[Freelance] Missing You Like Crazy


Title : Missing You Like Crazy

Author : choruri1311

Genre : Romance, a little bit of angst maybe ._.

Type : Oneshoot

Main cast : Seo Joohyun, Cho Kyuhyun

A/n : baru bikin ff lagi, jadi maaf ya kalo jelek ^^ aku dapet inspirasi dari video seokyu fanmade yang aku download heuheu😄. Videonya aku suka banget sampe diulang berapa kali. Backsoundnya itu time machine-nya SNSD gitcuuuu. Keren deh yang bikin videonya d^^b

oh iya thank’s buat admin yang mau publish ff ini🙂 *bow

buat readers, aku minta komentar, kritik dan sarannya yaaa ~~ buat siders, aku minta kesadarannya lol  XD thankyuseomuch ^o^

mylc1

Gadis itu menduduki kursi kecil yang terletak di depan meja riasnya. Dihadapannya kini terdapat cermin berukuran sedang. Dari cermin itu ia amati pantulan dirinya. Senyum getir terlukis dibibir mungilnya. Ia dapat lihat betapa kurus sosok didepannya itu. Bibirnya tetap terlihat pucat seperti biasanya. Polesan riasan wajah sama sekali tak membantu wajah milik gadis bernama Seohyun itu tampak lebih baik.

Matanya yang sayu beralih pada pantulan foto dengan bingkai besar di dalam cermin itu. Seorang pria dengan tuxedo hitam dan seorang wanita dengan gaun putihnya terpampang didalam bingkai foto tersebut. Terlihat sangat bahagia ekspresi keduanya. Sang pria tengah memeluk mesra sang wanita dari belakang dengan senyum lebar dan menawannya, sementara sang wanita menggenggam tangan pria yang melingkar diperutnya, tentu dengan senyum penuh kebahagiaan.

Seohyun menghembuskan nafasnya dengan berat. Ia menunduk dalam.

“Sebentar lagi…anniversarry pernikahan kita yang pertama” gumamnya.

Ia kembali amati pantulan foto itu. Benda mungil berkilau yang melingkar di jari manis kedua insan itu menarik perhatiannya. Kini mata bulat dan indah itu beralih pada tangan kanannya. Lebih tepatnya pada jemari manis di tangan kanannya. Benda mungil berkilau yang sama persis dengan benda yang ada didalam foto itu melingkar disana. Tangan kirinya terulur dan mengusap pelan benda yang lebih dikenal dengan sebutan cincin itu. Seulas senyum kecil terbentuk saat ia ingat kejadian itu. Kejadian bagaimana awalnya cincin itu bisa melekat di jemarinya.

[04 April  2011]

“Oppa”

 

Pria jangkung itu sontak terlonjak mendengar panggilan dari seorang gadis di belakangnya. Ia langsung menolehkan kepalanya ke asal suara itu. Mulutnya terbuka seketika. Pria itu terpana akan sosok gadis dihadapan matanya kini.

 

“Maaf membuatmu menunggu lama. Aku lupa menaruh tasku dimana tadi” gadis itu menunduk dan tersenyum malu.

 

“……..”

 

Gadis dengan rambut bergelombang itu mengerutkan keningnya saat menyadari bahwa laki-laki di depannya ini tak merespon apapun. Hanya sebuah tatapan terpana yang menyuguhinya saat ia tatap pria itu.

 

“Mmm..oppa” panggil gadis itu mencoba menyadarkan sang pria. Tangannya menepuk pelan tangan pria itu.

 

“Ah iya?” Pria itu mengalihkan matanya ke arah lain saat ia terbangun dari alam bawah sadarnya. Ia terkekeh pelan dan menatap kembali gadis itu. “Maaf. Aku hanya terlalu terpana” ujarnya polos seraya tersenyum penuh arti.

 

“Ya?”

 

“Kau cantik sekali, Seohyunnie” puji pria itu tanpa adanya keraguan barang sedikitpun mulai dari cara bicara sampai tatapan matanya.

 

Seohyunnie. Itulah panggilan sayang pria tersebut unuk gadis yang baru saja ia puji itu. Sebut saja namanya Seohyun, Seo Joohyun. Seohyun tersenyum salah tingkah. Ia menunduk, menyembunyikan pipinya yang merona karena tersipu malu.

 

Memang tak salah sama sekali ketika pria itu menyebut Seohyun yang begitu terlihat cantik sekali. Seohyun mengenakan dress berwarna peach malam ini. Dress yang sangat cantik dan pas untuk melekat di tubuh indahnya. Rambutnya yang bergelombang, membuatnya semakin tampak elegan. Kalung dengan bentuk hati itu mempercantik lehernya. Dengan sedikit riasan sederhana pada wajahnya membuatnya menjadi sosok putri yang sempurna. Sementara sang pria tampak sangat tampan dengan kemeja putih yang ia balut dengan tuxedo hitamnya. Dasi kupu-kupu yang ia taruh di leher membuatnya semakin tampak menawan.

                                                                                                   

“Siap?” tanya pria itu seraya sebelah lengannya membentuk sebuah celah di dekat sisi perutnya.

 

Seohyun memandang celah itu. Tak lama setelah itu, ia terkekeh dan mengangguk. Ia masukkan lengannya ke dalam celah yang pria itu buat dengan lengannya. Kini lengan mereka saling bersilangan satu sama lain. Keduanya mulai melangkah menuju sebuah mobil.

 

……..

 

“Kenapa mataku harus ditutup?” tanya Seohyun kesal.

 

“Aku kan sudah bilang ini surprise. Kalau aku tak menutup matamu, ini bukan surprise lagi namanya” jawab pria itu,

 

“Yah Cho Kyuhyun! Sebenarnya kau mau bawa aku kemana?Kenapa tempat ini sepi sekali”

 

“Tunggu sebentar lagi. Kau melangkahlah sedikit lagi. _____ ya satu langkah lagi. Oke berhenti” seru pria yang dipanggil Cho Kyuhyun itu. Seohyun terkekeh geli.

 

Kyuhyun meraih pita hitam panjang yang ia gunakan untuk menutupi mata Seohyun. Ia membukanya perlahan. Seohyun tak hentinya mengulaskan senyuman. Sejujurnya hatinya terus berdegup lebih cepat dari biasanya. Mata Seohyun terbuka sedikit demi sedikit. Tubuhnya tiba-tiba kaku. Seohyun terpana. Ia refleks menutupi mulutnya yang terbuka saat ia lihat apa yang ada dihadapannya sekarang. Saat ini ia dan Kyuhyun sedang berada di sebuah aula besar. Aula yang Seohyun tahu biasa digunakan sebagai tempat pergelaran musikal di kampusnya. Namun bukan itu yang membuat Seohyun terkesima. Aula itu sangat gelap. Hanya ada satu sorotan cahaya lampu didepannya. Lampu itu menyorot sesuatu. Dan sesuatu itu membuatnya terkekeh tak percaya.

 

“I-ini…”

 

Terdapat sebuah meja berukuran sedang di tempat yang tersorot oleh lampu itu. Meja itu tampak dilengkapi dengan dua buah kursi yang saling bersebrangan dengan meja itu sebagai penghalangnya. Di tengah meja itu sendiri terdapat hiasan-hiasan lilin yang tampak di tata dengan cantik sekali. Selain itu terdapat dua buah gelas dengan satu kaki kecil sebagai penyangganya dan juga wine yang dihias dengan pita di sekitar tubuh botolnya.

 

“K-kyuhyun oppa..ini…” Seohyun menoleh ke arah Kyuhyun masih dengan tangan yang menutupi mulutnya. Kyuhyun hanya tersenyum.

 

“Kursi itu untukku juga untukmu” Kyuhyun menuntun Seohyun menuju meja itu. Ia tarik ke belakang salah satu kursinya.

 

“Silahkan duduk, Tuan Putri” ujar Kyuhyun. Seohyun tertawa kecil mendengarnya.

 

“Bagaimana?” tanya Kyuhyun setelah duduk di kursinya. Ia tak bisa menghilangkan senyum bangganya.

 

“Oppa..kau… melakukan ini semua?” Ekspresi Seohyun masih seperti tak percaya dengan semua yang ada dihadapannya ini.

 

“Begitulah. Aku tahu ini masih jauh jika dibilang romantis. Tapi aku sudah cukup berusaha untuk membuktikan bahwa aku juga bisa menjadi pria yang romantis” Kyuhyun tersenyum dengan menunjukkan deretan gigi putihnya. Tangannya menggaruk bagian belakang kepalanya yang tak gatal.

 

Seohyun menggeleng cepat. “Tidak oppa. Ini…terlalu indah”

 

“Benarkah? Kau suka?”

 

Seohyun mengangguk semangat. Matanya mulai berkaca-kaca. Tapi itu sama sekali tak memudarkan senyumnya. “Aku suka sekali, oppa”

 

“Jangan menangis dulu. Kau tahu? Ini baru permulaan”

 

“Masih ada lagi kejutan untukku?” Seohyun membulatkan matanya.

 

“Hm” Kyuhyun mengangguk. “Makanya jangan buat riasanmu luntur dulu” Kyuhyun memeletkan lidahnya jahil membuat Seohyun tertawa kecil.

 

Seorang pelayan baru saja mengantarkan hidangan makan malam untuk mereka berdua. Kyuhyun mengucapkan terimakasih, begitu juga Seohyun. Entah darimana asalnya, namun tak lama kemudian sebuah dentingan melodi yang indah menemani mereka makan malam.

 

“Bagaimana bisa oppa melakukan ini?” tanya Seohyun.

 

“Apapun akan bisa aku lakukan demi membuatmu senang”

 

“Aish” Seohyun memutar bola matanya bosan. “Oppa selalu bilang begitu”

 

“Itu memang kenyataannya kan? Kenapa aku bisa melakukan ini semua? Jawabannya karena kau” Kyuhyun tersenyum menggoda.

 

“Berhenti tersenyum seperti itu!” larang Seohyun.

 

“Jangan melarangku. Kau akan tetap menyukai senyumanku”

 

“Kau terlalu percaya diri” Seohyun terkekeh. “Jadi tujuan oppa mengajakku makan malam di tempat istimewa ini apa?”

 

Kyuhyun tersenyum mencurigakan. Itu membuat Seohyun terheran-heran.

 

“Apa hanya sekedar makan malam spesial?” tanya Seohyun lagi. Kyuhyun tak menjawab melainkan mengedipkan sebelah matanya ke arah Seohyun dan menepuk kedua telapak tangannya dua kali.

 

Lampu sorot menyala beberapa secara berurut di depan meja tempat Seohyun dan Kyuhyun makan. Seohyun refleks menoleh. Ia mendapati sebuah gorden besar yang secara perlahan terbuka ke samping kiri dan kanan. Seohyun tampak tersenyum. Ia melupakan aktiftas makan malamnya yang belum selesai. Ia terlalu penasaran akan kejutan apalagi yang telah Kyuhyun siapkan di belakang gorden sana.

 

Gorden sudah terbuka lebar sehingga terlihatlah sebuah LCD berukuran besar. Seohyun tersenyum penuh tanya. Ia melirik Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengedikkan bahunya seraya tersenyum penuh arti.

 

LCD itu menyala. Muncullah foto-foto seseorang yang sangat Seohyun kenali. Itu foto-foto dirinya. Foto-foto yang diambil secara sembunyi-sembunyi. Ia sendiri tidak tahu kapan foto itu diambil. LCD itu terus memunculkan foto-foto Seohyun dengan backsound Isn’t She Lovely milik Stevie Wonder. Namun foto-foto itu digantikan oleh cuplikan video. Video disaat Kyuhyun menyatakan perasaannya kepada Seohyun dengan cara yang sederhana. Hanya menyatakan cinta di sebuah taman kampus dan disaksikan oleh banyak orang. Cuplikan itu membuat Seohyun membekap mulutnya. Ia tak hentinya tersenyum tak percaya. Kejadian di video itu, bagaimana bisa Kyuhyun merekamnya?

 

Selanjutnya LCD itu memunculkan foto-foto Seohyun bersama Kyuhyun yang juga diselingi cuplikan-cuplikan momen mereka yang sempat Kyuhyun rekam. If you’re not the one milik Daniel Bediengfield menjadi backsound video tersebut.

 

Cuplikan video itu kini berganti lagi. Menjadi sebuah cuplikan yang tak dapat Seohyun percayai. Ada pria paruh baya muncul disana. Pria paruh baya yang sangat ia kenal dan bahkan sangat ia sayangi separuh jiwanya.

 

“Ayah…” bisik Seohyun tak percaya.

 

Seohyun dapat melihat Kyuhyun yang tengah duduk dengan raut wajah tegang di hadapan pria paruh baya yang tak lain adalah Ayahnya itu.

 

“Aku mencintainya. Sangat mencintainya. Jadi izinkan aku memiliki putrimu seutuhnya. Biarkan aku yang menggantikanmu dalam menjaganya untuk selamanya. Biarkan aku menjadi pria selain dirimu yang mencintai Seohyun sepenuh hati” ucap Kyuhyun tanpa ragu pada Ayahnya di sana. “Izinkan aku meminang putrimu”

 

Seohyun terpaku. Apa yang baru saja ia lihat? Apa yang baru saja ia dengar tadi? Sebuah lamarankah? Kyuhyun, Pria itu….kapan ia pergi mengunjungi Ayahnya? Kapan Kyuhyun mengutarakan kenginannya itu kepada Ayahnya?

 

Air mata meluruh jatuh dari mata Seohyun tanpa diperintah. Senyum haru terpeta jelas dibibirnya.

 

Rekaman itu pun habis seiring dengan air mata Seohyun yang tana diperintah mengalir di pipinya. Wajah Seohyun sudah basah. Ia tak sanggup berkata apa-apa lagi. Perasaannya campur aduk sekarang. Tidak ada kata, melainkan isakan yang ia keluarkan dari mulutnya.

 

Kyuhyun tiba-tiba muncul di LCD itu. Ia mengenakan tuxedo putih. Penampilannya masih terlihat beda dengan yang sekarang. Rambutnya masih tampak hitam di video itu. Itu menunjukka bahwa video itu direkam sudah cukup lama.

 

 Dehaman adalah suara yang pertama kali Kyuhyun keluarkan. Ia terlihat salah tingkah. Terlihat dari cara senyumnya dan gerak tangan yang menggaruk kepala bagian belakangnya yang sebenarnya tak terasa gatal.

 

“Annyeong Seohyunnie~” sapanya. Masih dengan senyum malu-malunya.

 

“Ah bagaimana? Kau suka dengan semua ini?” Kyuhyun terdiam cukup lama. Ia terus menggigit bibir bawahnya. Seohyun tampak serius menonton video itu,

 

“Kau sudah lihat cuplikan video sebelum video ini kan? Hehe” ia menggaruk kepala belakangnya lagi. “Oh ya Tuhan. Kenapa jadi panas seperti ini suhu sekitarku”

 

Seohyun terkekeh melihat sikap Kyuhyun di video itu.

 

 “Hm baiklah. Langsung saja. Kau tahu kan maksudku berbicara begitu pada Ayahmu? Aku yakin kau tahu” Kyuhyun menghela napas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Ia mencoba merilekskan dirinya,.

 

“Seohyunnie” Air mukanya berubah serius. Tatapan matanya serius namun dalam dan lembut. “Aku tak pandai dalam merangkai kata dengan indah. Jujur saja aku bukan tipe pria romantis. Kau tahu itu” Kyuhyun menunduk sejenak.

 

“Aku memang bukan pria yang sempurna untukmu. Tapi aku adalah pria yang kelak akan membuat hidupmu sempurna. Maka, izinkan aku menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Izinkan aku menjadi satu-satunya pria yang menemani dan melindungimu selamanya.” Kyuhyun berdeham sebelum melanjutkan.

 

“Seo Joo Hyun, would you marry me?”

 

Kini layarnya menjadi gelap. Tidak ada sosok Kyuhyun lagi disana. Tiba-tiba Seohyun dikejutkan dengan dentingan melodi dari sebuah piano di sudut ruangan. Sontak ia menoleh ke sana dan mendapati Kyuhyun –yang entah sejak dari kapan ada disana- sedang memainkan jarinya dengan lihai di atas tuts piano sehingga menciptakan nada-nada yang indah. Area disekitar mereka semuanya masih gelap. Hanya ada dua lampu sorot yang menyala. Kedua lampu itu menyorot masing-masing tempat dimana Seohyun dan Kyuhyun berada. Suasana malam di aula besar itu tampak sangat romantis.

 

Kyuhyun mengangkat wajahnya hingga pandangan mereka bertemu. Pria tampan itu tersenyum ke arah gadisnya. Manis sekali. Ia tetap menatap gadis pujaannya itu dengan jari yang masih setia bermain di atas tuts piano.

 

Tiba-tiba terdengar suara merdu yang keluar dari mulut Kyuhyun. Hal yang sangat mengejutkan bagi Seohyun. Pria itu, untuk pertama kalinya bernyanyi di hadapannya.

Geudaereul sarang handaneun mal pyeong saeng maeil haejugo shipeo

(Berkata ‘aku mencintaimu’ adalah hal yang ingin aku lakukan. Hal yang paling kupikirkan dalam hidupku)


Would you marry me neol saranghago akkimyeo saragago shipeo

(Would you marry me? Aku ingin terus mencintaimu,menafkahimu dan hidup berdua terus bersamamu)

 

Geudaega jami deul ttaemada nae pare saewo jugo shipeo

(Aku ingin kamu bersandar, dibahuku setiap kamu terlelap)


Would you marry me ireon naye maeum heorakhae jullae

(Would you marry me? Dengan hati milikku ini,akankah kamu menerimanya?)

 

Pyeong saeng gyeote isseulge (I do)

(Untuk menemanimu bersamamu selamanya , aku bersedia)

Neol saranghaneun geol (I do)

(Untuk mencintaimu , aku bersedia)


Nun gwa biga wado akkyeo jumyeon seo (I do)

(Disaat salju dan hujan datang aku akan menujumu untuk melindungimu , aku bersedia)


Neoreul jikyeo julge (My love)

(Jadikan aku satu-satunya yang melindungimu , my love)

 

Naye gyolhon haejullae (I do)

(Maukah kau menikah denganku? Aku bersedia)

 

Seohyun merinding. Hatinya bergetar mendengar suara milik Kyuhyun. Seohyun benar-benar menangis tersedu sekarang. Ia terisak cukup keras. Tak dapat ia gambarkan perasaannya saat ini.

 

Kyuhyun memainkan nada akhir untuk penutup penampilannya. Suasana dalam aula itu menjadi hening. Hanya ada suara isakan Seohyun. Kyuhyun berdiri dari tempatnya. Ia berjalan dengan penuh wibawa menuju tempat Seohyun dengan ditemani lampu yang setia meyorotnya hingga ia sampai ke tempat Seohyun. Setelah tibanya ia dihadapan Seohyun, tangannya terulur menarik tangan Seohyun dan menuntunnya berjalan menuju tengah panggung.

 

Kini hanya ada satu lampu yang menyala. Lampu itu menyoroti dua insan yang tengah berdiri di tengah panggung.

 

“Jangan menangis” Kyuhyun menghapus lembut air mata Seohyun dengan jemarinya. “Lihat! Make up-mu jadi luntur kan”

 

Seohyun hanya diam. Tak peduli meski make up-nya luntur. Karena bagaimanapun, air matanya tetap mengalir keluar. Ia terus menatap mata Kyuhyun. Mencoba mencari sesuatu. Entah apa itu.

 

“Kenapa menatapku begitu?” tanya Kyuhyun, pura-pura kesal. “Apa yang kau cari? Keseriusanku?”

 

Seohyun masih diam. Kyuhyun menghela napasnya. Ia taruh kedua tangannya di bahu Seohyun.

 

“Seo, aku menyiapkan ini semua sudah sangat lama. Ah iya, kau juga sudah lihat bagaimana aku meminta izin pada Ayahmu kan? Dan kau tahu? Aku butuh waktu yang lama juga agar siap berhadapan dengan Ayahmu itu. Merangkai kata yang cocok agar bisa meyakinkannya. Kau masih belum percaya?” ujar Kyuhyun seraya menatap lembut Seohyun.

 

Kyuhyun melepaskan tangannya. Kini tangannya ia masukkan kedalam saku celananya. Ia tampak meraih sesuatu didalamnya.

 

Kyuhyun menarik napas panjang-panjang dan menghembuskannya perlahan. Kini ia tatap mata Seohyun dengan lembut dan dalam. “Aku sangat bersyukur kau sudah lahir dan berdiri di depanku saat ini. Aku benar-benar mencintaimu, Seo. Mungkin hal yang bisa aku berikan untukmu hanya cinta. Sederhana memang, tapi aku janji akan selalu menjaganya untukmu”

 

“Aku memang bukan pria yang sempurna untukmu. Tapi aku adalah pria yang kelak akan membuat hidupmu sempurna. Maka, izinkan aku menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Izinkan aku menjadi satu-satunya pria yang menemani dan melindungimu selamanya.” Kyuhyun mengulangi kalimat yang seperti ia katakan di akhir cuplikan video tadi. Setelah berdeham, ia pun melanjutkan dengan nada yang sangat yakin.

 

Kyuhyun berlutut dan menatap Seohyun lembut. “Seo Joo Hyun, would you marry me?”

 

Tangan Kyuhyun terulur dan menunjukkan Seohyun sebuah kotak kecil yang terbuka dengan benda indah yang berkilau di dalamnya. Sorot mata Kyuhyun menunjukkan betapa tulusnya ia berkata seperti itu.

 

Bibir Seohyun bergetar lagi. Air matanya membuat sungai kecil lagi di pipinya. Mereka turun dengan lancarnya. Seohyun tak bisa menyembunyikan senyumnya. Dengan keyakinan hati, Seohyun mengangguk pasti dan berkata “I do, oppa”

 

…….

 

[28 April 2011]

“Cho Kyuhyun, apakah kau bersedia untuk menerima gadis ini, Seo Joo Hyun untuk menjadikannya istrimu satu-satunya? Bersedia untuk selalu menjaga dan melindunginya dalam susah maupun senang dan sakit maupun sehat?”

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya untuk menoleh ke arah Seohyun yang berdiri disampingnya. Ia eratkan genggaman tangannya pada Seohyun dan tersenyum lembut. Dengan yakin ia pun berkata “Ya, aku bersedia”

 

“Seo Joo Hyun, apakah kau bersedia untuk menerima laki-laki ini, Cho Kyuhyun untuk menjadikannya suamimu satu-satunya? Bersedia untuk  setia hidup bersamanya dalam keadaan apapun?”.

 

Seohyun menatap Kyuhyun yang sedang menatapnya juga sambil tersenyum. Dengan senyum penuh arti, gadis itu pun berkata “Ya, aku bersedia”

 

“Baiklah. Aku sahkan kalian sekarang sebagai pasangan suami-istri”

 

Tepuk tangan riuh dari para tamu undangan memenuhi gereja tempat mereka melangsungkan ikatan suci pernikahan.

 

“Silahkan sematkan cincin itu pada istrimu, Kyuhyun-ssi”

Pendeta itu mengarahkan apa yang selanjutnya harus mereka lakukan.

 

Kyuhyun pun mengikuti perintah sang pendeta. Ia ambil salah satu cincin di sebuah kotak kecil. Dengan lembut tangannya yang bebas meraih telapak tangan Seohyun. Keduanya terus tersenyum hingga cincin itu melingkar cantik di jari manis Seohyun.

 

“Sekarang giliran anda, Seohyun-ssi. Sematkanlah cincin pada suamimu”

 

Seohyun mengangguk pelan. Ia ambil satu cincin yang tersisa dikotak kecil itu. Seohyun melakukan apa yang seperti Kyuhyun lakukan. Setelah cincinnya terpasang, keduanya saling menatap dan melempar senyum.

 

“Dan Kyuhyun-ssi, anda diperkenankan mencium istrimu sekarang”

 

Keduanya masih mengulum senyum. Kyuhyun pun dengan gerak pelan mendekatkan wajahnya pada wajah Seohyun. Seohyun menutup matanya. Kyuhyun merengkuh kepala Seohyun pelan dan mendekatkan wajahnya. Bibir Kyuhyun mendarat lembut pada kening Seohyun. Cukup lama Kyuhyun mempertahankan ciumannya pada kening Seohyun.

 

Kyuhyun melepas ciumannya dan kini bibirnya menyapu lembut bibir Seohyun. Kini mata keduanya menutup seiring ciuman itu berlangsung.

Seohyun membekap mulutnya. Entah sudah berapa lama air matanya terus mengalir deras seperti itu. Memori-memorinya bersama pria itu, Cho Kyuhyun, terus berputar dalam otaknya. Pernyataan cinta itu, lamaran itu, pernikahan itu. Semuanya. Tertera jelas di benaknya.

Tangan kanannya memegang beberapa kertas foto berukuran sedang. Itu adalah beberapa selca dirinya bersama Kyuhyun. Ia lihat foto-foto itu satu-persatu. Air matanya jatuh lagi meski sebelumya ia sudah mencoba menahannya agar tak keluar. Ia teringat lagi semua yang ia lakukan bersama Kyuhyun setelah menjalani kehidupannya yang baru.

[28 Mei 2011]

Seohyun terlihat sedang membaca buku di sofa. Ia terbaring duduk dengan kaki yang agak ditekuk. Angin segar dari luar jendela di sampingnya membuat rambut bergelombangnya yang ia biarkan tergerai itu bergerak-gerak mengikuti arah angin.

 

Tiba-tiba saja ada yang memeluknya dari belakang. Laki-laki itu duduk dibelakang Seohyun sambil memeluknya. Ia senderkan kepalanya pada pundak gadis yang sudah satu bulan ini sah menjadi istrinya.

 

Seohyun sedikit berjengit karena kaget. Namun tahu siapa yang memeluknya, Seohyun hanya tersenyum. “Kenapa oppa?” tanyanya.

 

“Aku merindukanmu” bisik Kyuhyun lembut di dekat telinga Seohyun.

 

“Chh. Apa sih oppa ini? Bukankah setiap hari kita bertemu di rumah?”

 

“Hm memang” jawabnya seraya mengangguk-ngangguk seperti anak kecil. “Tapi waktuku bertemu denganmu tersita banyak oleh kerjaanku di kantor. Tidakkah itu menyebalkan?” Kyuhyun bersungut dan semakin mempererat pelukannya pada pinggang Seohyun.

 

Seohyun tertawa renyah. Kadang ia heran, kenapa ketika jadi suami, tingkah Kyuhyun kembali menjadi seperti anak kecil? Tidak masalah memang baginya, tapi ia merasa tak kuat saja jika sudah melihat ke-aegyo-an Kyuhyun. Kyuhyun terlalu menggemaskan untuknya. Meski begitu, Kyuhyun tetap ada sisi dewasanya. Apalagi jika sudah berurusan dengan bisnis. Sikap dewasanya akan semakin terlihat. Itulah yang Seohyun suka dari Kyuhyun. Laki-laki itu tahu tempat untuk menyesuaikan tingkah lakunya.

 

“Kau manja sekali oppa” tangan Seohyun terulur ke belakang dan mengusap rambut Kyuhyun. “Itu lebih baik oppa. Banyak laki-laki sepertimu yang terpaksa harus lembur dan tidak bertemu istrinya untuk beberapa waktu. Tapi kau? Masih bisa pulang dan menemuiku”

 

Kyuhyun hanya menggumam kecil mendengar celotehan Seohyun. Ia terlalu nyaman dengan posisinya saat ini. Betapa ia menyukai hangat dan harumnya tubuh Seohyun, hingga membuatnya semakin tidak bisa jauh dari istrinya itu. Begitu juga dengan Seohyun. Ia suka ketika Kyuhyun memeluknya hangat seperti ini. Ia suka ketika Kyuhyun betingkah manja. Ia suka wangi khas Kyuhyun. Seohyun menyukai semua yang ada dalam diri Kyuhyun. Sama halnya dengan Kyuhyun.

 

“Aku lapar” celetuk Kyuhyun tiba-tiba.

 

“Ya? Kau bilang apa oppa?” Seohyun beringsut dari pelukan Kyuhyun. Ia kini bertatap muka dengan Kyuhyun. Ia menahan tawanya.

 

“Aku lapar. Aku ingin makan tapi hanya akan memakan masakanmu”

 

“Kau memelukku seperti tadi hanya untuk sekedar basa-basi kah?” Seohyun menyedekapkan tangannya didepan dada. Matanya berpura-pura seolah sedang menginterogasi.

 

“Tidak kok. Aku memang sedang ingin memelukmu seperti itu. Kalau masalah perutku, itu beda lagi”

 

Seohyun tertawa, “Ah baiklah, baiklah” Ia menyubit kedua pipi Kyuhyun. “Tapi sayang sekali. Aku punya kabar buruk untukmu, oppa”

 

“Apa maksudmu?”

 

“Bahan makanan dirumah sudah habis”

 

Kyuhyun berdecak. “Itu sebuah masalah kah?”

 

“Tentu saja!”

 

Kyuhyun bangkit dari duduknya. Dan dengan sigap meraih tubuh Seohyun lalu menggendongnya ala-ala bride style.

 

“Kalau begitu, kita pergi belanja hari ini. Tapi sebelumnya…” seringaian misterius Kyuhyun membuat mata Seohyun menajam. “Ayo kita mandi dulu!”

 

“Apa?!!” Seohyun melotot. “Apa maksudmu dengan ‘kita’ ?”

 

“Yaaa kita berdua hahaha” Kyuhyun tertawa evil.

 

“Yah!”

 

……..

 

Kyuhyun dan Seohyun berjalan santai memasuki sebuah mini market. Kyuhyun merangkul mesra pinggang Seohyun, sementara Seohyun sibuk mendorong troli. Sepanjang jalan mereka terus tertawa-tawa. Mata para pengunjung mini market tersebut kadang tak lepas dari keduanya. Mereka tersenyum kagum melihat pasangan itu. Terlihat sangat cocok dan harmonis. Kadang juga pasangan suami-istri itu membalas senyuman-senyuman orang yang dilihatnya meski baru pertama kali bertemu.

 

“Mereka kagum melihat kita” gumam Kyuhyun.

 

“Jangan terlalu percaya diri!” tegur Seohyun.

 

“Hey itu kenyataan. Kau tidak lihat mereka terus menatap kita sambil tersenyum-senyum”

 

“Bisa saja itu karena melihat oppa yang aneh”

 

“Aneh apanya?”

 

“Ini” dagu Seohyun menunjuk tangan di pinggangnya. “Oppa memelukku seperti ini di sini”

 

“Apa? Aneh kau bilang? Ini romantis tahu!”

 

Mereka terus bercanda-canda sambil tangan keduanya juga sibuk memasuk-masukkan bahan makanan ke dalam kereta barangnya.

 

“Oppa apa ini?!” Seohyun menunjukkan Kyuhyun beberapa cup mie ramen didalam trolinya.

 

“Itu mie ramen” jawab Kyuhyun polos.

 

“Suruh siapa oppa mengambil ini? Aku tidak pernah mengizinkan oppa untuk makan makanan instant seperti ini. Biasakan hidup sehat!”

 

“Sayang izinkan aku sekaliiiiiii saja. Aku kan jarang makan mie ramen” Kyuhyun merayu istrinya, yang hanya dibalaskan gelengan tegas dari Seohyun.

 

“Sekali tidak tetap tidak!” jawab Seohyun sambil mengembalikan cup-cup mie ramen itu pada tempatnya.

 

…….

 

Selesai berbelanja di minimarket tadi, keduanya langsung pulang ke rumah. Seohyun, tanpa babibu lagi, ia segera pergi ke dapur dan mulai memasak. Ia tak tega membiarkan suaminya kelaparan lebih lama lagi

 

Ketika sedang serius memasak, Kyuhyun mengagetkannya lagi dengan sebuah pelukan dari belakang.

 

“Oppa, kau tahu kan aku sedang apa?”

 

“Hm” Kyuhyun hanya bergumam. Ia menopangkan dagunya di pundak Seohyun.

 

“Kalau begitu, berhenti memelukku. Duduk manis di meja makan, maka makanan akan lebih cepat tersaji untukmu”

 

Kyuhyun dengan sengaja  tidak merespon apapun. Bahkan melepaskan pelukannya pun tidak.

 

“Kalau tidak mau menunggu, bantu aku”

 

“Iya aku akan bantu. Bantu menghabiskan makanannya nanti” Kyuhyun menyeringai jahil.

 

“Ish. Bantu aku memasak atau menunggu di meja makan?” tanya Seohyun seraya memutar tubuhnya menghadap Kyuhyun. Baiklah. Seohyun sepertinya bertindak salah.Tidak seharusnya ia berbalik karena Kyuhyun makin mempererat pelukannya pada kedua sisi pinggang Seohyun. Tubuh Seohyun terkunci sekarang.

 

“Oppa ini bukan saat yang tepat. Bukankah kau bilang tadi kau lapar?”

 

Kyuhyun mengangguk dengan wajah yang menggemaskan. “Lalu?”

 

“Apa? Lalu?” Seohyun terkekeh. “Lalu aku sedang memasakan makanannya untuk oppa sekarang. Tunggulah sebentar lagi. Sekarang lepaskan” titah Seohyun.

 

“Cium aku dulu” Kyuhyun tersenyum evil sekarang. Mata Seohyun refleks menajam menatap mata Kyuhyun.

 

“Kau mencoba menggodaku, huh?”

 

“Ya sudah kalau begitu akan selamanya seperti ini”

 

“Baik. Kalau begitu kau tidak makan”

 

“Tidak apa-apa. Memelukmu seperti ini sudah membuatku kenyang kok”

 

“Oppa” Seohyun merengek.

 

“Makanya cium aku”

 

“Aish baiklah” Seohyun menghembuskan napasnya lewat hidung terlebih dahulu sebelum ia layangakan ciuman singkat pada pipi Kyuhyun. “Sudah? Kalau begitu lepaskan sekarang”

 

“Hanya pipi?”

 

Seohyun tahu akan begini. Kalau ia beri cium di pipi, Kyuhyun malah akan meminta lebih     -__- Dengan sangat cepat, Seohyun melayangkan ciuman singkatnya lagi. Namun kali ini pada bibir Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum jahil.

 

“Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau”.  Seohyun tersenyum, “Sekarang lepaskan aku”

 

“Ahh biarkan seperti ini dulu. Kumohon. 5 menit saja”

 

“Oppaaaaaaa”

 

“5 menit saja”

 

Seohyun akhirnya memilih diam. Ia akan selalu kalah jika berdebat dengna Kyuhyun. Ia balas pelukan Kyuhyun itu. Mata mereka beradu. Sungguh. Pemandangan yang sangat luar biasa bagi mereka. Keduanya menyukai masing-masing wajah pasangannya. Alis, mata, hidung, bibir hingga dagu. Mereka menyukai semua itu.

 

Masih sambil berpelukan, mereka tersenyum satu sama lain.

 

“Aku mencintaimu” bisik Kyuhyun seraya mendekatkan wajahnya pada Seohyun secara perlahan. Seohyun tahu apa yang harus ia lakukan. Sehingga ia menutup kedua matanya sekarang. Hidung mereka sudah bersentuhan. Hingga akhirnya Seohyun dapat merasakan sentuhan lembut bibir Kyuhyun pada bibirnya.

 

Seohyun meringkuk di ranjangnya. Betapa ia rindu dengan semua yang pernah ia lalui bersama Kyuhyun. Air matanya terus mengalir tanpa henti. Polesan make up di wajahnya sudah tak terlihat lagi. Luntur oleh air matanya sendiri.

Hari ini padahal ia berniat untuk pergi keluar. Membeli kado untuk Kyuhyun dalam rangka merayakan ulang tahun. Ya, ulang tahun pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari. Namun ia malah menangis disana, di kamar yang biasa ia tempati bersama Kyuhyun.

“Kyuhyun oppa, aku merindukanmu” bisiknya sesenggukan.

Matanya terpejam masih dengan diiringi air mata yang mengalir lewat sudut matanya. Butuh waktu lama untuk menghentikan tangisnya itu. Isakannya berhenti ketika ia mulai terlelap dalam tidurnya.

…….

 [01 Februari 2012]

Kyuhyun diam seribu bahasa selama dalam perjalanan pulang. Ia mengendarai mobil dengan kecepatan hampir mendekati maksimum. Matanya, raut wajahnya benar-benar menunjukkan bahwa ia sedang dalam keadaan marah besar.

 

Seohyun disampingnya hanya bisa menahan napas ketika Kyuhyun berusaha menyalip mobil orang lain dengan kecepatan mobil yang tak seperti biasanya. Seohyun menangis diam-diam. Demi Tuhan ia takut situasi seperti ini. Kyuhyun sedang marah besar padanya.

 

“Kyuhyun oppa apa yang kau lakukan?!” pekik Seohyun dengan suara terisak.

 

Kyuhyun tak menjawab apapun. Ia terlalu sibuk mengendarai mobilnya menuju suatu tempat yang keduanya pun tak tahu kemana.

 

“Hentikan oppa! Jangan buat aku takut seperti ini! Hiks” Seohyun mencengkram lengan Kyuhyun. Namun Kyuhyun dengan cepat menghempaskan tangan Seohyun.

 

“Oppa jangan bertindak seperti ini!!!” teriak Seohyun disertai tangisan yang semakin mengeras.

 

“Siapa yang membuatku bertindak seperti ini?!” Kyuhyun balas berteriak. Tanpa menoleh sedikitpun pada Seohyun.

 

“Kau tidak tahu masalahnya oppa! Aku bisa jelaskan! Apa yang kau lihat tidak seperti yang kau pikirkan! Dia teman SMA-ku. Kami—“

 

Kyuhyun memotong kalimat Seohyun dengan tiba-tiba mengesisikan mobilnya dan mengerem secara mendadak.

 

“Oppaaa” pekik Seohyun.

 

“Apa?! Kau masih mau menyela setelah aku lihat dia bermesraan seperti tadi, huh? Kau pikir aku buta?!”

 

“Oppa sudah kukatakan kejadian tadi bukanlah seperti apa yang kau pikirkan” jelas Seohyun dengan masih terisak.

 

“Kau bilang kau mau datang ke reunian, bukan? Tapi kenapa kau malah bermesraan dengan lelaki di cafe itu?”

 

“Oppa kau bicapa apa?! Ini tid—“

 

“Turun kau!”

 

“Oppa—“

 

“TURUN DARI MOBILKU!!!!!” Kyuhyun bersikap seolah dia bukan diri Kyuhyun yang sebenarnya. Ia terlihat menyeramkan. Emosinya benar-benar keluar.

 

Seohyun menangis tanpa suara. Ia terlalu shock akan sikap Kyuhyun. Keduanya saling bertatapan. Tatapan Kyuhyun sangat tajam. Api kemarahan terlihat jelas di dalamnya. Namun tak ada rasa takut sedikitpun dalam diri Seohyun ketika bertatapan dengan Kyuhyun. 

 

“Terserah kau oppa. Aku sudah katakan berulang kali bahwa ini tidak seperti yang oppa pikirkan”

 

“Turun!”

 

Seohyun yang masih sesenggukan membuka pintu mobil milik Kyuhyun. Ia turun dan menutup kembali pintu mobilnya dengan kasar. Seohyun berbalik meninggalkan mobil Kyuhyun. Kejam, Kyuhyun sama sekali tak melirik Seohyun. Dengan rahang yang mengeras dan ekspresi marah besarnya juga, Kyuhyun menjalankan mobilnya kembali dengan kecepatan langsung maksimum, meninggalkan Seohyun yang juga meninggalkan dirinya.

 

Seohyun baru beberapa kali melangkah, namun suara-suara decitan ban mobil juga tubuh mobil yang terseret dan  beradu dengan aspal membuatnya berhenti melangkah. Tak lama terdengar seperti ada suara mobil yang menabrak sesuatu sehingga menimbulkan bunyi yang memekakan telinga. Seohyun menoleh. Mobil audi hitam yang sangat ia kenal sudah terbalik karena menabrak pembatas jalan.

“Kyuhyun oppaaaaaaaaaaaaaa!!!!” pekik Seohyun.

“Kyuhyun oppaaaaaaaaaaaaaa!!!!” Seohyun tiba-tiba teriak histeris dan terbaring duduk. Napasnya memburu dengan keringat dingin yang mengucur mulus dipelipisnya. Ia membekap mulutnya. Tangisnya pecah seketika.

Ia memimpikannya lagi. Kejadian yang tak pernah mau ia ingat lagi selamanya. Seohyun sudah berusaha keras untuk melupakan hari itu, namun mimpinya mengingatkannya lagi.

Seohyun menghembuskan napas berat. Ia terlalu lelah menangisinya terus menerus. Seohyun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“Tuhan” gumamnya pelan.

Seohyun turun dari ranjangnya. Setelah membasuh mukanya ia sedikit merapikan tatanan rambutnya dan dengan cepat meraih tasnya. Dengan gerak terburu-buru, ia meninggalkan rumahnya menuju suatu tempat.

 

***

 

Seohyun mengusap lembut kepala seorang pria disampingnya. Pria itu tengah terbaring dalam keadaan menutup mata. Mata Seohyun tak lepas barang sedikitpun dari wajah pria itu. Memang, ia cukup sering datang untuk melihat sekaligus menjaganya. Tapi tetap saja, itu tak cukup untuk mengobati rasa rindunya. Yang ada malah rasa sakit menjalari hatinya ketika melihat wajah pria tersebut.

Pria itu bernapas dengan tempo yang sangat tenang. Suara napasnya bahkan terdengar damai di sebuah alat bantu pernapasan yang menutupi hidung dan mulutnya. Seohyun tersenyum lirih. Sejujurnya ia lelah menunggu pria itu agar segera membuka kedua kelopak matanya. Namun sesuatu dalam hatinya terus mendorongnya untuk tetap setia berada disisinya dalam keadaan apapun.

Kedua tangan Seohyun kini berpindah pada tangan Kyuhyun dan menggenggamnya erat. Bibir Seohyun agak melengkung ke bawah.

“Kau seperti tidak punya tenaga begini” gumamnya penuh kecemasan. “Dan kau terlihat sangat kurus” lanjutnya seraya menatap wajah pria tersebut kembali.

Cukup lama ia mengamati wajah itu. Tangan kanan Seohyun terulur pada pipi pria itu dan mengusapnya lembut.

 

Pria dengan jas hitam itu membuka matanya perlahan. Silau yang ia dapati ketika matanya benar-benar terbuka. Ia mengedarkan matanya ke sekeliling.

 

Aku dimana?

 

Tempat apa ini?

 

Itu yang ada dalam benaknya sekarang. Ia sama sekali tak mengenali tempat ini. Terlalu asing. Tempat ini hanya ditumbuhi alang-alang dengan suasana yang sangat terang. Ia coba melangkahkah kakinya. Matanya terus berkeliling entah mencari apa.

 

Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu. Seorang gadis tengah berjalan di depannya. Pria itu mengerutkan keningnya. Gadis tersebut terlihat sangat familiar untuknya. Ia seperti mengenalnya.

 

Rambut gadis itu bergelombang. Ia memakai dress lebar tanpa lengan berwarna soft yellow. Pria itu mengikuti langkah gadis itu. Ingin ia memanggilnya namun  entah kenapa bibirnya terasa berat untuk dibuka. Ia percepat langkahnya. Namun seperti tahu ada yang mengejarnya, gadis itu berlari-lari kecil. Sepintas ia menoleh ke belakang. Dan pria tersebut mengumpat dalam hati. Wajah gadis itu terlalu silau. Ia tak bisa melihat wajahnya dengan jelas.

 

Pria tampan itu memejamkan matanya sejenak. Namun ketika ia membuka matanya lagi, gadis itu sudah tidak berada di depannya lagi. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh area. Ia cari gadis itu. Namun hasilnya nihil. Hatinya dilingkupi rasa penasaran. Pria itu pun berlari melewati alang-alang yang tumbuh dengan tinggi. Ia cari sosok gadis itu. Matanya dengan cekatan ikut mencarinya juga.

 

Pria itu akhirnya berhenti. Ia telah temukan gadis itu. Gadis itu diam berdiri tak jauh didepannya. Tangannya sedang merentang sementara wajahnya ia hadapkan ke atas. Pria itu berjalan pelan menghampiri gadis itu. Jarak mereka semakin dekat. Dan ketika pria tersebut hendak melangkahkan kakinya lagi, gadis itu memutar tubuhnya menghadapnya. Pria itu refleks berhenti.

 

Ini aneh. Ia tidak bisa melihat wajah gadis itu dengan jelas. Cahaya matahari membuat pandangannya silau. Namun ia tahu, gadis itu tengah tersenyum padanya.

 

“Aku merindukanmu, Kyuhyun oppa” gumam gadis itu.

 

 “Aku merindukanmu, Kyuhyun oppa” ucap Seohyun dengan suara yang terdengar bergetar. Ia angkat tangan pria itu hingga menyentuh bibirnya. Seohyun mengecup lembut tangan yang ada dalam genggamannya.

DEG!

Seohyun tiba-tiba menahan napasnya. Bola matanya melirik ke arah tangan pria bernama Kyuhyun itu, yang sedang berada dalam genggamannya. Seohyun terpaku ketika melihat reaksi jari-jari milik Kyuhyun itu. Jari-jarinya bergerak.

Seohyun refleks menatap wajah Kyuhyun kembali. Tidak. Lebih tepatnya pada kedua kelopak mata Kyuhyun. Kedua kelopak mata itu bergerak seperti hendak membuka.

“Kyuhyun oppa” bisik Seohyun masih dengan tangan yang setia menggenggam tangan Kyuhyun.

Kepala Kyuhyun mulai tak bisa diam. Ia bergerak namun belum leluasa karena masih terasa berat unuk digerakkan. Mulutnya mengaduh pelan seperti menahan sakit.

“Kyuhyun oppa kau sudah sadar?”

***

 

“Jangan banyak bergerak dulu” ujar Seohyun lembut.

Kyuhyun menatap Seohyun dengan tatapan lemah. Kepalanya terasa sangat pusing. Tubuhnya pun masih terasa berat untuk digerakkan.

Seohyun mengusap kepala Kyuhyun. Ia tersenyum penuh haru. Tangannya menggenggam telapak tangan Kyuhyun. Penantiannya sudah berakhir sekarang. Pria itu. Pria yang hampir 2 bulan ia nantikan kehadirannya. Seohyun menatap Kyuhyun lembut. Akhirnya ia kembali melihat bola mata itu. Bola mata tajam yang selalu menatapnya teduh. Hingga sekarang, tatapan teduh itu masih ada. Tidak berubah sama sekali.

Mata Seohyun berkaca-kaca dan tanpa diperintah sekalipun, air mata itu turun dengan mudahnya. Demi Tuhan ia merindukan pria dihadapannya ini. Dalam hatinya ia terus berterimakasih pada Tuhan karena masih memberikan kesempatan hidup untuk Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng. Ia memberikan kode agar Seohyun tidak menangis.

“Jangan menangis” bisiknya pelan.

Seohyun balas menggeleng seraya menghapus air matanya. “Tidak. Aku tidak menangis” Seohyun tersenyum. “Jangan dulu bicara jika masih sulit. Oppa baru saja siuman” ucapnya sambil mengusap kepala Kyuhyun. Kyuhyun hanya membalas ucapan istrinya itu dengan senyuman lemah.

Kesunyian menemani mereka di ruangan bernuansa putih itu. Mereka hanya saling menatap satu sama lain. Kerinduan terpancar jelas dari mata keduanya. Kyuhyun, entahlah ia begitu rindu akan sosok dihadapannya ini. Padahal ia selama hampir 2 bulan terbaring koma diruangan ini. Ia sendiri heran, apa rasa rindu juga bisa dirasakan orang ketika baru sadar dari koma yang berlangsung cukup lama?

“Kyuhyun oppa” panggil Seohyun.

Kyuhyun memandang hangat kedua mata bulat Seohyun. Tangannya balas menggenggam erat telapak tangan Seohyun semampunya.

“Aku sangat merindukanmu” rengek Seohyun dengan air mata yang secara spontan mengalir lagi. Seohyun tersenyum penuh haru sambil mengusap air matanya sendiri.

Kyuhyun mengangguk lemah seraya tersenyum. “Aku juga” balasnya pelan. “Peluklah aku”

Seohyun membulatkan matanya. “Ne? Tapi..”

Kyuhyun menggeleng. Seperti bisa membaca apa yang ada dalam pikiran Seohyun, ia menjawab “Aku akan baik-baik saja”

Seohyun tersenyum dan mengangguk. Ia lepas genggamannya pada tangan Kyuhyun. Dengan gerak pelan, ia dekatkan tubuhnya hingga kepalanya menyender pada dada bidang Kyuhyun. Kyuhyun membalas pelukan Seohyun. Ia kecup puncak kepala Seohyun lembut.

Sebenarnya tubuh Kyuhyun masih cukup lemah. Tapi entahlah, semuanya terasa lebih baik ketika Seohyun memeluknya seperti ini.

Hangat yang mereka rasakan. Kehangatan ini kembali mereka rasakan. Ahh ~ keduanya benar-benar merindukan momen-momen seperti ini.

Cukup lama mereka berpelukan dalam sunyi. Namun rengekan Seohyun membuyarkan semuanya.

“Oppa”

“Hm?”

“Aku pegal”

Kyuhyun terkekeh pelan. Ia menepuk kepala Seohyun gemas. “Kau ini”

Kyuhyun melepaskan pelukannya. Seohyun pun bangkit dari posisinya itu. “Kalau misalnya posisi kita berdiri aku tidak masalah. Tapi posisi tadi itu membuat pinggangku sakit” Seohyun menggembungkan kedua pipinya yang hanya dibalas senyuman gemas dari Kyuhyun.

***

Besoknya, Seohyun berniat menuruti nasehat dokter yang merawat Kyuhyun. Seohyun mendorong sebuah kursi roda yang saat ini tengah diduduki Kyuhyun. Mereka hendak pergi jalan-jalan mengelilingi taman di rumah sakit itu. Dokter bilang suasana luar baik untuk perkembangan kesehatan Kyuhyun.

Hari ini Kyuhyun tampak jauh lebih baik. Dia terlihat lebih fresh meski bibirnya masih agak pucat. Senyumnya juga sangat cerah, begitu juga dengan Seohyun. Banyak penghuni rumah sakit yang lain yang melihat pasangan suami-istri ini dengan sorot mata kagum. Mereka saling membisikan pujian-pujian terhadap mereka.

Seohyun menghentikan langkahnya di dekat bangku panjang dekat di bawah sebuah pohon rindang yang meneduhi tempat mereka sekarang. Ia maju sehingga sekarang berada di hadapan Kyuhyun. Disejajarkannya tubuhnya dengan Kyuhyun menggunakan lutut sebagai penyangga tubuhnya.

Seohyun sejenak menatap suaminya itu sambil tersenyum sebelum kedua matanya perlahan terpejam. Ia menghirup udara segar disekitarnya dan menghembuskannya pelan-pelan. Kembali ia tatap Kyuhyun.

“Oppa, hiruplah udara sebanyak mungkin. Udara disini sangat segar” usul Seohyun. Kyuhyun menurutinya dengan senang hati. Ia tersenyum bak anak kecil.

“Bagaimana? Sudah merasa lebih baik?”

“Aku sudah merasa lebih baik sejak melihatmu kembali kok” Kyuhyusn tersenyum.

Semburat merah tampak di kedua pipi Seohyun. “Oppa kau mencoba menggodaku?” Ia memicingkan kedua matanya pada Kyuhyun.

“Tidak. Aku mengatakan yang sejujurnya” jawab Kyuhyun dengan ekspresi polos.

Seohyun hanya mencibir dan mengalihkan matanya pada pemandangan sekitar. Padahal hatinya begitu senang ketika Kyuhyun mengucapkan “rayuan” tadi.

Kyuhyun tersenyum. Ia amati wajah gadis didepannya. Ahh mungkin tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Tapi bagaimana dengan Seohyun? Bukankah sangat sempurna? Bagi Kyuhyun, Seohyun adalah sosok istri yang sempurna. Tak hanya wajah, hatinya pun sangatlah cantik. Banyak yang mengatakan Seohyun memanglah seorang wanita idaman. Kyuhyun merasa menjadi lelaki yang paling beruntung ketika dirinya berdiri di pelaminan bersama Seohyun dan mengikat janji sehidup semati disana pada waktu itu.

“Oppa kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Seohyun yang menyadari bahwa Kyuhyun terus memandanganya.

“Berapa lama aku tak melihat istriku ini?” tanya Kyuhyun.

Seohyun terkekeh. “Kau tahu oppa? Aku menantikanmu selama hampir 2 bulan. Dan aku terus menangisimu selama itu. Bisa kau bayangkan betapa sengsaranya aku ketika kau tak ada disampingku?”

“Seberapa sengsara? Kekeke. Ohh pantas saja kau kurus begini. Apa kau tak makan juga selama 2 bulan?” kekeh Kyuhyun.

“Hm” Seohyun mengangguk. “Kita biasa makan bersama bukan? Semenjak kau koma, aku tak ada selera makan sama sekali”

“Benarkah?” Kyuhyun takjub. “Kau begitu menyayangiku ya?”

“Oppa bicara apa?” Seohyun memajukan bibirnya. “Aku sangat sangat sangat sangat menyaaaaaaaayangimu” lanjutnya dengan semangat.

Kyuhyun tersenyum lebar. Ia usap puncak kepala Seohyun. “Selama itukah aku tertidur sampai membuat istriku ini tersiksa?” tanya Kyuhyun yang hanya dibalas serengehan kecil Seohyun.

Hening terasa diantara keduanya. Kini seohyun sudah terduduk di bangku sebelah kursi roda Kyuhyun. Ia senderkan kepalanya dipundak Kyuhyun sementara tangannya saling berpegangan erat dengan Kyuhyun.

“Oppa”

“Hm?”

“Maafkan aku”

 “Untuk?”

“Kejadian di hari itu”

Kyuhyun terdiam. Kejadian di hari itu? Apa maksudnya kejadian….

“Oppa mengalami koma karena aku” suara Seohyun terdengar bergetar.

Kyuhyun mengumpat dalam hati. Bagaimana bisa otaknya mengingat kejadian itu. Kyuhyun memang masih sempat sadar ketika dilarikan ke rumah sakit. Namun itu tak berlangsung lama. Karena dari situ ia sudah lupa apa yang sebenarnya terjadi setelahnya. Kyuhyun menghembuskan napasnya perlahan dan menggeleng.

“Bukan. Bukan salahmu, Hyunnie” tangan Kyuhyun yang bebas terulur menyentuh dan mengusap tangan Seohyun yang berada digenggamannya.

Seohyun mengangkat kepalanya dari pundak Kyuhyun. “Oppa masih mengingat kejadiannya?”

Kyuhyun mengangkat pundaknya. “Entahlah. Kejadian itu masih menempel dalam benakku. Dan jika aku ingat lagi, posisiku disitu memang salah”

“Aku tak mendengarkan penjelasanmu dulu saat itu. Aku terlanjur dalam keadaan terlalu cemburu, Seohyun-ah”

“Aku juga salah oppa. Aku tak menghubungimu dulu sebelumnya jika mau bertemu dengannya. Kalau saja aku meminta izin padamu, mungkin kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi”

“Ah oppa, boleh aku jelaskan padamu tentang siapa pria itu?”

 “Hm. Ceritakanlah. Aku ingin tahu siapa sih pria yang sampai membuat istriku ini tidak meminta izin terlebih dahulu untuk menemuinya?” Kyuhyun menyeringai jahil.

“Yah oppa!”

“Hahaha” Kyuhyun tertawa renyah sambil mengacak rambut Seohyun. “Bercanda. Yaaa ceritakanlah”

“Dia Choi Minho. Sahabat SMA-ku dulu. Dia juga hadir di reunian saat itu. Tapi karena kami sudah lama tak bertemu, ia mengajakku ke cafe untuk mengobrol berdua. Kami disana hanya mengobrol kok oppa”

“Yayaya, lalu?”

“Kalau saat itu oppa berpikiran bahwa aku selingkuh dengannya, oppa jelas salah besar”

“Kenapa?”

“Dia juga sudah punya istri. Istrinya itu senior kami di SMA dulu.”

“Ohh begitu” Kyuhyun mengangguk-angguk.

“Dan aku masih heran kenapa oppa mengira kami bermesraan? Memang apa yang kami lakukan, huh?”

“Bicaraku tak bisa dicontrol saat itu, sayang. Salah siapa tak bilang dulu padaku? Kau tahu bagaimana cintanya aku padamu, bagaimana cemburunya aku padamu. Ada lelaki yang dekat deganmu akan langsung membuat tensi darahku naik”

Seohyun terkekeh mendengarnya.

“Dan satu warning untuk para lelaki, jangan pernah sentuh Seo Joohyun-ku!”

Seohyun terpaku sejenak. Namun tiba-tiba, “Oppaaaa” rengek Seohyun seraya berhambur memeluk Kyuhyun. “Aku sayang oppa!!”

“Yaaa aku juga sayang Joohyun-ku!” jawab Kyuhyun dan membalas pelukan Seohyun.

“Maafkan aku yaaa” ucap Kyuhyun.

“Maafkan aku juga oppa”

***

[28 April 2012]

2 hari setelahnya, Kyuhyun akhirnya dibolehkan pulang ke rumah. Tadi malam keduanya baru saja sampai rumah. Kyuhyun yang pada malam itu masih dalam keadaan kelelahan langsung membaringkan diri di kasur. Tentu dengan ditemani Seohyun.

Pagi menjelang, keduanya masih terbaring dalam posisi berpelukan. Namun Seohyun membelakangi Kyuhyun dan tampaknya ia masih cukup terlelap. Kyuhyun, ia sudah bangun daritadi sepertinya. Tanpa rasa lelah sedikitpun, ia terus memeluk istrinya. Sebenarnya dari malam, tak Kyuhyun lepaskan pelukannya itu.

Tangan kanan Kyuhyun yang bebas ia gunakan untuk mengusap puncak kepala Seohyun yang sesekali ia kecup juga. Kyuhyun merasakan Seohyun yang bergerak dalam pelukannya. Seohyun sedikit beringsut. Matanya mengerjap-ngerjap. Seohyun mencoba membuka matanya hingga kini dapat ia lihat langit-langit kamar miliknya dan Kyuhyun.

Seohyun belum sadar sepenuhnya. Ia masih coba mengumpulkan nyawanya. Ia sama sekali tak menyadari bahwa Kyuhyun tengah memandangnya dari samping sambil memeluknya. Seohyun merenggangkan otot tangannya.

“Happy 1st wedding anniversarry, istriku”

Seohyun berjengit kaget. Refleks ia menoleh dan mendapati Kyuhyun yang tersenyum dan menatapnya lembut.

“Oppa” gumam Seohyun yang hanya dibalasi anggukan singkat Kyuhyun. “Tunggu…tadi apa? Happy 1st Aniversarry?” Seohyun membulatkan matanya.

Seperti sebuah tamparan keras pada otaknya, Seohyun langsung membekap mulutnya. Ia beringsut sehingga mereka kini saling berhadapan. “Sekarang….”

“Sekarang tanggal 28 April sayang. Dimana satu tahun yang lalu tepatnya tanggal 28 April, kita saling mengikat janji untuk setia sehidup semati bagaimanapun keadaan kita nanti”

“Ya ya aku ingat. Tapi bagaimana oppa…”

“Mana mungkin aku melupakan hari paling bersejarah untuk kita, huh?”

Seohyun tersenyum tak percaya. Ia balas peluk suaminya itu. Kepalanya ia sengaja senderkan pada dada bidang Kyuhyun.

“Happy 1st anniversarry, oppa” bisiknya lembut. Kyuhyun semakin mempererat pelukannya. Dan tak bosannya ia kecup puncak kepala Seohyun.

“Happy 1st anniversarry istriku. Terimakasih untuk segalanya” kini bibir Kyuhyun mengecup lembut kening Seohyun.

Tiba-tiba Seohyun merenggangkan pelukannya. “Astaga oppa!!” pekiknya.

“Ada apa?”

“Aku lupa menyiapkan semuanya!!”

“Menyiapkan apa?”

“Semuanya! Perayaan untuk ulang tahun pernikahan kita yang pertama. Dan omo!! Aku lupa membeli kado untukmu!”

Kyuhyun hanya terkekeh melihat kepanikan Seohyun.

“Oppa aku harus pergi keluar sekarang” baru saja Seohyun akan bangun dari tidurnya dan mengambil langkah untuk pergi keluar. Namun sepasang tangan menahannya untuk pergi.

“Tetaplah disini”

“Tapi oppa”

“Kau tak merindukanku?”

Pertanyaan Kyuhyun itu mampu membuat Seohyun mengalah. Ia kembali beringsut ke dalam pelukan Kyuhyun.

“Pertanyaan macam apa itu. Tentu aku merindukanmu”

“Kalau begitu, tetaplah seperti ini…di dalam pelukanku”

“Oppa…padahal aku niat membelikanmu hadiah sebelum hari ini. Tapi sepertinya aku lupa”

“Hadiah untuk apa?”

“Yaa hadiah ulang tahun pernikahan kita dariku untukmu. Dan aku juga tidak persiapkan perayaan ulang tahun untuk kita. Tapi ternyata aku bangun kesiangan. Maaf ya oppa”

Kyuhyun mengusap lembut rambut Seohyun. “Kau terlalu nyaman berada dipelukanku kan? Makanya kesiangan?” godanya seraya terkekeh jahil.

“Yah oppa ~”

“Kenyataan kan? Hahaha” Kyuhyun tertawa renyah.

Seohyun menggembungkan kedua pipinya membuat Kyuhyun tersenyum gemas.

Kyuhyun berdeham sebelum melanjutkan. “Seohyunnie” panggilnya hingga membuat Seohyun mengangkat wajahnya hingga bertemu dengan mata Kyuhyun.

“Untuk apa kau minta maaf hanya karena masalah hadiah?” tanya Kyuhyun.

“Itu berarti aku melakukan kesalahan oppa. Aku tidak memberikan sesuatu yang spesial dihari ulang tahun pernikahan kita ini kepadamu. Tidakkah itu salah?”

Kyuhyun menggeleng. Tanda bahwa ia tak sependapat dengan Seohyun. “Aku tidak butuh itu. Bagiku, adanya kau dihidupku sampai saat ini adalah hadiah spesial dan terbaik yang pernah aku terima”

“Kau telah menjalankan janjimu sebagai istriku dengan baik. Dan aku sangat senang akan hal itu”

Seohyun terpaku. Ia tatap bola mata teduh milik Kyuhyun itu. Perlahan bibirnya tertarik dan membentuk ukiran senyum manis.

“Oppa…” gumamnya dengan suara yang mulai bergetar.

“Aku mencintaimu” ucap Kyuhyun sembari mengulum senyumnya. Kyuhyun pun mulai mendekatkan wajahnya pada Seohyun. Seohyun tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Ia tutup kedua matanya dan bersiap akan apa yang terjadi selanjutnya.

Kelembutan tengah dirasakan oleh bibir keduanya. Kyuhyun merengkuh kepala Seohyun dan sedikit memberi tekanan padanya. Yang pada awalnya hanya sekedar menempel saja, Kyuhyun pun akhirnya melumat bibir Seohyun dengan sangat lembut namun dalam. Ia juga ikut menutup kedua matanya. Seohyun terbawa suasana sehingga membalas ciuman Kyuhyun.

“Aku mencintaimu juga” ujar Seohyun disela-sela ciumannya.

End ~~~

Asdfghjkl!! Apa iniiiiiii😄 otakku sedeng yaaa buahahahaha😄

Well, aku merasa cerita ini membosankan dan terlalu panjang eewww sorry for that, okay L

Berikan aku komentar, kritik dan sarannya. Aku bakal terima kok tapi asal jangan bashingan aja yaaa :p bashingan sama kritik beda loh yaaaa😄

oyaaa, wanna know me? follow @babyhyukie ^^

 


77 thoughts on “[Freelance] Missing You Like Crazy

  1. Author ini udah ke post semua atau baru sebagian?
    Aku suka banget, ceritanya bener-bener romantis. Cuma kenapa seo nangis sampe kaya gitu?
    Ditunggu kelanjutan ceritanya😉

    Like

  2. Jeez…. Ini sweeeeeeeeeettt bgt seokyu momentnya tapi kok gantung sih tbcnya dan sedikit bingung diawal kyu meninggal kah? Kyaaaa andwaee

    Like

  3. Iyaaa nih kok gantung ya.
    Terus kenapa alasan si seo nangis2 dan badannya jadi kurus gtu
    ada hubungannya apa sm kyu
    wah perlu ada sequel nih hahahaa

    Like

  4. Ini kok gantung.-. Itu terakhir masih bagian seo inget masa lalu kan D; emgbpas annive kyu kemana? Apa ini kepotong? Lanjutbpls><

    Like

  5. omooooo udah dipublish ><
    ah iya sepertinya kepotong. ini ff oneshoot kok. cuma mungkin ada kesalahan teknis hmm .___.
    bentar ya, aku lagi tunggu konfirmasi dari adminnya🙂

    Like

  6. Yap udah diupdate sama adminnya🙂
    Ternyata emailku kepotong -__- maaf ya *bow
    Sekarang udah lengkap, dan sepertinya ga menggantung lagi ya ceritanya .-. Ini ff oneshoot ya bukan series ~

    Happy reading all \(´▽`)/

    Like

  7. hiyaa….
    Ternyata happy ending,fiuh….lega bget….
    Aq smpet ngira ini bakal sad ending..
    Tp kyaknya msih gantung nih thor..
    Klo bisa lanjut yah..🙂

    Like

  8. wuah seokyu romantis banget🙂
    tapi kenapa seo eonnie kalau inget kenangan sama kyu oppa nangis emangnya ada apa?
    akhirnya ngegantung thor, lanjut ya lanjut ^^

    Like

  9. DAEBAK thor !!!!!!!!!!!
    Romantis banget
    Kapan ya q sama Hae bisa kayak gtu ?? *digampar Elfishy
    Keren deh pokoknya

    Like

  10. SeoKyu emang selalu bisa bikin sebuah FF menjadi SO SWEETTTTTTTT~ aku suka aku suka FF + Paring. tapi sayang gatung bgt. Ditunggu kelanjutannya.

    Like

    1. Nde? Pernah baca?😮 ini ff baru dipublish di blog smtff loh .___. Aku belom pernah post dimanapun selain disini. Kalopun cerita sama aduuuh aku berani sumpah ini ff karangan aku kok. Jangan tuduh aku plagiat ya T^T
      Mungkin cuma kebetulan sama (•̯͡.•̯͡)

      Like

  11. . crita na emang panjang … tpi g ngebosenib kok … .
    . critany so sweet bgt … .
    . feel na jg dpt bgt … hehehe
    . lanjut ea … keren … .

    Like

  12. Terharu. Keren. Terharu. Keren T_T
    DAEBAAK, feelnya dapet.
    Kyu-nya cemburuan gitu ya err -__- Tapi saya speechless pas baca bagian Kyuhyun ngelamar Seo hiks… KEREN.

    Like

  13. ceritanya bagus kok🙂 seokyu so sweet bgt..
    bahasanya bagus, author jago deh🙂
    aku suka banget pas adegan super market hihihi
    bikin sequelnya dong.. gak seru kalo belum ada little cho..
    okd… semangat yah buat authornya biar bisa bikin sequel yg paaaaaaaannnnjjjjaaaannggggggggggggggg… hehe

    Like

      1. AMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
        *hayo yang gak bilang amin ntar masuk neraka*#PLAK

        Like

  14. Banyak yang bilang ngegantung ning bahkan minta sequel -_-
    bagaimana lagi atuh hahaha ini udah hepi ending kan dan aku rasa cukup ^__^
    Well, thankyuseomuch buat yang udah baca plus ninggalin komentar *ciuminsatu2*
    seneng dapet respon baik hahaha ntar kapan2 aku bikin ff seokyu lagi yaa. Tunggu mood nulis aku berkobar aja okay ƪ(‾ε‾)ʃ
    Perihal sequel untuk ff ini…masih dipikirkan :p ntar kalo aku dapet inspirasi lagi insya Allah aku buat. Ga janji ya🙂 once again…thankyuseomuch. Seokyu jjang ~ wires jjang ~ ^o^

    Like

  15. Aaaa Romantis and So Sweeeeeettttt
    Akhirnya happy ending seneng banget hehehhehe
    Daebakk FF nya!!!
    Buat lagi ff yang gak kalah bagus yaa

    Like

  16. saatnya aku harus bilang wow kok seru bnget deh ka terharu pertama nangis kedua sedih ketiga b.a.h.a.g.i.a

    Like

  17. Woooow bener2 keren nih FF dr awal bertanya2 soal’y alur’y mundur maju gtu kan .
    Saran’y td gw agak bingung pas bc jd klo pas flashback itu d kasih tanda flasback biar tau kita’y yg baca

    sungguh FF’y keren sad2 sweet gmna ga GAJE

    Like

    1. hehe makasih ^^
      ehehe bingungin ya .-. kamu bacanya via handphone kah? atau via apa?😮
      sebenernya aku udah ngasih tanda mana bagian flashback, mana yang bukan loh. flashback aku kasih tanda italic font. kalo kamu baca via pc mungkin bisa keliatan ^^
      ah tapi gimanapun, makasih sarannya🙂 maaf ya bikin bingung *bowed

      Like

  18. Astaga bagus gini dblng geje kren ini thor.^^
    wahh kirain Kyuhyunnya meninggal atau selingkuh.keke. . .
    Mrk So sweettt ampun Evil suka deh dia sayang bngt ma Seobb.
    Tkz yah dh bikin ff Seokyu yg romantis?
    Klo boleh minta Sequel dunk bikin litle yadongnya.hehe. . .

    Like

  19. Kirain Kyuhyunnya meninggal at selingkuh.hehe. . .
    Suka so sweet bngt.
    Tkz yah dh bikin ff Seokyu.
    Klo boleh minta Sequel dunkz?:)

    Like

  20. Ini sweet sekaleee!
    Ya ampun kyu cemburu buta! Cinta bgt sama seo!
    Seo setia deh sama kyu!
    Pengen sequel nih! Buatin little cho aja! Please!

    Like

  21. Saya baru dapet nih di googlesuka sadnya bener2 sad tpi akhirnya bersatu.
    Satu hal yg bkin aku shock, oh ternyata kamu ya yg buat FF ini *habis liat bagian bawah kamu kasih acc twittermu* ehehehhehee

    Like

  22. deg degan kira kyu kenapa napa
    ceritanya bagus thor, mengalir.. pilihan katanya bagus, bahasanya bikin yang baca dapet feel-nya tapi diunggkapkan dengan tenang, cuma konflik perlu ditambahin kayaknya thor hehe
    2 jempol😀

    Like

  23. “yaaaaaa……. memang kepanjangan si tpi menurut’ku crita’nya tetap mengharukan ko’
    dan itu jg membuat’ku menngis sbelah mata.”

    Like

  24. Kyaaaa~~~ aku bru bacaaa.. ini baru pertama baca FF feelnya dapet banget wkwk apalagi bcanya sambil dengerin lagu Missing You Like Crazy nya Taeyeon TT.TT
    huaa pengen banget besok dapet suami kaya Kyuhyun hahaha *eiya aminin deh* kkk
    Bagus bagus.. endingnya aku ttp suka kok..mash bagus djdiin ending (?)
    Good Job thor..aku tunggu ff SeoKyu yg lain😉

    Like

  25. huhu… bagus banget FF-nya thor ^^
    aku suka banget caramu menggambarkan seokyu saling helplessly i love with each other🙂 seokyu mwuah! love you forever even words can’t descibe it ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s