[Freelance] Quasimodo


annyeong haseyo^^ Laras imnida, ini FF pertamaku yang ku post disini keke~ maaf kalo FF ini masih amburadul *plak comment ya ttg pendapatnya. oiya, FF ini hak paten milik saya (?) dan Onew juga hak paten milik saya *diserbu MVPs*
NB: FF ini sdh pernah di post di blog pribadi (myfictionlifestory.blogspot.com)
Judul FF : Quasimodo
Author : Choi MinYoung
Rating : Teen
Genre : SongFic
Length : One Shoot
Cast : Lee JinKi (Onew SHINee), Kim JongHyun (JongHyun SHINee), Kim KiBum (Key SHINee), Choi MinHo (MinHo SHINee), Lee TaeMin (TaeMin SHINee)
 
-oo0oo-
My love…
even if I can’t be with you..
even if my feelings end..
barred by a wall destiny
I still love you,
if I can just be somewhere where I can see you
because you are my everything

I’ve spent so many nights awake
so when my star like tears
start to fall like the half hearted rain
please remember
that I loved you….

-Quasimodo-
-oo0oo-
Onew story 
hari ini aku pulang ke Korea, beasiswa ku di New York sudah selesai. dan tiba saatnya untuk bertemu dengan dia, yeojachingu ku. selama beasiswa di New York aku tidak pernah bertemu dengannya, kurang lebih 4 tahun yg lalu terakhir aku bertemu dengannya.
yeobosaeyo” suara seorang wanita yang sangat asing di telingaku. apakah aku salah sambung? apakah ia telah berganti nomor telepon?
“s..s…siapa kau?”
“Mrs. Choi. siapa disana?” telpon segera aku tutup. Mrs. Choi?? siapakah orang itu? yeojachingu ku bermarga Park bukan Choi. lalu siapakah dia?
hampir setiap hari aku mencoba menelpon yeojachingu ku, namun tetap saja yang mejawab adalah Mrs.Choi, Mr.Choi maupun anaknya. dimanakah keluarga Park? apakah mereka sudah pindah rumah?
hari ini aku berniat untuk mengunjungi rumah yeojachingu ku, dan aku berharap ia masih ada disana.

“mencari siapa?”
“benarkah ini kediaman keluarga Park?”
ani. ini adalah kediaman keluarga Choi”
“lalu kemanakah keluarga Park yang dulu tinggal disini?”
“saya tidak tau. mereka menjual rumah ini 2 tahun yang lalu. ini nomor telpon keluarga Park. mungkin kau bisa menghubunginya”
ne. gamsahamnida
rumah itu sudah dijual 2 tahun yang lalu? mengapa aku baru mengetahuinya sekarang? aku sudah tidak ada contact sama sekali selama 2 tahun terakhir dengan yeojachingu ku, ia menghilang begitu saja. jadi ia pergi karena pindah rumah? lalu mengapa ia tak mengabariku? aku melihat jam tanganku, pukul 6 KST.
yeobosaeyo” terdengar suara seorang wanita mengangkat telpon ku.
“benarkah ini kediaman keluarga Park?”
ne. siapa anda?”
“Jinki”
“Jinki?? Keluarga Lee? ada apa Jinki? bukankah kau sedang beasiswa di New York?”
“aku sudah pulang kemarin. dimana yeojachingu ku?”
yeojachingu mu?? e…e…em… ia…”
“dimana?”
“ia telah meninggal 2 tahun yang lalu. setelah kepergiannya kami pindah rumah”
mwo?? andwe! tidak mungkin!”
“Jinki-ah, percayalah. aku umma nya. datanglah kemari, ia menitipkan sebuah surat untukmu”
aku tak sanggup untuk menjawab telpon itu. jadi ia telah pergi? ia pergi meninggalkanku?? jadi ia tidak menghubungiku karna ia telah pergi? hujan malam ini adalah hujan tangisan kehilanganku karnanya.
“Jinki-ah. aku tau kau sedih mendengar apa yang aku katakan di telpon tadi. namun inilah kenyataannya. ia menitipkan surat ini untukmu. silahkan kau buka surat itu” ucap umma dari yeojachingu ku dan meninggalkanku sendirian di ruang tamu.
Jinki-ah, mungkin saat kau membaca surat ini aku telah tiada, mengingat kau kembali ke Korea 2 tahun lagi. Jinki, janganlah kau bersedih. aku ingin kau mendapatkan yeoja yang lebih baik daripada aku. aku ingin kau melanjutkan hidupmu tanpa memikirkan aku terus-menerus.
Jinki, sebenarnya 2 minggu setelah kau berangkat menuju New York, aku di vonis memiliki tumor di kepalaku dan dokter mengatakan bahwa umurku tidak akan panjang lagi dan ia juga mengatakan bahwa umurku paling panjang hanya 2 tahun lamanya. dan hari ini aku menulis surat untukmu mengingat bahwa hari ini tepat 2 tahun aku mengidam penyakit ini. aku begitu sedih mendengar pernyataan dokter waktu itu, aku ingin hidup 5 tahun lagi, aku ingin melihatmu untuk terakhir kalinya. namun apa daya, sebentar lagi hidupku akan habis.
Jinki, lanjutkan hidupmu, kejarlah semua cita-citamu. dan temukan yeoja yang lebih baik dariku. I’ll miss you, Jinki…
My love…
even if I can’t be with you..
even if my feelings end..
barred by a wall destiny
I still love you,
if I can just be somewhere where I can see you
because you are my everything

I’ve spent so many nights awake
so when my star like tears
start to fall like the half hearted rain
please remember
that I loved you….

With love
-Jinki’s yeojachingu-
mengapa kau tidak memberitahukanku? apakah ini akhir dari hubungan kita? sudah terjawab. Ya inilah akhir dari hubunganku dengannya.
Jonghyun Story
sudah 2 tahun terakhir hari-hariku terasa sangat indah, tidak ada setitik air mata pun yang jatuh dari mataku. Dia, ya dia yang membuat hidupku menjadi seperti ini. kasih sayang, pelukan, perhatian dan juga sifat kemanjaannya yang membuat hari-hariku selalu ceria.
namun, takdir berkata lain. orang tuanya tidak merestui hubungan kami, begitu pula dengan kedua orang tuaku. entah alasan apa yang membuat kedua orang tua kami tidak merestui hubungan ini.
kedua orang tuanya sudah berkali-kali menentang hubunganku dengannya bahkan orang tuanya mengancam akan menjodohkan putri keduanya itu dengan namja lain.
dengan cinta yang kami rajut dengan kekeuh, kami sepakat untuk terus melanjutkan hubungan ini tanpa sepengetahuan orang tua kami. dan malam ini aku akan melamarnya, bagaimanapun caranya orang tua kami harus bisa menerima kenyataan bahwa aku dan dia memang saling mencintai satu sama lain.
kunci mobil sudah kubawa, buket bunga juga sudah tersiapkan yang terakhir adalah… cincin permata yang sangat cantik, yang aku beli kemarin saat perjalanan menuju Jepang. cincin permata yang dibalut dengan kotak berwarna merah hati ini aku taruh di kantong kemejaku yang berwarna biru garis-garis merah.
-flashback-
“aku akan melamarmu besok malam pukul 6 KST aku sampai di rumahmu”
mwo? bagaimana dengan orang tua oppa dan orang tuaku?”
“aku yakin mereka akan luluh hatinya”
“kau tidak akan bisa, oppa
“aku bisa. aku yakin aku bisa. mereka juga manusia, sama seperti kita. lama-kelamaan mereka juga akan luluh hatinya dan merestui kita”
“tapi oppa…..”
“sudahlah. aku yakin aku bisa mengatasi semuanya. apakah kau tidak mau aku lamar?”
“tentu saja mau, oppa. hanya saja….”
“ssstt… sudahlah”
-flashback end-
aku terus menyiapkan apa yang harus aku katakan nanti di depan kedua orang tua nya selama perjalanan menuju rumahnya. aku sudah siap! aku siap mendapat hujatan dan lain sebagainya. demi dia apapun akan aku lakukan. tiba-tiba saja ponselku berdering.
yeobosaeyo
oppa…. mwo? mengapa ia menangis? apa yang terjadi dengannya? aku menghentikan mobilku yg melaju.
chagi? apa yang terjadi padamu? mengapa kau menangis?”
oppa.. pulanglah, batalkan niatmu untuk melamarku”
waeyo, chagi?
“a…ak…aku…. dijodohkan, oppa” DEG! sebuah pisau tajam menusuk jantungku. ia dijodohkan? mengapa? mengapa kedua orang tuanya begitu tega dengan kami?
chagi…… turutilah permintaan orang tuamu. lupakan lah aku. mungkin itu yang terbaik untukmu. saranghaeyo” ku tekat tombol merah di ponsel. tetes demi tetes air mataku mengalir, mengikuti derasnya hujan malam ini. inilah kali pertama aku menangis setelah 2 tahun lamanya. oh tuhan apakah ini akhir dari hubunganku? mengapa akhir dari semua ini tidak sesuai dengan harapan kami? lalu bagaimana dengan cincin ini?
“pyaar” aku menjatuhkan cincin itu di genangan air. biarlah cincin itu hanyut dengan membawa rasa sakit hatiku saat ini. aku meraih ponsel yang terjatuh di bawah jok kursi. ku tekan nomor telponnya dan ku kirimkan sebuah pesan.
My love…
even if I can’t be with you..
even if my feelings end..
barred by a wall destiny
I still love you,
if I can just be somewhere where I can see you
because you are my everything

I’ve spent so many nights awake
so when my star like tears
start to fall like the half hearted rain
please remember
that I loved you….

Key story
ya, aku mencintainya. teman semasa SMP ku dulu, aku mencintainya sejak pertama kali aku berkenalan dengannya. sampai sekarang aku belum pernah sekalipun menyatakan perasaanku terhadapnya. mengapa? karna ia hanya menganggapku sebagai sebatas sahabat dan baginya tidak akan lebih dari seorang sahabat.
apakah aku salah telah menyembunyikan perasaanku selama ini? aku hanya takut ia akan meninggalkanku jika aku jujur padanya. mendengarnya bercerita tentang namjachingu nya yang baru, hari-hari special dengan namjachingu nya saja sudah cukup bagiku. aku hanya ingin melihatnya tersenyum. namun tak hanya itu, terkadang pada saat ia bersedih dan menangis aku pun ikut menangis, aku sangat membenci orang yang membuat ia menangis. seperti 3 bulan lalu misalnya.
-flashback-
waeyo? ada apa denganmu? mengapa kau menangis?”
“aku putus dengan namjachingu ku, kibum”
mwo? sudahlah tidak usah menangis”
“kau adalah sahabat terbaikku, kibum”
-flashback end-
ya. dia hanya menganggapku sahabat. setelah penantian dan penyembunyian yang panjang, aku memutuskan untuk mengungkapkan perasaanku terhadapnya malam ini. aku sudah menelponnya tadi siang untuk menemuiku di taman dekat rumahnya. tidak kuperkirakan sebelumnya jika malam ini hujan mengguyur Seoul, tetapi aku tidak akan membatalkan niat yang sudah matang ini. aku mengambil payung dan buket bunga lalu beranjak pergi menuju taman tersebut. 1… 2 jam aku menunggunya, ini sudah pukul 6 KST namun ia tak kunjung datang. hujan pun semakin deras. kemanakah dia? apakah ia lupa dengan janjinya untuk menemuiku malam ini? apakah ia membatalkan niatnya untuk menemuiku karna hujan deras? apapun alasannya, aku akan tetap menunggunya.
“Kibum-ie!!!” terdengar suara yang tidak asing bagiku, suara tersebut berasal dari seberang jalan. wajahnya tidak terlihat jelas karena hujan yang begitu deras. dan tiba-tiba terdengar suara hantaman benda keras yang membuatku kaget. suara apakah itu? wanita itu?? ia tertabrak?? tanpa pikir panjang aku segera menjatuhkan  payungku dan lari menolong wanita tersebut. kudekati wanita itu dan……….. aku tersentak.. wanita itu?? wanita itu?? yeojaku??
ANDWEEE!!!!!!!!!!!!” aku berteriak keras memecahkan suara derasnya hujan malam ini.
“Kibum-ie…” yeoja ku bersuara walaupun dengan kondisi yang sudah lemah
gwenchana?! andwe!!
gwenchana Kibum-ie. jangan menangis, aku kan selalu ada untukmu”
“jangan tinggalkan aku”
“tidak akan pernah”
andwe!! bangunlah!”
“Kibum-ie. mungkin ini terlambat. baca surat ini. Saranghaeyo” ucapnya dengan setengah sadar dan memberiku sebuah surat
Nado saranghaeyo. neomu neomu neomu saranghae
“jangan lupakan aku, Kibum. s..sa..sarang…saranghae” ia menutup kedua matanya. ANDWE!! tuhan!! bangunkan aku dari semua mimpi ini, aku belum siap untuk ditinggalkannya!!
hari ini adalah pemakaman yeoja kesayanganku. aku harus ikhlas atas kenyataan ini. kenyataan yang begitu pahit. aku membalikkan badan menuju mobil dan membuka sebuah surat yang ia berikan kemarin.
mungkin terlambat bagiku untuk mengatakan semua ini. saranghaeyo Kibum-ah. aku telah merahasiakan perasaanku ini selama bertahun-tahun. dan alasanu mengapa aku memiliku namjachingu karena waktu itu aku yakin aku bisa melupakanmu, aku yakin kau hanya menganggapku sahabat dan tidak akan lebih. namun aku tersadar bahwa aku tidak bisa. kau adalah sahabat terbaikku. mungkin suatu saat nanti aku akan mengatakan kau adalah namja terbaikku. ya suatu saat nanti….. aku berharap kau akan membalas surat kecilku ini, Kibum

tetes demi tetes air mataku mengalir. sebuah penyesalan datang. mengapa aku tidak mengatakan tentang perasaanku dari dulu?! aku mengambil secarik kertas dan pulpen
ini adalah surat balasanku. Nado saranghaeyo. aku menyesal telah menyembunyikan perasaanku selama ini. aku terlambat, aku bahkan belum bisa mewudjukan impianmu untuk menjadi yeojaku. mengapa kau meninggalkan ku secepat ini? mengapa kau begitu tega denganku? kau adalah yeoja terbaikku. walaupun aku tahu kau tidak bisa membaca surat ini, namun aku yakin. kau bisa membaca perasaanku saat ini.
My love…
even if I can’t be with you..
even if my feelings end..
barred by a wall destiny
I still love you,
if I can just be somewhere where I can see you
because you are my everything

I’ve spent so many nights awake
so when my star like tears
start to fall like the half hearted rain
please remember
that I loved you….

kutaruh surat kecil ini diatas nisan putih miliknya. apakah ini akhir dari semua persahabatanku dengannya? jawabannya adalah iya. ini memang akhir dari semuanya. sebuah akhir yang memberikan tusukan tertajam untuk jantungku dan hatiku.

Minho story
aku begitu mencintai yeojachingu ku. entah mengapa aku tidak ingin ia meninggalkanku dan begitu pula sebaliknya. orang tua kami berteman sejak dulu sehingga hubungan kami pun direstui. bahkan, kami sudah menjalin hubungan ini sejak kami masih duduk di kelas 3 SMP. aku hanya berharap menjadi yang terbaik untuknya, aku ingin selalu ada disaat ia membutuhkan aku. aku berjanji tidak akan meninggalkannya. ia adalah yeoja pertamaku dan aku juga namja pertamanya. dan aku berharap akulah namja terakhir baginya.
tetapi, kebahagiaanku tidak berlangsung lama. 3 bulan yang lalu ia divonis memiliki penyakit di dalam rahimnya dan tidak akan bisa memiliki keturunan. mendengar pernyataan itu, orang tua ku menyuruhku untuk menikahi orang lain yang bisa memiliki keturunan, begitu pula dengan orang tuanya yang juga menyuruhku untuk meninggalkan putrinya dan menikahi orang lain.
-flashback-
“Minho, ditinggalkan aku, aku tidak bisa memberimu keturunan. menikahlah dengan yeoja lain”
andwe! aku tidak bisa! aku mencintaimu. lebih dari apapun. tidak masalah jika aku tidak akan memiliki keturunan. aku hanya ingin bersamamu”
“Minho, dengarkan aku. ini demi kebaikan masa depanmu. tinggalkan aku, aku yakin kau akan mendapatkan yang lebih baik daripada aku”
-flashbak end-
sungguh aku tidak bisa meninggalkan dia. aku bersamanya sudah lebih dari 6 tahun lamanya, lalu hanya dengan masalah seperti ini aku harus meninggalkannya? tidak semudah itu! toh, kami bisa mengangkat anak asuh. sungguh aku tidak ingin meninggalkannya. aku ingin menjadi namja terakhir baginya dan begitu pula sebaliknya. tuhan berikanlah mukjizat untuknya. aku ingin bersamanya bukan bersama orang lain. aku hanya mencintainya.
yeobosaeyo
“Minho-ya.. aku mempunyai kabar baik”
ne? ada apa?”
“aku dibolehkan dokter untuk melakukan operasi rahim”
jinjja? kapan?”
“besok sore pukul 6 KST, kau akan menemaniku kan?”
ne. tentu”
terimakasih tuhan! semoga dengan operasi ini berjalan lancar. semoga aku dan dia bisa seperti sediakala dan tentunya aku bisa menikah dengannya bukan orang lain
“kau sudah siap, yeobo?”
ne. doakan aku selamat, Minho-ya
“tentu dan selalu” aku memeluknya. aku berharap aku bisa memeluknya lagi setelah operasi nanti, aku ingin ia menjadi umma dari anak-anakku nanti.
“Minho, ini untukmu”
“apa ini?”
“ini adalah surat untukmu, bacalah surat ini jika aku tidak kembali ke pelukkanmu. dan berjanjilah kau akan menuruti apa yang aku tulis didalam surat ini”
aniyo, chagi. operasi ini akan berjalan dengan lancar. dan aku yakin kita akan menikah dan memiliki 3 anak seperti yang kita bayangkan sebelumnya”
“aku hanya memintamu, Minho-ya. berjanjilah?”
“baiklah. aku berjanji. saranghaeyo
nado saranghaeyo, Minho-ya
ia masuk ke ruang operasi. 3 jam sudah aku menunggu yang tentunya dengan keluargaku dan keluarganya. kami sangat cemas dengan operasi ini. aku terus berdoa sepanjang operasi ini berjalan dan tiba-tiba seorang dokter yang mengoperasi yeojaku keluar dari ruang operasi. dokter itu keluar dengan wajah yang begitu sedih. apakah ini pertanda bahwa…………………………………..
“anda keluarga….”
“ya kami keluarganya” aku memutus ucapan dokter tersebut.
“maafkan kami. kami telah berusaha semaksimal mungkin”
ANDWE!!!!!!!!!!!!!!! dokter pasti berbohong!!!” tangisanku meledak. apakah yang diucapkan dokter tersebut adalah nyata? aku mengguncang-guncangkan tubuh dokter tersebut dan sepertinya ia merasa kesakitan
“maafkan kami, tuan. kami sudah berusaha” aku berlari kencang menuju keluar rumah sakit dan aku berteriak sekeras mungkin. Tuhan mengapa ini terjadi kepadaku?! mengapa kau ambil orang yang aku cintai?! mengapa kau ambil orang yang selalu membuatku tersenyum selama ini?! tuhan aku mohon kembalikan dia untukku! aku mohon tuhan! aku tau ini tidak mungkin namun aku benar-benar belum siap untuk kehilangan dia! petir menyambar dengan kencangnya, hujan mengguyur seakan mengetahui isi hatiku saat ini. kubuka surat yang tadi ia berikan masih dengan hujan yang membasahi seluruh tubuhku.
Minho-ya, terimakasih sudah membuka surat ini. sebelum kau meneruskan membacanya, berjanjilah padaku untuk menuruti apa yang aku tulis di surat ini.
Minho-ya. maafkan aku karna telah meninggalkanmu secepat ini. maafkan aku yang tidak bisa menjadi umma untuk anak-anakmu kelak. jeongmal mianhaeyo Minho-ya.
Minho, berjanjilah padaku untuk tetap tersenyum dan janganlah menangis apalagi menangis untukku. aku tidak ingin melihat kau menangis. aku ingin melihatmu selalu tersenyum. Minho, carilah penggantiku secepat mungkin, janganlah engkau hanyut dalam kesedihan karna aku meninggalkanmu seperti ini. aku akan selalu mencintaimu, Minho. karna itu carilah penggantiku secepat mungkin.
My love…
even if I can’t be with you..
even if my feelings end..
barred by a wall destiny
I still love you,
if I can just be somewhere where I can see you
because you are my everything

I’ve spent so many nights awake
so when my star like tears
start to fall like the half hearted rain
please remember
that I loved you….

aku kembali menitikkan air mata. apakah ini akhir dari semuanya tuhan? aku akan menerima semua kenyataan ini. namun, berikanlah yang terbaik untuknya diatas sana dan jagalah ia.
Taemin story
akhirnya aku sampai juga dirumah setelah 3 tahun berada di asrama. aku sudah berjanji untuk menemui yeojachingu ku yang sudah 3 tahun lamanya tidak bertemu. nanti malam pukul 6 KST aku akan menemuinya. langit sudah cukup mendung dan sepertinya nanti malam hujan akan datang. aku segera mengambil jaket tebalku, payung dan tak lupa aku pun membawa sebuah kado berisi tas, baju dan tentunya ini adalah kado spesial untuknya.
bukankah ini rumahnya? mengapa rumahnya sangat sepi? apakah ia sudah pindah rumah? tiba-tiba sebuah mobil membunyikan klakson tepat dibelakangku, aku tersentak dan berpindah ke trotoar lalu menunduk menandakan mohon maaf. mobil itu masuk kedalam rumah yeojachingu ku. rasanya aku ingin bertanya kepada orang itu namun aku membatalkan niatku. aku membawa pulang kado spesial yang akan aku berikan kepada yeojachingu ku kembali. hujan turun dengan derasnya, beruntung aku sudah sampai dirumah. namun aku kecewa dengannya. ia berjanji akan selalu menungguku. namun apa yang terjadi? ia pergi entah kemana. bahkan sekarang rumahnya sudah ditempati oleh orang lain. besok aku akan mencoba untuk kerumahnya lagi tentu saja untuk mencarinya.
“Taemin-ah! ada paket untukmu”
ne umma
paket? paket apa ini? aku bahkan tidak memesan apapun. apakah ini paket dari yeojachingu ku? ya semoga saja begitu. dengan pelan tapi pasti aku membuka paket itu. sebuah buku diary. namun, milik siapakah ini?
Saranghaeyo Lee Taemin” mwo? pada halaman pertama saja sudah tertulis seperti ini. aku yakin, ini pasti milik yeojachingu ku, namun mengapa ia memberikan diary ini?
“Taemin-ah, aku ingin kau datang besok malam pukul 6 KST di taman yang biasa kita kunjungi dulu” kubuka halaman ketiga dan kosong. jadi diary ini hanya ditulis pada halam 1 dan 2 saja? apa maksudnya? aku masih yakin bahwa ini adalah yeojachingu ku. baiklah, aku akan datang besok malam pukul 6 KST di taman, taman dekat rumahnya. di tengah taman tersebut terbangun sebuah pohon yang sangat besar. pohon itu adalah saksi bersatunya cintaku dengannya.
-flashback-
“Taemin-ah. lihat pohon ini”
saranghaeyo Taemin” kubaca ukiran di pohon tersebut. ia hanya tersenyum
“maksudnya?” tanyaku dengan dahi berkerut
saranghaeyo Taemin-ah
nado saranghaeyo” ia memelukku.
-flashback end-
6 bulan setelah kejadian itu, aku dikirim oleh orang tuaku ke asrama, karena mereka mengetahui hubunganku dengan yeojachingu ku. ia bahkan berjanji akan menungguku pulang dari asrama, namun apa buktinya? ia pergi tanpa ada kabar.
ini taman yang benar. namun, taman ini tampak sepi. dimanakah ia?
“kau Taemin?” tanya seorang kakek-kakek dengan memukul pundakku dari belakang
n..ne
“ini untukmu. seorang wanita memberikannya padaku untuk menyampaikannya”
gamsahamnida” kakek itu pun pergi. apa lagi ini? sebuah surat? apakah ini lanjutan dari buku diary yang kemarin aku terima? aku berjalan menuju kursi yang ada di taman dan kubuka surat itu dengan teliti
Taemin-ah, maafkan aku sudah mengingkari janjiku dulu. aku tidak bisa menemuimu karna aku yakin kau akan marah jika aku menjelaskannya secara langsung. aku tau kau sudah kembali pada saat kau datang kerumahku. aku ada di dalam mobil itu bersama……. suami dan anakku. maafkan aku Taemin, aku tau kau marah besar denganku. ini semua bukan kemauanku. jeongmal mianhaeyo Taemin-ah. saranghaeyo. jawablah pesanku, tinggalkan pesanku di kursi taman.

suami??? inikah jawaban untuk kesetiaanku selama ini? seketika aku merasa nadiku diam berdenyut. tak terasa ternyata aku sudah menitikkan air mata sedari tadi. aku merindukannya! mengapa ia tidak mau bertemu denganku? ku ambil pulpen di sakuku dan menuliskan balasan dibalik surat tersebut
aku tidak marah kepadamu. mengapa kau setega ini padaku? inilah hasil dari kesetiaanku padamu? tak apa. yang penting adalah kebahagianmu. aku senang kau sudah memiliki anak dan suami, aku hanya ingin kau membesarkannya dengan baik dan jadilah istri yang baik untuk suamimu.
My love…
even if I can’t be with you..
even if my feelings end..
barred by a wall destiny
I still love you,
if I can just be somewhere where I can see you
because you are my everything

I’ve spent so many nights awake
so when my star like tears
start to fall like the half hearted rain
please remember
that I loved you….

-Taemin-

aku tertunduk dan melegakan sakit hatiku dengan jeritan dan tangisan. oh, Tuhan inikah akhir dari semua kisah kami? Ya jawabannya adalah iya. tak ada harapan lagi. Goodbye My Love

Author
jika kalian perhatikan, kejadian di cerita ini semuanya terjadi pada pukul 6 KST. mengapa? silahkan liat di list album Lucifer. dimana letak lagu Quasimodo? ya Quasimodo berada di list ke-6.

-THE END-

No Silent Readers!

13 thoughts on “[Freelance] Quasimodo

  1. Authorrrr….
    Hiks :”( Ceritanya sediihhh :”””(((
    Nice FF😉
    Oh iya thor, itu posternya pas VCR SWC bukan sih? Kalo iya, pas VCR lagu apa?

    Like

  2. Sedih thor…
    Hikss,, hiks,, author harus tanggung jawab !! Tisu di rumah ku abis gara” baca ni ff..
    Huah ……..😥

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s