[Freelance] Love #1


Main Cast : Cho Kyuhyun (Suju), Seo Joo Hyun (SNSD)

Other Cast : Im Yoona (SNSD), Lee Dong Hae (Suju), Lee Sungmin (suju), Lee Sunkyu (SNSD)

Suport Cast : All member of Super Junior and Girls Generation

Author name: Lynd_Seokyu

__Seohyun POV__

“Yoong, haruskah aku memberitahukannya?”tanyaku pada Yoona. Semuanya begitu memusingkan. Awalnya aku senang Kyuhyun mengakrabkan dirinya denganku, tapi sekarang aku jadi khawatir. Bagaimana jika ia tahu tentang hal ini, akankah Ia masih mau menjadi temanku? aigoo,, eotteoge??batinku khawatir.

 

“Ne… Seohyun~ah, dia berhak tahu.. meskipun baru hari ini dia mengakrabkan diri denganmu, kurasa Ia harus tahu hal itu. Aku rasa jika kau tidak memberitahukannya terlebih dahulu, maka nanti bisa saja dia salah paham dan dia merasa bahwa kau belum menganggapnya ‘temanmu’ dan akhirnya masalah baru yang akan muncul”tegas Yoona panjang lebar. Hmm.. kurasa Ia benar, tapi tetap saja aku tidak punya keberanian untuk memberitahukan kyuhyun hal ini.

 

“Sunny~ah eotteoge? aku khawatir…”tanyaku pada Sunny, berharap ada jalan keluar lain yang Ia sarankan.

 

“Gwenchana Seohyun~ah, aku rasa Yoong benar, Kau harus memberitahukan hal ini secepatnya pada Kyuhyun. mungkin belum sekarang atau hari ini, tapi ku harap kau segera memberitahukannya sebelum ‘hari itu’ tiba. Ia juga harus tahu. Arrachi?”tanya Sunny memastikan. Hm.. baiklah aku menyerah, kurasa itui jalan satu – satunya jika tidak ingin ada kesalahpahaman.

 

“Ne, arrasho”ujarku sambil menundukkan kepalaku dan menatap boneka keroroku yang sedang ku peluk.

 

teng..teng…teng…

 

“Kajja.. kita kembali ke kelas. istirahat sudah selesai”ajak Yoona sembari menarik tanganku dan Sunny. Aku mengikuti langkah mereka sambil berusaha tersenyum. Aku tidak mau membuat mereka khawatir.Setelah mengantar Sunny ke kelasnya, aku dan Yoona langsung menuju kelas kami. Saat memasuki kelas, ku lihat keadaan kelas masih cukup berisik karena Teuk seongsaenim belum datang. sambil berjalan ke arah bangkuku dan Yoona, mataku otomatis melirik kearah bangku Kyuhyun yang berada di deretan belakang dekat jendela. Ternyata dia juga sedang melihat kearahku. Saat pandangan mata kami bertemu kurasakan degup jantungku mulai tak beraturan. Ku lihat ia tersenyum kearahku, aku membalas senyumannya dan segera duduk dibangkuku.

 

__Kyuhyun POV__

 

Manis… senyuman Seohyun sungguh manis. Meskipun ia hanya sekilas membalas senyumanku tadi, tapi tetap saja senyuman itu sangat mempengaruhiku. Entah kenapa aku merasa begitu bahagia sampai – sampai aku tak mampu berhenti tersenyum.

 

“Ya!! Kyuhyun~ah, kau sudah mulai tidak waras ya…”Bisik Sungmin disebelahku. Saat ini Teuk seongsaenim sedang menerangkan pelajaran matematikanya didepan kelas dan tentu saja Sungmin tidak mau ambil resiko untuk berbicara keras – keras padaku, bisa – bisa ia disuruh mengerjakan setumpuk soal di papan. Hmm,, tunggu dulu, Ide bagus! batinku sambil mengeluarkan evilSmileku.

 

“Menurutmu karena apa?” tantangku padanya.

 

“Pasti soal Seohyunkan? Ya!,, apa yang terjadi?”Tanyanya penasaran. hahaha… sudah kuduga, dia termakan perangkapku batinku kegirangan

 

“Menurutmu?”tantangku lagi

 

“Aihh,, kau pelit sekali, setidaknya beri aku pilihan jawabannya”sungut Sungmin sambil memperlihatkan wajah aegyonya. Aih, lelaki ini mulai bertingkah lagi.. Ya, Lee Sungmin.. kau sudah benar – benar masuk perangkapku batinku sambil tertawa kecil.

 

“Ada 2 pilihan jawaban, yang pertama Seohyun menjadi Yeojachinguku dan yang kedua Seohyun akan menjadi istriku”ujarku sambil berusaha menyembunyikan evilSmileku agar Ia tidak curiga.

 

“Pasti yang pertama,.. wah selamat ya, akhirnya kalian jadian juga”ujarnya percaya diri. segera ku ubah raut wajahku menjadi raut wajah kebingungan.

 

“Mwoya?? aku salah? berarti Ia akan jadi istrimu? benarkah? memangnya kapan kalian akan menikah?”Tanyanya meragukanku. Lee Sungmin.. mati kau..

 

“Minggu depan”Ujarku tegas dan meyakinkan.

 

“MWO??”teriaknya histeris. Segera ku tutup mulutku dan menoleh ke arah lain sambil berusaha terlihat biasa saja padahal aku sedang mati – matian menahan tawaku. Kurasakan hawa disekitar kami mulai berubah. Semua orang menoleh kearahku dan Sungmin. lalu detik berikutnya..

 

“LEE SUNGMIN, KERJAKAN INI DIPAPAN!!”teriak LeeTeuk seongsaenim sambil memasang tampang sangarnya. Sungmin menggerutu sesaat dan akhirnya bangun dari bangkunya dan berjalan ke arah papan.

 

“Dasar EvilKyu!”gumam Sungmin sesaat ketika Ia melewati bangkuku. Aku hanya tertawa kecil.

 

Kulihat Seohyun juga menoleh kearahku dan Sungmin tapi ia tidak memperhatikanku melainkan melihat kearah Sungmin sambil tertawa kecil sesaat setelah Yoona membisikkan sesuatu ke telinganya. Ya.. Lee sungmin, awas saja kau.. kau telah merebut perhatian Seohyunku batinku. Tapi tak elak aku ikut tersenyum melihat ekspresi Seohyun, entah mengapa dengan melihatnya dari jarak seperti ini saja sudah membuatku merasa senang. Hei, tunggu dulu,.. apa yang baru saja kupikirkan? Merasa senang meskipun hanya melihat bidadari itu dari jauh? Ya.. Cho Kyuhyun.. kau sudah gila batinku sambil tertawa kecil dan mulai memperhatikan kearah Sungmin yang sedang dikritik habis – habisan oleh Teuk Seongsaenim.

 

__Seohyun POV__

 

“Lee Sungmin pasti sudah termakan jebakan Evilmu lagi” Bisik Yoona saat aku menoleh kearah Kyuhyun dan Sungmin. Sesaat kuperhatikan Kyuhyun yang sedang tertawa kecil dan kemudian kualihkan pandanganku kearah Sungmin yang sedang menggerutu singkat pada Kyuhyun. Hhaha.. mereka berdua itu sangat lucu, batinku sambil tertawa kecil. Hm.. aku pasti akan merindukan saat – saat seperti ini, batinku kemudian sambil menundukkan wajahku yang mulai terlihat sedih.

 

“Seohyun~ah, Gwenchanayo?”Tanya Yoona yang menyadari perubahan raut wajahku.

 

“Ne.. Gwenchana..”Ujarku sambil berusaha tersenyum. Sesaat kurutukki sikapku yang terus membuat sahabat – sahabatku khawatir.

 

Beberapa jam kemudian..

 

Teng..teng..teng…

 

“Bel pulang akhirnya menyelamatkan sang korban”celetukku tiba – tiba sambil melirik kearah Yoona. Sontak kamipun tertawa kecil bersama sambil mulai membereskan buku – buku dan alat tulis kami.

 

Aku dan Yoona berjalan keluar kelas sambil sesekali tertawa kecil karena candaan Yoona yang sedikit konyol. Tetapi langkah kakiku tiba – tiba berhenti ketika kurasakan tangan seseorang menahan pergelangan tanganku. Kyuhyunkah? Batinku kegirangan.

 

___Kyuhyun POV__

 

“Seohyun~ah tunggu, biar ku antar kau pulang ya?” ujar Donghae yang tiba – tiba saja sudah berada disebelahku saat aku ingin menepuk pundak Seohyun yang sedang berjalan didepanku, tadinya aku ingin menawarkan hal yang sama pada Seohyun sebelum akhirnya didahului oleh namja pengganggu ini. Secepat kilat kuturunkan tanganku yang masih terangkat saat Seohyun berbalik dan menatap kearahku dan namja sialan ini. Matanya mengerjap – ngerjap beberapa kali, sepertinya ia sedikit terkejut.

 

“Tapi…”ujarnya kearah Donghae

 

“Sudahlah, Kajja!”ujar Namja itu sembari menarik pergelangan tangan Seohyun. Dengan berlari kecil, Seohyun mengikuti langkah kaki panjang namja gila itu. Aku hanya bisa mendengus kesal. Kulihat Yoona yang tadi berjalan berdampingan dengan Seohyun juga sedang menatap kearah Seohyun dan namja sialan itu. Kukira ia akan kesal karena namja gila itu sudah ‘menculik’ seohyun darinya tapi ternyata aku salah, sesaat kemudian Yoona tertawa kecil lalu berlari kecil kearah Sunny yang sudah menunggunya di samping tangga. Mwo? Apa itu? Apa itu pertanda kalau Seohyun pernah bercerita tentang namja sialan itu pada Yoona? Apa Seohyun juga menyukai namja itu? Andwee… aku tidak akan membiarkan hal ini. Aku harus cepat bertindak sebelum namja gila itu merebut Seohyunku.

 

Pletak..

 

Kurasakan seseorang menjitak keras kepalaku dari arah belakangku. Aku berbalik dan hendak menumpahkan amarahku yang sudah berlipat ganda ini. Namun niat itu segera hilang begitu saja begitu melihat orang yang menjitakku tadi.

 

“Akhirnya kau kena batunya ,.. Bahkan ada namja yang berani ‘menculik’nya di depan kedua matamu tapi kau sendiri tidak bisa berbuat apa – apa kan?”Kata Sungmin sambil menatapku. Dari cara pandangnya aku rasa ia ingin berkata ‘Cho Kyuhyun, itu ganjaran yang tepat buatmu karena menjahiliku tadi’.

 

“Ne.ne,,ne,, kau benar Lee Sungmin. Aku memang selalu kalah selangkah dari namja itu.”kesalku sambil mulai berjalan kembali.

 

“Aih, kau ini menyedihkan sekali soal cinta. Makanya, jangan hanya menggunakan otakmu untuk menjahiliku dan bermain game saja.. sesekali pikirkan strategi untuk mendekati Seohyun dengan benar!”nasehat Sungmin yang sedang ikut berjalan disampingku.

 

“Strategi? Maksudnya? Strategi seperti apa?” tanyaku heran.

 

“Aih, kau babo sekali. Apa dirumahmu kau tidak mempunyai TV atau komputer?”tanyanya yang semakin membuatku bingung. Apa maksudnya coba? Apa hubungannya strategi itu dengan TV atau computer? Hmmm,,, oh, aku mengerti sekarang!batinku sambil tersenyum kecut.

 

“Tentu saja aku punya. Apa kau bermaksud menyuruhku memberikan TV dan komputerku pada Seohyun? Aish, kau lebih babo dariku.. kau pikir orang tua Seohyun tidak mampu membelikan Seohyun kedua hal itu, Hyung?”ujarku kesal sambil menatap Sungmin. Ya, memang benar aku dan Sungmin lahir pada tahun yang sama, tapi hari kelahirannya yang bertepatan dengan pergantian tahun membuatnya lebih tua beberapa bulan dariku. Dan jika ia sudah mulai berbelit – belit dalam ucapannya padaku dan membuatku kesal, kebiasaanku adalah memanggilnya Hyung untuk menegaskan bahwa gaya bicaranya sudah seperti kakek – kakek di tempat penampungan.

 

“Hahaha,.. bukan itu maksudku. Memangnya apa saja yang biasanya kau lakukan saat menggunakan Tv dan komputermu? Hal semudah ini saja tak dapat kau tebak. Pantas saja kau terlihat sangat menyedihkan di depan cinta pertamamu itu”mendengar jawabannya (yang justru sama sekali tidak menjawab pertanyaanku daritadi) aku hanya bisa mendengus pasrah dan kembali melangkahkan kakiku yang sempat ku hentikan saat aku menatap sungmin hyung yang mnyebalkan ini tadi.

 

“Sudahlah hyung, bicara denganmu saat ini hanya akan membuatku tambah frustasi. Sebaiknya kau diam saja!”ujarku agak ketus sambil menatap ke arah tempat mobilku diparkir.

 

“Ya, Kyuhyun~ah.. apa kau tidak mengenal internet? Carilah strategi itu disana. Apa kau tidak mengenal serial drama di TV? Nontonlah dan carilah strategi itu disana”jawab Sungmin. Lihatlah, jika sudah tidak ditanyakan maka ia akan dengan singkat dan jelas menjawab pertanyaanku tadi. Untuk kesekian kalinya aku mendengus kesal dan melirik ke arahnya.

 

“Kau memintaku meniru cara pendekatan pada yeoja dari tokoh atau orang lain? Hyung, sudah ku bilang berulang – ulang kali padamu bahwa aku punya cara tersendiri untuk mendekati malaikatku itu”Ujarku sambil membuka pintu kemudi mobilku. Sungmin hyung juga melakukan hal yang sama pada pintu sebelah kanan mobilku. Aku memang selalu pulang – pergi sekolah bersamanya. Kalau saja tadi aku yang mengantar Seohyun pulang, maka akan kubiarkan dia pulang naik taksi.

 

“Lalu, bagaimana ‘cara tersendirimu’ itu?”tantang Sungmin.

 

“Aku… pasti ada caranya, tapi memang belum pernah terlintas cara yang paling tepat diotakku ini”Jawabku asal sambil mulai melajukan mobilku.

 

“Itu sama saja dengan kata NIHIL. Sama seperti kau mempunyai motor baru, tapi kau tidak memiliki kuncinya, karena lama tidak kau gunakan, motormu itu akhirnya rusak dan akhirnya kau sendiri yang membuang motor itu. Motor itu sama seperti Seohyun, kau…”belum sempat Sungmin menyelesaikan kalimatnya, langsung kupotong ceramahnya dengan kata – kataku.

 

“Enak saja kau Hyung! Kau menyamakan Seohyun dengan motor? Aih, kau keterlaluan hyung!”Kesalku. Ku lihat raut wajah Sungmin yang mulai berubah kesal. Ia mendengus kesal lalu menatap kearahku.

 

“Aih, anak ini.. makanya kalau aku sedang berbicara, jangan dipotong dulu! Maksudku, kau mencintai Seohyun, kau ingin Seohyun menjadi yeojachingumu, tapi kau tak punya cara sama sekali untuk merebut hatinya. Bisa saja saat ini Seohyun sedang menyukaimu, atau setidaknya Ia tidak sedang membencimu, mungkin saja Ia sedang berharap kau mendekatinya, tapi karena kau terlalu lama berpikir, ia akhirnya berfikir bahwa kau tidak menyukainya. Lama – kelamaan dia membuka hatinya untuk namja lain, dan akhirnya kau sendiri yang harus mengubur dalam – dalam perasaanmu padanya begitu kau tau ia sudah menjadi yeoja milik namja lain.”Ceramah Sungmin sambil menatapku gemas. Oh, jadi itu maksudnya. Salahnya sendiri memakai kalimat ‘pengandaian’ untuk menjelaskan suatu hal seperti ini padaku yang sedang frustasi seperti ini batinku sambil tersenyum kecut ke arahnya.

 

“Baiklah hyung. Lihat, beginilah caraku!”ujarku sambil meminggirkan mobil ketepi jalan. Ku ambil ponselku dan mencari nama sebuah kontak. Setelah ku temukan kontak itu, langsung ku tekan tombol pemanggil. Kutempelkan ponsel itu pada telingaku, terdengar nada sambung beberapa kali yang membuat jantungku tiba – tiba mulai berdetak tidak beraturan. Gugupkah aku? Batinku sambil tersenyum kecil.

 

“Yoboseoyo?”ujar seseorang di seberang sana.

 

__Seohyun POV__

 

“Yoboseoyo?”Hampir saja aku meloncat – loncat kegirangan begitu melihat siapa yang menelepon. Cho Kyuhyun! Tidak sia – sia aku menyimpan nomor hpnya di hpku.

 

“Seohyun~ah?”tanyanya memastikan.

 

“Ne, nuguseoyo?”tanyaku berpura – pura tidak tau siapa yang menelepon sambil membuka pintu pagar rumahku. Aku tersenyum sekilas pada ahjumma pembantu rumahku yang sedang membersihkan halaman rumahku.

 

“Ini aku, Kyuhyun. Kau sudah tiba dirumahmu Seohyun?”

 

“Ne, kau sendiri?”tanyaku sambil membuka pintu dan masuk ke dalam rumahku.

 

“Belum, aku masih dalam perjalanan bersama sungmin.”

 

“Kau menyetir sambil menelepon?”tanyaku sambil membulatkan mataku karena sedikit terkejut dan mulai khawatir. Aku tidak ingin ia mengalami kecelakaan hanya karena meneleponku sambil menyetir.

 

“Ah, tidak. Sungmin hyung yang sedang menyetir. Aku merasa sedikit tidak enak badan makanya kusuruh dia mengemudi”jawabnya sama sekali tidak mengurangi rasa khawatirku padanya.

 

“Kau sakit?”tanyaku lagi.

 

“Aniyo.. aku cuma sedang mengantuk karena semalam bermain game sampai pagi. Kau… mengkhawatirkanku?”Tanyanya yang sukses membuat rasa khawatirku hilang digantikan rasa malu dan sedikit gugup.

 

“Nde? Ah, ne.. aku.. khawatir padamu. Wajar saja bukan, kaukan temanku”jelasku sambil mengingat – ingat kejadian waktu istirahat tadi.

 

“hhaha.. baiklah. Seohyun~ah ada yang ingin aku tanyakan padamu”ujarnya saat aku sudah berada di depan pintu kamarku. Segera kubuka pintu itu, masuk ke kamarku dan menutupnya kembali. Kurebahkan diriku ke atas tempat tidurku.

 

“Apa yang ingin kau tanyakan?”ujarku sedikit penasaran.

 

“Besok, sepulang sekolah, kau ada acara?”

 

“Tidak, memangnya kenapa?”ujarku lagi yang mulai mengerti arah pembicaraannya ini. Sesaat kuingat kembali saat tadi Donghae mengajakku untuk jalan – jalan besok sepulang sekolah karena besok hari sabtu, namun sudah ku tolak mentah – mentah dengan alasan aku sudah ada janji padahal saat mengatakan hal itu aku hanya berbohong. Mungkin janji yang kumaksud adalah janji untuk bertemu dengan tempat tidurku, entah kenapa saat donghae mengajakku tadi aku merasa lebih tertarik untuk tidur siang daripada jalan – jalan.

 

“Kalau begitu maukah kau besok jalan – jalan ke taman bersamaku sepulang sekolah?”tanyanya lagi. MAAUUUU, batinku berteriak senang.

 

“Nde? Mm.. boleh”ujarku dengan nada suara ‘yang susah payah’ ku keluarkan agar terdengar ‘senormal’ mungkin.

 

“oh ya, satu lagi. Besok bolehkah aku pergi dan pulang sekolah bersamamu?”

 

“Maksudmu. .Kau ingin menjemputku ke sekolah dan mengantarku kembali ke rumah?”tanyaku hati – hati.

 

“Iya, kau mau?”

 

“Apa itu tidak akan merepotkanmu?”

 

“Tentu saja tidak.”

 

“Mm,, baiklah selama itu tidak merepotkanmu”ujarku sambil tersenyum senang.

 

“Jinjjayo? Kalau begitu besok ku jemput jam 6.30, bagaimana?”

 

“Ne, aku akan menunggumu Kyuhyun~ah”

 

“Kau sudah makan?”

 

“Belum, mungkin sebentar lagi. Kau sendiri?”

 

“Aku juga belum.”

 

“Kalau begitu makanlah. Mm.. kyuhyun~ah, kututup dulu ya teleponnya? Aku rasa aku harus mandi dulu.”

 

“Baiklah, oh iya… jangan lupa janji kita besok ya?”

 

“Ne, kau juga, jangan lupa makan dan istirahatlah”ujarku mengingatkannya. Aku tau bahwa kebiasaannya jika sudah bermain game maka Ia akan lupa segalanya.

 

“Ne,… sampai jumpa besok Seohyun~ah. Annyeong”

 

“Ne, annyeong”ujarku mengakhiri obrolan kami. Ku matikan hpku dan mulai melangkahkan kakiku kearah kamar mandi. Saat aku tiba di depan pintu kamar mandiku itu, entah hal apa yang membuatku berbalik. Ku pandangi keadaan kamarku yang sudah lenggang ini. Aku menarik napas dengan berat. Rasa sedih mulai menjalari perasaanku lagi.

 

“Hari itu… 2 hari lagi ya…”Gumamku sambil tertunduk sedih, tak terasa air mataku mulai jatuh dari kedua pelupuk mataku. Aku terduduk lemas sambil bersandar di dinding sebelah pintu kamar mandiku. Ku benamkan wajahku pada kedua lututku. Ku biarkan air mataku mengalir sepuasnya. Aku terisak dalam kesunyian ruangan ini.

 

***********

Teng…teng…teng…

 

Bel pulang berbunyi, perlahan – lahan ku rapihkan buku – buku dan alat tulisku sambil sesekali melirik namja yang duduk disebelahku ini dengan perasaan yang masih tidak percaya kalau dia benar – benar ‘nyata’ duduk bersamaku dari mulai pelajaran tadi pagi.

 

“Seohyun~ah, aku pergi ke kantin dulu ya? Kau mau kan menungguku sebentar disini? Aku tak akan lama”Tanya namja itu yang tak lain adalah Cho Kyuhyun.

 

“Ne, aku akan menunggumu disini”jawabku sambil tersenyum kecil kearahnya. Beberapa saat kemudian ia sudah menghilang dari balik pintu kelasku dengan Sungmin yang berjalan mengekor di belakangnya. Ku perhatikan keadaan kelasku yang sudah sepi. Semua teman – teman sekelasku sudah pulang begitu bel berbunyi. Wajar saja mengingat hari ini adalah akhir pekan dan mereka pasti sudah memiliki rencana masing – masing sepulang sekolah.

 

Kulangkahkan kakiku ke sudut kelas dekat jendela. Kubuka jendela di dekatku, kunikmati hembusan angin yang masuk dari sana. Ku pandangi langit yang terlihat cerah hari ini,  tak elak aku mulai mengingat kembali kejadian tadi pagi. Saat Kyuhyun menjemputku dirumahku, saat obrolan kami yang mulai terdengar akrab selama dalam perjalanan ke sekolah. Saat tiba – tiba Yoona menelepon mengabariku bahwa hari ini dia dan Sunny tidak masuk sekolah. Saat Kyuhyun meminta ijin padaku agar ia duduk dibangku Yoona yang tepat berada disampingku dengan alasan belakangan ini matanya sudah mulai kurang jelas melihat tulisan di papan. Saat Kyuhyun yang menggenggam erat tanganku saat kami (Aku, Kyuhyun, dan Sungmin) berjalan bersama – sama ke kantin, Saat Kyuhyun dan Sungmin yang membuatku tertawa karena tingkah dan pertengkaran mereka yang konyol, saat aku tak bisa berhenti tersenyum selama pelajaran karena mengingat ekspresi muka Kyuhyun yang sangat lucu saat kedua pipinya dicium paksa oleh Sungmin, dan saat kyuhyun yang lagi – lagi mengerjai Sungmin saat pelajaran sedang berlangsung, saat Kyuhyun mencubit keras kedua pipi Sungmin karena sungmin terus menunjukkan wajah aegyonya ke arah Kyuhyun. Semua peristiwa itu kembali berputar – putar diotakku. Ku tutup kedua mataku, kuhirup perlahan – lahan hembusan angin yang segar ini, berusaha memenuhi paru – paruku dengan oksigen sebanyak – banyaknya sambil memantapkan hatiku untuk bercerita mengenai ‘hal itu’ pada Kyuhyun hari ini juga.

***********

__Kyuhyun POV__

 

Saat ini aku dan Seohyun sedang duduk berdua di salah satu bangku taman. Kami sama – sama terdiam sambil menatap langit malam yang berhiaskan ribuan bintang malam ini. Entah mengapa aku merasa Seohyun agak aneh hari ini. Dia terlihat sedih maka dari itu sewaktu disekolah aku bertingkah konyol bersama sungmin agar ia terhibur, dan ternyata hal itu berhasil. Ia terus tersenyum dan tertawa sampai tadi saat aku dan dia bermain ayunan bersama. Namun Ia mulai terlihat murung kembali saat ku ajak duduk di tempat ini dan kami terdiam cukup lama.

 

“Seohyun~ah, ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?”tanyaku padanya. Kulihat ia menoleh menatapku, sebuah senyuman terukir manis diwajahnya.

 

“Aniiyo… Kyuhyun~ah, Gomawo untuk hari ini. Aku sangat bahagia”Jawabnya sambil tetap tersenyum ke arahku. Ku balas senyumannya dengan mengacak rambutnya perlahan.

 

“Cheonmaneyo Seohyun~ah”jawabku sambil merapihkan kembali rambutnya yang sedikit berantakan karena ulahku tadi.

 

“Seohyun~ah, bolehkah aku bertanya sesuatu?”tanyaku lagi.

 

“Ne, apa yang mau kau tanyakan?”

 

“Maukah kau memanggilku dengan sebutan oppa?”. Tanyaku padanya. Wajar saja menurutku jika aku meminta hal itu darinya mengingat dia yang lebih muda setahun dariku dan teman – teman seangkatan kami. Hal itu karena orang tuanya menyekolahkannya terlalu cepat setahun, tapi meskipun begitu ia tidak pernah kesusahan dalam hal akademik karena Ia memang tipe orang yang rajin dan tekun belajar, terbukti dengan dia yang masuk dalam deretan nama siswa pandai disekolah kami. Aku? Aku juga masuk pada deretan nama itu tentunya karena nilai matematikaku yang nyaris sempurna.

 

“Ne, Kyu Oppa”jawabnya sambil tersenyum manis kearahku. Aku membalas senyumannya. Kemudian kami kembali terdiam, ku dengar beberapa kali ia menarik nafas berat. Tiba – tiba Ia berdiri dan membelakangiku.

 

“Oppa, sebenarnya ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu”ujarnya sambil tetap membelakangiku.

 

“Apa itu?” tanyaku mulai penasaran. Sambil perlahan – lahan mulai berdiri.

 

“Hari senin nanti, aku akan berangkat ke Australia”jawabnya yang membuatku seketika hanya mampu berdiri mematung, ada rasa tidak percaya pada pendengaranku sendiri yang tiba – tiba merasuki otakku. Perlahan – lahan kuraih pundaknya dan membalikkan tubuhnya agar aku bisa menatap wajahnya langsung. Wajahnya menunduk saat tubuhnya sudah berbalik menghadapku. Kuangkat perlahan dagunya agar wajahnya terangkat dan aku dapat menatap ke kedua bola matanya yang sudah mulai digenangi air matanya. Aku berusaha mencari kebohongan disana, berharap ini hanya sebuah lelucon yang dia katakan untukku. Tapi tetap saja hasilnya nihil, hanya kebenaran dan kejujuran yang dapat kutangkap dari sorot matanya.

 

“Seohyun~ah, bahkan dihari pertama kau memanggilku oppa, haruskah ku dengar kalimat perpisahan darimu?”Ujarku. Ada sedikit kekecewaan yang kuselipkan pada kalimatku tadi.

 

“Mianhae Oppa, aku sudah membuatmu kecewa. Jebal, jangan marah padaku. Aku bahkan lebih takut kalau kau membenciku karena aku pergi dan tidak berpamitan padamu sebelumnya Oppa, Aku……”ucapannya terpotong karena aku yang tiba – tiba saja sudah menariknya kedalam pelukanku.

 

“Aku akan menunggumu, makanya kau harus cepat pulang”ujarku yakin sambil membelai lembut rambutnya. Ku biarkan dia menangis sepuasnya dalam dekapanku. Hanya kesunyian malam dan bintang – bintang dilangit yang menemani kami memendam kesedihan kami masing – masing.

 

==To Be Continued==

 

Segini dulu, maaf kalau ada salah pengetikan atau segala bentuk kesalahan saya lainnya

Kritik dan saran saya terima dengan tangan terbuka..

Salam persahabatan bagi para Wires dimana saja kalian berada… Seokyu Couple Jjang!


54 thoughts on “[Freelance] Love #1

  1. Bagus banget…
    Emang Seohyun ke Australia mau ngapain.??
    Di tunggu part selanjutnya yaa…
    SeoKyu Jjang!😀
    Fighting.!!!😀

    Like

  2. Aseek ah.. !
    Akhir’a seokyu udah bner” dekett ..
    .yaah ,. tp sayang bgt .. Disa’at lg happy”a .. seohyun malah mau pergi .huhu.
    Next chapter ditUnggu..

    Like

  3. yah miris banget dah jadi kyuhyun.. baru deket udah mau ditinggal ckck
    gapapa biasanya jarak memisahkan akan bikin lebih romantis setelah ketemu lagi hehe..
    kalo perlu disusul oppa seohyun eonninya😀

    Like

  4. eonni slam jga…. eonni jga wires khan…?
    knapa seomma mau ke australia…?brapa lama?
    ayo donk kyuppa nyatain cintamu ke seomma…?
    lanjut eonni….

    Like

  5. Ohh,, ternyata ‘hari itu’ yg dimaksud seohyun daritadi tuh mau pergi ke aussie. yahh…pisah dong sama kyu : (
    update soon^^

    Like

  6. kenapa pas udah deket harus pisah? huah ga ikhlas
    tapi berhubung kyuhyun oppa blg mau nunggu seohyun eonnie jadi gapapa deh yg penting SEOKYU bersatu
    lanjutttt ^^

    Like

  7. wkwkwkwk lucu bgt klu ngebayangin kyu oppa di ciuam paksa sm sungmin oppa😀
    tp sedih sekaligus terharu liat endingnya🙂

    Like

  8. omo seo bakalan pergi.. kasian kyu oppa bakalan sendirian…
    seokyu kenapa harus berpisah…
    padahal baru aja mereka deket
    ditunggu lanjutannya

    Like

  9. Ne ff debut kah?
    Dah bagus co’…
    Jd crtnya Seobb bakalan pergi, adeh ruw nyambung sayanya baca dr awal.^^
    lanjut yah ditunggu part 2….:)

    Like

  10. Akhhh ! Kyuhyun~a cepet nikahin seohyun #loh?

    Seohyun eonni , ayolahhh….jangan pergi. Nikah aja sama kyu😀

    lanjut gak pake lama😀

    Like

  11. Huaa seokyu romantis bgt^^
    mereka ternyata saling cinta^^
    seo jgn ke aussie please😦 kasian kyu😦
    jebal bikin seokyu bersatu jgn terpisah lg ya😦

    Like

  12. ffnya bagus, seru dan gak garing. Chingu punya bakat nulis….#yaiyalah makanya nulis ff ini# terlihat dari kata- kata yang chingu tulis oke dan gak gitu- gitu aja.

    Like

  13. Skali2 q pingin ff yg crita.x kyuhyun yg menghianati seohyun tp pd akhir.x kyuhyun nyesel n` pingin balik lg ma seohyun tp seohyun dah milik org lain . . . .

    Like

  14. yah …. baru Pdkt seo eonnie udh mau pergi😦
    kenapa gak langsung tembak aja kyu ?? :O # kalo ditembak mati dong ? PLakk
    wah ternyata FF pertama ya ??😀 udh FFnya udah bagus thor (y)
    keep writing ya😀 ditunggu FF lanjutannya …:D

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s