[Freelance] Darkest Hour [OneShoot]


Darkest Hour

Author : @HareTa_mi (haretami.wordpress.com)

Main cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Junghee

Support Cast : Lee Donghae, Leeteuk, Ilwoo, Young Eun, Youngjoo

Type : oneshot

Genre : Horror, romance, conflict, tragedy, happy ending

rate : PG 14+

Disclaimer  : THIS STORY IS MINE.

Warning : jangan sampai terbawa dengan isi ff ini. jangan sampai percaya dengan yang namanya mediator, aku takut nanti ada yang pikirannya jadi terbawa- bawa setelah baca ini…, kendalikan emosi and positive thinking… *just a fiction story!! #authorlebay^_^

oke tetap enjoy reading ya guys, meskipun usur horrornya kental banget… hihihi ^_*


***

junghee pov

hal yang paling ku benci tentunya saat Liburan sekolah dan menghabiskan waktu untuk menjaga anak golongan kaya di hyatt regency jeju. Il woo, appa tidak termasuk golongan miskin yang malah menyuruh anaknya bekerja di hari libur. Tidak lain adalah karena… well mungkin semuanya juga sudah tahu. Mendapat pengalaman untuk bekal ketika dewasa nanti TT

aneh, kata itu selalu terbesit saat aku kembali mengingat- ngingat alasan appa. Meskipun alasan ini lebih masuk akal dari pada jika ia beralasan ingin mendapat uang lebih!!! Yak, itu yang lebih tidak masuk akal. Bagaimana mungkin seorang yang bergelar M.Sc dan sehari- hari hanya menghadapi para mahasiswa sekarang ingin mendapat uang dari anaknya???

oke, mungkin hal itu tidak perlu, yang jelas aku tidak merasa terlalu terpaksa menjalani pekerjaan sebagai baby sister itu. Mungkin diam- diam aku mulai ketagihan dengan pekerjaan itu. Yang benar saja mereka menggajiku 2000 won per jamnya dan itu belum termasuk tip. Dan tentunya, orang yang menginap di hyatt regency jeju adalah tipe orang- orang yang suka memberi tip.

Keluarga choi menyuruhku mengasuk anak mereka selama mereka berlibur di HRJ, choi young joo. Bocah 7 tahun yang sulit u/ ku jelaskan. Dia tidak suka keluar, sangat pendiam, kerjanya hanya menatap layar televisi seharian, dan yang paling ku benci saat aku berbicara dia ibarat tidak memiliki lubang telinga.
ditambah lagi, kakaknya, choi si won. Luar biasa, bukan sekedar ganteng tapi juga sering melirikku jika aku sedang di kamar hotel mereka mengasuk youngjoo. Bisa di tafsirkan, dia menyukaiku. Sejak pertama kali aku bêrtemu dengannya, namja itu malah langsung menampakkan kesan ketertarikannya kepadaku. Ah, tapi sayang dia mungkin sedikit terlambat. Ada namja yang lebih kusukai dan telah memenuhi seluruh ruang di hatiku.

Terserah apa aku sudah gila, atau lebih gila lagi. Kyuhyun sudah mati 150 tahun lalu. Dan aku sang mediator yang dapat melihat, berbicara, dan bertugas membantu roh yang belum tenang malah menyukai roh yang awal januari lalu mendatangiku di rumah sakit. Dan tentunya aku sering bertanya- Tanya tentang hal itu. Seberapapun perasaanku untuk kyuhyun, tapi tetap saja aku tidak akan mungkin hidup dengannya. Dia hanya menghampiriku sementara, dan nanti kalau urusannya sudah selesai, maka roh itu pasti akan tenang di alamnya dan tidak akan dibiarkan berkeliaran lagi di lingkungan hidup mediator.

Well kegilaanku ini tidak terlalu kupikirkan. Yang jelas sekarang aku terlalu mencintai roh yang terlalu tampan itu dan sekali lagi, aku sekarang memang tidak memikirkan apa yang terjadi di kemudian. Meskipun aku yakin suatu saat kyuhyun akan pergi, tapi sudahlah… aku terlalu gila mencintainya.

“kau sudah pulang?” ujar sebuah sumber suara di sebuah sudut kamarku.

“seperti yang kau lihat!” ujarku, dan ternyata itu dia. Yang ku gilai tadi. tapi, aku sama sekali belum mengatakan aku mencintainya. Yang jelas perasaanku sudah mengerti akan hal itu.

“kau tampak lelah!” ujar kyuhyun yang setiap saat bisa datang ke kamarku. Bahkan bisa ditafsirkan kalau dia bisa setiap hari ada di kamarku, entah itu saat aku tidur ataupun diluar rumah.

10 tahun, waktu yang lumayan lama dan penuh dengan pengalaman bagi seorang mediator sepertiku. Dan setiap roh yang mendatangiku atau meminta bantuanku pasti alasannya agar aku menyelesaikan masalah mereka yang belum selesai, tetapi mereka sudah terlanjur mati. Saat itu aku masih 7 tahun di dunia, tapi sebuah roh malah meminta pertolonganku. Dan saat itulah ibuku yang sudah mati menjelaskan kalau aku sudah divonis menjadi mediator mungkin untuk selamanya. Selama aku masih berpijak di bumi tuhan.

Well, pasti semuanya sudah tahu. Bagaimana reaksi seorang anak yang telah ditakdirkan seumur hidupnya bisa berinteraksi dengan roh, dimintai bantuan oleh roh, bahkan bisa jadi akan dihadang oleh roh itu. Saat itu, seluruh bagian tubuhku bergetar, saat roh ibuku mendatangiku untuk menjelaskan hal itu. Semua saraf seakan mengerucut ketakutan membayangkan masa depanku. Telingaku berusaha mencerna setiap kata yang mungkin salah disampaikan ibuku itu, tapi nihil. Itu memang kenyataannya. Apapun bentuk penolakan dari lahir dan batinku, takdir tetaplah takdir. Selamanya.

Tapi sekarang, aku sudah terbiasa dengan hal mistis yang kujalani. Bahkan mungkin tambah aneh lagi bila satu hari itu aku tidak didatangi oleh sebuah roh. Tepatnya dimintai bantuan oleh mereka.

“anio. Kurasa aku biasa saja. Tidak terlalu lelah menjaga young joo seharian ini!” jawabku sambil berjalan ke arah jendela tempat kyuhyun berdiri di kamarku.

“apa kau merasa terganggu dengan kehadiranku?” tanyanya dengan nada serius.

Aku malah terbelalak mendengar hal itu. Apakah ini tanda- tanda sebuah roh merasa sudah tenang dan harus kembali ke surga???

“aaanio… well tidak masalah kalau kau setiap hari ada disini. Aku tidak terlalu kesepian jadinya. Memangnya kenapa tiba- tiba kau menanyakan hal itu?”

“entahnya. Hasratku yang meloncatkan kata- kata itu!”

“tapi, yang harus kupastikan, untuk apa kau terus disini? Maksudku menemaniku? Kita tidak satu keturunan, dan juga tidak ada hubungan apapun. Apa karena karena aku mediator saja, jadi hanya itu alasanmu?”

“…” kyuhyun nampa berpikir setelah aku sudah tidak tahan lagi melihatnya yang terus menolak jika kutanyai alasannya itu.

“seperti yang diketahui sang mediator, roh bergentayangan karena ada sesuatu di dunia yang harus diselesaikannya!!!”

“nah, itu dia. Bukankah roh yang datang sepertimu harusnya memintaku melakukan sesuatu? Atau menyelesaikan masalahmu bukan???”

“aku berbeda. Aku tidak akan meminta bantuanmu. Tapi aku yang akan menyelesaikan masalahku sendiri?!!!”

“well, sekali lagi, lalu kau disini….”

“tempat persembunyian!!!” jawabnya sontak dan langsung membuatku terdiam. Jelas saja aku tidak tau apa masalahnya 150 tahun lalu itu, jadi kurasa juga akan sulit bagiku untuk membantunya. Karena biasanya roh yang baru mati itu langsung mendatangi, sehingga masalahnya sudah terjadi ketika aku sudah hidup. Dan yang kali ini jelas saja masalah yang baru pertama kali kudapatkan, jangankan aku, nenek moyangku saja mungkin belum hidup jadi bagaimana mungkin aku menyelesaikan masalahnya? Well, dia juga tidak meminta bantuanku. Oke mungkin benar dia butuh tempat didunia, dan untunglah aku berbaik hati karena menyukainya jadi mengizinkannya pulang ke kamarku setiap hari.

***

Siwon pov

“yeoboseyo…”

“ne. Nuguseyo?” jawabnya yeoja yang kutelfoni dari tempatnya.

“siwon imnida!”

“MWO?” ujarnya dengan nada suara yang sangat tinggi, sehingga berhasil memekakkan telingaku.

“dari mana kau dapatkan nomor telefonku???” tanyanya.

“apa kau punya rencana malam ini?” ujarku menghiraukan pertanyaannya.

“NE!” jawabnya spontan.

“ah, ayolah. Sudah berkali- kali aku ingin mentraktirmu tapi kenapa kau selalu menolak! Kurasa tidak ada yang salah dengan diriku!” ujarku mencoba membukakan betapa sempurnanya namja sepertiku.

“mianhe. Pegawai tidak boleh bergaul dengan tamu hotel. Apalagi sampai pergi dinner!” jawabnya dengan alasan yang pastinya bisa ku patahkan.

“apa salahnya. Tidak adakan peraturan yang seperti itu di HRJ kan???”

“memang tidak. Tapi, mianhe siwon ssi, aku sudah punya rencana dengan namja lain!”

Ujarnya mengakhiri telefonku. Terdengar suara tittt panjang.

“ugh, lagi- lagi aku sial. Kapan yeoja itu tidak bisa tertarik kepadaku. Tidakkah dia menyadari kalau aku ini gagah, tampan, pintar dan sangat sempurna!??!” pikirku setelah merasakan roman gagal yang selalu hadir dalam setiap rencanaku.

Dan ditambah lagi katanya sudah berjanji dengan namja lain? Apa dia sudah punya kekasih? Ahhh, andhwe,,, siapapun kekasihnya. Yang jelas dia harus bisa tertarik kepadaku. Dia harus mengakui kalau aku benar- benar sempurna sebelum aku meninggalkan hotel ini!

***

 

Jung hee pov

Mungkin dosaku terhadap namja bernama siwon itu sudah tidak terhitung lagi. Setiap dia ingin mengajakku dinner, atau sekedar jalan- jalan aku selalu beralasan yang bisa masuk akal olehnya. Dan kerap sekali itu hanya kubuat- buat. Bohong sudah menjadi bagian dari diriku untuk beralasan semenjak namja itu mulai tertarik kepadaku. Well, tapi tidak selalu. Malam ini, aku memang berencana akan berbincang- bincang banyak dengan kyuhyun.

*****

Author pov

Seperti biasa pagi itu junghee kembali dimintai untuk menjaga youngjoo. Sedangkan keluarganya pergi bermain golf seharian tanpa mengikutkan youngjoo.

“nah, bocah kecil. Sekarang cepat habiskan jus jeruk ini. Eomma-mu menyuruhku agar selalu menjaga kesehatanmu!” ujar junghee ketika semua keluarganya sudah pergi. Termasuk siwon.

Youngjoo pun beralih dari tatapannya ke layar televisi untuk mengambil jus yang disodorkan junghee. Tapi, seketika mukanya langsung pucat ketika berbalik. Apalagi saat melihat junghee. Entah benar itu junghee yang dilihatnya atau sesuatu lain. Yang jelas youngjoo langsung ketakutan sambil berteriak lalu berlari ke tempat tidurnya.

Junghee langsung heran. Memangnya apa yang salah dengannya. Seingatnya mukanya sebagai mediator tidak berubah  dan juga tidak menyeramkan. Lalu… ataukah ada hal lain yang dilihat youngjoo? Tapi apa? Mana mungkin ada penampakan hantu di pagi yang cerah ini!?! mwo….?

“yak, youngjoo ya, ada apa denganmu. Memangnya ada yang salah denganku?” ujarku junghee menghampiri youngjoo yang sudah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

“…” tidak ada jawaban. Youngjoo sepertinya masih menggigil mengungkapkan ketakutannya.

Ayolah. Bangun. Wake up. Ceritakan saja apa yang terjadi? Aku janji aku akan membantumu. Ayo, bisakan sesekali kita berbicara atau bercerita panjang?” ucap junghee membujuk. Kemudian, perlahan youngjoo kembali membuka selimutnya dan mulai duduk di depan junghee. Mereka berdua duduk di atas kasur saling menghadap.

“oke, mulailah bercerita…” junghee pun menepuk bahu youngjoo yang mungkin sebentar lagi akan bercerita tentang keanehannya.

“sssselama aku menginap di hotel ini, aku terus didatangi oleh hantu yang sama. Apalagi saat aku keluar kamar, dia selalu menghampiriku….” ujar youngjoo mengawali penjelasannya.

Junghee pov

“sssselama aku menginap di hotel ini, aku terus didatangi oleh hantu yang sama. Apalagi saat aku keluar kamar, dia selalu menghampiriku….”

Mwo? Apa? Bocah itu juga dapat melihat jorge yang barusan memang menghampiri kamar hotel ini?

“roh itu, sepertinya selalu menemuiku jika aku keluar kamar….” ujarnya dengan rasa takut yang sudah mulai berkurang karena ada aku!

Benar. Aku yakin jorge yang barusan dilihatnya. Ternyata ada mediator lain di negeri ini!

“mungkin maksudmu jorge. Oh tidak, maksudku roh jorge. Seorang yang dulunya adalah manajer keuangan di hotel ini!”

“MWO?” ujarnya dengan keterkejutan yang sangat tinggi.

“apa junghee eon juga melihatnya? Roh itu?” katanya dengan wajah yang tampak mulai berubah dari sebelumnya. Seperti ada hal baru yang didapatkannya setelah menceritakan hal itu kepadaku. Ditambah lagi aku mengerti dengan keadaannya yang mungkin baru- baru ini divonis menjadi mediator. Tapi sayangnya tidak ada roh lain yang datang menjelaskan kepadanya. Pantas saja youngjoo sangat aneh.

Aku tau hal ini pasti sangat berat baginya. Dan pasti ia akan dibilang gila bila menceritakan hal semacam ini kedapa orang yang bukan mediator. Dan sekarang, sangat tepat. Youngjoo bertemu dan menceritakan hal ini kepadaku.

“kau dan aku adalah mediator. Seorang yang bisa melihat roh yang pastinya sudah mati. Tapi, roh itu bukan menakut- nakuti mediator seperti kita. Tapi, mereka mendatangi kita karena mereka ingin bantuan dari kita.” Ujarku menjelaskan semampuku agar anak kecil ini bisa mencernanya dengan baik.

“mediator, kau dan aku…??!!!” kesan wajahnya tampak masih ragu.

“ne. Hanya kau dan aku yang kutahu seorang mediator di negeri ini. mungkin dibelahan dunia lain juga ada!”

“jadi, roh yang mendatangiku itu hanya ingin meminta bantuan?”

“aratso. Itulah tugas kita sebagai mediator. Kau sekarang mengertikan? Jadi jangan takut lagi. Roh itu tidak akan membunuhmu. Mereka awalnya juga manusia. Hanya saja sekarang sudah hidup di dimensi yang berbeda.” Ujarku meyakinkan youngjoo.

“jadi, kalau ada roh lain yang mendatangiku, aku harus membantunya? Lalu setelah itu mereka akan kemana? Tetap menemuiku atau…” tanya youngjoo yang jauh lebih santai dari yang tadi. Aku tahu, sebuah beban berat sekarang sudah terangkat di pundak bocak kecil itu.

“andhwe. Mereka akan pergi dan hidup ditempatnya dengan dengan tenang!”

“oh, gomawo junghee eonni. Aku merasa kau sudah menjadi tumpuan yang paling berpengaruh terhadap masalahku selama ini. coba saja, kalau kau bukan seorang mediator, pasti tidak akan ada yang bisa memperbaiki jiwaku. Gomawo. Hanya kau yang mengerti. Siwon hyung, appa, eomma mereka semua menganggapku gila jika aku tiba- tiba ketakutan saat melihat roh, saat aku menceritakan apa yang setiap hari mendatangiku jika keluar!”

“mwo? Kau menceritakannya kepada mereka?” ujarku sedikit terkejut. Karena, mediator adalah rahasia antara sesama mediator itu, roh, dan sang pencipta. Jadi, manusia sama sekali tidak boleh tahu siapa saja yang tergolong mediator, apa yang mereka alami, dan lakukan. Kugaris bawahi, pasti akan sangat kacau bila manusia biasa, non mediator tahu tentang hal ini. gawat sekali, karena mereka otomatis akan menjebloskan semua mediator di negeri ini ke gyong hak, rumah sakit jiwa di seoul.

“ne. Tapi, nihil. Mereka selalu bilang aku terlalu berimajinasi tinggi. Terlalu sering menonton film cartoon fantasy, dan semacamnya.”

“ah, babo. Youngjoo ya, ini peringatanku sebagai seorang mediator yang sudah lebih tua dan berpengalaman darimu. Ini peringatan pertama dan terakhir. Jadi, kumohon, jangan pernah kau menceritakan kalau kau melihat roh, dimintai bantuan, dan berinteraksi dengan roh. Jebal, itu sangat berpengaruh besar terhadap setiap mediator. Jadi, kau berjanji mulai kali ini hanya menceritakan hal tersebut kepadaku. Ingat itu!” ujarku menegaskan.

“well, gwenchana. Karena aku sudah tau, sekarang aku pasti bisa menjaga rahasiaku sebagai mediator baru dan muda!” kata youngjoo yang sedikit jail dengan ucapannya. Young and new mediator.

Youngjoo pun menjulurkan kelingkingnya kearah tanganku. Aku pun menyambar dengan menyalami kelingkingnya dengan kelingkingku yang jauh lebih panjang sebagai tanda perjanjian. Swear.

***

Junghee pov

“appa, apa kau dibawah sana?” teriakku di depan pintu gudang lama yang terbuka. Sebuah gudang di rumah tuaku yang tidak pernah kumasuki. Bukannya takut, tapi appa melarang. Entah apa yang ada didalamnya aku tidak tahu. Aku hanya diizinkan berdiri didepan pintu gudang misterius itu.

“ne. Ada apa?” ujar appa yang ternyata ada dibelakangku.

“bukankah pemilik rumah ini melarang kita untuk masuk ke gudang tua ini!” ujarku saat mengetahui appa yang sedang membongkar seisi gudang itu.

“kecuali aku!”

Well, gudang tua yang katanya tidak boleh kumasuki itu, tapi boleh untuk dimasuki appa. rumah yang kutempati sekarang ini, merupakan peninggalan keluarga Seo yang mereka semua sudah meninggal sekitar 150 tahun lalu. Rumah ini sangat sulit untuk didapatkan oleh appa. ia penggemar hal yang berbau sejarah, makanya sangat tertarik dengan mantan rumah keluarga seo ini. tapi, dibalik semua itu ada sesuatu menarik yang sama sekali tidak boleh untuk aku dan keluargaku ketahuiku. Tepatnya, waktu tahun pertama kami tinggal di rumah ini, eomma menemukan sebuah surat yang sepertinya surat wasiat. Dan disana tertulis kalau keluarga yang nantinya menempati rumah ini dilarang memasuki gudang tua itu.

Tapi, seperti sekarang. Appa yang sepertinya sedari pagi membongkar ruangan tua itu dan ternyata menemukan sebongkah surat.

“mwo? surat yang sangat banyak? Dan apa ada yang lainnya?”  ujarku mencoba membongkar misteri.

“sejauh ini hanya surat itu hal yang mungkin menarik. Selebihnya isi gudang itu hanya perabotan kayu biasa yang sudah tua. Dan itupun juga belum ku bongkar.”

“bbbolehkah aku juga ikut masuk?” tawarku dan sambil memulai melangkahkan kaki. Tapi, well seperti perjanjian awal. Aku tetap tidak boleh. Appa langsung mengunci pintunya dan memasukkan ke sakunya.

“aratso, kalau memang aku belum cukup dewasa untuk memasuki gedung misterius keluarga seo itu. tapi, bolehkah aku melihat sebongkahan surat dan kertas- kertas itu?”

“oh, ne. Ambil saja di ruang tamu. Kurasa itu tidak terlalu menarik. Dan aku pun juga tidak tau bagaimana rupanya kyuhyun, seo young eun, dan keluarga seo yang kematian mereka 150 lalu itu yang masih misterius sampai sekarang!”

Kyuhyun… apa? Apa hubungannya? Apa disurat itu tertulis tentang kyuhyun? Kyuhyun oh my god, roh yang kucintai itu? roh yang tidak pernah menceritakan identitasnya itu dan ternyata???

Tanpa merespon perkataan appa, aku langsung berlari menuju meja ruang tamu untuk mengambil surat dan sebongkahan kertas- kertas yang hampir habis di makan rayap itu. tapi, tidak satupun tulisannya yang hilang akibat rayap- rayap yang lapar itu.

Dengan perasaan tegang, aku pun mulai mengambil salah satu surat itu.

Dear young eun,

When i saw you last week…

I thinks you’re the pretiest lady in my feel…

You made my heart is so melt…

Maybe you’re the one in my heart

You like a part in my life,

Maybe i cant live without you my prety angel

You’re my first love

Would you marry me?


and thanks for your parents who let me to saw you, and to marry u!!!
Oh i wish my dream come true❤

                Kyuhyun, who always love you

 

OMG, itukah masa lalunya. Kyuhyun sangat- sangat mencintai yeoja bernama young eun itu? kkkenapa sekalipun ia tidak pernah menceritakannya dengan ku? Apa salahnya? Tapi, tetap saja kalaupun dia menceritakan hal itu langsung melalui rohnya kepadaku, entahlah, apa yang akan ku pikirkan. Roh yang sudah terlanjur kucintai malah menceritakan kenangan indahnya dengan pacarnya 150 tahun lalu???!!!

Dan young eun, memangnya secantik apa dia? Apalagi saat 150 tahun lalu, ku yakin pasti aku yang sekarang akan 10 kali jauh lebih cocok dengan kyuhyun dibandingkan dengan dia.

Setelah menahan amarah, akhirnya aku sadar. Itu kisah hidup kyuhyun, tidak mungkin aku protes. Semua itu sudah terjadi. Dan Kemudian, aku pun memilih beranjak membaca surat yang lain.

Dear donghae,

Aku disini selalu menunggumu…

Meskipun ku tau kau yang lebih lelah menungguku membalas cinta kita,

Tapi yakinlah aku akan selalu dihatimu dan selamanya untukmu,

Lihat saja apa yang akan aku dan kau lakukan nanti,

Aku yakin masalah perjodohan aku dan kyuhyun sebentar lagi akan mudah kita atasi.

Ku harap kau tidak mengurangi sedikitpun rasa cintamu kepadaku karena orang tuaku yang lebih memilih namja kaya itu.

Tapi, apalah arti orang tua itu. yang jelas seluruh hidupku akan kuserahkan hanya untukmu. Kita akan hidup bersama, setelah besok melakukan peristiwa pertumpahan darah itu.

Sebentar lagi kita akan hidup bahagia, setelah semua yang menghalangi cinta ini, kita tepis bersama- sama!

Young eun, your love

 

Kemudian berkas selanjutnya,

Kyuhyun, seorang putra pengusaha kaya raya diduga telah tewas lewat sebuah pemberitahuan memalui surat misterius yang dikirim ke kediaman keluarga kyuhyun. Namun sayangnya jasad namja itu masih belum ditemukan. Dan petunjuk tentang siapa yang membunuhnyapun jika tidak berhasil di dapatkan oleh polisi. Dan yang sedikit aneh, soe young eun, tunangan kyuhyun merasa biasa saja dengan peristiwa itu. hal ini masih terus diselidiki oleh wartawan sekaligus pihak kepolisian. 17/7, korean hot news 1860.

Apa? Kyuhyun mati tanpa dapat ditemukan jasadnya? Mataku tambah terbelalak ketika membaca berkas yang ternyata adalah potongan koran ini. kupikir kyuhyun hanya mati biasa, tapi ternyata sampai sekarang jasadnya belum ditemukan?

OMG, kenapa namja itu tidak pernah bercerita kepadaku. Dan Young Eun, tunangan kyuhyun ternyata yeoja itu dengan selingkuhannya yang membunuh kyuhyun. Seperti yang kubaca di petunjuk- petunjuk surat lain, bahwa young menulis sebuah catatan bahwa kyuhyun akan bertumpah darah pada malam jum’at 150 tahun lalu oleh dirinya dan donghae.

Setelah mengetahui kabar yang sangat mengagetkan dan mengenaskan itu. tidak terasa ternyata keringat dingin sedari tadi mengalir di seluruh tubuhku. Jantungku kembali bekerja tidak normal, sangat cepat bahkan sulit untuk kutenangkan.

Sedikit rasa kecawa juga bercokol di hatiku. Aku yang selama mengenal roh kyuhyun berharap ia mau berbagi cerita dan mulai mengutarakan apa maksudnya yang terus mendatangiku. Well, kyuhyun memang tidak pernah memberi alasan yang jelas. Dia memang sedikit berbeda dari roh biasa yang menemuiku. Entah dia juga menyukaiku, atau sekedar mengharapkan bantuan seorang mediator, aku belum tahu.

Namun, setelah membaca semua berkas- berkas kuno itu, sekarang aku tahu. Kyuhyun ingin aku menemukan jasadnya dan barulah ia bisa kembali tenang di surganya. Dan mungkin sekaligus, membongkar perbuatan tangan oleh young eun dan selingkuhannya yang bernama donghae itu. ugh, ini hanya masalah perjodohan tapi, yang benar saja demi kebahagiaan mereka, young eun tega menghabisi kyuhyun dengan tangannya sendiri. Menghabisi namja yang dulunya sangat mencintainya!!!??, #babo.

Owh, young eun…. Andai saja aku menjadi dia, pasti aku akan langsung menerima tawaran kyuhyun untuk menikah dengannya. Tapi, sekali lagi semua itu karena perjodohan, maka jadilah kyuhyun mati mengenaskan.

***

Author pov

“kau jahat…” ucap junghee ketika kyuhyun baru saja masuk dari jendela.

“hei, gadis manis. Apa kau ingin sesuatu?” ujar kyuhyun menggoda dan langsung duduk di sebelah junghee.

“ternyata rumah yang kutempati ini adalah rumah peninggalan keluarga seo. Seo young eun, jangan katakan kau tidak mengenalnya?” Tanya junghee mulai memanas karena jelas saja ia kesal. Masalah sebesar itu selama 150 tahun lalu tidak di singgung sedikitpun oleh kyuhyun kepada dirinya? Padahal ia selalu menceritakan semua yang terjadi pada kyuhyun, termasuk pengalaman- pengalaman sengitnya selama menjadi mediator.

“dia kekasihku 150 tahun lalu!!!” ujar kyuhyun yang tampak sudah mulai berpikir keras.

Plaaak… junghee spontan langsung menampar kyuhyun dan kyuhyun hanya diam.

“kau, namja bodoh macam apa kau ini? Dia sudah mempermainkanmu, tidak mencintaimu sama sekali, dan sudah tega membunuhmu dengan tangannya sendiri. Lalu masih kah kau menyebutnya kekasihmu???” ujar junghee dan langsung berdiri di hadapan kyuhyun sambil menyilangkan tangan di pinggangnya.

“kenapa kau tidak pernah memberi tahuku? Apa sulitnya? Aku ini asli mediator, jadi untuk apa lagi kau meragukannya? Coba saja dari dulu kau bilang seperti ini, pasti aku akan mencari roh iblis dan selingkuhannya itu!!!”

“junghee ya, tenanglah!!! Kau tidak perlu membantuku…”

“hello… ini tugasku. Dan kau sangat bodoh telah di bunuh oleh gadis iblis itu!!! Dan sekarang apa? Apa yang akan kau balaskan untuknya? Dia juga sudah mati dan keturunannya entah kemana!!! Jadi, haruskah kembali membalas dendam sesama roh? Itukah yang kau inginkan? Menunggu dia mati dulu baru kau mulai menyelesaikan masalahmu???”

ucap junghee masih menggertak- gertak kyuhyun sehingga namja itu tidak sangguh lagi berbicara. Ia benar- benar sudah kehabisan kata- kata. Junghee benar. Andai saja saat 150 lalu itu ia langsung mendatangi seorang mediator, pasti masalah ini tidak akan berlarut- larut sampai sekarang. Dan pastinya young eun yang saat itu masih hidup pasti akan bisa diadili di meja persidangan. Ugh….

“sekarang katakan, dimana yeoja bernama young eun dan selingkuhannya donghae itu???”

“aku tidak tau!!!”

“KYUHYUN… ayolah sampai kapan kau akan terus seperti ini? Merelakan dirimu di bunuh oleh orang yang kau cintai? Dan jangan bilang kau masih mencintainya???”

Spontan kyuhyun langsung berdiri dan perlahan mendekap junghee dalam pelukannya. Junghee langsung terkesiap, karena jelas- jelas ia sedang marah tapi kyuhyun malah… ah setiap namja memang selalu melakukan hal ini. Pikir junghee.

“mianhe, junghee ya. Aku tidak perlu bantuanmu. Meskipun aku tau kau itu sudah 10 tahun menjadi mediator, tapi young eun seperti yang telah ku selidiki akhir- akhir ini, dia sangat berbahaya. Jiwanya sudah dimasuki iblis sejak dia hidup. Makanya kalau sampai kau membalaskan perbuatannya padaku dulu, maka kau sendiri yang akan terancam. Aku mau hal itu terjadi…”

ujar kyuhyun sambil tetap mendekap junghee dalam pelukannya. Junghee otomatis menikmati hal itu, karena sejak pertama mereka bertemu baru kali ini kyuhyun menyentuhnya sedalam ini.

“aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang sama kepadamu. Cukup, aku orang terakhir yang dihabisi young eun!!” kyuhyun pun melepaskan melukannya dan menatap junghee lekat- lekat. Sedangkan junghee jadi tambah gila dan mungkin menyesal telah marah- marah tadi. Ia semakin melting apalagi saat kyuhyun akhirnya mendekatkan wajahnya, dan akhirnya mencium kening junghee.

“sekarang tidurlah. Tidak usah dipikirkan. Sebentar lagi masalahku akan segera selesai!!!” kyuhyun pun menjauh dan berpamitan melalui jendela.

Junghee terdiam, apa yang sudah ia katakana tadi? Namja yang dicintainya akan segera pergi?

“ Ia benar, kalau masalahnya sudah selesai, jadi untuk apa lagi dia bermain di lingkungan hidupku? Owh andhwe… kyuhyun tidak boleh pergi… ugggh, tapi bagaiamana dengan masalahnya, katanya hampir selesai????” batin junghee sedikit ketakutan.

Huhuhuu…😥 junghee menangis sejadi- jadinya di kamar. Ia sungguh tidak ingin kyuhyun pergi secepat ini, apalagi ia juga belum menyatakan perasaannya.

*****

Malam yang sepi, senyap, dan sangat dingin. Hembusan angin yang masuk melalui celah- celah kecil menuju kamarnya. Setelah seharian bekerja dan membantu roh bernama jorge, junghee tertidur lelap di tempat tidurnya yang sangat empuk. Tapi, malam itu sosok kyuhyun tidak tampak oleh pandangan. Biasanya ia selalu menjaga junghee ketika tidur sekalipun. Tapi, sudah dua malam, sepertinya kyuhyun melayang keluar sana entah kemana. Memang, roh bisa datang kemanapun mereka inginkan tanpa tampak oleh manusia, kecuali mediator. Dan malam itu juga junghee didatangi sosok berbaju merah merona dengan rambut yang terurai sampai ke punggungnya. Sosok yang sangat kejam dan hatinya mungkin sudah tertukar dengan iblis di neraka.

Sosok itu perlahan- lahan mulai mendekatkan pisau yang dibawanya lalu menodong yeoja yang tengah tertidur. Karena todongan itu semakin dalam, akhirnya junghee terbangun dan berusaha menahan nafas dengan apa yang tengah membangunkannya.

“nnnnuguseyo???”

“seo youn eun!” ucap roh itu memperdalam tekanan pisaunya ke leher junghee, sehingga membuat yeoja itu tercekat dan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata lagi.

“mungkin kau sudah tau siapa roh yang mendatangimu ini. Ku peringatkan kau hentikan appamu untuk membongkar gudang tua di rumah lamaku ini! Ingat itu, kau harus mencegahnya secepatnya, atau nyawa- mu sendiri yang akan melayang!” ujar roh young eun yang mengancam junghee sehingga yeoja itu hanya diam terpaku.

“semoga kau melakukan perintahku. Semoga ini yang terakhir kalinya kita bertemu, tapi itu kalau kau menuruti perintahku. Kalau tidak, kau akan kuhabisi sendiri, seperti aku menghabisi kyuhyun dulu! Oke, goodnight young mediator…”

Sesaat kemudian, roh cantik itu sudah pergi melayang meninggalkan junghee.

***

Junghee pov

Hari yang melelahkan, seharian terus menemani youngjoo bermain- main di sekitar pulai jeju. Apalagi setelah bocah itu kembali normal, ia selalu ingin keluar hotel menatap dunia. Dan pada akhirnya aku terpaksa menerima tawaran choi siwon untuk mengantarkanku ke rumah. Tapi, tidak sampai di depan rumahku karena aku beralasan ingin mampir ke rumah teman untuk membicarakan sesuatu. Jadilah aku turun di persimpangan jalan dan siwon pun pergi. Yap, satu lagu dosaku bertambah, aku hanya tidak ingin dia tau rumahku dan suatu saat nanti pasti dia tidak akan segan- segan untuk datang. Nah, kalau sampai kyuhyun tau, bisa jadi roh itu tidak akan mau lagi menemaniku setiap malam??!!

Aku terpaksa berjalan dari persimpangan yang jaraknya lumayan jauh, dan aku berharap sampai di rumah nanti eomma dan appa sudah menungguku dengan suguhan makan malam yang dapat kembali menyerap energiku.

“stop, nonna jangan mendekati garis polisi!” ujar seseorang yang berpakaian seperti seragam FBI. Aku sontak tercengang- cengang dengan apa yang terjadi. Tadi pagi aku meninggalkan rumah, dan keadaannya masih baik- baik saja. Dan sekarang, sudah 13 jam ternyata garis- garis kuning polisi terbentang dari pintu halaman belakangku sampai kea rah pagar. Meskipun pintu utama tidak di garisi, tapi tetap saja itu masih bagian rumahku. Dan sekarang apa? Memangnya apa yang terjadi sehingga mobil polisi berjejeran di jalan depan rumahku dan kenapa banyak juga orang yang datang? Bahkan antrian parkiran juga sampai ke blok 170!

Aku berusaha berpikir, apa kesalahan keluargaku sehingga bisa seperti ini. Apakah appa korupsi, sehingga mereka adalah lembaga kepolisian yang menangkapnya, oh anio. Appa bukan pejabat. Lalu, eomma, apa dia menabrak orang, ahhh, andhwe, apa hubungannya menabrak orang dengan garis- garis polisi ini?!
well, aku langsung menerobos kerumunan polisi dan tampak appa dan eomma sedang berdiri dengan santai menyaksikan polisi- polisi itu keluar masuk ke pintu gudang di rumahku.

“apa yang terjadi?”

“well, seperti yang kau lihat. Polisi- polisi itu sedang mengintrogesi gedung tua yang tidak boleh dimasuki itu!”

“memangnya ada apa? Apa yang appa temukan….”

Belum sampai aku meneruskan kalimatku, tapi appa langsung menjawab.

“jasad seseorang di dalam peti yang sudah diawetkan.”

Mwo? Jasad? Pikiranku terus bertanya- Tanya seperti mengingat sesuatu. Sepertinya ada hal yang mengganjal yang ingin kuungkapkan.

“jasad dalam peti itu tidak berpakaian jas sama sekali. Masih dengan bajunya yang sepertinya memang baju zaman dahulu. Bahkan bekas darah masih tampak di dekat baju jasad itu. Dan di dalam peti itu juga ditemukan secarik kertas bertuliskan ‘goodbye kyuhyun’!!!” jelas eomma yang berhasil menghilangkan keganjalan di hatiku. Ternyata ini hal yang setiap detiknya tidak bisa kupecahkan. Kenapa dari dulu aku tidak pernah berpikir kalau gudang itu adalah tempat menyimpanan jasad kyuhyun yang sudah dibunuh oleh young eun dan selingkuhannya!!??!!

**

Author pov

Kyuhyun tengah bertengger di atas pohon menyaksikan gerombolan orang yang sibuk mencari informasi tentang penemuan jasadnya. Kini roh itu sudah mulai tenang, karena jasadnya akan segera dimakamkan dan keluarga yang ditinggalkannya juga akan lebih tenang. Namun, berita baik itu tetap saja menambahkan dampak buruk. Yaitu, terungkapnya informasi bahwa kyuhyun dahulunya dihunus pisau oleh tangan young eun sendiri. Entah apa yang tejadi pada keturunan keluarga seo, yang jelas pasti masalah itu akan dikaitkan dengan keluarga mereka. Dan tidak lupa young eun dan donghae yang juga tidak lama hidup pasti sekarang sedang tidak tenang di alam mereka. Bagaimana mungkin, nama mereka akan menjadi bulan- bulanan masyarakat dan junghee….
“AAA, junghee…!” kyuhyun tepekik ketika menyadari junghee. Roh itu yakin, pasti nantinya young eun akan menghantui junghee bahkan bisa jadi juga membunuhnya. Apalagi appa junghee juga yang menyebabkan terbongkarnya peristiwa 150 tahun lalu itu.

“junghee, junghee, apa kau ada didalam???” kyuhyun langsung terbang ke arah jendela kamar junghee dan pastinya junghee tidak ada. Yeoja itu masih sibuk mengikuti aksi polisi yang mengintrogesi jasad namja yang dicintainya.

“ah, young eun awas saja kalau kau berani macam- macam kepada junghee. Kalau sampai, kau yang akan kuhabisi setelah kau dulu tega menghianatiku!” batin kyuhyun dan kembali terbang, sepertinya untuk menemui roh young eun.

*

Tanpa dicari, ketika kyuhyun berbalik ternyata pandangan roh itu langsung bertemu dengan sosok roh perempuan yang juga sedang melayang di udara. Sosok yang pastinya tidak asing lagi bagi kyuhyun.

“apa kau sudah puas dengan apa yang dilakukan appa junghee?”

“apa maksudmu?” Tanya kyuhyun tidak mengerti sedikitpun.

“puas karena namaku dan keluargaku akan buruk sampai mati. Bahkan keturunanku yang juga akan menanggung malu. Aku tau itu yang kau inginkan? Alasanmu menyogok junghee dengan tipuan wajahmu, dan itu hanya untuk memburukkan nama keluarga Seo!!!”

“apa yang kau katakan ini? Bukankah itu yang kau lakukan dulu padaku? Dan sekarang kenapa kau harus malu dengan perbuatanmu sendiri. Bukankah itu cara kau dan donghae untuk menghabisiku. Lalu haruskah aku yang kau salahkan?”

Ujar kyuhyun santai yang berhasil mematahkan argumen young eun tadi.

“percuma berbicara denganmu. Balas dendam yang kau lakukan padaku tidak akan berakhir sampai disini. Lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti!”

Ujar young eun menatap kyuhyun tajam.

“silahkan. Silahkan berbalas dendam sampai kau kehabisan ide. Apa kau tidak sadar, kita sudah mati dan sekarang kita hanyalah roh- roh yang tidak bisa melakukan sesuatu terlalu jauh. Lalu, apa kau tidak pernah diberi tahu oleh nenekmu kalau kita sudah mati, maka disanalah kehidupan dan ketenangan yang sesungguhnya!!!”

“diam kau. Terserah apa yang kau katakan!! Meskipun aku sudah mati, tapi aku tetap tidak rela kau memburukkan namaku dan keluargaku. Biarpun aku hanya sebuah roh, aku dan donghae akan bisa melakukannya bersama- sama!”

Ucap young eun dengan emosi yang melonjak- lonjak kemudian segera terbang meninggalkan kyuhyun. “ayo coba saja balas dendam yang lebih kejam lagi dengan pacarmu itu. Kalian berdua roh yang sangat bodoh!!!” teriak kyuhyun.

***

Akhirnya keluarga jung hee dapat tidur tenang malam itu. semua polisi sudah pergi sembari mengotopsi jasad kyuhyun dan dikembalikan ke keturunan keluarga cho. Junghee pun merasa sedih ketika ia juga sempat melihat tampak asli kyuhyun 150 tahun. Meskipun sudah satu setengah abad, tapi style dan muka kyuhyun juga tidak seperti orang di zaman dulu. Dia tetap tampan seperti dambaan junghee selama ini. junghee pun tertidur di kamarnya dengan perasaan sedikit khawatir, kalau- kalau young eun mendatanginya.

Well, benar saja. Young eun malam itu tidak melihat kyuhyun di kamar junghee, makanya itu merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk menhajar mediator penghianat bernama junghee itu.

“dasar kau yeoja bodoh. Apa kau tidak tau siapa aku ini? mentang- mentang kau mediator, jadi kau sama sekali tidak takut dengan ancamanku? Penghianat. Seharusnya kau berjanji untuk menghentikan appamu membongkar gudang rumahku!!!” gerutu young eun yang berhasil membangunkan junghee.

Tapi, anehnya junghee tampak biasa saja, tidak terkejut dengan kehadiran young eun dengan sebuah roh yang lumayan tampan, dan well pasti itu donghae.

“owh, young eun ssi. Kenapa kau harus datang tengah malam ini? apa roh semacam kalian takut matahari, manusia, kyuhyun, atau sejenisnya???” tanya junghee spontan padahal dia baru saja terbangun, tapi sangat bisa menyesuaikan keadaan.

“kita habisi dia!!!” ucap young eun menatap donghae yang juga ada disampingya.

“oke. Dendam kita selanjutnya akan terus berlanjut!!!”

Karena menyadari apa yang akan dilakukan young eun dan kekasihnya, junghee langsung berdiri dari tempat tidurnya dan cepat- cepat keluar melalui jendela sebelum darah bercucuran di kasurnya.

“mau kemana kau? Apa kau takut dengan kami???” ujar young eun sinis, dan langsung mengikuti junghee.

“anio. Ayo kita bertarung secara sportif diluar sana!!!” jawab junghee santai lagi dan segera melompat- lompat melalui balkon- balkon dari lantai 2 menuju ke arah halaman yan lebih luas dan cocok untuk bertarung malam itu. well, mediator sudah biasa melakukan hal itu. kerap sekali, kehidupan mediator itu diambang batas tapi mereka selalu terselamatkan.

“haha, diluar tidak akan ada kyuhyun yang akan membantumu. Roh yang kau gilai itu tidak akan tau tentang rencanaku ini!!!” balas young eun sambil terbang menuju halaman rumah junghee.

“hah, darimana dia tau aku mencintai kyuhyun? Apa kyuhyun akhir- akhir ini menemuinya dan memberitahukan hal ini? atau dia juga mengikutiku? Tapi, bagaimana mungkin???” batin junghee sambil berpikir keras tentang apa yang akan dilakukannya untuk mengalahkan sepasang roh itu.

“anio. Aku hanya tidak ingin pertarungan ini nantinya akan melibatkan keluargaku!” jawab junghee yang menambah emosi young eun.

Setelah melompati balkon, dan sampai di tanah junghee langsung dihadang oleh donghae dari belakang. Roh itu memegangi kedua lengan junghee dan otomatis young eun bisa dengan leluasa menggoreskan pisau di bagian tubuh junghee.

“ternyata seperti ini cara kalian balas dendam. Sangat tidak sportif. Kalian berdua dan aku sendirian. Curang dan tidak berilmu!!!” tutur junghee dengan isi kalimat yang sangat kasar.

“diam kau, bodoh…”

Junghee pun terus memberontak ketika donghae mencengkram lengannya, dan young eun dengan tajam mengilaskan pisau- pisau itu dimulai dari bagian tangan junghee. Darah mulai bercucuran dan kepedihan yang ditanggung junghee benar- benar tidak bisa di tepisnya. Tapi, junghee tetap bersikap santai di hadapan young eun. Ia tidak ingin roh itu menganggap mediator yang sudah 10 tahun berpengalaman ini sangat lemah dihadapannya. Berkali- kali junghee lepas dari cengkraman donghae, dan berkali- kali juga pisau di torehkan di setiap bagian tubuhnya. Junghee sempat lari, tapi sebuah peluru dari neraka sudah dilayangkan young eun kebagian punggungnya.

“oh my god, please help me. Please, let someone to help me now. Please… i never to get this incident. Usually, my war not like this… please…. it’s very cruel…” batin junghee yang perlahan mulai menyerah dengan nasibnya.

“lepaskan dia…” ujar sebuah suara dari atas, dan pastinya itu si roh tampan, kyuhyun.

“benar dugaanku. Kau pasti akan datang!!!” balas young eun sinis.

“apa yang kau inginkan selain membunuhnya? Tolong, dia sama sekali tidak ada kaitannya dengan hal ini. ini semua salahku. Jadi kalau memang ingin bertarung, jangan hanya berani dengan yang lemah!!!” ujar kyuhyun tampak menyiapkan tenaga untuk bertarung.

“andhwe… biarkan aku melawan young eun dan ikut membalaskan dendammu kyuhyun ssi!!!”

Pertarungan semakin sengit, dan Dengan segera, kyuhyun menodong donghae dengan benda berat di sekitas halaman, alhasil junghee dapat lepas dan bisa bertarung dengan young eun. Tapi, baru saja junghee ingin mengambil senjata dengan jahatnya young eun langsung menembakkan pistol yang sepertinya diberikan oleh iblis dari neraka. Peluru itu tepat menembus bagian dada junghee bahkan sampai ke hatinya.

***

Akhir hidup dari mediator tidak akan pernah ada yang bahagia. Semuanya selalu berakhir tragis. Mereka tidak akan pernah bisa bertahan selamanya di dunia. Itulah kodrat mediator. Dan di vonis menjadi mediator, tidak ada seorang pun yang bisa menentang takdir itu.

Junghee yang sudah 10 tahun menjadi mediator, akhirnya tepat menuju tahun ke 11 ia mengakhiri tugasnya. Satu mediator telah berkurang di dunia. Tinggallah mediator yang lebih muda lainnya yang akan meneruskan hidup mereka dengan segala macam pertarungan menentang roh jahat dan membantu roh baik.

Young eun dan donghae telah melanggar hak seorang mediator. Mereka sudah tiga kali melakukan hal semacam itu. dan sekarang, dua roh itu harus di kembalikan ke tempat hukuman karena melanggar janji mereka sebagai roh bebas. Mereka akan di hukum di tempat tuhan dan setelah itu akan dikembalikan lagi ke surga. Karena setiap yang sudah mati tetap bisa menikmati indahnya surga dan keabadiannya.

Choi siwon yang mengetahui kabar kematian junghee jadi sedih dengan hal itu. tapi, youngjoo yang memberi tahu bahwa junghee juga mediator akhirnya membuat siwon memahami kondisi dan takdir itu. ternyata, tugas mediator tidak akan pernah berakhir! Tugas itu tetap akan diteruskan ke target selanjutnya. And, choi siwon_ the new mediator. Dan semua itu, juga terkait dengan permintaan youngjoo, mediator cilik kepada sang pencipta. Sekarang, siwon dan youngjoo akan bersama- sama menghabisi roh- roh jahat di dunia, sehingga hidup manusia akan lebih tenang, aman, dan damai.

Junghee pov

“mianhe junghee ya, gara- gara aku kau tidak bisa menikmati hidupmu di dunia lebih lama lagi. Mianhe, seharusnya aku tidak mendatangimu bulan januari lalu, mianhe.. aku sungguh..”

Kyuhyun menampakkan raut penyesalan dalamnya, ketika aku dan dia tengah bersantai di tempat abadi yang sangat indah itu.

“tutup mulutmu. Bukankah ini jauh lebih baik, kita bersama selamanya. Di tempat ini. di surga yang sangat tenang tanpa young eun dan kekasihnya.” Tutur junghee dan langsung mendapat senyuman dari kyuhyun.

Kemudian, kyuhyun mulai merangkulkan lengannya ke punggun junghee. “aku mencintaimu. Maukah kau mencintaiku selamanya, hidup di tempat ini selamanya denganku!!??” tanya kyuhyun dan langsung mendapatkan ekspresi senang dari junghee.

“haha, aku tau kau bisa membaca pikiranku selama aku hidup dulu, benarkan??” junghee menatap kyuhyun dengan penuh cinta yang sekarang akhirnya bisa diungkapkannya.

“hm, ternyata kau baru sadar, kalau aku bisa melakukan apa saja!!!” jawab kyuhyun kemudian memeluk erat junghee yang tengah tersipu itu.

Selama ini aku selalu berpandangan buruk tentang kematian. Padahal di balik itu semua ada kehidupan yang paling sempurna dan abadi untuk selamanya. Di surgalah aku bisa mencintai dan dicintai selamanya tanpa ada penghalang. Love you forever in god’s heaven… ^_^

The end

 

#Huhuhu, author aja lumayan ngeri plus ketakutan nge read back-nya… hehe.. *alaypluslebay

Emm,, ff ini terinspirasi dari novel favorit aku karangan meg cabot. Mungkin ada yang tau. And, mungkin ada yg bertnya- tanya, waeyo judulnya darkest hour tapi happy ending. Ekhem, biar ga ragu, title itu cuman ngungkapin tragedi ini dr ff ini. mskpun ga nyambung yg isi crtanya kan? *hahaha plaaak..

well, mianhe lah… gaje banget ceritanya. And mohon jangan ada yang namanya bashing apalagi soal kyuhyun_ donghae & silent reader. Skali lagi maklumin imaginasi dengan khayalan tingkat tinggi ini. ckckck ^_-

Oh ya, ff ini pernah d publish d my wp : http://haretami.wordpress.com/2012/03/19/darkest-hour-3/

Jgn lupa jalan- jalan ke wp yg msh sepi itu yah,, tpi ga horror kok… *plaak promosi…
mohon kritikan dan sarannya ya….
tolong tinggalin komentar sekecil apapun, itu gpp kok… ^_^

 

 


One thought on “[Freelance] Darkest Hour [OneShoot]

  1. cerita ini mirip sama novel ya? tapi keren bgt kok. kok endingnya bikin bingung ya thor? emangnya kalo jadi mediator itu bisa tiba-tiba gitu? kok siwon bisa jadi mediator ya-_-

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s