[Freelance] Namjachingu Pengganti


NAMJACHINGU PENGGANTI

Title : Namjachingu Pengganti
Author : Eun.Febby.Hae
Genre : Romance, One Shoot
Cast :  Lee Donghae, Jessica Jung, Lee Hyuk Jae or Eunhyuk
Other Cast : Leeteuk, Siwon, Taeyeon, Tiffany

 

Air mataku mulai mengalir membuat sebuah sungai kecil di pipiku, tubuhku terasa lemas. Ingin rasanya saat itu aku membalikan badanku dan pergi dari tempat itu. Tapi sebuah tangan menahanku. Taeyeon eonnie. Tangannya yang lembut menahanku untuk tidak pergi dari tempat itu. Tempat dimana seseorang yang sangat aku cintai disemayamkan.

“Kau harus menyapanya” Ucap Taeyeon eonnie saat menahanku untuk tidak pergi.

“Aku belum siap eonnie, aku tidak ingin memberatkannya di sana” Jelasku pada Taeyeon eonnie.

“Tapi dia pasti akan kecewa jika kau tidak menyapanya” Kali ini Taeyeon eonnie berusaha untuk meyakinkan aku.

Aku hapus jalur yang membentuk sebuah sungai kecil dipipiku. Dengan perasaan ragu aku berjalan menghampiri sebuah gudukan tanah yang sekarang sudah ditumbuhi oleh rumput rumput liar. Aku lihat dengan jelas nama yang tertulis pada sebuah batu yang tertancap disalah satu dari ujung gundukan tanah itu. Lee Hyuk Jae. Nama yang sangat aku kenal.

Air mataku kembali menetes dan membentuk jalur yang tadi sudah aku hapus. Kali ini tubuhku mulai bergetar, dan aku rasa Taeyeon eonnie pasti juga tau kalau tubuhku bergetar seperti ini.

Taeyeon eonnie meletakan sebuah buklet Bunga Lili yang indah di atas gundukan tanah itu, dia juga menuangkan arak pada sebuah gelas dan meletakannya dihadapan batu yang bertuliskan mana dari seorang namja yang sangat kami kenal. Aku dapat melihat dengan jelas air mata Taeyeon eonnie juga jatuh, tapi dia langsung mengekanya dengan tangannya yang putih itu.

Aku masih saja berdiri memandangi gundukan tanah itu dengan air mataku yang terus mengalir, walau sudah berkali kali aku seka, tapi alirannya tidak juga berhenti. ‘Mianhae oppa, mian… main karena aku baru bisa datang sekarang, mian karena dulu aku meninggalkanmu, mian karena aku tidak bisa menepati janjiku padamu.’ Ucapku dalam hati.

“Kau tidak ingin menyapanya Sica?” Tanya Taeyeon eonnie.

“Ne, eonnie…” Jawabku pada Taeyeon eonnie. “Apa kabar oppa? Apa kau senang di sana? Oppa aku sangat merindukanmu…” Kalimatku terputus karena aku merasa sudah tidak sanggup lagi melanjutkannya.

Taeyeon eonnie merangkulku, dia seolah tau bahwa kalimatku itu masih belum selesai dan ingin menyuruhku untuk melanjutkannya. “ Mianhae oppa,, hiks hiks,, mianhae.” Kali ini aku benar benar menghentikan kalimatku untuk namja yang aku cinta itu. Aku sudah tidak sanggup lagi.

Aku menoleh ke arah Taeyeon eonnie. “Eonnie bisa kita pulang sekarang?” Pintaku pada Taeyeon eonnie .

“Baiklah” Jawabnya. “Oppa aku dan Sica pulang dulu ya? Kami pasti akan kembali lagi oppa.” Ucap Taeyeon eonnie sambil menghadap ke arah gundukan itu.

“Ayo eonnie” Ajakku pada Taeyeon eonnie sambil menarik tangannya, berjalan menjauhai gundukan tanah itu.

15101986

Aku duduk di salah satu bangku café. Sebuah café yang dulu sering aku datangi bersama sahabat sahabatku, dan juga bersama orang yang aku cintai. Dari tempatku duduk aku lihat Taeyeon eonnie sedang berbicar dengan seseorang di balik meja kasir itu. Lebih tepatnya lagi adalah seorang namja.

“Eonnie.” Panggilku pada Taeyeon eonnie. Dia menoleh ke arahku dan kemudian berjalan menghampiriku.

“Wae? Apa kau ingin sesuatu Sica?” Tanyanya padaku.

“Duduklah eonnie, temani aku di sini.” Ucapku. Taeyeon eonnie langsung saja duduk di kursi yang berhadapan langsung denganku.

“Kau kenapa Sica? Kau tidak terlihat senang kembali ke Seoul? “ Tanya Taeyeon eonnie.

“Aniyo, aku hanya merasa sedang tidak enak badan saja.” Jawabku. Sesaat terjadi ke heningan diantara kami. “Eonnie, siapa dia? Kenapa aku merasa tidak mengenalnya?” Tanyaku sambil melihat ke arah seorang namja yang sedang sibuk sendiri di baik meja kasir.

“Dia? Dia kasir baru di sini Sica. Dia juga teman kuliahku, wajar kau tidak mengenalnya.” Jawab Taeyeon eonnie.

“Tapi kenapa aku merasa kalau dia itu mengenalku?” Tanyaku lagi.

“Tentu saja dia mengenalmu. Bahkan dia tau banyak tentanmu.” Jawab Taeyeon eonnie.

“Bagaimana bisa eonnie?” Tanyaku bingung.

“Dia adalah sahabat Eunhyuk oppa, dia mengenalmu karena cerita Eunhyuk oppa, Sica.” Jelas Taeyeon eonnie padaku.

“Jinjja? Siapa namanya?” Tanyaku penasaran.

“Donghae, Lee Dong Hae.”

“Tapi kenapa Eunhyuk oppa tidak pernah bercerita apa apa tentangnya padaku?” Tanya ku lagi.

“Entahlah, aku juga tidak tau.” Jawab Taeyeon eonnie.

15101986

Aku duduk di hadapan kaca dan meja riasku. Aku menatap diriku yang ada di hadapanku. Aku merasa betapa menyedihkannya aku.

Dulu saat SMA Eunhyuk oppa sangat mencintaiku, berulang kali dia ungkapkan perasaannya padaku, tapi sekalipun aku tak pernah menjawabnya. Dia tak pernah menyerah walaupun aku terus menggantung perasaannya. Dulu dia sering mengajakku ke kantin bersama saat jam istirahat.

Jujur, sebenarnya aku juga sangat mencintainya. Tapi karena aku tau kalau aku akan pergi dalam waktu dekat, aku jadi takut menyakitinya.

~FLASHBACK~

Di café langganan kami ber-6. Aku duduk menunggu kedatangan 5 orang yang sangat aku sayangi.  Aku masih saja berfikir, bagaimana caranya untuk mengatan semuanya pada mereka. Aku takut mereka marah padaku.

“ Sica,” Panggil dua sejoli yang juga dua sahabatku. Siwon oppa dan Tiffany eonnie.

“ Oppa, eonnie, duduklah,” Ucapku.

“Ada apa kau meminta kumpul di sini? Siang hari pula, biasanya kan kalau kau yang minta selalu kumpul malam hari.” Tanya siwon oppa, sambil menatapku bingung.

“Ya, kenapa café ini sepi sekali?” Tanya Tiffany eonnie.

“Tadi aku sudah menyewanya pada Kangin ahjussi.” Jawabku masih dengan kebingungan yang memenuhi isi otakku.

“MWO?” Teriak Siwon oppa dan Tiffany eonnie kompak.

“Kau ini hanya seorang anak SMA, bagaimana bisa menyewa café sebesar ini? Berapa lama kau menabung untuk menyewa ini semua? Kau memang gila Sica?” Tanya Siwon oppa yang terlihat bingung. Sedangkan Tiffany eonnie hanya mengagukkan kepalanya, membenarkan pertanyaan Siwon oppa.

“Oppa, eonnie, apa kalian tidak tau? Kangin ahjussi itu adalah adik appaku.” Jawabku. “ Tentu saja aku bisa menyewa café ini dengan murah, bahkan jika aku ingin gratispun bisa.” Tambahku pada mereka .

“Owwhhh…” Ucap mereka kompak.

KLING.. KLING…

Bel pintu masuk berbunyi, dan itu berarti ada yang datang. Dia Eunhyuk oppa. Dia berjalan menghampiri meja tempat aku, Siwon oppa dan Tiffany eonnie duduk.

“Di depan tadi aku melihat ada tulisan close, tapi karena aku melihat kalian ada di dalam maka aku masuk. Apa ini tidak apa apa?” Tanya Eunhyuk oppa.

“Tak apa oppa, duduklah” Ucapku sambil menupuk kursi yang ada di sampingku, mengisyaratkan bahwa dia harus duduk di sampingku. Eunhyuk oppa pun duduk di sampingku. Perasaanku semakin gugup. Sekarang hanya tinggal dua orang lagi yang belum datang. Taeyeon eonnie dan Leeteuk oppa.

“Ada apa Sica?” Tanya Eunhyuk oppa sambil memandangku.

“ Nanti akan ku beri tau jika kita sudah lengkap.” Jawabku. Kali ini aku merasa sangat tegang. Otakku masih berusaha mencari kalimat yang tepat untuk mengungkapkan apa yang ingin aku sampaikan hari ini.

“ Sudah lengkap? Maksudmu?” Tanya Eunhyuk oppa bingung.

“Maksudnya kita harus menunggu Taeyeon eonnie dan Leeteuk oppa  dulu.” Jelas  Tiffany eonnie.

KLING.. KLING…

Bel pintu kembali berbunyi, dan itu berarti Taeyeon eonnie sudah datang dan benar saja dia datang dengan Leeteuk oppa.

“Aku datang!!” Teriak Taeyeon eonnie. Sudah menjadi kebiasaannya setiap berkumpul pasti selalu mengucapkam kalimat itu saat datang.

Kami semua sudah duduk di meja yang sama. Tapi aku hanya diam, aku benar benar gugup. Aku terus mengepalkan kedua tanganku sambil tertunduk.

Tiba tiba Eunhyuk oopa memegang tanganku. “Apa yang ingin kau katakan Sica??” Tanya Eunhyuk oppa.

Aku mengankat kepalaku, melihat ke arah Eunhyuk oppa. Aku dapat merasakan kalau dia sedang menyuruhku untuk berbicara. Aku alihan pandanganku menghadap 4 sahabatku yang lain.

“Aku ingin pamit sama kalian semua.” Ucapku memecah keheningan yang aku buat.

“Memangnya kau mau pergi kemana?” Tanya Leeteuk oppa.

“Aku harus pindah ke Los Angel dan mungkin tidak akan ketemu dengan kalian untuk satu setengah tahun kedepan, sampai aku lulus SMA.” Jawabku smbil tertuduk. Dan tanpa aku sadari air mataku terjatuh begitu saja.

“Kenapa harus pindah?” Tanya Taeyeon eonnie. Aku angkat kembali kepalaku, aku dapat melihat kalau Taeyeon eonnie dan Tiffany eonnie sudah meneteskan air matanya.

“Aku harus melakukannya eonnie, karena appaku di pindah tugaskan di Los Angel.” Jawabku. Tayeon eonnie hanya bisa menangis mendengar jawabanku, sedangkan Tiffany eonnie hanya bisa menangis dipelukan Siwon oppa dan tak dapat berkata apapun.

“Sudahlah, hentikan tangisanmu itu Yeonie.” Pinta Leeteuk oppa sambil megusap air mata Taeyeon eonnie.

Aku menoleh ke arah Eunhyuk oppa, dia hanya terdiam, tidak mengatakan apapun dan hanya memperhatiakan apa yang terjadi di sana.

“Oppa,” Ucapku sambil memegang tangan Eunhyuk oppa. “Mianhae.” Lanjutku.

“Kenapa harus minta maaf?” Tanya Eunhyuk oppa.

“Mian karena aku tidak pernah menjawab pertanyaanmu…” Ucapku terputus.

“ Tak apa Sica”

“Aku janji padamu akan menjawabnya nanti saat aku kembali. Aku janji oppa.” Setelah itu tangisanku semakin menjadi jadi. Eunhyuk oppa hanya dapat memelukku, dan mengelus rambutku lembut.

“ Hentikan tangisanmu Sica.” Pinta Eunhyuk oppa.

“Saranghaeyo oppa.” Ucapku lirih, namun aku yakin Eunhyuk oppa mendengarnya karena dia menjawab perkataanku itu.

“Nado saranghaeyo Sica” Ucapnya lirih, dan itu terdengar sangat indah di telingaku.

Hari itu adalah hari terakhirku bersama mereka sebelum aku berangkat ka Los Angel. Hari itu adalah hari yang indah sekaligus buruk untukku.  Ada dua perasaan yang dominan di dalam hatiku hari itu, dan itu adalah senang dan sedih.

~FLASHBACK END~

Kini aku sudah kembali ke Seoul, tapi rupanya semua sudah berubah. Sekarang orang aku cintai sudah tidak ada. Dia sudah pergi untuk selamanya meninggalkan aku dan yang lain. Sebenarnya dia pergi sudah lama sekita 9 bulan yang lalu, tapi aku baru bisa datang ke Seoul seminggu yang lalu.

15101986

Aku duduk di kursi yang dulu pernah aku duduki bersama Eunhyuk oppa. Aku tidak memesan apapun dan hanya duduk memandang jendela sambil mambayangkan  wajah Eunhyuk oppa.

“Mianhae jika aku mengganggumu, dari tadi ku perhatikan kau hanya duduk sendiri sambil memandang jendela, apa kau sedang menunggu seseorang?” Tanya seorang namja yang aku kenal. Dia Donghae oppa. Orang yang waktu itu diceritakan Taeyeon eonnie

“Aniyo, aku tidak sedang menunggu siapapun” Jawabku sambil menatap namja tampan yang sedang berdiri di hadapanku.

“Kalau begitu apa kau tidak ingin memesan?” Tanya nya lagi

“O. mian tadi aku lupa untuk memesan, kalau begitu aku pesan …” kata kataku terputus.

“Jus apel mix jeruk kan?” Tanyanya mengagetkanku. Ternyata Eunhyuk oppa memang banyak menceritakan tentangku padanya .

“Ne,” Jawabku.

“Kalau begitu tunggulah sebentar.” Pintannya.

Aku kembali memandang jendela dan berusaha mengembalikan bayangan Eunhyuk oppa ke otakku. Tapi tidak lama namja bernama Donghae itu kembali mengantarkan pesananku.

“Silahkan,” Ucapnya

“Ne, gomawo.” Ucapku sambil sedikit membungkuk.

“Jessica-ah boleh aku duduk di sini?” Tanya namja itu padaku.

“Ne, silahkan.” Jawabku sambil melihatnya

Sesaat keadaan di antara kami sangat hening, tapi kemudian Donghae oppa memulai pembicaraan “Mianhae Jessica-ah, aku ingin bertanya sesuatu boleh?” Tanya Donghae oppa.

“Ne, mwo??” Tanyaku balik.

“Apa kau masih mencintai Hyukie ??” Tanya Donghae oppa padaku, aku jadi berpikir sedekat apa sebenarnya hubungan Eunhyuk oppa dengan Donghae oppa sampai sampai Donghae oppa memanggilnya dengan sebutan ‘Hyukie’.

“Ne, aku masih sangat mencintainya.” Jawabku yakin.

“Sayang sekali.” Gumam Donghae oppa

“Kenapa memangnya??” Tanya ku bingung.

“Aniyo, luapakan saja.” Ucapnya berdiri “Aku kembali ke meja kasir dulu ya Jessica-ah.” Dia berbalik berjalan menuju tempatnya bekerja. Tapi baru beberapa langkah dia berjalan dia membalikan tubuhnya dan berkata. “Mungkin kita sudah saling tau siapa nama kita, tapi bolehkah kita berkenalan secara resmi?” Sambil menjulurkan tangannya.

“Ne, Jessica Jung immida, bangapseumnida.” Ucapku sambil menyambut tangannya.

“Lee Donghae immida, gwaenchanayo.” Ucapnya.

“Donghae oppa ?” Panggilku pada namja yang baru saja hendak meninggalkan aku itu.

“Nde?” Jawabnya, seraya berbalik menghadap ke arahku.

“Tolong  jangan panggil aku Jessica lagi, cukup dengan Sica” Pintaku.

“Baiklah, jika kau yang meminta.” Jawabnya dan kemudian membaliakn tubuhnya berjalan menuju tempat asalnya. Maksudku kembali ke meja kasir.

Aku kembali menatap jendela dan berusaha lagi mengembalikan bayangan Eunhyuk oppa. Tapi ternyata sekarang yang aku pikirkan adalah Donghae oppa. ‘Aish apa yang sedang aku pikirkan sih? Kenapa sekarang jadi Donghae oppa yang aku pikirkan? Kau ini bagaimana sih Sica?’ batinku berbicara.

Hari beranjak gelap. Jam di tangan kiriku menujukan pukul 07;30 p.m, tapi aku masih ingin tetap di café ini, entahlah apa yang ingin aku lakukan tapi aku merasa nyaman jika berada di dalam café ini.

“Sica, apa kau tida ingin pulang? Tadi appamu menelfonku, dan bertanya apa kau ada di sini, sepertinya appa dan eommamu menghawatirkanmu.” Ucap Kangin ahjussi .

“Baiklah ahjussi aku akan pulang.” Jawabku berdiri dan berajalan menuju pintu keluar café itu. Tidak lupa saat melewati meja kasir aku menyapa Donghae oppa . “Dasibwayo, Donghae oppa.” Ucapku sambil sedikit membungkukan tubuhku.

Donghae oppa tidak menjawab sapaanku, dia hanya menundukan kepalanya dan kemudian tersenyum manis padaku.

15101986

“Yeoboseyo” Ucapku saat mengankat telfon dari Taeyeon eonnie.

“Kau sudah siap Sica?” Tanya Taeyeon eonnie dari sebrang sana.

“Siap untuk apa eonnie?” Tanyaku bingung.

“Kalau belum siap, maka bersiaplah Sica, karena sebentar lagi aku akan menjemputmu.” Ucapnya dengan penuh semangat.

“Baiklah eonnie, kalau begitu aku matikan telfonnya, aku akan bersiap siap.”

BIIP

Aku matikan sambunganku dengan Taeyeon eonnie. Aku bergegas masuk kamar mandi dan setelah itu aku merias wajahku. Aku ingin terlihat cantik hari ini. Entahlah untuk apa, tapi aku tidak ingin bersedih lagi. Aku ingin bahagia demi Eunhyuk  oppa.

Ting.. Tong .. Ting .. Tong

Aku keluar dari kamarku, dan kemudian berjalan menuju pintu yang tadi belnya berbunyi.

“Aku datang.” Ucap Taeyeon eonnie.

“Ayo masuk eonnie” Ajakku padanya

“Aniyo, kau ambil saja tasmu, kita harus langsung pergi.”

“Baiklah.” Aku berjalan menuju kamarku kemudian mengambil tasku dan keluar lagi menghampiri Taeyeon eonnie.

“Tunggu sebentar eonnie.” Pintaku pada Taeyeon eonnie. Aku kembali masuk kedalam rumah dan menghampiri eomma di dapur. “Eomma, aku akan pergi bersama Taeyeon eonnie, jadi jangan khawatirkan aku lagi” Ucapku pada eommaku yang paling aku cintai itu.

“Ne, hati hati yaa sayang.” Pesan eomma padaku.

“Pasti eomma.” Jawabku. Aku berjalan keluar pagar dan betapa terkejutnya aku saat melihat sahabatku semuanya sudah berkumpul dan ditambah lagi dengan satu orang namja yang sekarang sudah menjadi chinguku.

“Ada apa ini eonnie, apa kita akan pergi berwisata?” Tanyaku bingung.

“Aniyo, kita akan berkunjung ketempat Eunhyuk  oppa. Ayo masuk “ Jawab eonnie seraya menarik tanganku masuk ke dalam mobil yang tak ku ketahui siapa pemiliknya.

“Kalian jalan di depan yaa?” Pinta Siwon oppa. Seraya pergi entah kemana. Mungkin dia naik mobil yang berbeda.

Aku duduk di jok belakang begitu pula dengan Taeyeon eonnie. Sedangkan yang menyeti mobil adalah Leteuk oppa, dan yang duduk di samping Leeteuk oppa adalah Donghae oppa. Awalnya aku bingung kenapa ada Donghae oppa disini. Tapi setelah aku pikir pikir ulang, aku ingat bahwa Donghae oppa adalah sahabat dari Eunhyuk  oppa jadi tidak ada salahnya jika dia ikut.

Kami semua sampai di sebuah bukit kecil tempat dimana gundukan yang beberapa hari lalu aku datangi berdua dengan Taeyeon eonnie.

Kali ini Tiffany eonnie lah yang meletakan sebuah buklet Bunga Lili, dan Donghae oppa yang menuangkan segelas arak dan meletakannya pada batu yang ada di ujung gundukan itu. Siwon oppa,  Leeteuk oppa dan Taeyeon eonnie hanya diam sadang aku.. aku hanya diam dan tersenyum memandang batu yang bertuliskan nama asli dari Eunhyuk  oppa.

‘Oppa kali ini aku datang dengan senyuman di wajahku, aku harap oppa sudah tidak marah padaku,owh iya oppa aku hanya ingin kau tau sebenarnya dari dulu aku ingin kau menjadi namjachinguku. Tapi ternyata tidak bisa ya? Tak apalah oppa,,, oppa jika nanti aku mendapatkan namjachingu yang baru aku harap oppa tidak akan marah  padak,. dan aku harap oppa mau memberikan kami restu.’ Ucapku dalam hati.

“Sica, apa kau tak ingin menyapanya lagi?” Tanya Taeyeon eonnie.

“Aniyo eonnie, aku akan menyapanya.” Jawabku. Aku berjalan mendekati batu yang bertuliskan nama Lee Hyuk Jae. Aku ngecup batu itu dengan senyuman dihatiku.

Kami kembali menuju mobil yang terpakir dibawah bukit.

“Kami duluan ya.” Pamit Siwon oppa dan Tiffany eonnie. Mereka pergi dengan mobil yang berbeda dengan aku, Taeyeon eonnie, Leeteuk oppa dan Donghae oppa.

“Kau pulang dengan Donghae oppa ya?” pinta Taeyeon eonnie.

“Wae?” Tanya ku.

“Aku dan Leeteuk oppa harus pergi ke sebuah tempat sekarang juga.” Jelas Taeyeon eonnie.

“Tapi dengan apa nanti kami pulang?” Tanya ku kesal

“Tenang saja Sica, Donghae membawa mobilnya.” Jawab Leeteuk oppa.

“Hah??” Gumamku

“Sudah ya, dagh Sica sayang.” Ucap Taeyeon eonnie saraya berlalu meninggalkan aku dan Donghae oppa berdua.

Aku memandang sinis ke arah Donghae oppa. “Pasti ini sudah di rencanakan, iyakan oppa?” Bentak ku pada Donghae oppa. Donghae oppa hanya menunduk terdiam. Sesaat aku jadi merasa bersalah karena membentaknya.

“Mianhae Sica.” Kata kata itu keluar dari Donghae oppa. “Mianhae,” Ucapnya mengulangi kata maaf itu.

“Kenapa oppa harus minta maaf, aku tau ini bukan rencana oppa, tapi yang membuatku sebal, kenapa oppa setuju dengan rencana ini.” Ucapku menjelaskan.

“Aku minta maaf atas nama Hyukie.” Aku kaget mendengar kalimat terakhir itu, aku menatap Donghae oppa berharap dia akan melanjutkan kalimatnya tadi.

“Sebelum Hyukie pergi dia berkata pada kami, maksudku aku, Leeteuk hyung, Siwon, Taeyeon dan Tiffany. Dia berkata bahwa kami tidak boleh membuatmu bersedih. Dia juga mengatakan padaku kalau aku harus melakukan sesuatu…” Kalimat Donghae oppa terhenti. Aku penasaran pada kelanjutan kalimat itu dan menunggu Donghae oppa melanjutkannya. Tapi terlalu lama.

“Mwo? Lanjukan ceritanya oppa!” Pintaku.

“Aku takut kau marah jika aku lanjutkan” Ucapnya beralasan.

“Lanjutkan oppa!” Titahku pada Donghae oppa.

“Dia menyuruhku untuk menggantikannya di matamu.” Jawab Donghae oppa. Jawaban itu benar benar membuatku muak, ingin rasanya aku membentak Donghae oppa lagi, tapi niat itu aku urungkan, dan aku hanya menbalikan badanku berjalan menjauh darinya.

“Kau jangan bercanda oppa, tidak mungkin Eunhyuk  oppa menyurumu untuk menjadi penggantinya.” Ucapku sambil berjalan pelan mencari mobil yang mungkin saja itu milik Donghae oppa.

“Sudah kuduga kau tidak akan percaya, bahkan mungkin sekarang kau merasa muak atas apa yang aku katakan ini.” Ucap Donghae oppa.

“Sudahlah oppa, ayo kita ke mobilmu, aku ingin pulang.” Pintaku

“Sica,” aku tersentak kaget saat mendengar namaku dipanggil. Bukan karena namaku dipanggil tapi karena suara yang memanggil namaku itu. Suara itu sama persis seperti suara Eunhyuk  oppa. Aku menoleh kebelakang, tapi yang aku lihat hanya Donghae oppa.

“Kau mencariku Sica?” ucap suara itu lagi, dan aku yakin suara itu berasal dari Donghae oppa. Aku terus memperhatikan Donghae oppa, dia menatapku dengan tatapan yang tak asing bagiku. Tatapan milik Eunhyuk  oppa.

“Kau harus percaya pada apa yang dikatahan oleh Donghae, Sica.” Ucap Donghae oppa seraya berjalan mendekati aku yang berdiri terpaku. Aku merasa bukan Donghae oppa yang berbicara, melaikan Eunhyuk  oppa. Tanganku mulai bergetar, kebiasaanku saat gugup.

“Jangan takut Sica, aku tidak akan marah jika Donghae yang menggantikan aku” Lanjut namja yang sekarang berada tidak jauh dariku. Aku tidak tau siapa yang sebenarnya ada didalam tubuh Donghae oppa.

“Kau kenapa Sica? Kau tidak rindu padaku, kenapa kau tidak memelukku?” Kali ini aku merasa yang berbicara itu benar benar Eunhyuk  oppa.

Aku berlari kecil menghampiri tubuh Donghae oppa yang didalamnya terdapat jiwa Eunhyuk  oppa. Aku peluk erat tubuh namja yang didalamnya terdapat jiwa Eunhyuk oppa. Aku menangis di pundak namja itu.

“Ya!! Sica kau membuat pakaian Donghae basah karena air matamu itu. Hentiakn tangisan itu, kau akan terlihat jelek jika matamu bengkak.” Ledek Eunhyuk  oppa. Sambil terus mengelus rambutku dengan lembut. Aku merasa sangat nyaman dalam posisi ini  dan tidak ingin lepas dari pelukan Eunhyuk  oppa.

“Jangan,, jangan pergi lagi oppa” pintaku pada Eunhyuk  oppa.

“Tidak bisa Sica, aku harus pergi. Aku harus kembali lagi nanti.” Jawab Eunhyuk  oppa. “Tapi kau tenang saja, aku akan selalu ada didekatmu. Asalkan kau….” Kalimat Eunhyuk  oppa terputus

“Asalkan apa?” Tanya ku penasaran.

“Asalkan kau bersama dengan Donghae” Jawab Eunhyuk  oppa.

“Oppa jangan bercanda. Aku masih sangat mencintaimu, jadi tidak mungkin mencintai Donghae oppa.” Jawabku kesal.

“Kau harus menganggapnya penggantiku, maka kau akan bisa mencintainya, lagi pula aku rasa kau memang sudah mulai suka dengan pemilik tubuh ini.” Jelas Eunhyuk oppa.

“Maksud oppa apa?” Tanyaku bingung.

“Kau akan mengerti nanti Sica.” Jawab Eunhyuk oppa.”Sekarang aku harus pergi lagi Sica, berjanjilah padaku kau akan berusaha untuk mencintai Donghae, karena hanya dengan begitu aku bisa merasakan cintamu untukku. Berjanjilah Sica.” Pinta Eunhyuk oppa padaku. Aku hanya mengangukkan kepalaku lemah, dan untuk terakhir kalinya Eunhyuk oppa mencium keningku lembut.

“Aku pergi Sica.” Pamit Eunhyuk oppa. Aku hanya menatap tubuh milik Donghae oppa yang kemudian tiba tiba saja oleng.  Dengan reflek aku menghampiri Donghae oppa, membantunya berdiri.

“Kau sekarang percaya Sica?” Tanya Donghae oppa. Aku hanya menganguk lemah. “Kalau begitu apa kau mau menjadikan aku namjachingumu?” Tanya Donghae oppa lagi. Tapi kali ini pertanyaannya membuatku tercengan.

“Oppa, apa harus secepat ini?” Tanyaku ragu. Seraya melepaskan tanganku dari pegangan Donghae oppa, dan itu membuatnya oleng kembali. Tapi nampaknya dia sudah bisa menyeimbangkan tubuhnya.

“Bukankah kau berjanji akan memberikan jawabanmu setelah kau kembali dari Los Angel?” Tanya Donghae oppa berbalik.

Aku berpikir sejenak dan kemudian mengangukan kepalaku. Menandakan aku menerina cinta dari dua namja yang bersahabat pada waktu yang bersamaan. Donghae oppa tersenyum sambil memandangku dan kemudian memelukku. Aku merasa nyaman sekali, pelukan ini rasanya  sama seperti saat tadi aku dipeluk oleh Eunhyuk oppa. Setelah itu kami kembali ke café favorite kami dengan menggunakan mobil Donghae oppa.

15101986

~Sebulan Kemudian~

KLING.. KLING…

Bel pintu café favoriteku berbunyi saat aku memasukinya.

“Sica, bukan kah kau bilang hari ini pelajaranmu penuh?” Tanya namjachinguku yang tampan dari balik meja kasir.

“Hehe…. Aku berbohong oppa, tadinya aku malas bertemu denganmu, tapi ternyata aku malah jadi kangen padamu.” Jawabku beralasan.

Donghae oppa keluar dari meja kasir membawakan aku minuman kesukaanku. Jus apel mix jeruk. Aku meminumnya sambil tersenyum dan melirik Donghae oppa. “Wah, segarnya” Ucapku.

“Jadi, sekarang kau berani berbohong padaku?” Tanya Donghae oppa sambil mengacak acak rambutku lembut.

Aku hanya tertawa melihat ekspresi marah dari namjachinguku itu. Ekspresinya juga tidak jauh berbeda dengan ekspresi Eunhyuk oppa saat marah dulu, dan itu membuatku merasa senang. Senang karena aku sekarang dijaga oleh dua orang yang aku cintai.

Kini aku merasakan kebahagianku, kebahagian yang sudah aku tunda hampir 3 tahun. Bahkan aku mendapatkan bonus karena aku dapat merasakan cinta dari dua namja sekaligus. Cinta dari Eunhyuk oppa yang dititipkan kepada Donghae oppa dan cinta dari Donghae oppa itu sendiri. Betapa beruntungnya aku dan bukankah itu hebat??

 

 

THE END


53 thoughts on “[Freelance] Namjachingu Pengganti

  1. Yeaah, HAESICA! So sweet amat…
    Ceritanya bagus dan enak dibaca. Untung, ada HaeSica, couple favoritku nomer satu… muehehe. Ditunggu FF HaeSica selanjutnya yaaa xD

    Like

  2. Kyaaaaa keren ……..
    Sempet bingung waktu arwah Eunhyuk oppa merasuki tubuh haeppa …
    Tapii keren …
    Feel nya juga aku dapet banget ..
    Bagus chingu !!!
    Aku suka cerita nya
    Ditunggu ff haesica yang lain ….

    Like

  3. eh kok dah the end aja nih ffnya -,-

    ehm haepa hbat bsa tkran gtu rohnya ma hyuk.
    dasar pasangan ikan dan monyet,tak bsa dipisahkan😀
    dan akhirnyapun haesica bersatu^^

    Like

  4. mianhae buat para readers yang sudah bersedia membaca ff ku ini…

    dari tadi aku cuma bisa ngomong gomawo terus….
    aku juga telat tau kalau ffku sudah di publis … dan baru bisa ngerespon komen chingu deul sekarang….

    terima kasih
    eun.febby_hae

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s