[Freelance] The One I Love #1


The One I Love // one of two

Author : WonAhHwang407 ( http://www.wonahhwang407.wordpress.com )
Genre : Romance , angst,  tragedy.
Rating : PG 15
Main Cast :
§  Lee Donghae       >>       Donghae
§  Im Yoon Ah            >>        Yoona
§  Yoon Seung Ah         >>          Seung Ah
§  Jang Geun Seuk           >>           Geun Seuk
§  Etc (Super Junior, SNSD)
Length : Two-shot
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Annyeong^^ author datang.. ini FF baru author, ini Two-Shot, ini terinspirasi dari .. *sensor* tapi sedikitnya dari selcanya Hae ama Seng Ah eonni.. inget No Bash fore her.. she just sacrifice of author.. kekeke~~
WARNING :: YoonHae have problem here.. and just fiction but Yoonhae is rela.. the story of author no Bash and Plagiat.. if you want share to other blog or fanpage please make credit.. thanks ..
Sok pake bahasa inggris padahal aku gk terlalu bisa + kurang sukaa pelajaran bahasa Inggris ^^v #peace for  English lgg study lovers
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Cinta tak mengenal waktu..
Ada rasa bosan datang saat waktu itu..
Tapi apa dengan datangnya rasa bosan itu cinta itu tidak ada lagi?
Orang lebih sering merasa membutuhkan saat apa yang ia miliki dan biasa ada untuknya tidak ada, apalagi saat hal yang kita butuhkan pergi karena diri kita sendiri..
Bukan cinta indah namanya jika tidak ada rasa sakit yang kau rasa.. semuanya akan lebih indah saat rasa sakit itu bisa terganti dengan bahagia..
Lalu.. disaat bosan terganti dengan rindu, apa yang kau lakukan?
Hanya ada satu keinginan.. Cinta jangan pergi..
Karena ada satu.. dan tak dapat terganti.. jangan pergi.. tetap di sini.. bersamaku..
Maafkan karena bosan itu.. aku membutuhkanmu
Teng.. teng.. teng ..
Jam di dinding dorm itu berdenteng keras. Terdengar music anak kecil sebelum jam itu berdenteng. Sekejap saja lampu yang semula mati itu menyala. Tampak seorang  yeoja berdiri mematung di tempatnya. Menutup mulutnya yang hampir ternganga dengan kedua tangannya.
“saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, saranghaenun uri Yoona saengil chukka hamnida”
Kali ini air mata menetes dari mata yeoja itu. Ia tersenyum manis dalam bungkaman tangan yang menutup mulutnya.
“selamat ulang tahun..” ucap seorang namja menghampirinya.
Ia membawa sebuah kado berwarna biru di tangannya.
“selamat ulang tahun” ucapnya lagi.
“gomawo” ucap gadis itu dan melepas bungkaman tangannya.
Namja itu merengkuh yeoja itu ke dalam pelukannya. Yeoja itu menangis, membasahi jas hitam namja itu.
“ehm.. sudah , sudah”  suara cekikan terdengar ramai di belakang mereka.
“nah.. sekarang Im YoonA, silahkan ucapkan do’amu dan tutup matamu” seru Yuri sambil membawa kue berwarna putih dengan krim strawberry di sampingnya.
Namja itu melepas pelukannya dari yeoja itu. Menganggukkan kepalanya, menyuruh yeoja itu melakukan sesuai permintaan Yuri.
Yoona menutup matanya.
Tak lama kemudian.. ia membuka matanya. Yuri tersenyum
“sekarang.. silahkan tiup lilin” serunya kembali.
Yoona tersenyum lagi kemudian meniup lilin itu.
Suara tepukan tangan terdengar meriah, Yoona memandang kagum pada orang-orang di ruangan itu. Semua member SNSD dan beberapa member SMent dan satu orang member Super Junior – Lee Donghae.
“terima kasih semuanya” ucap Yoona.
“terima kasih sudah mengingat ulang tahunku”
“kita ini keluarga jadi jangan sungkan” ujar taeyon – sang leader.
“gomawo eonni”
Semuanya tersenyum. Namja tadi – Donghae menarik tangan Yoona meninggalkan tempat itu menuju halaman belakang apartemen SNSD.
“selamat ulang tahun”  ucap Donghae.
“gomawo oppa” ucap Yoona.
Mereka duduk  pada ayunan panjang yang terletak di sudut halaman itu.
“oppa.. kau lihat bintang itu, sangat indah bukan?” seru Yoona, menunjuk pada bintang yang ia maksud.
“ne.. sangat indah” gumam Donghae, mengangguk membenarkannya.
Mereka diam, melihat pada bintang itu. Suasana malam membuat tempat itu terlihat lebih indah. Mata mereka berbinar namun tak bisa terpungkiri ada sedikit sedih di balik manic mata Donghae. Kaki mereka bergerak, mendorong agar ayunan yang mereka tempati bergerak. Gerakan mereka seirama. Angin malam dengan lembut membuat beberapai helai rambut Yoona bergerak. Donghae menunduk, ada hal yang menyanggal pikirannya.
“Im Yoon Ah..” Donghae membuka mulutnya, memanggil Yoona yang masih melihat kea rah bintang tadi.
“waeyo oppa?” ia masih tak memalingkan penglihatannya.
“aku.. “ ia menggantung kalimatnya, sontak saja Yoona melihat ke arahnya.
“waeyo oppa..”
Donghae melihat yeoja-nya dengan sendu.
“ada yang ingin aku bicarakan..” ucapnya kemudian, terdengar gugup.
“aku juga.. ada hal yang ingin aku ceritakan” balas Yoona lalu memberikan senyumnya pada Donghae.
Kado biru Donghae masih ia pegang.
“ceritalah terlebih dahulu.. yeoja harus lebih dulu dari namja” jelas Donghae.
Yoona tersenyum
“baiklah.. tapi maafkan aku, cerita ini mungkin jauh dari hubungan kita” mulai Yoona. Donghae tersenyum, meski terlihat dipaksakan.
“aku bahagia sekali hari ini ulang tahunku, hari yang sangat berbeda, hari ini bisa membuatku tersenyum selebar-lebarnya seolah aku tak memiliki beban sama seperti saat aku baru terlahir di dunia ini. Jika saja aku boleh memilih.. aku ingin setiap hari adalah tanggal ini, aku ingin setiap hari membuatku tersenyum.. tanpa ada beban…”
Yoona diam sebentar, melihat kembali pada bintang itu.
“aku ingat.. saat aku masih TK.. hari itu aku akan memasuki umur 5 tahun, aku sangat senang, appa datang menjemputku pulang dan ternyata di rumah ada eomma, setelah hampir satu bulan tak bertemu aku melihatnya dengan kue kesukaanku. Ia tersenyum padaku..”
Lagi-lagi Yoona diam. Donghae juga begitu, ia melihat Yoona dengan pandangan yang sulit diartikan.
“eomma bernyanyi.. ‘saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, sarangheunun uri Yoongie saengil chukka hamnida’ .. appa juga ikut bernyanyi dan aku pun juga ikut, tawa kami terdengar di rumah kami.. dan saat itu, saat pagi aku terbangun..”
Setitik air mata terjatuh dari matanya
“tidak ada eomma di rumah, tak ada tanda-tanda eomma di sekitanya, eomma tak pernah muncul. Hampir satu tahun ia tak muncul. Lalu tahun berikutnya, semua akan terulang appa menjemputku pulang sekolah dan eomma akan menyambutku saat sampai rumah, menyambut hari ulang tahunku..”
Tangisnya semakin menjadi
“mian Donghae oppa.. aku jadi seperti ini, aku bahagia sekali saat tanggal ini, karena setiap tahun eomma akan memberikanku kado.. meskipun semenjak aku berumur 8 tahun eomma tak muncul lagi, hanya kado yang datang, aku tetap menyukai tanggal ini, karena eomma akan mengingatku” lanjutnya.
Tangis haru begitu terdengar menyedihkan, membuat sedih terasa. Donghae menghapus air mata yang terjatuh dari mata Yooa.
“uljima..” ujarnya.
“hiks.. gomawo telah menemaniku oppa.. gomawo sudah bersamaku lima tahun ini, aku mencintaimu” ucapnya, terdengar bergetar karena tangisnya.
Saat itu juga, telunjuk Donghae yang menghapus air mata Yoona tak bergerak. Matanya memandang kosong.
“oppa..” panggil Yoona.
“ah.. Na.. nado, aku juga” serunya, terputus.
“kau ingin bicarakan oppa?” tanya Yoona.
Donghae memandangnya kembali dengan sendu, lalu menunduk.
“aku hanya ingin bilang.. Uljima.. tersenyumlah” jelas Donghae.
Tangis semakin menjadi, ia memeluk namja-nya itu.
“gomawo oppa”
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Namja itu menyandarkan kepalanya dengan pelan pada jok di belakangnya. Memejamkan matanya pelan. Lama. Ia larut dalam ketenangan yang ia miliki saat ini.
Tok .. tok .. tok ..
Seorang mengetuk kaca mobilnya. Ia membuka matanya lalu melihat ia – yang mengetuk kaca mobilnya.
“kau tak makan siang dulu?” tanyanya.
Namja itu menggeleng pelan. “aku tak lapar”
“part selanjutnya akan dimulai, palliyo.. nanti kau sakit” seru ia – orang yang mengetuk kaca yang ternyata adalah seorang yeoja – Yoon Seung Ah.
“palliyo Donghae-ssi..” serunya lagi.
Donghae tersenyum mendengarnya kemudian keluar dari mobil itu.
“kau malas sekali makan, kajja” seru Seung Ah lagi. Donghae mengikutinya dari belakang.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
~~YoonA POV~~
Lega sekali syuting Love rain sudah berhenti, tinggal persiapan untuk paparazzi.
“eonni.. ada yang mencarimu?” seru Seohyun, membuka pelan pintu kamarku.
“nugu?”
“Geun Seuk oppa..”
Geun Seuk? Untuk apa dia mencariku?
“baiklah.. tunggu sebentar”
Seohyun menutup pintu kamarku..
Beranjak dari tempatku lalu meninggalkan kamar ini. Sayup ku dengar suara Seohyun tengah berbincang dengan Geun Seuk. Hari ini hanya aku dan Seohyun memiliki jadwal kosong sehingga kami bisa bersantai di dorm.
“annyeong haseyo” sapaku saat sampai di ruang tamu.
“Im Yoon Ah.. ah ne.. annyeong haseyo” balas Geun seuk.
“aku ke kamar dulu eon..” ucap Seohyun kemudian berlalu.
Aku duduk pada sofa di depan Geun seuk. Sudah ada jus jeruk di atas meja, sepertinya Seohyun membuatnya.
“ada perlu apa mencariku?” tanyaku langsung.
“tidak ada.. terbiasa bertemu pada jam seperti ini di tempat syuting jadi tidak bertemu rasanya aneh” ujar Geun Seuk.
DEG..  apa maksudnya?
“tidak ada pekerjaan hari ini?” mengalihkan pembicaraan.
Ia menggeleng.
“hari ini kosong, kau juga kan? Seohyun bilang seperti itu”
“oh.. ne, aku juga kosong”
Ya! Seo Jo Hyun kenapa mengatakan itu padanya, awas saja kau nanti.
“bagaimana kalau kita jalan-jalan saja?” ajak geun Seuk.
“ng.. itu, sepertinya aku tidak bisa, aku capek dan aku harus menyiapkan tenaga untuk comeback SNSD” jelasku, menolak ajakannya.
“begitu ya” ia terlihat seperti berpikir.
“baiklah.. aku pulang saja, annyeong”
“kau tak habiskan minummu?”
“tidak perlu, aku Pulang Yoona-ssi, annyeong” ucapnya.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
~~Author Pov~~
“terima kasih kerja samanya, sampai jumpa besok” seru seorang sutradara pada beberapa pemain yang masih tinggal di tempat syuting. Mereka mengangguk, ada beberapa yang melambaikan tangannya pada sang sutradara. Donghae meraih botol air mineral di sampingnya lalu meminumnya.
“Donghae-ssi.. kau pulang dengan siapa?” tanya Seung Ah. Ia terlihat sudah rapi dan siap untuk pulang.
“Eunhyuk akan menjemputku, mobilku sedang bermasalah” jelas Donghae.
“aku kebetulan bawa mobil, kau tak ingin ikut?” tanya Seung Ah, menggoyang-goyangkan kuncinya di dekat kepalanya. Donghae tersenyum.
“jika noona member, aku akan ikut”
“dasar dongsaeng ikan.. baiklah, kajja” seru Seung Ah, berjalan menuju mobilnya.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
“gomawo noona” seru Donghae. Ia baru saja keluar dari mobil Seung Ah.
“ne~ gwenchana..” balas Seung Ah.
“lain kali kau harus membayarnya tapi” tambahnya kemudian.
“tenang, aku pasti membayarnya, selamat malam” seru Donghae, melambaikan tangannya dan perlahan mobil Seung Ah menjauh.
Donghae memandang mobil itu kemudian berjalan sambil menutup kepalanya dengan tudung hoodienya.
Tanpa ia sadari, langkah seorang yeoja terhenti melihat itu. Ia diam, melihat namja-nya yang semakin jauh, memasuki gedung itu. Angin malam menggerakkan syalnya. Ia menundukkan kepalanya, tepat saat ia mengangkat kepalnya namja-nya masuk, memasuki lorong menuju gedung itu.
“oppa..” hanya itu yang ia ucapkan.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
~~Yoona POV~~
DEG … DEG… DEG..
Dapat ku rasakan degupan jantungku berdetak lebih cepat. Napasku seperti tercekat. Aku tidak salahkan? Ini benar..? atau hanya mimpi? Dia.. namjachingu-ku, Lee Donghae melihat mobil itu menjauh dengan senyum. Bahkan sorot matanya begitu berbinar, apa yang ia rasakan?
Aku hanya mampu diam. Melihatnya yang semakin menjauh. Menundukkan kepala seraya menghela napas berat. ‘ia sudah tak ada’ gumamku saat melihat Donghae memasuki lorong menuju gedung itu. Apa tadi ia pulang bersama Seung Ah eonni?
“Oppa..”
~~Donghae POV~~
Aku tidak tahu.. setelah Seung Ah mengantarku pulang aku senang. Mungkin karena dia lebih dewasa dariku dan lebih mengerti hidup.
Sejujurnya.. sudah lama, semenjak syuting drama terbaruku aku menjadi dekat dengannya bahkan aku sampai bermention-mentionan dengannya di twitter. Beberapa kali, ah… mungkin dua kali aku sudah berselca dengannya. Ia noona dan.. ia cantik. Tunggu.. apa aku melupakan sesuatu?
Apa sesuatu yang berharga?
Atau hal yang tak boleh ku lupa?
Aish.. aku melupakan apa?
DRTTTT..
Terasa Hp-ku dalam saku  hoodieku bergetar. Aigoo.. aku melupakannya!?
Pesan-pesan dari Yoona-ssi? Yoona-ssi? Kenapa aku meyebutnya seperti itu? Seharusnya Yoongie atau paling tidak Yoona-ah.
Dengan cepat aku membuka pesan itu.
From : Deer Yoongie
To : Me
Oppa.. kenapa kau tak membalas pesanku? Mian.. kalau aku mengganggu, aku bosan sendiri di dorm. Aku akan menemuimu.. tapi..
   Wae? Kenapa pesannya terpotong?
Ku gerakkan jariku untuk membalas pesannya.
To: Deer Yoongie
From: Me
Mian Yoona-ah.. aku sibuk syuting, kau ingin ke dormku? Apa kau sudah sampai?
Send..
Jika dia sudah sampai dari tadi? apa dia melihat Seung Ah mengantarku? Semoga tidak..
~~Author POV~~
“kau sudah pulang?” teriak Eunhyuk dari dalam kamar mandi. saat itu Donghae baru saja memasuki kamarnya. Eunhyuk adalah partnernya dalam kamar ini.
“ne..” balas Donghae, merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
KReeett..
Pintu kamar mandi terbuka. Tampak Eunhyuk keluar sambil mengeringkan rambutnya.
“sudah malam baru pulang, Yoona mencarimu dari tadi siang, mungkin sudah tiga kali ia datang. Seperti perawat saja ia datang Siang, sore dan malam? Oh ya.. ia sepertinya baru saja pulang saat aku masuk mandi, kau tak bertemu dengannya?”
Donghae menggeleng pelan, ia tengah memejamkan matanya.
“kau mengantuk?” tanya Eunhyuk lagi.
Donghae menggeleng kembali.
“aish.. kau aneh sekali”
Eunhyuk melempar handuknya, mengenai wajah Donghae. Dengan pelan Donghae menyingkirkannya dari wajahnya.
“apa yang kau lakukan? Aku sedang tidak mood saja” rutuk Donghae.
“apa kau punya masalah dengan Yoona?” Tanya Eunhyuk, melihat heran pada Donghae.
Sontak saja Donghae membuka matanya dan beranjak cepat dari rebahannya.
“tidak.. aku tidak punya masalah dengannya, hanya saja..” Donghae menggantung kata-katanya.
“wae?”
“aku merasa tidak membutuhkannya lagi” lanjut Donghae.
“MWOOO??????”
Suara Eunhyuk memekik di kamar itu
Donghae terkejut melihatnya.
“KAU BILANG TAK MEMBUTUHKANNYA LAGI??” pekik Eunhyuk lagi.
“Ya! Jangan berteriak seperti itu” seru Donghae menarik tangan Eunhyuk yang berdiri di depannya.
“bagaimana tidak, kau bilang kau tidak membtuhkannya lagi? Kau gila?” rutuk Eunhyuk.
“Ya! Kenapa kau marah?” balas Donghae, mengernyitkan dahinya, seolah tak bersalah.
“aniyo.. aku tidak marah, aku hanya kesal. Bagaimana bisa kau bilang tak membutuhkannya setelah bersama lima tahun?  Itu waktu yang tidak singkat” jelas Eunhyuk, lebih tepat seperti gumaman.
“aku merasa tidak seperti dulu lagi, tidak ada desiran halus saat aku bersamanya” ucap Donghae.
“kau merasa seperti itu?” tanya Eunhyuk.
Donghae mengangguk.
“tapi aku merasa senang saat bersama Seung Ah noona” jelas Donghae kemudian.
“Seung Ah? Apa maksudmu Yoon Seung Ah, partner mainmu di drama terbarumu?” Eunhyuk melihat serius pada Donghae.
“ne”
Mereka diam.. tak lama kemudian
“bukankah dia sudah punya kekasih?” tanya Eunhyuk lagi.
Kali ini Donghae tersenyum tipis
“ne, tapi tak selamanya jalan itu mulus”
“Ya! Apa yang terjadi denganmu? Kau demam?” Eunhyuk menempelkan tangannya di dahi Donghae.
Donghae menepis pelan tangan Eunhyuk.
“tidak.. aku baik-baik saja”
Eunhyuk melihat seksama kea rah Donghae, seolah mencari raut tersembunyi missal saja lelucon darinya.
“aku serius Lee Hyuk Jae.. mungkin besok aku akan bilang pada Yoona untuk mengakhiri hubungan kami” jelas Donghae, merasa risih dengan cara Eunhyuk melihatnya.
“benarkah kau Lee Donghae? Aku melihatmu seperti monster..” ujar Eunhyuk.
‘Ya!..”
“sudahlah.. kau sudah 26 tahun, kau tahu apa yang terbaik untukmu. Saranku.. jangan sakiti hati orang lain, apalagi bertindak gegabah padanya.. selamat malam”
Eunhyuk bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju ranjangnya. Ia menutup seluruh badannya dengan selimutnya. Donghae diam melihatnya.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
From : Deer Yoongie
To : Me
Selamat pagi.. bangun!! kau mungkin punya jadwal hari ini, lalui harimu dengan senyum ^^
Pesan dari Yoona di Hp Donghae. Ia meletakkan pelan Hp-nya di atas meja samping ranjang. Merentangkan kedua tangannya, mencoba merenggangkan ototnya yang kaku karena tidur. Sinar matahari memasuki kamar itu, membias lurus dari celah jendela kamar mereka.
Tak ada Eunhyk pada ranjang di sebelahnya. Ranjang itu sudah rapi. Dengan pelan ia memutar kepalanya melihat jam beker di atas meja tadi. pukul 07.45 sudah cukup pagi.
Donghae beranjak dari kamarnya, turun ke lantai bawah. Tampak orang-orang sudah ramai mengelilingi meja makan. Mereka sedang sarapan.
“selamat pagi” sapa Donghae, menarik kursi kosong yang akan ia tempati.
“pagi” jawab orang-orang itu.
Ia mengambil nasi goring yang sudah tersaji. Memakannya pelan.
“kau masih  sibuk syuting Donghae-ya?” tanya Leeteuk tiba-tiba.
Donghae mangangguk “ne, hyung”
“aku hari ini kosong hyung, tapi Soo man seosangnim menyuruhku melatih anak-anak training” Eunhyuk menyeletuk.
“aku boleh ikut hyung?” tanya Ryeowook, melihat penuh harap pada Eunhyuk.
“kau kosong hari ini?” tanya Eunhyuk.
Ryeowook mengangguk
“aku harus ke café, eomma memesanku seperti itu” jelas Yesung.
“oh ya.. aku punya oleh-oleh untuk kalian, kemarin aku pulang ke rumah” Siwon beranjak dari tempatnya. Berjalan menuju setumpuk barang di samping tangga.
“ini disiapkan langsung oleh eomma, ambil sesuai nama yang tertera, arraso!?” jelas Siwon.
“aku suka ini..” teriak Eunhyuk, berlari menuju tempat Siwon. Dengan cepat yang lain mengikutinya. Mengambil barang sesuai nama yang tertera. Leeteuk mendapatkan jam tangan terbaru dengan merek termahal di Hyundai, Yesung dan Kyuhyun mendapatkan Ipad, Eunhyuk mendapat MP3 player, dan Donghae mendapat Jam tangan dan dua buah gelang cantik.
“kenapa aku mendapat dua gelang?” heran Donghae.
“aku bilang pada eomma, Donghae menginginkan hal yang perlu untuk kekasihnya” jelas Siwon dengan cengiran khasnya, menampilkan gigi kecilnya.
Donghae tersentak begitu juga Eunhyuk.
“Sungmin-ah, Shindong-ah, Ryeowook-ah  kalian dapat apa?” tanya Eunhyuk seperti berteriak, mencoba mengalihkan pikirannya dari hal yang terjadi pada Donghae sekarang.
“aku mendapat resep masakan Indonesia yang aku inginkan hyung” jawa Ryeowook, memamerkan resep barunya.
“aku petunjuk diet” jawab Shindong, terlihat kecewa.
“aku MP3 player sepertimu” jawab Sungmin.
“hampir siang, aku harus ke tempat syuting” seru Donghae, berjalan cepat menuju kamarnya.
Tak lama setelah itu ia muncul dengan pakaian sederhananya namun terlihat tampan. Keluar dari dorm itu setelah mengucapkan selamat tinggal pada member yang lain.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
DRRRTTT..
Syuting telah selesai Donghae baru saja memasuki mobilnya yang sudah ia ambil dari bengkel. Seung Ah sudah pulang dari tadi. namjachingunya menjemputnya.
Donghae membuka pesan baru di Hp-nya
From : Deer Yoongie
To : Me
Selamat siang oppa.. sudah makan siang? Masih syuting?
Donghae menghela napasnya pelan
To : Deer Yoongie
From : Me
Selamat siang juga.. sudah, sudah.. bisa bertemu nanti malam? Di tempat biasa
Donghae membalas pesan itu.
Pada saat itu juga, di SMentertainment Yoona membuka pesan dari Donghae. Tak jauh dari tempatnya Eunhyuk memperhatikannya
Yoona tersenyum tipis. Memandang nanar pada layar Hp-nya. Dengan cepat Eunhyuk menghampirinya.
“annyeong Yoona-ah” sapa Eunhyuk, duduk di dekat Yoona.
“Eunhyuk oppa.. ne~ annyeong oppa” balasnya, menundukkan kepalanya.
“sudah bertemu Donghae?” tanya Eunhyuk langsung.
“belum oppa.. seminggu ini kami belum bertemu” jelas Yoona mencoba menarik bibirnya untuk tersenyum.
“kau sudah berumur 22 tahun 7 hari ya? Hehe., mian aku tidak bisa ikut merayakanya super junior punya acara malam itu, tapi Donghae datangkan?”
“ne.. dia datang, gwenchana oppa..”
“selamat ulang tahun ya” seru Eunhyuk menyodorkan tangannya, memberi selamat pada Yoona.
“terima kasih oppa” balas Yoona, menjabat sodoran tangan Eunhyuk.
“pesanku.. apapun yang terjadi padamu, sabar dan tabahlah, pasti tuhan memberimu jalan yang terbaik, jangan sungkan cerita masalah pada orang lain, aku sudah pesan pada Yeonie untuk mendengar ceritamu, jadi jangan sungkan padanya” ucap Eunhyuk.
“terima kasih pesanmu oppa, aku akan mengingatnya.. aku senang kau memberikan Hyoyeonmu untuk mendengar ceritaku, selama ada Donghae oppa, aku akan bercerita terlebih dulu padanya baru yang lain, tapi taka pa.. aku akan menuruti pesanmu” jelas Yoona dengan senyumnya.
“baiklah.. aku harus kembali ke dorm, aku lelah.. annyeong” akhir Eunhyuk meninggalkan Yoona.
Yoona diam. Ada pertanyaan dalam otaknya? Bukankah Eunhyuk tahu bagaimana hubungannya  dengan Donnghae lalu kenapa dia berpesan seperti itu? Menyiapkan Hyoyeon untuk tempat ceritanya?
Ia beralih pada Hp-nya, ia tak jadi membaca pesan dari Donghae karena Eunhyuk tadi. kali ini ia memencet tombol tengah pada Hp-nya.
From : FisHyae
To : me
Selamat siang juga.. sudah, sudah.. bisa bertemu nanti malam? Di tempat biasa
“kenapa Donghae oppa menjawabnya seperti ini? Tidak biasanya?” gumam Yoona
To : FisHyae
From : Me
Ne oppa.. dekat sungai Han kan? Baiklah..
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Angin malam mempermainkan rambut Yoona, semakin mengeratkan blazer yang ia kenakan.
Memandang pada bintang yang masih setia bersinar di samping sang rembulan.
Ia tersenyum, mengingat kisahnya dengan Donghae.
saranghae
Ia mengingat kata Donghae saat memintanya menjadi kekasihnya saat itu.
Awan tipis terbang, menghalangi terlihatnya bintang itu. Yoona menggerakkan tangannya, menulis pada udara bebas di sekitarnya.
YoonHae always Number One
Lalu ia tersenyum..
“Yoona-ssi” sayup ia dengar seseorang memanggilnya. Menurunkan tangannya lalu melihat pada orang yang memanggilnya.
“Donghae oppa” ujarnya lalu meloncat ke dekat namja itu.
“lama tak melihatmu, bogoshippo~”
Yoona memeluknya, Donghae diam tak membalas pelukan itu.
Yoona diam, heran dengan tingkah namjanya.. lalu melepas pelukannya
“oppa.. ada apa?” tanya Yoona takut melihat ekspresi Donghae begitu datar.
“apa kau masih sedih?” tanya Donghae tiba-tiba.
“apa maksudmu oppa? Ah.. apa maksudmu di hari ulang tahunku itu?” tanya Yoona balik.
Masih dengan muka datarnya, Donghae mengangguk.
“ani.. sudah tidak” jawab Yoona, se-ce-ri-a mungkin.
“boleh aku bicara?” tanya Donghae lagi.
“kenapa kau aneh sekali oppa, bicara saja” Yoona berbicara kalut.
“sebenarnya aku ingin mengatakan ini saat itu, aku tidak mau menahannya lama, lebih sulit unntuk kita jika terlalu lama”
Donghae diam, ia tak melihat mata Yoona yang kini menatapnya.
“kau sedang sedih saat itu, saat itu juga kau bahagia aku masih punya hati untuk mengertimu”
Yoona terhenyak pelan
“tapi.. maaf jika lima tahun ini aku pernah salah padamu, maaf juga aku menyakitimu..
Im Yoon Ah..
Mulai malam ini..
Maaf ..
Tidak ada lagi YoonHae.. tidak ada lagi hubungan untuk kita” ucap Donghae, masih tak melihat mata Yoona.
“oppa.. apa maksudmu? Kau.. apakah ini bercanda?” Yoona mencoba tertawa meski ada kejut yang sangat menyakitkan dalam hatinya.
Donghae menggeleng
“aku serius.. aku tak merasakan ada desiran halus saat bersama seperti dulu, aku mungkin tak mempunyai rasa itu lagi Yoona-ssi” jelas Donghae.
“Yoona-ssi” gumam Yoona.
Mata Yoona mulai berkunang-kunang
“kau sungguh ingin mengakhiri semua ini?” tanya Yoona.
“ini pertama kalinya aku meminta putus Yoona, dulu hanya kau yang meminta ..” ucap Donghae
“dan itu hanya break bukan putus oppa” Sanggah Yoona.
“kali ini ini terakhir, kita benar-benar putus” ujar Donghae lagi.
‘kau menginginkan itu oppa?” tanya Yoona, menatap mata Donghae. Donghae masih saja tak melihatnya.
“baiklah.. jika itu yang kau mau, pintaku untuk yang terakhir kalinya..” Yoona tak meneruskan kata-katanya.
“lihat aku oppa.. katakana dan yakinkan aku.. tidak ada lagi YoonHae” terang Yoona kemudian.
Donghae tersentak kemudian melihat mata Yoona. Ia mendapati mata Yoona yang berkunang-kunang meskipun belum ada air mata yang turun itu terlihat sangat menyedihkan.
“aku ingin kita putus Im Yoon Ah.. tidak ada lagi YoonHae couple.. terima kenyataan ini” ucap Donghae.
Yoona menunduk, tersenyum pahit.
Ia mengangkat kepalanya kembali..
“itu mau mu oppa.. aku pulang, selamat malam” ucap Yoona. Meninggalkan tempat itu.
Angin malam membuat riak air tenang di sungai itu bergetar. Donghae menundukkan kepalanya sebentar kemudian melihat kea rah jalan yang Yoona lewati tadi. matanya mengawasi mobil Yoona yang semakin menjauh.
“ini pilihanku” gumamnya pelan.
>>>>>>>>>>>>>>>>To Be Continued>>>>>>>>>>>>>>
Jangan serang aku? Ini gara-gara selcanya Hae sama SEung AH.. jangan bash Seung Ah, di sini dia cuman korban author aja .. tolong tinggalin jejak ya, klau mau liat kelanjutannya..
Hae balik ama Yoong atau gk? Atau Yoong sama Geun Seuk ??
Ayoo.. pilih-pilih :p

42 thoughts on “[Freelance] The One I Love #1

  1. Wah bagus chingu. Mending YoonHae aja dah. Yooona n Geun Suk kan udah puas jadi couple di Sarangbi. Ditunggu secepatnya part selanjutnya ya chingu. Kalo bisa Dipart2 selanjutnya selipin YoonHyun atau SeoKyu moment dikit. Maaf nih sebelumnya ane request couple.

    Like

  2. good ff thor…

    yoona nya ksihan. knp haenya gt..
    blkan lg donk..
    balikn ya thor…
    yoonhae3…
    lanjut thor…
    jgn lm2 thor…
    ^_^…

    Like

  3. bagus thor ..
    tp lebih bagus lagi ko Yoonhae balikan ..
    donghae kejam , kasihan yoona nya ..
    lanjut nya jgn lm2 thor , ditunggu ..

    Like

  4. Huaaaaa sedih bangeett😦
    Yoong eonni kasian, dia sangat mncintai Donghae oppa tapi knyataan yg dia dapat sangat pahit😥

    Gini aja thor, gimana kalo critanya Yoong eonni dibikin dekat ama Geun suk oppa lebih dari skedar teman biasa , truss lama kelamaan Donghae oppa gerah dan cemburu abisss trus mulai mnyadari ksalahannya telah memutuskan Yoong eonni .. kkkk~

    Update soon thor .. FFnya keren banget

    Like

  5. donghae oppa cuma gara2 syuting langsung pindah hati aja nih….
    kasian yoong unnie nya….
    haeppa balikan dong sama yoong unnie nya….

    Like

  6. aigoo~ andwae!! ga rela!! ga rela!!
    donghae oppanya kok gitu sih? jahat!!
    pokoknya mereka hrus balikan lagi, harus!! harus balikan!!

    ditunggu part selanjutnya, jngan lama ya thorr..

    Like

  7. Ff nya sukses buat aku nangis T_T
    Kasian sama yoong eonni
    Kenapa hae oppa di sini tega bgt
    Daebak ff author
    Ditunggu kelanjutannya
    Fighting!!

    Jadiin yoonhae lg ya author😀

    Like

  8. waaah kcian yoong, hyung kok jahat bgt yak??

    itu yg drama disini yg hyung jd koki y??atw ap tu??

    wah gwat ni yoonhaeny, ditunggu updetanny..

    Like

  9. balikan dong yoonhae nya thor… aku boleh usul? coba dipart selanjutnya sikap yoona jadi dingin.. trus kalo ketemu donghae, yoona ngeliatin donghae sinis gitu…🙂
    kalo gak mau gapapa…🙂
    ff ini seruu.. kereeennn…

    Like

  10. Daebak thor ff.a..bc ff ini terlintas lagu Y di benakku…dmna seorang pria (red:donghae) yg mnyesal tlah membuat wanita.a (redd:Y) menangis n minta blikan lg…jgn2 sma lg kjadian.a cuma mslh.a aja yg bda…hohoho

    Like

  11. vote for YoonHae!
    asik tuh wookie dapet resep masakan Indonesia, emang ada jua yah d Korea?
    hehehe
    fighting yah nulis lanjutannya🙂

    Like

  12. hae jahat bgt sih ama yoona,tega bgt pacaran dah lama tp di putusin gt aja SEEEEEEBEEELLLL…. Aku maunya yoonhae balikan lg, tp donghae di bkn nyesel dan cemburu dl ama yoona,,,jgn lama2 di publishnya ya thor aku tggu kelanjutan ceritanya mksh.

    Like

  13. Andwaeee……..! Mereka ga boleh putus! Tapi udah putus ya? Jadi harus balikan lagi! Donghae oppa, yoona sayang banget sama oppa. Yoonhae itu harus tetep adan ga boleh berakhir. Jebal thor, sadarin hae oppa, kalau dia itu tetep membutuhkan yoona……

    Like

  14. ya pasti aku mau nya Donghae balik lagi sama Yoona lah.
    Mmm rasanya sakit hati banget Yoona, kasian Yoona. Kenapa Donghae nyebelin bilang udah ga butuh Yoona. Kenapa bilang udah ga ada desiran waktu sama Yoona ?kenapa kenapa ?pingin nangis😥

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s