[Freelance] No Other


Judul : YoonHae Story : No Other

Cast : Yoona, Donghae, Siwon & Tiffany

Genre : Romance

Author : brigitta leslie.

Hi! I’m back again, still with YoonHae Story hihi. FF ini… Terserah mau dibilang lanjutan ato sequel ato apa aja, dari Hate U Love U & L.O.V.E. Semoga suka sama ceritanya ya, maaf kalo ngga sesuai sama harapan kalian ><

Bagi yang belom & mau baca cerita sebelumnya, klik :

  1.  https://smtownfanfiction.wordpress.com/2012/05/17/freelance-hate-u-love-u/
  2. https://smtownfanfiction.wordpress.com/2012/06/03/freelance-l-o-v-e/

Thankyou buat yang udah baca & comment. Happy Reading, guys!

Donghae membuka matanya yang masih berat kemudian menatap Yoona yang masih tertidur dengan wajah damai. Tangan Donghae beralih mengusap pipi Yoona dengan lembut. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dengan cepat Donghae mengangkat telepon –yang entah dari siapa, ia tidak sempat membaca penelpon– agar Yoona tidak terbangun.

Halo?” sapa suara di seberang sana, suara yang sudah sangat Donghae kenal.

“Tiff? Ada apa?” tanya Donghae to the point.

Bisa bertemu hari ini?

“Memangnya ada apa?”

Jangan bertanya terus! Temui aku di café biasa, kutunggu jam 2 siang.

“Tiff–“ belum sempat Donghae melanjutkan omongannya, Tiffany sudah mematikan ponselnya terlebih dahulu. Donghae mendecakkan lidahnya kesal. Kemudian beranjak dari ranjangnya dan menuju kamar mandi.

 

 

“Kau mau kemana oppa?” tanya Yoona saat melihat Donghae sudah berpakaian rapi.

“Eh? Kau sudah bangun?” Donghae mendekati Yoona yang masih berbaring diatas ranjang, sesekali memejamkan matanya.

“Hm. Kau mau kemana?” tanya Yoona lagi.

“Aku.. Aku ada meeting dengan klien. Aku harus pergi sekarang, Yoona.”

“Begitu? Baiklah. Sampai jumpa.” ujar Yoona datar. Donghae mengerutkan keningnya.

“Kau tidak apa-apa kan, Yoon?”

“Tidak. Sudah sana pergi nanti terlambat.”

“Baiklah. Sampai jumpa, princess.” ucap Donghae sebelum menghilang di balik pintu. Buru-buru Yoona masuk ke dalam kamar mandi.

***

 

Donghae mengedarkan pandangannya ke dalam café yang tidak terlalu ramai itu, mencari sosok yang meminta dirinya untuk menemuinya. Tidak lama kemudian Donghae menemukan sosok yang ia cari sedang duduk memunggunginya. Hari ini ia terlihat sangat cantik dengan mini dress berwarna putih, flat shoes berwarna merah muda dan bando polos berwarna merah muda menghiasi rambutnya yang ikal.

 

“Hei!” sapa Donghae. “Sudah lama menunggu?”

“Hai, belum. Kau mau pesan apa?” tanya Tiffany seraya melambaikan tangannya–memanggil seorang pelayan.

Hot Coffee satu.” pinta Donghae pada salah seorang pelayan yang sekarang sudah berdiri di hadapan mereka. Pelayan itu mengangguk kemudian pergi meninggalkan meja mereka. “Jadi, ada apa?” tanya Donghae.

“Aku akan kembali ke Canada besok.”

“Apa?!” pekik Donghae kaget.

“Kenapa? Sekarang kan kau sudah ada istri yang sangat kau cintai. Kau tidak membutuhkanku lagi kan?” tanya Tiffany retoris. Donghae memalingkan wajahnya, menatap orang yang berlalu lalang di luar café.

“Jam berapa pesawatmu berangkat?” tanya Donghae, masih memalingkan wajahnya.

“Jam 9 pagi. Aku memintamu kesini hanya untuk berpamit.”

“Tch.” cibir Donghae. Tidak bisa dipungkiri, ia masih memiliki rasa kepada gadis itu.

 

 

“Boleh aku minta satu hal?” tanya Tiffany saat mereka sudah berada diluar café.

“Apa itu?”

“Bolehkah… Aku.. Memelukmu untuk yang terakhir kalinya?”

“…” tanpa menunggu jawaban Donghae, Tiffany langsung melingkarkan tangannya di pinggang Donghae dan memeluknya erat. Donghae secara tidak sadar membalas pelukan Tiffany.

“Thanks.” ucap Tiffany setelah melepaskan pelukannya. Donghae hanya mengangguk.

“Aku harus pulang sekarang. See you. Aku akan sering menghubungimu nanti.” pamit Tiffany. Donghae menatap nanar Tiffany yang melangkah semakin jauh, tanpa menyadari seseorang tengah berdiri disampingnya, juga sedang menatapnya nanar. Donghae menghembuskan napasnya kemudian membalikkan badannya, tiba-tiba ia menubruk pelan tubuh seseorang.

“Eh, maaf, maaf!” berulang kali Donghae membungkukkan badannya meminta maaf pada seseorang yang ia tabrak.

“…” Donghae mengangkat badannya, mendengar tidak ada jawaban dari mulut orang yang ia tabrak.

“Yoo.. Yoona?!!” pekik Donghae tidak percaya.

“Dia klienmu?” tanya Yoona menyindir.

“Yoona…” Donghae meraih tangan kanan Yoona, tapi buru-buru ditepis oleh pemiliknya.

“Jangan sentuh aku.” ucap Yoona datar.

“Yoona dia hanya–“ Yoona melesat pergi sebelum Donghae menyelesaikan kata-katanya. Donghae mengejar Yoona dari belakang, mencekal pergelangan tangan Yoona.

“Lepaskan!!” teriak Yoona, membuat beberapa orang yang berlalu lalang memperhatikan mereka.

“Yoona dengarkan aku dulu! Dia akan kembali ke Canada besok, Yoon!!” Donghae berusaha menjelaskan pada Yoona.

“Aku tidak peduli.” Yoona masih berusaha melepaskan cekalan Donghae dari tangannya. “Lepaskan atau aku akan berteriak minta tolong disini?!” ancam Yoona. Dengan berat hati Donghae melepaskan cekalannya, kemudian memandang Yoona yang melangkah pergi.

***

 

Yoona menghapus air matanya yang sedaritadi tidak mau berhenti. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke sebuah night club yang cukup terkenal di Seoul dan meminum beberapa gelas tequila untuknya sendiri.

 

“Kau jahat, Donghae!!” ucapnya tidak sadar.

“Aku membencimu!!”

 

Ditengah-tengah kesadarannya, Yoona merasa seseorang menarik tangannya kemudian membawanya keluar dari night club itu.

***

 

Berkali-kali Donghae menatap pintu masuk rumahnya, berharap Yoona akan pulang detik itu juga. Tapi nyatanya, suara deru mobil sama sekali belum di dengarnya. Akhirnya Donghae memutuskan untuk menelpon orang tua Yoona.

 

“Yeoboseyo? Eomma, apa Yoona ada bersama kalian?” tanya Donghae cemas.

“Ah? Tidak, dia tidak kemari sejak tadi siang. Memangnya ada apa Donghae?”

“Yoona belum pulang sejak tadi, Eomma..”

“Memangnya ada apa? Kalian bertengkar?”

“Ah, hanya salah paham Eomma. Kalau begitu, aku akan mencari Yoona sekarang. Terima kasih, Eomma.” jawab Donghae sebelum akhirnya memutuskan hubungan telepon.

 

Donghae menyambar kunci mobilnya yang ia letakkan diatas meja makan, tapi saat membuka pintu rumah, tiba-tiba seorang pria berpakaian rapi tengah menggendong istrinya yang sepertinya mabuk. Donghae membelalakan matanya kaget.

 

“Donghae-ah!!” teriak seseorang itu. Donghae mengalihkan pandangannya pada orang itu.

“Eunhyuk?! Apa yang.. Terjadi pada Yoona?!”

“Entah, aku menemuinya di salah satu night club. Apa yang terjadi sebenarnya? Kalian bertengkar?”

“Begitulah..” jawab Donghae sambil mengambil Yoona dari gendongan Eunhyuk.

“Saat di club tadi, Yoona terus-terusan menyebut namamu. Dia bilang dia membencimu, kau jahat, dan masih banyak lagi. Memangnya ada apa?” tanya Eunhyuk bingung.

“Akan kuceritakan nanti lewat telepon. Aku harus membawanya ke kamar sekarang, Eunhyuk.”

“Baiklah, jaga dia baik-baik Donghae. Dia sangat mencintaimu.” peringat Eunhyuk. Donghae mengangguk kemudian menutup pintu rumahnya.

***

 

“Enggghh..” erang Yoona sambil memegang kepalanya yang terasa sangat pusing dan berat. Ia mengerjap-erjapkan matanya berkali-kali, membiasakan pandangannya.

“Yoona? Kau sudah bangun?” tanya suara seseorang yang sangat dikenali Yoona. Yoona mengalihkan pandangannya, menatap jendela yang tertutup tirai berwarna coklat. “Yoona…” panggil Donghae sambil berjalan mendekati Yoona.

“Jangan mendekat.” ucap Yoona datar lalu memejamkan matanya lagi. Donghae mendesah dan terus berjalan mendekati Yoona.

“Maafkan aku, Yoona..”

“Sudah berapa kali kau meminta maaf? Jangan-jangan setelah ini kau akan menghamili seseorang kemudian kau meminta maaf lagi padaku. Begitu?”

“YOONA!!” bentak Donghae kesal. Lalu memegang kedua pipi Yoona. “Lihat aku!” perintahnya. Yoona tidak mendengarkan, ia masih memejamkan matanya tenang.

“Aku ingin tidur.”

“Kau sudah tidur selama sebelas jam.”

“Tapi aku masih mengantuk.”

“Jangan beralasan.”

“Aku tidak beralasan.” jawab Yoona, masih dengan tenang. Donghae menggaruk kepalanya, tanpa meminta persetujuan Yoona, ia langsung mencium bibir gadis itu. Membuat Yoona langsung membuka matanya dan mendorong bahunya menjauh.

“Akhirnya kau membuka matamu juga..” Donghae pura-pura mendesah lega. Yoona menggidikkan bahunya kemudian membalikkan tubuhnya, memunggungi Donghae. “Aku minta maaf, Yoona!” Yoona terdiam mendengar permintaan maaf Donghae. Ia sudah terlanjur mencintai pria ini. Mungkin apapun yang dilakukan oleh Donghae akan membuatnya terus memaafkan diri Donghae.

“Aku tidak tahu harus apa lagi.” jawab Yoona putus asa. “Aku lelah.” lanjutnya. Tanpa sadar air mata sudah mengalir dari kedua matanya. Donghae membalikkan tubuh Yoona menghadap dirinya.

“Aku janji ini untuk yang terakhir kalinya, Yoona. Aku janji. Maafkan aku…” ujar Donghae kemudian mengangkat tubuh Yoona dan memeluknya sambil sesekali mencium ubun-ubun Yoona.

“Kau jahat, kau tahu?” tanya Yoona kesal sambil memukul-mukul pelan punggung Donghae. Donghae menganggukkan kepalanya.

“Aku tahu, aku jahat. Sangat jahat. Maafkan aku, Yoona.”

“…”

“Kau tidak mau mendengarkan penjelasanku?” tanya Donghae tiba-tiba. Yoona menganggukkan kepalanya.

“Kuharap penjelasanmu masuk akal.”

“Tiffany akan kembali ke Canada. Ia memintaku untuk menemuinya kemarin siang–“

“Kenapa berbohong padaku?” tanya Yoona, memotong omongan Donghae.

“Aish, jangan memotong omonganku dulu!” ucap Donghae kesal sambil mencubit hidung Yoona. “Aku tahu kau akan marah kalau aku memberitahumu yang sebenarnya. Hhhh. Istriku memang pemarah.” Yoona menjewer telinga Donghae, membuat suaminya meringis kesakitan.

“Lanjutkan ceritanya!”

“Saat akan pulang, Tiffany meminta izinku untuk dipeluk olehnya. Aku belum sempat menjawab tapi tiba-tiba saja ia sudah memelukku. Jadi, tidak salahnya kan kalau aku membalas pelukannya? Apalagi Tiffany adalah seorang gadis yang cantik.” cerita Donghae tanpa ada nada rasa bersalah. Yoona membulatkan matanya kemudian beranjak dari ranjangnya, meninggalkan Donghae yang sedang tertawa.

“Jahat!” teriak Yoona sebelum menghilang dibalik pintu kamar mandi. Donghae keluar dari kamar mereka berdua dan menuju kamar yang dulu ditempatinya sendiri, mengambil long dress yang dibeli olehnya untuk Yoona tempo hari (baca : YoonHae Story [L.O.V.E]).

***

 

Yoona keluar dari kamar mandi masih berbalut baju handuk dan tidak menemukan Donghae di dalam kamarnya. Saat akan membuka baju handuknya, tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.

 

“Aish, lepaskan, oppa!”

“Kau mau kubantu membuka baju handuk ini?” tanya Donghae menggoda. Yoona membelalakan matanya.

“TIDAK!!” teriak Yoona.

“Hahahahahaha!” Donghae melepaskan pelukannya kemudian berjalan menjauhi Yoona yang sedang mengumpat dirinya.

“Keluaarrrr!!” teriak Yoona kesal.

“Ih, aku ini kan suamimu! Untuk apa malu, huh?!”

“Dasar mesum!”

“Rupanya kau benar-benar ingin aku melakukannya ya?” tanya Donghae sambil berjalan mendekati Yoona. Ia mengerlingkan matanya.

Oppa!” Yoona melangkah mundur menjauhi Donghae yang semakin mendekatinya. “Ah pergiiii!!”

“Oke, oke. Hahahahaha!” Donghae tertawa lagi. Yoona terdiam melihat wajah Donghae yang sangat tampan saat tertawa. “Ini baju untukmu.” Donghae tiba-tiba memberikan Yoona kantong karton berwarna hitam. Yoona buru-buru mengambilnya.

“Waaah, bagus sekali.” puji Yoona. Donghae tersenyum lebar mendengarnya. ‘Aku tidak salah pilih.’ gumam Donghae dalam hati.

“Pakai itu untuk mala mini. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat.”

Huh? Kemana?”

“Rahasia!” jawab Donghae lalu melesat masuk ke dalam kamar mandi.

***

 

Donghae tersenyum melihat Yoona yang menatap semuanya dengan kagum. Kemudian ia menggait tangan Yoona dan membawa gadisnya mendekati meja yang berhiaskan lilin, mawar dan beberapa makanan.

 

“Kau suka?” tanya Donghae. Yoona mengangguk. “Ayo makan, kau pasti lapar.” Yoona mengangguk lagi.

 

 

Setelah makan Donghae membawa Yoona mendekati pantai. Yoona memejamkan matanya kemudian merentangkan tangannya dan menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Tiba-tiba tangan Donghae melingkar dipinggangnya dan memeluknya erat.

 

“Aku mencintaimu.” bisik Donghae di telinga Yoona, membuat Yoona kegelian.

Na do!” jawab Yoona kemudian membalikkan badannya dan memeluk Donghae. Donghae mencium ubun-ubun Yoona kemudian berjanji dalam hatinya bahwa mulai sekarang ia akan sepenuhnya melupakan Tiffany dan mencintai Yoona dengan segenap hatinya.


40 thoughts on “[Freelance] No Other

  1. siwon belum pergi -.- #plak
    yoonanya d sini suka marah ya? Gara2 donghae juga sih. Hahha
    terus berkaya ya author…🙂

    Like

  2. Dari yg pertam hate U Love U terus L.O.V.E sampe No Other ffnya keren..
    Keep writting ya author ^^ saya akan menanti ff” keren darimu hoho😀

    Like

  3. Yaaa,,>< YoonHae Keren Ceritanya,, Yoona Cemburu Sm Tiffany, Smpai Mabuk Gt, Cinta Banget Sm Donghae Ya, Hehehe
    Di Tunggu Ff Yoonhae Yg Lain..^^

    Like

  4. Wah Good FF😀
    dari awal sampe sini keren😀
    akhirnya gak ada cemburu-cemburu lagi🙂
    yoona eonnie sampe mabuk gara-gara cemburu😦

    ditunggu karya yg lain ya :d keep writing😀

    Like

  5. Kyaaa YoonHae~ :*
    Daebaakk..!! FF nya Kereenn..!!
    Dari Pertama sampe yang ini, FF nya Kereenn.. Daebakk pokoknya..!!
    Udah end kah? Atau masih ada lanjutannya? Kalau ada.. cepet di post ya..😀
    Dan, buat FF YoonHae lagi ya thoorr..🙂
    Keep Writing..!!

    Like

  6. waaah ditunggu ff yoonhae yg lain nya ya thor~~ siwon nya kok g adaaa >.< ehehehe buat hae yg bener2 cemburu sama yoong dong! kasian yoong mulu yang cemburuan!
    great work thor!!

    Like

  7. hyung tiff ud ama aq jd jangan diambil, ud drimu ma yoong aj..

    ayo tiff qta prgi biarkan mreka sng.. #gandengtangantiffany

    ditunggu ff lainny..

    Like

  8. woahhhhh..
    eonni, FFnya makin sini makin daebak..
    ahhh masih ada kelanjutannya kah?
    kalo ada ditunggu yahhh!!
    soalnya kan wonppa sama fany eonninya belum berjodoh..
    jeball lanjutin yahhh!!😀

    Like

  9. Pertamanya gue sebel banget sama donghae. masa dia masih punya rasa sama cewek laen padahal udah punya suami eh istri -____-
    Yoonanya harusnya marah lebih lama lagi >< geregetan gueeeeee

    good job thor. keep writing yaaaa😀

    Like

  10. hiyaaaa……..❤
    yoonhae tambah so sweet…..
    apakah ini udah end ?
    ato masih ada lanjutannya ?
    klo ada next part, lanjutt aja ya………

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s