaimu.”

Krystal terperangah menatap namja tinggi di hadapannya yang kini sedang berlutut dengan sebuket bunga mawar ditangannya.

“ A…apa?”

Hanya kata itu yang bisa dikeluarkan dari mulutnya. Sepertinya seluruh syaraf Krystal juga sangat kaget dengan perlakuan namja tampan di hadapanya.

“ Aku bilang, aku menyukaimu. Maukah kau menjadi pacarku?”

Namja itu berseru dengan santai. Tidak ada raut kegugupan sama sekali yang tergambar dari wajahnya. Wajahnya masih terlihat santai. Membuat Krystal sedikit ragu dengan apa yang di katakan namja itu.

Krystal masih diam sementara namja di hadapannya itu sudah terlihat tak terlalu sabar menanti jawaban Krystal. Jangan salahkan reaksi Krystal, selama 16 tahun Krystal hidup, baru kali ini ada seorang namja yang menyatakan cinta padanya. Jadi Krystal tak tahu harus bersikap seperti apa.

“ Maukah kau menjadi pacarku?”

Namja itu mengulang kembali pertanyaannya, masih dalam posisi berlutut. Menyadarkan Krystal dari segala keraguan-keraguan yang menggelantung di pikirannya. Ditatapnya kembali wajah namja itu yang kini tersenyum tipis. Entah kenapa, melihat senyumannya, seluruh keraguan Krystal sirna begitu saja. Dan dengan sedikit yakin, tangan Krystal terulur meraih buket bunga mawar yang masih setia di genggaman namja itu. Wajah Krystal sedikit bersemu merah saat mengatakannya.

“ Ne, baiklah.”

Cinta….apa mungkin cinta seindah ini?

~~~

Krystal menatap genggaman tangannya yang masih bertaut dengan namja itu. Ditolehkannya lagi pandangannya ke segala penjuru taman kota dimana seluruh siswa dan siswi ataupun pasangan-pasangan menatap Krystal sambil berbisik-bisik. Lalu pandangannya beralih kembali ke wajah namja di sampingnya yang sedang menatap lurus, seakan orang-orang di samping mereka hanya menjadi angin lalu baginya. Krystal menundukkan kepalanya sedalam-dalamnya. Ia sangat malu saat ini, bahkan hanya untuk menatap namja di sampingnya.

“ Kau kenapa? Kau sakit?”

Namja itu berujar dengan nada khawatir membuat Krystal mendongakkan kepalanya. Dan sepertinya itu keputusan yang salah karena matanya bertatapan dengan namja itu. Dan seakan ada magnet kuat yang ada di dalam matanya, Krystal tak mampu mengalihkan matanya detik itu juga.

“ A…aniyo…”

Susah payah Krystal mengalihkan pandangannya ke bawah, kembali menatap sepatunya. Krystal sedikit merutuki dirinya yang mengeluarkan suara yang terdengar sangat gugup. Namja di samping Krystal tertawa kecil membuat Krystal semakin merutuki dirinya. Namja itu sedang menertawai kebodohannya pasti, itulah yang terlintas di pikiran Krystal.

“ Kenapa kau sangat gugup? Ah, aku tahu. Ini kencan pertamamu kan? Benarkan?”

Namja itu berseru sambil tergelak. Bagus, Krystal pasti terlihat sangat bodoh sekarang. Tak mampu menjawab, yang bisa Krystal lakukan hanya menundukkan kepalanya. Berusaha menyembunyikan wajahnya sedalam-dalamnya. Krystal berharap ada kantung besar yang dapat menyembunyikan wajahnya sekarang, kemana saja, asal namja di sampingnya tak dapat meihatnya.

“ Hahaha ternyata itu benar, tak perlu gugup seperti itu. Hanya genggam tanganku, dan jangan perdulikan apapun. Anggap saja yang lain tidak ada.”

Krystal mendongak sesaat setelah namja itu mengatakannya. Namja itu tersenyum tipis, membuat Krystal ikut tersenyum tipis. Dieratkannya lagi genggaman tangannya, dan mulai berlalu dan tanpa menolehkan pandangannya ke arah lain.

~~~

“ Krys, gwaenchanayo? Kenapa kau diam saja sejak tadi?”

Krystal terkesiap pelan saat sebuah suara terdengar di telinganya. Ia mengalihkan pandangannya ke pemilik suara tadi. Namja di hadapannya, ani, pacarnya sedang menatap Krystal dengan khawatir. Ia menolehkan pandangannya ke segala arah. Ah, ia baru ingat bahwa sekarang ia sedang ada di kedai eskrim. Krystal hampir tidak mengingat apa yang saat ini sedang ia lakukan saat terlarut dalam lamunannya.

“ Ah, gwaenchana, opp..a”

Krystal tersenyum kikuk menatap pacarnya, hanya sekedar meyakinkan bahwa ia baik-baik saja, meski ia tahu, pacarnya tak akan percaya. Dan meski saat ini Krystal memang sedang tak baik-baik saja, tapi ia memang tidak berniat bercerita ke siapapun. Hanya menyimpannya untuk dirinya sendiri, seperti yang selama ini telah dilakukannya. Krystal menyendokkan eskrim blueberrynya ke mulutnya tanpa menatap pacarnya, menghindari resiko, takut pertahanannya runtuh dan ia mulai bercerita masalahnya.

“ Ya, kita sudah sebulan pacaran. Kau tak mungkin bisa membohongi aku, arra? Cerita saja, kau tahu? Memendam masalah sendirian itu sulit kan.”

Krystal menghela napas berat. Baiklah, ia memang tak bisa lolos kali ini. Ia menghentikan suapan eskrimnya dan beralih mengaduk eskrimnya asal.

“ Aku mendapat nilai jelek di pelajaran IPA. Huh, pasti kalau appa dan eomma tau, mereka akan memarahiku habis-habisan. Ah eotheokke? Ini pertama kalinya bagiku. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan. Membakar ulanganku?.”

Krystal bercerita dengan panjang lebar. Dan setelah itu, semua beban yang sedari tadi menghimpit dadanya hilang dengan sendirinya. Krystal heran, ia tak pernah menjadi secerewet ini dengan siapapun, tidak temannya, tidak orang tuanya. Namun, dengan pacar pertamanya. Kenapa ia bisa bercerita apapun?

“ Hahaha kupikir apa masalahmu, ternyata itu saja. Hem, membakar ulangan? Itu bukan ide yang buruk.”

Krystal tersenyum lebar saat mendengar saran yang dikemukakan pacarnya. Terlihat namja itu juga cukup geli saat mengemukakan sarannya,.

“ Eo, baiklah. Aku akan membakarnya nanti. Secepatnya.”

Canda Krystal sambil tersenyum lebar. Ia menyendokkan kembali eskrim blueberrynya yang kini sudah berantakan akibat ulahnya yang mengaduk eskrimnya, kali ini dengan semangat. Eskrim ini lebih terasa nikmat dibanding sebelumnya. Dan Krystal tau apa penyebabnya.

Krystal bergeming saat merasakan sesuatu yang basah menyentuh dahinya. Ia mendongak dan menatap pacarnya yang kini sedang mengecup dahinya. Hanya beberapa detik sebelum ia kembali menjauh dari Krystal. Krystal masih mematung akibat perlakuannya. Itu, ciuman pertamanya, meski hanya di dahi. Tapi kan tetap saja.

“ Mulai sekarang apapun masalahmu, ceritakan saja padaku. Aku dengan senang hati mendengarkannya. Meski memakan waktu berhari-hari.”

Krystal tersenyum kecil sambil mengangguk. Mulai sekarang, ia akan menceritakan apapun. Apapun.

~~~

“ Kita….sebaiknya berakhir saja.”

Krystal menatap tak percaya namja di hadapannya yang kini sedang berujar dengan raut wajah datar. Sambil memasukan tangannya ke saku celananya. Sama seperti waktu itu, syaraf Krystal sekarang juga tidak bisa bergerak cepat. Terlalu shock.

“ Ma…maksudmu? Jangan bercanda, oppa.”

Krystal memaksakan dirinya tersenyum meski ketakutan menjalar ke seluruh rongga tubuhnya. Jadi alasan namja itu mengajak Krystal untuk bertemu di halaman sekolah bukan untuk mengajaknya makan bersama. Tapi…hanya untuk mengatakan ini?

“ Aku tidak bercanda, Krys. Aku…sepertinya perasaanku padamu sudah tak sama seperti setahun lalu.”

Krystal tahu. Ia tahu dari beberapa hari ini memang ada yang berubah dari sikap namja itu. Namja itu kini tak perhatian seperti dulu. Lebih terkesan menjaga jarak. Tetapi Krystal berpura-pura tidak tahu dan mengabaikan semua itu. Krystal selalu meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja. Dan ternyata hari ini datang. Krystal belum mempersiapkan dirinya. Dan tak akan pernah siap.

Krystal merasakan matanya panas. Lidahnya terasa berat, tak tahu harus mengatakan apa. Dan tanpa bisa dicegahnya, setetes airmata jatuh begitu saja dari pelupuk matanya. Krystal bahkan lupa cara untuk tersenyum dan menganggap ini semua candaan. Namja di hadapan Krystal menghela napas berat menatap diri Krystal yang menyedihkan. Tangannya tergerak menyentuh wajah Krystal, di bawah matanya. Menghapus sisa-sisa air yang menempel di wajah Krystal.

“ Uljimayo, Krys. Kau tau, aku tak pernah suka melihat seorang gadis menangis. Kita…akan tetap bisa menjadi teman kan.”

Krystal tersenyum tipis, lebih terasa seperti senyuman pahit. Apa katanya? Teman? Hah, tidak. Krystal rasa akan sulit untuk mereka menjadi teman sekarang. Baiklah, Krystal merasa dirinya sangat egois. Kenapa lelaki ini baru akan pergi setelah Krystal benar-benar merasakan cinta yang sesungguhnya? Kenapa?

Tetapi Krystal akhirnya mengetahui satu hal. Patah hati ternyata benar-benar menyakitkan.

~~~

Krystal tersenyum tipis begitu kenangan-kenangannya dengan pacar pertamanya mencuat di kepalanya. Mulai yang manis, hingga pahit sekalipun. Dan tak bisa ia pungkiri, ia masih tidak bisa melupakan pacar pertamanya. Terlalu sulit dan mustahil.

KLEK

“ Jung Soojung!!!!”

Seorang wanita cantik dengan suara tinggi masuk begitu saja ke kamar Krystal tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Krystal menolehkan pandangannya ke wanita itu.

“ Eo, apa itu?”

Jung Jessica, kakak perempuan Krystal satu-satunya yang baru kembali dari Amerika kemarin malam menghampiri Krystal, lengkap dengan wajah penasarannya. Awalnya Krystal tak tahu apa yang ingin dilakukan eonnienya, namun ia langsung terkesiap ketika menyadari foto kecil yang dipegangnya tadi telah berpindah ke tangan eonnienya, gerakan tangan eonnienya terlalu cepat. Terlihat Jessica menaikkan alisnya begitu menatap foto kecil itu.

“ Nuguya? Krys, siapa laki-laki di sampingmu ini?”

Krystal menghela napas panjang. Meski jarang bertemu dengan eonnienya dikarenakan eonnienya kuliah di Amerika. Ia tak akan pernah lupa sifat eonnienya yang satu ini. Eonnienya selalu ingin tahu hal apapun. Entah ada atau tidak ada hubungannya dengan dirinya.

“ Dia pacar pertamaku.”

Jawab Krystal ringan. Krystal menyadari tatapan eonnienya membulat sesaat setelah Krystal mengatakan itu. Krystal maklum eonnienya memang tak mengetahui apa-apa tentang dirinya. Bukan hanya karena jarak yang memisahkan. Tetapi karena Krystal memang selalu menutup diri.

“ Jeongmal? Kau sudah pernah punya pacar? Eiii.”

Jessica tersenyum menggoda kepada Krystal. Krystal hanya tersenyum tipis memaklumi reaksi kakaknya. Yang selama ini kakaknya tau, Krystal memang sangat kaku dengan pria. Tetapi itu dulu, 2 tahun lalu, sebelum berpacaran dengan sunbaenya yang satu tingkat di atasnya.

“ Nugu? Siapa namanya?” Jessica bertanya lagi dengan nada penasaran. Krystal tersenyum singkat.

“ Choi Minho, namja pertama yang membuatku merasakan seperti apa cinta.”

Krystal tersenyum tipis.

“ Juga namja pertama yang membuatku merasakan rasanya patah hati.”

Dan setetes air mata jatuh dari mata indahnya.

~END~

Makasih banyak yang udah mau membuka apalagi membaca ff abal-abal ini *bow*

FF ini juga pernah di post di blog saya http://intothenia.wordpress.com *sekalian promosi*

 


17 thoughts on “[Freelance] 1st

  1. Bagussssssss banget!!!
    Aku suka jalan ceritanya yg flashback2 gini.. Hehe.. Duh quotenya bagus deh yg 1st itu..
    Btw yg Krystal curhat ttg ulangannya itu.. Astaga Krystal cm ulangan dapet jelek aja sampe sgitunya loh.. Hahaha..
    Ditunggu FF minstal selanjutnya!! =D

    Like

  2. yyahh author.. Sebenernya sih aku puas aja sama ceritanya, tapiiiii masih gk bisa puas sepenuhnya..
    Kasihan krys u.u
    author, bikin sequelnya donk.. Ya ya ya..🙂
    semangat buat author😀

    Like

  3. owh …uljimayo krystal eonni …kau pernah merasakan cinta pertama ..tetapi aku ..owhh #curcoll …sekolah dulu yg bener lah ..ntar nilai ipa q jelek lagi kaya krystal eonni …ahaha …sukses buat authornya ..keren fanfic nya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s