[Freelance] Brother Complex #2


Title              : Brother Complex (Twoshoot)

Genre           : Romance, gaje ???

Cast             :  Cho Kyuhyun, Cho Seohyun

Other Cast   : Temukan sendiri dehhh..hohoho..

Author          : RyeoFa as Farah,

Ada yang nunggu FF ini??? Hahaha..:D.. ini lanjutannya..:*.. mianhae kalo serada gaje, tapi semoga readers menikmatinya ya…kekekeke…

 

Cerita sebelumnya (author Pov’s)

Pertama Kyuhyun mengantar Yuri sampai rumahnya, sekarang di mobil itu hanya ada Kyuhyun dan Seohyun mereka berdua tidak bicara sama sekali. Ini membuat Kyuhyun kesal karena perasaannya semakin perih melihat Seohyun bersama namja lain. Kyuhyun benar-benar terbawa emosinya, dia memutar kembali mobil dia sengaja tidak membawa Seohyun pulang, Seohyun cemas karena Kyuhyun tak membawanya pulang.

“Ya!! Kita mau kemana!” sentak Seohyun cemas dan takut.

“kita harus bicara,” seru Kyuhyun singkat, Seohyun benar-benar heran dengan sikap kakaknya itu.

 

*****

 

Mereka sampai di sebuah villa milik keluarga mereka, Kyuhyun turun, namun Seohyun tidak mau turun.

“turunlah,” seru Kyuhyun pelan, namun Seohyun tidak mau .

“turunlah, atau aku akan memaksamu untuk turun,” seru Kyuhyun dingin, perasaan Seohyun jadi takut karena ucapan Kyuhyun, Seohyun menatap Kyuhyun lekat, matanya ingin sekali menumpahkan semua air didalamnya.

“kau mau bicara apa?” tanya Seohyun kesal.

“masuklah, kita akan bicara di dalam,” seru Kyuhyun . Seohyun menggelengkan kepalannya yang berarti Seohyun tidak mau.

“aku mau pulang,” seru Seohyun kesal pada Kyu.

“masuk, masuk kataku!” sentak Kyuhyun, ini pertama kalinya Kyuhyun semarah itu pada Seohyun. Seohyun ditarik paksa Kyu masuk, Kyuhyun mengunci pintu villa itu dan membuangnya sembarangan, Seohyun heran dengan sikap Kyuhyun yang aneh itu.

“ya!! Bagaimana kita keluar,” seru Seohyun cemas, Kyuhyun tidak memperdulikan seruan Seohyun, Kyuhyun menyerang tubuh Seohyun, Kyu menyeret Seohyun ke kamar di villa itu. Seohyun benar-benar takut dengan sikap Kyuhyun yang menakutkan itu.

“apa yang mau kau lakukan padaku,” seru Seohyun dengan suara gemetar karena takut.

“gwechana, aku tidak akan melakukan apapun pada adik kesayanganku,” seru Kyuhyun pelan di telinga Seohyun, itu membuat Seohyun merinding dan semakin takut.

“oppa ,jebal jangan berbuat sesuatu yang aneh,” seru Seohyun takut,

“aneh?” tanya Kyuhyun heran dengan wajah menyindirnya, dia memegang lengan Seohyun. Seohyun terkejut dan semakin takut.

“oppa jebal,” seru Seohyun takut sambil menutup matanya, saat tubuh kyuhyun ada dihadapannya.

Kyuhyun mengerti ketakutan yang Seohyun rasakan, kyuhyun tidak akan berbuat sejauh itu dengan yeoja yang dia cintai.

“Seohyun-ah buka matamu,” seru Kyuhyun dihadapan Seo, air mata Seohyun terus mengalir.

“oppa,” seru Seohyun dengan wajah meringisnya, Kyuhyun tak tega melihat yeoja yang sangat dia cintai menangis seperti ini, Kyuhyun pun memeluk lembut tubuh Seohyun, Seohyun tidak menolak pelukan Kyuhyun kali ini, Seohyun malah memeluk balik tubuh Kyuhyun.

 

“saranghayeo, neomu saranghayeo Seohyun-ah,” seru Kyuhyun terus , air mata Kyuhyun juga tidak bisa terbendung lagi, Kyuhyun juga sedih karena perasaan mereka yang salah ini.

“nado, saranghaeyo oppa,” balas Seohyun dengan suara bergetar, jelas Seohyun tidak bisa menyembunyikan perasaannya lagi pada Kyuhyun, dia juga mencintai Seohyun.

 

Setelah berpelukan Seohyun dan Kyuhyun saling berpandangan, Kyuhyun membenarkan rambut Seo yang menutupi wajah manisnya, Kyuhyun tersenyum melihat Seohyun, begitu juga Seohyun yang sangat senang karena perasaannya tersampaikan.

Kyuhyun memejamkan matanya bibir Kyuhyun mulai menyentuh lembut bibir Seohyun, Seohyun pun memejamkan matanya menikmati perasaan cinta mereka.

 

Setelah itu Kyuhyun kembali memeluk Seohyun, Seohyun terus memeluk Kyuhyun seakan tidak mau berpisah dengan Kyuhyun.

“oppa,” seru Seo.

“ne, chagi?” tanya Kyuhyun sambil mengelus lembut rambut Seo.

“bagaimana kita menjelaskan pada appa dan eomma?” tanya Seohyun cemas, sebenarnya itulah yang membuat Kyuhyun bingung selama ini.

“gwenchan chagi, gwenchana, aku akan memberitahu eomma dan appa,” seru Kyuhyun meyakinkan Seohyun, Seohyun tersenyum manis mendengar ucapan Kyuhyun.

“oppa,” seru Seohyun lagi.

“ne?”

“lalu bagaiman kita pulang kalau kunci rumah ini kau buang,” seru Seohyun sedikit manja.

“hem…molla,” balas Kyuhyun santai,

“oppa,” seru Seohyun kesal.

“haaha…chagiya besok itu hari minggu, lagi pula aku sudah memberitahu eomma kalau kita sedang berlibur bersama Sungmin,” jelas Kyuhyun, Seohyun mendecak kesal pada oppanya itu.

“oppa kau licik sekali,” seru Seohyun kesal.

“ne..ne…tapi kau menyukaiku yang licik ini kan,” seru Kyuhyun sambil tersenyum manis, Seohyun mencubit perut Kyuhyun gemas.

“maksud oppa kita harus menginapa disini hah?” tanya Seohyun cemas, Kyuhyun menganggukan kepalanya.

“Ya! Oppa kau jangan macam-macam padaku,” seru Seohyun khawatir, Kyuhyun malah memberikan senyuman menggodanya.

“Oppa!” sentak seohyun kesal,

“hahaha….aku hanya bercanda chagi, tentu saja, aku akan melakukan itu jika kita sudah menikah,” seru Kyuhyun sambil memeluk Seohyun.

“itu?menikah?Mwo !!!” gumam Seohyun dalam hati.

Kyuhyun dan  Seohyun pun tertidur bersama sampai pagi, Kyuhyun tidur sambil memeluk Seohyun.

 

*****

 

Keesokan harinya…

Sinar mentari masuk melalui celah jendela kamar yang tidak bertirai itu, Seohyun terbangun karena sinar itu, perlahan Seohyun membuka matanya, wajahnya dengan Kyuhyun sangat dekat, Seohyun menatap Kyuhyun lembut.

“oppa, aku rasa kita sudah gila, tapi aku tidak bisa mengendalikan perasaanku ini, oppa saranghaeyo, neomu saranghaeyo,” gumam Seohyun dalam hati.

 

Beberapa saat kemudian Kyuhyun juga terbangun, Seohyun terlihat malu ketika mata mereka saling berpandangan lagi. Kyuhyun tersenyum senang melihat Seohyun masih ada di hadapannya.

“tidurmu nyenyak chagi?” tanya Kyu lembut, Seohyun tersenyum dan menganggukan kepalanya.

“oppa,” seru Seohyun .

“ne chagi?”

“kita rahasiakan ini saja,” seru Seohyun lemas.

“gwenchana,” balas Kyuhyun sambil memeluk Seohyun lembut, seohyun menangis senang karena namja yang dia cintai begitu menjaganya.

 

Akhirnya mereka putuskan untuk merahasiakan hubungan terlarang mereka itu, mereka bersikap seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa, namun Seohyun sudah terlanjur menerima Minho sebagai kekasihnya, ini membuat Kyuhyun sangat cemburu dan kesal, namun Minho juga bisa menjadi alat agar mereka bisa tetap berhubungan. Kyuhyun percaya pada Seohyun kalau dia tidak akan mengkhianati dirinya, begitu juga sebaliknya.

 

*****

 

Kyuhyun membawa Seohyun pulang sorenya, orang tua mereka belum pulang, dan ini melegakan untuk mereka. Kyuhyun tersenyum manis pada Seohyun, Seohyun membalasnya dan menggenggam lengan Kyuhyun.

“kau mandilah,” seru Kyu pada Seohyun sambil mengelus lembut rambut Seo.

“ne oppa, oppa juga ya,” balas Seo manja , dia pun tersenyum dan pergi berjalan duluan.

 

Setelah selesei mandi, Kyuhyun dan Seohyun bersiap untuk makan malam, karena orang tua mereka juga sudah datang.

“Kyuhyun-ah, Seohyun-ah  kemarin kalian darimana?” tanya eomma mereka heran.

Seohyun dan Kyuhyun saling melirik, Kyuhyun memberikan kode pada Seo agar Kyu saja yang menjawab.

“kami kemarin jalan-jalan dan menginap bersama dengan Sungmin di villanya,” jelas Kyuhyun, eomma Kyu menatap kearah Seohyun meminta kepastian. Seohyun menganggukan kepalanya.

“baiklah, lanjutkan makannya, dan jangan sembarangan lagi menginap tanpa penjelasan yang jelas,” seru eomma mereka, Kyuhyun dan Seohyun bernapas lega karena eommanya tidak marah.

 

Setelah hari itu Kyuhyun dan Seohyun terus berhubungan sebagai kekasih namun secara sembunyi-sembunyi, Seohyun dan Kyuhyun belum bisa memberitahu sahabat-sahabat mereka.

 

-Seminggu kemudian-

 

Minho mulai curiga pada sikap Seohyun yang sedikit aneh akhir-akhir ini, Seohyun tidak mau diantar dan dijemput , Seohyun juga menolak kalau diajak kencan. Akhirnya Minho memutuskan untuk meminta penjelasan pada Seohyun, dia mencari Seohyun di kelas, kebetulan siswa yang lain sudah pulang, Seohyun sedang piket sendiri. Perlahan Minho berjalan menuju kelas, dia mendengar suara seseorang yang sedang mengobrol,

“oppa, oppa-ah kau menyebalkan sekali,” seru suara itu manja.

“ah…nado oppa, saranghaeyo,” lanjut suara itu lagi.

“neomu saranghaeyo oppaku yang tampan,” seru suara itu lagi.

 

Minho melihat sumber suara itu dan Minho terkejut sekali karena itu suara Seohyun yang sedang menelepon seseorang yang sudah dipastikan seorang namja. Seohyun menoleh karena merasa ada seseorang yang melihatnya, dan Seohyun terkejut sekali karena itu Minho.

 

“Minho-ah,” seru Seohyun gugup.

“ah..Seohyun-ah kau sudah mau pulang, aku barusan lewat sini dan aku lupa ingin mengambil pensilku yang tertinggal,” jelas Minho berbohong.

“ah, ne,” balas Seohyun takut,

“ah, ketemu, kau mau pulang bersamaku?” tanya Minho pada Seohyun, Seohyun pun mengangguk gugup.

 

Diperjalanan Seohyun terus melirik Minho, namun Minho tidak bicara sama sekali. Minho berbohong pada Seohyun kalau dia baru datang, padahal Minho sudah mendengar obrolan Seohyun tadi.

“Minho-ah,” panggil Seohyun .

“ne,” balas Minho dengan sikap biasa, tidak menunjukan seseorang yang marah ataupun terkejut.

Seohyun pun menggelengkan kepalanya, hati Seohyun benar-benar tak enak dengan Minho yang sangat baik padanya.

 

Minho-ah, mianhae…neomu mianhae…apa aku sangat jahat padamu, Minho-ah, kau namja yang sangat baik sekali. Gumam Seohyun dalam hati sambil melirik Minho.

 

Seohyun sudah diantar Minho pulang, Seohyun masuk ke rumahnya, dia benar-benar takut kalau Minho mendengar percakapannya dengan Kyuhyun.

 

****Minho Pov’s*****

 

Seohyun-ah, kau tahu aku mendengar semuanya, kau tahu….kau tahu aku tidak bisa berbuat apa-apa. Hatiku sangat sakit, sakit sekali, Seohyun-ah, Seohyun-ah kenapa kau mengecewakan diriku, kenapa kau membuatku sesakit ini.

 

*****Seohyun Pov’s*****

 

 

Oh Tuhan, apa Minho mendengar itu? Apa Minho mendengar percakapanku dengan oppa. Tapi kenapa tidak ada sedikit pun wajah kesalnya tadi, apa benar dia tidak mendengar itu, Tuhan…aku berharap Minho tidak tahu.

 

 

*****Author Pov’s*****

 

 

Sudah tiga hari setelah kejadian yang membuat Seohyun was was itu, namun Minho sama sekali tak menunjukan perubahan, Seohyun bernafas lega lagi.

 

“Seohyun-ah,” panggil Yoona yang melihat Seohyun melamun.

Yoona menghampiri Seohyun, “waeyo?” tanya Yoona heran.

“gwenchana,” balas Seo,

“Seohyun-ah , kau ada masalah dengan Minho?” tanya Yoona cemas,

“aniyeo, kami baik-baik saja,” seru Seohyun.

“um…lalu kenapa kau sering sekali melamun?” tanya Yoona lagi,

“Yoona-ah, aku merasa takut dan menyesal,” seru Seohyun , Yoona terlihat heran dengan ucapan Seohyun.

“maksudmu?” tanya Yoona heran.

“ah, aniyeo, gwenchana,” balas Seohyun .

 

Yoona pun bertambah heran dengan sikap Seohyun yang seperti menyembunyikan sesuatu darinya.

 

*****

 

Sementara itu Kyuhyun sedang mengurus berkas untuk bersiap menghadapi skripsinya, Kyuhyun terlihat serius di perpustakaan kampus, dari jauh Yuri melihatnya, dan menghampiri Kyu.

 

“Kyuhyun-ah,” seru Yuri pelan. Kyuhyun menoleh dan tersenyum.

“kau sedang mengurus berkas?” tanya Yuri , Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“setelah ini kau ada acara Kyu-ah?” tanya Yuri sambil terus memandang Kyuhyun, Kyuhyun yang sedang serius sedikit melirik kearah Yuri.

“hem…aku masih lama mengerjakan ini,” balas Kyuhyun, Yuri sedikit kesal karena secara tidak langsung Kyuhyun sudah menolak ajakannya.

“aku temani ya,” seru Yuri tidak mau kalah, Kyuhyun hanya tersenyum paksa .

 

Drrrrttttttttrrrrttttttttt…

HP Kyu tiba-tiba berdering, dan itu telepon dari Seohyun. Kyuhyun pergi mengangkat teleponnya, Yuri sedikit curiga dengan sikap Kyuhyun. Yuri pun mengikuti Kyu dan bersembunyi untuk menguping pembicaraan Kyu.

 

“yeoboseo, wae?”

“oppa, hari ini aku akan bermain dengan Yoona ke rumahnya, kau tak usah menjemput di sekolah,”

“ne, nanti setelah pulang kau bilang aku,”

“ne oppa,bye,”

“bye”

 

Setelah itu Kyuhyun menutup teleponnya, Yuri segera kembali ke tempat duduk dan berpura-pura membaca buku.

 

“Yuri-ah, aku rasa aku mau pulang dulu,” seru Kyuhyun setelah sampai tempat Yuri, Yuri terlihat heran dan penasaran.

“ne, oh..Kyu-ah bolehkah aku menumpang?” tanya Yuri ,

“kau tidak bersama Sungmin?” tanya Kyu balik.

“Sungmin-ah sedang bersama kekasihnya, aku tidak enak jika mengganggu,” jelas Yuri bohong.

“kekasih? Sungmin memang sudah punya?” tanya Kyuhyun terkejut.

“ah…maksudku teman wanitanya,” seru Yuri gugup.

“oh, ne, ikutlah, aku akan mengantarmu,” seru Kyuhyun, Yuri pun mengikutinya dia sangat senang bisa diantar Kyu.

 

Di dalam mobil Kyuhyun sama sekali tidak mengajak Yuri bicara, Kyu terus melihat jam tangannya sambil tersenyum, itu sangat membuat Yuri heran dan penasaran.

 

“apa itu special?” tanya Yuri gugup mengarah pada jam tangan Kyu.

“sangat special,” jawab Kyu tersenyum manis.

“itu dari kekasihmu?” tanya Yuri lemas.

“dia lebih dari seorang kekasih,” jawab Kyuhyun sambil terus tersenyum bahagia.

“kau sudah punya yeoja Kyu?” tanya Yuri benar-benar shock.

“apa aku belum bilang padamu,” balas Kyuhyun santai, Yuri terlihat sakit sekali, cintanya bertepuk sebelah tangan.

 

Kyuhyun tidak memperdulikan perasaan Yuri yang sedang patah hati itu, dia masih terus menatap senang kearah jam itu, seakan menatap langsung pemberinya.

 

*****

 

Sementara itu Seohyun sedang bermain di rumah Yoona, Seohyun sedang berada di kamar Yoona, dan Yoona sedang membuat minuman di dapur.

 

Ting Tong

Tiba-tiba bel rumah Yoona berbunyi, Seohyun pun berjalan membuka pintu dan terkejut karena Minho sudah berdiri tegak di pintu.

 

“Minho-ah,” seru Seohyun kaget, Minho hanya tersenyum.

“ah, kau sudah datang,” seru Yoona dari belakang Seo, Seohyun terlihat bingung.

“aku yang menyuruhnya datang Seo-ah,” seru Yoona menjelaskan, Seohyun tersenyum mendengar itu.

 

Minho dan Seohyun pun duduk sebelahan di sofa, Seohyun benar-benar merasa gugup sekali entah mungkin karena dosanya pada Minho.

 

“Seohyun-ah,” seru Minho, Seohyun menoleh gugup.

“kau mau,” seru Minho sambil menyodorkan sebuah kue pada Seo, Seo menggelengkan kepalanya.

“kalian ini kenapa canggung sekali,” seru Yoona heran karena melihat Seo dan Minho seperti itu.

 

Kring…

Telepon rumah Yoona berbunyi, Yoona segera mengangkat telepon itu, dan tinggallah Minho dan Seohyun berdua, suasana itu membuat Seohyun gugup.

 

“Minho-ah,” panggil Seohyun ragu, Minho menoleh pada Seohyun.

“ne?”

“ani, gwenchana,” seru Seohyun aneh, Minho hanya tersenyum paksa mendengar itu, sebenarnya Minho sangat sakit dengan keadaan ini, tapi Minho bersikap wajar agar Seohyun tidak curiga.

 

neoreul saranghago bamsae jiugo
ape dugo dagaseolsu eobgo

Tiba-tiba HP Seo berbunyi, Minho melirik kearah Seohyun Seohyun segera bangun dan mengangkat teeponnya. Minho sangat kesal sekali karena lagi-lagi dia akan mendengar Seohyun berselingkuh? Atau dia yang dijadikan selingkuhan oleh Seohyun. Seohyun mengangkat teleponnya di dapur dengan suara kecil.

 

“oppa, mianhae, sebentar lagi aku pulang,”

“………………”

“ne, kau bisa menjemputku tapi nanti,”

“……………………”

“nado…saranghaeyo op…………..”

 

Seohyun sedang serius berbicara di telepon, tiba-tiba Minho merebut HP Seohyun, Seohyun terkejut sekali.

“Min…” seru Seohyun gugup.

Minho menatap Seohyun dingin, dia ingin sekali marah pada Seohyun namun perasaannya yang mencintai Seo melarangnya untuk berlaku kasar.

 

“Kenapa kau melakukan ini?” tanya Minho lirih tatapan Minho membuat Seohyun mengeluarkan air matanya, Seohyun benar-benar merasa bersalah.

“mianhae…” seru Seohyun dengan suara bergetar.

Minho tidak membalas ucapan Seohyun, dia malah terus menatap Seohyun lirih.

“Seohyun-ah aku rasa kita bicarakan ini nanti,” seru Minho bergegas pergi tidak lupa menaruh HP Seohyun di meja makan, Seohyun menatap tubuh Minho yang semakin lama menghilang, begitu juga Minho air matanya tak bisa dibendung lagi, Minho menangis sambil berjalan keluar rumah Yoona.

 

Yoona yang selesei mengangkat telepon segera kembali dan heran karena melihat Minho tidak ada, sedangkan dia mendengar Seohyun menangis dari arah dapur.

 

“Seohyun-ah waeyo?” tanya Yoona cemas.

Seohyun tidak menjawab dia terus menangis karena sedih sekali dengan sikapnya yang keterlaluan ini.

“napeun, nan napeun, aku jahat Yoona-ah,” seru Seohyun dalam isaknya.

“Seohyun-ah,” seru Yoona sambil memeluk Seohyun yang masih saja menangis.

 

*****

 

Sementara itu Kyuhyun cemas sekali karena tiba-tiba Seohyun mematikan Hpnya, Kyuhyun segera pergi ke rumah Yoona, Kyuhyun benar-benar takut terjadi apa-apa dengan Seohyun.

 

Ting Tong……

Beberapa menit kemudian Kyuhyun sampai dan menekan bel rumah Yoona, Yoona segera membukanya,

 

“Yoona-ah ,dimana Seohyun-ah?” tanya Kyuhyun cemas.

Seohyun berjalan menghampiri Yoona dan Kyuhyun di depan pintu,

“Yoona-ah aku pulang dulu,” seru Seohyun lemas, Yoona hanya menganggukan kepalanya, Kyuhyun membantu Seohyun berjalan.

 

“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun cemas.

“Oppa, Minho sudah tahu,” seru Seohyun yang kembali menangis.

“mwo? Dia tahu? Lalu apa yang dia lakukan padamu?” tanya Kyuhyun khawatir.

“dia tidak melakukan apapun padaku, bahkan membentakku pun tidak,” jawab Seohyun sambil terus menangis.

“gwenchana,” seru Kyuhyun sambil mengusap punggung Seohyun, Seohyun masih tetap menangis karena merasa bersalah.

 

Keesokan harinya,

 

Seohyun benar-benar takut bertemu Minho, apa yang akan dia katakan jika bertemu dengannya. Seohyun berjalan pelan menuju kelasnya, biasanya Minho sudah datang jam segini, namun Seohyun tak melihat sosok Minho di kelas.

 

“Seohyun-ah,” panggil seseorang dari belakang Seo, Seo pun reflek menoleh.

“Yoona-ah,” seru Seohyun pada orang yang memanggil itu yang ternyata Yoona.

“Seohyun-ah , hari ini Minho tidak masuk,” seru Yoona , Seohyun terkejut mendengar itu.

“waeyo? Kenapa dengannya?” tanya Seohyun cemas.

“molla, Minho hanya mengatakan kalau dia tidak sekolah hari ini,” seru Yoona menjelaskan.

“dia tidak bilang padamu?” tanya Yoona heran, Seohyun menggelengkan kepalanya.

“gwenchana, Minho pasti butuh sedikit ketenangan,” seru Yoona sambil memeluk lembut Seohyun.

 

Setelah pulang sekolah, Seohyun tidak meminta Kyuhyun untuk menjemputnya, namun Kyuhyun tetap saja datang dan mengikuti Seohyun pergi. Seo berniat ke rumah Minho untuk memberi penjelasan, Kyuhyun heran dan mengikuti Seohyun.

 

Seohyun sudah sampai di depan rumah Minho, dia memencet bel dan Minho pas yang membuka pintu itu, Seohyun terlihat sangat gugup, sedangkan Minho terus menatap Seo lirih.

 

“ada urusan apa?” tanya Minho dingin.

“Minho-ah kita  harus bicara,” seru Seohyun gugup, Minho menatap Seo dalam.

“apa yang harus dibicarakan? Siapa namja itu?” tanya Minho menyudutkan Seohyun, Seohyun menatap Minho takut.

Minho melirik ke depan, dia melihat sebuah mobil terparkir di dekat rumahnya, dan dia melihat seseorang yang dia kenal disana.

“Minho-ah aku..” belum sempat Seo menjelaskan Minho mendahuluinya, “aku tahu namja itu, Seohyun-ah…aku harap kau tidak salah ambil keputusan,” seru Minho, Seohyun menatap Minho heran.

“kau…” seru Seo terpurtus.

“dia Cho Kyuhyun?” tanya Minho lebih jelas, Seohyun terlihat takut dan gemetar, Minho tahu kalau itu benar.

“Seohyun-ah, aku tidak permasalahkan ini, aku tahu sejak kau menerimaku, kau sama sekali tidak jujur pada perasaanmu, Seohyun-ah kenapa kau tidak mencari namja lain saja? Aku bisa terima itu, tapi kenapa harus dengan kakakmu sendiri? Apa itu baik untuk kalian?” seru Minho dengan jelas.

Seohyun tampak lemas untuk menjawab pertanyaan Minho itu, dia menatap wajah Minho seolah berkata ‘aku juga tidak mengerti perasaanku’ ,

“aku rasa kau sendiri pun tidak bisa menjawab itu, ya…siapa yang bisa menyalahkan cinta, bukankah cinta bisa jatuh pada siapa saja,” seru Minho sambil berusaha tersenyum agar Seohyun tidak lemas lagi.

“Minho-ah, mianhae,” seru Seohyun hendak menangis lagi, namun tangan Minho sudah lebih dulu menyeka air mata Seo, Seohyun menatap Minho teduh.

“aku akan menunggumu Seo-ah,” seru Minho pelan.

 

Dari jauh, Kyuhyun cemburu sekali melihat Minho seenaknya menyentuh pipi Seohyun, ingin sekali Kyuhyun turun dan memukul Minho, namun dia bisa menyebabkan masalah tambah parah.

“Seohyun-ah, ayolah jangan tetap berada disana,” gumam Kyuhyun kesal karena cemburu.

Kyuhyun pun sengaja menelepon Seohyun , Seohyun merasakan Hpnya berdering, dia melihat Hpnya dan terkejut karena Kyu menelepon, Minho melirik dan tersenyum. Seohyun sengaja mematikan Hpnya, Kyuhyun bertambah kesal dan cemburu.

 

“Seohyun-ah angkat saja, sepertinya Kyuhyun hyung cemas denganmu,” seru Minho, Seohyun masih memikirkan perasaan Minho.

“aniyeo,” balas Seo.

“lihat kesana,” seru Minho sambil menunjuk mobil berwarna hitam di dekat rumahnya.

“oppa,” gumam Seohyun kaget.

“ne, dari tadi Kyu hyung melihat kita, aku rasa dia cemburu, Seohyun-ah temui dia, aku tidak apa-apa,” jelas Minho, Seohyun benar-benar bahagia sekali memiliki teman seperti Minho yang baik hati. Seohyun pun memeluk Minho tiba-tiba, Kyuhyun yang melihat itu terkejut dan semakin cemburu.

 

“Seohyun-ah?” seru Minho terkejut.

“gomawo Minho-ah,” seru Seohyun sambil berjalan menghampiri mobil Kyuhyun,

Minho tersenyum senang melihat Seohyun yang tidak tertekan seperti itu.

 

Kyuhyun terlihat gugup karena Seohyun berjalan menuju mobilnya, dia hendak bersembunyi tapi terlambat Seohyun sudah mengetok-ngetok jendela mobilnya.

 

“Oppa-ah,” seru Seohyun kesal sambil mengetok jendela mobil Kyu.

Kyu pun membuka jendela dan kunci mobil sehingga Seohyun bisa masuk kedalam, wajah Seohyun terlihat kesal menatap Kyu.

 

“wae chagi?” tanya Kyu sambil tersenyum gaje.

“Ya! Oppa kenapa kau tak percaya padaku,” seru Seohyun kesal.

“Mianhae chagi, bukan seperti itu maksud oppa,” seru Kyu membela diri.

“kau menyebalkan oppa,” gumam Seohyun kesal.

“chagi, mianhae…mianhae,” seru Kyuhyun terus . Kyuhyun terus bilang ‘mianhae’ sampai pulang ke rumah, saat mau membuka pintu rumah Seohyun membalikan badannya dan menatap Kyuhyun.

“Oppa, I hate you,” seru Seohyun pelan namun menusuk di hati Kyuhyun, Kyuhyun pun terkejut dan terus meminta maaf pada Seohyun.

 

Seohyun pun dengan sengaja masuk ke kamarnya dan membanting pintu keras, Kyuhyun yang di depan pintu pun terkejut.

“Chagiya MIANHAE!!!” Seru Kyuhyun keras, tanpa sadar kalau mereka sudah di rumah bagaimana jika orang tua mereka tahu.

 

*****Seohyun Pov’s*****

 

 

Ha..ha..ha.. rasakan itu Kyu oppa, aku sedikit gemas padamu, apa kau sangat tidak percaya padaku, aku bilang oppa harus percaya kalau aku tidak akan menduakan hatimu.

 

“emh…Minho-ah apa hatimu terbuat dari emas? Kau sangat baik sekali,”

 

*****

 

Setelah beres mandi appa dan eomma menyuruhku turun untuk makan malam, rasanya membosankan karena aku hanya akan bertemu mereka saat makan malam dan sarapan pagi saja, appa dan eomma selalu sibuk dengan pekerjaan.

 

Cekrek.. aku membuka pintu kamar, kebetulan oppa juga membuka pintu, oppa menatapku melas, aku sengaja membuang muka padanya.

 

“Seo-ah,” panggil Oppa melas, aku sama sekali tidak menoleh, aku tersenyum senang karena bisa membalas oppa yang menyebalkan itu.

 

Akhirnya sampai di meja makan, aku duduk disamping eomma, oppa berhadapan dengan eomma.

“bagaimana skripsimu kyu?” tanya appa pada oppa,

“lancar appa,” balas oppa santai. Aku melirik oppa yang sombong itu dengan tatapan sinis.

“bagus, appa berencana segera memasukanmu kedalam kantor,” seru appa, oppa terlihat kaget dengan keputusan appa yang mendadak.

“aniyeo, aku mau mencari kerja sendiri appa, aku tidak ingin masuk perusahaan appa dengan bantuan appa,” jelas oppa, aku sangat tertegun mendengar oppa berkata seperti itu, ternyata Kyuhyun oppa memang lebih dewasa dibanding aku.

“andwae, kau tidak perlu repot-repot Kyu-ah, appa akan memasukanmu,” seru appa lagi.

“appa aku tidak mau, aku sudah bilang kalau aku akan mencari pekerjaan sendiri,” balas oppa, aku rasa suasana makan malam ini sedikit tegang, aku melihat eomma yang menenangkan appa yang kesal pada sikap oppa.

“aku selesei makan,” seru oppa dengan tatapan kesal lalu meninggalkan meja makan.

“Ya!! Cho Kyuhyun!!” sentak appa kesal,

“suamiku tenanglah,” seru eomma menenangkan appa, aku benar-benar tak suka suasana seperti ini, appa oppa kenapa kalian bertengkar.

 

Setelah selesei makan, aku beranikan diri mengetuk kamar oppa, tapi oppa tidak menjawab sama sekali, aku membuka knop pintu oppa yang ternyata tidak dikunci. Aku melihat oppa yang sedang kesal duduk menghadap meja belajarnya, oppa terlihat murung dan sedih sekali.

 

“oppa,” seruku memegang pundak oppa. Oppa menoleh padaku menatapku lekat, aku sedih sekali kalau melihat oppa seperti ini.

“gwenchana kau tidurlah,” seru oppa pelan sambil melepas tanganku dari pundaknya.

“oppa,” seruku lagi, sungguh aku ingin melakukan apapun saat ini agar oppa bisa kembali tersenyum.

Oppa tersenyum kearahku, aku mengerti kalau oppa ingin sendiri dulu menenangkan pikirannya. Aku keluar dari kamar oppa aku harap oppa tidak apa-apa.

 

 

*****Author Pov’s*****

 

 

Seohyun keluar dari kamar Kyu, Kyuhyun masih duduk termenung di kursi belajarnya.

 

_Seminggu setelah itu_

 

Kyuhyun menerima permintaan appanya, karena eommanya terus memintanya. Appa Kyuhyun senang karena Kyu mau menerima itu, Kyuhyun hanya tinggal menunggu sidang skripsinya, setelah itu dia bisa bebas bekerja. Sementara itu Seohyun akan menghadapi ujian akhir nasional sebulan lagi. Seohyun terus belajar agar tidak gugup saat ujian, Kyuhyun selalu membantu Seo belajar walau kadang Kyuhyun selalu menggoda yeojanya itu. Malam ini juga Seohyun dan Kyuhyun sedang belajar bersama.

 

“ahhh…” seru Seohyun kesal karena dari tadi Kyuhyun menggodanya dengan memainkan rambutnya.  Seohyun menoleh kearah  Kyuhyun dingin, Kyuhyun tidak peduli dia malah terus memainkan rambut Seo.

“oppa!!!” sentak Seohyun kesal.

“jangan seperti ini, kalau kau mau menggangguku lebih baik keluar,” seru Seohyun kesal.

“chagi-ah, aku suka rambutmu yang panjang ini, juga suka wajahmu yang cemberut itu,” seru Kyuhyun manja. Seohyun menatap Kyuhyun kesal.

“oppa aku harus serius belajar, bulan depan aku ujian,” gumam Seohyun kesal, akhirnya Kyuhyun berhenti memainkan rambut Seohyun namun menatap Seo lembut.

“setelah lulus nanti ? apa kita akan tetap seperti ini?”  tanya Seohyun sedih. Kyuhyun membelai lembut kening Seohyun.

“entahlah aku juga sangat bingung memikirkan itu, tapi kalau kita nekat apa kita harus kawin lari?” seru Kyuhyun, Seohyun sedikit terkejut mendengar pertanyaan Kyu.

“oppa, aku tidak mau jika eomma dan appa sakit hati, oppa aku bingung…” seru Seohyun suaranya mulai bergetar, air mata Seohyun tidak bisa dibendung lagi Seohyun benar-benar sedih karena perasaannya benar-benar tidak enak.

Kyuhyun memeluk Seohyun, Kyuhyun juga sangat sedih sekali karena perasaannya yang salah ini.

“ suatu saat nanti kita akan menjelaskan perasaan kita yang sebenarnya,” jelas kyuhyun didalam pelukannya.

 

Sebulan kemudian…..

 

Seohyun akan menjalankan ujian akhirnya, begitu juga Kyuhyun yang sudah menjalankan sidangnya Kyuhyun akan diwisuda minggu ini setelah Seohyun selesei ujian akhir.

 

Hari wisuda Kyuhyun, Seohyun dan orang tuanya datang melihat Kyuhyun berdiri sebagai seorang sarjana muda, Kyuhyun tersenyum melihat keluarganya datang.

Sebulan setelah itu Seohyun juga diumumkan lulus ujian , nilai Seo tidak mengecewakan sama sekali, Seohyun sangat senang karena dia bisa lulus, tapi dia sedih karena harus berpisah dengan Minho, karena Minho akan melanjutkan sekolahnya di Amerika.

 

“Minho-ah,” panggil Seohyun yang melihat Minho selesei berfoto bersama teman yang lain. Minho melihat Seohyun dan tersenyum sambil menghampirinya.

“chukhae,” seru Minho tersenyum sambil menjulurkan lengannya, Seohyun menyambut tangan Minho dan tersenyum, “kau juga Chukhae,” seru Seohyun tersenyum senang.

“kalian ayo hadap sini,” seru Yoona pada Seohyun dan Minho.

 

Cekrek….

Yoona mengambil gambar Seo dan Minho yang tersenyum gembira.

“kau harus mengirimkan ini lewat e-mail,” seru Minho pada Yoona.

“kau pergi kapan?” tanya Seohyun sedih.

“minggu ini aku akan pergi Seo-ah,” balas Minho sambil tersenyum.

 

Setelah pesta itu, Seohyun dan Minho berjalan berdua di taman, seperti saat Minho menyatakan cintanya dulu pada Seohyun.

“sepertinya baru kemarin aku berkenalan denganmu Seo-ah,” seru Minho.

“ne,”

“Minho-ah,” seru Seohyun, Minho menoleh Seohyun mengahadap Minho.

“Minho-ah gomawo,” seru Seohyun tiba-tiba. Minho terlihat heran namun tersenyum manis.

“kenapa berterimakasih?” tanya Minho heran.

“kau tahu kau namja yang terbaik,” jawab Seohyun sambil memegang lengan Minho, Minho terlihat terkejut.

Wajah Minho bersemu merah, Seohyun malah terus memegang lengan Minho. Tanpa sadar Kyuhyun mengikuti Seohyun lagi dan geram sekali karena Seohyun menggenggam lengan Minho.

 

“ah….Seohyun-ah!!” seru Kyuhyun kesal, Kyu pun beranikan diri menghampiri Seo dan Minho.

“Seo-ah,” seru Kyuhyun menarik lengan Seo yang masih memegang lengan Minho, Seo dan Minho terkejut.

“jangan menyentuhnya!” seru Kyuhyun kesal, Minho terlihat heran namun mengerti.

“oppa kenapa kau begitu memuakkan,” gumam Seohyun kesal.

“gwenchana Seo-ah. Kyu hyung hanya cemburu padamu,” seru Minho menjelaskan.

“mwo? Siapa yang cemburu,” seru Kyuhyun mengelak.

“Ya!! Sudah ketahuan juga tidak mengaku,” ejek Seohyun, Minho pun tertawa mendengar ucapan Seo.

 

Setelah itu Seohyun dan Kyuhyun pulang bersama, Kyuhyun semakin mencintai yeojanya itu, begitu juga Seohyun yang semakin hari tidak bisa melupakan oppa kesayangannya itu.

 

Seohyun dan Kyuhyun terlihat mesra sambil berpegangan tangan, tanpa mereka sadari eommanya melihat itu.

“Seohyun-ah, Kyuhyun-ah!!!” sentak eomma mereka dari belakang, Kyuhyun dan Seohyun terkejut sekali melihat eomma mereka sudah dibelakang mereka.

 

*****

 

*PLAK*

Sebuah tamparan melesat di pipi Kyuhyun,

“apa yang kau lakukan?” tanya appa mereka benar-benar marah.

“appa, eomma, aku dan Seo kami….” Kyuhyun berhenti berbicara dan melihat kearah Seohyun yang ketakutan dari tadi air mata Seo terus mengalir.

“aku mencintainya appa,” jelas Kyuhyun, eomma dan appa Kyu terkejut sekali.

“kalian…kalian itu kakak dan adik!! Apa yang kau katakan tadi? Kau mencintainya?” tanya eomma Kyu heran dan marah.

“mianhae..mianhae appa, mianhae eomma,” seru Seohyun dalam tangisnya.

“sudah..sudah hentikan pembicaran ini…kepalaku,” seru eomma mereka sambil memegang kepalanya.

“istriku,” seru appa mereka sambil memegang badan eomma mereka yang lemas karena kejutan ini.

“eomma,” seru Seohyun dan Kyuhyun cemas.

“tinggalkan aku, kalian pergilah,” seru eomma mereka lemas. Seo dan Kyu pun pergi meninggalkan ruangan itu. Seohyun dan Kyuhyun benar-benar sakit, kecewa, sedih semua perasaan mereka campur aduk.

 

Keesokan harinya…

 

“Mwo!!” seru Kyuhyun kaget karena pemberitahuan appa dan eommanya.

“eomma, appa mianhae..jebal jangan seperti ini,” seru Kyuhyun memohon sambil berlutut di kaki orang tuanya.

“bangunlah, besok kau harus pergi dan menjalankan bisnis appa disana,” seru appa Kyuhyun dingin lalu meninggalkan Kyuhyun yang masih berlutut.

“minahae…” gumam Kyuhyun terus.

Seohyun melihat Kyuhyun seperti benar-benar tidak tega, “oppa..” seru Seohyun sambil menangis.

 

Kyuhyun akan pergi ke Amerika untuk menjalankan bisnis appanya disana, orang tua mereka sengaja melakukan ini agar Seohyun dan Kyuhyun bisa dipisahkan. Sedangkan Seohyun akan di masukan kedalam universitas kepribadian wanita di seoul (*tau deh, author ngasal). Sehingga Seohyun juga akan dibina agar menjadi wanita yang dewasa dan mandiri.

Akhirnya hubungan Seohyun dan Kyuhyun berhenti sampai disana, namun perasaan Seohyun dan Kyuhyun tetap ada. Kyuhyun akan bekerja keras selama disana dan akan kembali untuk melamar Seohyun bagaimana pun caranya.

 

 

*****3 Tahun Kemudian*****

 

Kyuhyun akan kembali ke seoul karena bisnis appanya di Amerika sudah membaik, Kyuhyun semakin berubah, dia menjadi namja yang semakin tampan, dan tentunya persaannya pada Seohyun tetap mantap. Sedangkan Seohyun yang sudah tiga tahun bersekolah di universitas kepribadian wanita, berubah menjadi wanita yang anggun, tidak manja, dan menjadi dewasa. Seohyun juga bertambah cantik, hari ini Seohyun akan kembali ke rumahnya.

 

“eomma,” seru Seo saat bertemu orang tuanya.

“anakku, kau sudah seperti ini,” seru eomma Seohyun yang terkejut karena melihat Seohyun tumbuh semakin cantik. Seohyun tidak pulang sama sekali karena Seo tinggal di Asrama saat liburan Seohyun juga tidak mau pulang karena dia pasti akan mengenang masa lalunya bersama Kyuhyun di rumahnya.

“eomma,” seru Seohyun lagi, dengan suara bergetar, air mata Seohyun mengalir,

“mianhae anakku, mianhae,” seru eomma Seohyun juga ikut menangis.

Seohyun pun pulang bersama eomma dan appanya.

 

Sudah seminggu Seohyun di rumahnya, hari ini Kyuhyun juga pulang namun Kyu tidak memberi kabar pada keluarganya. Kyuhyun tidak tahu bagaimana Seohyun sekarang, Kyuhyun benar-benar sangat rindu pada Seohyun.

Sekarang Seohyun dan orang tuanya sedang makan siang bersama, Seohyun benar-benar berbeda dia tidak lagi semanja dulu, Seohyun menjadi wanita yang sangat anggun.

“Seohyun-ah,” panggil eomma Seohyun Seohyun menoleh dan tersenyum.

“sebenarnya eomma sudah ingin melihat dirimu bahagia memakai gaun pengantin,” seru eomma Seo, Seohyun telihat terkejut namun Seohyun memaksa tersenyum.

“eomma, aku akan mengikuti semua keinganan appa dan eomma,” jelas Seohyun, dalam hati Seohyun sekarang sudah tidak bisa lagi menerima rasa perih, dari pada Seohyun menolak dan sakit lebih baik dia menerima keputusan orang tuanya, walau pun Seohyun harus dijodohkan nanti, toh… Seohyun tidak bisa bersama Kyuhyun, padahal Seohyun benar-benar merindukan Kyuhyun selama ini.

 

Setelah selesei makan Seohyun kembali ke kamarnya, Seohyun menangis, dia menumpahkan semua perasaannya yang tertahan selama ini.

 

“Kyuhyun oppa, bogosipo…neomu bogosipeun…oppa,” gumam Seohyun dalam tangisnya, Seohyun selalu menahan tangisnya selama ini karena di asrama Seohyun selalu memaksakan diri.

Tanpa sadar eomma Seohyun juga mendengar tangisan Seohyun dari balik pintu Seo, air mata eomma Seo tidak bisa dibendung juga.

 

“mianhae anakku,”

 

*****

 

Kyuhyun sampai di bandara incheon, Kyuhyun segera menuju taxi dan menuju rumahnya. Kyuhyun ingin cepat sampai dan bertemu Seohyun, Kyu ingin sekali memeluk Seohyun.

 

Cekrek..

Kyuhyun membuka pintu rumah, kode pintu tetap sama seperti saat Kyuhyun belum pergi ke Amerika.

“Kyuhyun-ah,” seru eomma Kyu terkejut karena melihat anak laki-lakinya datang, air mata Kyuhyun terjatuh karena melihat eomma di hadapannya.

“eomma,” seru Kyuhyun berlari memeluk eommanya, eomma Kyu sangat senang karena Kyuhyun kembali lagi.

“anakku, anak laki-lakiku,” seru eomma Kyu sambil mengecup kening Kyuhyun, kyu masih menangis senang.

“eomma, appa mana?” tanya Kyuhyun,

“appamu masih di kantor sayang,” jawab eomma Kyu masih tetap mencium Kyuhyun , eommanya sangat merindukan Kyuhyun,

“lalu Seohyun dimana?” tanya Kyuhyun ragu, eomma Kyu menatap Kyu lekat.

“dia di kamarnya, temui dia Kyu, Seohyun sangat merindukanmu,” jelas eomma Kyu, Kyuhyun memeluk erat eommanya, lalu berjalan menuju kamar Seo.

 

Seohyun masih tetap menangis, Kyuhyun masuk perlahan ke kamar Seohyun. Dia sakit melihat Seohyun seperti itu.

“Seohyun-ah,” seru Kyuhyun lirih, air mata Kyu mulai terbendung di matanya, Seohyun membangunkan kepalanya, dia melihgat kiri dan kanan karena mendengar suara yang sangat dia rindukan.

Lalu Seohyun menoleh kebelakang,

Huuuggg… Kyuhyun memeluk Seohyun tiba-tiba, Seohyun menatap Kyuhyun air mata Seohyun kembali jatuh.

“oppa,” seru Seohyun lirih, Kyuhyun menatap Seohyun, air mata Kyuhyun juga terjatuh.

“bogosipeun, neomu bosipeun..” seru Kyuhyun dengan suara bergetar.

“nadoo..” balas Seohyun sambil memeluk Kyuhyun erat.

 

Mereka berpelukan seperti itu sampai mereka puas melepas rindu masing-masing.

 

*****

 

Malam harinya, Seohyun bicara berdua dengan appanya.

“Seohyun-ah, appa rasa ini sudah saatnya kau menikah,” seru appa Seo. Seohyun menatap appanya terkajut, Seohyun benar-benar tidak mau karena Kyuhyun telah kembali.

“appa, aku..” seru Seohyun ragu.

“Seo-ah appa sudah menemukan jodoh yang pas untukmu, dia menyukaimu, dia sangat mencintaimu,” seru appa Seohyun, Seohyun terlihat heran .

“appa, aku tidak mau,” seru Seohyun kesal.

“Seohyun-ah, kau harus mau menerima ini,” seru appa Seo tidak kalah kesal, Seohyun benar-benar sedih karena dia harus menikah dengan namja lain.

 

Seohyun akan menikah seminggu lagi namun namja yang akan menjadi suaminya nanti tidak pernah datang ke rumah Seohyun, orang tua Seo juga tidak memberi foto namja itu, Seohyun benar-benar merasa sedih karena perjodohannya itu.

 

*****Seohyun Pov’s*****

 

Aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa, oh.. Tuhan, padahal oppa sudah kembali, aku benar-benar merindukannya dan aku benar-benar masih mencintainya, tapi kenapa aku harus menikah dengan namja lain.

Aku berjalan lesu menuju kamarku, aku melihat oppa yang tersenyum kearahku, oppa apa kau tidak mencintaiku lagi? Kenapa kau tidak membelaku, merebutku, mengajakku kawin lari. Oppa aku harus bagaimana.

 

“Seohyun-ah,” panggil oppa menghampiriku,

Aku menatapnya nanar seolah meminta pertolongan.

“oppa kau tidak mencintaiku lagi?” tanyaku heran.

“aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu Seo-ah,” jelas Kyu, Seohyun menatap Kyu dalam.

“oppa? Lalu kenapa kau tidak mencegahku menikah dengan namja itu,” jelasku.

“Seohyun-ah, kau tahu..kau tahu perasaan kita salah? Kau tahu aku juga sangat sakit jika kau bersama namja lain,” jelas Kyu oppa.

Aku  bergetar lagi, air mataku turun lagi, aku benar-benar merasa patah hati.

 

*****Author Pov’s*****

 

Akhirnya saat pernikahan Seohyun… Seohyun sedang menunggu di ruang wanita.

“Seohyun-ah,” panggil Yoona.

“Yoona-ah bogosipeun..” seru Seohyun yang sangat rindu pada Yoona,

Mereka berpelukan hangat, Seohyun menangis lagi.

“Seo-ah jangan menangis lagi nanti make up mu luntur,” Yoona tersenyum.

“bogosipeun…” seru Seohyun lagi.

“kau pasti bahagia Seo-ah, kau pasti akan bahagia,” seru Yoona menenangkan Seohyun,

“aku tidak akan bahagia karena namja itu bukan oppa,” jelas Seohyun sedih. Yoona hanya tersenyum .

 

Seohyun semakin bingung karena calon suaminya sama sekali belum pernah ia lihat, appa Seohyun menghampiri Seohyun menjemput pengantin wanita menaiki altar. Seohyun menghampiri appanya dengan wajah lemas.

Seohyun berjalan di altar dengan wajah terus menunduk ke bawah.

“aku serahkan anakku padamu,” seru appa Seo memberi lengan Seohyun pada namja misterius itu, akhirnya Seohyun mengangkat kepalanya dan terkejut melihat namja yang memegang lengannya.

 

“oppa,” seru Seohyun terkejut.

Ternyata namja itu adalah Kyuhyun, Kyuhyun tersenyum dan membantu Seohyun agar naik altar. Seohyun menatap Kyuhyun bingung, Seo melihat eomma dan appanya, juga Yoona yang tersenyum padanya.

“kenapa sebenarnya? Apa-apaan ini oppa?” seru Seohyun heran namun perasaannya campur aduk, antara senang sedih dan yang lainnya.

“apa kalian siap?” tanya pendeta ,

“kami siap,” balas Kyuhyun yang tak menghiraukan Seohyun yang bingung.

 

Walau pun Seohyun masih terlihat bingung namun akhirnya mereka tetap melaksanakan pernikahan itu.. Seohyun dan Kyuhyun terlihat bahagia.

 

 

Flashback

 

Setelah Kyuhyun pergi ke Amerika, Seohyun tinggal di Asrama. Orang tua mereka berpikir tentang anak-anak mereka itu. orang tua mereka membicarakan tentang perasaan kedua anak-anaknya.

“dia anakku,” seru appa mereka.

“mereka anakku,” balas eomma mereka.

“ya..Cho Kyuhyun, dia anakku, aku sudah merawatnya sejak dia bayi, dan Kyuhyun adalah anak pertama kita,” jelas eomma mereka.

 

Kyuhyun adalah anak dari sahabat eomma dan appa Seohyun, dulu eomma Seohyun hampir meninggal namun eomma Kyuhyun menyelamatkan nyawanya. Setelah Kyuhyun lahir orang tuanya mengalami kecelakaan dan membuat mereka meninggal, akhirnya eomma dan appa Seo mengangkat Kyuhyun sebagai anaknya, karena mereka juga tidak memiliki anak saat itu, tetapi setelah Kyuhyun berumur tiga tahun , eomma Seohyun melahirkan seorang bayi perempuan dan itu adalah Seohyun. 

Orang tua mereka sudah menjelaskan itu pada Kyuhyun, Kyuhyun sangat sedih saat tahu siapa dia sebenarnya, namun eommanya tetap menganggap Kyu darah dagingnya , walau pun Kyuhyun tidak tumbuh dengan air susunya.

 

Flashback end

 

Setelah mereka menikah, Kyuhyun juga sudah menceritakan itu pada Seohyun, mereka sedang menjalankan bulan madunya.

“oppa,”

“heuummm, ne, chagi,” balas Kyu sambil terus memeluk Seohyun dari belakang tubuhnya.

“aku rasa ini seperti sebuah takdir,” seru Seohyun.

“ne, ini takdir kita adikku sayang,” seru Kyuhyun sambil mempererat pelukannya.

“ya! Aku ini istrimu bukan adikmu,” seru Seohyun gemas.

“ne..yeoboku yang yeppo, neomu yeppo, saranghaeyo,” jelas Kyuhyun sambil mencium mesra pipi Seohyun.

“ya oppa geli,” seru Seohyun malu.

“disini dingin chagi, kita lanjutkan didalam ya,” seru Kyuhyun menggendong Seohyun didepan, Seohyun terkejut namun menyukainya,

“oppa, saranghaeyo,” seru Seohyun lembut.

“nado saranghaeyo my yeobo,”

 

Kyuhyun pun membawa Seohyun masuk ke kamar mereka . tidak ada lagi perasaan sakit di hati mereka semua orang telah mengetahui hubungan mereka yang sebenarnya, ya walau masih ada yang menganggap mereka pasangan aneh, karena tidak tahu yang sebenarnya.

 

TAMAT

 

Giamana aneh ya..hahaha..mianhae kalo alurnya kecepetan, kalo mau baca FF bisa like page “ seokyu fanfiction wires “ jangan lupa RCL..kekeke..

Kalo ada yang mau temenan sama author ato mau ngasih saran bisa follow twitter author  @ryeofa92

Kalo mau follback mention aja ya ^^…gomawo..:*


34 thoughts on “[Freelance] Brother Complex #2

  1. huh akhirnya seokyu happy ending juga
    ga nyangka kyu ternyata kaka tiri seo
    yey seokyu jjang!
    daebakk ffnya chingu

    Like

  2. aseek deh trnyta kyu bkn sodara kandung seo xixi😄
    akhrnya seokyu married juga, happ ending! : D
    daebakkk thor ^^

    Like

  3. yee akhirnya keluar juga ff ini.. uhh tadinya aku kira seokyu ngga bakaln besatu tapi ternyata ngga…
    kyu bukan kakak kandungnya seo toh…

    seeng deh berakhir bahagia…
    ditunguu ff seokyu lainnya yah..

    Like

  4. ihihihiiihi~ lucu deh bayangin mereka manggil ‘jagi’ gitu~
    tapi entah kenapa asa kurang pas aja ehehehe ^^
    aku pernah baca ini tapi dmana gitu lupa ehehe ^^

    Like

  5. Eonnnie!! Ff nya daebak bgt wah ganyangka kyu sm seo bukan adik kakak beneran speechless! Give me squel nya dong eon😀

    Like

  6. Waahhh aku kira seokyu ga bersatu,tpi ternyata kyu kaka tiri seo…. yeeaaa akhirnya happy ending … nice ff (Y)

    Like

  7. ini ff menegangkan, mengharukan, dan romantis. Semuanya campur aduk hehe🙂
    Daebak author!
    Keep writing, fighting! =)

    Like

  8. Sumpah deh thor ,bca ff nie berkali2 gk ad bosen2nye . .🙂
    udh 5 kli sya bca ni ff ,d stiap bulan klu ad ktemu judul nie epep,,mian bru komen,sya gk ngerti beginian,jd sdh beriburibu*lebay*epep yg sya bca,sya gk pernah komen,jd stiap liat yg lain komen jd pengen jga,,tp gk tw crax,ni aj sya nekat ngotak atik hp coba2 buat komen #curcol#bow#
    ini epep DAEBAKK!! sya ska jln crita.a ^🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s