[Freelance] Ballerilove #1


Ballerilove Part 1

The Story is Begin

Author             : Mashita

Main Cast        : Lee Tamin (SHINee), Baek Minji (OC), Kim ‘Key’bum (SHINee), Choi Minho (SHINee)

Other Cast      : Find by yourself🙂

Length              : Series

Genre               : Romance, Friendship

Rating              : General

Summary       : Seorang yeoja bernama Baek Minji yang ingin mewujudkan mimpi eommanya menjadi seorang ballerina internasional, dan bertemu dengan namja bernama Lee Taemin yang akan menemaninya mewujudkan mimpi Minji sebagai ‘sahabat’. Dapatkah Minji berhasil mendapatkannya?

A.N                   : Ini ff SHINee pertama author, maaf kalo feel nya ga dapet atau terkesan gimana, karena author bukan penulis handal dan hanya ingin menuangkan ide yang ada di pikiran author. Enjoy^^ Sorry for typoJ

*psst saya ingin membuat image Taemin lebih dewasa, tapi masih sedikit kekanakan (?)

 

 MINJI POV

 Seoul Internasional Art High School. Siapa yang tidak tahu sekolah seni terbaik di Korea Selatan itu? Bahkan seluruh penjuru dunia juga tahu SIA High School itu adalah penghasil seniman-seniman terbaik di Korea Selatan, bahkan di dunia. Kalian pasti tahu, hanya segilintir orang-orang yang memiliki jiwa seni yang tinggi dan berkualitas lah yang dapat masuk ke sekolah itu. Bagiku, masuk ke sekolah itu merupakan keajaiban besar.

Aku, hanyalah seorang gadis sederhana yang tinggal di pelosok Mokpo, jadi tidak mungkin aku masuk ke sekolah favorit seperti itu. Ditambah aku memang tidak memiliki bakat di bidang seni. Yah tapi kalau hanya sekedar menari-nari mengikuti Girlband kesukaanku, aku sangat mahir. Tapi karena ingin meneruskan mimpi mendiang Eommaku, aku harus berjuang untuk masuk ke sekolah itu.

Eommaku adalah ballerina terkenal di Korea Selatan, tapi Eommaku meninggal saat berada di puncak popularitasnya. Kau tahu kenapa? Karena Eommaku yang notabene-nya ballerina yang sudah tidak muda lagi, harus berjuang agar tidak tergantikan oleh ballerina-ballerina yang masih sangat muda dan berbakat. Maka dari itu atasan management Eommaku bernaung menyuruh Eommaku melayani hasrat seksualnya setiap malam agar Eommaku bisa terus menjadi ballerina tanpa tergeser popularitasnya.

Aku tidak sanggup mengingat malam 3 tahun yang lalu, dimana saat Eomma dan Appa bertengkar karena Eommaku sangat tertekan dan hampir bunuh diri, lalu Appaku tetap memaksa Eomma bekerja karena Appa hanya seorang pengangguran. Dan pada malam itu, di saat anak-anak seusiaku kebanyakan tidur nyenyak bersama orang tua mereka, aku harus mendengar jeritan-jeritan Eomma saat bertengkar dengan Appa. Puncaknya, aku harus melihat Eommaku melayangkan vas bunga ke kepalanya sendiri karena semua tekanan hidupnya.

Dan kini, aku ingin meneruskan mimpi Eommaku menjadi ballerina internasional dan membuktikan pada orang-orang di luar sana bahwa menjadi pekerja seni itu yang menjadi modal utama adalah bakat, bukan kecantikan semata.

***********

Tok.. Tok..

“Yak Minji kau sudah datang! kenapa tidak telpon bibi dulu kalau sudah sampai? Aku kan bisa menjeputmu.” kata Lee Ahjumma.

“Ah tidak usah ahjumma, aku bisa kesini sendiri. Aku kan sudah besar hehehe” ucapku sambil mengangkat semua koper-koperku.

 Mulai sekarang aku tinggal dengan bibiku di Seoul. Ya pasti kalian tau kenapa, aku diterima di SIA High School. Senang? Aku tidak tahu harus senang atau sedih. Tapi yang pasti, perjalananku akan berawal dari sini.

“Min, aku ikut senang akhirnya kau diterima di sekolah favorit itu. Tidak sia-sia usahaku setiap malam mendoakanmu. Hahaha. Kau harus rajin berlatih agar seperti Eomma mu, pasti dia sangat bangga denganmu.” Kata Lee ahjumma sambil tertawa. Aku hanya tersenyum tipis. Ya aku harus sering berlatih mulai saat ini.

“Ah, Ahjumma bolehkah aku ke minimarket sebentar? Aku ingin membeli beberapa makanan ringan dan berjalan-jalan di sekitar sini.”

“Oh yasudah, hati-hati ya. Kau itu orang baru disini Min” Ah bibiku itu memang perhatian sekali.

“Yasudah aku pergi dulu ya.”

************

“Terima kasih, datang lagi lain waktu ya” ucap penjaga kasir ramah. Di tanganku sudah banyak kantong-kantong berisi makanan ringan. Biar kurus begini aku hobi makan😄

Ketika keluar dari minimarket itu, aku baru sadar ternyata rintik-rintik hujan sudah mulai turun. Langsung aku bergegas pulang sebelum hujan tambah lebat. Oh sial, hujannya makin deras. Aku tidak tahu harus berteduh dimana karena aku memang pendatang baru disini.

Brukkk…

“AIGOOOO!! Barang-barangku!! Yak kalau jalan lihat-lihat!!” ucapku kesal. Seenaknya saja menabrak orang, apa dia tidak punya mata?

“Mianhamnida agasshi, aku buru-buru karna sebentar lagi hujannya bertambah deras” ucap namja itu sambil membereskan barang belanjaanku yang jatuh. Sepertinya kami seumuran.

“Ahahaha gwenchana, mianhe sudah marah padamu. Padahal aku tidak mengenalmu tapi aku langsung memarahimu. Hehehe ” ucapku labil.

“Tidak apa-apa kok, aku yang salah malah menabrakmu. Oiya sepertinya hujannya sudah semakin lebat, aku pulang dulu ya” ucapnya sambil tersenyum dan berlalu. Hey, sepertinya dia namja yang baik, dan sepertinya, aku menyukai senyumannya.

*************

AUTHOR POV

“Minji ireona!! YAKKK MINJIIII IREOOONAAAAA!”

“Nghhh 5 menit lagi aku janji” ucap Minji kepada bibinya sambil menggeliat pelan.

“HA?? 5 MENIT LAGI? KAU ITU SUDAH TELAT MINJI! INI SUDAH JAM 7.15!!”

“MWOYAAAA??” Minji melompat dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Hari ini Minji memulai aktivitasnya sebagai murid kelas 1 di SIA High School.

“Mandinya yang cepat Min! Ku tunggu kau di bawah!”

5 minutes later

“Yak Minji sarapan dulu” kata Lee ahjumma saat melihat Minji hanya berlari tak jelas heboh sendiri di depan meja makan.

“Huaahh aku tidak sempat sarapan lagi ahjumma. Omo~ dimana sepatuku? Aku belum menyisir rambutku. Lima menit lagi aku ketinggalan bis Ahjumma. Aduhhh eotteohke??!” kata Minji panik. Yeoja ceroboh yang satu itu sepertinya belum siap memasuki hari sekolahnya, yang dia ingin kan hanya bergerumul di tempat tidur saja.

“Itu salahmu sendiri kenapa tidur tengah malam, sudah tahu hari ini hari pertamamu sekolah, masih saja kau bermain laptop”

“Aishh ne! Aku berangkat ahjumma, annyeong”

“YAK MINJI SARAPAN DULU!!!”

BLAMMM

MINJI POV

Aih padahal aku masih ingin tidur dan bermalas-malasan hari ini-___- Huaah sekolah menyusahkan!

Aku terus berlari menuju halte bis yang tidak jauh dari rumah bibiku. Seragamku sudah penuh dengan keringat dan sudah kusut sana-sini, Benar-benar memalukan kalau orang-orang melihat seorang siswi SIA High School berlari-lari dengan muka lusuh mengejar bis-_-

“YAK TUNGGU AHJJUSHI AKU INGIN NAIK BIS! AHJJUSHI CHAKAMMAN!!” Aku terus berlari mengejar bis karena aku sudah tertinggal bis itu. Kulihat jam tangan silver ku, OMONAAA jam 7.30! aku sudah telat 30 menit T,T

“Yak Minji cepat naik!” sepertinya aku mengenal suara itu. Ah benar saja, ternyata itu suara bibiku. Chakamman, untuk apa dia kesini memakai sepeda? Jangan bilang dia ingin mengantarku dengan sepeda-_-

“Tapi ahjumma akan mengantarkanku ke sekolah menggunakan itu?” ucapku sambil menunjuk sepedanya.

“Jangan banyak bicara lagi, cepat naik atau kau berniat ingin membolos??!”

“Arraseo ahjumma” dengan sangat terpaksa aku berangkat bersama dengan ahjumma menggunakan sepedanya.

Seoul International Art High School

“Gomawo ahjumma atas tumpangannya hehe”

“Sudah sana masuk kau itu sudah telat sekali. Ingat belajar yang rajin!”

“Annyeong ahjumma” ucapku padanya. Aku sangat menyayangi bibiku itu, bagiku dia wanita hebat setelah Eommaku tentunya. Bibiku itu ditinggal cerai suaminya dan semua anak-anaknya tinggal bersama suaminya. Jadilah aku yang menemaninya disini. Sudah-sudah jangan diteruskan lagi, aku sudah telat TT,TT

Jadi pekerjaanku sekarang adalah mencari dimana ruang kelasku. Fiuhhh ruang 10.3 itu dimana ya?

“Jogiyo ahjjushi, apa kau tau dimana ruangan 10.3? aku murid baru disini jadi tidak tahu lingkungan sekolah ini” ucapku pada salah satu penjaga sekolah yang lewat.

“Oh kau yang bernama Baek Minji?” aku mengangguk.

“Kau sudah ditunggu oleh nyonya Shin seonsaengnim sedari tadi di ruang kelasmu. Mari saya tunjukkan kelasnya” kata penjaga sekolah itu. Lantas aku langsung mengikutinya ke sebuah lorong panjang yang sepi. Terang saja sepi, ini kan masih jam pelajaran. Aku tidak menyangka sekolah ini sangat bagus dan elegan. Ditambah dengan aksen futuristic yang tidak melupakan lingkungan hijau di sekitarnya, membuat sekolah ini terasa nyaman sekali.

Tok tok tok

“Nyonya Shin, ini anak baru yang sedari tadi kau tunggu” kata penjaga sekolah itu kepada Shin seonsaengnim.

“Ah ne, suruh dia masuk!”

“Nah ini kelasmu, saya permisi dulu”

“Gamsahamnida ahjjushi” ucapku seraya membungkuk kepadanya.

Lalu aku memasuki ruang kelasku. Astaga atmosfer kelas ini sangat tidak enak, semua mata tertuju padaku dan itu membuatku risih.

“Seperti yang tadi saya bilang, kalian akan kedatangan teman baru jadi tolong dibantu apabila dia kesusahan. Ayo perkenalkan namamu” kata Shin seonsaengnim kepadaku. Aihhh aku malu >,<

“Errh.. Annyeonghaseyo, choneun Baek Minji imnida. Aku pindahan dari Mokpo, ah.. bangapseumnida” ucapku sambil membungkuk.

“Nah Minji, sekarang kau boleh duduk. Kau bisa memilih tempat kosong di samping Taemin, Yoojin, atau Donghyuk.” Kata Shin seonsaengnim sambil menunjuk murid-murid yang disebutkannya tadi. Tunggu sepertinya aku pernah melihat namja yang duduk di belakang sana, tapi siapa tadi namanya? Taemin? Taenim? Taeyeon? Eh–a

“Aku ingin duduk di belakang saja bersama Tae..”

“Taemin?”

“Ah ne, gamsahamnida seonsaengnim”

Aku berjalan menuju meja namja yang bernama Taemin itu, sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ya? Tapi dilihat-lihat dia lumayan tampan juga, rambutnya hitam pekat, kulitnya putih sekali,dan wajahnya agak….. cantik?

“Bolehkah aku duduk disini?” dia diam.

“Maaf, boleh kah aku duduk disini?!” dia masih diam. Sial sepertinya dia sedang mendengarkan lagu memakai ear-phonenya, lihat saja badannya yang sedikit bergerak-gerak.

“YAK!! Taemin-sshi bolehkah aku duduk disini?!!!” aku meninggikan suaraku. Aigooo semua orang kini memandangiku. Benar-benar ya namja bernama Taemin ini-_-

“Mianhamnida, silahkan lanjutkan pelajarannya” kataku pada seisi kelas.

“Yak apa kau tidak mendengarkanku?!” kutarik ear-phone yg ada di telinganya.

“Siapa kau? Kenapa kau duduk disini?!” aku mencibir dalam hati. Haha Lucu sekali dia! Satu pesan moral yang dapat kuambil : Jangan pernah mendengarkan music terlalu kencang saat jam pelajaran.

“Neo.. aishh jinjja! Kau tidak mengenal yeoja secantik diriku ini? Makanya kalau ada guru itu diperhatikan, bukan diacuhkan!”

“Lalu kau siapa?”

“Aku Baek Minji”

“Aishhh, kau anak baru itu? Aku Lee Taemin! Sepertinya aku pernah melihat wajahmu, tapi dimana ya?”

Flashback, yesterday…

TAEMIN POV

Aishhh jinjja! Kenapa Minho hyung selalu menyuruhku membeli semua keperluannya? Memang dia tidak punya kaki dan tangan ha?

Aku keluar dari sebuah department store dengan muka lusuh karena sudah hampir 1 setengah jam aku mencari toko yang menjual baju basket berwarna pink soft. Hey itu terlalu manis untuk seragam basket-_- dan jarang sekali yang menjual baju basket berwarna pink soft di department store. Aigooo dia pikir dia ingin menjadi pemandu sorak?

Dan kesialanku yang kedua adalah sepertinya aku akan pulang dengan keadaan basah kuyup! Hashhh hujan rintik-rintik sudah turun, orang-orang juga mulai mencari tempat untuk berteduh.. Terima kasih Minho hyung!

Aku berlari secepat yang aku bisa untuk mencapai halte terdekat. Sialnya kenapa tadi aku lupa membawa motorku? Argghhh

BRUUKKKK

Aishhh apalagi ini? Apa ini kesialanku yang berikutnya?!

“AIGOOOO!! Barang-barangku!! Yak kalau jalan lihat-lihat!!” aku mendengar suara seorang yeoja berteriak-teriak kepadaku. Hey memang aku salah, tapi bisakah dia tidak berteriak-teriak seperti itu? Tidak ada manis-manisnya!

“Mianhamnida agasshi, aku buru-buru karna sebentar lagi hujannya bertambah deras” kusunggingkan senyum terbaikku. Hah sebenarnya aku juga ingin marah-marah padanya, tapi mengingat hari ini sepertinya hari kesialanku jadi aku tidak ingin menambah masalah.

“Ahahaha gwenchana, mianhe sudah marah padamu. Padahal aku tidak mengenalmu tapi aku langsung memarahimu. Hehehe ” kata yeoja itu nyengir. Haaaaah labil! Dasar abstrak, tadi marah-marah sekarang malah senyum-senyum.

“Tidak apa-apa kok, aku yang salah malah menabrakmu. Oiya sepertinya hujannya sudah semakin lebat, aku pulang dulu ya” ucapku sambil tersenyum dan berlalu. Ku lihat dia hanya melongo melihatku berlalu. Hey, sepertinya dia terpesona dengan senyumku.

            Flasback end, Taemin POV end..

            MINJI POV

            “AAAAAAHH KAU YEOJA YANG KUTABRAK KEMARIN KAN??” pekik si Lee Taemin itu. Langsung saja ku bekap mulutnya, apa dia tidak tahu kalau dia sedang jadi pusat perhatian.

            “Kau.. jangan berisik!! Kenapa kau kaget sekali? Aku saja biasa saja” ucapku berbisik kepadanya. Sebenarnya aku juga kaget, ternyata namja yang senyumannya manis itu sekarang ada di depanku.

            “Gwenchana, tapi  ini kebetulan yang menarik hehe” katanya sambil menggaruk tengkuknya.

            “Yasudah, lupakan saja hal itu. Jadi sekarang kita berteman?” aku mengulurkan tanganku untuk bersalaman. Tanda pertemanan kalau di kampungku.

            “Nggg? Maksudnya apa ini?” dia polos atau apa? langsung saja ku tarik tangannya untuk bersalaman.

            “Kita berteman mulai sekarang, arraseo?” dia hanya mengangguk dan memasang ear-phonenya lagi dan memulai aktivitas barunya yaitu menggambar robot. Huaaah masa aku dicampakkan begitu saja?!

            “Ttaem! Apa robot itu lebih menarik dari pada aku?! Kenapa kau mengacuhkan begitu saja? Masa kau tidak menanyakan asal-usulku seperti orang kebanyakan sih?!”

            “Ssstt! Kau menggangu konsentrasiku” katanya tak berdosa.

            “TAEMIN!!” tanpa sengaja aku berteriak. Astaga, sepertinya Shin seonsaengnim mendengar teriakanku.

            “Lee Taemin! Baek Minji! Kenapa dari tadi kalian berteriak-teriak?! Ini kelas bukan hutan! Dan kenapa kalian tidak memperhatikan pelajaran saya?!” aku menciut  di tempat. Aku takut, aku tidak pernah dimarahi guru sebelumnya. Ku lirik Taemin sekali lagi, astaga dia masih memakai ear-phone? Hah anak ini!

            “Dan Taemin!” Shin seonsaengnim menunjuk Taemin. Yang ditunjuk malah asyik berjoget-joget ria sambil menggambar robot tikus aneh.

            “Sudah berapa kali saya ingatkan, tidak boleh memakai barang elektronik di kelas! Ini jam pelajaran Taemin! Kamu saya hukum berdiri di luar kelas! Dan Minji karena kamu murid baru masih saya maafkan, tapi kalau kau melakukannya lagi kau akan bernasib sama seperti Taemin!” Omooo, ku kira dia guru yang baik-_- dan kasian Taemin harus dihukum seperti itu>,<

            “Ttaem kau mau kemana?” tanyaku saat melihat dia beranjak dari kursinya.

            “Kau tidak dengar? Aku dihukum hehe” dia menggaruk tengkuknya santai. Dia dihukum masih bisa santai seperti itu?

            Aku merasa tidak enak. Aku yang berteriak-teriak kenapa dia yang dihukum?

            “Jadi ketika kalian mendengar pertanyaan seperti itu, kalian harus menjawab ‘How do you do?’ juga. Blablablablabla” Shin seonsaengnim melanjutkan penjelasannya yang tertunda, sungguh aku tidak focus karena memikirkan Taemin. Aku berlebihan ya? Molla, tapi aku orangnya tidak enakkan kepada orang lain. Apalagi aku baru mengenalnya beberapa menit yang lalu.

            “Mianhamnida seonsaengnim” aku menghampirinya yang sedang menulis di papan tulis.

            “Bisakah kau gantikan hukuman Taemin kepadaku? Biar aku saja yang dihukum, ini semua kesalahanku dan Taemin sebenarnya tidak melakukan apa-apa. Jeongmal mianhamnida seonsaengnim” aku membungkuk serendah-rendahnnya.

            “Aku tidak akan menggantikan Taemin denganmu, tapi kau juga ikut dihukum”

            “Ah baiklah kalau begitu, sekali lagi jeongmal mianhamnida”

            Aku berjalan keluar kelas untuk menerima hukuman beliau. Ternyata begini ya bersekolah di sekolah favorit? Sangat disiplin! Lihat saja teman-teman sekelasku, model-modelnya seperti kutu buku, kalaupun bukan kutu buku juga pasti anak-anak golongan atas. Fiuhhhh

            SREEET

            TAEMIN POV

            Aishh kenapa bisa aku dihukum seperti ini? Semua gara-gara yeoja aneh bernama Baek Minji itu! Memalukan kan seorang primadona club dance harus dihukum seperti ini, sedangkan dia malah enak-enakan di dalam kelas! MINJI BABO!!!!

            SREEET

            “Eh? Kau sedang apa disitu?” tanyaku pada Minji yang keluar dari kelas. Sepertinya dia dihukum juga. HAHAHA bagus!

            “Tadi aku meminta Shin seonsaengnim menukarkan hukumanmu menjadi untukku, tapi dia tidak mau kau ditukar jadi dia menghukumku juga hehehehe. Solidaritas namanya” dia hanya nyengir sambil menyandarkan punggungnya ke dinding. Ngg.. apa aku salah menilainya? Sepertinya dia baik.

            “Umm.. gomawo Min” aku tersenyum padanya. Bukan senyum yang dibuat-buat, tapi senyum yang mengalir sendiri dari bibirku.

            “Eh? Untuk apa? tidak usah seperti itu, malahan aku yang harus minta maaf padamu. Mianhe Ttaem” dia nyengir sambil menerawang ke langit-langit.

            “Gwenchana Min. Gomawo juga ya”

            “Untuk?”

            “Karena sudah mau berteman denganku hehehe” aku meringis tak jelas.

            “Memangnya dulu kau tidak punya teman? Wae? Pantas saja kau duduk sendirian di belakang” dia tampak antusisas dengan kata-kataku

            “Ne, aku dulu memang tidak punya teman. Kalau alasannya, nanti kau juga tahu sendiri” sungguh aku tidak ingin membicarakan hal ini.

            “Oke kalau begitu hehehe. Mulai sekarang aku akan menjadi sahabatmu Ttaem! Jadi kau tidak perlu sendirian lagi hahaha” dia tertawa tidak jelas sambil menepuk-nepuk bahuku. Antara senang dan bingung dengan sifatnya. Tapi, gomawoyo Minji.

*****************

AUTHOR POv

KRIIIINGGGGGGG

“Akhirnya bel!” ujar Minji senang. Jelas dia senang, bel berbunyi artinya hukuman dia dan Taemin sudah berakhir.

“Ttaem, mau tidak kau mengantarku melihat-lihat sekolah ini? Jebal Ttaem, antarkan aku yah?” Minji mengeluarkan jurus puppy-eyesnya pada Taemin yang sedang berjalan menuju tempat duduknya.

“Tidak usah sok imut seperti itu, aku memang berencana mengantarmu kok Min hehehe” Minji hanya mendengus kesal dibilang sok imut. Tapi dia juga bersyukur Taemin masih mau mengantarkannya.

Akhirnya mereka mengelilingi gedung sekolah yang sangat luas. Sekedar menunjukkan pada Minji dimana ruangan-ruangan penting seperti kamar mandi, ruang guru dan kantin. Dan Minji sangat terpesona dengan gedung sekolah SIA High School. Sekaligus tidak menyangka dia bisa masuk ke sekolah yang sangat megah itu.

“Ngomong-ngomong kau mau mengambil jurusan apa Min?” Tanya Taemin saat sedang berada di Kantin.

“Jurusan apa? aku tidak mengerti-_-“

“Aishhh babo! Jadi SIA High School ini menyediakan banyak jurusan seni. Dan kau hanya boleh memilih maksimal 2 jurusan. Tapi nanti kita juga belajar pelajaran umum seperti MIPA, bahasa inggris, dan ditambah bahasa jepang.” Taemin menjelaskan panjang kali lebar kepada Minji. Yang diajak ngomong malah asyik menyantap ramyun-nya.

“La..lu kmau mpeng..ngampbil..jurus..soan.. appoa?” (lalu kau mengambil jurusan apa?)

“Telan dulu makanannya baru bicara” kata Taemin sambil mengacak-acak rambut Minji. Minji hanya nyengir.

“Jadi.. aku mengambil seni tari dan seni musik. Kalau seni musiknya lebih spesifik ke piano hehehe”

“Mwo? Kau bisa main piano?! Uwowww keren sekali!! Ajarkan aku main piano!” Minji sangat antusias. Baginya namja yang bisa memainkan piano itu sangat romantic.

“Jelas bisa! Aku sudah sering mengikuti perlombaan di luar sekolah, dan rata-rata mendapatkan juara hohoho” ucap Taemin agak sedikit narsis.

“Woah uri Taemin jjang-iya!!”

“Hehehe gomawo Min” Taemin menggaruk-garuk lehernya bingung. Yeoja di sampingnya itu agak berlebihan.

“Kajja kita ke kelas!” ajak Minji yang sudah selesai makan.

            Saat mereka berjalan menuju kelas mereka, terlihat kerumunan ramai di depan mereka. Taemin hanya menghela nafas melihat pemandangan di depannya, dia sudah terbiasa.

            “Ssst Ttaem, ada apa itu ribut-ribut?” Minji berbisik pada Taemin

            “Ah itu sunbae kita, biasa flower boy di sekolah ini”

            “Lalu kenapa dia dikerumuni seperti itu? Sepertinya tidak ada menariknya. Memangnya dia siapa sih?”

            “Namanya Kim Kibum, biasanya dipanggil Key-sunbae. Dia itu ketua jurusan seni tari, jadi nanti kalau kau ingin mendaftar jurusan seni tari harus menemuinya. Dia itu nappeun namja, sudah banyak yeoja yang dipermainkan dan diberi harapan kosong olehnya. Nanti kau jangan dekta-dekat dengannya ya, aku tidak mau kau bernasib sama seperti yeoja-yeoja itu hehehe. Oiya itu ramai-ramai seperti itu karena dia mengumumkan yeojachingu barunya lagi.” Minji hanya mengangguk-angguk paham

            “Jadi nanti kau masuk jurusan apa?” Tanya Taemin

            “Aku? Masuk seni tari dan fashion-design. Pulang sekolah antarkan aku ke Key-sunbae yah”

            “Yayaya, kajja kita ke kelas” Taemin menarik tangan Minji seenaknya. Tapi Minji hanya tersenyum karna kali ini ada seseorang yang mau memperhatikan dan melindunginya.

****************

2 hours later, at dance class

MINJI POV

“Ttaem temani aku bicara pada Key-sunbae” rayuku sambil menarik-narik seragamnya. Sekarang aku berada di sebuah ruangan yang sangaaaat besar dan dipenuhi kaca-kaca. Terang saja, ini kan tempat latihannya.

“Iya tenang saja” dia menepuk-nepuk tanganku. Aku agak tersanjung dengan perlakuannya padaku, dulu waktu di Mokpo tidak ada namja yang bisa menempel padaku. Jangankan namja, yeoja saja mesti berfikir ulang untuk berteman denganku. Aku memang senasib dengan Taemin.

Kami menghampiri Key-sunbae yang sedang duduk-duduk di ruang latihan. Keringat yang bercucuran di tubuhnya membuat dia terlihat sangat keren!! Eommaaaaaaaaa tolong akuuuu! ;333

“Aku tau dia tampan, tapi setidaknya jangan memasang tampang babo seperti itu di depan dia. Memalukan!” sial! Bisa tidak sih dia tidak menghinaku semenit saja?-,,-

“Annyeonghaseyo sunbae, di kelasku kedatangan murid baru dan dia ingin masuk jurusan ini, bisakah kau menjelaskan sedikit tentang jurusan ini?” kata Taemin pada Key-sunbae. Kenapa dia berani sekali berbicara pada kakak kelas se-terkenal Key-sunbae?

“Ah ne, Taemin kau ambil buku data di lemari ya, aku ingin mendata anak ini. Namamu siapa?” Tanya Key-sunbae sambil mendata diriku. Huwaaaa senyumnyaaaa!!

“Ba..Baek Min..min..Ji” ucapku gugup tapi dia tertawaa.

“Hahaha tidak perlu segugup itu, aku tidak se-menyeramkan apa yang kau pikirkan kok” kata nya sambil mengacak-acak rambutku. OMONAAA dalam sehari ini sudah DUA NAMJA yang memperlakukanku seperti itu. Mukaku meraaaah!!!

“Min tidak usah seperti itu, kau kan sudah biasa diperlakukan seperti itu olehku” Ttaem!!!! Bisa tidak dia diam? Benar-benar mengacaukan suasana!

“Kau ingin masuk jenis tari yang mana? Ada modern dance, tradisional dance, ballet, dan salsa. Pilih salah satu”

“Pastinya ballet hehehe sunbae sendiri masuk yang mana?” kini Minji tidak  lagi canggung.

“Aku modern dance hehe besok mulai latihan ya. Annyeong, aku duluan” yah dia pergi-,_-

“Sunbae kau sangat tampan!” teriakku tidak tahu malu pada Key-sunbae. Dia hanya tersenyum. Uwaaaaaawwwww manis sekaliiii!

Aku melirik ke arah Taemin. Kenapa dia cemberut seperti itu? Jadi makin jelek-_-

“Kenapa kau cemberut seperti itu?”

“Ah? HAHAHAHAHA tidak apa-apa Min”

“Oh yasudah, aku mau pulang. Annyeong Ttaem” aku meninggalkannnya sendirian di ruang latihan. Terima kasih tuhan, kau telah mengirimkan satu ‘malaikat tak bersayap’*-Mu padaku.

********************

TAEMIN POV

Minji memalukan sekali tadi, rasanya aku ingin menyumpal mulutnya dengan kaus kaki ku. Berani-beraninya dia berteriak kepada Key-sunbae seperti itu-_- apa dia tidak sadar bahwa beberapa pasang mata menatapnya tidak suka? Sepertinya akan ada masalah baru-_-

Aku melangkahkan kakiku ke tempat parkir. Astaga! Aku lupa, aku tidak membawa motor. Terpaksa harus berbalik arah menuju halte bis terdekat, sial mau hujan! Aku berlari secepat mungkin menuju halte, terlihat sosok yeoja yang sangat kukenal. Minji, sedang apa dia disitu? Bukannya dia sudah pulang dari tadi?

“Min, sedang apa kau berlama-lama disini? Kau tidak pulang? Sebentar lagi hujan” tanyaku saat menghampirinya.

“Eh Ttaem, aku tidak ada kerjaan di rumah, jadi ingin berlama-lama dulu disini” ucapnya mantap

“Kau aneh Min”

“Hahaha aku anggap itu pujian Ttaem. Itu bis nya datang, sudah dulu ya. Annyeong” dia berlari memasuki bis. Aku mengikutinya, terang saja aku kan juga ingin pulang.

“Kenapa kau mengikutiku?!” Tanya Minji.

“Aku tidak mengikutimu, aku ingin pulang!” balasku sengit

“Ohahaha”  dasar yeoja gila!

Akhirnya kami berdua duduk bersebelahan. Kami mengobrol banyak tentang diri kami masing-masing, seperti kesukaannya pada Super Junior Eunhyuk, ketakutannya pada ketinggian dan lain-lain. Bersama Minji, aku lebih merasakan kehidupan yang sesungguhnya.

Bugh

Sesuatu yang berat menimpa bahuku. Aigooo anak ini malah tidur-_-“. Dilihat-lihat muka Minji lucu juga, matanya sipit, hidungnya mancung, rambut ikalnya juga bagus. Dia tidak seperti yeoja-yeoja kebanyakan yang melakukan operasi plastik, wajahnya masih murni belum ada suntikan sana sini karna operasi.

Ckiiit

Akhirnya sampai juga. Aigooo berat sekali anak ini, makan apa sih dia setiap hari? Bahuku mau rontok!

“Min bangun, aku ingin pulang” ku goyang-goyangkan badannya. Dia mengerjap-ngerjap mencari nyawa, aigoooo mukanya lucu sekali.

“Aww sakit Ttaem!” karena gemas, aku mencubit hidungnya hingga merah. Hahaha mukanya babo sekali.

“Kau tidak mau pulang? Kajja kita turun!” ku tarik tangannya, tapi dia masih setengah sadar.

“Rumahmu dimana Min?” tanyaku dalam perjalanan menuju rumah kami masing-masing.

“Rumahku dua blok dari sini, di depan warung jajangmyeon.” tunggu, rumah itu bukannya rumah Lee ahjumma?

“Kau tinggal dengan siapa?”

“Aku tinggal dengan bibiku, namanya Lee Sookyung.” Benar. Dia tinggal dengan sahabat eommaku. Dunia benar-benar sempit.

“Lalu rumahmu dimana Ttaem?”

“Rumahku itu yang tadi di depan minimarket.” Aku menunjuk rumahku yang sudah jauh di belakang.

“Kenapa kau tidak pulang?”

“Aku hanya ingin memastikan Baek Minji pulang dengan selamat hehe” ucapku sambil menggenggam tangannya. Aisshh Taemin babo, kenapa berbicara seperti itu?

“Kau romantis Ttaem hahaha” katanya salah tingkah. Hey kenapa salah tingkah seperti itu? Kita sahabat bukan?

“Sudah sampai ya Min? yasudah aku pulang ya, annyeong Min” kataku sambil mengacak-acak rambutnya. Hari ini menyenangkan ya?

*************

MINJI POV

“AHJUMMAAAAAAAAAAA!!!!” teriakku senang

“Ada apa sih Min? kelihatannya kau senang sekali, ada apa? kau dapat namjachingu?” ahjumma bicaranya asal sekali-_-

“Aniyo! Aku hanya senang ternyata sekolah disana tidak seburuk yang kukira. Bahkan aku sudah mendapat sahabat disana”

“Namja atau yeoja?” selidik ahjumma kepadaku. Mukaku merah seketika.

“Namja hehehe”

“Bagus, sekarang kau sudah besar hahaha” terserah ahjumma sajalah-_-

Aku bergegas menuju kamarku, menceritakan apa saja yang kualami hari ini pada eomma, maksudku foto eomma.

“Eomma, aku bahagia sekali! Bukan, bukan karena bersekolah di sekolah favorit itu, tapi karena aku sudah menemukan malaikat penjagaku” kataku sambil membersihkan figura foto eomma.

“Dia namja eomma, namanya Lee Taemin. Orangnya menyenangkan, walau kadang-kadang menyebalkan tapi aku senang mempunyai sahabat sepertinya.” aku bicara pada angin. Tak ada yang menjawab

“Eomma kau sedang apa disana? Pasti bahagia kan disana? Kau boleh aku ingin menyusulmu, tapi pasti kau tidak mengizinkanku. Aku merindukanmu, aku juga tahu kau selalu menjagaku.”

“Eomma, aku berjanjin akan mewujudkan mimpimu menjadi ballerina internasional, aku berjanji akan meneruskan perjuanganmu. Saranghae” kukecup foto Eomma. Wanita tercantik yang pernah kulihat adalah Eommaku, dan aku sangat menyayanginya.

DUARRR..

Eh? Hujan ya? Huah baguslah, udara dingin membuat tidur semakin nyenyak kkkk~

“Min ada yang mencarimu di luar” panggil ahjumma dari luar kamarku. Memangnya siapa yang mencariku?

“Cepat temui dia, kasihan dia kehujanan”

“Kenapa ahjumma tidak suruh masuk?” kataku sambil berlari ke bawah. Firasatku itu Taemin, tapi mau apa dia hujan-hujan begini.

“Annyeong Min” apa ku bilang, pasti dia. Aigooo kasihan dia, pasti kedinginan-_-

“Kau kenapa hujan-hujanan seperti itu?! Ayo masuk, kau bisa sakit!” suaraku meninggi. Aku takut dia sakit.

“Tidak usah, aku juga mau pulang kok. Aku cuma ingin mengajakmu jalan-jalan besok, sepulang sekolah. Apa kau mau? Untuk merayakan persahabatan kita. Oetteohke?” dia tersenyum manis sekali. Apa tersenyum untuk menyogokku? Haha

“Tentu aku mau!” jawabku semangat. Kapan lagi bisa jalan-jalan dengan namja tampan. Hoho

“Yasudah, jangan lupa bawa baju ganti besok. Annyeong” dia mengacak rambutku lagi. Bibirnya bergetar, pasti kedinginan.

“Ttaem pulang dari sini langsung minum obat ya, jangan sampai sakit” kataku khawatir. Bukannya kita harus mengkhawatirkan sahabat kita sendiri?

“Sip tuan putri!” dia pergi. Entah kenapa setiap melihat senyumnya, hatiku hangat.

*********

Seoul International Art High School

AUTHOR POV

Sekolah masih sangat sepi, tetapi sekumpulan siswi-siswi SIA High School sudah berkumpul di depan kelas 10.3, tampaknya sedang menunggu seseorang.

“Taemin!” kata seorang yeoja bernama Eunjung sambil menghadang Taemin yang ingin memasuki kelasnya.

“Ada apa?” ucap Taemin malas pada sunbae-nya itu.

“Siapa yeoja yang kemarin jalan bersamamu?! Kenapa kau menggandeng tangannya? Aku tidak suka!! Kau itu hanya milikku!!!” pekik Eunjung.

“Dia sahabatku! Kau itu bukan siapa-siapaku, aku bukan milikmu dan aku tidak sudi menjadi milikmu Eunjung-ssi!!” ucap Taemin marah. Dia sudah lelah diikuti setiap hari oleh Eunjung.

“Ttaem!” disaat yang bersamaan Minji datang dengan wajah bingung. Dia bingung dengan sekumpulan sunbae-nya yang mengerubungi Taemin.

“Ada apa?” bisik Minji.

“Tenang saja Min, aku sudah biasa” kata Taemin sambil melindungi Minji dibalik punggungnya.

“Jadi ini sahabatmu itu?! Hah Baek Minji jangan merasa kau hebat ya bisa bersahabat dengan Taemin! Dia itu hanya milikku!! Jauhi Taemin atau kau akan menyesal!” Eunjung menunjuk wajah Minji.

“JANGAN MENGGANGGU-KU LAGI SHIN EUNJUNG!! Kau tidak berhak melarang Minji berteman denganku! Minji jauh lebih baik dari dirimu! Kalau kau macam-macam dengan Minji, kupastikan kau akan sangat menyesal pernah menyentuh Minji!” Minji hanya terdiam. Dia kaget, seorang Lee Taemin yang dikenal ramah menjadi seperti itu hanya karena sunbae-nya.

“TAEMIN!!” teriak Eunjung frustasi, pasalnya jalan untuk mendapatkan Taemin semakin sulit dengan kehadiran Minji.

MINJI POV

“Ttaem, Eunjung itu siapa? Kenapa dia bisa se-mengerikan itu?” tanyaku saat kami sedang bersantai di kelas.

“Hmm? Kau cari tahu saja sendiri” katanya sambil mengelus-elus punggung tanganku.

“Kau menyebalkan! Kenapa menyembunyikan rahasia denganku? Aku kan sahabatmu” ucapku merajuk.

“Biarkan saja, memang aku menyebalkan” dia menjulurkan lidahnya ke arahku. Huaah anak ini!

KRIIINGGG

Bel berbunyi, artinya aku harus bertempur dengan bahasa yang tidak ku mengerti selama 2 jam, Bahasa Jepang. Tapi selama pelajaran aku sibuk memikirkan Shin Eunjung itu. Siapa yeoja itu? Sepertinya dia sangat terobsesi dengan Ttaem-_-

Hoaaammm-_- aku mengantuk. Aisshhh untuk apa sih aku belajar bahasa planet ini? Menyusahkan saja!

TAEMIN POV

Pelajaran ini sungguh amat sangat membosankan! Lebih baik aku mendengarkan lagu saja.

“Ttaem aku ngantuk” kata Minji sambil mengerjap-ngerjap kan matanya, haha lucu sekali dia.

“Aku juga Min hehehe sudah tidur saja, kalau ada guru aku beritahu” dia meletakkan kepalanya di lenganku dan tangannya juga ikut memeluk lenganku. Kenapa jantungku berdetak di luar kendali? Ingat Taemin dia hanya sahabatmu!

“Tidur yang nyenyak ya Min” aku berbisik sambil menyenderkan kepalaku ke kepalanya. Bagaikan ada kupu-kupu yang beterbangan di perutku, perasaanku mulai tak karuan. Apa aku menyukainya? Tidak mungkin! Aku baru mengenalnya kurang lebih 24 jam, mana mungkin menyukai yeoja cerewet seperti dia.

“Nghh.. eomma.. mhh” dia mengigau. Ku belai lembut rambutnya, wangi shampoo nya masih tercium. Sungguh aku sudah tidak tertarik dengan pelajaran Park seonsaengnim, yang menjadi daya tarikku sekarang adalah Minji-ku. Eh? Biarkan dia kan sahabatku;p

Berteman dengannya membuatku merasa seperti manusia sungguhan. Selama ini aku hanya berteman dengan ear-phone dan barang-barang elektronik di tasku. Sungguh aku beruntung memilikinya, mulai sekarang aku berjanji akan selalu melindungi Minji-ku.

***********

            2 hours later, at Dance Class

            AUTHOR POV

            “Ttaem aku tidak sabar ingin latihan ballet.” Ujar Minji antusias.  Minji yang sekarang bukanlah Minji yang beberapa hari lalu menolak mentah-mentah belajar menari. Dia sudah berubah, dan penyebabnya tidak usah ditanya lagi, Lee Taemin orangnya.

            “Nah sekarang kita mulai latihannya, bagi yang mengikuti Modern Dance bisa ikut dengan Lee Jihwan, lalu yang Tradisional Dance ikut dengan Im Hyesan, dan yang ikut ballet dengan Oh Miina dan Henry. Terima kasih” Key selaku ketua jurusan Seni Tari mengumumkan jadwal latihan. Dan ternyata Taemin juga memilih kelas ballet seperti Minji.

            “Ttaem kau masuk kelas apa?” Tanya Minji.

            “Aku sebenarnya Modern Dance, tapi sekarang aku sedang ingin mencoba ballet hehehe”

            “Kenapa sih kau kalau bicara selalu diakhiri dengan tertawa? Apa mukaku teralalu lucu sampai kau tertawa terus?” Minji heran, dia selalu mendengar kata-kata ‘hehehe’ setiap Taemin bicara.

            “Gwenchana” Taemin berjalan meninggalkan Minji yang masih kebingungan.

            “Sekarang kita mulai latihan dengan pemanasan, Taemin! Kau yang pimpin pemanasannya”

            MINJI POV

            “Satu.. dua.. tiga.. satu” Taemin memimpin kami pemanasan. Aigooo wajahnya tampan sekali, terlihat lebih dewasa dari pada aslinyaaaaa><

            “Yak sekarang kita mulai dari gerakan yang pertama, yaitu penchee. Caranya seperti ini, jadi kaki kiri kalian diangkat 90 derajat sampai kepala. Dan kaki kalian yang ini harus sejajar” astaga! Gerakan apa itu??? Sepertinya aku akan menjadi ‘Minji Fillet” -,_-

            “Ttaem, ajarkan aku gerakan penchee itu!” aku merajuk padanya yang sedang mencoba gerakan itu. Tapi dia hanya tertawa melihatku, sialan! Aku tahu dia sangat mahir dalam bidang menari, tapi bisakah dia tidak menertawaiku?

“Ya sudah aku bisa sendiri!!”

 Dan alhasil karena aku tidak punya basic apapun dalam menari, aku jadi seperti orang linglung. Ingin mencoba gerakan ini tapi gagal, coba yang ini tapi takut terkilir. Bahakan si Lee Taemin itu menertawakanku! Tapi aku malu padanya, tubuhnya lebih lentur dari seorang yeoja. Rasanya ingin lari saja dari tempat ini karena malu TT,TT

            “Hahaha Minji kau tidak bisa berdiri dengan jempol kakimu? Kau itu yeoja bukan sih? Hahaha”

            “Aku bisa! Diam kau!!!!” Aku mencoba berdiri seperti Taemin, sial aku jatuh dan ibu jariku terkilir.

            “Akhhh Ttaem ini semua gara-gara kau! Huweee sakit” aku meraung-raung, biarkan saja habis aku kesal diledek seperti it uterus.

            “Yang mana yang sakit? Maafkan aku Min aku hanya bercanda” kata Taemin sambil melepaskan sepatuku, lalu dia mengelus-elusnya pelan. Dadaku berdesir, bukannya seharusnya akumarah? Kenapa sekarang aku malu?

            “Aku sudah tidak apa-apa Ttaem, aku ingin pulang duluan saja”

            “Kenapa tidak bersamaku? Kakimu masih sakit Min, aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu” dia mengkhawatirkanku.

            “Tidak apa-apa Ttaem, kau kan harus latihan lagi bukan?” raut wajahnya berubah kecewa. Maaf Ttaem, tapi aku malu menjadi pusat perhatian karena tidak bisa menari. Sepertinya aku harus mengurungkan niatku mewujudkan mimpi eomma.

            “Tapi bukannya kita mau jalan-jalan? Tunggu aku di tempat parkir, aku akan menemuimu nanti” katanya sambil mengacak rambutku. Aku keluar dari ruangan itu dengan rasa malu, banyak sunbae yang menertawakanku. Aku lebih layak disebut pecundang.

            Ketika aku melewati lorong kelas yang sepi, aku melihat sekumpulan sunbae berjalan ke arahku. Sepertinya aku pernah melihat mereka, bukannya itu Shin Eunjung yang tadi pagi kan? Perasaanku mulai tidak enak melihat hawa mukanya, sontak aku bersembunyi di kamar mandi yang tidak jauh dari situ.

            “Hey kau yeoja kecentilan!” dia berhasil menemukanku di kamar mandi.Yak memang aku punya masalah apa dengannya?

            “Kenapa kau masih mendekati Taemin-ku?! APA KAU TULI?! Apa kau tidak mendengar peringatanku tadi? Jauhi Taemin-ku! Kau itu anak baru, tapi sudah berlagak cantik! Kau itu tidak ada apa-apa nya dibanding diriku!” pekiknya. Kupingku pengang mendengar ocehannya!

            “Memang kau siapa ha?! Kenapa kau melarangku seperti itu? Dia itu sahabatku! Dan dia membenci dirimu! Jauhilah saja Taemin, apa kau tidak laku ya sampai mengejar-ngejar hoobae-mu seperti itu?! Dasar psycho!!” tantangku pada si Eunjung sialan itu.

            Byurrr..

            “APA KAU BILANG?!! ANAK BARU KURANG AJAR! KAU ITU BERANI SEKALI YA? Dasar pecundang!” dia menyiramku dan mejambakku. Tuhaaaaan kenapa aku harus betemu yeoja se-menyeramkan dirinya?

            Plakk

             Ku tampar wajah oplasnya itu. Cihhh memang dia pikir dia cantik? HAHAHA tidak!

            “KAU….. Yoonhye, Taera, Nari, kurung dia sekarang juga! Aku muak melihat mukanya!” dia meludah ke bajuku. Yak jorok sekali yeoja ini!

            Teman-teman si Eunjung sialan itu mengurungku di bilik toilet, tak lupa mereka menyiramku dan memukuli wajah dan tubuhku sampai lebam. Taemin tolong aku! TT,TT

            “YAK YEOJA OPLASAN! AKU BUKAN PECUNDANG! KAU DAN TEMAN-TEMANMU YANG PECUNDANG, SIALAN!” teriakku dari dalam. Mereka hanya cekikikan di luar.

            “Kalau kau bukan pecundang, aku akan memberikan tantangan untukmu. Kau harus menjadi yeojachingu dari seorang Kim Kibum selama tiga bulan. Kalau kau tidak bisa, akan kupastikan kau keluar dari sekolah ini! Hahaha” dia berjalan menjauh.

Kim Kibum? Maksudnya Key-sunbae? Yang aku tahu, Key-sunbae tidak bisa bertahan lama dengan yeojachingunya, paling lama hanya 2 bulan. Haaaah lihat saja nanti, aku akan mendapatkan Key-sunbae cepat atau lambat, ini menyangkut harga diriku!

“AKAN KUPASTIKAN KAU TIDAK AKAN MENGELUARKANKU, YEOJA SIALAN!”

            Hari ini adalah hari tersial dalam hidupku, kaki pincang karena terkilir, dipukuli sunae karena seorang namja, dan sekarang aku harus terkurung di ruangan kotor seperti ini! Huwaaa ahjummaa!!

            Jleb..

            “KYAAAAAAAAAA EOMMA TOLOOOOOOONG!! TAEMIN TOLONG AKU! Huhuhu” aku menjerit sejadi-jadinya ketika semua lampu di ruangan ini mati. Sialan aku itu phobia gelap dan petir><

            “Siapa saja yang ada di luar tolong aku! Baek Minji ada di dalam toilet! Huachimm” kudobrak-dobrak pintu toilet, sialnya aku mulai bersin-bersin sekarang.

            “TOLONG AKU!! Hsshhh…hh” dadaku sesak, perutku mual, kepalaku pening. Oh tuhan, jangan kambuh sekarang-_-

            “To..llonn..ongg..”

            TAEMIN POV

            Setelah selesai latihan, aku segera menemui di tempat parkir. Aigoo kemana dia? mengapa tidak ada disana? Aku mengecek handphone-ku barang kali ada pesan disana. Aih aku lupa, aku dan dia kan belum bertukar nomer masing-masing. Firasatku tidak enak, sekarang sudah hampir gelap, dan sekarang lampu di seluruh penjuru sekolah ini sudah dimatikan semua. Erhhh kemana anak itu?

            Aku mencari ke seluruh penjuru sekolah dengan penerangan yang minim. Tuhan, lindungi Minji-ku, jangan biarkan dia sendirian. Aku kembali ke ruang latihan, barang kali dia kembali kesana. Tapi nihil, ruangan itu kosong dan tidak ada tanda-tanda kehidupan.

            Aku lelah mencarinya, kuputuskan untuk duduk di lorong ruang latihanku. Samar-samar aku mendengar suara aneh.

“KYAAAAAAAAAA EOMMA TOLOOOOOOONG!! TAEMIN TOLONG AKU! Huhuhu” eh? Sepertinya ada yang memanggil namaku tapi siapa? Ku dekati sumber suara, aku yakin itu suara Minji, tapi untuk apa dia meminta tolong? Jangan-jangan dia dalam bahaya!

“Siapa saja yang ada di luar tolong aku! Baek Minji ada di dalam toilet! Huachimm” itu suara Minji-ku, dimana dia?!! Pasti Eunjung yang melakukannya!

“TOLONG AKU!! Hsshhh…hh” itu Minji! Dia dalam bahaya!

“MINJI KAU DIMANA?!!” aku kesetanan. Tak lama setelah itu aku baru menyadari, dia ada di toilet!

            “To..llonn..ongg..”

            “Minji kau di dalam kan?! Jawab aku! Kau baik-baik saja kan?!” aku meraba-raba pintu toilet untuk menemukan kenop pintunya. Sial dikunci dari luar!

            “Ttaem tolong. Ak..kuu ta.. takk.kkut” dia menangis, aku langsung mendobrak pintunya. Akupun terperanjat melihat keadaan Minji. Rambut acak-acakan, bajunya basah, wajahnya lebam-lebam. Tuhan!

            “Tidak usah takut, ada aku disini Min. Maafkan aku tidak bisa menjagamu. Siapa yang melakukan ini? Katakan Min, pasti Eunjung kan?!” aku memeluk erat tubuhnya. Dia menangis sangat kencang di dalam pelukanku. Eunjung sialan! Pengecut sekali yeoja itu!

            “Ne, tta..ppi jang..nggan.. memmm…baa..llaaass.nnya. Ttaem, aku pusing, aku takut gelap” hatiku seperti teriris melihatnya seperti itu.

            “Apa yang ini sakit Min? Maafkan aku. Kajja kita pulang, aku akan mengobati lukamu” aku mengelus wajahnya pelan. Lalu membopongnya menuju tempat parkir. Aku akan menebus kesalahanku Min, pasti.

TBC


2 thoughts on “[Freelance] Ballerilove #1

  1. Lanjut dong thor… >.<…. Bagus banget FFnya. Belakangan ini aku ga baca FF shinee lagi*siapa yang nanya?* tapi jadi baca bellerilove. Next part jangan lama-lamanya thor ! Ga sabar gimana endingnya… Hehehehehehehe😀

    Hwaithing !!😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s