[Freelance] Strawberry Juice #1


Author             :   Sunshineer ( Park Sung Young )

Genre             :   Romance, Family, School

Rated             :   PG – 17

Type               : Chapter

Main Cast      :  –     Sunny SNSD as Lee Sunny

–       Kyuhyun Super Junior as Cho Kyuhyun

–       Minho SHInee as Choi Minho

Support Cast :  –     Sungmin Super Junior as Lee Sungmin

–       Yoona SNSD as Im Yoona

–       Krystal F(x) as Jung Krystal

–       Donghae Super Junior Aas Lee Donghae

–       Tiffany SNSD as Stephanie Hwang

—————

HAPPY READING !!! ^^

—————–

 

 “ Lee Sunny!!” teriak Park Seosangnim yang melihat Sunny tertidur pulas di tempat duduknya ketika pelajaran sedang berlangsung.

Mendengar teriakan Seosangnim, Sunny sontak berdiri. Karena masih setengah sadar, keseimbangannya pun goyah dan dia pun terjatuh.

“ Awww!” pekik Sunny saat jatuh dan membentur meja yang ada di sebelahnya.

Semua murid dikelas menertawainya, karena mendengar teriakan Sunny yang lucu.

“ Diam semua!! Lee Sunny! Cepat ke depan, dan kerjakan soal di papan tulis!” perintah Park Seosangnim saat Sunny masih duduk lemas dilantai.

Sunny berdiri dengan sangat perlahan dari lantai. Dia terus mengelus-ngelus kepalanya yang sakit saat berjalan menuju papan tulis.

“ Cepat kerjakan!!”

“ Nee.. Seosangnim.”

Dengan kepala yang masih sakit dan sedikit pusing, Sunny mengambil kapur lalu membaca soal yang ada di papan tulis.

Ternyata soal Trigonometri. Sunny tidak mengerti, langsung melirik ke arah meja Yoona. Dia terlihat sedang meminta pertolongan dari Yoona untuk membantunya mengerjakan soal itu.

Namun Yoona tidak berani membantu, karena Yoona takut pada Park Seosangnim yang terkenal sebagai guru tergalak di Seoul High School itu.

Yoona terlihat sangat menyesal karena tidak bisa membantu Sunny untuk mengerjakan soal itu.

Sepuluh menit hampir berlalu, namun Sunny belum menjawab sama sekali soal itu. Dari tadi Sunny hanya memain-mainkan kapur tulis yang ada ditangannya.

Dengan polosnya Sunny mulai berbicara “ Mianhe Seosangnim. Aku tidak bisa mengerjakan soal ini.”

Sedangkan teman-teman sekelasnya tidak percaya, Sunny telah berani sekali berbicara seperti itu pada Park Seosangnim

“ Kau ini!!!!” bentak Park Seosangnim mengebrak mejanya, dan seketika itu pula wajah Seosangnim berubah menjadi sangat menakutkan.

“ Mianhe Seosangnim.” Lanjut Sunny dengan wajah tanpa dosanya.

“ Soal mudah seperti ini saja kau tidak bisa. Jung Krystal cepat kerjakan soal ini, kau Lee Sunny kembali ketempat dudukmu, perhatikan dan jangan tidur!” perintah Seosangnim dengan masih terlihat sangat menakutkan.

Sunny hanya duduk diam di tempatnya, dan memperhatikan Krystal yang dapat mengerjakan soal dengan mudah. Dalam waktu kurang dari lima menit saja Krystal sudah dapat menyelesaikan soal itu.

“ Bagus Jung Krystal, kau sudah dapat menyelesaikan ini dengan cepat dan tepat.” Kata Seosangnim  yang saat itu raut wajah berubah kembali menjadi tenang.

“ Ne.. Seosangnim.” Jawab Krystal yang kemudian berjalan menuju tempat duduknya.

“ Yeoja pabo..” ejek Krystal saat melintasi Sunny.

Mendengar perkataan Krystal itu, Sunny hanya bisa terdiam. Walaupun sebenarnya Sunny sangat ingin menjambak rambut dan menarik mulut yeoja sombong itu, tapi dia tidak mau membuat keributan di kelas dan membuat seosangnim lebih marah lagi padanya.

 

Author POV end

 

 

Sunny POV

Kriing

Bel istirahat berbunyi.

Saat ini aku sedang meyesali perbuatanku. Seharusnya aku menjawab soal tadi, tidak membuat Seosangnim marah padaku dan menjadi bahan ejekannya Krystal.

“ Sunny!” panggil seseorang. Aku langsung memalingkan pandanganku padanya.

“ Wae Yoona?” tanyaku tidak bersemangat dan sibuk mengelus-ngelus kepalaku yang masih sedikit sakit.

“ Kenapa kau tidak bersemangat seperti itu?” Terdengar jelas dari suaranya bahwa dia sangat mengkhawatirkan aku.

Yoona memang sahabatku yang paling baik dan sangat mengerti diriku. Kami sudah bersahabat sekitar 3 tahun lalu, saat itu kami masih duduk di Baewha Junior School. Dia sangat baik, dan perhatian padaku. Aku sangat senang bila berada didekatnya, dan dia sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri.

“ Ani Yoona.”

Dengan lembut Yoona mengelus kepalaku. “ Kepalamu masih sakit? Maaf tadi aku tidak bisa membantumu.”

Aku tersenyum kepada Yoona. “ Masih sedikit sakit. Ne gwenchana, aku mengerti kenapa kau tidak bisa membantuku.”

“ Baiklah. Oh ya kau mau ke kantin bersamaku?”

“ Ne.. Kajja! Aku juga mau ke kantin.”

 

Lorong sekolah sangat ramai hari ini. Aku dan Yoona harus berusaha menerobos kerumunan murid-murid di lorong.

Saat melewati ruang kelas 12-1, aku sedikit mencuri pandang untuk melihat keadaan di dalam kelas. Ternyata kelas itu sepi, hanya ada beberapa murid yang sedang sibuk belajar dan mengobrol.

Dimana Kyuhyun Sunbae? Kenapa dia tidak ada di dalam kelasnya? Padahal aku sangat ingin melihatnya hari ini…

“ Sunny!”

Seseorang memanggilku saat aku hendak menuruni tangga yang berada tak jauh dari kelas 12-1.

Aku menghadapkan tubuhku ke arah orang itu, agar dapat melihatnya. Ternyata Sungmin Oppa..

“ Hari ini kau buat masalah apa lagi?” tanya Sungmin Oppa penasaran sambil berjalan menghampiri aku dan Yoona.

“ Apa maksudmu Oppa? Memangnya setiap hari aku selalu membuat masalah apa?!” jawabku sedikit ketus, karena tidak menerima pernyataannya itu.

Sungmin Oppa memincingkan matanya ke arahku. “ Yaa.. Lee Sunny.. Apa perlu kusebutkan satu persatu masalah yang kau buat minggu ini?”

Aku melihat sekelilingku untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mendengar kecuali aku, Sungmin Oppa dan Yoona.

“  Aish Oppa kau ini!”

“ Jadi, apa?”

“ A-ni Oppa. Aku tidak membuat masalah apa-apa hari ini, kalau tidak percaya tanyakan saja pada Yoona. Benarkan Yoona?” Dustaku, lalu aku melirik pada Yoona untuk meminta sedikit  bantuan.

“ Aaaaa.. Nee Oppa. Sunny tidak berbuat apa-apa di kelas tadi.”

Bela Yoona yang dari tadi hanya diam mendengar aku dan Sungmin Oppa berbicara.

“ Kau yakin dengan apa yang kau katakan Yoona?” tanya Sungmin Oppa tidak percaya.

“ Aa..Nee.”  jawab Yoona yang terlihat sangat gugup

Yoona memang selalu gugup seperti itu bila bertemu dengan Sungmin Oppa. Bukan karena dia telah berbohong, tapi karena dia menyukai Sungmin Oppa. Sudah cukup lama Yoona menyukai Sungmin Oppa, tapi aku baru mengetahui hal ini ketika saat liburan musim panas tahun lalu.

Dengan sedikit ragu Sungmin Oppa, mempercayai perkataan Yoona. “ Baiklah kalo begitu aku percaya.”

Huh untunglah si namja cerewet ini percaya padaku dan Yoona, kalau tidak dia akan melaporkan semua masalah yang aku buat pada appa dan eomma.

“ Oh ya!” lanjut Sungmin Oppa

“ Apa lagi sekarang?” tanyaku tak sabaran.

“ Hari ini kau pulang naik bis ya… Aku akan pergi mencari buku bersama  temanku.”

“Shireo! Kenapa tidak kau saja yang naik bis, dan biarkan aku yang bawa mobilnya.” tolakku

Sungmin Oppa mencubit kedua pipiku dan menggoyang-goyang kepalaku. “ Sunny~, jebal! Aku sangat butuh mobil hari ini.”

“ Yaa! Shireo Oppa! Aku tidak mau naik bis, apa lagi naik bis sendirian!” kulepaskan cubitan tangannya di pipiku.

Sungmin Oppa mengalihkan pandangannya pada Yoona. “ Kau kan bisa pulang bersama Yoona. Kau pasti mau kan Yoona?”

“ Mian Oppa. Hari ini aku ada les, jadi aku tidak bisa menemani Sunny.” Yoona terlihat sangat menyesal menolak permintaan Sungmin Oppa.

“ Ayolah Sunny..”

“ Tidak, pokoknya aku tidak mau Oppa!”

“ Sunny, jebal! Sekali ini saja.” Bujuk Sungmin Oppa sambil mengacungkan jari telunjuknya ke mukaku.

“ Ada apa Sungmin?”  Tanya Kyuhyun Sunbae yang tiba-tiba datang dari arah pintu kelas 12-1 menghampiri kami.

“ Ani Kyuhyun. Hanya ada sedikit masalah.” Sungmin Oppa memincingkan matanya kepadaku.

“ Annyeong Sunbae!” sapaku dan Yoona pada Kyuhyun Sunbae.

Kyuhyun Sunbae tersenyum pada kami. “ Annyeong Sunny, Yoona.”

“ Memangnya ada masalah apa?”

“ Aku dan kelompokku akan mencari buku untuk mengerjakan tugas Song Seosangnim. Karena mobilnya tidak muat, jadi aku menyuruh Sunny pulang naik bis. Tapi Sunny tidak mau sendirian.” Sungmin Oppa bercerita dengan tampang yang sangat serius.

Aish apa-apaan orang ini, bisa-bisanya dia bercerita seperti itu pada Kyuhyun Sunbae. Membuatku malu saja! >///<

Bisa-bisa Kyuhyun Sunbae menganggapku anak manja dan egois. Huaaa Sungmin Oppa kau jahat!!!

Kyuhyun Sunbae mengalihkan pandangan padaku, dia meletakan tangannya di kepalaku lalu mengacak-ngacak rambutku dengan lembut. “ Yaaa… Sunny kau ini. Kalau begitu kau pulang naik bis bersamaku saja. Bagaimana?”

Deg Deg Deg Deg

Yaaaaaa! Kyuhyun Sunbae kenapa mengacak-ngacak rambutku seperti ini.

Omo?? Kenapa kau ini Sunny? Sadar Sunny … Sadar… Jangan diam saja, kau tidak boleh seperti ini.

“ A-ni Sunbae, aku pulang sendiri saja.” Tolakku tergagap

“ Yaaa.. Lee Sunny. Tadi kau tidak mau pulang sendiri.” Sindir Sungmin Oppa

“ Untuk kali ini tidak apa-apalah Oppa. Aku akan pulang sendiri.”  Lanjutku bersikap lapang dada seraya tersenyum kecut pada orang itu.

Aish sebenarnya aku sangat ingin pulang bersama dengan Kyuhyun Sunbae, tapi aku malu dan takut tidak bisa mengkontrol diriku bila berdekatan dengannya. Tuhan!!!! Aku harus bagaimana???? >_<

Sungmin Oppa menepuk-nepuk pundak Kyuhyun Sunbae. “ Kyuhyun aku titip Sunny ya! Tolong jaga adikku yang manis ini dengan baik.”

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. “ Ani.. Sunbae tidak usah, aku akan pulang sendiri saja.”

Kyuhyun Sunbae kembali menaruh tangannya di kepalaku. “ Yaaa Sunny! Mana mungkin aku membiarkanmu pulang sendiri. Jadi kau harus pulang bersamaku, arraseo?”

Aku menganggukan kepalaku seperti seorang adik yang menuruti perkataan kakaknya. “ Ne arraseo.. ”

“ Bagus! Kalo begitu pulang nanti, kau tunggu aku di depan pintu gerbang. “ Kyuhyun Sunbae menurunkan tangannya dari kepalaku.

“ Ne. Kalau begitu aku duluan Oppa, Sunbae. Bye! Ppali Yoona.” Aku langsung menarik tangan Yoona dan berjalan menuruni tangga.

“ Sunny. Kau mau membawaku kemana?”

Tanpa sadar aku telah membawa Yoona jauh melewati kantin, tujuan kami sebenarnya.

“ Bukankah kita mau ke kantin?”

“…” Aku berhenti berlari dan melepaskan gengaman tanganku pada Yoona.

“ Kau kenapa Sunny?” Tanya Yoona heran melihat sikapku yang aneh.

“ Ani.”

“ Kau yakin Sunny?” tanyanya khawatir

Aku tersenyum padanya. “ Nee.. aku tidak apa-apa.”

“ Tapi kalau ada masalah jangan sungkan untuk menceritakannya padaku.”

Ku rangkul pundak Yoona dan kembali mengajaknya berjalan. “ Nee.. aku mengerti.”

“ Yaaa.. Aku haus Sunny.”

“ Aku juga… Kajja kita ke kantin. Aku teraktir kau minum.”

“ Yaaa.. kau mau mentraktirku? Yang benar, kau tidak bohong kan?” Aku tidak menghiraukan pertanyaan Yoona. Aku dan Yoona kembali berjalan menuju kantin untuk makan siang.

Sunny POV end

 

 

 

Kyuhyun POV

 

“ Gomawo Kyuhyun sudah mau menemani adikku pulang.” Sungmin langsung merangkulku ketika kami hendak berjalan menuju perpustakaan sekolah.

Aku balas rangkulannya. “ Ne.. Gwenchana. Tak perlu sungkan, lagi pula aku sudah menganggap Sunny sebagai adikku sendiri.”

Aku adalah anak tunggal. Dari kecil aku sudah terbiasa sendirian dan merasa kesepian, karena tidak mempunyai saudara yang bisa menemaniku.

Di rumah biasanya aku hanya bermain dengan pengasuhku, sedangkan ayah dan ibuku sibuk bekerja.

Tapi kemudian rasa kesepian itu mulai menghilang, ketika aku bertemu dengan Sungmin.

Sungmin hanya tinggal berdua dengan adiknya di Seoul, karena kedua orang tuanya tinggal di Jepang dan kakak sulungnya tinggal di Amerika bersama isterinya.

Karena merasa memiliki banyak kesamaan, aku dan Sungmin menjadi dekat layakya seorang saudara. Dan kemudian aku bertemu Sunny, gadis manis yang lucu.

Semakin lama mengenal yeoja ini, aku semakin mengerti bagaimana rasanya menjadi seorang kakak.

“ Sunbae!!” panggil seseorang yang memotong pembicaraan kami.

Aku dan Sungmin menoleh ke arah dimana suara itu berasal. Aku melihat seorang yeoja berlari menghampiri kami berdua.

Sekarang yeoja itu memanggil nama kami sambil melambai-lambaikan tangannya. “ Kyuhyun Sunbae! Sungmin Sunbae!”

“ Kyuhyun apakah kau kenal dengan yeoja itu?” tanya Sungmin  penasaran sebelum yeoja itu berada dihadapan kami.

“ Entahlah. Kurasa tidak, karena aku baru melihatnya hari ini. Kalau kau?”

“ Aku juga tidak.”

Dia menyapa kami dengan sedikit membungkukkan badannya seraya memberi hormat. “ Annyeong Sunbae!”

“ Annyeong.” Balasku dan Sungmin bersamaan.

Aku perhatikan yeoja ini dari atas hingga kaki. Baru kali ini aku melihat yeoja seperti dia.

Seorang yeoja yang berpakaian sangat mencolok hanya untuk pergi ke sekolah. Dengan berbagai jenis aksesoris menempel di pakaiannya, eye shadow dan lipstik dengan warna yang mencolok, serta tatanan rambut yang tak kalah mencoloknya.

“ Oh ya Sunbae… Perkenalkan aku Jung Krystal siswa tingkat 11. Dan sekarang aku adalah rekan Sunbae untuk lomba karya ilmiah siswa. Salam kenal.” Dia tersenyum lebar padaku dan Sungmin.

Aku dan Sungmin hanya saling melemparkan pandangan heran dan tak percaya melihat yeoja ini.

“ Aku mohon bantuan dari Kyuhyun Sunbae dan Sungmin Sunbae sebagai anggota kelompok kalian yang baru…” Lanjutnya tanpa henti.

“ Oh.. Kalau begitu selamat bergabung di kelompok kami.” Potong  Sungmin dan memaksakan sebuah senyum diwajahnya.

Dia kembali membungkukkan badannya. “ Iya sama-sama Sunbae.”

“ Selamat bergabung. Kalau begitu aku dan Sungmin duluan.” Pamitku pada yeoja itu.

“ Nee.. Sunbae.” Dia kembali tersenyum lebar pada kami berdua.

 

“ Bisa-bisanya Park Seosangnim memasukan yeoja seperti itu di kelompok kita?” Tanya Sungmin heran saat kami sudah berjalan menjauh dari yeoja itu.

“ Aish kau ini. Mungkin saja dia orang yang lebih pintar darimu, walaupun sedikit aneh.”  Belaku dengan sedikit mencela yeoja itu.

“ Yaaa mungkin saja.” Sungmin ragu terlihat ragu dengan perkataanya.

 

Entah mengapa pelajaran hari ini begitu membosankan dari hari sebelumnya. Dari tadi aku hanya membaca buku yang baru saja aku pinjam diperpustakaan sekolah. Sesekali aku menguap karena bosan dan lelah. Aku mencoba  memejamkan mataku, tak sampai lima menit aku sudah tenggelam dalam tidur.

Seseorang menggoyang-goyangkan tubuhku. Hingga akhirnya aku terbangun. “ Kyuhyun…”

“ Waeyo?” tanyaku sedikit  meregangkan tubuh.

“ Ini sudah pukul 4. Sampai kapan kau mau tidur di kelas?” lanjut Kim Taeyeon teman sekelasku.

“ Mwo? Jam 4.”

Tanpa pikir panjang aku buru-buru membereskan buku yang ada di atas mejaku dan memasukannya kedalam tas.

“ Kyuhyun kau tidak apa-apa?” tanya Taeyeon heran yang melihatku terburu-buru.

“ Aku baik-baik saja. Terima kasih telah membangunkanku. Aku duluan.” Sebelum Taeyeon membalasnya aku sudah berlari keluar kelas.

Aku berlari menuruni tangga, hingga hampir terjatuh. Setelah tiba di pintu gerbang, aku melihat sekelilingku. Tidak ada satu orang pun disini.

Aku yakin dia pasti akan menungguku, tapi kenapa dia tidak ada disini? Dimana dia sekarang? Apa telah terjadi sesuatu padanya?

Aku ingat bahwa Sunny adalah orang sangat ceroboh, mungkin saja telah terjadi sesuatu padanya. Ya Tuhan! Bagaimana kalau benar telah terjadi sesuatu padanya?

Aku sudah berlari mengelilingi sekolah untuk mencari Sunny, tapi Sunny tidak ada dimana-mana. Saat aku mencarinya di luar sekolah, aku melihat seorang yeoja sedang duduk sendirian di halte bis.

“ Sunny..”

“ Ah Sunbaeee.. dari mana saja?”

“ Mianhe tadi aku ketiduran dikelas. Aku benar-benar minta maaf.”

”Nee. Tidak apa-apa Sunbae, itu bukan salahmu.”

Aish kenapa bocah ini tersenyum seperti itu padaku, membuatku semakin merasa bersalah saja. Tapi senyumannya itu membuat rasa lelahku setelah berlarian hilang begitu saja.

 

Kyuhyun POV end

 

Sunny POV

Hampir satu jam lebih aku menunggu Kyuhyun Sunbae, tapi dia tidak muncul-muncul juga. Aku sudah sangat lelah berdiri disini menunggunya. Sebenarnya dia itu kemana sih???

“ Huaa!!! Kyuhyun Sunbae tega sekali padaku. Apa dia lupa kalo dia mengajakku pulang bersamanya?” Protesku.

Aku berjalan menuju halte bis sambil menendang-nendang kerikil yang berserakan di jalan.

Tidak! Aku harus tetap menunggunya! Kalau begitu aku akan menunggunya disini saja…

Aku memainkan kunci rumah yang ada ditanganku dan sesekali melihat sekelilingku mencari Kyuhyun Sunbae.

“ Sunbae dimana kau? Aku sudah sangat lelah menunggumu disini. Dan bodohnya lagi, aku lupa membawa ponselku.” Keluhku

Dari tadi aku hanya melihat kendaraan-kendaraan yang melintas dihadapanku. Sore ini cuaca sedikit mendung, dan angin berhembus pelan. Mataku sedikit demi sedikit mulai terpejam, tak kuat menahan kantukku aku pun mulai terjaga.

“ Sunny.. “ Aku sangat terkejut, seseorang membangunkan aku ketika aku mulai terlelap. Mendengar suaranya saja, aku sudah tahu siapa orang ini.

“ Ah Sunbaeee.. dari mana saja?”

“ Mianhe tadi aku ketiduran dikelas. Aku benar-benar minta maaf.”

”Nee. Tidak apa-apa Sunbae, itu bukan salahmu.” Aku tersenyum padanya, agar dia tahu bahwa aku baik-baik saja.

 

Dua hari kemudian

Drr~drr~drr

Ponselku bergetar keras saat aku sedang asik membaca komik dikamar tidurku.

“ Yoeboseyo?”

‘ Sunny. Aku pulang terlambat hari ini dan akan ada yang datang kerumah. Tolong bantu aku untuk menyiapkan makan malam dan bereskan rumah, terutama kamar tamu.’  Sungmin Oppa berbicara tanpa henti ditelpon.

“ Kenapa tidak kau saja. Aku tidak mau!”

‘ Sunny-aa jebal, ini demi kebaikan kita berdua. Nanti aku akan belikan apa saja yang kau inginkan, tapi kau harus mau melakukan semua itu.’

‘ Mmm.. Kalau begitu aku setuju. Aku akan membereskan rumah dan memasak untukmu. Tapi memangnya siapa yang mau datang?’

‘ Nanti juga kau akan tahu. Aku sedang sibuk. Selamat berjuang asikku yang manis. Bye.”’Sungmin Oppa langsung menutup sambungan.

“ Memangnya siapa yang mau datang? Sampai-sampai aku harus merapikan rumah dan menyiapkan makanan.”

Aku meletakkan komikku kembali ke rak buku. Lalu mulai merapikan ruang tamu, kemudian kamar tamu. Kamar tamu ini sudah lama tidak dipakai, jadi banyak debu yang menempel dimana-mana. Setelah bersih dari debu, aku mengganti sprei tempat tidur dan membersihkan lantai.

Jam sudah menunjukan pukul 17.30 sudah hampir dua jam aku sendirian merapikan seluruh rumah. Aku menyesal kenapa dulu aku memilih rumah ini untuk ditinggali, karena ternyata rumah ini sangat luas. Aku sangat lelah merapikan rumah sebesar ini sendirian.

Lalu aku lanjutkan dengan memasak masakan untuk makan malam . Hari ini aku akan memasak makanan kesukaan Donghae Oppa. Entahlah saat ini aku sangat ingin memasaknya.

Semua makanan sudah tertata rapi di atas meja makan. Dan rumah pun sudah terlihat rapih, dibanding hari-hari biasa. Setelah semua pekerjaan beres, aku berniat untuk membaca komik lagi. Belum sempat aku mengambil komik, tiba-tiba terdengar suara bel.

Ding~dong~ding~dong

“ Aish.. siapa lagi yang ingin mengangguku?”

Aku berjalan menuju intercom yang berada didekat pintu, lalu menekan tombol. Seorang yeoja berdiri membelakangi pintu. Tanpa pikir panjang, aku langsung membuka pintu.

Yeoja itu membalikan badannya dan menyapaku.  “ Annyeong Sunny!”

 

__TBC__

Annyeong salam kenal, aku Park Sung Young (Sunshineer). Semoga chingu pada suka sama FF yang aku buat ini..

Dan aku mohon buat para reader kasih komen dan kalau bisa masukan buat aku..

Buat para silent reader aku menghormati kalian tapi aku lebih menghormati jika kalian mau komen FF aku ini..

Terima Kasih ^^

 

 


13 thoughts on “[Freelance] Strawberry Juice #1

  1. KyaKkK KYUSUN C0UPLE,KYUNNY C0UPLE apapun it aq suka suka suka bgt,he6,bgus CHingu ayo lnjuTkn n tetp smgt buat yg panjang partx y?muah T0P bgt bwt auTh0rX

    Like

  2. sukaaaa banget KyuSUn :))
    Lanjut ya author . kayanya aku pernah baca nih di blog lain , tapi cast cowok nya Leeteuk ya ? tapi Kyuhyun ajaaa deh😀

    Like

  3. kirain sama sungmin ternyataa ….
    seru ching, kyu masi nganggep adek ya?? Agak aneh kalo kyu ngga sama seo *jiwa wires
    tapi lanjutin yah ching, seru story linenya

    Like

  4. Wahh…. Thor, sweet ya FF nya. Mau ngasih komen apa ya ?? Yah, pokoknya FFnya bagus deh. Next chapter/part ditunggu ya….

    Hwaithing !!!🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s