[Freelance] Packet? #1


Tittle: Packet ? part 1

Cast: Oh Sehun

Seo Joo Hyun

Genre: Romance

Author: AAL (@adlnayu)

Halloo! For your information kmrn sempet terjadi kesalahan pas aku kirim ff ini. aku malah nge-attach ff between friends part 1 tapi sekarang beneran ko : )

Aku kembali membawa ff baru dengan cast sehun dan seohyun. Entah kenapa suka sama mereka berdua. Sama-sama magnae, sama-sama polos, terus mukanya mirip lagi hihihi yaudahlah ga banyak ngomong lagi, silahkan dinikmari. Happy reading! : )

~Sehun & Seo Hyun~

 

Author’s POV.

Pemuda berambut cokelat itu melepas topi yang menjadi salah satu atribut seragam kerjanya lalu mulai mengibas-ngibaskannya untuk menciptakan sedikit angin. Bulir-bulir keringat sebesar biji jagung mulai meluncur jatuh dari kening dan punggungnya. Jam kerjanya yang dimulai dari pukul sepuluh pagi sampai jam lima sore memang memaksanya untuk menantang panasnya sinar mentari.

Pemuda itu-Sehun memakai kembali topi berwarna hijau tua tersebut lalu berjalan menuju sepeda motor miliknya lalu mengambil sebuah paket yang terbungkus oleh kertas kado bermotif bintang yang tersimpan di dalam tas kerjanya yang lumayan besar.

Ia membaca alamat yang tertera pada paket tersebut tiga kali setelah sebelumnya membolak-balikan paket tersebut seakan takut ada tulisan yang belum ia baca.

Aneh, pikirnya. Bagaimana bisa alamat pengirim dan alamat yang dituju sama?

Sudah hampir tiga bulan ia mengemban profesi sampingannya sebagai tukang pos dan ini sudah ketiga kalinya ia mendapat tugas untuk mengantarkan paket yang aneh ini.

Sebenarnya ia membenci profesinya ini. tapi mau bagaimana lagi. Usianya sudah mau memasuki dua puluh tahun dan bulan depan ia akan masuk universitas. Bagaimana mungkin ia bisa membayar biaya masuknya yang tergolong mahal bila ia tidak bekerja.

Belum lagi pekerjaannya yang memaksa dirinya untuk berada di luar rumah sepanjang hari,  setiap bulan selalu saja ada paket aneh yang terbungkus oleh kertas kado bermotif bintang dengan alamat pengirim dan alamat yang dituju sama.

Orang aneh macam apa yang pergi ke kantor pos, mengirim paket yang pada akhirnya akan sampai ke tangan pengirim itu lagi?

Sehun meniup poninya dengan kesal. Ini sama saja dengan menambah-nambah jam kerjanya. Ia amati rumah mungil bercat putih yang ada dihadapannya lalu melirik ke arah kotak pos berwarna biru langit yang ada disamping pagar.

Ia membuka tutup kotak pos tersebut. Menaruh paket yang ada di genggamannya disana lalu berbalik menuju sepeda motornya yang terparkir tak jauh dari situ.

Sehun menatap kembali rumah mungil itu lalu membayangkan sosok asli dari pengirim misterius itu. Mungkin seorang nenek tua yang ditinggal cucunya sehingga ia kesepian dan mengirim paket untuk dirinya sendiri demi menyenangkan hatinya yang mulai hampa. Yah, bagaimana pun sosoknya Sehun tidak peduli. Yang jelas ia hanya berharap agar bulan depan ia tidak mendapat tugas untuk mengantar paket misterius itu lagi.

Ia tidak ingin menambah kembali jam kerja yang hanya akan merepotkan dirinya.

~ Sehun & Seo Hyun~

Wanita berambut panjang itu mengangkat wajahnya. Ia menatap sapu tangan yang baru selesai ia rajut lalu mulai mengamati setiap detailnya. Seakan takut ada benang yang mencuat dan bila ditarik akan menghancurkan sapu tangan yang sudah ia rajut dengan susah payah itu.

Setelah yakin bahwa rajutannya tadi sudah sempurna, wanita itu-Seo Hyun menaruh sapu tangan tadi ke dalam sebuah keranjang rotan lalu menaruhnya diatas sebuah lemari mungil.

Ia renggangkan kesepuluh jemari miliknya sambil mengerang kecil. Ternyata merajut selama kurang lebih setengah jam dapat membuat punggung dan tangannya pegal. Maklum, tahun ini ia sudah memasuki umur dua puluh enam tahun jadi wajar bila tubuhnya sudah tidak sanggup lagi bekerja terlalu berat. Istilah kasarnya, badan sudah mulai menua : -).

Sudah tua dan masih melajang.

Ah, lagi-lagi suara asing itu.

Kau Cantik, baik, karirmu bagus, apa lagi yang kurang?

Seohyun menggelengkan kedua kepalanya untuk mengusir suara-suara yang entah berasal dari mana. Mungkin hatinya.

Apa kau mau terus hidup menjadi perawan tua?

Cukup.

Seohyun membenci dua kata itu lebih dari apapun. Perawan tua. Ick. Ia memang perawan dan ia memang sudah tua. Ia tau itu jadi ia tidak memerlukan siapapun atau apapun mengingatkannya demikian.

Sudah ratusan kali orang tua dan teman-temannya menanyakan pertanyaan yang membuat ia muak.

Kapan menikah?

Astaga. Demi Paulo Coelho dan semua novel-novelnya. Tidakkah semua orang mengerti kalau pertanyaan itu jauh lebih tabu daripada sekedar menanyakan berapa berat badannya?

Seohyun tau apa yang terbaik untuk dirinya jadi ia merasa tidak membutuhkan orang lain untuk repot-repot mengurusnya. Karena itu lah ia memutuskan untuk meninggalkan rumah orang tuanya di Seoul dan membeli rumah mungil di daratan Busan dan menghabiskan waktunya untuk menulis novel.

Menjadi penulis adalah impiannya sejak dulu. Jauh dari keinginan orangtuanya yang menginginkan dirinya untuk menjadi seorang pengacara.

Masa depanku adalah hak ku. Katanya pada waktu itu. Aku yang menjalaninya. Dan sudah sewajarnya bila semua keputusan ada ditanganku. Bukan kalian.

Seohyun melirik jam dinding berbentuk bintang yang terpasang tepat diatas meja kerjanya. Pukul lima sore lewat lima belas menit. Itu berarti paketnya pasti sudah datang.

Dengan semangat ia melangkah kan kakinya keluar rumah. Membuka tutup kotak pos yang sudah mulai berkarat lalu kedua matanya langsung berbinar saat menemukan sebuah paket yang terbungkur kertas kado bermotif bintang terparkir disana.

Kedua tangannya langsung menyambar paket itu lalu langsung membawanya ke dalam rumah seakan takut ada maling yang akan mencuri paket itu darinya. Padahal, siapa juga yang mau mencuri paket sederhana itu?

Ia dudukan tubuhnya pada sofa berwarna putih yang terdapat di ruang tamu lalu mulai membuka bungkus kado itu secara hati-hati. Wanita itu takut merusak benda yang terdapat didalamnya walaupun ia sendiri sudah tau apa isinya.

Sepasang mug cantik berwarna biru dan kuning madu. Mug berwarna biru bergambar karakter Doraemon sedangkan yang berwarna kuning madu bergambar karakter Winnie the pooh.

Tentu saja ia mengetahui apa isi paket itu sebelum membukanya karena ia sendiri lah yang mengirim paket itu ke kantor pos.

Kronologinya sederhana saja. Wanita ini kesepian. Dan itu membuatnya memiliki kebiasaan yang cukup aneh. Yaitu setiap bulannya, ia akan membeli sebuah barang yang menurutnya bagus. Membungkus dengan kertas kado bermotif bintang kesukaannya lalu membawa barang itu ke kantor pos untuk diantarkan kembali ke rumahnya.

Kebiasaan ini berlangsung sebulan sekali. Bertujuan agar ia lupa bahwa dirinya pernah mengirimkan paket lalu pada saat ia mendapatkan paket itu kembali ia akan merasa senang dan berfikir bahwa ada orang lain yang mengiriminya paket tersebut , padahal paket itu berasal dari dirinya sendiri.

Aneh. Kelainan. Freak.

Cih. Lagi-lagi suara itu. dan kali ini Seohyun yakin bahwa suara asing itu memang berasal dari hatinya.

Dasar wanita kesepian. Ayo, keluarlah dari persembunyianmu ini dan cari lelaki yang mau menerima dirimu apa adanya.

Kadang ia memang membenarkan apa yang hatinya katakan. Ia memang aneh dan kesepian. Ia membutuhkan seseorang. Lelaki, atau Siapapun. Yang sanggup menerima dirinya apa adanya.

Tapi ia terlalu pengecut. Ia takut tersakiti. Sudah terlalu banyak kisah percintaan yang ia tulis dan itu selalu berakhir sad ending, dan ia tidak mau bernasib sama seperti karakter utama dalam kisahnya.

Daripada merasa sakit karena cinta, perasaan sepi dan hampa ini jauh lebih baik. Benar kan?

~Sehun & Seo Hyun~

 

Sehun mengacak-acak rambutnya dengan kesal. Lagi-lagi paket aneh itu datang lagi dan sialnya ia lah yang mendapat tugas untuk mengantarnya. Ingin rasanya pemuda ini menemui pengirim misterius itu lalu berteriak di depan wajahnya bahwa yang ia lakukan sangat tidak berguna.

Dan lagi letak rumah pengirim misterius itu berada di jalan yang berlawanan arah dengan rumahnya. Jadi mau tidak mau ia harus mengambil jalan memutar yang agak jauh untuk pulang.

Sehun langsung mengendarai sepeda motor miliknya dengan kecepatan tinggi ke rumah pengirim misterius itu. Waktu sudah menunjukan pukul enam sore, seharusnya jam kerjanya sudah selesai. Tapi karena harus mengantar paket sialan ini ia mungkin baru bisa sampai di rumahnya jam tujuh malam.

Double punch, pikirnya. Aku harus melakukan sesuatu untuk menghentikan ini semua.

Tiga puluh menit kemudian ia sudah berhasil sampai di depan rumah pengirim misterius itu. Sehun turun dari sepeda motornya, mengambil paket sialan itu dari dalam tas kerja yang lebih mirip karung beras lalu berjalan kearah kotak pos berwarna biru laut itu.

Ia meraih spidol dan robekan kertas dari dalam saku kemejanya. Tangannya sudah mau bergerak untuk menulis berbagai kalimat berisi cercaan kasar namun otaknya mencegahnya. Bila pengirim misterius itu mengadukan kelakukannya pada atasannya maka matilah ia. Pekerjaan yang menjadi satu-satunya pemasukan uang untuk masuk universitasnya akan hilang.

Sehun menggelengkan kepalanya lagi sambil berfikir pesan apa yang akan ia tulis untuk pengirim misterius tersebut. Yang jelas ia ingin menulis pesan yang sopan tapi berhasil menohok pengirim misterius itu agar berhenti untuk mengirimi paket sialan yang terus menerus merepotkannya.

Setelah berfikir sebentar akhirnya Sehun berhasil menemukan satu kalimat yang pas. Sebenarnya ini lebih cocok untuk disebut pertanyaan tapi ia tidak peduli.

Yang jelas Sehun akan melakukan apapun agar pengirim misterius itu menghentikan kebiasaan anehnya. Entah dengan cara apa.

~Sehun & Seo Hyun~

 

Seohyun melirik jam dinding. Jarum pendek sudah menunjukan pukul enam lewat dua puluh menit dan paket yang ia tunggu belum datang-datang, padahal ia sudah tidak sabar untuk membuka paket itu dan menemukan sebuah summer dress cantik yang ia beli bulan lalu.

Wanita itu kembali memusatkan pikirannya pada laptop dihadapannya sampai ia mendengar suara deru sepeda motor terparkir di depan rumahnya.

Secepat kilat Seohyun langsung bangkit dari tempat duduknya lalu berlari menuju jendela di lantai dua untuk mengintip apakah suara sepeda motor adalah milik tukang pos yang biasa mengantarkan paketnya.

Kedua matanya menangkap sosok tukang pos itu turun dari sepeda motornya. Tukang pos itu menggunakan helm jadi Seohyun tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tapi dari postur tubuhnya yang lumayan tinggi, Seohyun bisa membayangkan kalau wajah tukang pos itu cukup tampan.

Kedua alis Seohyun memicing saat melihat tukang pos itu menuliskan sesuatu pada secarik kertas lalu menaruhnya ke dalam kotak pos bersamaan dengan paket miliknya. Kedua kakinya sudah ingin berlari keluar dan bertanya kepada tukang pos itu apa yang sedang ia lakukan tapi lagi-lagi perasaan takut itu mencegahnya.

Ayo, apalagi yang kau tunggu. Cepat keluar! Lagi-lagi hatinya bersuara, apa kau tidak mau bertatap muka dengan seseorang yang selama ini mengantar paket bodohmu itu?

Tepat ketika kedua kakinya sudah siap untuk melangkah keluar, tukang pos itu sudah kembali menaiki sepeda motornya dan pergi meninggalkan rumahnya.

Seohyun menghela nafas pelan. Mungkin ini memang belum saatnya ia bertatap muka dengan tukang pos yang selama ini sudah sangat sabar mengantarkan paket bodoh miliknya.

Dengan lesuh ia berjalan kearah kotak pos itu lalu membuka tutupnya. Mengambil paket miliknya lalu seketika kedua matanya menemukan robekan kertas kecil yang tertempel diatas permukaan paket bermotif bintang itu.

Seohyun langsung mengambil robekan itu lalu melupakan paket yang sudah ada dalam genggamannya. Kedua matanya langsung bergerak membaca tulisan yang tertera disana lalu seketika seulas senyum langsung terpatri diwajahnya yang pucat.

Dari kamu, untuk kamu?

-TBC-

Ya, kalian boleh marah-marah karena chapter ini sangat pendek hahaha. Aku sengaja buat pendek biar gereget hihihi :p.

Maaf ya disini umur mereka aku buat jauh lebih tua. Demi kepentingan cerita ko hehe.

Jangan lupa RCL ya readers-readersku yang cantik dan ganteng muah! :’)

 

 

 

 

 

 

 

 

 


29 thoughts on “[Freelance] Packet? #1

  1. iya… kq seonya tua amt, jdi kya’ bnran prwan tua yg ga laku hihihihi ^O^))Y
    daebak idenya chingu. byasanya seo slalu jdi magnae, eh skrang udh bsar *apaan ni ga pntg PLAKK
    dtunggu next chap yg lbh pnjang ya chingu…. fighting ^O^)((9

    Like

  2. .wuah , seo aneh aneh aja ngirimin paket dari dia ke dia -_- Tapi FF nya bagus kok🙂 Lanjutannya dipanjangin ya? Biar bisa kejedot tembok bareng LuHan’oppa gara” kbiasaannya Seonnie *pllaakk!

    Like

  3. Hmm, thor kok seo ny tuaa amet ya masa 26 tahun-_-
    iyaaa ni chapter ini pendek thor:p bikin aku penasaran aja kkk~😄
    ceritany seruu ni thor haha seobaby ngirim paket dari dia ke dia:O:D=D
    ditunggu ya next part ny secepatny di post okehh thor!!!:D *maksa* #plak *abaikan* XDD

    hwaiting thor! keep write!^^

    Like

  4. Kasihan ya seo udh 26 thn blom punya pacar juga #haduh .
    Tapi tetap semangat ya seo !!!
    Sabar ya sehun oppa dalam menjalani pekerjaannya !
    Ceritanya bagus kok .
    Chap selanjutnya jangan lama2 ya, ditunggu loh !🙂

    Like

  5. Penasaran deh..
    gimana entar mereka ketemu dan konflik apa yang akan terjadi
    Hmmm.. keratif!
    Sepertinya tukang paket pun bisa memebrimu ide chingu🙂
    hehehehehhe

    Like

  6. Hehe sebenernya udah baca di blog author… tp krna saya ketagihan sama seohun (?), jadinya saya baca lagi…

    Jangan lama-lama ya thor?? Bagus bgt ini soalnya… ^___^
    Keep on writing

    Like

  7. seo eonninya tua banget udh umur segitu hehe.
    aku suka sama ceritanya, bikin penasaran. next part nya jangan lama-lama ya author hehe.

    Like

  8. yahhh… tua bngt sihh umur Seo, ya setidaknya umur Seo 23 thn.
    Kira-kira sehun mau g yah sma Seohyun yg notabenya umur Seo lebih tua dari dia.
    Kita lihat saja nanti.
    Lanjut Authorr, d’tunggu part selanjutnya and jangan kelamaaan.😀

    Like

  9. hihihi,,sebenar nya udah pernah baca ff ini sebelumnya(mungkin di blog author nya)
    seo unnie kasian banget,,ckckck cantik,tinggi,pintar kok perawan tua,,tapi gak tua2 amat sih,,kan baaru 26 tahun,,semoga sehun oppa jatuh cinta sama seo unnie atau ntar malah kebalik ?,,cepet lanjut yah thor,,

    Like

  10. FF dgn tema dan jln crita lain dr pd yg lain ni🙂. Dsni critany Seohyun bkl cadangan sm brondong keren Sehun ni?? Chap brikutny bwt SeoHun moment interaksi ya thor?
    Lnjt ya thor!!

    Like

  11. Sehun & Seohyun cucok jg scr Sehun cakep imut yah emank mrk agak2 mirip.^^
    q Seokyu shipper tp liat Sehun sama Seobb boleh2 aj hbz mrk sma2 imut cucok jd adk kakak.keke…
    Lanjut yah suka ne crt pengantar Pos + penulis novel yg kesepian…:)

    Like

  12. Haduh, seo kok jdi perawan tua yg kesepian x_x
    Mudah-mudahan part 2 ketemu ama sehun \(^o^)/
    Aku bayangin kata hati seo yg bicara itu kyk nenek sihir yg ngebujuk korbannya (?)😄

    Ditunggu next chapnya😉

    Like

  13. shock pas baca umur seohyun-_____- tapi alurnya aku suka. next part sangat aku tunggu ya~ aku kira part ini seohyun sama sehun saling bertemu, tapi ternyata harus tunggu next part. so, cepat ya~ ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s