[Freelance] The One I Love


Title : The One I Love

Length : OneShoot

Author : Lee HaeRa

Main Cast : – Cho Kyuhyun                     – Lee JinAh

Genre : Romance

Rating : G

Note : Fanfiction ini sebelumnya udah pernah dishare di FFindo.wordpress.com FaninFiction.wordpress.com, dan leehaera.wordpress.com

“Aaarrrgghhh”

Aku berteriak frustasi sambil memandangi piano yang berada tepat di seberang tempat tidurku, dan berjalan mendekatinya untuk kesekian kalinya. Selama ini, bermain piano adalah hal yang benar – benar ku sukai, Aku sangat senang, jika akan bermain untuk suatu acara. Dan aku pasti akan berlatih keras, untuk acara itu. Tapi bagaimana jika aku di minta memainkannya di hari pernikahan sahabatku, yang akan menikah dengan seseorang yang sangat aku cintai? Bahkan untuk membayangkannya sudah membuatku ingin menangis.

 

Aku masih bisa mengingat saat – saat dimana ia berjanji akan menungguku kembali dari luar negeri untuk melanjutkan pendidikanku. Dan bagaimana ia mengatakan bahwa ia tidak akan pernah meninggalkanku, walau terpisahkan jarak. Aku masih bisa mengingat semuanya dengan jelas, bahkan sangat.

 

= = = = =

 

“Jadi, apa yang ingin kau katakan?”

 

Aku menatap Kyuhyun yang duduk di depanku, dengan tatapan ragu begitu mendengar pertanyaannya. Entah kenapa aku merasa tidak yakin untuk berbicaranya dengannya tentang rencanaku untuk melanjutkan study ke luar negeri. Tapi bagaimanapun juga dia itu pacarku, dan lagi aku sudah harus berangkat besok, kurasa aku sudah harus mengatakannya.

 

“Oppa, begini. Aku sudah memutuskan untuk melanjutkan pendidikanku di perancis. Aku akan melanjutkan melanjutkan pendidikan modeling di sana. Aku hanya ingin memberitahukan itu.”

 

Dalam beberapa detik, keheningan menyelimuti suasana di tempatku dan Kyuhyun sekarang. Tidak ada satupun kata yang keluar dari mulut kami, samapai dia mulai angkat bicara lagi.

 

“Kapan kau akan berangkat?”

 

“Mmm….. Besok.”

 

“Secepat itu?”

 

“Maaf, sebenarnya aku sudah merencanakan ini sejak lama, aku hanya tidak berani mengatakannya padamu. Maaf.”

 

Aku memenjamkan mataku, dan menyatukan kedua telapak tanganku di depan wajah, meminta maaf padanya, karena sikapku. Namun kemudian ia menarik kedua tanganku kedalam genggamannya, membuatku langsung membuka mataku lagi.

 

“Kenapa kau tidak mengatakannya padaku sejak awal?”

 

Dia melontar sebuah pertanyaan tanpa melepaskan kedua tanganku yang masih tetap berada di genggamannya.

 

“Aku takut. Aku takut jika kau mengira bahwa aku memutuskan untuk pergi karena aku tidka mau berada di dekatmu lagi.”

 

Dia tertawa kecil saat aku mengatakannya, membuatku mengerutkan keningku, tidak mengerti dengan sikapnya.

 

“Kau ini, yang benar saja. Aku ini bukan anak kecil yang suka berburuk sangka hanya karena pacarnya memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri.”

 

“Jadi… Kau setuju, jika aku pergi ke Perancis?”

 

Dia tersenyum, kecil.

 

“sebenarnya aku tidak rela…”

 

“He?”

 

“tapi, karena itu kenginanmu, maka aku tidak melarangnya.”

 

“Tapi… jika aku pergi nanti kau mau berjanji tidak akan berpaling pada gadis lainkan?”

“Tenang saja, sampai kapanpun itu, aku berjanji akan tetap menunggumu, walau berapa tahun lamanya.”

 

“Dan tidak berpaling pada gadis lain?”

 

“Dan tidak akan pernah berpaling pada gadis lain.”

 

“Janji???”

 

“Janji.”

 

Aku tersenyum lebar mendengarnya, rasanya hatiku menjadi sedikit lega.

 

= =

 

Aku menatap foto Kyuhyun yang berada di tanganku, dalam foto itu, dia sedang tersenyum lebar kea rah kamera. Foto ini di ambil saat kencan pertama kami, tepat pada hari ulang tahunku. Aku menggelengkan kepalaku, kemudian mengeluarkan fotonya dari bingkai foto itu. Aku berjalan kearah jendela, merobek – robek fotonya yang berada di tanganku dan membiarkannya terjatuh ketanah begitu saja. Aku sudah tidak boleh menyimpan fotonya lagi, karena dengan menyimpan fotonya, aku pasti akan semakin merasa sakit.

 

Drrrttt~ Drrtt~

 

Aku mengambil handphoneku yang berada di atas meja, dan segera mengangkatnya telfonnya setelah membaca nama penelfon.

 

“Halo? Hara, ada apa?”

 

“….”

 

“Menemani untuk bertemu Kyuhyun? Oh, maaf ku rasa aku tidak bisa, aku masih harus berlatih memainkan piano. Masih ada beberapa bagian yang aku belum bisa. Maaf, ya.”

 

Aku langsung memutuskan hubungan telfon setelah mengatakannya, dan menaruh handphoneku ke tempat asalnya. Aku tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun lagi, tidak setelah hari itu.

 

= =

 

“Ah, akhirnya aku kembali juga, setelah 3 tahun, aku benar – benar sudah merindukan Korea. Kau tahu, saat berada di Perancis aku benar – benar merasa tersiksa saat Negara ini, dan juga keluargaku. Aku kan tidak mungkin terus – terusan menelfon keluargaku, biaya telfonnya kan sangat mahal.”

 

Aku terus mengoceh pada sahabatku, Hara yang menjemputku di bandara saat ini. Hari ini adalah kepulanganku yang pertama dari perancis setelah 3 tahun.

 

“Ah, dasar ratu hemat. Bahkan untuk bertemu keluargamu saja kau tidak mau rugi. Dan hanya pulang setelah 3 tahun.”

 

“huh? Biar saja, aku kan bukan orang kaya seperti dirimu, sehingga bisa memboroskan uang.”

 

“Ah, sudahlah jangan membahas itu. Oh, ya aku sudah bertunangan beberapa bulan yang lalu. Dan sebentar lagi aku akan menikah.”

 

“Wah, selamat kalau begitu. Siapa calon suamimu itu? Apa aku mengenalnya?”

 

Tanyaku antusias.

 

“Ku rasa kau tidak mengenalnya, namanya Cho Kyuhyun.”

 

“Eh, siapa? Cho Kyuhyun.”

 

Aku sedikit merasa tidak percaya saat mendengar nama itu, ah tapi kan di korea ada banyak orang yang bernama sama. Cho Kyuhyun yang ia maksud bukan Kyuhyunku, kan?

 

“Iya, Cho Kyuhyun, nanti aku akan makan malam bersamanya, mau ikut?”

 

“Eh?”

 

Aku berfikir sebentar, untuk menerima ajaknnya itu, mungkin sebaiknya ku terima saja. Dengan begitukan aku bisa bertemu dengan Cho Kyuhyunnya itu.

 

“Boleh juga.”

 

“Kalau begitu, aku akan memberitahunya dulu, aku telfon dia dulu, ya?”

 

“Iya.”

 

= =

 

Aku dan Hyerin, terus membicarakan tentang study ku di Perancis. dan Apa saja yang terjadi di korea selama aku pergi. Saat ini aku dan dia sudah berada di restoran  tempat ia dan calonnya itu berjanji. Aku mengobrol dengannya dan terkadang kami sedikit tertawa, wal;au sebenarnya aku merasa sedikit…… takut?

 

“Ah, itu dia.”

 

Ucap Hara sambil melihat ke rah pintu masuk dan tersenyum lebar, Aku juga langsung melihat kearah pintu masuk. Dan saat itu, aku merasa waktu seperti berhenti putar. Aku tahu, aku tidak mungkin salah mengenalinya, walau sudah 3 tahun tidak bertemu. Tapi kenapa aku harus bertemu dengannya dengan status sebagai tunangan sahabatku sendiri?”

 

Tatapan kami sempat bertemu, dan bisa ku lihat dia juga sama terkejutnya dengan diriku. Selama beberapa detik kami hanya terus saling menatap, sampai aku melepaskan pandangan darinya, dan kembali menatap hara.

 

“Oppa? Kenapa diam di sana? Ayo, kemari.”

 

“Oppa, ini temanku itu, namanya JinAh. JinAh ini tunangku itu, Cho Kyuhyun.”

 

Hara mengenalkan ‘tunangannya’ itu padaku, saat Kyuhyun sampai di tempat kami duduk. Aku mencoba tersenyum padanya, namun, yang ada aku jadi terlihat seperti tersenyum muak padanya. Namun, senyumanku itu tidak terlalu terlihat, karena penerangan restaurant ini yang sedikit pudar, yang sengaja di buat untuk menghidupkan suasana romantic. Aku mengulurkan tanganku ke arahnya, selayaknya orang yang baru berkenalan.

 

“Lee JinAh.”

 

Dia balas mengulurkan tangannya dan menjabat tanganku, tanpa mengeluarkan sepatah katapun, dan tetap memandangiku. Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutku saat makan malam. Aku hanya terus diam, sambil mencoba agar tidak menatapnya. Seharusnya dari awal aku tahu bahwa tidak akan setia, dan aku tidak akan menaruh harapan agar dia tetap mencintaiku sejak awal.

 

= =

 

Semenjak kejadian itu aku sudah tidak bertemu dengannya lagi, saat ingin pulang, ia sempat memintaku untuk mendengar alasannya. Tapi aku memutuskan untuk tidak mendengarkannya, aku merasa tidak aka nada gunanya mendengarkan dia. Karena aku merasa, dia pasti akan memberiku kebohongan lagi. Aku memainkan piano yang ada di depanku, berharap dengan begitu aku dapat melupakannya, walau hanya 1 detik.

 

= =

 

Aku menatap pantulan diriku di kaca, aku sudah mengenakan gaun yang di beri Hara untuk hari ini, rambutku juga sudah di tata. Untuk make up aku hanya mengenakan bedak tipis, aku tidak terlalu suka menggunakan make up kecuali saat aku harus berada di panggung catwalk atau hal lain yang berkaitan dengan modeling. Aku memfokuskan kembali tatapanku kea rah cermin, wajar jika Kyuhyun berpaling ke hara dan melupakanku. Hara itu nyaris sempurna, dengan wajah cantik, sifat yang baik, dan dia juga berasal dari keluarga kaya. Dia bagai malaikat yang di turunkan ke bumi. Sungguh berbeda denganku, aku memiliki sifat yang buruk, dan aku hanya berasal dari keluarga biasa.

 

Setelah itu, aku langsung menuju mobil yang di kendarai oleh oppaku, Donghae yang sudah menunggu di luar. Aku bisa melihat tatapan tidak senang di wajahnya, saat aku baru masuk ke dalam mobil.

 

“Kenapa kau menerima tawan Hara untuk bermain piano di pernikahannya? Kau mencintai Kyuhyun kan? Kenapa kau tidak menolaknya saja?”

 

Dia langsung menyerangku dengan complainnya atas keputusanku.

“Oppa, kita sudah membecirakan ini, kau ingatkan? Justru karena aku mencintai Kyuhyun dan aku menyayangi sahabatku makanya aku menerima tawaran Hara. Kurasa mereka memang saling mencintai. Kebahagiaan mereka, juga kebahagiaanku.”

 

“Bagaimana kau masih mengatakan itu, di saat dia jelas – jelas mengekhianatimu dengan cara seperti ini?”

 

Aku hanya diam saat mendengarnya mengatakan itu, tapi aku tidak diam dalam arti yang sebenarnya, karena sebenarnya aku menangis. Air mataku mulai mengalir di pipiku, dan isakan kecil mulai terdengar dari mulutku. Donghae oppa, menghela nafasnya pelan, kemudian aku bisa merasakan mobilnya mulai melaju meninggalkan halaman rumah kami.

 

= =

 

Aku berjalan sendirian, sambil menyapukan pandanganku ke seluruh pintu yang ku lewati. Aku sudah sampai ke tempat pernikahannya di adakan, dan sekarang aku sedang mencari Hara. Dia memintaku menemaninya sebelum acaranya di mulai. Ku rasa dia benar – benar tegang.

 

“Ah, maaf. Saya ingin bertanya, ruang tunggu penganti ada dimana, ya?”

 

Tanyaku pada salah seorang yang berpapasan denganku.

 

“Ruangannya 2 ruangan yang berada paling pojok. Itu ruang tunggu pengantin pria dan wanita.”

 

“Oh, terimakasih.”

 

Ucapku sambil tersenyum kecil, orang itu juga balas tersenyum padaku dan pergi. Aku berjalan kearah tempat yang ia tunjukkan tadi. Tapi aku baru menyadari seuatu, ah, aku belum menanyakan yang mana ruang tunggu pengantin wanita. Ah, coba saja satu – satu, tapi kalau aku bertemu Kyuhyun bagaimana? Hhh, sudahlah. Aku berjalan ke salah satu pintu yang ada, dengan harapan bahwa itu ruangan tenpat Hara. Aku baru saja mengulurkan tanganku ke gagang pintu itu, tapi tiba – tiba ada yang membukanya dari dalam. Aku langsung bersiap – siap pergi dari sana begitu melihat siapa yang membuka pintu, sampai aku merasa ia memeluk tubuhku kuat, dan langsung membawaku masuk ke dalam ruang itu.

 

“Hei bodoh, apa yang kau lakukan? Kau ini akan menikah, kenapa malah memeluk perempuan yang bukan calon istrimu? Sebaiknya kau segera melepaskanku, aku harus segera bertemu dengan Hara.”

 

Aku terus mengumpat Kyuhyun, dan memintanya melepasku dengan alas an aku harus bertemu Hara. Tapi itu bukanlah alasan yang sebenarnya, aku ingin segera pergi karena aku tidak ingin kembali terperangkap oleh perasaanku sendiri.

 

“Saranghae.”

 

“Apa?”

 

Aku sedikit tidak percaya dengan yang baru ku dengar, aku tidak salah dengarkan?”

 

“Saranghae, saranghae JinAh.”

 

Aku terdiam mendengarnya, tapi kemudian aku merasakan sesuatu mulai mengalir turun di pipiku. Kenapa dia harus mengatakan hal seperti itu di saat seperti ini? Dia akan segera menikahkan? Kenapa?

 

“Kau berbohongkan? Tolong katakan bahwa kau hanya sedang berbohong sekarang. Kau tidak benar – benar mencintaiku kan?”

 

“Tidak bisa, aku tidak bisa mengatakannya, karena aku sedang berkata jujur.”

“Tidak kau berbohong, kau tidak mencintaiku.”

 

Dia melepaskan pelukannya, dan menatapku sendu.

 

“Lihat aku, apa aku terlihat sedang berbohong, sekarang?”

 

Aku menatapnya sebentar, tapi kemudian aku langsung menundukkan wajahku, aku tidak ingin melihatnya. Aku juga tidak ingin mendengar ia mengatakan Saranghae padaku seperti tadi. Aku tidak mau. Karena dia mengatakannya dengan jujur.

 

“Maafkan aku, tapi ku mohon percayalah, aku tidak pernah memiliki maksud untuk mengkhianatimu, tapi aku melakukan ini, karena orang tuaku menjodohku dengannya. 2 tahun setelah kau pergi, perusahaan ayahku hampir bangkrut. Dan hanya ini yang bisa ku lakukan untuk menyelamatkannya. Tapi sampai sekarang, aku masih mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu. Aku tidak pernah menyukai Hara sedikitpun, walau dia adalah orang yang selalu berada di sampingku selama 3 tahun kau pergi, tapi mata dan hatiku tetap melihatmu.”

 

Tidak, ku mohon, tolong berhenti mengatakannya aku tidak mau, aku tidak mau hatiku kembali penuh dengan dirimu. Ku mohon, aku tidak ingin menyakiti sahabatku.

 

“Kau juga masih mencintaiku, kan?”

 

Iya, aku memang masih mencintaimu.

 

“tidak, aku tidak mencintaimu.”

 

“Kau masih mencintaiku, aku tahu itu, kau bahkan masih menggunakan cincin pemberianku.”

“Aku memang menggunakannya, tapi ini bukan karena aku mencintaimu.”

 

Aku sedikit berteriak saat mengatakan itu, aku tidak ingin kalah oleh perasaanku lagi untuk kali ini. Dia menarik tangan kananku, pelan. Dan kemudian mencoba melepas cincin pemberiannya di jari manisku.

 

“Jangan di lepas.”

 

Tanpa ku sadari aku berteriak saat dia melepasnya, bagaimana ini? Dia jadi tahu kalau aku mencintainya.

 

“Kau memang mencintaiku. Tenang saja, aku tidak akan mengambilnya.”

 

Dia mengambil sebuah cincin yang berbentuk sama dengan milikku, kemudian memberikannya padaku.

 

Dia menarik tanganku lagi, dan memasangkan cincin yang tadi ia lepaskan. Lalu mengangkat tangan kanannya.

 

“Pasangkan cincin itu padaku.”

 

Aku hanya menurutinya, lalu menyentuh tangannya lembut, dan memasangkan cincin itu.

 

“Aku merasa, suatu saat nanti kita akan melakukan hal yang sama seperti ini, di altar pernikahan. Apa kau juga merasakan hal sama denganku?”

 

Apa? Apa  maksudnya dia mengatakan bahwa suatu saat nanti kami akan menikah? Sebenarnya, aku ingin mengatakan tidak, terlebih saat aku ingat Hara mencintainya. tapi….. bagaimana ini, kenapa aku merasa begitu senang?

 

“Hei, kenapa menangis? JinAh kau kenapa?”

“Tidak, aku tidak kenapa – kenapa.”

 

“JinAh?

 

“ Terima kasih.”

 

= =

 

Suara dari tuts – tuts piano yang ku mainkan terus terdengar ke seluruh penjuru ruangan, mengiringi langkah Hara menuju altar tempat Kyuhyun menunggunya. Semua mata terus tertuju pada dirinya yang terlihat sempurna. Setelah ia sampai, Kyuhyun menggengam tangannya. Dan merekapun mulai mengucapkan janji suci yang mengikat diri mereka sebagai sepasang suami istri. Setelah itu di lanjutkan dengan pemasangan cincin.

 

Jika mengingat keadaanku sebelum bertemu Kyuhyun tadi, aku merasa pasti akan menangis saat ini. Tapi saat ini, aku merasa jauh lebih baik. Setelah seluruh acara selesai, aku tidak langsung meninggalkan tempatku. Aku menatap cincin pemberian Kyuhyun sambil sedikit berfikir, lalu melepaskan cincin itu dari jari manisku dan menaruhnya di atas piano.

 

KyuHyun, maafkan aku, kali ini aku yang mengkhianatimu, padahal kau sudah begitu setia dengan tetap mencintaiku. Tapi aku sadar, cepat atau lambat aku memang harus meninggalkanmu. Dengan dirimu yang membalas perasaanku, itu sudah lebih dari cukup untukku.  Aku mencintaimu, tapi aku menyayangi sahabatku. Kebahagian kalian berdua adalah kebahagiaanku, karena itu mulai sekarang aku akan pergi dari kehidupanmu dan Hara. Karena itu, selamat tinggal Kyuhyun, sampai kapanpun, kau tetap satu – satunya orang yang ku cintai.

 

~END~


6 thoughts on “[Freelance] The One I Love

  1. Ya ampuunn!!! Baca ” The One I Love ” sambil dengerin lagu nya SJ – In My dream,, kerasa kayak masuk dalam ceritanya, ceritanya bagus bgt, sampek nyentuh k hati.. Pokoknya DAEBAKK!! Trus bikinin Sequelnya dongg..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s