[Freelance] Like A Star Of Night


Like a Star of Night : PROLOG

 

Judul                         :           Like a Star of Night

Author           :          Kyuzurine

Cast                :           Kang Hyo Ri or Azurine (my fiction), Cho Kyuhyun

Other Cast    :          Shin Min Young, Lee Hyukjae, Lee Donghae, dll

Genre              :          Romance, Tragedy, Drama

Length           :          Part

Desclaimer    :          Karakter Kang Hyori sepenuhnya imajinasi aku. 100 % persen gak jiplak karya orang lain. Aku mohon komen dari riders yang baca ff aku ini. Karena ini adalah ff pertama aku yang dipublish ke blog. Komen kalian akan sangat berarti bagi aku untuk lebih memotivasi aku agar lebih baik dalam membuat ff.

Sebelum baca PROLOG ini, lebih baik baca dulu 2 Rine’s Dairy ini. Biar chingu tau alasan Kang Hyori bisa ke Korea. Klik 2 Link ini :

http://kyuzurine.wordpress.com/2012/05/27/rines-diary-im-coming-korea/

dan http://kyuzurine.wordpress.com/2012/05/31/rines-dairy-arrive-in-korea/

___________________________________________________________________________

“Aku terpuruk dalam kehidupanku sendiri. Hidupku sangat gelap, seperti neraka. Adakah cara agar aku bisa terbebas dari  kehidupan yang kelam ini?”.

_cho kyuhyun_

“Aku berharap, aku bisa menjadi bintang yang bersinar untuk semua orang dalam kehidupanku”.

_kang hyori_

KYUHYUN POV

Di tengah malam seperti ini, aku berlari dari tangga demi tangga sebuah apartement untuk menyelamatkan sahabatku. Yang menurut seseorang, sahabatku sedang terancam nyawanya di lantai teratas apartement. Saat aku akan mendekati tubuh sahabatku yang sedang tergeletak di lantai atas apartement,  aku melihat tubuhnya tak henti-hentinya mengeluarkan darah segar. Wajahnya yang mulai membiru menandakan bahwa sahabatku baru saja diakhiri hidupnya oleh seseorang. Sesekali terdengar suara bisikan pelan dari seorang wanita yang berdiri membelakangiku tidak jauh dari mayat sahabatku.

Dia… Apakah dia yang tadi menelponku bahwa sahabatku akan dibunuh?. Tunggu, sepertinya wanita ini tak asing bagiku.

Haneul…”. Wanita itu membalikkan badannya setelah mendengar suaraku.

“Kau sudah datang rupanya”. Wanita itu tersenyum picik padaku.

“Jadi kau… meneleponku agar aku bisa melihat sahabatku tergeletak tak bernyawa karena ulahmu?”. Wanita yang bernama Haneul itu mendekatiku dengan membawa pisau yang masih bercucuran darah sahabatku, Lee Sungmin.

Saat dia berdiri tepat dihadapanku dan pisau yang berada di tangan kanannya diarahkan pada leherku, kedua kakiku bergetar ketakutan.   

“Menngappa kkau mem.. bunuh sahabatku? Kau begitu egois, Haneul”.

“Sahabatmu? Dia itu ingin merebutku darimu. Jadi kau masih menganggapnya sahabatmu? Kau itu begitu bodoh, Kyuhyun”. Dia membolak-balikan pisaunya di leherku. Dan darah pada pisau itu membasahi leherku.

“Tenang saja aku tidak akan membunuhmu, Kyuhyun sayang”.

“Kkau, mengapa membunuhnya?”.

“Tentu saja agar kita bisa bersama, sayang”.Wajahnya semakin mendekat dan bibirnya hanya berjarak 3 cm dari bibirku.

Aku menjauhkan wajahku darinya dengan mundur satu langkah. Aku menghempaskan tangan kanannya. Dan pisau itu, berhasil menjauh dariku. Tetapi, pisau itu mengapa mendekati dadanya? Dan pisau itu menusuk tepat di dadanya?…

***

“Aaaaaaaaa !!!!!!”. Akupun segera terbangun dari tidurku. Mimpi itu benar-benar datang lagi.

“Kyuhyun… Kyuhyun !!!”. Itu pasti noona yang cemas dengan teriakanku di tengah malam-malam begini.

Mimpi buruk itu datang lagi.. Mengusik tidurku dalam mimpi.. Haneul !!!! kau adalah perusak segalanya.. Aku menyesal telah mencintaimu. Dan kau telah membunuh sahabat terbaikku !!!. Sampai matipun aku tak akan memaafkanmu, Haneul.. Semoga di neraka kau dilaknat oleh Tuhan..

Kau sudah menghancurkan hidupku, Haneul. Kau adalah perusak hubungan persahabatanku dengan Sungmin.. Aku tak percaya lagi dengan namanya cinta dan wanita !!!.Yah, kecuali Ahra noona. Aku akan menyayangi noona sampai kapanpun, karena dia adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki.

Sampai kapanpun hanya Lee Sungmin sahabat terbaikku.. Walau dia telah melakukan kesalahan apapun, tetaplah dia sahabat terbaikku.. Sampai kapanpun.

“Tenanglah, Kyuhyun. Ada noona disini. Tidurlah kembali. Aku akan menemanimu sampai kau tertidur”. Ahra noona mengusap-usap kepalaku hingga aku tertidur kembali.

***

Keesokan harinya, aku bersiap-siap untuk sekolah. Saat aku berjalan ke arah gerbang sekolah, aku melihat banyak kerumunan anak-anak di dekat gerbang. Apa ada yang aneh di gerbang sekolah? Tumben sekali mereka bertingkah seperti itu.

Aku tidak memperdulikan kerumunan itu. Untuk apa aku bergabung di kerumunan orang-orang bodoh itu. Lebih baik aku segera ke kelas, duduk di bangku kesayanganku, dan bermain psp.

***

AUTHOR POV

Di depan gerbang sekolah terdapat kerumunan namja yang sedang memperhatikan 2 orang gadis berjalan menuju gerbang. Mereka lebih tepatnya sedang membicarakan seorang gadis yang terlihat asing dimata mereka.

“Dia memakai seragam yang seperti kita. apa dia murid baru?”.

“Benar-benar cantik. Bahkan dia memiliki kelopak mata yang indah”.

“Dia seperti putri kerajaan saja. Terlihat dari kulitnya yang begitu bersinar”.

Di antara kerumunan namja-namja itu, ternyata ada dua orang sedikit aneh yang sedang membicarakan gadis asing itu dengan tingkah yang sedikit tidak wajar.

“Hey, bukankah dia yang kemarin di ruang kepala sekolah itu, Hyukjae?”. Donghae dengan polosnya menunjuk seorang gadis yang sedang berjalan bersama satu orang temannya.

“Benar. Itu adalah gadis yang membuatku jatuh hati di saat itu juga. Donghae, apa dia saudara Shin Min Young? Mereka terlihat mirip saat berjalan bersamaan seperti itu”.

“Entahlah. Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Aku tidak tau jawabannya, nanti tanyakan saja pada mereka berdua”.

2 orang gadis yang sedang diperhatikan itu, berjalan memasuki gerbang sekolah mendekati kerumunan namja-namja. Dan salah satu dari 2 gadis itu tersenyum pada Donghae.

“Hyukjae, dia tersenyum… dia tersenyum padaku? Bahkan saat dia tersenyum, wajahnya terlihat berseri seperti malaikat yang baru saja turun dari kahyangan”. Seketika itu pun hidung Donghae mimisan.

“Dia itu tersenyum karena melihat ketampananku, ikan mokpo. Hahahahaha”. Hyukjae tertawa kegirangan sambil memukul-mukul punggung si ikan mokpo yang berada tepat di sebelah Hyukjae.

“Aish. Appo, monyet jelek!”. Dan Donghae pun membalas pukulan Hyukjae dengan menjenggut-jenggut rambut si monyet jelek itu.

Sementara di sisi lain, Hyori, si gadis asing itu sedang berjalan sambil berbincang-bincang dengan Min Young, teman sekamarnya.

FLASHBACK

Saat aku sedang melihat-lihat kamarku, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

“Sepertinya, ada yang mengetuk pintu”. Hyori segera berjalan ke arah pintu untuk mengetahui si pengetuk pintu itu.

“Apa benar ini kamar nomor 114? Kau yang bernama Kang Hyori? Aku Shin Min Young yang akan menjadi teman sekamarmu”. Gadis pengetuk pintu itu tersenyum ramah pada Hyori.

Belum Hyori persilahkan gadis itu masuk, gadis bernama Minyoung itu bahkan sudah masuk duluan. Yah, sepertinya Minyoung tak sabar melihat kamar barunya.

“Mungkin kau bertanya mengapa aku menjadi teman sekamarmu. Aku sudah 3 bulan ini tidur sendirian. Aku dipindahkan ke kamar ini karena perintah dari Kepala Sekolah. Semoga kita bisa menjadi teman sekamar yang baik”. Gadis itu tersenyum kembali pada Hyori.

FLASHBACK END

***

HYORI POV

Di tengah perjalanan menuju sekolah, aku menanyakan sesuatu pada Minyoung. Karena dari tadi kita tidak berbicara sama sekali. Lebih baik aku memulai pembicaraan agar suasana di antara kami tidak terlalu canggung.

“Minyoung, jadi kau  sudah 3 bulan ini tidur sendirian?”.

“Yah, benar. Dan itu sangat tidak enak. Apalagi kalau kamar itu bekas orang yang sudah meninggal”.   

“Hah?! Maksudmu apa, Youngie?”

“Teman sekamarku dulu itu sudah meninggal. Katanya dia meninggal entah karena dibunuh, entah karena bunuh diri. Sampai saat ini penyebab kematiannya belum terungkap. Ah sudah lupakan saja, Hyori. Jangan dibawa serius ya omonganku tadi”. Akupun mengangguk.

Aku dan Minyoung meneruskan kembali perjalanan kami dengan sedikit cepat. Saat aku dan Minyoung berjalan mendekati gerbang sekolah, disana ada banyak namja yang memerhatikan kami berdua.

Aku melihat di antara kerumunan itu ada 2 orang yang tingkahnya sangat lucu sekali. Aku tersenyum pada mereka berdua. Tapi sepertinya mereka berdua jadi salah tingkah.

“Hyukjae, dia tersenyum… dia tersenyum padaku? Bahkan saat dia tersenyum, wajahnya terlihat berseri seperti malaikat yang baru saja turun dari kahyangan”.

“Dia itu tersenyum karena melihat ketampananku, ikan mokpo. Hahahahaha”. Namja itu tertawa kegirangan sambil memukul-mukul punggung laki-laki yang berada tepat di sebelahnya.

“Aish. Appo, monyet jelek!”. Namja yang disebut ikan mokpo itu membalas pukulan teman dekatnya dengan menjenggut-jenggut rambutnya.

Hahaha mereka itu seperti anak kecil saja.

“jadi kau sedang memerhatikan mereka berdua? Hahaha mereka berdua itu the Sangtae Couple, orang yang paling ajaib di kelas Accounting 1. Namja yang sedang dijenggut-jenggut rambutnya itu nama Lee Hyukjae. Nah, namja yang yang lebih pendek dari Hyukjae itu namanya Lee Donghae”.

Aku coba menyapa orang yang bernama Hyukjae dan Donghae itu. Bagaimana yah reaksinya. Hehe.

“Hai, Hyukjae-shi dan Donghae-shi”. Mereka tidak menjawab sapaanku, dan mereka malah tersenyum-senyum tak karuan saat melihatku. Aha! jahili saja mereka. Hahaha.

“1, 2, 3, kalian berdua jatuh”. Dan benar, mereka berduapun jatuh pingsan.

Minyoung yang mendengar perkataanku tadi sedikit terkejut. Bahkan mulutnya tak henti-hentinya mengangga tak percaya.

“Hyo, jadi kamu bisa menghipnotis orang?”.

“Sedikit, hehe”.

Aku menjentikkan jemariku tepat di depan wajah Hyukjae dan Donghae.

“Bangun”. Mereka berdua pun bangun. Dan pingsan lagi.

“Hey, kau menghipnotis mereka untuk pingsan lagi?”. Salah satu namja di kerumunan itu bertanya padaku.

“Tidak. Mungkin mereka ingin pingsan saja dan tidak mau bangun”.

Dan orang-orang yang berada di kerumunan itu memberi tepuk tangannya untukku.  Tiba-tiba dari arah belakangku ada bahu seseorang yang menabrak sebelah bahuku dan orang itu segera pergi tanpa bilang minta maaf padaku. Aku meringgis kesakitan karena bahunya membentur bahuku dengan keras.

“Hey, kalau jalan hati-hati dong! Lihat temanku sampai meringis kesakitan”. Minyoung berteriak marah pada orang itu. Tetapi orang itu hanya membalikkan badannya sekilas, tersenyum sinis padaku, lalu pergi tanpa mengatakan sepatah katapun padaku.

***

Aku dan Minyoung meneruskan perjalanan kami menuju kelas Accounting 1. Aku jadi ingat, ternyata aku akan sekelas sama 2 orang sangtae itu. Tapi kenapa Minyoung berjalan searah denganku. Apa kita berdua akan sekelas?

“Hyo, jadi kamu nanti sekelas sama aku?”. Berarti pertanyaan aku tadi jawabannya benar.

“Benar, Youngie. Kau senang kan?”. Minyoung mengangguk senang saat aku berkata kalau aku akan sekelasnya.

“Tapi, Hyo. Kau terancam bahaya”.

“Maksudmu aku terancam bahaya?”.

“iya, nanti kau akan duduk di tempat terlarang di kelas kami. Di sebelah bangku namja yang menabrakmu tadi”. Terancam bahaya? Tempat terlarang? Apa maksud dari ini semua? Apa omongan Minyoung ini ada hubungannya dengan perkataan Kepala Sekolah kemarin.

FLASHBACK

“Selamat, Kang Hyo Ri. Karena dari hasil tes yang kau jalani sebulan kemarin, menunjukkan bahwa kau akan duduk di kelas Accounting. Lebih tepatnya, kau akan menempati kelas Accounting 1”. Kepala Sekolah Yeomkwang Management Academy menjabat tanganku memberi selamat. Diterima di sekolah ini pun aku sudah senang, apalagi kalau aku masuk kelas Accounting. Karena menurut Appa-ku, kelas Accounting adalah kelas terbaik dari 2 kelas yang lain.

“Tapi ada satu hal yang kamu harus ketahui, noona Kang. Di kelas itu terdapat seorang anak laki-laki yang berbeda dari murid-murid yang lain. Dan kau akan duduk bersamanya sampai kau lulus nanti. Aku harap, kau bisa bersabar saat duduk bersamanya”.

FLASHBACK END

Apa maksud dari Kepala Sekolah kemarin ada hubungannya dengan perkataan Minyoung tadi? Benar-benar membuatku binggung.

Aku jadi ingat tatapan namja yang menabrakku tadi. Tatapannya seperti memiliki arti yang dalam. Seperti ada amarah yang tersimpan. Tatapan benci. Tapi kenapa dia benci saat melihatku? Apa dia sudah tau kalau aku akan duduk di bangku sebelahnya, makanya dia melihatku seperti sampah yang harus disingkirkan?.

***

Saat aku dan Minyoung menyimpan tas di kelas, Minyoung mengajakku ke kantin. Kata Minyoung, sarapan pagi di kantin adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh murid-murid Yeomkwang Management Academy. Karena sarapan pagi termasuk peraturan sekolah yang harus ditaati oleh seluruh murid asrama Yeomkwang Management Academy.

“Minyoung, apa sarapan pagi di kantin kita harus bayar?”.

“Tentu saja tidak. Kita kan selalu bayar iuran setiap bulan. Nah, iuran itu untuk biaya kita hidup di asrama selama sebulan”.

Aku dan Minyoung memasuki kantin. Di Kantin, terlihat banyak sekali orang-orang yang mengantri makanan. Karena aku tak mau ikut dalam antrian itu, maka Minyoung yang mengantri untuk mengambil makananku dan juga makanannya.

Saat aku melihat-lihat penjuru kantin, aku melihat sosok namja yang menabrakku tadi. Tapi mengapa dia duduk sendiri?

“Karena jika ada yang mendekatinya, orang-orang itu pasti akan diganggu oleh roh jahat”. Ada seseorang yang duduk di sebelahku. Dan dia menjawab pertanyaan dalam benakku tadi. Hey, apa dia bisa membaca pikiranku? Sepertinya aku tau nama namja itu. Yah, namanya Lee Donghae.

“Aku bisa membaca pikiranmu. Namamu, Kang Hyori kan?”. Donghae tersenyum padaku.

“Benar. Dan pastinya kau sudah tau, kalau aku sudah mengetahui namamu”. Namja itu tertawa saat mendengar jawabanku tadi. Dasar namja aneh!

“Kemana Minyoung? Dia sedang mengantri untuk mengambil makanan yah?”.

“Iya. Lalu kemana namja yang selalu disampingmu itu?”.

“Aku datang !!!!”. Baru juga ditanya, orangnya sudah datang.

“Hey, gadis manis. Kau bertanya seperti itu karena kau rindu padaku ya?”. Namja yang bernama Hyukjae itu, mengedipkan sebelah matanya padaku. Sepertinya ke-GR-an Hyukjae sudah akut.

“Hahahahahahahahaha”. Pasti Donghae tertawa karena membaca pikiranku tadi. Mereka berdua benar-benar aneh.

Untunglah Minyoung segera datang, jadi disini bukan aku saja yang diapit oleh kedua namja aneh ini.

Hyukjae yang duduk di depanku, mengedipkan matanya dari tadi. Apa dia sedang sakit mata?

“Hahaha, sudahlah Hyuk. Dia ketakutan diberi kedipan mata terus darimu”. Hyukjae memajukan mulutnya karena kesal dengan omongan Donghae tadi.

Aku binggung dengan omongan Donghae yang satu ini, “Jika ada yang mendekatinya, orang-orang itu pasti akan diganggu oleh roh jahat”. Apa maksudnya yah?

“Hyori, bilang saja kalau kau binggung dengan omonganku tadi”. Aku membenarkan omongan Donghae itu.

“Jika ada orang yang mendekatinya dan orang itu adalah wanita, orang itu benar-benar terancam bahaya. Wanita itu bisa dirasuki oleh roh jahat yang selalu berada di dekatnya. Kurang lebih sudah 3 bulan, roh jahat itu menganggunya dan orang-orang di sekitarnya”.

“Apa roh jahat itu ada kaitannya dengan meninggalnya teman sekamarnya Minyoung dahulu?”.

“Bisa saja seperti itu, Hyori. Karena roh jahat itu ada setelah dua orang terdekatnya meninggal. Maaf Hyori aku tidak bisa menjelaskannya lebih panjang lagi. Aku harus segera ke kelas. Ayo Hyuk kita ke kelas”. Donghae dan Hyukjae pergi meninggalkan kantin setelah Donghae menjelaskan semua itu padaku.

“Hyo, ada yang terus-menerus menatapmu. Aku takut, Hyori”. Aku mengarahkan kepalaku ke arah kanan. Karena aku merasa orang itu berada di arah kananku.

Tatapan itu… Tajam dan menusuk… Namja itu..

Aku terus-menerus menatap matanya, tapi lama-kelamaan kepalaku merasakan sakit. Dan dalam sekejap, aku merasa dunia menjadi berwarna hitam pekat.

TBC

Notes :                       

Ditunggu komennya, chingu J

Oh iyaaa… Kalau ada yang nunggu dan penasaran sama keterusan ff ini #plak

Silahkan berkunjung ke http://wp.me/2o8HC untuk liat Rine’s Diary/ Mark Diary sebelum aku post keterusan fanfic ini.


6 thoughts on “[Freelance] Like A Star Of Night

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s