[Freelance] Blue Sky


BLUE SKY

Title : Blue Sky

Auhor : Choi Youngri / Yunita

Cast : Super Junior ( 13 + 2 )

Genre : Friendship, Crime, Action

Rating : Entahalah, saya tidak tahu menahu tentang rating

Length : Series

.

.

.

Blue Sky

Created by Yunita Isna .F. / Choi Youngri

In Chapter 01

.

.

.

9 Agustus 2009

Di sebuah gang kecil (09.27)

 

Seorang anak SMA bejalan dengan santainya, bajunya tidak rapi tidak seperti anak sekolahan lainnya, itu bukti bahwa anak itu sedang membolos ataupun anak yang masa depannya suram. Ia berbelok ke sebuah gang kecil.

“Hei! Anak kecil!” sebuah suara menghentikan langkah kaki anak itu, “Kau tahu bahwa kawasan ini adalah kawasan milik kami?” terdengar suara lagi, tapi suara ini berbeda dengan suara yang pertama tadi, bersamaan dengan suara tadi keluarlah seorang namja dari sebuah kegelapan, “Lalu?!” 1 kata itu keluar dari mulut anak SMA itu, dari nada bicaranya terlihat bahwa anak SMA itu sedang menantang, “Hmm…kau berani dengan kami?!”

“Memang kenapa?”

Orang yang tadi keluar itu menjentikan jarinya, keluarlah beberapa orang yang bertubuh kekar dan berwajah sangar, tanpa diperintah orang-orang itu langsung menghajar anak SMA itu, ada yang memakai tangannya, balok kayu, batang besi, dll.

DOOR…!

Terdengar suara tembakan dari atas, karena suara itu semua orang yang tadinya menghajar langsung berhenti dan menengok kearah dinding samping mereka, terlihatlah seorang namja yang berparas cantik membawa 2 buah pistol jenis BARRETA 92 di kedua tangannya. Orang itu memasukkan sebuah peredam suara kedalam pistol tersebut.

Orang itu melompat dan berputar dari depan ke belakang sembari melepaskan beberapa peluru. Sreeekk… orang itu berhasil mendarat di samping anak SMA yang tadinya dihajar, dengan salah satu tangannya orang itu lalu memeluk anak SMA itu sedangkan tangannya yang satunya lagi masih sibuk menarik pelatuk terus menerus.

Setelah beberapa detik melepas peluru orang-orang yang tadi menghajar anak SMA itu sudah tergelatak tak berdaya atau malah sudah tak bernyawa. Jika dilihat dari korban tembak itu, semua peluru itu bersarang di jantung dan tenggorokan orang-orang itu. Orang yang tadi menembak menyebarkan sebuah lambang berwarna biru muda di seluruh korban tembak tersebut.

“Kau tak apa anak kecil?” orang itu membalikkan badannya menghadap anak SMA itu, “Sepetinya hanya luka lebam-lebam saja” orang itu memperhatikan beberapa luka pada anak SMA yang tubuhnya sedikit bergetar karena takut, “Kim Heechul” orang itu tersenyum lalu menyodorkan tangannya, anak SMA itu mendongakkan kepalanya “Dongahae, Lee Donghae” anak itu menyambut tangan Heechul.

“Anak kecil, kau takkan kusakiti asalkan kau mau ikut bersama denganku”

“Kemana?”

“Nanti kau akan tau”

“Kajja…anak kecil”

“Ya! Aku ini sudah SMA, dan aku juga punya nama!”

“Ne…ne…kajja!” Donghae hanya mengikuti kemana Heechul akan membawanya.

.

.

Di depan sebuah rumah (09.29)

 

Berdiri seorang namja yang tengah menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya sambil bersandar pada sebuah tembok. Sedangkan terlihat jelas di depan gerbang yang menyatu dengan tembok  dimana namja itu menyandar terparkir beberapa mobil yang terpasang sebuah lambang pada pintu mobil tersebut, yang tak lain mobil tersebut adalah mobil polisi.

Sebenarnya anak itu sedang menangis karena terlihat jelas bahwa bahunya bergetar, tapi ia meredam suaranya dengan menutup seluruh wajahnya menggunakan kedua tangannya dan supaya air matanya tak terlihat oleh orang lain.

Seseorag menepuk bahunya, namja itu segera mengusap air matanya, wajah namja itu menunjukkan raut kebingungan saat melihat orang yang menepuk bahunya, “Nugu?” satu kata itulah yang hanya bisa keluar dari mulut namja itu, “Apa kau ingin membalaskan dendam kedua orang tuamu?” orang itu bukannya menjawab tapi malah balik bertanya, “Memangnya kau tahu siapa pembunuhnya?” namja itu balik bertanya dengan suara yang sedikit bergetar.

“Pertama kenalkan namaku Kim Yongwoon, biasa dipanggil Kangin, dan tentang siapa orang yang membunuh orang tuamu, kau akan tau jika kau mau ikut denganku” Kangin melangkahkan kakinya, sedangkan namja yang bernama Lee Hyukjae atau Eunhyuk itu hanya manatap punggung Kangin yang mulai menjauh.

Kangin yang merasa Eunhyuk tidak mengikutinya, perlahan tapi pasti memutar badannya memandang Eunhyuk yang juga sedang memandang dirinya, “Ayo..! apa kau tak ingin membalaskan dendam kedua orang tuamu?” Eunhyuk yang mendengar kata-kata Kangin, langsung menetapkan hatinya untuk membalas dendam pada orang yang sudah membunuh kedua orang tuanya. Lalu ia mulai berjalan di belakang Kangin.

.

.

Di dekat rumah tadi (09.32)

 

Berjalanlah seorang namja dengan seragam sekolahnya yang sudah penuh dengan warna merah, warna merah itu ia dapatkan karena ia bermain dengan cat atau pilok. Namja itu tidak memperdulikan seragamnya yang tak karuan itu, bahkan ia tak memperdulikan sekitarnya karena mata namja itu tidak memandang jalan yang sedang ia pijaki melainkan matanya tertuju pada sebuah benda yang berapa di kedua tangannya yang tak lain adalah PSP.

Tiba-tiba dua orang datang dengan menodongkan mulut pistol mereka pada namja itu, “Ya! Kau berhenti!!” ucap salah satu dari dua orang yang berseragam sama itu, namja itu berhenti lalu melihat kearah dua orang itu dan kembali melihat kearah PSPnya lagi, “Kau kami tangkap karena telah membunuh dua orang” seharusnya orang yang dituduh seperti itu akan mati ketakutan, tetapi tidak dengan namja itu.

“Cih, bagaiman kalian bisa menuduhku seperti itu?!” balas namja itu, “Itu terlihat jelas pada bajumu yang berwarna merah tersebut” polisi itu masih menodongkan pistolnya, “Ternyata dugaanku benar, bahwa polisi itu payah, hanya melindungi yang kaya dan berkuasa, bahkan bukti sekecil itu saja kalian tidak dapat menemukannya, polisi macam apa itu, aku kasian pada kalian” ejek namja itu, sedangkan kedua polisi itu semakin geram, dan bersiap menarik pelatuknya.

 

Seett…seett…seett…seett

Jleebb…jleebb…jleebb…jleebb

 

Empat buah pisau melesat cepat dan menusuk jantung dan tenggorokan kedua polisi tersebut, pisau-pisau itu datang dari sebuah pohon yang berada di pinggir jalan itu. Sedetik kemudian Brrruukk… turun seorang namja dari pohon dimana datangnya pisau tadi, orang itu berjalan mendekati dua orang yang tergeletak tak berdaya itu.

Orang itu mencabut pisau-pisaunya secara cepat, sehingga darah langsung memuncrat kemana-mana, tetapi untungnya orang itu sudah menghindar terlebih dahulu, jadi orang itu tidak terkena muncratan darah tersebut. Lalu orang itu mengambil sebuah kain dari dalam sakunya dan kain tersebut dipergukannya untuk me-lap pisau-pisaunya.

“Apa kau mau memainkan permainan yang nyata?” orang itu berbalik menghadap namja yang sedang menatapnya tajam, “Memang ada permainan nyata?” tanya balik namja itu, “Tentu saja ada, kalau kau ingin mencoba permainan tersebut ikutlah bersamaku” jawab orang itu, “Hmm…, sepertinya menarik” namja itu menghampiri orang yang membunuh kedua polisi tersebut, “Baiklah aku akan ikut” ucap namja itu, “Aku Lee Sungmin, kau?”

“Cho Kyuhyun” mereka berdua langsung berjalan beriringan meninggalkan dua onggok mayat.

.

.

Di pinggir jalan (09.35)

 

“Hosh…hosh…hosh…hosh…” terdengar deruan nafas yang sangat cepat dari seorang namja yang sedang menopangkan tangan kanannya pada sebuah tembok bangunan, wajahnya menunduk, sedangkan tangan kirinya memegangi dada sebelah kirinya.

“Kumohon jangan sekarang!” gumamnnya.

“Tuan Muda!!…Tuan Muda…!” terdengar sebuah teriakan yang suaranya tak asing oleh namja itu, saat ia memalingkan kepalanya kesamping, terlihat beberapa orang orang berpakaian hitam yang tak lain mereka adalah bodyguard namja tersebut.

“Aisshh…kenapa mereka masih saja mengikutiku sih?!!” gerutunya, lalu namja itu mulai berjalan sambil tangan kirinya masih memegangi dada sebelah kirinya.

“Ah! Itu dia Tuan Muda! Tuan Muda!” teriak salah satu dari bigyguard-bodyguard itu, namja yang dipanggil ‘Tuan Muda’ itu kian mempercepat langkahnya.

“Tuan Muda tunggu!!”, “Tuan Muda tolong berhenti!!” teriak bodyguard-bodyguard itu. “Aisshh…menyusahkan saja. Jantungku tolong bertahanlah…kumohon…” bisik namja itu masih memegangi dada kirinya, namja itu ingin mempercepat langkahnya, namun sayang jantungnya tak bisa diajak kompromi.

 

Srrreeeetttt…….

 

Seseorang menarik namja itu dari jalan ke sebuah lorong diantara dua bangunan. Saat orang itu sedang mengawasi keadaan di jalan, namja itu sibuk menahan sakit dan menenangkan jantungnya.

“Hosshh…hossshh…hossshh…” suara deruan nafas dari namja itu terdengar semakin cepat sedangkan tangan kirinya masih saja memegangi dada kirinya. “Gwenchana?” orang yang menyelamatkan namja itu memalingkan kepalanya pada namja itu.

Perlu waktu lama untuk namja itu menjawab karena jantungnya yang masih belum tenang. “Gwenchana” akhirnya namja itu menjawab. “Kau? Kenapa kau bisa dikejar seperti itu?” tanya orang itu, “Hmm…aku sedang bosan dirumah terus menerus, karena aku tak diperbolehkan oleh kedua orang tuaku untuk keluar dari rumah. Katanya mereka takut bila seandainya aku keluar dari rumah dan penyakitku kambuh saat orang-orang tidak mengetahui keberadaanku. Jadilah aku kabur seperti ini” jelas namja itu.

“Oh…, iya kenalkan aku Hankyung, panggil saja hyung, sepertinya kau lebih muda dariku” orang itu menyodorkan tangannya, “Siwon, Choi Siwon” namja itu menyambut tangan orang itu untuk bersalaman, “Em..sekarang kau akan pergi kemana?”

“Entahalah hyung, aku juga tidak tahu. Aku hanya ingin bebas dan mempunyai teman”

“Baiklah kalau kau memang ingin keduanya, sebaiknya kau ikut denganku, bagaimana?”

“Benarkah hyung, aku boleh ikut denganmu?”

Hankyung hanya mengangguk lalu berdiri dan membantu Siwon untuk bediri, selanjutnya mereka berjalan dengan Hankyung yang memapah Siwon. Walaupun jantungnya sudah tenang tapi tenaganya terkuras habis.

.

.

Disebuah taman (09.36)

 

Angin menerpa wajah seorang namja imut yang tengah duduk di salah satu kursi yang berada di taman tersebut. Semilir angin memainkan helai demi helai rambut namja itu, dari situ ia bisa melihat kesibukan beberapa orang di sekitarnya.

“Appa, umma! Aku ingin bunga itu” rengek seorang anak kecil pada kedua orang tuanya, “Chagi, kau ingin yang mana?, biar appa yang memetiknya” ayah dari anak itu berjongkok untuk mensejajarkan tingginya pada anaknya, “Aku ingin bunga yang berwarna putih itu” anak itu menujuk pada sebuah kumpulan bunga-bunga yang berwarna putih, “Baiklah biar appa ambilkan” ayah anak itu memetik sebuah bunga lalu diberikannya pada anaknya.

Namja itu melihat keluarga kecil tersebut dengan tatapan penuh rindu hingga tak sadar air matanya mengalir begitu saja dari kelopak matanya. Anak tadi berjalan menghampiri namja itu, lalu anak itu memberikan bunga yang dibawanya kepada namja itu, “Oppa, oppa jangan sedih, kuberikan bunga ini asal dengan satu syarat” namja itu mengusap air matanya, “Syaratnya oppa tidak boleh menangis lagi, nanti kalau oppa menangis, orang yang menyayangi oppa juga ikut sedih, arraseo!!” lanjut anak itu, “Arra! Gomawo anak kecil!” namja itu tersenyum sembari mengacak-acak rambut anak itu, “Cheonmaneyo oppa!. Bye…bye…” anak itu lari ketempat dimana orang tuanya berdiri.

“Kau rindu dengan keluargamu?” sebuah suara berhasil mengagetkan namja itu, “Hm…sepertinya” namja itu menoleh untuk melihat orang yang berhasil mengagetkannya, “Bukan hanya rindu, aku juga kesepian, selama ini tidak ada orang yang mendengar berbagai keluhanku” lanjutnya.

“Eumm…apa kau mau ikut bersamaku, kupastikan kau tak akan kesepian, dan bisa merasakan apa yang dinamakan keluarga. Bagaimana apa kau mau?” tanya orang itu. Sedangkan namja itu hanya menaikkan sebelah alisnya, orang itu mengerti yang dimaksud namja itu lalu dia mengulurkan tangannya “Kenalkan namaku Zhoumi, kau Henry Lau bukan?”.

“Eh?, dari mana kau tahu namaku?”

“Itu tidak perlu ku jawab, jadi bagaimana kau mau atau tidak?”

“Mungkinkah?, kalau aku ikut denganmu aku tidak akan kesepian lagi?”. Orang yang bernama Zhoumi itu hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Henry.

.

.

Di sebuah panti asuhan (09.38)

 

Ngeeekk…ngoookk..

 

Sebuah ayunan yang sedikit berkarat mengayun saat seorang namja menaikinya, kepalanya menengadah menatap langit yang biru nan indah dengan ditemani beberapa gumpalan-gumpalan berwarna putih yang tak lain adalah awan.

Namja itu meretas senyum manisnya dari bibirnya, menikmati pemandangan yang menurut namja itu indah dan menyejukkan hati, lalu ia mengarahkan pandangannya pada kumpulan anak kecil yang tengah bermain dengan bahagianya sepeti tidak ada beban yang ditanggung.

 

Ngeeekk…ngookk..

 

Suara ayunan terdengar dari sebelah ayunan yang dinaiki namja tadi, “Eh? Kau siapa?” namja itu mengalihkan pandangannya pada orang yang sedang menaiki ayunan di sebelahnya, “Anyeong!, perkenalkan Shin Donghae imnida, tapi panggil saja Shindong” orang yang bernama Shindong itu tersenyum kepada namja itu, “Oh…anyeong, Kim Ryeowook imnida”.

“Kau kenapa tidak ikut bermain atau sekolah?” kalimat itu berhasil berhasil membuat Ryeowool tersenyum miris, “Aku sebenarnya ingin sekolah, tapi sayang tidak ada yang membiayai” ucapnya sambil tertunduk, “Selama ini tidak ada yang mau bermain denganku, bahkan orang tuaku saja membuangku disaat aku belum mengetahui apa-apa” lanjutnya dengan kepala masih tertunduk menyembunyikan air matanya dari orang yang baru dikenalnya.

“Jadi kau ingin mendapat teman sekaligus bisa bersekolah?”

“Tentu saja, itu semua impianku sejak dulu”

“Baiklah, kalau itu semua keinginanmu ikutlah denganku, aku berjanji kau akan mendapat semua itu nanti” Shindong meretas senyum tulus.

“Benarkah? Itu semua akan aku dapatkan bila aku ikut denganmu?” Ryeowook bertanya dengan polosnya. Shindong hanya mengangguk.

.

.

Disebuah jalan (09.32)

 

“Sial!!” umpat seorang namja yang berjalan dengan perasaan penuh dengan kecewa dan kesal. “Kenapa ia bisa percaya begitu saja pada orang itu, aisshh…” namja itu mengacak-acak rambutnya. “Aiisshh…., awas kau Kim Woohyun, aku do’akan kau turun jabatan dari kepala kepolisian menjadi seorang cleaning service” namja itu masih saja menggerutu di sepanjang jalan menyebabkan orang-orang disekitarnya menatapnya aneh.

“Aku akan senang bila itu terjadi” gerutunya lagi. “Tunggu saja waktunya, aku akan membuat itu menjadi kenyataan. Karena kau sudah menuduhku membunuh dua orang polisi dengan alasan aku iri dengan kedua polisi tersebut, lalu memecatku, dan kau lebih membela polisi amatiran itu daripada aku”

“Apa kau benar ingin menurunkan jabatannya?” sebuah suara membuatnya menghentikan langkahnya dan menoleh menatap orang yang sedang bersandar pada sebuah bangunan sambil memandang langit biru. Namja itu menatap orang itu sebentar “Tentu saja, aku tak pernah bermain-main dengan ucapanku”.

“Kalau begitu ikutlah denganku” orang itu meretas senyum tulus pada namja itu. “Memang kau siapa? Kenal saja tidak, sudah berani mengajak-ajak orang asing” ucap namja itu dingin. “Kalau begitu kita berkenalan. Perkenalkan namku Kim Jongwon, tapi panggil saja Yesung” orang itu mengulurkan tangannya. “Oh..aku Kibum, Kim Kibum” namja itu mengacuhkan uluran tangan Yesung.

“Jadi bagaimana?, apa kau mau ikut?” tanya Yesung, “Memang kau bisa apa?” tanya Kibum masih dengan nada dingin. “Kita lihat saja nanti, kajja!!” Yesung menarik tangan Kibum tanpa meminta persetujuan dari si-pemilik tangan terlebh dahulu.

.

.

Disebuah gedung lantai 34 (10.17)

 

Ruangan mewah dengan desaign dan interior yang menarik perhatian banyak orang itu, ternyata bersembunyi di dalam sebuah gedung berlantai 43 itu. Jika dilihat dari luar, maka gedung itu hanya akan terlihat seperti gedung yang biasanya untuk berbisnis karena di depan gedung itu tertulis Aquila Company. Yah…itu semua memang hanya berlaku sampai lantai 30, jika sudah mencapai lantai 31-43 maka lantai itu hanya diisi oleh petinggi-petinggi Aquila Company, dan beberapa orang berbahaya.

Ruangan itu berisi beberapa perabotan mewah, yang salah satunya terdapat sebuah sofa yang panjang dan mungkin sofa tersebut bisa diduduki oleh beberapa orang dewasa. Sofa itu diduduki oleh 2 orang namja yang sejak tadi hanya terdiam, hanya bunyi detik jam-lah yang menyadarkan bahwa waktu teruslah berjalan.

Cekleekk…, masuklah 2 orang namja, yang satunya berparas cantik sedangkan yang satunya terdapat beberapa luka disebagian tubuhnya maupun wajahnya. Mereka adalah Heechul dan Donghae. “Hah…Yesungie, untung kau sudah sampai, tolong cepat obati anak ini” Heechul mendorong Donghae supaya duduk diatas sofa sedangkan Heechul duduk disebelah Donghae, Yesung langsung mengambil kotak obat yang terletak di sebuah meja dan setelah itu mengobati beberapa luka Donghae.

Cekleeekk…, masuklah 2 orang namja dengan diiringi suara tawa, yang tak lain mereka adalah Shindong dan Ryeowook, “Wah…Shindongie, kau sudah menemukannya!” seru Heechul, sementara Kibum hanya memandang dengan tatapan dingin. Shindong dan Ryeowook juga langsung mendudukkan tubuhnya di sofa itu.

Ceekkleekk…., masuk lagi 2 orang namja, yang satu tersenyum tipis sedangkan yang satunya menundukkan kepala menyambunyikan matanya yang sedikit sembab, yang tak lain mereka adalah Kangin dan Eunhyuk. Mereka juga langsung duduk di sofa.

Ceekleekk…., masuklah 2 orang namja lagi yang saling berangkulan dan melempar senyum pada semua orang yang berada di ruangan itu, mereka adalah Zhoumi dan Henry. mereka juga duduk di sofa itu.

Ceekkleekk…., masuk 2 orang namja lagi, yang satu melempar senyum manisnya dan yang satu lagi matanya tertuju pada sebuah benda yang berada di tangannya, yang tak lain mereka adalah Sungmin dan Kyuhyun. Mereka lebih memilih duduk di bawah, diatas sebuah karpet yang terlihat mahal.

Cekkelleek…., kali ini yang masuk hanya 1 orang, pakaiannya rapi, wajahnya-pun terlihat ber-kharisma. “Eh? hyung sudah kesini?” pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja dari mulut seorang Kim Heechul.

“Tentu saja sudah, kalau belum terus aku ini siapa?!” jawab orang itu. “Ehm…, apa semuanya sudah berkumpul?” lanjutnya. Semua orang yang berada di ruang itu saling melempar pandang sedangkan keenam namja yang masih asing hanya menujukkan raut kebingungan.

“Hmm…, sepertinya Hankyung hyung belum sampai” ujar Sungmin masih memperhatikan orang yang berada di ruang itu. “Ah…iya, Hankyung hyung belum ada” setuju Yesung.

Ceekkllekk…, suara pintu terbuka mebuat semua orang yang berada di ruangan itu mengalihkan pandangannya pada pintu rungan tersebut. Masuklah 2 orang yang satu memapah 1 orang diantara mereka berdua, yang tak lain mereka adalah Hankyung dan Siwon.

“Eh..Hankyung, kau sudah sampai, eh? Kenapa dengannya?”

“Ne, Leeteuk hyung, oh…dia, dia tadi dikejar oleh bodyguard-boduguardnya, dan saat berlari jantungnya tidak kuat, jadi aku harus menariknya dan bersembunyi terlebih dahulu, jadinya aku sedikit terlambat” jelas Hankyung lalu dia dan Siwon duduk dibawah bersamaan dengan Sungmin dan Kyuhyun, Leeteuk hanya mengangguk.

“Mmm..Yesungie…cepat kau periksa keadaannya terlebih dulu, baru setelah itu aku akan menjelaskannya” perintah Leeteuk, sedangkan Yesung langsung berdiri dan mengambil sebuah kotak yang berukuran lumayan besar dan sebuah handuknya yang diambilnya di dekat kamar mandi.

Yesung langsung berjalan menghampiri Siwon dan me-lap beberapa bagian tubuh Siwon yang dibanjiri dengan jutaan keringat dengan handuknya, lalu setelah itu barulah ia berkutat dengan alat-alatnya.

5 menit berlalu, Yesung-pun sudah memasukkan alat-alatnya lagi di kotaknya, “Sudah hyung, jantungnya sudah lebih stabil” Leeteuk hanya mengangguk, lalu menatap semua orang yang sedang duduk, sedangkan ia sendiri masih berdiri.

“Baiklah, pertama perkenalkan saya Park Jungsoo, atau sering dipanggil Leeteuk, saya adalah pimpinan sekaligus pemilik gedung ini. Lalu itu Hankyung, Heechul, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, dan yang terakhir Zhoumi. Pasti kalian bertujuh bingung kenapa saya menyuruh mereka bertujuh tadi membawa kalian kesini. Lalu kalian Lee Hyukjae, Lee Donghae, Choi Siwon, Kim Ryeowook, Kim Kibum, Cho Kyuhyun, dan Henry lau, ……”

“Tunggu, kenapa kau bisa tahu namaku? Padahal aku sama sekali belum pernah berkenalan denganmu” Donghae memotong perkataan Leeteuk, keenam orang lainnya hanya diam dan nampak setuju dengan perkataan Donghae.

“Tenang, untuk menjawab pertanyaanmu, apa kau pernah mendengar nama Blue Sky?”  Kibum melebarkan matanya sedangkan yang lainnya hanya menunjukkan wajah polosnya karena merasa tidak pernah mendengar nama itu.

“K..kau? K..kalian….” Kibum tidak melanjutkan kalimatnya karena masih terkejut.

Leeteuk mengangguk, “Kami adalah organisasi Blue Sky, organisasi yang berjalan dalam bidang  pembunuh bayaran…..”

.

.

.

.

.

TBC 😛

Gimana…gimana chapter 1-nya?, mungkin membosankan ya?, saya minta ma’af  kalo chapter satu-nya membosankan, dan gak ada crime sama action-nya sama sekali, soalnya ini kan baru chapter 1 berarti baru chapter perkenalan.

Mungkin ada crime, action, dan adegan berdarah-darahnya di chapter 3 kalo gak 4, dan saya mau tanya, kalo menurut reader fanfic ini kurang panjang atau malah kepanjangan?, biar nanti di chapter 2 kalo kepanjangan ya aku pendekin, tp kl kurang panjang nanti aku panjangin, tp sebenernya chapter 2-nya udh aku tulis.

Dan ma’af juga kalo banyak typo disana-sini, karena saya males baca ulang *dihajar masal*

Dan kalo comment jangan panggil saya ‘author’ atau ‘thor’, rasanya gak enak di denger *itu kl menurut aku*, tanggal lahir saya 26 Juni 1998 *siapa yang nanya* jadi reader bebas mau manggil saya apa?.

Udah cukup sekian saya ngomongnya. Jangan lupa setelah baca COMMENT atau LIKE. Bye…bye…!!


22 thoughts on “[Freelance] Blue Sky

  1. wew…PROM15SE ><
    yeah…udah lama ga ktemu FF 15 cowok itu (?) – yang bebarengan, maksudnya
    yeah…(yeah lagee), makasi aja buat @Choi Youngri / Yunita..FFnya keren! Hwaiting!
    Goe chingu thank you😀

    Like

  2. ga kepanjangan ko chingu part 1nya~ malah kurang panjang😄
    chapter 2nya kalau bisa lebihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh panjang lagi😄
    aku sukaa🙂 lanjutttt

    Like

  3. Wahhh, chingu lahir 98? Akhirnya aku nemu yang seumuran😀 *<— abaikan yang itu*
    Keren keren keren!! Udah lama banget nggak nemu fanfic yang cast-nya mereka ber15 barengan. Apalagi temanya action. Kayanya bakal seru nih kkkk~😀
    Enggak kok enggak kepanjangan. Kependekan malah kalo menurutku ._.v Hehehe :p
    Lanjutannya ditunggu chingu^^~

    Like

  4. Chingu, keren deh FFmu!
    Disini karakter Suju oppadeul beda dari biasanya! kecuali Kyu deh kayaknya! haha~
    Asyik nih temanya bunuh-bunuhan! Seruuu!
    Menurutku segini gak kepanjangan. Tapi, kalo mw dipanjangan juga boleh!

    Oya, gomawo nih udah bikin FF dengan cast member Suju lengkap!

    Keep write chingu!

    Like

  5. author, walau agak susah nyari part 1 nya. akhirnya sekarang ketemu juga. thor, sumpah ini rame banget! suju disatuin semua jadi 15 orang. wah, ff yg kayak gini yg aku tunggu tunggu. gak sabar baca part 2 nya^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s