[Freelance] Nothing Last Forever Chap. 5 [END]


Title          : Nothing Last Forever Chap. 5 [END]

Author     : @Idznimitsali (Idzni Mitsali)

Genre      : Romance, Friendship.

Cast           : Im Yoon Ah, Choi Siwon, Lee donghae.

O. Cast     : Seohyun and Kyuhyun.

Type         : Chapter

Cover       : @ocarar (Rossantiana Agus R)

 

Annyeong haseyo🙂 Akhirnya selesai juga aku bikin chapter ini setelah diteror abis-abisan di twitter sama reader sekalian hehehe makasih ya sudah mengingatkan maaf menunggu lama soalnya aku lagi ujian #curhat Oh iya untuk yang chapter kemarin aku mau minta maaf karena banyak typo, sepertinya ada perbedaan di word aku sama word admin. Maaf yaaaa. Buat yang udah lupa atau para reader baru, silahkan baca chapter sebelumnya di link di bawah ini ya🙂

https://smtownfanfiction.wordpress.com/2012/05/04/freelance-nothing-lasts-forever/

https://smtownfanfiction.wordpress.com/2012/05/07/freelance-nothing-last-forever-chap-2/

https://smtownfanfiction.wordpress.com/2012/05/12/freelance-nothing-last-forever-chap-3/

https://smtownfanfiction.wordpress.com/2012/05/18/freelance-nothing-last-forever-chap-4/

Selamat membaca🙂

“Harus ada yang kau temui dulu disini. Baru nanti kita bisa bertemu Yoona.” Itu kata Donghae saat mereka sampai di pelataran salah satu rumah sakit swasta di Seoul.

Bau obat-obatan dan suasana yang putih bersih sedikit mengganggu Siwon. Siwon sangat membenci suasana ini. Siwon tidak ingat kapan terakhir kali dia menginjakan kakinya di rumah sakit. Entah di Seoul ataupun di Amerika. Mungkin saat ibunya meninggal karena kanker rahim beberapa tahun silam-lah terakhir dia ke rumah sakit.

Siwon mengikuti langkah Donghae menuju lift. Donghae memencet angka 8 pada tombol-tombol di sebelah kiri-nya. Siwon dan Donghae sama-sama tidak banyak bicara sampai akhirnya mereka sampai di salah satu ruangan di lantai 8 yang bertuliskan “Ruang Kemoterapi“.

“Duduklah. Kita harus menunggu sebentar.” Ujar Donghae sambil duduk di kursi yang telah disediakan rumah sakit.

Tak ada yang membuka pembicaraan. Sebenarnya banyak pertanyaan di benak Siwon. Siapa yang harus ditemuinya? Tidak bisakah mereka langsung bertemu Yoona? Atau setidaknya dia ingin meminta Donghae menceritakan bagaimana keadaan mereka selama setahun terakhir. Tapi raut wajah Donghae terlihat sangat cemas. Makanya Siwon menelan kembali semua pertanyaan itu dan sibuk dengan tabletnya untuk mengecek pekerjaannya.

30 menit berlalu, keheningan masih menghantui sampai akhirnya pintu ruang kemoterapi dibuka. Donghae melompat berdiri dari kursinya. Siwon mendongak dan ikut berdiri juga ketika melihat yang keluar dari sana adalah dua orang yang sangat dikenalnya.

Tuan dan nyonya Im.

“Siwon-ah…” Ucap Tuan Im kaget.

Omoni, abeoji!” Ucap Siwon tak kalah kagetnya. Belum sempat dia sadar dari keterkejutannya, Siwon sudah dikagetkan lagi ketika melihat dua orang suster mendorong ranjang rumah sakit di belakang tuan dan nyonya Im. Tuan dan nyonya Im berjalan mendekati Siwon dan membiarkan kedua suster itu melewati mereka. Siwon tidak bisa bernapas saat melihat orang yang terbaring di ranjang itu adalah…, Yoona. (Ibu, ayah!)

Siwon mengerjap-ngerjapkan matanya dan terus memandang sosok itu menjauh. Siwon kemudian menatap tiga orang yang ada di sampingnya dengan pandangan bertanya.

“Siwon-ah…” Panggil nyonya Im seraya memeluk Siwon, menangis.

Omoni, eotteokhae dwaengoya? Wae Yoona…” Siwon menggantung sendiri pertanyaannya. Sungguh, Siwon sampai tidak berani bernapas sekarang. (Ibu, kenapa bisa begini? Kenapa Yoona…)

Tak ada yang menjawab. Nyonya Im sibuk menangis sedangkan Tuan Im dan Donghae bungkam.

“Jawab aku!” Sentak Siwon.

“Yoona sakit.” Donghae akhirnya bicara.

Kaki Siwon mendadak lemas. Dia melonggarkan pelukan nyonya Im dan bersandar di tembok supaya tidak terjatuh. Apa yang dikatakan Donghae tadi? Sakit? Yoona?

Dia merasa pusing, seakan seluruh darah di tubuhnya terserap keluar. Bahunya tegang. Paru-parunya tidak mau berfungsi. Dia tidak bisa bernapas.

“Siwon-ssi.” Panggil Donghae.

Flashback

“Donghae oppaaaaaa!!!!”

Donghae yang masih sibuk dengan bocah tadi berhenti berlari ketika Nana berteriak nyaring memanggil namanya.

Mhwoyah Nhana-ya?” Tanya Donghae dengan napas tersenggal.(Apa Nana-ya?)

“Yoona eonni tiba-tiba jatuh dan menutup matanya!”

MWO??(APA??)

Donghae segera berlari menghampiri anak-anak itu. Benar. Yoona pingsan. Tanpa pikir panjang, Donghae langsung membopong Yoona ke mobil dan membawanya ke rumah sakit.

Yoona sadar sesaat setelah dokter memeriksanya. Dia mendengar percakapan dua namja di balik bilik tempatnya terbaring sekarang. Dia langsung bangkit dari ranjang dan berjalan keluar dari bilik pemeriksaan, berharap dokter Park belum mengatakan apapun pada Donghae. Tapi terlambat, dokter Park sudah memberitahukan keadaan Yoona yang sesungguhnya pada Donghae. Yoona mengidap penyakit leukimia semenjak 6 bulan lalu.

“Keadaan Yoona-ssi semakin memburuk, ditambah dengan pekerjaannya yang membuatnya tidak mendapat waktu istirahat yang cukup. Itulah yang membuatnya jatuh pingsan tadi.” Jelas dokter Park. Yoona hanya mengangguk seolah dia pingsan hanya karena kelelahan biasa, sedangkan Donghae disisinya bungkam dengan pandangan tak percaya.

“Yoona-ssi. Lebih baik kau melakukan kemoterapi mulai sekarang.” Saran dokter Park saat mereka bergegas pulang.

Sekitar pukul 8 malam, Tucson putih itu sampai di depan pintu gedung apartemen Yoona. Yoona turun dari mobil dibantu Donghae. Mereka berjalan pelan menuju lobi, tapi tiba-tiba Donghae memapah Yoona ke sofa di depan meja resepsionis.

“Duduklah!” Pinta Donghae. Yoona yang sebetulnya bingung tetap menuruti permintaan itu. Setelah Yoona duduk, Donghae berjongkok dan menekuk lututnya di hadapan Yoona kemudian menggenggam kedua tangan Yoona.

“Yoona-ya, aku mau meminta sesuatu padamu. Em, ani, memohon sesuatu padamu.” Ucap Donghae sambil meremas lembut jari-jemari Yoona. Yoona yang masih terlihat lemas hanya diam menunggu Donghae melanjutkan kalimatnya meskipun sebetulnya dia tahu pasti apa yang akan diminta Donghae padanya.(Bukan.)

“Yoona-ya, aku mohon. Lakukan kemoterapi itu.” Pinta Donghae. Yoona diam dan menatap langit-langit lobi.

Donghae menarik lembut dagu Yoona untuk menatapnya. “Yoona-ya, jebal! Aku tidak mungkin membiarkanmu seperti ini. Aku menyanyangimu. Aku mohon lakukan kemoterapi itu.” (Yoona-ya, aku mohon!)

Yoona lama bungkam. Bergelut dengan pikirannya sendiri.

“Yoona-ya!” Panggil Donghae pelan.

“Baik.” Jawab Yoona, “Aku akan melakukannya tapi dengan satu syarat.”

“Katakan! Apapun itu akan aku lakukan.” Ujar Donghae pasti.

“Jangan beritahu Siwon oppa, dan juga buat Siwon oppa menjauh dariku. Aku tidak bisa menjauhinya. Itu terlalu berat. Aku ingin dia yang pergi menjauh. Apa oppa bisa melakukannya?” Tanya Yoona sangsi. Donghae bungkam. Otaknya sibuk berpikir. Bagaimana mungkin dia bisa membuat Siwon menjauhi Yoona? Apa yang harus dilakukannya? Setelah beberapa lama akhirnya dia mengangguk.

“Baik, aku akan melakukan segala cara untuk membuatnya menjauh darimu asal kau benar-benar melakukan kemoterapi itu.”

End.

 

“Aku berbohong waktu itu.” Jawab Donghae berusaha tenang.

Mwo? Geojitmalrago?” Tanya Siwon tak percaya. (Apa? Bohong katamu?)

“Iya. Maaf, tapi aku tidak punya pilihan lain selain itu. Jika aku tidak mengabulkannya, Yoona tidak akan mau melakukan kemoterapi.”

Siwon berusaha mengatur napas dan detak jantungnya yang sedari tadi tidak karuan.

“Aku tahu kau sedih saat meninggalkan Yoona. Percayalah, Yoona bahkan lebih hancur daripada kau. Dia yang berencana meninggalkanmu tapi malah kau yang meninggalkannya. Itu sebuah pukulan besar untuknya.”

Siwon tetap diam mendengar penjelasan itu. Dia tidak habis pikir dengan semua ini, dan tentu saja dengan kebodohan yang telah dibuatnya. Kenapa bisa dia meninggalkan Yoona saat Yoona seperti ini? Kenapa dia bisa tiba-tiba percaya dengan apa yang dikatakan Donghae waktu itu? Kenapa bisa dia percaya bahwa Yoona ingin dia pergi dari kehidupannya setelah 21 tahun mengenalnya? Kenapa dia bisa percaya bahwa Donghae bisa menjaga yeoja yang paling disayanginya?

Secara tiba-tiba Siwon menghampiri Donghae dan mencengkram kerah kemeja putih namja itu. Tanpa sadar, Siwon sudah memberikan sebuah pukulan di pipi kanan Donghae.

“Yaa! Kau bilang kau akan menjaganya! Apa yang telah kau lakukan??” Teriak Siwon marah.

Tuan Im langsung menarik Siwon dan menenangkannya. Sedangkan Donghae yang tersungkur hanya diam sambil merasakan darah segar keluar dari mulutnya.

Tuan Im menyuruh Siwon duduk. Siwon menundukan kepalanya dan memejamkan matanya. Mencoba berpikir apa yang harus dilakukannya sekarang.

“Siwon-ah..” Nyonya Im menyentuh lembut punggung Siwon, “Sebaiknya kau pulang, istirahatkan dirimu.”

Siwon kemudian berdiri, “Aniya omoni, aku akan menemani Yoona sampai dia bangun.” (Tidak bu.)

Donghae segera menahan bahu Siwon yang sudah bergegas masuk ke kamar rawat Yoona.

Ddo wae?” Siwon bertanya dingin. (Kenapa lagi?)

“Kalau kau ingin bertemu Yoona, tolong tidak dengan keadaan berantakan seperti ini. Aku mohon padamu untuk menenangkan diri dulu. Yoona akan sedih jika melihatmu seperti ini. Kau mau melihatnya sedih dalam keadaan sakit?” Ucap Donghae tenang dan menurunkan tangannya dari bahu Siwon kemudian dia berjalan pelan menuju kamar mandi untuk membersihkan luka dibibirnya.

Siwon urung masuk ke kamar rawat Yoona. Benar apa kata Donghae, dia tidak mungkin menemui Yoona dengan keadaan seperti tadi. Dia memutuskan untuk pulang. Dia rasa dia juga perlu berpikir. Sendirian.

Dia tidak ingat bagaimana bisa sampai di apartemen ini. Entah kenapa dia pulang kesini juga dia tidak tahu, yang dia sadari hanyalah apartemen ini juga masih apartemennya. Yoona masih mau menerimanya, karena itu Yoona tidak mengganti password kunci elektronik apartemen ini.

Semenjak sampai, Siwon hanya duduk di meja kerja dengan laptop terbuka di hadapannya. Lembar kerja excel terlihat disana, tapi tidak ada pergerakan apapun. Tujuan Siwon datang ke Korea sebenarnya untuk mengurus pembangunan sebuah cabang baru perusahannya dan pengecekan anggaran, tapi bagaimana mungkin dia bisa mengurusnya jika pikirannya saja terpenuhi oleh Yoona sekarang?

Yoona, yeoja yang selama ini dikenalnya sebagai rusa kecilnya, yeoja yang selalu ceria, kuat, dan lincah, sekarang mengidap satu penyakit mematikan. Bagaimana ini bisa terjadi? Pikir Siwon.

Tiba-tiba speaker laptopnya berdering dan lembar kerja excel yang semula terlihat berubah menjadi sebuah panggilan skype. Ayahnya. Siwon segera menekan tombol “answer”.

“Siwon-ah, neo cigeum eodiya?” Tanya ayahnya langsung ketika wajah Siwon menghadap kamera web-nya. (Kau sekarang dimana?)

“Aku di apartemen Yoona.” Jawab Siwon singkat. Terlihat ayahnya melipat keningnya sekilas.

“Kepala cabang bilang kau tadi tidak ke kantor. Kau pergi kemana?”

“Abeoji, sepertinya aku tidak bisa mengurus cabang baru ini sekarang.” Ucap Siwon.

Waegeoraeseyo?” Ayahnya sekarang bertanya kaget. (Kenapa begitu?)

“Yoona mengidap leukimia.”

“Mwo? Lalu bagaimana keadaannya?”

“Aku juga tidak tahu, tadi aku hanya melihatnya setelah dia selesai kemoterapi.”

Ayahnya terlihat kaget dan sangat gelisah disana.

Neo… Jangnan iji?” Ayahnya meyakinkan. (Kau… Bercanda kan?)

“Untuk apa aku bercanda dengan hal seperti ini abeoji?” Suara Siwon terdengar menekan, bahkan di telinganya sendiri.

“Baiklah, lupakan dulu soal cabang, itu bisa kita urus nanti. Sekarang ayah akan menelepon paman Im dulu.”

“Ne.” Jawab Siwon. Kemudian sambungan skype itu terputus.

Tangan Siwon sudah terlulur pada kenop pintu kamar rawat Yoona. Siwon menghela napas sejenak, berusaha terlihat tenang dan baik baik saja lalu dibukanya pintu tersebut. Terlihat Yoona sedang membaca menghadap jendela, nyonya Im yang berdiri tidak jauh dari Yoona sedang mengupas apel. Tidak terlihat kehadiran tuan Im dan Donghae disana.

Siwon masuk dan hanya diam di depan pintu, Yoona dan nyonya Im juga sepertinya tidak menyadari kehadirannya.

“Kenapa kau tidak pernah bosan membaca buku itu?” Tanya nyonya Im sembari menyuapkan potongan apel kepada Yoona.

“Eomma, buku ini buku pemberian Siwon oppa, dan buku ini sudah jarang sekali ada, tapi Siwon oppa mendapatkannya untukku. Bagaimana mungkin aku bisa bosan membacanya?” Jawab Yoona.

“Kau merindukannya?”

Yoona tidak menjawab, Yoona hanya menundukan kepalanya dalam-dalam. Benar, jika dia membaca buku ini, itu berarti dia sedang merindukan namja itu. Tapi entahlah, sampai sekarang dia tidak pernah mau mengakui kalau dia merindukan namja itu.

Nyonya Im hanya tersenyum lembut. Walaupun dia lama tidak tinggal bersama Yoona, tetap saja dia adalah ibunya, dan ibu-lah yang paling mengerti perasaan anak perempuannya.

“Aku belum mengucapkan terimakasih padanya.” Suara Yoona terdengar bergetar.

“Kau bisa ucapkan itu sekarang.” Ucap nyonya Im dan menggerakan dagu-nya ke belakang Yoona.

Yoona membalikan kursi rodanya untuk melihat apa yang tadi ditunjukan oleh ibunya. Dia terperanjat ketika melihat sosok yang tadi dibicarakannya tengah ada disana dengan sebuah buket bunga di tangan kirinya.

Siwon mendekati Yoona sambil tersenyum. Saat Siwon sudah tinggal beberapa langkah di hadapan Yoona, Yoona berdiri dan menatap Siwon lekat-lekat.

Annyeong uri Yoona-ya! Oraenmanieyo.” Sapa Siwon lalu memeluk Yoona. (Hallo Yoona-ku! Lama tidak berjumpa.)

Yoona tidak menjawab sapaan itu dan juga tidak membalas pelukan itu. Dia hanya menyandarkan bahunya di dada siwon dan…, menangis.

“Aku tau kau begitu merindukan-ku, tapi jangan menangis seperti ini!” Siwon tersenyum menggoda dan sedikit melonggarkan pelukannya tapi tidak melepaskan kedua lengannya yang melinggar di pinggang Yoona. Siwon hanya bisa menggoda Yoona untuk menutupi kegetirannya sendiri.

“Siapa bilang aku merindukan oppa? Percaya diri sekali!” Yoona sekarang memukul pelan dada Siwon sambil berusaha menahan tangis.

“Kenapa?” Tanya Siwon saat Yoona menatap kedua mata elangnya.

Oppa, oppa jinjja jinjja….” Perkataan Yoona langsung dipotong oleh sebuah pelukan lagi dari Siwon. (Oppa, oppa benar-benar….)

Mwol? Naega jinjja mwol?” Tanya Siwon. (Apa? Aku benar-benar apa?)

Oppa jinjja nappeun nom!” Walaupun Yoona mengucapkan itu pelan tapi Siwon tetap bisa mendengarnya. (Oppa benar-benar orang jahat!)

Siwon tersentak beberapa saat. Tapi kemudian dia membenarkan.

Majayo! Na jinjja nappeun nom, majayo! Keurigu nan babo cheorom. Mianhae Yoona-ya, jeongmal mianhae.” Siwon memeluk tubuh yeoja itu semakin erat dan mengusap puncak kepalanya. Yoona sekarang sudah menangis keras di dada Siwon, Siwon juga sudah meneteskan air matanya. (Benar! Aku benar-benar orang jahat, kau benar! Dan juga aku adalah orang yang bodoh. Maafkan aku Yoona-ya. Aku benar-benar minta maaf.)

Bogoshipheo.” Ucap Yoona disela-sela tangisnya. (Aku merindukanmu.)

“Percayakah kau kalau aku merindukanmu berkali lipat?” Tanya Siwon di telinga Yoona. Yoona tidak menjawab, Yoona hanya memerintahkan tangannya untuk membalas pelukan itu.

Hyeong, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kyuhyun ketika melihat Donghae sedang duduk di kursi rumah sakit di depan kamar rawat Yoona. (Kakak.)

“Oh, kalian.” Sapa Donghae.

Omona! Apa yang terjadi dengan wajahmu?” Tanya Seohyun sambil menunjuk luka di wajah Donghae. (Ya ampun!)

“Ah, kemarin aku terantuk pintu.” Jawab Donghae asal. “Apa yang kalian lakukan?”

“Tadi kami baru selesai mengecek kehamilan Seohyun. Lalu dia ngotot ingin menjenguk Yoona.” Jawab Kyuhyun sambil mengelus lembut perut istrinya yang sekarang sudah bertambah buncit.

“Bagaimana hasilnya?”

“Dua bulan lagi aku akan jadi ayah. Kau percaya itu, hyeong? Aku akan jadi ayah! Hahaha…” Jawab Kyuhyun cengengesan.

“Yaa! Awas kalau kau sampai mendidik anakmu menjadi seperti dirimu. Seohyun-ah, jaga anakmu baik-baik! Buatlah dia jadi angel sepertimu, jangan jadi evil seperti ayahnya.” Perintah Donghae. Mereka tertawa bersama.

“Oppa, Yoona eonni ada di dalam kan?” Tanya Seohyun.

O.” Jawab Donghae sambil mengangguk. (Iya.)

“Eonni!” (Kakak!)

Suara itu membuat Yoona melepas pelukannya pada Siwon. Siwon juga terlonjak kaget ketika pintu tiba-tiba dibuka dari luar.

“Ah, Seohyun-ah! Neo gabjagi-ya!” Yoona menghentakan kakinya sebal. (Kau mengagetkan saja!) Seohyun cengengesan.

“Oh, Siwon-ssi.” Seohyun menganggukan kepala untuk menyapa Siwon. “Miguk eonje wasseo?” Tanyanya bingung. (Kapan datang dari Amerika?)

Oje achim.” Jawab Siwon sambil membalas anggukan Seohyun. (Kemarin pagi.)

Saat menunduk, Siwon melihat helaian rambut Yoona di lantai dan juga di tangannya yang tadi mengelus kepala Yoona.

Oppa, waeyo?” Tanya Yoona heran melihat Siwon tak kunjung mengembalikan pandangannya dari lantai. (Oppa, kenapa?)

“Oh, itu rambutku. Mungkin efek kemoterapi kemarin belum sepenuhnya habis. Jangan dipikirkan. Nanti juga tumbuh lagi!” Ucap Yoona santai dan berjalan menghampiri Seohyun.

Siwon hanya bisa mematung, “Bahkan rambutnya sekarang mungkin tak selebat dulu.” Ucapnya dalam hati.

“Oppa sudahlah! Memangnya oppa tidak tahu rambutku pernah hampir botak? Tapi sekarang tumbuh lagi kan? Lupakan itu!” Yoona mengibaskan tangannya menenangkan.

Apalagi yang sudah kau lewatkan Siwon-ah?” Ucap hati Siwon yang paling dalam dan menatap Yoona nanar.

Sudah dua minggu berlalu, Siwon selalu datang ke rumah sakit untuk menemani Yoona. Banyak suster yang mengatakan kalau air muka Yoona tampak lebih segar sejak kehadiran Siwon. Hal itu membuat Yoona tersipu malu karena terus digoda Siwon.

Di tempat tidur Yoona berbaring, Siwon duduk sejak yeoja itu memejamkan mata. Tak lepas mengamati dan mengawasi.

Pintu membuka pelan, Donghae masuk dengan hati-hati.

“Besok pagi jadwal Yoona kemoterapi.” Ucap Donghae.

Siwon hanya melenguh kemudian mengangguk. “Besok aku akan menemaninya.”

Keesokan harinya Siwon datang pagi-pagi sekali. Siwon masuk ke ruang rawat Yoona tetapi sudah tidak ada Yoona. Siwon pun segera berlari ke ruang kemoterapi. Yoona ada disana, bersama tuan dan nyonya Im dan juga Donghae. Yoona yang sempat melirik ke arah pintu langsung menahan Siwon.

Hajima!” Ucap Yoona sambil memberikan tanda dengan tangannya supaya Siwon berhenti. “Oppa tunggu di luar saja!” (Berhenti!)

Siwon mengabaikan perintah Yoona. Dia berjalan masuk dan berdiri di samping nyonya Im.

“Kau mau siksa aku seberapa banyak lagi Yoona-ya? Aku mohon izinkan aku untuk menemanimu sekarang.” Pinta Siwon. Yoona masih bergeming, tapi dilihatnya nyonya Im menganggukan kepala agar memperbolehkan Siwon menemaninya, dan akhirnya dia mengangguk.

Donghae yang semula berdiri di samping Yoona berjalan menuju kaki Yoona. Secara tersirat dia mempersilahkan Siwon untuk berdiri di tempatnya biasa menemani Yoona.

Siwon melihat satu nampan di meja kecil di samping tempat tidur Yoona yang berisi sebuah jarum suntik, cairan obat-obatan keras yang tidak dia ketahui, kapas, dan alkohol.

Suster memasukan cairan obat-obatan keras itu ke dalam jarum suntik. Setelah selesai, jarum suntik itu menyentuh kulit Yoona, cairan tadi perlahan berkurang dan masuk ke tubuh Yoona. Beberapa saat kemudian tubuh yeoja itu menggigil. Siwon menggenggam Tangan Yoona erat, berharap itu bisa menenangkan.

Yoona memejamkan matanya menahan sakit. Tangannya bergetar hebat, tubuhnya bergerak tak kuasa menahan rasa sakitnya. Nyonya Im membenamkan wajahnya di dada Donghae yang terlihat lebih kuat, sedangkan Siwon hanya bisa menggenggam erat tangan Yoona, berusaha menguatkan Yoona dan dirinya sendiri.

Suster tersebut terus menerus memasukan cairan kimia itu ke tubuh Yoona. Proses tersebut memakan waktu dua jam. Sungguh bukan hal yang mudah bagi Siwon untuk melihat semua itu, terlebih melihat itu terjadi kepada yeoja yang sangat disayanginya.

Selang beberapa menit setelah suster tersebut selesai menyuntikan cairan terakhir, tubuh Yoona kembali tenang dan akhirnya dia pun tertidur lemas.

Yoona terbangun dengan sebuah genggaman hangat di tangannya. Dia melihat Siwon tertidur di sampingnya sambil menggenggam tangannya. Yoona menggerakan tangannya yang bebas untuk menyentuh rambut Siwon. Sentuhan itu kontan membuat Siwon bangun dari tidurnya.

“Oppa, kenapa menangis?” Tanya Yoona saat melihat mata Siwon yang sembab dan sedikit air mata tersisa di bawah matanya.

Aniya.” Jawab Siwon sambil mengusap matanya. (Tidak.)

“Oppa.” Yoona menyentuh pipi Siwon lembut. Siwon menggenggam tangan Yoona yang menyentuh pipinya.

“Yoona-ya, aku tau aku tidak pantas meminta ini setelah aku meninggalkanmu. Tapi aku mohon, sembuhlah! Kembalilah menjadi Yoona yang dulu, Yoona yang ceria!” Siwon kemudian mencium tangan Yoona dan meneteskan air matanya. Siwon mengingat kejadian tadi pagi saat Yoona kemoterapi.

“Oppa, jangan menangis! Aku baik-baik saja, dan aku juga janji akan sembuh.” Ucap Yoona sambil tersenyum menenangkan. Selama beberapa saat mereka hanya memandang satu sama lain dengan keheningan, sampai akhirnya Dongahe datang.

“Aku dengar kau akan mendonorkan sum-sum tulang belakangmu untuk Yoona. Apa benar?” Tanya Donghae langsung. Siwon yang baru akan meneguk kopinya tersentak.

Bagaimana dia bisa tahu?” Tanya Siwon dalam hati. Donghae yang sepertinya tahu apa yang dipikirkan Siwon kembali bersuara. “Kemarin aku melihatmu keluar dari ruangan dokter Park. Lalu aku bertanya padanya.”

Siwon urung meneguk kopinya dan mengangguk.

“Kau tahu Yoona akan marah jika mengetahui hal ini?” Tanya Donghae lagi.

“Aku tahu. Maka dari itu tolong jangan bilang pada siapapun. Termasuk omoni dan abeoji. Cukup kita berdua yang tahu.” Pinta Siwon.

“Kenapa kau lakukan itu?”

Siwon kemudian tertawa, merasa pertanyaan Donghae adalah pertanyaan paling konyol yang pernah dia dengar.

“Kau juga sudah akan melakukan hal yang sama bukan?” Siwon balik bertanya, “Tapi sum-sum tulangmu tidak cocok dengan Yoona.”

Siwon benar. Donghae sudah pernah memeriksakan dirinya untuk mendonorkan sum-sum tulangnya untuk Yoona, tapi tidak cocok.

“Berjanjilah ini hanya rahasia antara kita! Kita harap operasi ini bisa berjalan lancar.” Ucap Siwon.

“Kapan operasi itu akan dilakukan?”

“Dua minggu lagi. Mulai minggu depan aku harus menjalani perawatan, mungkin aku akan bilang pada Yoona bahwa akan kembali ke Amerika dulu selama beberapa minggu.”

Donghae mengangguk mengerti. Ada perasaan senang dan kecewa dalam dirinya saat mendengar pernyataan dokter Park kemarin. Senang karena akhirnya ada seseorang yang bisa mendonorkan sum-sum tulangnya untuk Yoona, tetapi kecewa karena orang itu adalah Siwon, bukan dirinya.

Beberapa saat kemudian ponsel Siwon yang diletakan di meja bergetar, begitupun ponsel donghae yang berada di saku celananya. Setelah membaca pesan mereka masing-masing, mereka memutuskan untuk mengakhiri percakapan tadi dan pergi.

Ternyata pesan yang mereka dapatkan di jam yang sama berasal dari orang yang sama pula, Yoona. Mereka berdua sama-sama datang ke rumah sakit tepat saat Yoona sedang diperiksa oleh dokter Park.

Oh, oppa wasso!” Seru Yoona saat Donghae dan Siwon masuk ke kamar rawatnya. Suster sedang melepas tensi darah di lengan atasnya. (Oh, oppa sudah datang!)

Donghae dan Siwon menjawab dengan senyuman.

“Keadaanmu menurun lagi.” Ucap dokter Park yang langsung membuat semua orang yang ada di ruangan itu panik. “Tapi tenanglah, mungkin setelah kemoterapi besok lusa, keadaanmu akan membaik.” Lanjutnya.

“Dok, aku bosan terus di rumah sakit. Besok bolehkan aku pergi keluar? Sehariii saja.” Pinta Yoona sambil bertingkah seperti anak kecil.

“Yoona-ya..” Siwon dan Donghae menegur secara bersamaan tapi Yoona mengabaikan.

“Mungkin saja keadaanku akan lebih baik setelah berjalan-jalan besok.”

Dokter Park berpikir sejenak, kemudian dia mengangguk. “Boleh, asal kau tidak terlalu lelah.”

Yoona langsung tersenyum senang dan mengarahkan perhatiannya kepada dua namja yang ada di hadapannya. Dari tatapannya, sudah tergambar bahwa dia ingin pergi bersama kedua namja tersebut.

“Kau mau pergi kemana?” Tanya Donghae.

“Lotte World?” Jawab Yoona tapi dengan nada ragu.

“Kau boleh pergi kesana tapi tidak dengan menaiki wahana yang membahayakan.” Dokter Park menyetuji.

“Kalau begitu, saat ada wahana yang ingin aku naiki tapi berbahaya, kalian berdua harus menaikinya!” Yoona menunjuk Siwon dan Donghae sambil memandang mereka dengan pandangan intimidasi.

Keesokan harinya pukul 8 pagi, Siwon dan Donghae sudah berada di kamar rawat Yoona.

Eomma, na kanta!” Ucap Yoona sambil mencium pipi ibunya. (Ibu, aku pergi!)

“Hati-hati, ya!” Jawab nyonya Im diiringi senyuman, Yoona-pun mengangguk.

Oppa kaja!!” Yoona kemudian menarik kedua namja yang sedari tadi berdiri berdampingan dan menempatkan dirinya di antara kedua namja tersebut. (Oppa ayo pergi!!)

“Tolong jaga dia!” Pinta nyonya Im sebelum mereka bertiga keluar dari kamar rawat Yoona.

Mereka-pun berjalan beriringan menuju pelataran parkir rumah sakit, saat sudah sampai, Siwon dan Donghae sama-sama terdiam dan melihat satu sama lain, mereka bingung mobil siapa yang akan mereka gunakan. Yoona melihat mereka berdua terdiam mengerti, kemudian dia meminta mereka untuk memberikan kunci mobilnya. Dia memasukan kedua kunci tersebut ke dalam tasnya dan mengambil salah satunya sambil menutup mata.

“Cara terbaik bukan?” Tanya Yoona sambil cengengesan.

Saat tangan Yoona keluar dari tas-nya, ternyata jemari itu menggenggam kunci mobil Donghae. Yoona tersenyum dan memberikan kunci itu kepada Donghae.

Ppalli!!” Yoona berjalan riang menuju mobil Donghae dan memutuskan untuk duduk di belakang. (Cepat!!)

“Kenapa kau duduk dibelakang?” Tanya Siwon bingung.

“Oppa duduk di depan dengan Donghae oppa. Aku kan hari ini tuan puteri-nya, jadi kalian harus bertindak sebagai pengawalku, bukankah semua pengawal duduk di depan?” Tanya Yoona sambil berekspresi lucu seperti anak kecil. Siwon menghembuskan napas kemudian membuka pintu di hadapannya.

Sebetulnya bukan perlakuan khusus sebagai tuan puteri yang Yoona inginkan hari ini. Tapi dia tahu jika dia duduk di depan bersama Donghae, keadaan pasti akan terasa canggung dan akan berakhir dengan tidak baik nantinya. Makanya Yoona memilih untuk duduk di belakang supaya tidak membuat Siwon merasa tidak nyaman.

Seharian penuh mereka bermain di Lotte World. Segala macam wahana sudah mereka naiki. Mulai dari ice skating, balon udara, mini monorail, bianglala sampai roller coaster. Walaupun Yoona tidak menaiki arena bermain berbahaya seperti roller coaster, Yoona tetap senang dan berlari-lari seperti anak kecil setiap kali ingin menaiki wahana atau menyuruh Donghae dan Siwon yang menaikinya.

Siwon dan Donghae berusaha terlihat rukun dan damai sepanjang hari ini. Meskipun Siwon tadi merasa kesal karena ice cream yang khusus dia beli untuk Yoona malah Yoona berikan pada Donghae, dan Donghae yang juga kesal ketika melihat Yoona selalu berpegangan erat pada Siwon ketika mereka bertiga bermain ice skating, mereka tetap mencoba membuat Yoona senang. Yoona yang sebetulnya tahu bahwa masih ada perang dingin diantara kedua namja yang dia sayangi tersenyum senang melihat mereka berdua menghilangkan kedua egonya hari ini hanya untuk Yoona.

Yoona melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, jam 4 sore.

“Kau mau pulang sekarang?” Tanya Siwon.

Ani. Aku mau ke toko permen dulu. Lalu nanti kita ke panti asuhan.” (Tidak.)

Kedatangan mereka bertiga disambut hangat oleh anak-anak panti. Siwon yang baru kali ini menampakan dirinya disana juga tetap disambut gembira.

Yoona sedang bermain dengan anak-anak panti sedangkan Siwon dan Donghae sedang mengumpulkan kayu bakar untuk membuat api unggun.

“Donghae-ssi.” Panggil Siwon. Donghae langsung menatap Siwon dengan pandangan bertanya.

“Aku belum minta maaf soal tempo hari. Aku….”

“Sudahlah, lupakan!” Potong Donghae sambil mengibaskan tangannya.

“Terimakasih telah menjaga Yoona setelah aku pergi.”

“Tidak perlu berterimakasih. Aku menjaga Yoona bukan untukmu. Tapi karena aku menyayanginya, meskipun tetap kau-lah yang dia sayangi.” Ucap Donghae miris.

“Kau salah!” Bantah Siwon, “Dia lebih menyayangimu ketimbang aku. Buktinya kau diperbolehkan ada disisinya selama ini. Sedangkan aku langsung menuruti perintahmu untuk menjauhinya. Kau lebih mengenalnya daripada aku.”

“Aku mungkin lebih mengenalnya, lebih menyayanginya, dan juga lebih memperjuangkannya ketimbang kau. Tapi percayalah, kau lebih berarti baginya, bukan aku.” Ucap Donghae dingin.

Mereka sama-sama terdiam canggung sampai tiba-tiba Nana berlari menghampiri mereka.

“Oppa, Yoona eonni bilang oppa harus ikut bermain dengan kami. Ayoooo!!!” Nana menarik tangan Siwon dan Donghae bersamaan.

“Kau pergi duluan saja dengan Siwon oppa. Oppa akan menyalakan api anggun dulu, ya?” Ucap Donghae. Nana mengangguk kemudian menarik Siwon menuju tempat Yoona dan anak-anak lainnya bermain.

“Oppa gomawo. Aku senang sekali hari ini karena kalian berdua.” Mereka sudah kembali ke rumah sakit. Yoona terlihat sangat lelah, tetapi ada rona kebahagiaan dari wajahnya.

“Istirahatlah!” Ucap Siwon sambil mengelus kepala Yoona.

“Kalian pasti lelah sekali hari ini, besok kalian tidak usah menemaniku kemoterapi. Arasseo?” (Mengerti?)

“Kenapa begitu? Pokoknya aku akan tetap datang pagi-pagi sekali.” Jawab Siwon.

“Kalau begitu aku akan marah pada oppa!” Yoona sekarang bersedekap dan tidak mau memandang Siwon.

Arasseo, arasseo! Besok aku datang siang.” Siwon akhirnya mengalah. (Baiklah, baiklah!)

Yoona tersenyum dan menurunkan lagi tangannya yang tadi bersedekap.

“Oh iya, Donghae oppa juga tidak usah membawakanku kue coklat, ya. Lama-lama aku bosan juga.”

Berbeda dengan Siwon, Donghae langsung mengangguk dan tersenyum untuk menuruti permintaan Yoona.

“Baiklah, kalian bisa pulang sekarang. Hati-hati dijalan, ya! Good Night! Jeongmal Gomawo untuk hari ini.” Yoona memeluk kedua namja itu bergantian.

“Jangan merindukan-ku, ya!” Seru Yoona ketika pintu kamar rawatnya hampir tertutup. Beberapa menit kemudian pintu itu dibuka lagi oleh Siwon, Yoona memandangnya dengan alis bertaut. Siwon mendekatinya dan mencium pipi yeoja itu.

“Selamat tidur, deer. Terimakasih untuk hari ini.”

Sekitar pukul 11 siang, Donghae sampai di pelataran rumah sakit dan melihat Siwon baru saja keluar dari mobilnya.

“Siwon-ssi!” Panggil Donghae. Siwon mengedarkan pandangannya untuk mencari sumber suara dan melihat Donghae sedang melambaikan tangannya.

“Tidak tidur semalaman?” Tanya Donghae saat Siwon sudah berada di hadapannya dengan segelas kopi di tangannya.

“Begitulah.” Jawab Siwon singkat.

Semalaman tadi Siwon tidak bisa tidur, dia harus mengecek pekerjaannya dan baru bisa berbaring dengan nyaman sekitar pukul 5 pagi. Makanya, meski matahari sudah terik seperti ini-pun, matanya masih terkantuk-kantuk ria.

“Kapan tepatnya kau akan menjalani perawatan sebelum operasi?” Tanya Donghae saat pintu lift tertutup setelah dia memencet tombol nomor delapan.

“Entahlah, belum diputuskan, mungkin lusa.” Jawab Siwon

Pintu lift terbuka, Siwon keluar lebih dulu lalu diikuti Donghae. Siwon melihat Kyuhyun sedang memeluk Seohyun yang menangis pelan di depan ruang kemoterapi. Siwon kemudian memandang Donghae, Donghae juga memandang Siwon dengan pandangan bertanya. Beberapa saat kemudian tuan Im keluar dari ruang kemoterapi dengan ekspresi kalut dan memijit pelipisnya. Lorong itu seketika menjadi lebih dingin dari biasanya, suasana menjadi lebih tegang karena Siwon dan Donghae belum mengerti apa yang sebenarnya tengah terjadi.

Andwaeeee!!! Yoona-ya ireona!! Jangnan hajima!! Ppalli ireona!!” Secara tiba-tiba suara nyonya Im menggema di lorong itu. (Tidaaaaaak!!! Bagun Yoona-ya!! Jangan bercanada!! Ayo cepat bagun!!)

Saat itulah Siwon dan Donghae tahu, mereka sudah kehilangan yeoja yang paling mereka sayangi untuk selamanya. Kopi yang tadi dipegang Siwon lepas dari genggaman,  tubuh mereka berdua lemas seketika tetapi mereka langsung berlari masuk ke ruang kemoterapi.

Pertama-tama mata mereka melihat sosok Yoona terbaring tak bergerak. Terlihat tenang sekali. Seolah yeoja itu sedang tidur dan bermimpi indah.

Nyonya Im yang melihat kedatangan kedua namja itu segera memeluk Siwon dengan erat, seolah Siwon bisa menenangkannya.

Tapi nyonya Im salah besar. Siwon lebih kalut daripada dirinya. Siwon lebih tak percaya daripada dirinya.

“Yoona-ya, ayo bangun! Aku disini. Bercandamu tidak lucu sama sekali. Ayo capat bangun!” Siwon mengusap lembut pipi Yoona. Tapi tak ada jawaban dari yeoja itu. Yeoja itu diam tak nergerak barang sedikit-pun.

“Omoni, aku baru saja akan menolongnya. Aku baru saja akan mendonorkan sum-sum tulangku untuknya. Masih adakah harapan dia kembali? Sekecil apapun?” Siwon berbicara gamang dan pandangannya kosong.

Nyonya Im menggeleng sambil memeluk Siwon, dan saat ituluah Siwon tak bisa menahan air matanya untuk jatuh. Begitupun Donghae yang sedari tadi sudah berpegangan pada sisi ranjang Yoona agar tidak terjatuh karena kakinya lemas bukan main.

Upacara pemakaman Yoona berlangsung khidmat. Siwon dan Donghae duduk di depan altar. Keduanya menangis sedih dan masih tidak percaya bahwa Yoona sudah pergi. Semua orang yang datang juga merasakan kehilangan mendalam. Mereka memberi penghormatan terakhir untuk Yoona, memeluk tuan dan nyonya Im, kemudian memeluk Siwon dan Donghae. Berharap bisa sedikit meringankan kesedihan mereka.

Seohyun masih menangis di pelukan suaminya. Kyuhnyun mengelus lembut rambut Seohyun dan membisikan kata-kata yang dirasa sanggup menenangkan istrinya yang tengah mengandung itu, sedangkan Shindong berusaha menguatkan dirinya sendiri di samping Kyuhyun. Keluarga Lee dan ayah Siwon datang di pemakaman itu. Mereka bersedih seperti kehilangan salah satu keluarganya. Teman-teman kerja Yoona di perusahan juga datang, termasuk Yuri. Yuri memang tidak menangis, tetapi dari raut wajahnya, terlihat bahwa yeoja itu sedih.

Dokter Park menjelaskan bahwa kemoterapi hari itu menyebabkan mulut dan tenggorokan Yoona dipadati oleh radang sehingga membuat Yoona kesulitan bernapas dan akhirnya meninggal.

Tidak akan ada lagi tawa riangnya. Tidak akan ada lagi suara manjanya. Tidak akan ada lagi permintaan macam-macam yang biasa Yoona minta. Tinggal kenangan tentangnya lah yang sekarang bisa diingat oleh orang-orang yang menyayanginya.

Siwon dan Donghae baru saja akan pulang ketika nyonya Im memanggil mereka.

“Saat kalian akan pergi ke Lotte World, sebelumnya Yoona menitipkan ini.” Ucap nyonya Im dan memberikan dua buah kotak cd kepada Siwon dan Donghae.

“Terimakasih karena sudah menjaga Yoona dan menyayangi Yoona selama ini.” Nyonya Im memeluk mereka berdua dan meninggalkan mereka yang bingung dengan kotak cd tersebut.

Tuan dan Nyonya Lee beserta Eunhyuk membiarkan Donghae sendirian di kamarnya. Semenjak sampai di rumah, Donghae tidak keluar dari kamarnya. Donghae duduk di sofa yang terletak di depan tempat tidurnya dan menopang kepalanya dengan tanggannya.  Donghae merasa kepanasan dan hendak membuka mantelnya ketika dia merasakan sebuah benda terjatuh dari saku mantel tersebut. Ternyata itu cd yang tadi diberikan nyonya Im.

Donghae langsung menyalakan televisi dan dvd playernya kemudian memasukan cd tersebut. Beberapa saat setelah dvd playernya memproses isi cd tersebut, wajah Yoona muncul di televisi. Yoona duduk di ranjang rumah sakit dan wajahnya menatap lurus kamera.

“Oppa annyeong!” Sapa gadis itu sambil melambaikan tanggannya.

“Hmm… Oppa, aku tau kau baru saja menangis, kan? Kau melanggar janjimu! Kau dulu sudah berjanji kalau aku pergi, kau tidak akan menangis. Ayo sekarang tersenyum! Kau tampan sekali jika sedang tersenyum.” Yoona mendekatkan tangannya ke arah kamera dan melakukan gerakan menarik mulut Donghae untuk tersenyum, seolah dia tengah berbicara langsung dengan Donghae.

“Oppa, aku ingin mengucapkan terimakasih kepadamu. Terimakasih banyak karena selalu menemaniku selama ini, selalu baik kepadaku, dan selalu bersabar walaupun aku membuatmu kesal.”

“Oppa tahu? Aku senang sekali jika melihat Oppa dan Siwon oppa rukun. Mulai sekarang, aku harap kalian berteman baik, ya!”

“Oppa, aku juga mohon jaga dirimu baik-baik! Bahagialah bersama orang yang kau sayangi dan menyayangimu. Percayalah orang itu sedang menunggumu sekarang dan suatu saat kalian akan bertemu. Maaf karena aku membuatmu membuang waktumu untuk mencari seseorang itu. Sekali lagi, terimakasih Donghae oppa. Aku menyangimu.”

Siwon memandang kotak cd yang tadi diberikan nyonya Im ragu. Dia memandang foto Yoona yang di letakan di mejanya,

“Haruskah aku buka cd ini?” Tanya Siwon pada foto Yoona yang tersenyum cerah.

Lalu sebuah kekuatan magis tiba-tiba menuntun tangan Siwon untuk memencet tombol dvd player di laptopnya dan memasuka cd tersebut kesana.

“Oppa annyeong!” Yoona tersenyum cerah.

“Oppa, pertama-tama aku mau meminta maaf padamu. Maaf karena aku tidak memberitahukan lebih dulu penyakitku padamu. Maaf karena aku membuatmu merasa bersalah, dan maaf karena aku tidak bisa menjagamu seperti yang mendiang eomma minta padaku dulu.”

“Bolehkah aku meminta sesuatu padamu? Tolong jaga eomma untukku. Oppa tau kalau appa-ku sekarang sudah menikah lagi. Hanya oppa yang bisa aku minta untuk menjaga eomma. Sebagai gantinya aku akan menjaga eomma oppa di surga. Aku mohon. Ya?

“Oppa, terimakasih karena sudah datang kembali kesini. Terimakasih karena membuatku bisa melihatmu sebelum aku pergi, dan terimakasih karena membuat hari-hari terakhirku kemarin begitu indah dan berarti.”

“Maaf aku harus meninggalkanmu lebih dulu. Kau tahu bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Tapi percayalah bahwa aku selalu disini.” Yoona mengulurkan tangannya dan menunjuk ke tengah-tengah kamera, “Dihatimu. Maka dari itu kau jangan bersedih. Kalau kau sedih, aku pasti lebih sedih.”

Oppa, dudah lewat jam 10. Suster sudah memarahiku. Aku harus tidur sekarang. Besok kan kita akan bermain seharian di Lotte World. Annyeong oppa!” Yoona melambaikan tangannya. Kamera itu langsung mengarah ke arah jendela tapi sepertinya belum di berhentikan.

“Eomma. Belum dimatikan?” Suara Yoona terdengar.

“Ah, eomma lupa!” Jawab nyonya Im.

“Jangan dulu! Tolong arahkan lagi padaku.” Pinta Yoona.

“Apa yang belum kau katakan?” Tanya nyonya Im saat kamera tersebut menyorot sosok Yoona kembali.

“Siwon oppa, saranghaeyo. (Aku mencintaimu.)

 

Video itu berhenti disana. Siwon terasa seperti disetrum oleh tegangan listrik yang sangat tinggi sehingga badannya tidak bisa bergerak.

Tangan Siwon langsung meraih foto Yoona. Menatapnya nanar dan mengucapkan sebuah kalimat dengan air mata yang jatuh ke meja kerjanya.

Nado saranghae Yoona-ya.” (Aku juga mencintaimu Yoona-ya.)

The End

Fiuh *ngelap keringet* ini biasanya bagian yang semangat banget aku tanyain di chapter-chapter sebelumnya, tapi buat kali ini, serius takut banget. Tapi ya tetep harus dipertanyakan.Gimana? Kecewa ya karena ngga sesuai sama apa yang diharapkan? Huhuhu maaf ya. Oh iya sekedar info, di chapter ini dan chapter 4 itu ada beberapa kutipan yang aku ambil dari novel Ilana Tan yang paling aku suka😀

Silahkan berikan komentar kalian.  Aku siap menerimanya *puppyeyes* Terimakasih karena kalian jadi reader setia membaca FF ini sampai akhir dan terimakasih kepada admin BabyJung yang selalu di repotkan karena minta tolong postingin FF ini. Gomawo oppa🙂

Sampai ketemu di FF-ku selanjutnya. Jaga-jaga kalau kalian kangen dan pengen request sesuatu, follow and mention me okay ( @idznimitsali ) Neomu Kamsahamnida🙂 Annyeong!


95 thoughts on “[Freelance] Nothing Last Forever Chap. 5 [END]

  1. Aigoo, ceritanya sedih, nyentuh, n bagus banget. Beneran, ane tersentuh ngebacanya. Ngebaca ff ini seakan2 ane nonton film surat kecil untuk tuhan cos ane pikir ceritanya agak mirip film itu kayak tiba2 pingsan, kemoterapi, rambut rontok, dll. Tapi gpp lah, yang penting DAEBAK…!!!

    Like

  2. huhuhu..,
    sdih bgt, aplgi pas yoonnie bilang saranghae rsanya pngen nangis!
    Tpi kerenn kug author mskpun sad ending.,

    Like

  3. wah sad ending #Nangis
    tapi bagus banget loo chingu jadinya adil..
    oyyaaa daebak pokoknya dek buat author..
    aku tunggu kelanjutan FF yg lain yaaa YoonHae KyuNa YoonWon.
    oke oke yg penting yoona looo jangan yg lain psti aku akan setia membacanya🙂

    Like

    1. yg jd tokoh utamanya yoona n direbutin siwon ma donghae,pasti ceritanya te2p bagus,cewenya jangan yang laen,,,,

      Like

  4. Q nangis bacanya author,,,,,,padahal q yoonhae shippers,tp dicerita ini q berharap yoona happy end sm siwon,,,,tp kok yoona malah meninggal ce,,,,,sedihhhhhhh,

    Like

  5. ahhhh,masi terngiang2 masa2 indah yoona ma siwon,,,,dari dulu q suka bgt cerita yg settingnya kakak adek tp bkn sodara kandung,apalagi lo kakaknya syg bgt ma adeknya(coz g punya kakak cowok,hehehehe),siwon pas banget meraninnya,kakak yg cool,donghae lembut,bikinin cerita yang kya gini lg ya,,,,same cast juga,jeballl

    Like

  6. Aq jga bagai tersengat listrik saat yoona eonnie ngucapin “saranghaeyo” buat siwon oppa.
    Lain kali buat ff yoonwon yg happy ending dong. Yoonwonnya bersatu gitu di dunia. Ok thor! #puppyeyes

    Like

  7. Knpa wktu yoonanya ngomong buat siwon nagis ya akunya, sedih knpa harus sad ending biar adil ya tor deabek pkk nya di tnggu ff lainya

    Like

  8. Keren thor..
    Suer deh. keren bnget. aku aj mpe nangis baca.a😥
    Lanjut bwt ff yoonwon/yoonhae thor.😀

    Like

  9. Fiuh..
    Selesei baca langsung tarik napas dalam-dalam..
    Sad ending,huhu
    Bacanya tuh jadi dagdigdug sendiri,hehe
    Yah selesei deh ceritanyaaaa..
    Di tunggu ya eonni, ff berikutnya yaah ;;)

    Like

  10. sdh3…
    knp hrus sad ending…
    tp dah kren crtnya thor..
    buat lg yoonwon ya thro, yoonhae jg blh…
    ^_^…
    di tggu kry2 slnjtnya…

    Like

  11. Huhuhuhu…T.T
    knpa ending ny hrus sesediiihhhh ntu siiihhh……

    Tp crita bgus bget,, feel ny dpt bngt,,
    tp sdih knp yoonwon ny gak brstuuu….u,u

    Like

  12. wah sad ending tapi senengnya yoona cintanya ma siwon.baca ceritanya jadi inget endless love.author bikin ff yoonwon lagi ya?gomawo

    Like

  13. hiks .. hiks .. hiks .. eonnie ceritamu daebakk sukses buat aku nangis dan bersedihh

    lanjut eonni dengan ffmu yg lainnya ..😀

    Like

  14. Sad Ending😦 Sedih liat yoona sakit kayak gitu😦
    hiks hiks baca FF ini , nangisnya gak berenti😦
    author buat lagi dong castnya bole yoonhae atau Yoonwon🙂
    kalo bole sad end lagi # Suka yg sad end sih:)

    Like

  15. huaaa !!! padahal aku kira happy end.. huuaa yoonwon kenapa kisah mu tragis sekali #plakk lebeh, daebak chingu.. sukses bkin aku hampir nangis..😦🙂

    Like

  16. sad ending hor???😦
    awalnnya ngg nyangka endingnnya bkal kya gni
    tapi ffnya bner2 nyentuh banget thor ampe nangis bacannya,hhhhhehe
    d tunggu yah thor ff YoonWon couple soalnnya banyaknnya ff YoonHae kli2 bkin ff YoonWo,hhhehe🙂 #gaje
    d tunggu ya thor next ffnya
    gomawo
    fighting!!!!

    Like

  17. ini fanfic ya daebak bener-bener .
    SAD ENDING ? huh sedih banget aku kira siwon ama yoona bakal bersatu tapi tau-taunya ?? cuma khyalan semata ! bikin sequelnya dongg .

    Like

  18. Oohhh crtany bener2 bagus thor …
    Akhirny ending yoonwon,, walaupun ga bersatu tapi udh mengakui perasaan masing2 ^^!

    Thor aku tunggu ff yoonwon lainny😉

    Like

  19. thor… kenapa harus sad ending sih??? jujur baru kali ini aku baja fanfic sampe nangis sejadi2nya. apalagi pas di ruang kemotherapy terakhir. aku udh nangis. Bikin ff yoonwon lagi ya thor… tapi happy end ok!

    Like

  20. Sad ending T__T😦
    Gga nyangka bakalan bgini..
    Aku ampir meneteskan air mata..
    Daebak author !!!
    Ternyata yoona suka juga ma siwon T__T
    Eehhm.. Ga bisa ngoment apa” lagi..
    Bener” jd galau arii ini..

    Di tunggu ff berikut’a !! Fightiing !!

    Like

  21. ini ff yg selalu aku tunggu..
    ff.nya bikin nangis..
    tambah nangis waktu yoona eonni bilang saranghae ke siwon oppa..
    walaupun gagh seperti yg diharapkan tapi aku suka cz adil..
    buat ff yoonwon dong chingu..
    ditunggu deh karya lainnya..
    keep hwaiting.

    Like

  22. walaupun berakhir sedihhh,,,,,
    sepertinya yoong bahagia karena ada 2 namja
    yg sayang dgn tulus,,,,,,bagus banget
    ditunggu ff barunya,,,,,tp yg happy ending yah,,,,,

    Like

  23. EPILOGnya mana?~
    Suka Ilana Tan yah? Aaa~ aku juga suka.. kalo gasalah waktu Yoong buat video untuk Siwon – Donghae itu seperti yang ada di Sunshine Becomes You kan._. #okeabaikanini
    yaa, udah terduga sih kalo Yoong bakal mati.. tapi masalah Yoong lebih milih Siwon itu sm sekali gak terpikir… daebak author!😀
    feelnya dapet! gak terburu buru, tapi gak ribet juga bahasanya… bagus!😀
    Tetap berkarya yaa author!🙂 Fighting!~

    Like

    1. yah yah yah, aku baru beli novel itu beberapa hari lalu dan baru aku baca 20 halaman, yah aku jadi ngga peasaran deh sama isinya aaaaah #ditampolreader
      sebenernya ini aku ambil dari novel ilana tan yang autumn in paris chingu. gomawo ya udah baca dan ikut larut di ff ini🙂

      Like

  24. Sad ending , , huuaaaaa#nangisdipelukanSiwonOppa . . .

    Ternyata yg Yoong cintai itu Siwon, yeee YoonWon.
    Meskipun mereka gak bersatu.

    Thor, buat ff YoonWon yg Happy Ending donk ! Yaa yaa,he
    fighting😀

    Like

  25. Yah.. sad ending nih ..!
    Aku sempet bingung,mau pilih YoonWon atau YoonHae. biarpun aku phyrotecnics,tapi kalo dilihat dari jalan ceritanya, aku rela deh endingnya YoonWon.Ih tapi suka YoonHae juga sih, hadeh pusing #abaikan

    Good Job Thor, Aku nangis loh bacanya ! Buat Yang YoonHae lagi yaa

    Like

    1. iya aku suka, aku ambil dari yang autumn in paris, pas adegan ayahnya ngmng jujur sama tara, nah disini aku pake saat donghae ngomong jujur soal penyakit yoona ke siwon😀 gomawo udah baca ya hehehe

      Like

  26. kan bener bikin nangis😥 kasian siwon oppa nya eonn🙂 tp makasih banget eonn ini aku lagi pengen nangis dengan baca ini aku bisa plong bagus banget ff nya eon, aku tunggu ff slanjutnya:) kalo bisa yg yadong *ehh hahah

    Like

  27. gilaa !!
    ni pertamanya nangis gr” baca fanfic .
    feelnya dpt banget ! oke banget unnie !!
    love your fanfic so much …
    buat fanfic bt yoonwon lagi dong,tapi yg happy ending,
    ga mau nangis gr” fanfic lagi..

    Like

  28. Asliii ff sad ending yg mampu membuatqwu bnjir air mata… Serasa nntn film gituh, untg pas bacax orng dirmh dah pada tidur jdii ngk ad yg tau….ssssstttt

    Mianhe author, bru comment diff part ine…. Criiitaax kkerrreeenn…. I always waiting the next ff yoowon from u….

    Like

  29. Aku ngerti jalan cerita’x..
    Sebenarnya Yoona cintanya sama Siwon, tapi dia pura” suka sama donghae spya siwon menjauh, trus trnyata yg donghae suruh siwon jauhin yoona itu jga yoonie yg suruhh..

    Tapii…
    Huaaa.. Sad ending T.T
    Knpa siwon ga smpat ngasih sum” tulang belakang’x..

    Like

  30. aaa aku nangis bca.a
    mskpun sad endng, tp kren, klimaks xg m.muaskan
    gomawo/ bkin age ya ff. Yoonwon, tp happy end

    Like

  31. Author TANGGUNG JAWAB aku nangis nih sumpahhh…napa sad ending??? Aku gak rela. Sedih pas yoong bilang sarangheyo ke siwon, kenapa baru bilang yoong..author. Ada sequelnya dong, yoong hidup lagi ke gak mungkin yah??? Akhhhh kenapa sad ending???huhuhu

    ceritanya keren..buat ff yoonwon lagi yg tapi harus happyending oke..

    Like

  32. Oeni, ,
    aq gx nyngka kLw yoona 0eni akn mng9l, aq kra y0ona 0eni bkl dpt keajaiban, trNyata tdak tho. .
    HmMm, sdh rSa.a…
    Tpi oEni ff.a bgus, bwt lg y 0eni, kLw bsa yg siwon opPa. .
    G0mawo and fighting ea 0eni. .

    Like

  33. chingu kenapa akhirnya nyedihin abis
    aku baca sampai mampet buat nafas
    karena nangis darah *lebay*
    bahkan sampai dikiraiin orang rumah
    KAMU NGAPAI NANGIS SENDIRI
    GILA YA
    chingu aku harapin ada ff yoonwon yang happy ending
    fighting!

    Like

  34. Hahahaha eonni ……. Udh satu nampan air mta q jth ne, #plaklebay

    Tp crtanya menguras emosi bgt ne
    DAEBAK………:-)

    Like

  35. Hiks hiks author jahat knpa yoona nya
    Dibuat meninggal, bahkan dia belum merasakan indah nya punya kekasih..
    Tp malah udh meninggal duluan..
    Semoga yoona bahagia ditempat yang baru.

    Like

  36. Daebakkk author, setelah skian tahun aku baru nemu link ini kereeennn banget sampe bikin bagus bombay. Maaf ya aku baru koment di part akhir biar sekalian tau keseluruhan ceritanya semuanya kereennnn sampe bingung bagian mana yg perlu dikomentarin smua bahasanya tertata rapi jd sebagai rider ngalir aja bacanya pokoknya kereeennnnn. Dan mohon ingin tuk baca yg lainnya ya gomawo and fighting

    Like

  37. Aneyong… perkenalkan reader baru nech!!!
    Huuaaawwwaa.. knpa d buat sad ending sich thor?? 😢😢
    Dah bsah ne bju karena nangis!!
    Tapi bagus thor ceritanya…😊
    Di tunggu ff selanjutnya y!!
    Fighting!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s