[Freelance] SKY OF LOVE


Judul : SKY OF LOVE

Author: Shin Hye Ri

Genre: Sad Romance

Judul: Sky Of Love
Type : Oneshoot

Cast: Cho Kyuhyun

Jessica Jung

warning: Typo, awal, tidak sesuai EYD tapi menggunakan metode ESG (Ejaan Semau Gue)

jika hari itu kita tidak bertemu
mungkin aku tidak tahu apa itu sakit dan sedih
serta kenangan pedih yang penuh dengan air mata
Tapi, jika hari itu kita tidak bertemu
mungkin aku juga tidak tahu apa itu kebahagiaan dan kegembiraan
yang penuh dengan air mata

“Oppa…….! sedang apa kau di sini? Udara sedang dingin. Nanti kau masuk angin dan Cho Ahjumma akan memarahiku karena tidak menjagamu” aku melepas jaketku dan memakaikannya ke tuibuh namja kurus yang berdiri di sampingku. Pemandangan yang aneh. bukannya harusnya namja yang melakukan itu ke yeoja. Tapi aku tidak peduli. Aku hanya takut kondisinya akan menurun jika ia kena angin terlalu lama.

“Sica…………” dia tersenyum ala evilnya yang mampu membuat yeoja manapun jatuh hati, walau kini bibirnya kasar dan pucat tapi masih tetap menawan bagiku. “Sejak kapan kamu di sini????”

“Cukup lama untuk memerhatikan oppa memberi salam pada langit” jawabku.

Ya…! memberi salam pada langit adalah kebiasaan anehnya. Aku sendiri tidak tahu untuk apa dia melakukan itu. Jika aku bertanya, dia hanya menjawab dengan senyuman sambil mengacak-acak rambutku.

“Kau sudah minum obat, oppa???”

“Aissshhh….!!! tidak adakah pertanyaan lain yang bisa kau tanyakan padaku. setiap kau datang hanya itu yang kau tanyakan padaku”

“Itu karena oppa anak yang nakal. Kalau tidak diperingatkan, kau tidak akan meminum obatmu”

Ia tertawa pelan. “Hahahaha………..! bagiku, tidak ada obat yang lebih manjur dari yeoja cantik bernama Jessica Jung. Hanya dengan melihatmu saja, aku seperti meminum obat-obatan pahit itu”

“Aigooo……!!! sejak kapan seorang Cho Kyuhyun pandai menggombal” cibirku.

“Yak…! Kau ini. Aku bermulut tajam, salah, menggombal salah juga”

“Aku lebih suka oppa bermulut tajam karena itulah diri oppa yang sebenarnya”

Tangan kecilnya mengecak-ngacak rambutku lalu merangkulku kemudia membawaku ke dalam pelukannya. Tubuh kurus dan hangatnya yang sangat ku sukai namun kadang membuatku takut. Takut suatu saat tubuh ini tidak dapat lagi memelukku.

“Saranghae, oppa” ucapku sembari menahan tangis. Aku tidak ingin Kyuhyun oppa tahu aku menangis. Kami sudah pernah berjanji untuk melewati semua ini dengan senyuman tanpa tangisan.

“Nado………….”

Tak bisa ku bayang bagaimana hidupku tanpa dirimu

saat aku telah terbiasa dengan keberadaanmu

Aku terkurung sepi dan merindukanmu

sangat merindukanmu

Dari balik kaca, aku hanya bisa meremas ujung kaosku keras-keras, sambil sesekali memejamkan mata. Disaat seperti ini, rasanya sungguh susah bila harus menahan air mata. Terlalu susah malah. Tapi aku tahu, dia tidak akan suka jika butir butir bening itu jatuh dari mataku.

“Argh..sakit dok..” aku menggigit bagian bawah bibirku, hatiku langsung terasa miris mendengar erangan-nya dari dalam. Namun sekuat hati aku menegarkan hatiku. aku harus bisa mengendalikan diriku. aku harus tegar. dia harus tahu ada aku yang akan selalu menemaninya melawan rasa sakitnya.

setelah proses kemoterapy selesai. Akhirnya aku kembali diijinkan untuk melihat senyumnya. senyum yang selalu terasa hangat. senyum yang membuat orang2 yang menyayanginya tegar. Aku bersukur, senyum itu masih aku temukan menyapa mataku, meski lemah. Aku juga tersenyum ke arahnya dengan harap senyumku mampu menghapus sedikit sakitnya.

“bagaimana keadaan oppa?” tanyaku.

ia tersenyum lagi. Ah! senyum itu begitu manis. seakan-akan ia tak menahan sakit apapun.

“sangat baik, Sica” jawabnya lemah.

wajahnya pucat, tubuhnyapun makin kurus, dan rambutnya perlahan-lahan mulai habis akibat rontok.

“hoek……………….” tiba-tiba dia muntah.

“oppa……………..” terang saja aku panik meski ini sudah sering terjadi saat ia selesai kemoterapy. aku sudah biasa menghadapi situasi seperti ini.

Dengan segera aku sodorkan ember kecil ke arahnya. Dan ia langsung memuntahkan cairan bening dari mulutnya, dengan sabar, aku memijat-mijat pundaknya agar ia lancar mengeluarkan isi perutnya.

“terima kasih, Sica, kamu selalu ada di sisiku. seharusnya kau pergi. tinggalkanlah kekasihmu yang penyakitan ini”

“Yak! Cho Kyuhyun. Hentikan” aku marah mendengar kata-katanya tadi.

“jangan katakan tentang itu lagi. aku sangat senang bisa menemanimu, oppa. jadi jangan ucapkan itu lagi. aku sedih mendengarnya ” jawabku tulus.

“mianhe jagi. aku tidak bermaksud membuatmu sedih. hanya saja aku takut kau lelah menemaniku”

aku lalu memeluk tubuh kurus namjachingu-ku itu. keinapa dia berkata seperti itu. apakah ia tidak tahu betapa aku mencintainya. tidak peduli seberapa lelahnya aku menemaninya asal dia ada di sisiku. sekuat apapun, aku akan berusaha menahannya agar tetap di sisiku lebih lama.

“oppa sudah. jangan bicara lagi. istirahatlah. kau pasti lelah.”

Butuh waktu lama untuk mengembalikan staminanya seperti sebelum kemo. biasanya ia akan tidur. Dan selama tidur, aku hanya memandanginya, mendengar nafasnya yang yang kadang2 tak teratur, dan menyandarkan kepalaku ke dadanya sambil mendengar detak jantungnya.jujur, aku selalu takut melihatnya tertidur. Takut ia tidak akan pernah bangun, dan tersenyum lagi padaku.

Tuhan! apa aku egois? apa aku melawan takdirmu untuknya? Tuhan, aku hanya takut kehilangannya. Aku ingin dia selalu ada untukku. maafkan keegoisanku Tuhan. biarkan dia tetap di sisiku.

cinta itu hanya masalah pergi atau

ditinggal pergi……………..

Aku melihat beberapa dokter dan suster berlari menuju ruang rawat Kyuhyun dengan wajah panik. Apa terjadi sesuatu dengannya. Tidak. Tuhan, jangan ambil dia sekarang. Aku masih sangat membutuhkannya.

“Dokter……! ada apa dengan Kyuhyun oppa?” aku mencegat salah satu dokter yang akan masuk ke kamar Kyuhyun.

“Dia kollaps lagi. Kondisinya kesehatannya menurun” seketika tubuhku lemas mendengar ucapan dokter itu. Kue yang rencananya akan aku makan berdua dengannya jatuh ke lantai.

“Dokter, lakukan yang terbaik untuknya. selamatkan dia”

“Kami akan melakukan yang terbaik”

Oppa… kumohon, berjuanglah!” ucapku di sela-sela tangis.

Setengah jam kemudian, dokter keluar dengan wajah penuh keringat dan lelah diikuti para suster yang ikut membantunya menyelamatkan kekasihku.

“Bagaimana dokter keadaannya?”

“Syukurlah. Dia mempunyai semangat hidup yang tinggi. Tadi detak jantungnya sempat berhenti beberapa saat sebelum akhirnya kembali lagi dan dia juga sudah sadar”

Tuhan! terima kasih telah memberi kesempatan malaikatku untuk bisa menikmati duniamu ini.

“Tapi meski begitu, penyakitnya semakin parah. Kemoterapy sepertinya tidak berhasil membunuh sel-sel kanker yang bersarang di tubuhnya. Sekarang yang bisa kita lakukan hanya memberinya dukungan dan doa” ucap sang dokter sebelum pergi meninggalkanku.

“Oppa………! Kau membuatku takut lagi”

“Mianhae, Sica. Aku janji tidak akan melakukannya lagi”

“Itu harus. Aku akan membunuh oppa jika oppa melakukannya lagi”

Ia hanya tersenyum. Aku miris melihat wajah pucatnya. Aku ingin menangis tapi aku menahannya. Dia hanya akan bertambah sakit jika aku menangis.

“Sica, terima kasih karena kamu mau menjadi bidadari menyemangat hidupku. Tanpamu, mungkin tubuh dan perasaanku telah lama mati. Aku bertahan untukmu, sayang”

aku menyandarkan kepalaku di dadanya. “Gomawo, oppa karena kau masih membuka matamu untukku”
Kau memang telah pergi

tapi ini belum berakhir

masih ada ujung untuk aku berkelana

menghabiskan waku sebelum Dia menjemputku

dan membawaku kembali padamu

“Oppa. Kau yakin akan mengikuti lomba itu? Tapi kondisimu sedang tidak baik?”

“Aku tidak apa-apa, Sica. Aku hanya ingin membuktikan pada semua orang meski tubuhku dipenuhi sel kanker tapi aku juga bisa berprestasi layaknya orang sehat. Jika aku menang di olympiade matematika ini, akan kupersembahkan kemenangan ini untukmu. Kau mendukungku khan?”

“Tanpa kau minta, aku akan selalu mendukungmu, oppa. Aku hanya khawatir pada kondisimu.

“Sudah ku katakan. Kau ada semuber kekuatanku. cukup dengan kau ada di tempat lomba, aku akan baik-baik saia”

“Oppa, kau mulai menggombal lagi”
“Tapi kamu suka khan sayang”

******

“Oppa!! oppa! Gwaenchana?” tanyaku panik melihat kondisi Kyuhyun. Matanya merah, keringat membasahi tubuhnya dan ah,,,,,,,,! tidak. Nafasnya sesak dan mesin EKG memperlihatkan garis yang aneh. dan perlahan matanya tertutup

“Oppa. Aku mohon, jangan tutup matamu. Pertahankan kesadaranmu”

Tapi nihil. matanya kini tertutup rapat.

“Oppa. Andwae……… Jangan tinggalkan aku”

“Dokter………………….” teriakku.

“Astaga, Kyuhyun-ssi. Keluarlah dulu. Kami akan melakukan tindakan”

“Dokter, apa yang harus kita lakukan?” tanya suster.

“Ambil alat pacu jantung”

Dokter menggosok-gosokan kedua alat itu dan menempelkannya didada Kyuhyun

.#Brak …
Tubuh Kyuhyun terbanting seiring alat itu menempel singkat didadanya.

“Bagaimana?”

“Belum ada reaksi, dokter …”
“Kita coba 350 joule …” Perawat itu menambah kekuatannya menjadi 350 joule.
#Brak …
Dokter kembali memacu jantungnya.
“Bagaimana?”
“Tetap tidak ada reaksi”

“Kita coba 400 joule”

#Brak …

#Tiiiit …..
“Ottokhe??? Kenapa garisnya menjadi lurus? Kyuhyun … Bertahanlah …“Kyuhyuuuun ….” dokter tambah panik saat meihat garis monitornya menjadi lurus.
“Nadi dan napasnya sudah tidak ada, dokter. Dia sudah meninggal …” Ucap suster.

Aku yang berdiri di depan pindu mendengar semua itu. Tuhan! Jika kau memang ingin memanggilnya sekarang. Aku mohon padamu biarkanlah dia mengucap salam perpisahan padaku.

Dokter mencoba memompa jantung Kyuhyun dengan menekan dadanya beberapa kali.

#tit … tit … tit …Mujizat … Garis yang tadi lurus, sekarang kembali menunjukkan garis naik turun yang berarti detak jantung Kyuhyun kembali.

“Syukurlah. Kita behasil……………..”

Perlahan Kyuhyun membuka matanya.

“Dokter, di mana Jessica”

“Kau mencari nona Jung? Dia diluar. Nanti jika kau sudah dipindahkan ke ruang rawat, suster akan memanggilnya”

“Tidak ada waktu lagi dokter. Aku ingin menemuinya sekarang”

“Baiklah. suster, tolong panggil nona Jung”

“Ada apa, oppa” aku medekatinya dan menggengam tangannya yang dingin.

“Sica, temani aku melihat langit. Aku ingin tidur sambil memandangi langit. langit malam ini pasti sangat indah”

“”Nanti ya setelah keadaan oppa membaik”

” Tidak, Sica. Aku ingin malam ini menghabiskan malam bersamamu seperti saat sebelum aku sakit. Aku ingin merasakan itu untuk yang terakhir kalinya”

Terakhir kali. Tuhan, apa artinya ini adalah salam perpisahan darinya? Aku melirik dokter dan dokterpun menangguk tanda setuju. Salah satu dokter mencabut semua peralatan medis yang menempel di tubuh Kyuhyun dan membantunya duduk di kursi roda.

Aku pun mendorong kursi roda Kyuhyun dan membawanya ke taman rumah sakit.

“Kita berbaring di rumput yuk” ajaknya.

Aku membantu Kyuhyun berdiri dan membaringkannya di rumput, aku ikut berbaring di sampingnya.

“Kamu ingat tidak dongeng yang guru kita ceritakan waktu kita masih TK. tentang seseorang yang telah meninggal, dia akan jadi bintang di langit”

“Terntu saja, Oppa. Waktu itu oppa sangat antusias mendengarnya seperti yeoja saja. hahahaha” aku ingin tertawa tapi sepertinya malah terdengar sumbang. setengah mati aku menahan tangisku. aku ingin mengantar kepergiannya tanpa air mata. seperti janjiku

“Nanti, jika kau merindukanku. Kamu lihat saja bintang di malah hari. Kau akan menemukanku di situ”

“Oppa…………..”

“Biarkan aku berbicara dulu, Sica sayang. Ada banyak yang ingin ku katakan padamu. Ku harap, setelah aku pergi kau bisa hidup dengan baik. carilah kehidupanmu dan jangan bergantung pada orang lain. Jangan menangis sebab aku tidak bisa lagi menghapus air matamu. dan carilah kekasih yang sehat, jangan penyakitan sepertiku”

“Tidak ada lagi pria lain yang akan hadir di hatiku sepertimu, Oppa”

“Jangan begitu, Sica. Kau harus lanjutkan hidupmu. Temukan hidupmu sendiri. Di atas langit sana, aku menunggumu sampai Tuhan mempertemukan kita lagi”

“Oppa……….”

“Sica, aku lelah. Boleh aku menyerah????”

“Kau sudah berjuang dengan keras oppa. menyerah tidak selamanya karena kita lemah tapi kadangkala karena kita telah kehabisan kekuatan untuk bertahan. Jika oppa lelah, oppa boleh menyerah” ah, apa aku benar benar ikhlas membiarkannya menyerah?

“Terima kasih, Sica. Bisakah kau iringi aku dengan suara merdumu? bernyanyilah untukku. sudah lama aku tidak mendengarmu bernyanyi”

Asa mezameru tabi ni

kimi no nuke kara ga yoko nii ru
Nukumori wo kanjita itsumono senaka ga tsumetai
Nigawarai wo yamete omoi KAATEN wo ake you
Mabushi sugiru asahi boku to mainichi no oikakekkoda
Ano hi miseta nakigao namida terasu yuuhi kata no nukumori
Keshi sarouto negau tabi ni kokoro ga karada ga kimi wo oboeteiru
Your love forever Hitomi wo tojite kimi wo egaku yo sore dakede ii
Tatoe kisetsu ga boku no kokoro wo okizari ni shitemo
Itsuka wa kimi no koto nani mo kanji naku naru no kana
Ima no itami daite nemuru houga mada ii kana
Ano hi miteta hoshizora negai kakete futari sagashita hikari wa
Matatakuma ni kieteku no ni kokoro wa karada wa kimi de kagayaiteruI wish forever
Hitomi wo tojite kimi wo egaku yo soreshika deki nai
Tatoe sekai ga boku wo nokoshite sugi sarou toshite mo
Your love forever
Hitomi wo tojite kimi wo egaku yo sore dakede ii
Tatoe kisetsu ga boku wo nokoshite iro wo kaeyou tomo
Kioku no naka ni kimi wo sagasu yo sore dakede ii
Nakushita mono wo koeru tsuyosa wo kimi ga kuretakara
Kimi ga kuretakara
(Hitomi Wo Tojite – Ken Hirai)


“Oppa…..! suaraku bagus tidak?”

hening

“Oppa” panggilku sekali lagi namun tetap tak ada jawaban darinya. Kini aku tahu dia telah pergi untuk selamanya. Mulai detik ini aku tidak lagi menemukan sosoknya, memeluk tubuh kurusnya, melihat evil smilenya.

“Oppa. ijinkan aku menangis untuk saat ini saja” air mata yang setengah mati kutahan kini meluap. Aku ingin menghabiskan malam ini hanya berdua dengan tubuhnya yang tak bernyawa lagi. biarkan pagi menjelang hanya dengan menangisinya. setelah ini, aku akan menepati janjiku, oppa. menunggu waktu mempertemukan kita

“Boleh aku menciummu?” kuanggap diamnya sebagai jawaban YA. Aku pin mencium bibir pucatnya yang dingin.,
Nb: Ketemu lagi dengan fanfic abal2 author. Ini adalah ff ke enam author. hehehe! bagi para readers yang telah meluangkan waktu membacanya, auhor ucapkan Jeongmal Gomawo. Oiy, mian jika ff ini terkesan terburu-buru soalnya ff ini aku buat hanya satu jam di tengah berlangsungnya kelas Ekonomi Syariah yang membosankan. Ok! sekian cuap-cuap dari author dan sekali lagi maaf kalau ff ini tidak bisa memuaskan para readers semua. kkkkkkk! salam cinta dari calon istri Leeteuk, Shin Hye Ri (bentar lagi ganti nama jadi Park Hye Ri #plak #abaikan)

19 thoughts on “[Freelance] SKY OF LOVE

  1. Walaupun banyak typo dimana-mana dan alurnya juga sedikit cepat, tapi feelnya dapet banget. Dari opening sampai ending ngena banget di hati. Trus pairingnya Kyu juga nggak biasa… hehehe~

    Overall, good FF. Hwaiting chingu ^^
    Btw, boleh req FF gak?

    Like

  2. jinjja? HUwaaah! Assa! Bener nih chingu aku boleh req FF? *bahagia sekali diriku* Aku mau req FF yang :
    1. Cast : Kim Sae Rim (OC and She is teen girl), all Infinite members (klo ada pairing, Sae Rim sama Sunggyu aja ya) and cameo (terserah chingu cameonya siapa)
    2. Length : Bebas. Lebih bagus sih klo chaptered/short story… hihihi :p
    3. Genre : Sad, Romance and Happy ending
    4. Rating : NO NC!
    5. Summary : Aku sih maunya jalan ceritanya mirip sama lagu Infinite yang Only Tears and With… tapi terserah chingu deh.

    Thank’s before ^^
    Mian ya permintaannya banyak banget.. hehe~

    Like

    1. hehehe! Sippp……….!!!!! Ntar aku coba buat deh walau sebelumnya belum pernah buat ff yg castnya di luar suju n 2PM. tapi aku coba. tantangan juga buat aku. FFnya aku kirim ke mana soalnya ini khan khusus buat SM TOWN jadi ga mungkin aku kirim ke sini

      Like

  3. wah skali nemu ff kyusica.
    endingnya malah sad~_~

    kasian kyu,dia di ff ini penyakitan.
    dan akhirnyapun kyu berubah jadi bintang.
    ehm q lum prnah dnger lagu diatas.hhe #GakGaul

    Like

    1. hehe!!! Lagu itu pernah di nyanyiin kyuhyun di konser SUJU KRY di Jepang sama pernah juga di nyanyiin ma Leeteuk di SS3 Jepang. Pernah juga dinyanyiin ma Jaejoong, trus pernah juga di nyanyiin versi koreanya ma Leeteuk di SUKIRA. Lagunya bagus dan bikin mewek pas tahu makna dr lagu ini

      Like

  4. ah keren, tapi alurnya rasanya agak kecepetan ya thor? haha
    endingnya agak gantung thor cuma dapet lah sad ending nya, wkwwk
    ditunggu ff yg lain ya thor😀

    Like

  5. huaaaa author tega. ini sedih bgt, aku nyaris mewek, hikssssss
    author tanggung jawab, untuk mengobati rasa sedihku, buatin lagi donk ff kyusica yg happy ending (loh koq malah request) ahahahhaa
    intinya sih ff nya bagus thor, tp sedih kaliiii…

    Like

  6. aaa~ feel nya dapet bgt, aku hampir nangis bacanya . thor , sering sering buat kyusica dong. yah yah *puppyeyes*😀 keren thor ff nya😀 (y)

    Like

    1. hehehehe! kamu udah baca ff kyusica aku yang pertama judulnya Tell me goodbye (jessica love story) udah di post di blog ini kok

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s