[Freelance] Sun


Title : Sun

Author : Arindha Nityasari

Length : Drabble

Genre : Life, A little bit romance

Rated : PG-15

Cast :

– Siwon Super Junior

– You

13131313131313131313131313+2

“Mengapa musti menanti mentari? Bukankah ia akan menampakkan diri sendiri?” tanyaku ketika kulihat Siwon duduk di balkon, menghadap ke arah terbitnya matahari.

“Berarti kau tidak memahami awal hari.” keningku semakin berkerut mendengar jawabannya, tak mengerti. Dan aku tahu dia akan memulai penjelasan panjangnya yang menarik, maka aku putuskan untuk duduk di sebelahnya, menemaninya menanti mentari.

“Seperti langit yang tidak memijak Bumi dan Bumi yang tidak terbang ke langit, hidup ini tiada mungkin tak ada akhir. Benar, bukan? Manusia yang sehat, yang sakit-sakitan, burung kutilang, tumbuhan parasit, karnivora, mereka mereka yang beranak pinak secara vivipar, muaranya adalah kematian. Ajal akan menjemput bila detik sudah sesuai takdir, kemudian roh ini akan terbang ke gua maut.

Seperti Adam dan Hawa, tua dan muda, speaker dan komputer, kanan dan kiri, benar dan salah, yang diciptakan berpasang-pasangan. Setiap akhir memiliki awal, mengesampingkan kenyataan bahwa setiap ada awal pasti ada akhir. Sebelum mati, kita dilahirkan. Sebelum mengakhiri, kita mengawali.

Kita tahu hidup ini rumit, maka luangkanlah waktu sejenak untuk merefleksi diri. Berbagi hening ke sekitar. Menulikan telinga dari kata-kata yang tak perlu kita dengar. Menutup mata dari apa yang sebenarnya ingin kita lihat. Melumpuhkan diri untuk sesaat.

Dalam suatu ruang berwarna hitam, ruang hampa pikiran, ruang yang penuh kekosongan, pikirkanlah tentang semua kerumitan itu. Simpul benang-benang problematika yang tidak dapat diusut lagi. Kemudian bayangkan kesederhanaan, seperti keluarga kecil yang tersenyum bahagia walau yang mereka konsumsi hanyalah sup kubis encer.

Lantas, analogikan seluruh kesederhanaan yang kau imajinasikan itu dengan simpul kehidupan yang menjadi realita. Bagaimana? Apa telah kau temukan jawabannya?

Aku sudah menemukannya. Bahwa simpul problematika tadi hanyalah terdiri dari satu benang, yang membentuk buntelan kusut tak berurut. Dan benang itu hanyalah memiliki satu titik, yang menjadi awal sekaligus akhir dari simpul itu.

Begitu juga hidup. Hidup ini adalah tentang kesederhanaan, sesederhana itu. Bahwa yang membuatnya abstrak adalah kita sendiri. Bahwa yang memunculkan masalah-masalah hidup itu ya, kita sendiri. Sekarang, bagaimana kita menyelesaikannya? Dengan cara mengakhirinya atau mengawalinya?

Hah? Masih berpikir bahwa awal dan akhir itu berbeda? TIDAK! Awal dan akhir hanyalah nama, tapi noktah posisi mereka adalah sama. Bahwa dengan mengawali, kita akan mengakhiri, dengan mengakhiri, kita akan mengawali. Seperti makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan dan akan kembali lagi kepada Tuhan.

Seperti itulah awal dan akhir, kisah dua dimensi waktu. Seperti itulah manusia, makhluk paling kolot yang suka membeda-bedakan sesuatu yang sama, mempersulit keadaan saja!”

Kudengar ia menghela napas panjang, sayup-sayup berkata, “Kau mengerti?”

Aku hanya mengangguk pelan, terlalu mengantuk. Tapi, aku paham, paham sekali atas semua penjelasan yang Siwon beberkan. Aku menyimaknya, menyerapnya di otakku dengan baik.

Kemudian, aku meletakkan kepalaku perlahan-lahan di pangkuannya, menggenggam erat pinggangnya, dan menenggelamkan wajahku untuk makin menghirup aromanya yang khas. Persetan dengan semua teorimu tentang awal dan akhir, Siwon-ah! Bisakah kita berada di suatu dimensi waktu di mana kita tidak perlu mengalami awal dan akhir? Hanya terdiam seperti ini, mengkristalkan momen langka kita untuk tetap bersama dan saling memeluk selamanya.

Dan ketika aku nyaris masuk ke dunia bawah sadar, sesuatu yang hangat menerpa punggungku, sinar sang surya. Oh… Aku tertidur ketika matahari baru keluar dari peraduannya. Aku mengakhiri aktivitasku ketika matahari baru saja mengawali hari. Dan aku yakin sekali kata-katanya tadi, semuanya adalah benar.

13131313131313131313131313+2

Hai~ Arin balik lagi bawa FF ke Smtownfanfic. Berharap readers pada suka dan makasih buat Admin yang udah kasih izin sampah ini nampil di blog ini. J Bawa gaya baru nih, yang lebih mikir dan lebih keliatan dewasa dan pakai pola pikir sisi lain dari aku. Mungkin terkesan berat atau memuakkan, but I’m very grateful if you all can appreciate this well. Thank you~ ^^


One thought on “[Freelance] Sun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s