[Freelance] WHICH ONE ??? #1


WHICH ONE??? – Part I

Title : WHICH ONE!!!

Author : kpoplovers28 a.k.a. rahasia!!! / kpoplovers27 a.k.a. rahasia!!!

Cast : Kwon Yuri

Choi Siwon

Choi Minho

Jung Soo Jung

Other cast : find it by yourself…

Rating : tentuin sendiri

Tolong tinggalkan comment ya!!! Dan jangan ngebashing….😀, dan bagi yang suka nonton di youtube, aku punya chanel di youtube namanya Kpoplovers28 (malah promosi!!!) I HATE PLAGIATOR AND SILENT READER……

***

Siwon POV

“Mana namdongsaengku yang satu ini, katanya dia menungguku disini?” gumanku. Aku melihat sekeliling lapangan parkir depan toko buku. Aku mencari sesosok namja tampan berambut hitam dan sedikit ikal. Aku melirik jam tangan yang melingkari lenganku. Sudah jam 13.30 KST, tapi dia belum menampakan batang hidungnya juga.

Namaku Choi Siwon, anak sulung keluarga Choi. Aku mempunyai 1 dongsaeng, Namanya Choi Minho.

Dia adalah kapten tim basket sekolah. Sedangakan aku adalah kapten tim sepak bola. Kami berdua menjadi populer selain karena kami anak dari keluarga Choi yang kekayaannya bahkan tak terhitung, kami populer karena paras kami yang menawan, kepintaran di bidang pelajaran, dan kepintaran dalam hal fisik (aduh perfect bangetttt….:*).

Anyway buthaway busway dongsaeng ppaboku mana? Dasar namja itu kerjanya hanya merayu yeoja-yeoja saja, tidak di sekolah, di mall, bahkan di tempat penampungan. Ya sudahlah aku pulang duluan saja.

Ketika akan memasuki mobil ferarri silverku, aku terpaku melihat seorang yeoja sedang duduk di kap mobilnya, membaca sembari mendengarkan alunan musik dari i-Pod di saku kanannya, itulah yang dia lakukan. Matanya berbinar-binar melihat deretan huruf yang berjejer di buku tebalnya. Tangan kirinya sibuk memegang lolipop merahnya. Aku tersenyum melihatnya.

“Cantik.” Gumanku tanpa sadar.

Lamunanku buyar ketika yeoja itu disapa oleh dongsaengku, Minho. Yeoja itu menghentikan aktifitasnya dan mengobrol dengan minho. Aku menghampiri mereka berdua.

“YA! Kau ini! aku menunggu dari tadi!” semprotku ke namja didepanku.

“HYUNG! Aish… baru saja menunggu sebentar.” Katanya.

“Sebentar, kau bilang sebentar! Aku menunggu selama 1 jam ppabo!” kataku pedas.

Tanpa kusadari yeoja disamping tertawa kecil melihat peperangan saudara kami (eh terlalu dramatis ralat..ralat…) adu mulut antara kami berdua.

“mianhe.. maaf aku lupa ada kau disana..” kataku sambil menunduk tanda perminta maaf.

“gweanchana..”katanya dengan senyuman hangatnya.

“AIGOO… manis sekali..”kataku dalam hati.

“Minho-ssi aku pulang dulu ya, bye, bye hyungnya minho.” Katanya sambil melambaikan tangannya. Aku tersenyum simpul sambil melihat mobil lamborghini putihnya yang makin menjauh.

“Kajja..”lamunanku buyar ketika minho menepuk pundakku.

Aku melirik lagi mobil lamborghini putihnya yang makin menjauh jauh dan jauh.

“Ppabo kenapa tadi aku tidak menanyakan namanya!” sesalku dalam hati.

Aku ingin menanyakan nama yeoja itu pada minho tapi aku takut. Aku melirik dongsaengku yang sedang menyetir sambil bersiul mengikuti alunan nada lagu “Listen”. Aku mengurungkan niatku. Lebih aku tanyakan lain waktu saja.

Keesokan harinya di kediaman keluarga Choi..

Aku sudah mengenakan seragam sekolahku, tapi aku masih terbaring di tempat tidur. Aku masih memikirkan yeoja yang kemarin aku temui di toko tersbut.

Terdengar ketukan pintu dari luar.

“Ne! Aku akan turun ke ruang makan sebentar lagi!” kataku sedikit keras.

Terdengar langkah kaki menjauh dari kamarku. Lalu aku segera menyambar tas punggung dan jas sekolahku yang tergantung di sudut kamar. Aku mengahampiri appa dan minho di ruang makan.

“Hyung, kau tidak boleh menumpang mobilku hari ini!” kata minho sambil melahap roti selai strawberrynya.

“Waeyo?” kataku lalu duduk di samping kiri appaku, depan minho.

“Aku ingin mengantar Luna pulang hari ini.” katanya.

“Dasar namja genit.” Kataku sambil melirik sinis padanya.

“Sudah jangan bertengkar, appa pulang larut malam ini. minho jangan keluar malam dengan yeoja-yeojamu itu. siwon awasi dongsaeng genitmu ini. appa berangkat dulu.” Terdengar sura berat appa berbicara.

“Ne appa.” Kataku dengan anggukan yang mantap.

Appaku adalah Choi Seung Hyun, pemilik sekaligus CEO cabang perusahaan Apple di Korea Selatan. Sedangkan ummaku sudah meninggal 3 tahun lalu karena pendarahan dibawah otak ketika dia melakukan operasi penjepitan saraf  di Amerika.  Appaku sangat terpukul ketika mendengar berita bahwa umma meninggal di hari ulang tahunnya yang 56. Hanya pekerjaan yang bisa membuatnya lupa akan hal tersebut. Aku dan minho sudah memakluminya. Kami berdua juga terpukul akan hal itu. minho melarikan diri dari kenyataan pahit tersebut dengan bergabung denga  yeoja-yeoja, sedangkan aku…. tidak bisa. Aku sudah berusaha melupakan hal itu, tapi tidak bisa. (malah curcol, udah dululah balik ke cerita)

“Ya sudah aku naik mobil sendiri saja.” Kataku.

Aku menyambar kunci mobil Lamborghini Gallardo 570-4ku. Lalu pergi ke garasi dan menaikinya. Aku mengemudikan mobilku denga kecepatan tinggi.

SM High School….

Aku memasuki ruang kelas IPA-5, seperti biasa yeoja-yeoja menatapku dengan tatapan terpesona. Tapi tidak seperti biasanya aku tersenyum kepada mereka, aku hanya diam dan berjalan menuju tempat dudukku. Aku masih memikirkan yeoja itu dan senyuman itu.

“Senyuman itu mirip senyuman umma…” kataku dalam hati.

Tiba-tiba suasana kelas langsung sunyi. Aku tahu itu, tanda-tanda Shim songsaenim masuk ke dalam kelas. Aku melihat seorang yeoja membuntutinya.

“Dia…”

“Annyeonghaseo, joneun Kwon Yuri imnida.” Katanya sambil menundukan badannya.

“Baiklah nona Kwon, kau duduk dengan tuan choi di sisi kanan.” Kata Shim songsaenim dengan jari telunjuk yang menunjuk kerahku.

“Ne songsaenim.” Katanya sopan lalu berjalan menuju tempat duduk kosong disampingku.

“Annyeong.” sapaku

“Annyeong, kau hyungnya minho-ssikan?” tanyanya.

“Ne. Joneun Siwon imnida.” Jawabku dengan senyumanku yang khas.

“Annyeong.” Katanya, kedua mata indahnya menyipit karena tersenyum.

Dia lalu mengubah posisi duduknya yang tadinya menghadapku, kini mengahadap kedepan. Aku masih terpaku melihatnya. Deheman songsaenim membuatku terbangun dari lamunanku. Kami melanjutkan jam pelajaran dengan tenang.

Ketika istirahat….

“Yuri-ah, kau mau pergi ke kantin denganku?” tanyaku pada yuri yang sedang membaca buku matematika tebalnya.

“mmm…arraseo…” katanya lalu disusul senyuman indahnya. Aku balas senyuman yang dimilikinya dan menurutku dimiliki ummaku juga.

Kami berjalan menuju kantin SM High School. Kami memesan bulgogi untukku, ddukbogi untuknya dan 2 cappucino untuk kami berdua. Kami berbincang-bincang sambil menunggu pesanan kami datang, dan datanglah teman-temanku dari kela IPS-3 yaitu

Heechul, Ryewook, dan Kyuhyun. Ini foto kami saat pesta tidur di rumah Ryewook. (pura-puranya)

“Siwon-ah kau tidak menyusul kami, dasar sombong…”

“I see, there is a woman here.” Bisik Kyuhyun ke telingaku. Yuri hanya menatap kami ber4 dengan tatapan bingung.

“Guys, kenalin ini anak baru di kelasku, Yuri..” kataku dengan nada malas.

“Annyeong.” Kata Yuri,

“Annyeong..” jawab Ryewook.

Ketiga namja itu kini duduk di depan kami. 1 bermain PSP, 1 melihat-lihat menu, dan 1 lagi hanya menatapku dengan tatapan menggoda. Aku mengerjapkan kedua mataku menandakan untuk mereka pergi. Aku hanya ingin berdua dengan Yuri.

“Guys, come on!!!” kata Kyuhyun sambil mengedipkan 1 matanya kepadaku. Untung dia mengerti.. huh……………

“Mau kemana?” tanya Heechul pura-pura bodoh. Kalau tidak ada orang disini sudah kuhajar muka mulusnya.

“Sudahlah Hee-ah,” kata Ryewook dengan nada memelas.

Akhirnya namja itu menyerah dan pergi. Pesanan kami sudah datang. aku segera melahap bulgogi dengan sausnya yang menggugah selera itu.

“Ppabo, sausmu berada di pipi kanan kirimu.” Kata yeoja didepanku sembari mengelap saus bulgogi yang menempel di pipiku dengan tangan lembutnya. Aku hanya tertegun sambil menatap wajahnya yang rupawan. Dia yang menyadari itu melemparkan serbet ke mukaku.

“Aish….” kataku sambil menyingkirkan serbet itu dari mukaku.

“Waeyeo?” tanyanya,

“Waeyeo?” kataku

“Waeyeo, kau menatapku seperti itu?” tanyanya sambil melahap ddukboginya.

“Annio.” Jawabku singkat.

“Siwon-ah, kau belum memperkenalkan teman-temanmu padaku!” katanya.

“So?”

“Siapa mereka itu?” tanyanya gemas.

“Yang tadi main game namanya Kyuhyun, yang mukanya mulus seperti yeoja itu Heechul, dan yang terakhir yang rambutnya merah namanya Ryewook. Mereka teman 1 timku sepak bola.” Kataku panjang lebar.

“Aku percaya Kyuhyun dan Heechul pemain bola, tapi Ryewook…” katanya ragu,

“Ya! gini-gini dia kiper terbaik tingkat SMA di Seoul loh!!!” kataku dengan nada membela.

Dia mengangguk tanda mengerti. Bel masukpun berbunyi, aku menarik tangannya lembut supaya dia bangun dari tempat duduknya. Dia menerimnya lalu melepaskannya setelah dia bangun dari duduknya. Aku hanya tersenyum kecut.

Kim songsoenim masuk dengan setumpuk kertas ulangan di tangannya.

“Anak-anak kalian kerjakan soal ini selama 1 jam pelajaran. Dan jangan menyontek.” Katanya lalu membagikan kertas ulangan sejarah korea selatan. Kami mulai mengerjakan 30 soal tersebut dengan tenang. Aku sudah menyelesaikannya selama 17 menit. Aku melirik yeoja disampingku yang sedang asyik menuliskan jawaban di kertas jawabannya.

“Selesai.” Gumannya pelan.

“Aku juga sudah.” Bisikku ke telinga kirinya.

Dia terlonjak sedikit. Dia mengelus dadanya dengan tangan kanannya. Dia meleparkan penghapus kearahku. Aku hanya meringis kesakitan ketika penghapus itu menghantam mataku. Walaupun kecil, penghapus itu masih baru, jadi masih sedikit keras. Dia tertawa kecil. Aku hanya tersenyum sambil meringis kesakitan. Kim songsaenim menatap tajam kearah kami berdua. Kami hanya menundukan kepala dan berpura-pura mengerjakan soal ulangan yang berada diatas meja.

Waktu pulangpun tiba. Dia mengeluarkan cellphonenya dan mulai menekan tombol-tombolnya.

“Duluan ya Siwon-ah.” Katanya lalu melambaikan tangannya kearahku.

Aku balas lambainnya. Aku melihat punggung yeoja itu menjauh dan menghilang di balik dinding kelas.

“Yuri..yuri..” kataku sambil menggelengkan kepalaku.

Aku berjalan menuju tempat parkir didekat lapangan baseball. Dan aku melihat namja dengan baju sekolah yang sudah berantakan sedang celingak-celinguk mencari seseorang.

Aku menjambak rambut gondrongnya dari belakang.

“YA HYUNG, APPO!” katanya sambil mengelus-elus kepalanya.

“Makanya potong rambut gondrongmu itu..” kataku sambil  menarik rambutnya lagi.

“APPO… sudah sana pulang.” Usirnya sambil mendorongku.

“Siapa yang kau cari? Oh ya, kau jadi pulang dengan Luna?” tanyaku ikutan celingak-celinguk.

“Mau tahu saja!!!” katanya sambil memanyunkan bibirnya.

“Ya sudah, aku pulang dulu ya!!! Bye….” kataku sambil mengobrak-abrik rambutnya yang dibalas dengan dengusannya. Aku hanya tersenyum jahil.

Minho POV

Aku menatap punggung namja yang kusebut “hyung” itu menjauh.

“Dasar jahil!” gumanku kesal. Mobil gallardonya meninggal lapangan parkir SM High School.

Akhirnya muncul juga yeoja yang aku cari-cari.

“YURI NOONA!!!” teriakku. Dia melihat dan menghampiriku.

“Annyong minho-ah.” Katanya sambil tersenyum.

“Annyong!!” kataku ramah.

“Waeyeo?” tanyanya sambil melihat jam tangan Gucci yang melingkar di tangan kirinya.

“Mmmmm… mau pulang denganku tidak?” tanyaku malu-malu.

“Ah… aku sudah dijemput oppaku. Ah itu dia!! Bye.. minho-ah, mianhe..” katanya kemudian berlari ke arah mobil hyundai hitam yang terpakir di samping mobil Park songsaenim.

“Gweanchana.” Kataku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gagal.

“Cantik sekali..” gumanku dalam hati.

Tiba-tiba aku merasa pinggangku dipeluk seseorang. ah ternyata yeoja ini, sahabatku.

“Ya Soo Jung, apa yang kau lakukan?” tanyaku marah, lagi badmood nih!!

“Aish begitu saja marah dan berapa kali aku harus katakan padamu, JANGAN PANGGIL AKU SOO JUNG, PANGGIL AKU KRYSTAL!”teriaknya. Sebenarnya dia sering memelukku. Aku saja pernah mencium keningnya saat dia menangis karena dicampakkan kekasihnya ketika kami masih smp.

“Mian..mian… aku kesal nih!” kataku sambil duduk di kap mobilku.

“Wae?” katanya lalu ikut duduk disampingku.

“Ah, annio.” Elakku.

“Minho-ah! Aku ini kan sahabatmu, masa kau tidak mau memberitahuku!!” katanya sambil mencubit lenganku.

“Appo… aku akan memberitahumu, tapi nanti. Aku masih menunggu saat yang tepat.” Kataku sok bijak.

“Ya sudahlah! Minho-ah, kau bisa antar aku pulang tidak?” tanyanya sambil menunujukan puppy eyesnya.

“Memang kau tidak pulang dengan Jessica noona?” tanyaku

“Annio. Yeoja itu pulang dengan Yesung oppa. Meninggalkan ku sendiri tanpa sepeser uang..” katanya sambil memasang muka sedih. Krystal mempunyai kakak perempuan bernama Jessica.

“Arraseo…” kataku, aku tidak tahan kalau melihat yeoja ini menunjukan puppy eyesnya.

“YEY, kau memang sahabat terbaikku,” katanya sambil mencubit kedua pipiku.

“AISH APPO…” ringisku. Dia hanya bisa tertawa terbahak-bahak ketika melihatku mengelus-elus kedua pipiku yang memerah.

“Ya! Yeoja itu tidak boleh tertawa seperti itu, dasar setengah – setengah!” ledekku yang berhasil membuat mukanya memerah karena geram.

Malam harinya di kediaman keluarga Choi….

“Darimana saja kau?” tanya hyungku dari ruang tv.

“Rumahnya Krys…” kataku lalu berjalan menuju kamar. Sesuatu menarik tanganku, ternyata tangan hyung.

“Makan dulu sana…”katanya lalu menarikku ke ruang makan.

Disana ada sup, nasi, kimchi, dan entah apa lagi.

“Aku sudah kenyang hyung, tadi aku sudah makan di rumah Krys..” kataku bohong.

“ya sudah kau tidur saja, kau terlihat lelah. Lihat saja kantung mata itu.” tunjuknya kearah bawah mataku.

Aku merebahkan badanku dikasur seharaga 20.000 won yang berada di kamarku. Aku menatap langit-langit kamar.

“Apa yang hyung lakukan dengan yuri noona di kantin?” Tanyaku dalam hati.

Aku melihat mereka sangat mesra. Membersihkan saus di pipi, memegang tangannya, berbincang-bincang, dan yang sangat menggangguku adalah tatapan hyung pada yuri noona.

“Wae? Waeyo hyung selalu menjadi sainganku?” kataku sambil mengepalkan kedua tanganku.

Ketika pagi hari…

“Minho-ah, hari ini aku tidak menumpang denganmu.” Kata siwon hyung yang sedang melahap sarapannya dengan tenang.

“Waeyo? Tumben!!” kataku sambil mengangkat sebelah alisku.

“Aku ingin mampir ke sesuatu tempat setelah pulang sekolah.”

“Aku bisa mengantarkan kau…”

“Shireo!! Aku ingin kesana sendirian..” katanya. Appa sedang ada meeting di luar negeri, jadi kami hanya berdua dirumah tambahan beberapa pelayan.

“Ya sudah aku berangkat dulu! Kau cepatlah sudah jam 06.30.” katanya lalu pergi menghilang dibalik pintu.

“Tuan minho, kau ingin aku ambilkan jasmu di kamar?” suara Mr. Ok membuatku tersedak.

“Mianhe tuan…”

“Gweanchana… ya boleh ambilkan. Gomawo mr. Ok..” jawabku pada pria tua berumur 70 tahun ini.

Aku melajukan mobil ferarri ku dengan santai. Aku teringat kata – kata Krystal “jangan mempertaruhkan nyawamu hanya karena kebut-kebutan seperti itu, kecuali kalau kau sudah siap untuk mati.” (author ngutip dari buku novel. Bagi yang merasa membuat novel itu, aku ngutip bkn nyontek. Tapi klo ngerasa terganggu mian ya..) yeoja itu sudah seperti ummaku.

Sampailah aku di lapangan parkir sekolah. Dari kejauhan aku melihat hyung dan yuri noona sedang asyik berbincang – bincang di depan kelas mereka. Aku memukul setir mobilku. Saat aku keluar dari mobil, Krystal segera datang menghampiriku dan menggadengku mesra.

“Ya! Apa yang kau lakukan Soo Jung?” tanyaku bingung.

“Aish! Jangan pernah memanggilku Soo Jung!” katanya sambil meremas lengan kiriku.

“Kenapa kau menggandengku? Tidak seperti biasanya?” tanyaku heran.

“Kau lihat tidak yeoja disana? Dari kemarin dia memperhatikanmu di kantin. Dia itu murid baru. Aku tidak mau kalau sampai dia menjadi yeojachingumu…” katanya sambil memajukan bibirnya.

“Wae?” kataku. Tumben dia perhatian sekali.

“Dia itu anaknya teman appaku. Dia pernah menumpahkan minumannya dengan sengaja ke baju Channelku. Bagaimana aku tidak marah? Biarlah dia mengira aku yeojachingumu, biar dia tau rasa!” katanya dengan evil smilenya.

“Mana ada namja yang mau menjadi namjachingumu.. kaukan setengah – setengah.” Candaku.

Dia menjitak kepalaku cukup keras. Aku hanya tertawa terbahak – bahak melihat mukanya memerah karena marah. Kami berjalan menuju kelas. Dia masih menggandengku erat. Terkadang aku melirik tangannya yang menempel ditanganku. Aku tersenyum puas, akhirnya yeoja ini mau berjalan mesra denganku juga. Biasanya dia hanya merangkul bahuku. Katanya supaya orang tidak mengira kami pacaran. Padahalkan lumayan bisa dikira yeojachinguku. Tapi dia selau saja tidak mau.

Murid baru itu menatapku terus dari tadi. Tapi Krystal segera menarik wajahku untuk mengahadap ke arahnya. Aku menatapnya bingung. Dia mengedipkan sebelah matanya. Aku hanya menggelengkan kepalaku.

Di lapangan basket…

“Kenapa mukamu kusut?” tanyaku sambil meneguk sebotol air mineral. Aku baru saja latihan basket.

“Dia berhasil masuk tim cheerleaders..” dengus Krystal. Dia adalah member tim cheerleaders sekolah. (author ga tau tulisan cheerleaders. Ini juga ga tau betul ga tau salah).

“Ya sudah chagi-ah. Jangan cemburu…” kataku sambil mengacak – acak rambut panjangnya.

Ekspresi mukanya tidak berubah sama sekali. malah tambah kusut ketika yeoja itu melambaikan tangannya padaku. Yeoja yang Krystal benci itu masih memandang genit kepadaku. Ide cemerlang muncul di benakku.

Aku menghadapkan wajahnya ke arah wajahku. Dia hanya menatapku bingung. Aku mulai menipiskan jarak diantara kami berdua .Aku mulai mendaratkan bibirku di bibirnya. Aku melumat bibirnya lembut. Dia sempat terbelak, tapi akhirnya dia membalas juga.  Dia membuka mulutnya dan membuat ruang untuk memasukan lidahku ke rongga mulutnya. Beberapa lama kemudian, mungkin dia bosan tau bagaimana sehingga dia melepaskan bibirnya dan melihat yeoja itu dengan evil smile terpajang di wajahnya. Yeoja itu hanya mendengus kesal dan pergi ke luar gym. (maaf kalau adegan ciumannya kurang srek… kami author ga tau cara mengungkapkan adegan itu. maklum kami masih pemula. )

“Yeah…” katanya sambil tersenyum.

“Kau senang karena kucium?” tanyaku sambil mengangkat sebelah alisku.

“Ppabo mana mau aku dicium kau!” katanya sambil memukul bahuku.

“APPO… sss… tapi kau membalas ciuman tadi?” tanyaku bingung.

“Itu hanya agar dia cemburu. Lagipula aku tidak suka dicium namja berbau busuk seperti kau… oh iya ini karena menciumku tanpa permisi..” katanya sambil menampar pipi kananku. Baru kali ini aku ditampar seorang yeoja.

“Aish!!! Dasar tak tau terima kasih!!” kataku sambil meringis. Dia tidak menghiraukanku dan pergi ke luar gym.

“Tapi kenapa aku merasa jantungku berdetak lebih cepat…” tanyaku dalam hati.

“Ah tidak mungkin aku menyukainya. Aku hanya mencintai yuri noona.” kataku dalam hati.

Siwon POV

Aku mengemudikan mobilku ke sesuatu tempat di pinggiran kota Seoul. Aku pergi ke makam ummaku. Aku menatap batu nisan yang tertancap di tanah. Air mata turun dari pelupuk mataku.

“Umma… bogoshippo…” isakku sambil mengelus nisan bertulisakan nama ummaku.

Aku merasa pundakku di sentuh. Ketika aku berbalik ternyata dia… bidadariku..

“Won-ah, eh Siwon-ah kau tak apa?” tanya Yuri.

“Tak apa kalau kau memanggilku Won.” Kataku  sambil tersenyum.

“Kau juga boleh memanggilku dengan nama panggilan khusus untukmu.” Tawarnya.

“Hmmm..Yul-ah?” kataku sambil membelakkan mataku.

“Arraseo..” katanya sambil tersenyum.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku sambil berusaha untuk bangun dari posisiku.

“Disini makam unnieku, yang itu…” tunjuknya ke arah batu nisan yang tak jauh dari makam umma.

Listen,

I am alone at a crossroads

I’m not at home, in my own home

“Yeoboseyo? Mwo? Arraseo..” katanya lalu mematikan hpnya.

“Waeyeo?” tanyaku.

“Ani..” elaknya.

“Waeyeo?” paksaku.

“Oppa tidak bisa menjemputku.” Katanya sambil menendang kerikil didepannya.

“Kebetulan sekali.. mau pulang denganku?” tawarku.

“Ah tidak usah. Aku bisa naik taksi kok!” tolaknya.

“Sudahlah, lagipula bahaya lho siang bolong begini. Kajja….” aku menarik lengan kirinya lembut.

Aku menyetir mobilku dengan santai. Aku melirik yeoja disampingku yang sedang menatap pemandangan dari dalam mobil. Aku memakirkan mobilku di dekat sebuah danau. Aku turun dan segera membukakan pintunya dan menariknya keluar. Dia hanya menurut.

“Aahh… akhirnya terbebas dari polusi…” kataku lalu berbaring di tikar.

“Apakah kau selalu membawa perlengkapan piknik kemana – mana?” tanyanya masih berdiri mematung.

“Annio. Ini mobil ummaku. Dia selalu membawa perlengkapan piknik.” Kataku tanpa menatap wajahnya.

“Bukankah ummamu sudah…”

“Meninggal??? ini mobilnya. Dulu kami sering piknik di danau ini, setelah datang ke makam kakekku di sebelah makam ummaku. Setelah umma meninggal semua berubah. Appa tidak bisa melupakannya. Dia ingin menjual mobil ini, tapi aku melarangnya. Sekarang aku rawat mobil ini dan hanya memakainya jika pergi ke makam ummaku.” Tuturku panjang lebar.

“Bukankah ketika sekolah kau memakai mobil sportmu?”

“Ne. Aku pulang dan memakai mobil VW tua ini..” kataku sambil menunjuk mobil VW merah yang terpakir di dekat danau.

Tanpa sadar air mata mengalir di wajahku. Aku hanya menutup mataku dan membayangkan wajah umma yang sedang tersenyum. Tiba – tiba, sesuatu menyentuh bibirku pelan. Aku membuka mataku dan melihat yeoja itu sedang menyentuh bibirku dengan telunjuknya. Dia menatapku lembut.

“Aku disini untuk menemanimu. Arra?” katanya lalu memelekku erat.

“A..Arra..Arraseo..” kataku gugup. Aku merasakan pelukan hangat darinya dan membalas pelukannya dan mencium keningnya. Ah sungguh hari yang indah…

Yuri POV

“Tidak salah lagi.. dia namja itu…”

Minho POV

Aku menatap kolam renang di hadapanku. Kini aku sedang di rumah Krystal. Hari ini musim panas, dia mengajakku berenang di siang yang panas ini. aku melihatnya sedang berenang gaya dada dengan anggunnya. Aku tersenyum melihatnya terbatuk – batuk karena tersedak air kolam.

“Makanya hati – hati..” kataku tanpa mengalihkan pandanganku dari majalah yang sedang kubaca.

“Kau tidak berenang?” tanyanya yang kini sudah terbaring di sampingku.

“Anni. Aku hanya ingin berjemur..” kataku santai.

“Ya sudah aku ke dalam dulu ya… “ katanya lalu masuk ke dalam rumahnya yang sangat besar untuk ditinggali oleh 2 orang.

Aku menarik napas dalam. aku teringat kejadian tadi siang di makam umma..

Flashback

Aku  mengikuti mobil hyung hingga ke makam umma.

“Sudah berapa lama aku tidak kemari? 1 tahun? 2 tahun? Oh iya… 5 tahun..” kataku dalam hati.

Tadinya aku tidak berniat untuk mengikutinya, ketika dia pulang dan memakai mobil VW tua itu. aku tahu tujuan hyung. Tapi aku terpaksa karena melihat yuri noona juga pergi kearah yang sama.

Aku mengamati mereka berdua dari kejauhan. Aku menggerutu karena mereka piknik di dekat danau. Mereka mengobrol dengan asyiknya. Aku hanya memandang mereka dengan tatapan panas. Apalagi saat hyung menangis dan yuri noona memeluknya. Ah serasa hatiku ini sedang dipanggang dan gosong, bukan gosong lagi tapi angus. Jadi tinggal debunya.#garing

Beberapa saat kemudian, mereka mulai membereskan peralatan piknik milik umma. Aku tersenyum senang karena tidak terjadi apa – apa. Tapi, ketika hyung mulai menjahili yuri noona, mereka terjatuh dan terguling bersama. Posisi mereka ketika berhenti, hyung berada di atas badan yuri noona dengan tangan menompang badannya agar tidak menindihi yuri noona.

Hyung menarik tangan yuri noona untuk bangun. Ketika terbangun, hyung tersandung dan membuat tubuh noona terdorong. Tapi tubuh noona tertahan oleh pohon. Hyung tiba – tiba mendekatkan wajahnya ke wajah noona.

Aku tidak sanggup untuk melihatnya, karena itu akupun akhirnya pergi. Aku hanya menatap jalanan yang sepi dengan perasaan geram.

“ARRGGHHH..SIALAN…” teriakku.

Flashback End

Krystal POV

Aku memasuki kamar mandi dan mulai membasuh tubuhku hingga bersih. Aku memasuki kamar dan memakai baju tank top putih dan celana pendek diatas lutut berwana hitam. Aku keluar dan mengunjungi minho yang masih  berada di kolam renang.

“Makan yuk..” rengekku sambil menarik – narik tangan kanannya.

“Minta saja sana ke Mr. Han!!!” katanya tanpa melihat wajahku.

“Aku ingin makan jajangmyeon di rumah makan disana!!!” kataku sambil jurus terampuhku, puppy eyes.

“Arraseo.. aku ganti baju dulu..” akhirnya dia mengalah juga.

“Yeay.. kau memang teman terbaik..” kataku sambil mengecup singkat bibirnya. Dia terlonjak kaget, tapi aku tidak peduli. Aku segera mengganti pakaian yang lebih sopan.

Di suatu rumah makan di Seoul…

“Ah kenyang..” kataku pelan sambil mengelus-elus perutku yang sudah penuh.

“Dasar rakus..” katanya sambil menunjuk ketiga mangkok jajangmyeon yang kosong.

“Ah ya sudahlah.” Kataku.

“Minho-ah, kita main ice cating yuk…” ajakku.

“Malas ah..” katanya sambi menggeliat.

“Ayolah… panas sekali disini!!!” kataku sambil menunjukan puppy eyesku….lagi

“Aish.. kenapa kau selalu memakai puppy eyes itu. Arra..arra..” katanya sambil menjitak kepalaku.

“Yeay…” teriakku senang.

Kami sampai di tempat ice cating yang cukup ternama di Seoul. Kami segera mengganti sepatu kami dengan sepatu ice cating yang telah tersedia. Awalnya namja ini bosan, setelah kujahili beberapa kali di mulai menikmati kegiatan kami ini. hampir saja aku terjatuh, tapi dia segera memegangku erat.

Aku menyukai namja ini semenjak aku dicampakkan oleh pacarku saat smp. Hanya dia yang bisa menenangkan hatiku. Tapi , sepertinya dia menyukain yeoja lain. Aku tahu siapa itu. ya.. yuri unnie, teman jessica unnie. Tapi aku tahu yuri unnie tidak menyukainya. Maksudnya dia hanya menganggap minho sebagai namdongsaengnya. Tapi minho terlalu bodoh untuk menyadari hal itu.

yuri unnie menyukai siwon oppa. Dia memberitahu jess unnie. Aku menguping ketika mereka membicarakan hal itu di kamar jess unnie beberapa hari yang lalu. Tapi ketika yuri unnie akan memberitahukan alasannya menyukai siwon oppa, Mr. Han tiba-tiba menyentuh pundakku yang membuatku terlonjak dan kabur menuju kamarku.

Aku tidak bisa memberitahu minho. Aku takut dia marah dan hilang kendali. Dia pernah hilang kendali ketika aku dipaksa mencium seoran namja yadong saat aku masih smp kelas 3. Dia memukul namja itu dengan tongkat baseball berkali-kali.

Minho segera memelukku erat ketika namja itu terkapar di lantai. Ketika aku menangis takut,dia menenangkan dan memelukku. Namja itu dikeluarkan dari sekolah atas permintaan minho. Tapi minho jga diskors karena memukuli namja itu sampai masuk rumah sakit. Tapi karena keluarga choi adalah penyumbang terbesar di sekolah, minho hanya diskors selama 2 hari.

Kami sudah selesai bermain ice cating. Aku mengajaknya ke tempat favoritku, rumah pohon di rumah nenekku di daerah pedesaan yang lumayan dekat dengan makam ummanya. Sekitar 1 jam perjalanan kami sampai disana. nenek dan kakekku sudah pindah bertahun-tahun yang lalu. Kini hanya tersisa rumah dan kebun jagung yang diurus oleh sepasang suami istri yang dipercayai oleh appaku untuk menjaga tempat ini. Tapi tempat ini sangat sepi, karena letaknya dekat kaki gunung.

“Ah sampai juga.. kajja..” ajakku. Namja itu hanya menatap pemandangan diluar dari dalam mobilnya.

“Ppali…ppali…” ajakku sekali lagi. Dia tidak bergeming sama sekali, akhirnya aku menariknya keluar karena sudah habis kesabaran.

“Ah… ahjussi, ahjumma…” teriakku lalu memasuki rumah tua itu sambil menarik namja ini yang melamun entah kenapa.

“Annyonghaseo..” sapa suami istri tersebut yang bernama Lee.

“Ahjussi, bolehkah kami menginap disini? hanya 1 malam saja kok!” kataku.

“Ne..Ne.. jangan malu-malu. Inikan rumahmu.”kata ahjumma lee sambil membawa kimbap dan segelas teh hijau hangat.

“Gamsanhamida ahjumma..” kataku sambil tersenyum.

Namja itu masih terdiam. Dia hanya melihat keluar jendela. aku juga melihat jendela, penasaran apa yang dia lihat dari tadi. Tidak ada apa-apa kok. Aku mengguncangkan badannya, dan dengan 1 kali hentakan dia terbangun dari lamunannya.

“Ah ne..ne..”katanya sambil merem melek.

“Waeyeo?” kataku.

“Ani. Aku hanya teringat saat kita SD kau dan appamu sering mengajakku kesini. Tempat ini tidak berubah sama sekali..” katanya lalu melahap kimbap yang ada dihadapannya. Aku mengangguk setuju sambil melihat keluar jendela juga. Setelah berbincang – bincang dengan ahjumma lee dan ahjussi, akupun pergi menuju kamarku di lantai dua. Kamar minho juga ada di lantai dua.

“Krys, bolehkah aku masuk?” tanya minho sambil mengintip dari balik pintu.

“Tentu.. masuk masuk..” kataku.

“Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.”

“Apa?”

-To Be Continued-

Gimana ffnya? Baguskah? Kurangkah? Jangan lupa comment ya….:) dan bagi yang merasa ffnya kurang bagus, bilang aja tapi mohon banget dengan bahasa yang sopan… arra? Dan bagi yang punya saran atau tambahan buat part selanjutnya silahkan saja… kalo menurut author cocok mungkin akan kami tulis dan bagi yang tidak cocok mian, kayanya ga ditulis disini. Kalo ada kata – kata yang salah ketik mian ya…*bow* gomawo…😀

Notes for Author :: karna foto kmu dimasukin ke word sekalian sma tulisannya jadi gak bisa dipake. Dan sya gak nemu foto yang sama untuk posternya. Mian klo gak suka posternya🙂


20 thoughts on “[Freelance] WHICH ONE ??? #1

  1. bakal rumit nrh cerita’a…
    yg ini suka sama yg itu,,yg itu suka sama yg ini,,yg ono suka sama yg itu.,,x_x
    minho bakal ngomong pa y?? bakal curhat kah???

    d lanjuuut chingu…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s