[Freelance] WHICH ONE ??? #2


 Title : WHICH ONE!!!

Author : Kim Hanae a.k.a. rahasia!!!

               Jung Seohwa a.k.a. rahasia!!!

Cast : Kwon Yuri

Choi Siwon

Choi Minho

Jung Soo Jung

Other cast : find it by yourself…

Rating : tentuin sendiri

Tolong tinggalkan comment ya!!! Dan jangan ngebashing….😀, dan bagi yang suka nonton di youtube, aku punya chanel di youtube namanya Kpoplovers28 (malah promosi!!!) I HATE PLAGIATOR…..

 

 “Krys, bolehkah aku masuk?”

“Tentu.. masuk masuk..”

“Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.”

“Apa?”

***

Krystal POV

“Bolehkah aku masuk?” Tanya minho dengan nada sopan, tumben. #eh

“Ne.”jawabku singkat. Dia terduduk di tempat tidurku. Aku pun mengubah posisi tidurku menjadi terduduk.

“Wae?”

“aku ingin menanyakan sesuatu. Kau harus menjawab dengan jujur, arra?”

“Arra….” Jawabku malas

“Menurutmu, aku segera ‘menembak’ yeoja yang aku sukai atau mendekatinya dulu?”

Pertanyaan yang menyayat hatiku. Aku ingin menangis. Tahan soo jung, kau pasti bisa menghadapi semua ini… dia itu sahabatmu, kau tidak boleh menyukainya ppabo!!!

“Well…mm..ehm…”

“Kenapa kau jadi gugup?” tanyanya bingung.

“Anio…mmm… aku ingin menjawab dengan 1 syarat..”

“Apa?”

“Kau harus memberitahuku, siapa wanita misterius itu??”

“Kau sudah tahu Soo Jung..”

“Kaukan belum pernah memberitahuku..”

“Kau suka menguping pembicaraan Jessica noona dengan Yesung hyung. Hanya yesung hyung yang tahu siapa yang aku sukai.”

“Iya sih… hehehe.. tapi, kau memberitahu yesung oppa dulu dari pada sahabatmu yang paling lucu ini.”

“Cish…lucu dari mana?? “

“Aish kau ini….” Dengan cepat aku menjambak rambut hitamnya.

“Ah…ah appo. Ya sudahlah aku tidak jadi bertanya kepada kau..”

“Eh..eh mian mian… ayo ceritakan padaku.” Kataku sambil menarik tanganya.

“jadi bagaimana menurutmu??”

“Menurutku apa?”

“Pertanyaanku yang tadi…” tanyanya gemas.

“Oh ya.. menurutku kau….”

“Ne?”

“Menurutku kau mencari tahu dulu siapa yang yuri unnie suka. Bagaimana kalau dia menolak kau?”

“Itu resiko dalam permainan cinta. Pasti saja ada yang sakit hati dalam permainan ini.”

Kau betul minho. Di setiap permainan cinta pasti ada yang sakit hati. Contohnya aku. Aku sakit hati dalam permainan cintamu. Dan aku tidak mau kalau kau sampai merasakan sakit ini juga.

“Tapi kau betul juga. Aku harus mencari tahu siapa yang yuri noona suka. Gomawo soo jung..”

katanya sambil mengacak – acak rambutku lalu keluar kamar. Biasanya aku akan marah ketika dia memanggilku soo jung atau megacak – acak rambutku. Tapi aku terpaku di atas tempat tidur karena dia tidak mau menyerah dalam mengejar cintanya, yuri noona. Setetes air bening turun dari pelupuk mataku. Aku hanya menangis dan akhirnya tertidur pulas sampai pagi.

3 hari kemudian……

Siwon POV

Entah sudah berapa lama aku duduk di sanggahan jendela, mungkin sudah lama karena cappucino yang ku bawa terasa tidak hangat lagi. Sebelumnya aku belum pernah memikirkan seorang yeoja sampai seperti ini kecuali umma ku, aku jadi teringat kejadian bodoh yang aku alami bersama yeoja yang telah mengambil detak jantung pertamaku.

Saat tiba tiba saja aku ingin menciumnya, tapi sayangnya itu tidak terjadi karena yuri-ah mengelak, dan langsung lari ke mobilku. Dan sejak saat itu aku dan dia canggung ketika bertemu satu sama lain. Andai saja aku tidak melakukan hal bodoh itu pasti aku dan dia tidak berjauhan dan aku masih punya kesempatan untuk mendekatinya, tapi sebenarnya aku masih bisa mendekatinya cuman aku malu.

“Hyung apa kau tidak pergi ke rumah yuri unnie?” Minho muncul di balik pintu.

“untuk apa?”

“aku dengar kau mau kerja kelompok bersama yuri unnie.”

“Tidak jadi. Dia mengundurkan waktunya hingga minggu depan. Ya sudah aku pergi dulu ya…” kataku lalu segera menyambar kunci mobil. Minho heran melihat tingkah lakuku yang tidak seperti biasanya, tapi aku tidak peduli aku hanya ingin sendirian dulu.

Aku ingin pergi ke makam umma, tapi jalannya sedang diperbaiki, dan hanya ada 1 jalan untuk sampai kesana. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke sungai Han. Aku duduk di salah satu bangku di pinggiran sungai Han. Dengan ditemani i-Podku, aku menutup mataku sambil menikmati angin sore yang bertiup sejuknya.

Tapi terus saja, wajah yeoja itu muncul lagi dan lagi. Akhirnya aku membuka mataku dan melihat-lihat pemandangan sekitar. Hari ini sungai Han cukup ramai, mengingat hari ini adalah hari Minggu.

Aku tertegun melihat yeoja itu sedang terduduk di bangku yang cukup jauh denganku. Wajahnya terlihat ‘galau’. Sesekali dia menghela nafasnya berat. Sesekali dia menatap layar i-Phone putihnya. Dia terlihat cantik dengan jaket putih versasce, t-shirt putih yang polos yang terlihat sedikit, dan celana jeans levisnya. Aku mengamatinya dari kejauhan. Akhirnya aku memutuskan untuk mendatanginya.

“An….annyong..” kataku gugup. Dia menatapku dan tersenyum kecut.

“Bolehkah aku duduk?”

“Tentu saja, ini negara bebas.” Katanya lalu memalingkan wajahnya.

“Yul… mian.”

“Wae?” katanya tanpa menatap wajahku.

“Kejadian 3 hari yang lalu di danau memang sangat bodoh. Mianhe.”

“Ne.” Katanya. Tapi aku tahu dia tidak ikhlas.

“Jebal yul, jeongmal mianhe. Aku… aku memang bodoh, jadi tolong maafkan aku.” Aku berlutut dan memegang kedua tangannya. Dia terlihat panik, dan memintaku untuk bangun. Tapi aku tetap di posisiku.

“Arra…arraseo, tapi bangunlah.” Katanya sambil berusaha menarik tanganku. Akhirnya aku bangun dan segera memeluknya. Dia mematung tanpa membalas pelukanku.

“Biarkan dulu, aku ingin seperti ini dulu.” Kataku sambil menegelamkannya ke dalam pelukannku. Pelukan hangat dan sayang.

“Hey, ini tempat umum, kalau mau pacaran di tempat lain saja.” Suara seorang namja yang sangat kukenal. Dia melepaskan pelukanku dan menatap ketiga namja di depan kami.

Aku menatap mereka dengan tatapan ‘kalian-akan-mati-kalau-tidak-segera-pergi’. Sepertinya mereka mengerti dan takut, lalu ketiga namja itu segera pergi.

“Ya sudah ya bye…bye…” kata Kyuhyun sambil memegang PSPnya.

“Kenapa mereka?” tanya Yuri bingung.

“Mollayo. Ya sudah, aku lapar nih, temani aku makan ya? Jebal!!!” kataku dengan muka kekanak-kanakanku.

“Arraseo. Mau makan dimana? Mau makan apa?” tanya Yuri dengan senyuman seorang ibu yang memperbolehkan anaknya membeli permen.

“Aku tidah tahu. Tapi aku lapar sekali.” Kataku bingung.

“Ya sudah, aku buatkan saja ya… kajja.” Kata Yuri lalu menarikku. Aku menahannya.

Author POV

“Shireo, aku belum siap bertemu dengan appa ummamu.” Kata Siwon.

“Siap? Memang kau mau menikahiku?” tanya Yuri bingung.

“Mungkin beberapa tahun lagi.” Kata Siwon yang sukses membuat muka Yuri memerah karena malu. Yuri mencubit perut Siwon ketika Siwon tertawa terbahak-bahak.

“Aku punya apertemen. Kita buat dan makan disana saja.”

“Kau tinggal sendiri?” Tanya Siwon.

“Ani. Apertemen itu hanya saat aku menenangkan diri, atau ingin sendiri, atau saat aku ingin kumpul-kumpul bareng teman-teman.” Kata Yuri mantap.

“Ya sudah kajja.” Kata Siwon lalu menariknya ke arah mobil Siwon.

Yuri POV

“Selamat datang.” Kataku sambil mempersilakan dia masuk.

Dia mengamati setiap sudut apertemenku. Dia sepertinya tidak percaya kalau ini apertemenku.

“Kau membeli apertemenmu dengan uangmu sendiri?”

“Ne.” Dia menatapku tidak percaya.

“Terserah kalu tidak percaya, belanjaannya taruh disana saja.” Dia menaruh semua belanjaanku di dekat kulkas lalu menyusulku ke dapur. Aku sedang berusaha mengikat tali celemekku, tapi mengapa susah sekali!!!

“Aduh kenapa sih nih celemek!!!” kataku kesal. Tiba-tiba dia menyentuh punggungku dan mengikatkan tali celemek itu. Aku hanya mematung sambil melihatnya dari ujung mataku.

“Ada yang bisa kubantu?” aku terbangun dari lamunanku.

“Ne. Kau bisa duduk manis di meja makan.” Kataku lalu memulai memotong-motong sayuran untuk membuat sup. Dia memajukan bibirnya.

“Izinkan aku memasak, jebal!!!” katanya dengan aegyonya.

“Shireo!!!” kataku tanpa menatap wajahnya.

“Jebal…” aku menatap wajah tampannya dan menghela nafas, “Arraseo, tapi jangan merepotkan, arrachi?”

dia menegakan badannya dan tangannya membentuk tanda hormat.

“Yes mam…” katanya. Aku hanya tersenyum melihat tingkah lakunya.

Author POV

Siwon dan Yuri masih sibuk memasak. Tak jarang, sifat jahil Siwon kambuh. Dia menempelkan terigu ke pipi Yuri dan terjadilah perang makanan antara mereka berdua. Setelah selesai memasak mereka duduk di meja makan. Dengan muka yang masih ‘cemong’ mereka tetap duduk manis dan menyantap makanan mereka.

“Mashita!!!” kata Siwon.

“Gomawo.”

“Siapa yang memujimu? Inikan juga masakanku.” Jawab Siwon. Yuri hanya memajukan bibirnya yang dibalas dengan tawa Siwon.

Setelah selesai membereskan meja makan…

“Sudah dulu ya… bye…” kata Siwon lalu menarik daun pintu apertemen Yuri. Saat Siwon sudah 5 langkah dari sana Yuri memanggilnya.

“Wonnie… gomawo. belum pernah aku merasa sebahagia ini semenjak unnieku meninggal.” Siwon terdiam melihat mata Yuri yang menyiratkan kesungguhan. Yeoja itu berhasil menghipnotisnya.

“Ne.” Jawab Siwon singkat lalu melenggang pergi. Yuri hanya tersenyum dan masuk ke apertemennya.

***

Mobil Siwon masih terpakir rapi di depan apertemen Yuri. Dia belum berangkat. Cukup lama dia terdiam didalam mobil, sekitar 2 jam. Dia menatap jalanan kosong dihadapannya. Jalan yang telah mengantar ummanya pergi ke alam sana, meninggalkannya sendirian. Jalan yang sangat dia benci, jalan yang selalu mengingatkan kenangan pahitnya, jalan yang ummanya lalui….. bersamanya saat kecelakaan tersebut terjadi. Dan kini jalan ini mengantarkannya ke bidadarinya. Bidadarinya yang cantik, lembut, baik, pengertian, dan memiliki senyuman ‘itu’ sama seperti ummanya.

Diapun kaget ketika Yuri mengarahkannya kesini. Dia teringat kenangan pahit itu. Tetapi ketika dia menatap wajah yeoja itu, rasa takutnya serasa hilang begitu saja. Dia merasa aman dan tentram bersama bidadarinya.

“Umma, apakah kau yang mengirim dia? Apakah dia yang kau kirim untuk menggantikan peranmu sebagai bidadari di hatiku? Apakah dia yang akan menerangi hariku sama seperti saat kau menerangi hariku? Apakah dia yeoja yang akan mendampingiku sama sepertimu? Apakah dia……. yeoja yang aku cintai?” tanpa terasa cairan hangat mulai mengalir deras di pipi Siwon.

Dia menangis, meluapkan segala emosinya di dalam mobil Audi R8 V10 miliknya. Tak lama kemudian dia melihat mobil yang tidak asing lagi dimatanya. Mobil Lamborghini Gallardo 570-4 miliknya dan dongsaengnya Minho. Sebenarnya mobil itu milik mereka berdua, tetapi yang sering menggunakannya adalah Siwon. Minho lebih nyaman menggunakan mobil Volvo tahun 1968 hadiah ulang tahun dari appanya.

“Apa yang dia lakukan disini?” tanya Siwon dalam hati. Dia khawatir, mengingat ini sudah lewat jam tidur mereka berdua.

Minho mengeluarkan kamera D90 nixon miliknya dan memulai memotret apertemen Yuri. Siwon mengurungkan niatnya untuk menghampiri Minho ketika melihat Minho mulai mengendarai mobilnya lagi. Dia mengikuti namdongsaengnya sampai ke sebuah tempat yang indah. Sebuah hamparan rumput luas dengan alang – alang yang tumbuh sedikit. Minho turun dan duduk di sana. Siwon hanya mengawasinya dari kejauhan.

“UMMAAAA…………..” teriak Minho lantang. Diapun mulai menangis dan berlutut sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Siwon terlonjak kaget. Baru kali ini dia melihat sisi kerapuhan dari seorang Choi Minho. Namdongsaeng satu-satunya yang dia miliki. Dan baru kali ini dia melihat Minho sedih karena ummanya telah pergi. Seingat dia Minho sangat tidak peduli ketika appanya akan menjual mobil ummanya.

Walaupun Minho namdongsaengnya, mereka berdua sangat tertutup satu sama lain. Mereka hanya terbuka ketika ummanya masih ada. Appa mereka juga tertutup semenjak kematian istrinya. Dia menyibukan diri di kantor dan pabrik – pabrik miliknya.

“Umma, ottokhae?? OTTOKHAE!!!!” teriak Minho disela tangisannya.

“UMMA!!!! PLEASE COMEBACK!!!” teriak Minho lagi. Siwon menghampiri Minho yang terpuruk. Dia memegang pundak kiri Minho. Merasa pundaknya dipegang dia menengok dan didapatlah namja yang sangat dia sayangi(sebagai kakak), namja yang disebut ‘hyung’ olehnya.

“Ayo pulang.” Ujar Siwon pelan. Minho mengangguk pelan. Siwon merangkul pundak Minho erat dan mendudukan Minho di mobil Audinya. Dia membiarkan mobil Lamborghini Gallardonya terpakir disana. Dia akan mengambilnya besok. Jika hilang juga dia tidak peduli, toh dia masih uang yang lebih dari cukup untuk membeli mobil baru lagi.

Ketika pagi hari….

“Sudah baikan?” tanya Siwon sambil mengantarkan semangkuk sup jamur lengkap dengan nasi, segelas susu, dan air putih ke kamar Minho.

“Ne.” Ujar Minho pelan. Dia menatap hyungnya yang sedang sibuk menata sarapannya di meja.

“Hyung?”

“Mmm??”

“Bagaimana kau tahu aku ada disana?” kata Minho lalu duduk didepan hyungnya untuk sarapan

“Aku mengikutimu.” Jawab Siwon singkat lalu menyodorkan sendok kearah Minho.

“Kapan kau melihatku? Kaukan sedang pergi.” Kata Minho sambil menerima sendok itu dan memasukan sesedok sup ke mulutnya.

“Aku melihatmu di depan apertemen Yul.” Minho menyemburkan supnya tepat ke wajah Siwon

“Mian.”

“Gweanchana.” Kata Siwon lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.

“Apa yang kau lakukan di apertemen Yuri Noona?” tanya Minho dengan suara yang nyaris berteriak. Terdengar suara Siwon dari dalam kamar mandi.

“Hanya makan malam. Lalu, untuk apa kau foto apertemen Yuri?” tanya Siwon lalu duduk kembali ke kursinya, melanjutkan sarapannya.

“An… anio….” jawab Minho gugup.

“Ya sudah, kita lupakan saja…” kata Siwon sambil tersenyum kecil. Minho hanya mengangguk dan mulai melanjutkan sarapannya. Baru kali ini mereka sangat dekat dan bercanda semenjak umma mereka meninggal.

Setelah siap berangkat sekolah, mereka berangkat menggunakan limo lengkap dengan supir. Mereka sedang malas menyetir. Ketika sampai di sekolah, Siwon segera menghampiri Yuri yang sedang asyik membaca buku di taman.

Minho hanya menatap hyungnya dan segera pergi menuju auditorium sekolah, tempat yang menurutnya nyaman dan sepi untuk menyendiri. Dia melihat piano putih yang sudah cukup lama berada disana. Dia tertarik untuk memainkannya. Dia mulai menekan tuts – tuts tersebut yang membentuk suatu instrumen musik indah. Tanpa disadarinya seorang yeoja mengamatinya dari salah satu tempat duduk penonton.

Prook….prook….

terdengar suara tepuk tangan ketika Minho selesai memainkan piano itu. Dia melihat yeoja itu dan tersenyum hangat. Yeoja itu menghampirinya dan memberikan sebuah pelukan.

“That’s the best music i’ve ever heard.” Ujar yeoja itu. Minho tersenyum ke arah yeoja itu dia memberikan sebuah kecupan tepat di keningnya.

“Gomawo Soo.” Krystal mengangguk dan menggandeng Minho pergi ke luar auditorium.

“Tumben kau bermain musik?” tanya Krystal sambil tetap menggandeng erat tangan Minho.

“Memang tidak boleh?”

“Tentu saja boleh, cuman tumben saja.” Minho mengangguk. Mereka sampai di kelas dan duduk di bangku mereka yang bersebelahan. Di papan tulis tertulis tugas dari Kang Songsaenim, berarti hari ini freeclass yang membuat seisi kelas senang. Minho mengeluarkan kameranya dan melihat – lihat hasil potretannya. Dia terhenti melihat foto Yuri. Dia memotretnya saat Yuri sedang bermain celo.

Rasa cemburu menjalar di hati Krystal. dia tidak bisa menyembunyikan perasaan itu, sehingga dia keluar kelas dan duduk sendirian di bangku depan kelasnya. Minho tidak menyadari hal itu. dia masih terpaku melihat foto itu.

“Kenapa aku tidak bisa memilikimu noona?” tanya Minho dalam hati. Minho mengehela nafas berat dan mematikan kameranya. Lalu dia menyadari Krystal tidak ada di tempatnya. Dia celingak – celinguk mencari Krystal di dalam kelas. Akhirnya dia keluar dan melihat Krystal yang sedang menundukkan kepalanya.

“Soo Jung-ssi? Gweanchanayo?” tanya Minho sambil menegakan kepala Krystal. krystal mengangguk. Minho lalu duduk disebelahnya.

“Ah…..sepertinya aku menyerah. Siwon hyung sangat mencintainya.” Ujar Minho. Krystal menatap sahabatnya itu dengan ekspresi ‘jjinja?’.

“Krystal-ssi, menurutmu aku tampan tidak?” tanya Minho tiba – tiba. Krystal kaget dengan pertanyaan Minho. Tidak biasanya dia seperti ini.

“Lumayan.” Jawab Krystal singkat.

“Lumayan?” Minho merasa tidak terima.

“Hm, lumayan.” Tegas Krystal sambil mengangguk mantap.

“Sudah jujur saja… kau menyukaiku kan?”

“PD sekali kau. Kau ini namja aneh, jelek, dan ppabo. Tidak mungkin aku menyukaimu.” Jawab Krystal ketus. Minho hanya tertawa mendengar jawaban Krystal.

“Ya sudah…. berarti kau tidak ingin pergi ke pesta ulang tahun Donghae hyung bersamaku dong???? Ya sudah aku ajak orang lain saja.” Minho tersenyum sombong.

“Ya sudah sana… hush..hush…” kata Krystal sambil mengibas-ngibaskan tangannya tanda mengusir.

“Ani…anio.. aku hanya bercanda. Kau mau tidak datang kesana denganku?” Ancaman Minho tidak berhasil kepada Krystal.

“Mmmmm…. mau tidak ya???? Arraseo.” Ujar Krystal. Minho tersenyum dan memeluk Krystal erat.

DEG…DEG…

Jantung Minho berdetak tidak karuan. Dia berusaha untuk tenang tapi tidak bisa. Akhirnya dia malah salting dan masuk ke dalam kelas.

Minho terduduk di bangku kelasnya. Dia memegang dadanya.

“Kenapa ini? Kenapa jangtung berdetak tak karuan?” tanya Minho dalam hati.

***

“Yul, siang ini mau kemana?” tanya Siwon kepada Yuri yang sedang membaca buku di taman.

“Tidak kemana – mana. Paling baca buku di rumah.” Jawab Yuri tanpa memalingkan pandangannya dari buku tebalnya.

“Dasar kutu buku.” Ejek Siwon. Yuri menatap Siwon dengan pandangan ‘Berani-sekali-kau-memanggilku-kutu-buku-!!!’.

“Memang kenapa kalau aku mau pergi?” tanya Yuri. Dia menyudahi membaca bukunya untuk meladeni namja tampan ini.

“Kau mau pergi ke pesta ultah Donghae bersamaku tidak?” tanya Siwon malu – malu.

“Mmmm… aku tidak tahu akan datang atau tidak. Oppaku sakit di Yucatan, sepertinya aku harus kesana.” Jawab Yuri dengan nada merasa bersalah.

“Yucatan? Untuk apa dia kesana?”

“Oppaku seorang arkeolog.” Jawab Yuri singkat. Siwon terlihat kecewa dengan jawaban Yuri.

“Tapi aku usahakan bisa datang.” Hibur Yuri.

“Ne.” Siwon masih merasa kecewa. Merekapun terdiam.

“Pesta ultah Donghaekan besok malam, lalu kenapa kau menanyakan aku mau kemana siang ini?” tanya Yuri sambil berusaha mencairkan suasana.

“Aku ingin kau menemaniku memilih baju untuk besok malam. Tadinya aku juga ingin memilih baju untukmu.” Jawab Siwon.

“Ya sudah, kita pergi fitting baju saja. Barangkali aku datang besok malam.” Ujar Yuri yang diikuti dengan senyuman gembira Siwon. Bel masuk berbunyi, merekapun memasuki kelas.

***

“Yang ini bagus.” Ujar Yuri sambil menatap Siwon dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Kau bilang bagus pada 6 baju yang aku pakai sebelumnya yul…” kata Siwon gemas. Dia menatap yeoja yang dicintainya itu sedang menghela nafas bingung.

“Habis bagus semua Wonnie.” Jawab Yuri lemas.

“Jadi bagaimana?” Siwon terduduk di sebelah Yuri yang masih kebingungan. Mereka terdiam, akhirnya Siwon mendapatkan ide.

“Bagaimana kalau kita fitting baju kamu dulu. Lalu pasangkan dengan baju untukku yang cocok. Okee???” Yuri mengangguk mantap. Setelah melepaskan baju yang dicobanya, Siwon segera menarik tangan Yuri dan mengantarnya ke butik lain.

***

“Gamsanhamnida.” Ujar Siwon sambil mengambil baju Yuri dari tangan kasir.

“Aku bisa bayar sendiri!!!” Yuri menggerutu ke arah Siwon. Dia kesal karena Siwon tidak membiarkannya membayar baju untuknya.

“Ya sudahlah Yul… masalah kaya gini aja dibesar-besarin.” Ujar Siwon sambil terus mengemudikan mobilnya santai. Yuri mendengus kesal. Sampailah mereka di butik yang tadi disinggahinya sebelum membeli baju Yuri.

“Aku rasa cocok dengan yang ini.” Seketika itu juga kekesalan Yuri hilang begitu saja. Siwon hanya tersenyum melihat tingkah laku yeoja itu.

“Ya sudah kita beli yang ini saja.” Jawab Siwon santai. Setelah membayar di kasir, Siwon mengantarkan Yuri pulang ke rumahnya.

“Kau datangkan?” tanya Siwon dari dalam mobil.

“Aku tanya oppaku dulu ya…” bibir siwon membentuk sunggingan cemberut. Dia bertingkah laku kesal.

“Aku akan usahakan supaya aku bisa datang.” Hibur Yuri.

“Arraseo. Bye yeopo…”

DEG….

Jantung Yuri berdetak kencang ketika Siwon menyebutnya yeopo. Dia mematung di depan pagar. Satpamnya membuatnya dia terbangun dari lamunannya.

***

“Mian Wonnie…. jeongmal mianhe…” Yuri mengucapkan kata maaf berkali – kali lewat telepon genggam. Jam menunjukan pukul 01.30 pagi. Siwon menelepon Yuri ketika dia mendapatkan sms tentang tidak kehadiran Yuri di pesta Donghae.

“Arraseo. Selamat malam. Maaf membangunkanmu.” Siwon mematikan telepon genggamnya. Dia merasa marah, tapi dia tidak bisa meluapkannya ke bidadarinya. Dia hanya terjaga semalaman di tempat tidurnya. Perasaan kesal, sedih, kecewa bercampur aduk di hatinya.

Sedangkan di rumah Yuri, Yuri mendesah bingung. Dia bingung dengan pesta besok. Dia masih bingung untuk datang atau tidak. Oppanya sedang sakit di Yucatan, sedangkan orang tuanya sedang ada tour keliling Eropa untuk mepromosikan produk telepon genggam baru dari perusahaan mereka. Dia tidak bisa meninggalkan oppanya begitu saja.

“Yeobseyo oppa. Jadi bagaimana?”

***

Siwon termenung di sudut aula sebuah hotel mewah milik keluarga Lee. Acara ulang tahun Donghae sudah berlangsung selama 1 jam. Yuri belum juga menampakan batang hidungnya. Siwon akhirnya pasrah saja. Dia kesal mengetahui bidadarinya tidak datang.

“Siwon, kau harus bersenang-senang. Kau membuatku sedih juga.” Ucap Donghae sambil merangkul Siwon. Siwon hanya tersenyum dan mengikuti Donghae ke lantai dansa. Tiba – tiba seorang yeoja dengan baju pesta berwarna putih menghampiri mereka.

“Annyeong Fany-ah..” ujar Donghae sambil mencium pipi kanan yeoja bernama Fany itu.

“Saengil chukkae hamnida Hae-ssi.” Katanya sambil tersenyum.

“Gomawo. Oh iya kenalkan ini Siwon, Choi Siwon.” Ujar Donghae sambil menunjuk Siwon. Siwon tersenyum dan membungkukan badannya.

“Joneun Choi Siwon imnida.”

“Annyeong, joneun Hwang Tiffany imnida.” Tiffany membalas bungkukan Siwon.

“Kalian berdua berdansalah.” Siwon gegalapan saat Tiffany menariknya ke lantai dansa. Siwon hanya menghela nafas berat dan berdansa dengan Tiffany.

“Jadi kau teman Donghae di smanya?”

“N… ne..” jawab Siwon gugup.

“Neoumu yeopo.” Ujar Tiffany.

Siwon memang terlihat tampan dengan tuxedo berwarna putih dan rambut yang sedikit panjang. Dasi hitam membuatnya terlihat lebih berkarisma. Sepatu hitamnya memberi kesan mewah. Dan wajahnya yang tampan membuat semua terlihat sempurna di mata yeoja maupun namja di manapun. Lagu sudah berhenti dan semua bertepuk tangan. Siwon menghilang begitu saja ketika dansa sudah selesai. Tiffany hanya kebingungan mencarinya.

Siwon berdiri mematung ketika melihat pemandangan yang sangat disukainya.

Yeoja yeopo dengan dress biru yang dibelikannya kemarin. Dia terlihat anggun karena bajunya yang panjang sampai menyentuh tanah. Dia memamerkan kulit lehernya yang putih dan mulus.  Dia juga memamerkan tangan putihnya yang tidak tertutup sehelai benangpun. Dan juga riasannya yang tidak terlalu tebal terkesan natural yang menghias wajahnya. Rambut coklat berkilaunya tergerai begitu saja. Yeoja itu terlihat yeopo sama seperti Siwon. Yeoja itu terlihat sedang berjalan menuju tempat Donghae sedang bersalaman dengan para tamu undangan.

“Kau datang!!! Tuh namjachingumu gusar seharian ketika kau tidak sekolah tadi siang.” Ledek Donghae ketika Yuri mengucapkan selamat kepadanya.

“Kau ini bisa saja. Tuh yeojachingumu mencarimu.” Ledek Yuri balik sambil menunjuk Yoona dengan matanya. Donghae hanya terkekeh dan menghampiri Yoona yang sedang meminum segelas sampanye.

“Would you dance with me?” Yuri menolehkan kepalanya dan mendapati Siwon sedang mengulurkan tangannya. Yuri melihat baju putih yang kemarin mereka beli.

“Sure.” Ujar Yuri. Mereka bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih. Lagu saat ini sedang lagu slow tidak seperti saat Siwon menari dengan Tiffany yang bernada pop. Yuri meletakan tangannya di bahu Siwon dan Siwon meletakan tangannya di pinggang Yuri. Mereka terlihat serasi sebagai sepasang kekasih.

“Katamu kau tidak datang?”

“Jadi kau tidak suka kalau aku datang?”

“Ani..ani… maksudku..” jawab Siwon gegalapan.

“Hahahaha…. kyeoptanya kalau sedang gugup.. oppaku bilang yeojachingunya sudah datang menemani, jadi aku tidak jadi kesana. Lagipula nanti kau kangen aku lagi.” Ujar Yuri. Dia bermaksud bercanda, tapi Siwon menganggapnya dengan serius.

“Aku memang rindu padamu.” Bisik Siwon di telinga Yuri. Yuri yang gugup tetap melanjutkan dansa dengan kaku.

“Rileks Yul..” setelah Siwon mengatakan hal itu, Yuri melemaskan badannya dan mulai tidak kaku lagi. Tiba – tiba Siwon menarik tubuh Yuri sehingga tubuh mereka merapat. Sudah tidak ada jarak diantara mereka berdua. Yuri hanya mengikuti Siwon dan berusaha untuk tidak gugup. Sedangkan Siwon yang senang karena Yuri tidak melawan, menutup matanya. Menenggelamkan bidadarinya di pelukan hangatnya.

“Sarang…” belum selesai Siwon mengucapkan hal itu, suara slow yang mengiringi mereka berdansa berhenti. Yuripun segera melepaskan tangannya dan bertepuk tangan. Siwon menghela nafas kesal.

***

Tanpa terasa acara ulang tahun Donghae sudah berlangsung selama 3 jam. Kedua tangan Siwon sibuk memegang 2 gelas wine, sedangkan kedua mata elangnya sedang mencari – cari sesosok Yuri.

“Aish… yeoja ini pintar sekali kalau masalah menghilangkan diri.” Umpat Siwon dalam hati.

“Permisi, apakah ahjussi lihat yeoja berbaju biru?” tanya Siwon pada salah satu pelayan.

“Apakah yang anda maksud Nona Kwon?”

“Ne.” Jawab Siwon cepat.

“Oh iya tadi dia bilang jika ada yang mencarinya saya disuruh untuk memberitahukan bahwa dia berada di teras lantai 2.”

“Gamsanhamnida.” Kata Siwon sambil membungkukan badannya dan langsung melesat ke tempat yang ditunjuk pelayan itu.  dia menengokan kepalanya kekiri dan kekanan, tapi tidak juga didapati sesosok Yuri. Raut wajahnya kesal, sedih, dan marah. Saat dia akan melangkahkan kakinya dia melihat Yuri yang sedang menengok ke bawah.

“YUL!!!!” teriaknya. Yuri menengok dan tersenyum mendapati namja tampan ini.

“Kau sedang apa?” tanya Siwon dengan nafas yang tersenggal – senggal.

“Hanya menikmati pemandangan kota Seoul.” Kata Yuri tanpa mengalihkan pandangannya. Siwon menatap kagum yeoja di depannya. Entah karena parasnya atau sifatnya dia merasa kagum. Atau mungkin karena keduanya.

“Yul, saranghae.” Kata itu terlontar mulus dari mulut Siwon. Yuri menghadap Siwon yang sedang tersenyum hangat. Matanya membelak kaget. Tapi entah mengapa dia merasa senang ketika mendengar kata itu dari mulut Siwon. Siwon menarik tubuh Yuri dan mencium bibir Yuri. Yuri hanya terdiam. Walaupun ciuman ini hanya sekedar bersentuhan bibir, Siwon sudah cukup gembira. Dia melepaskannya dan menatap dalam matanya.

“Saranghae.” Bisiknya di telinga Yuri.

“Nado.” Jawab Yuri, lalu mencium bibir Siwon lagi.

Tanpa mereka sadari sepasang mata mengintip mereka dari balik tembok. Air mata turun dari pelupuk matanya. Perlahan tapi pasti namja itu menuruni tangga dan terduduk di tangga. Dia terisak pelan. Hatinya sakit bagaikan teriris pisau tajam.

“Hiks…hiks…” isaknya. Matanya ditutupi dengan tangannya. Sesekali dia mengelap air mata dengan ujung kerah bajunya.

“Gweanchana?” dia mengangkat kepalanya dan didapatinya yeoja yang selalu menenangkannya. Dia mengangguk pelan dan bangun dari duduknya.

“Aku menyerah.” Ujarnya sambil tersenyum kecut. Yeoja itu mengangguk pelan dan memeluk erat Minho. Krystal menangis di pelukan Minho. Minhopun melanjutkan (?) tangisannya.

“Aku menyerah.” Ujarnya lagi dengan suara parau.

“Sstt….” kata Krystal sambil meletakan telunjuknya di bibir Minho.

“Aku disini. Uljima…” dia mengelap air mata yang turun di pipi Minho. Minho kembali memeluk Krystal dan mulai mencoba untuk menenangkan dirinya. Rasa sakit yang ia rasakan sama seperti ketika ia kehilangan satu – satunya yeoja yang dia miliki, ummanya. Tiba – tiba Yuri muncul yang membuat hatinya tenang, tetapi ternyata hyungnya yang berhasil menarik hati yeoja itu.

“Krys?”

“Hmm?”

“Kenapa kau selalu ada untukku?” Krystal melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Minho dan tersenyum.

“Kau belum sadar juga ppabo?” Minho mengangkat alis kirinya.

“Karena aku……..”

“Chingumu Choi Minho. Apa kau tidak menganggapku chingu terbaikmu?” Minho mengacak rambut Krystal dan merangkulnya. Mereka berdua kembali mengikuti acara ulang tahun Donghae.

“Soojung ppabo. Kenapa kau tidak katakan sebenarnya saja ppabo.” Sesal Krystal.

“Krystal-ssi.” Minho menghentikan langkah mereka di depan lift.

“Jeongmal…”

-To Be Continued-

Gimana part 2nya? Jeongmal mianhe, karena jarang ada MinYulnya jadi ga seru. Habis aku blank banget klo mau nyeritain mereka berdua, jengmal mianhe readers. Dan sekali lagi mianhe gara – gara aku lama banget nyelesain part 2nya. Maklum authorkan masih pelajar, jadi sibuk. Apalagi seminggu aku penuh banget lesnya. Cmn kamis doang yang kosong. Part 3 mungkin juga bakal lama, jadi maaf lagi ya…  oh iya part 3 bakal ta’ lanjutin di wordpressku. Dan part 1 aku udah edit beberapa di www.junghanaejungseohwafanfiction.wordpress.com. Gomawo *bow*.


9 thoughts on “[Freelance] WHICH ONE ??? #2

  1. wuaaaahhh minho ksiann hiksss yuri sama minho aja thor biar siwon sama tiffany keke tapi q suka yulwon juga sih #jiaahhh keke klw gt minyulwon aja deh thorr hahaha lanjut ya thoorrr..pnasaran nihhh jangan lama2 n msh ada typo nya di perhatiin lagi ya thorr keep writingg

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s