[Freelance] Eternal Love


Title                 : Eternal Love
Author             : @MoonRiTae
Main Casts      : Lee Donghae, Han Cheonsa (OC)
Other Casts    : Han Mikha (Sister OC), Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Other Member Super Junior
Length             : ???
Genre              : Mystery, Fantasy, Romance
 
Donghae POV
Sedari tadi, aku mencoba menghubungi yeojaku, Han Cheonsa, tetapi selalu tidak bisa. Aku juga sudah mengirimi pesan padanya tapi dia tak pernah membalasnya. Tidak seperti biasanya, dia pasti selalu membalas pesanku atau mengangkat telponku. Aneh sekali!
Aigoo! Ini sudah jam 2 siang! Ini artinya aku sudah mencoba menghubunginya sekitar 3 jam. Pantas, aku merasa kerongkonganku sangat kering. Aku beranjak dari tempat tidurku dan pergi ke dapur untuk sekedar minum sambil terus memandangi iPhone-ku yang masih dalam genggamanku. Baru saja aku ingin mengambil air untuk minum, gelas yang kupegang jatuh begitu saja. Pecahan beling tersebut mendarat tepat di depan kakiku. Aku memandangi pecahan gelas yang ada di lantai. Firasat aneh muncul di benakku. Aigoo! Kenapa aku jadi merasa aneh sekali? Mungkinkah firasatku ini menuju kearah Cheonsa? Aku terpikir untuk melihat keadaannya karena aku merasa dan sangat yakin bahwa ada hal buruk yang terjadi pada Cheonsa. Aku buru-buru mengambil jaketku, menyalakan mobil dan langsung melaju ke rumahnya
***
Sesampainya di rumah Cheonsa, aku langsung memarkirkan mobilku dan melihat pintu rumahnya terbuka lebar. Tanpa membunyikan bel atau mengetuk pintu, aku memasuki rumah itu perlahan. Terdengar suara tangisan dari arah dapur. Disana terlihat seorang gadis kecil sedang terduduk di lantai dan dengan posisi membelakangiku.
“Cheonsa-ya,” gumamku pelan.
Berulang kali aku menyebutkan nama Cheonsa tapi gadis itu tak menggubris perkataanku sama sekali. Malahan dia semakin terisak.
“Siapa kau?” tanyanya tanpa mengubah posisinya yaitu membelakangiku.
“Aku Lee Donghae, namjachingu Han Cheonsa. Kau siapa?”
“hiks.. Eomma dan Appa telah pergi meninggalkan aku sendiri.. hiks.. Sekarang eonni telah meninggal.. Kenapa mereka begitu jahat meninggalkan aku sendiri?! hiks” ujar gadis itu yang kupastikan itu adalah adik Cheonsa.
Tunggu, tunggu, tunggu! Hah? Apa aku tidak salah dengar? Onnie gadis ini? Maksudnya Han Cheonsa? Dia meninggal? Aku mencoba mendekati gadis itu dan betapa terkejutnya aku ketika melihat apa yang ada di depan gadis itu.
“Han Cheonsa?” gumamku lirih sembari duduk di dekat gadis kecil itu.
“Ini onnie-ku, Han Cheonsa, dan aku Han Mikha.” kata Mikha.
Aku memandang Cheonsa lekat. Kulihat terdapat pisau yang menusuk di dadanya dan terdapat goresan panjang di pipinya serta luka-luka lain yang terdapat di tubuhnya membuat wajahku pucat. Mataku mulai terasa panas, air mata mulai menggenang pipiku. Hatiku sangat sakit, rasanya seperti diiris pisau yang sangat tajam dan dipotong menjadi beberapa bagian kecil seperti gelas yang kupecahkan di rumah tadi. Hancur berkeping-keping.
Han Cheonsa, secepat inikah kau meninggalkanku? Belum genap sebulan kita menjalin hubungan, tetapi kau mengakhirinya dengan kepergianmu ini? Apakah karna takdir yang membuat kita seperti ini?
Mikha berdiri dan membersihkan air matanya yang sedari tadi membasahi pipinya. Aku masih diam memandangi Cheonsa.
Mikha menepuk bahuku pelan. “Oppa..”
“Mengapa kau meninggalkanku? Mnegapa begitu cepat?” lirihku pelan
“Oppa..”
“Han Cheonsa, jawab aku! Tak mungkin kau pergi! Kau masih hidup, kan?! Tak mungkin kau meninggalkanku secepat ini?!” aku berteriak keras sambil menggoncangkan tubuhnya yang tak berdaya itu. Masih tak percaya dengan kejadian ini.
“Oppa!” teriak Mikha lebih keras tidak selembut tadi.
“Oppa, kumohon jangan begini. Eonni pasti sedih! Aku juga tau perasaanmu sekarang. Saat orang yang kau sayangi….” Mikha mengelap air matanya yang kembali menetes, menghela nafas panjang dan melanjutkan perkataannya,”..pergi untuk selamanya…” kata terakhir Mikha membuatku makin sakit.
Aku tak merelakan dia pergi, tapi Itu sudah menjadi takdir kita, tak mungkin aku akan memutar waktu dan menjaganya, memohon dia jangan pergi.
Sudah berjam-jam aku masih meratapi kepergian Cheonsa. Mikha sudah meminta aku agar makan dan minum, tapi aku menolaknya. Mikha mungkin kecewa dan sedih sepertiku, tapi dia berusaha tetap tegar.
“Oppa, kalau kau sakit bagaimana?” kata Mikha dengan raut wajah sedih.
“Aku ingin menyusulnya.” gumamku tanpa mengalihkan perhatian dari Cheonsa yang terbujur kaku di pelukanku.
“Oppa! Andwae! Kalau kau melakukan hal itu, onnie akan kecewa dan sangat sedih. Onnie pernah mengatakan padaku saat aku mencoba menyusul appa dan eomma, ‘Mikha, janganlah berpikiran begitu. Kalau kau menyusul mereka, mereka akan sedih dan kecewa diatas sana. Jadi, tetaplah tegar ya?” ucap Mikha lirih.
Aku hanya bisa menundukkan kepalaku. Ya, benar apa yang Mikha katakan. Jadi, mulai saat ini aku harus merelakannya. Aku harus tegar, Lee Donghae.
“Oppa, mungkin sudah saatnya aku menceritakan hal ini.” Kata Mikha.
Aku mengangguk pelan. Mikha mulai menceritakan kronologis kejadian ini mulai dari awal sampai akhir.
Kini, aku mulai mengerti dengan kejadian ini. Tapi, yang kubingungkan adalah mengapa dia meninggal? Aku berusaha keras memikirkan hal itu tetapi sia-sia. Aku tidak ada di TKP saat itu, begitu pula dengan Mikha. Selesai Mikha menceritakan semuanya, dia memberikanku sepucuk surat. Aku membuka surat itu perlahan dan membacanya.

Hari-hari kujalani dengan tabah
Padahal, semakin hari, aku merasa, aku makin tersiksa dan sangat terbebankan
I have 2 problems
Ya! Dan itu sangat berat.
Aku takut, aku sedih
Setiap hari, keduanya selalu terngiang di pikiranku
Dan saat semuanya memuncak,
Aku rasa aku tak hidup lagi di dunia
Rasanya seperti mati
Lee Donghae, namjaku…
Kau pastinya tahu tentang itu.
Jika kau masih mencintaiku, kau masih punya kesempatan.
Ya! Jika hatimu berkata aku masih milikku selamanya, kau bisa dan aku pasti bisa.
Tapi, jika kau tak lagi mencintaiku, sudahlah! Aku hanya bisa pasrah.
Kau bisa mencari tahu maksudku,
dengan mencari tahu makna yang dikatakan burung beo kesayanganku
Dia petunjuk pertamamu.
Jika kau tahu maksudnya maka kau akan menemukan petunjuk lainnya.
Dan..
Jangan dulu menguburku sebelum kau mendapatkan apa yang kumaksud.
Lee Donghae ………
Aku menitipkan Han Mikha kepadamu.
Anggaplah Mikha sebagai aku ataupun adikmu sendiri.
Dan janganlah menyusulku.
Aku sangat terharu, tetapi aku tak mengetahui maksudnya. Entahlah, ada sesuatu dari surat ini yang membuat hatiku sedih. Apa yang dimaksud dengan kesempatan?
“Mikha, kau tahu burung beo kesayangan Cheonsa?” tanyaku.
Mikha mengangguk. Dan memberi isyarat agar aku mengikutinya.
Mikha menunjuk kearah pohon besar yang ada di ujung halaman belakang rumah Mikha.
“Itu dia” tunjuk Mikha. Kami berdua pun mendekati burung beo itu. Seketika itu, beo itu mulai mengoceh.
“Aku Cheonhae. Kau tahu, 7 sahabat baik memilikinya satu persatu. Kau pasti akan tahu. Urutan petunjuk sesuai dengan nama kalian berdua. Kau pasti bisa Lee Donghae!”
“Kau dengar tadi?” tanyaku. Mikha mengangguk.
“Kau tahu maksudnya?” Mikha menggeleng.
“Aku juga tak mengerti. Eottohke?”
Sekali lagi, Mikha menggeleng.
“Oppa, pikirkan dulu apa maksudnya itu baik-baik..” ucap Mikha.
“Mikha, aku pamit sebentar. Aku akan segera kembali. Oke?” ujarku. Mikha hanya mengangguk.
***
Aku berdiam diri sambil memikirkan maksud beo tadi. Donghwa hyung tiba-tiba ada didekatku.
“Donghae, kau ini sedang apa? Berdiam diri tak ada hiburan. Emangnya, kamu gak main sama Eunhyuk? Atau kencan sama Cheonsa?” tanya Donghwa hyung.
“Aniyo. Cheonsa sudah meninggal.” gumamku pelan. Donghwa hyung tersontak kaget.
“Mwo?! Cheonsa meninggal?!” Aku mengangguk pelan.
“Aku sedang memikirkan makna ucapan burung beo tadi dan surat Cheonsa. Aku bingung dan kurasa aku takkan bisa.” Ucapku.
Donghwa terkekeh pelan. “Donghae, Donghae! Kau ini! Mudah sekali menyerah. Kajja! Gunakan logika, otak, pikiran…”, aku memotong ”… dan tentunya hati dan cinta.”
“Yeah! Anak pintar, itu baru adikku!” kata hyung.
“Hyung, bisa kau bantu aku? Coba lihat!” tanyaku. Donghwa hyung mendekatiku dan ikut membaca surat itu dan perkataan beo tadi.
“Biar kubantu, emmm…” hyung Nampak berpikir, “Ya! Mungkin kau bia membutuhkan bantuan sedikit dari detektif.” saran hyung.
“Ya hyung benar. Aku membutuhkan mereka, Gomawo hyung! Gomawo!” teriakku bersemangat dan bergegas ke rumah Kibum, seorang detektif.
“Ya! Ya! Ya! Tak perlu berteriak.” Ucap hyung sambil menutup telinganya.
***
Aku menghampiri ketiga namja yang ada di depan teras rumah dan sedang bercakap-cakap itu.
“Hai Donghae-ah!” sapa Sungmin.
“Tumben sekali kau datang kemari!” kata Kyuhyun.
“aku butuh bantuan kalian! Cepat ikuti aku!” ujarku.
Ketiga orang tersebut -Kibum,Kyuhyun,Sungmin- hanya menatapku heran sembari mengikutiku.
TBC

6 thoughts on “[Freelance] Eternal Love

  1. Gmna ceritanya? Asyik, seru, gaje, mengganjal ato gimana nih?
    Tunggu dulu ya lanjutannya ..🙂

    Comment donk biar jadi motivasi n’ perubahan ..🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s