[Freelance] So Tired Loving You #5


So Tired to Loving You 5

 Author : Nurul (Park Seul Ah)

 Main Cast : Park Seul Ah (OC), Cho Kyuhyun ‘Super Junior’, Lee Donghae ‘Super Junior’, Kim Chan Ra (OC)

 Support Cast : Super Junior, Park Neul Ra (OC)

 Rating : All Ages

 Genre : Sad, Rommance

Disclaim : cerita ini semuanya asli dari pikiran aku loh jadi please don’t be a plagiator ^_^

“seul ah, apa setelah ini kau masih ada kelas?” tanya chan ra ketika Lee Songsaengnim telah meninggalkan kelas

“hmm ani, wae?” jawabku yang tengah membereskan buku-buku super tebal ini

“aaah great! Maukah kau menemaniku membeli buku sambil kita makan siang?” aku memasukan semua bukuku kemudian menatapnya

“baiklah”

“aaah jeongmal??” tanyanya senang, aku mengangguk

“ah aku lupa, aku kan tadi kesini diantar oleh kyuhyun oppa jadi aku tak membawa mobilku. Apa kau membawa mobil?”

“aniyo” aku kembali duduk dikursi yang tadi aku tempati

“lalu bagaimana?”

“hmm… kita pinjam mobil neul ra saja bagaimana?” chan ra tersenyum mendengar saranku

“kalau begitu ayo kita pergi!” chan ra berjalan kearahku kemudian menarik tanganku

“yaaa pelan-pelaaan!” seruku

**

“ya! neul ra!” aku berteriak ketika melihat seseorang yang sedari tadi kita –aku dan chan ra- cari di seluruh kampus dengan susah payah

“mwo?” jawabnya ketika aku dan chan ra sudah ada dihadapannya

“begini, chan ra ingin aku menemaninya membeli buku mungkin sekalian makan siang tapi dia tak membawa mobil. Kau tau kan tadi dia diantar oleh..hmm kau tau lah siapa sedangkan aku sendiri juga tidak membawa mobil..” ucapku panjang lebar

“ya ya ya! tak usah berbelit-belit, kalian ingin meminjam mobilku?” aku tersenyum, tumben sepupuku ini pintar biasanya kan dia sangat amat lemot hahaha

“ne, kau mau meminjamkannya kan? aku ingin membeli buku untuk selingan aku belajar” bujuk chan ra

“of course, aku akan meminjamkannya. Tapi aku ikut ya, sekalian jalan-jalan” ucapnya sambil memperlihatkan gigi kawatnya itu

“oke” jawabku dan chan ra bersamaan

**

“apakah kalian sudah selesai?” tanya neul ra yang sedari tadi membolak-balikan buku dengan bosan

“ne, aku sudah selesai” jawab chan ra dengan membawa begitu banyak buku ditangannya

“sini biar aku bantu” tawarku

“gomawo” aku mengambil sebagian buku dari tangannya dan berjalan menuju kasir

“setelah ini kita makan kan? aku lapaaaar” ucap neul ra

“apakah yang ada dipikaranmu hanyalah makanan?” godaku

“bukan begitu, tapi cacing-caing diperutku ini sudah berdemo” ucapnya sambil menunjuk perutnya yang ramping

“hahahaha kajja kita makan!” ucap chan ra setelah membayar semua buku-bukunya

“let’s go!” seru neul ra

“jajjangmyeon?” ucapku ketika neul ra memberhetikan mobilnya

“ne, ini tempat favoriteku dan kyuhyun oppa”

“kyuhyun oppa?” chan ra hanya mengangguk mendengar pertanyaan neul ra. Mengapa semua yang ada pada chan ra selalu berhubungan dengan dia?

“kajja!” ucapnya. Aku dan neul ra saling memandang dan kemudian menyusul chan ra

“ajjusshi!” teriak chan ra kepada penjual jajjangmyeon

“ah Nn Kim! apakah kau ingin membeli jajjangmyeon?”

“ne, tentu saja. oh iya kenalkan ini teman-temanku” ucapnya sambil menarik tanganku dan neul ra

“annyeong haseyo” ucap kami bersamaan

“annyeong. Ah kalau begitu, silahkan duduk” ucap ajjusshi itu

“kamsha hamnida” ucapku

“kau tidak bersama kyuhyun?” tanya ajusshi itu ketika sedang membuat jajjangmyeon

“ah ani ajusshi”

“apakah kau sering kesini sampai-sampai ajusshi itu akrab denganmu?” tanya neul ra

“tentu saja, kyuhyun oppa yang pertama kali mengajakku kesini” ucapnya sambil tersenyum

“sepertinya kyuhyun-ssi sangat mencintaimu” ucapku dan chan ra hanya tertunduk malu

“aku juga sangat mencintainya” ucapnya semangat. Aku juga sangat amat mencintainya, tapi rasa cintaku berbeda denganmu chan ra karena kau tidak merasakan sakit yang aku rasakan, cintamu tidak bertepuk sebelah tangan sepertuku, ucapku dalam hati

“ini makanannya silahkan dinikmati” aku tersenyum ketika ajusshi memberikan jajjangmyeon pada kami

“ehem ayo kita makan!” ucap neul ra

**

“ah masita!” seru neul ra

“ya! kau itu, apakah kau sadar sudah berapa banyak kau memakan ini? aku heran, nafsu makanmu benar-benar hebat tapi badanmu segitu-gitu saja”

“hahahaha inilah kelebihanku, walaupun makanku banyak tapi aku tetap langsing” ucapnya membanggakan diri

“cih begitu saja bangga, itu namanya kau cacingan!” ledekku

“ya! enak saja kau!” chan ra tertawa melihat tingkah kami berdua

“apakah kalian selalu seperti ini?”

“maksudnya?”

“selalu bertengkar”

“hahaha pasti. Jika kami tidak bertengkar rasanya ada yang kurang di hidup kami berdua”

“mwo?! Hidupmu bukan hidupku” ucapku lalu tertawa

“aigooo aku lupa!” teriak neul ra

“wae?”

“aku ada janji dengan ibuku. Hmm.. aduh gimana ya kalau misalkan aku pergi apa tidak apa-apa?” tanyanya ragu-ragu

“gwenchana” jawab neul ra

“ne gwenchana, yasudah sana pergi ajumma pasti sudah menunggu dari tadi”

“ne kalau begitu aku duluan ya” ucapnya sambil berlari

Ketika aku dan chanra sedang mengobrol, tiba-tiba handphone chan ra berbunyi dan sekilas kulihat di layar handphonenya tertera nama kyuhyun disana. Haah pasti kyuhyun mencari chan ra dan khawatir padanya

“yeoboseyo. Waeyo oppa? sudah, aku baru saja selesai makan. Apakah kau sudah makan? sekarang? Ne ne ne chankkaman aku akan kesana sekarang, na do saranghaeyo”

“kyuhyun-ssi?” tanyaku hati-hati dan dia tersenyum

“ajusshi tolong bungkuskan satu porsi jajjangmyeon ya” ucapnya

“apakah kau mau mengantarku?”

“oddi?” tanyaku

“ini jajjangmyeon nya”

“ah kamsha hamnida ajusshi dan ini uangnya” ajusshi itu tersenyum

“sudah nanti kau juga tau, kajja!”

Aku mengikuti langkah chan ra yang berada di depanku. Chan ra merupakan orang yang baik dan cantik menurutku dan mungkin itu yang membuat orang itu mencintainya. Sedangkan aku? dia tak tahu seberapa aku mencintainya

“kau kenapa?” tanya chan ra, mungkin dia heran melihatku melamun tadi

“ah ania, gwenchana” jawabku tersenyum, senyum yang dipaksakan

**

Kami –aku dan chan ra- sekarang sedang berada di dalam lift sebuah apartement mewah, aku tak tahu dia akan mengajakku kemana tapi aku sepertinya mengenal tempat ini. tempat ini sepertinya tak asing bagiku, tapi tempat apa ini? aish nan molla

“yaa nan oddiga?” chan ra memberhentikan langkahnnya dan menoleh padaku

“kau juga tau nanti” jawabnya misterius

“haish oke! Tapi aku tak bisa lama-lama menemanimu”

“ne” dia kembali berjalan didepanku

“nah sampaaai!” pekiknya ketika kita tiba di depan pintu dan kemudian dia memencet bel apartement

Karena merasa lelah, aku  bersandar pada dinding yang berada disampingku, tapi belum lama aku bersandar tiba-tiba ada sebuah suara yang kukenal menggema di telingaku dan ketika aku menoleh kearah chan ra betapa terkejutnya aku karena melihatnya sedang tersenyum dan memeluk chan ra

“yaaa oppa lepaskan!” teriak chan ra

“hahaha kau akhirnya datang juga” ucap kyuhyun setelah melepaskan pelukannya

“kalau aku tak datang kau pasti akan membunuhku” kata chan ra sambil menunjukan wajah cemberutnya pada kyuhyun

Aku yang melihat semua itu hanya bisa menundukan kepalaku menahan tangis. Aku disini seperti obat nyamuk, seperti patung yang tidak dianggap oleh mereka berdua. Aku disini hanya mengganggu kemesraan mereka berdua. Kulangkahkan kakiku menuju lift, aku ingin pulang. Aku tak ingin melihat mereka seperti itu karena yang mereka lakukan hanya akan membuatku sakit saja

“seul ah kau mau kemana?” tanya chan ra ketika aku melangkahkan kakiku

“a-aku ingin pulang”

“yaaa kau tak boleh pulang, kau harus menemaniku disini”

“ta-tapi…” ucapku terputus

“tak ada tapi-tapian, ayoo!” chan ra menarik lenganku dan dengan seketika aku berada dihadapannya, dihadapan orang yang selama ini aku cintai

“neo?”

“a-annyeong” ucapku segera

“mengapa kau ada disini? Apa kau sengaja meminta chan ra untuk ikut dengannya agar kau bisa bertemu denganku?” aku yang mendengar itu hanya bisa menundukan kepala

“ya! apa yang kau lakukan? Aku yang memintannya untuk menemaniku karena aku tak berani menaiki bus sendirian kemari” pekik chan ra

“ya ya ya! kyu! Wae geurae? mengapa ribut sekali!” ucap seseorang dari dalam

“yasudah ayo masuk” kyuhyun merangkul chan ra dan mengajaknya masuk, sedangkan aku? aku hanya membuntuti mereka dari belakang

“anyeong oppa-deul!” aku mendongakan kepalaku mendengar pekikan chan ra dan disana aku melihat beberapa member super junior sedang menonton tv. Aku mengerjapkan mataku karena sungguh aku sangat amat shock melihat super junior live seperti ini!

“yaaaaa chan ra!! darimana saja kau? Kenapa baru kemari?” teriak eunhyuk

“ne kenapa kau baru kemari? Dan apa itu yang kau bawa? Apakah makanan untuk kami semua?” tanya shindong sambil memakan cemilan ditangannya

“hahhaha mian oppa aku baru kesini, ah ini jajjangmyeon untuk kyuhyun oppa”

“untukku? Waaah kau adalah yeojachingu yang paling baik!” ucap kyuhyun senang dan memeluk chan ra

“yaaa! Mengapa hanya kyuhyun? Dan siapa yeoja itu?” ucap heechul

“mian oppa aku kira kalian tidak ada di dorm hehehe. Oh iya kenalkan ini temanku park seul ah, aku memintanya untuk menemaniku kemari tadi”

“ah annyeong haseyo, park seul ah imnida” ucapku yang dari tadi hanya bengong melihat mereka semua

“waah yeppeuda” aku hanya tertunduk malu mendengar siwon memujiku

“hyung! Dimana kau menaruh jam tanganku?” ucap seseorang didalam kamar

“disebelah kasur” teriak heechul

“haish dimana? Tak ada apapu..” ucapnya terhenti ketika melihatku

Kenapa dia melihatku seperti itu? Apa ada yang salah denganku? Aku rapihkan rambut dan bajuku kemudian berusaha tersenyum padanya tapi dia masih tak bergeming. Apa aku terlihat begitu jelek? Sampai-sampai melihatku seperti itu?

 

 


10 thoughts on “[Freelance] So Tired Loving You #5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s