[Freelance] Play Boy Agent #1+2


Play Boy Agent (Chap 1 and 2)

Author : Choi Hye Young

Genre : Romance, Aneh, Mix

Rating : Teen (minimal 13 tahun)

Disclamer : Cerita ini milik saya. Tapi Castnya adalah milik orang tua dan milik Tuhan. Saya hanya menggunakan nama mereka saja.

Warning : Dan cerita ini hanya Fiktif belaka, jika ada kesamaan, alur, latar, nama, watak. Semua itu hanya ketidak sengajaan author

Cast : Kim Cae Rin (OC)

Oh Sehoon

Byun BaekHyun

Park Chanyeol

Hyun Mi

Yoon Boo Mi

What is Love?

Apa cinta itu adalah saling berpacaran?

Apa cinta harus dibuktikan dengan membelikan kado pada orang yang kita suka?

Apa cita harus membutuhkan pengorbanan?

Dan apa kagum itu sama dengan cinta?

Benar atau tidak sih kalau cinta hanya setingkat di atas benci?

Entahlah, yang jelas aku tahu jika cinta itu saling memperhatikan,saling merindukan, saling memotivasi.

Walaupun itu dari jauh.

Dan mungkin karena motto yang seperti itu tentang cinta, yang membuatku takut mengungkapkan cintaku pada BaekHyun sunbae. Ya, aku sangat mencintainya. Walaupun aku tahu kalau dia dipandang dengan kebiasaan ‘playboynya’ . Tapi aku yakin dibalik sifat ‘playboynya’ dia punya hati yang sangat baik.

Kayaknya aku sudah kebanyakan ngelantur yang tidak benar.

Mana bisa seorang ‘playboy’ berubah jadi good boy?

.

 

“Cae Rin, YoungMin, Minwoo, dan Sulli yang akan mewakili kelas kita mengikuti pemilihan anggota OSIS” Mrs.Park sedikit tersenyum padaku dan dan ketiga orang lainnya.

“Cae Rin-a, aku tidak menyangka yeoja sepertimu bisa ikut mewakili kelas!”

Aku kenal jelas perkataan kasar itu.

Siapa lagi kalau bukan Sulli. Gadis itu kan sangat membeciku. Entah apa yang dijadikan alasan olehnya untuk membenciku. Mungkin karena aku cantik?

Haahahahahaha aku mulai ngelantur lagi.

“Aku juga sama tidak menyangkanya  Sulli, mungkin Mrs.Park lupa kalau aku ini adalah yeoja yang mendapat peringkat pertama di kelas ini!”

Ku senggol sedikit bahu Sulli dan berjalan menuju kantin.

Dapat ku dengar cacian Sulli dari dalam kelas.

Lebih baik mendengarkan musik.

.

 

“Cae Rin! Kim Cae Rin”

Eh, siapa?

Ku tolehkan pandanganku ke sumber suara.

Park Hyun Mi.

“Hyun Mi-a,kajja ke kantin bersamaku”

Hyun Mi adalah sahabatku dari kecil. Dari Tk sampai SMA kami selalu sesekolahan. Dan dari Tk-SMP kami selalu sekelas. Tapi sekarang kami  berbeda kelas.

“Cae Rin-a, tunggu”

Aku menoleh padaya yang berhenti.

Aku juga mengehentikan langkahku.

“Ada yang mau aku beritahukan padamu,tapi kau jangan marah, arra?”

Ada apa dengannya? Hahhaa mana mungkin aku marah padanya.

“Ne, tapi bicarannya di kantin saja, aku lapar”

Dia mengangguk, membuntutiku ke kantin.

 

.

 

“Pesan 2 ice tea ya, Bu”

Aku melirik sedikit pada Hyun Mi yang sedang duduk . Dan hendak kembali menghadap pada Ibu kantin. Tapi, yang aku hadapi sekarang bukan ibu kantin melainkan BaekHyun sunbae yang sedang kesusahan menenteng kopi panasnya.

‘OMO!’

BYURR

Panas!

Ya ampun ini sangat panas!

“Mmianhaeyo”

Suara itu. Tuhan sadarkan aku kalau ini mimpi?

“Apa kau baik-baik saja? Tanganmu melepuh”

Dia mengambil tangan kananku yang sedikit melepuh. “Pasti sakit”

“Kita ke UKS saja ya”

Aku hanya bisa memandangnya dan mengikutinya. Ah, padahal Hyun Mi ingin bicara denganku. Tapi dia pasti mengerti. Besok jika bertemu dengannya aku akan meminta maaf.

 

.

 

“Apa sudah baikan?” baru kali ini aku mendengarnya bertanya begitu. Baik sekali. Tapi, diakan memang baik pada semua orang. Apalagi aku seorang yeoja yang bisa saja menjadi targetnya yang ke? Entalah aku juga tidak tahu yang keberapa.

Dia terlalu mempunyai banyak yeoja.

“Ne, kamsahanida baekhyun sunbae” Aku melihatnya menampakan senyum manisnya.

Senyum yang selalu bisa membuatku berdebar. Doakan saja agar dadaku tidak berdebar terlalu kencang.Aku takut dia tahu kalau aku menyukainya. Dan aku malu kalau dia mengetahui dengan cara itu.

“Cheonma, maaf soal yang tadi ya. Perlu ku antarkan ke kelas?”tanya namja itu. Senyuman itu masih tertempel apik di bibirnya yang merah muda itu.

Aku menggeleng lemah. “Tidak usah sunbae, lagipula nanti merepotkan.Terimakasih dan selamat siang sunbae”

Aku melangkahkan kakiku meninggalkan UKS. Aku memegang dada kiriku di sana terletak jantungku yang sudah berdetak tak beraturan. Untung saja aku tidak salah bicara tadi. Ku percepat langkahku menuju kelas.

“BRUK”

“Appo~” aku meringis memegangi lututku yang membentur lantai.

Sial sekali aku hari ini. Eh! Tangan siapa itu?  Aku menongkak dan yang aku dapatkan namja dengan tatapan dinginnya.

Bukankah itu Oh Sehun? Anak jenius yang selalu mengalahkanku sehingga aku hanya mendapatkan peringkat dua paralel.

Ternyata manusia yang mirip mayat. Biar ku tebak, pasti pekerjaannya hanya belajar dan belajar.

“Apa ada yang aneh dengan tanganku?”

Aku menatap mata dingin itu. Aih! Menakutkan sekali.

“Tidak, tapi yang aneh itu kau, menabrakku seperti tadi. Kau harus meminta maaf!” sahutku seadannya.Ku bersihkan rokku setelah berhasil berdiri dengan susah payah.

“Minta maaf? Tapi kau yang menabrakku”ujarnya santai.

“Kau yang menabrakku!”

“Ternyata kau sangat egois nona Kim, permisi ada hal yang lebih penting ketimbag minta maaf pada gadis egois sepertimu”

Dia menyelonong pergi. Pintar tapi kaku dan tidak sopan. Itu pasti sifatnya.

 

.

 

“Monday better day..”

Aku menggumam sambil sesekali mengikuti lirik lagu yang aku dengarkan dari i pondku. Aku sengaja membawanya setiap sekolah. Agar,jika aku marah aku akan rileks dan melupakan amarahku. Tapi sayangnya rasa marahku kini tidak bisa dihindarkan. Mungkin karena aku akan datang bulan?

Mungkin saja.

Aku akan sensitif jika akan datang bulan.

“Kim Cae Rin”

Walaupun mendengarkan musik lewat i-pond aku tetap bisa dengar.Suara Hyun Mi ya?

“Hyun Mi?”

“Kau tahu saja kalau itu aku, bolehkan aku duduk di sini”

Dia duduk di sebelahku. Pelajaran memang sudah usai tiga puluh dua menit yang lalu. Dan seperti biasa aku memang selalu menyempatkan diri datang ke taman sepulang sekolah.

Dan Hyun Mi memang selalu menemaniku.

“Cae Rin-a, ada yang ingin aku bicarakan padamu”

Hyun Mi menatapku dengan mata bulatnya. Aku balas menatapnya “Katakan saja Hyun Mi”

“Sebenarnya, aku dan BaekHyun sunbae kami dijodohkan”

Aku menatapnya dengan mata membulat. Bibirku sedikit bergetar.

 

.

 

 

“Sebenarnya, aku dan BaekHyun sunbae kami dijodohkan”

Ku pukul kepalaku beberapa kali. Mengapa kata-kata Hyun Mi sekarang menguasai otakku. Aih! Menyebalkan sekali. Mau dia dijodohkan ataupun dinikahkan itu bukan urusanku kan?

Aku bukan siapa-siapanya.

Ya. Aku bahkan bukan temannya.

Aku hanya yeoja pengecut yang tidak bisa mengungkapkan perasaannya sendiri. Mengapa harus ada cinta?

Ku raba dada kiriku. Rasanya sangat perih di sana. Jauh di dalam sana aku terluka. Sangat dalam. Ah! Aku bahkan bukan siapa-siapanya, apa hakku untuk terluka?

Aku sama sekali tidak berhak. Aku tidak berhak sesentipun terhadapnya.

“Boleh aku duduk di sini?”

Aku menoleh ke atas. Mendapati seorang namja dengan senyuman di bibirnya.

“Silahkan”sahutku seadannya. Walaupun masih sempat menyunggingkan senyuman pahitku.

“Ada apa denganmu nona? Wajahmu berbeda dengan tadi pagi, apa ada masalah?” lelaki itu mengamatiku ternyata.
Siapa dia?
“Aniya” sahutku sambil menunggingkan senyum.

“Nona berbohong, apa karena cinta?”

Mataku membulat mendengar perkataannya.  “A..aniya aggasi”

“Jangan berbohong nona, jika kau membutuhkanku datangi saja rumahku” Dia mengambil tangan kananku. Dan menyerahkan sebuah benda, itu pasti kartu nama. “Aku Park ChanYeol”

.

Ku amati kartu nama itu. Park Chanyeol, siapa dia? Mengapa dia ingin mengetahui hal pribadi tentangku?

Dan mengapa dia sok tahu sekali. Tapi… tebakannya itu benar sih, ck sial.

DRRTT DRRTT.

Ku amati layar I phone putihku. Nomor tidak dikenal. Siapa? Aneh sekali, setahuku yang mengetahui nomer ponselku hanya orang-orang tertentu.

From : *………*

Hay nona, masih ingat padaku bukan?
Park Chanyeol.

Tolong simpan nomor handphoneku ya.

Saturday, 19 May 2012

20:00 KST

Park Chanyeol? Bagaimana bisa orang itu memiliki nomor handphone ku? Dia misterius sekali. Ku balas tidak yah SMSnya.

“Cae Rin ada tamu yang ingin menemuimu” Ibu berteriak dari bawah. Malam-malam begini ada tamu. Tumben sekali. Biasanya anak kelas 3-2 akan ngapelin ke tempat pacar mereka masing-masing. Dan kebetulan karena aku nggak punya pacar. Aku hanya akan tidur dan main game di kamar.

Ku turuni anak-anak tangga yang menghubungkan kamarku dengan ruang tamu. Ku lihat eomma sedang berbincang dengan seseorang. Siapa dia?

“Ne, Ahjumma. Kami memang baru berkenalan”

Sayup-sayup dapat ku dengar pembicaraan eomma dengan orang misterius itu.

“ChanYeol-ah, kau serius?”

“Tentu saja ahjumma”

Apa? Chanyeol? Maksud eomma Park Chanyeol. Mengapa bisa dia mengetahui rumahku? Ini benar-benar pelanggaran privasi namanya.

Aku segera mendekat ke arah mereka. Dan memandang sebal pada namja bernama ChanYeol itu.

“Cae Rin-ah” ujar eomma. Dia menunjuk sebuah sofa. Menyuruhku duduk.

“Biar eomma buatkan minum ya”

Eomma menyelonong pergi dari hadapan kami. Aku memandang ChanYeol . Dan menatapnya tajam.

“Err nona, maksudku CaeRin, apa benar kau sedang sakit hati?”

“Aniya! Sekarang aku sedang sakit karena ada namja aneh dan misterius yang ingin mengetahui semua tentangku, asal kau tahu tuan sok. Aku sama sekali tidak SAKIT HATI!”

Aku menatapnya dengan tatapan marahku. Aku rasa ini kemarahanku yang tak bisa ku hentikan. Seharian ini aku terlalu ditekan oleh banyak orang. Oleh BaekHyun sunbae, oleh Oh Sehoon dan oleh sahabatku sendiri Hyun Mi.

Andai aku bisa, ingin rasanya aku mengusir lelaki ini keluar rumah. Ya, jujur saja aku sangat membenci seorang stalker. Yah, walaupun dia tidak bisa disebut Stalker juga.

Tapi, kayaknya eomma sangat mengenal lelaki ini. Dan bisa saja eomma memarahiku karena mengusirnya. Lebih baik aku diam saja.

“Maaf kayaknya aku terlalu membuatmu marah, aku minta maaf” Dia menatapku sambil memberikan senyuman.

“Sudahlah, jadi apa yang ingin kau katakan tuan Sok”

“Sebenarnya aku ingin meminta bantuanmu”

Aku mengernyitkan alisku. Meminta bantuanku? Kalian masih ingat kan? Aku bahkan baru melihatnya tadi sore. Dan sekarang lelaki ini meminta bantuanku? Come on guys ini terlalu cepat. Dasar manusia modern.

“Bantuan apa?” Sanggahku cepat.

“Sabar nona, sebenarnya aku ini adalah agen playboy”ujarnya.

“HEH???!! AGENBPH”

Aku kesulitan bicara karena lelaki ini membeka mulutku. Aku mengigit tangannya. Dia menghentikan aksi membekap mulutku.

“Hush!”ujarnya sambil menempelkan jari telunjuknya di bibirnya.

“Kami datang menemuimu karena ada laporan dari sahabatmu Hyun Mi. Kami akan membantumu membuka kedok playboy dari Byun BaekHyun. Dan menghentikan perjodohan sahabatmu dengan lelaki itu”

“MWOYA!”

Teriakku kaget. Saat lelaki itu menjelaskan maksudnya.

“Sudah ku bilang untuk tidak berisik, nanti eommamu bisa sadar dari biusannya” ujar lelaki yang datang dari arah dapur. Heh! Oh Sehoon?! Bagaimana bisa ada lelaki itu di rumahku. Dan! Eomma, dia di bius. Dasar Agen PlayBoy Bodoh!!

“Apa yang kalian lakukan pada eomma!” teriakku.

“Dia akan sadar sebentar lagi kok, kau tenang saja”lelaki bernama Sehun itu duduk bersandar di sofa milik appa.

Dia, apa?? Dia bilang aku harus tenang.

“Jadi sekarang ayo cepat! Kita harus memulai menguntit Byun BaekHyun yang tidak penting itu” ujar Sehun.

“Tunggu! Kita mau kemana?”

Tanyaku.

“Ke Rumah Yoon BooMi” ujar lelaki bernama ChanYeol. Yoon Boo Mi? Bukannya dia itu ketua tim chers?

“Untuk apa?”tanyaku

“Banyak tanya”

SeHun mengendongku ala bridal style. Aku terpaku beberapa saat. Bayangkan, aku digendong oleh Oh Sehun? Pasti jika ada yang tahu aku akan di teror oleh semua fans fans anehnya itu. Tapi akhirnya aku sadar dan memukuli punggungnya.

“Turunkan aku Oh Sehun yang tidak sopan!!”ujarku sambil terus memukuli punggungnya.

Bruk! “APPO!!”

Aku memekik sakit. Dia menurunkanku seenaknya. Aku dapat  melihat senyum dingin dari bibirnya. “Masuk mobil”

Aku tersenyum kecut lalu duduk manis di kursi mobil. Lalu mobil itu melaju dengan sangat cepat. Oh Tuhan, semoga saja tidak terjadi hal-hal yang tidak mengenakan.

“Ck Sial, ada polisi”

“Pasang sabuk pengaman kita akan mencari jalan tembus” ujar Park Chanyeol yang menyetir mobil.

Dengan cepat mobil ini berputar ke arah yang berlawanan dan menikung tajam di tikungan. Lalu dapat ku lihat sebuah gang kecil. “Apa mobilnya bisa masuk? Gang ini terlalu kecil” tanyaku. Yang langsung di pelototi oleh SeHun.

“Kau tenang saja nona manis, percaya pada Park Chanyeol”

ChanYeol segera menginjak pedal gas. Mobil itu melaju. Bedanya mobil ini miring dan mobil ini berjalan di tembok gang sempit ini. Aku menutupi mataku menggunakan tangan. Aku merasa ada dalam adegan film action sekarang.

Mobil itu terus berjalan dengan cepat.

Aku membuka mataku. Dan syukurlah kami sudah berada di jalanan sekarang.

“Huft” aku menghembuskan nafas lega. Akhirnya aku terbebas dari maut.

“Kau takut nona?”

SeHun memandangiku dengan tatapan meremehkan. Menyebalkan sekali.

“TIDAK!”

.

“Ini dia rumahnya” ujar Chanyeol. “Dan itu target kita” ujar SeHun. Aku mengikuti arah pandang kedua lelaki itu. Yoon Boo Mi dan Byun BaekHyun.

Boo Mi juga jadi mangsa BaekHyun ya?

“Sehabis ini kita mau apa?”tanyaku sambil membuang muka dari Yoon Boo Mi dan Byun BaekHyun. “Tentu saja mengambil gambar yang cocok untuk bukti”jawab ChanYeol.

“Tetapi sialnya kami tidak membawa kamera”ujar Sehun.

Bodoh sekali.

“Kalian tidak membawa HP?”tanyaku. Mereka berdua menggeleng.

“Dasar. Nih!” ujarku menyerahkan I Phoneku.

“Terimakasih nona manis”ujar Chanyeol. Dasar, Park ChanYeol.

Sehun memandangi kedua orang itu dengan tatapan tanpa minat. “Aku tidur dulu”ujar lelaki itu.

Lalu dia tertidur dengan tenang di sampingku.

Aku mengarahkan pandanganku pada Yoon Boo Mi dan Byun Baek Hyun. Aku memekik tidak percaya dengan apa yang aku lihat.

-TBC-


 

AT (author note) : Gemana nih Ffnya readersdeul? Bagus gak?? Aneh ya?? Maaf kalo nggak memuaskan u,u Maklum masih author baru. Kekekke dan jujur aja kadang-kadang bingung sendiri

sama ceritanya karena mesti ada aja yang melenceng dari prinsip ceritanya. Maaf kalo part ini nggak memuaskan.

Komen saran dan kritik sangat membantu pembuatan FF ini.

Tunggu ya FF lanjutannya.

*BOW*


14 thoughts on “[Freelance] Play Boy Agent #1+2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s