[Freelance] Oppa’s Apartement #2


Judul FF : Oppa’s Apartment Part 2
Cast : Tiffany Hwang, Henry Lau, Kim Jungmo
Genre : Romance
Author : YunJaeShipper
ANOTHER PART! >< KYAAA. Cekidot oppa apartment part 2 and enjoy the story<3
***
Saat sedang dilanda kebingungan, tepatnya ke-shock-an, tiba tiba Jungmo datang menghampiri mereka berdua dan langsung menepuk pundak Henry.
“Hey Henry! Seems that you’ve already meet my beautiful cousin, eoh?” kata Jungmo sambil melakukan high five dengan Henry.
“Eoh? Jadi Oppa kenal dengan Henry gege?” kata Tiffany histeris. ‘Mati aku..’
 
Jungmo mengganguk, lalu tersenyum pada sepupunya itu. “Ne, kalian sudah saling kenal? Waeyo??”
Terpaksa Tiffany memaksakan seulas senyum pada Jungmo dan Henry. “Ah.. ne, aniya, Gwaenchana, oppa~” Jungmo tersenyum gemas sambil mengacak rambut Tiffany dan menggandengnya masuk kedalam apartemen. Henry mengikuti mereka berdua dengan tatapan bingung.
TIFFANY POV
YA TUHAN!!!! Aku, Jungmo oppa, dan… Henry Gege…. akan tinggal bersama di apartemen ini??? MALDO ANDWAEEEEE!!!~~ AH! Tau begini aku merengek pada appa saja minta diajak ke Jepang! Tapi sudahlah, sudah terjadi semuanya.. pokoknya aku harus menjaga diri dan bertahan disini, daripada di rumah sendirian, hiiii.. Tiffany Hwang hwaiting!
TIFFANY POV END
AUTHOR POV
Saat sudah berada di dalam apartemen, Tiffany mengambil langkah seribu ke kamar Jungmo. Henry menatapnya heran sambil tersenyum geli. Entah mengapa yeoja ini menarik hatinya.
“Ahh~ Malas sekali sih~” kata Tiffany pelan sambil merebahkan dirinya di kasur Jungmo. Ia menghela napas berat. Ia membuka matanya. Tiba tiba saja Jungmo sudah berada di hadapannya.
“YAAAH!!!” pekik Tiffany keras sambil mendorong tubuh Jungmo ke samping. Alhasil, Jungmo jatuh dan ke lantai. Tiffany tertawa puas melihat saudaranya menderita. *aigoo eonnie jahat amat*
“Tiffy.. appha.. uhh, kau ini jahat sekali sama oppa-mu yang tampan ini” kata Jungmo sambil memegang pantatnya yang jatuh duluan.
“siapa suruh kau mengagetkan aku. Dasar momoppabo” kata Tiffany sambil terkekeh. Jungmo menyerah dan langsung merebahkan diri di samping Tiffany. “Tiffy, kau kenal dengan Henry?” tanya Jungmo sembari menatap sepupunya itu.
“Sedikit,” Tiffany menghela napas panjang, lagi. “tadi ia minta nomorku dan mengajakku berkenalan di sekolah oppa,” Jungmo menaikkan salah satu alisnya. “Lalu?” tanya nya. “Yah, itu, dia mengajakku berkenalan didepan teman temanku, dengan menggunakan bahasa Cina! Untung saja mandarinku lebih bagus dari koreaku!”
Tawa Jungmo meledak. Tiffany melihatnya dengan tatapan ingin membunuh, kesal mendengar tawa Jungmo yang menurutnya konyol itu. “Aigoo, kasian sekali kau ini, pantas saja tadi kau gugup didepannya. Hahahaha~”
“Ahh oppa nappeun!” Tiffany mengerucutkan bibirnya kesal. Langsung saja Jungmo mencium bibir mungilnya itu sekilas. Tiffany tersentak kaget. “Yah ige mwoya?” kata Tiffany sambil menjitak kepala Jungmo dan berbalik. Itu adalah hal wajar ketika mereka masih kecil, namun sekarang? Tapi Tiffany tetap memakluminya. Karena ia dan Jungmo memang sudah dekat dari dulu.
“Hehe.. mianhae, Tiffy, bibirmu membuat oppa gemas sih” kata Jungmo sambil memeluk Tiffany dari belakang dan menaruh pundaknya di bahu Tiffany. “sudahlah, ayo tidur oppa”
Akhirnya mereka berdua tertidur sambil berpelukan. Mereka tidak sadar bahwa ada sepasang mata yang
mengawasi mereka.
HENRY POV
Aigoo, aku kebelet pipis (._. ), akhirnya aku pergi ke toilet. Aku tidak sengaja melihat kamar Jungmo Hyung terbuka lebar. Ada Tiffany didalamnya. Ia sedang mengobrol dengan hyung. Aku menguping pembicaraan mereka, diam diam aku mengagumi wajah Tiffany yang cantik dan meneduhkan (?). Hatiku serasa melompat lompat ketika melihat wajahnya, apalagi eye smilenya.
‘Aduh! Mikir apa sih kamu Henry Lau!’ucapku sambil memukul mukul kepalaku. Sakit yah -_-
“ahh oppa nappeun~” tiba tiba aku mendengar suara Tiffany dari dalam situ. Yah, sebentar, apa aku salah lihat? Aku melihat hyung mencium Tiffany di bibir?? Aku mengucek mataku, namun tidak! Sekarang Hyung memeluk Tiffany dari belakang. Mereka ini sepupu atau pacaran sih??
Eh, tapi kenapa aku peduli? Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke rencana ku tadi, pipis, aku juga mencuci muka ku. Aku memegang dadaku, eh? Kenapa dadaku tiba tiba berdetak cepat begini?
Aku keluar dari kamar mandi. Aku lihat Hyung dan Tiffany tidur sambil berpelukan. Mereka terlelap bersama. Ah,
andai saja aku yang tidur sambil memeluknya. Apa ini? Apa aku.. cemburu?
HENRY POV END
AUTHOR POV
Jam menunjukkan pukul 9 malam. Tiffany terbangun dari tidurnya. Ia memutuskan untuk mandi karena badannya sudah lengket sekali. Ia beranjak ke kamar mandi setelah mengambil beberapa baju dan handuk miliknya.
Di saat Tiffany sudah selesai mandi, Henry tiba tiba ingin pipis lagi. Ia berjalan ke kamar mandi dengan mata setengah terpejam. Matanya yang sipit itu membuat ia tidak bisa melihat apa apa.
Saat Henry sudah berada di depan pintu kamar mandi, Tiffany juga berjalan keluar dari kamar mandi dengan piyama pink nya dan handuk yang menutupi rambutnya yang basah. Mereka berdua sama sama tidak melihat, maka jadilah Henry menubruk badan Tiffany membuat Henry menindih tubuh Tiffany dan tidak sengaja bibirnya mengenai bibir Tiffany.

‘AIGOOO!’ jerit mereka berdua dalam hati. Sontak, Tiffany langsung mendorong badan Henry sampai terjongkal ke belakang. *sifat evilnya eonnie muncul lagi ._.*
“Tiff.. uhm.. diubuqi..” kata Henry tergagap. Tiffany hanya tersenyum kecut. “mei wen ti, ge, aku ke kamar dulu” jawab Tiffany dingin.

“ah. Babo sekali kau Henry Lau!!” batin Henry mengutuki dirinya sendiri. Alhasil, ia tidak bisa tidur malam itu. Untung saja besok libur sekolah.
Sementara itu , Tiffany…
Ia menyentuh bibirnya sesekali. Tiffany benar benar tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Ini adalah ciuman pertamanya dengan seseorang yang bukan keluarga ataupun pacarnya. Tiffany mengacak rambutnya frustasi.

‘Ah, sialan’ batin Tiffany. Tapi ia tidak mau terus terusan meratapi nasibnya. Ia berusaha tidur. Namun ternyata tidak mudah tidur sambil memikirkan sesuatu.
Paginya..
“TIFFANY HWANG, HENRY LAU, IREONAAA !!!” teriak Jungmo dari dapur. Lelaki itu sedang memasak. Ia jengkel karena sepasang dongsaengnya ini masih tidur pulas.
“Apa apaan sih oppa? Aku masih ngantuk tau! Ini hari sabtu kan???” teriak Tiffany tak kalah keras dari sepupunya. Ia masih menggeliat di kasur. Matanya serasa berat sekali untuk bangun.
”YAH Tiffy! Kau ini perempuan, harusnya kau yang memasak bukan aku!” balas Jungmo kesal. Akhirnya Tiffany memutuskan untuk bangun dan menggantikan Jungmo memasak. Daripada mendengar ocehan Jungmo yang seperti burung kakaktua itu.
Sementara itu Henry sudah keluar dari kamarnya, tetapi ia tertidur lagi di sofa. Cara tidurnya lucu sekali, seperti anak kucing yang kedinginan. Jungmo terkekeh memikirkan apa yang ingin ia lakukan pada chingunya itu. Jungmo menarik badan Henry sampai jatuh. Henry kesakitan. Jungmo tertawa puas. *yaampun ini sepupu sama aja evilnya -_-*
“Ya!! Hyung!! Appha!! Dasar kau pabo! Aku masih ngantuk tau!” bentak Henry sambil berjalan ke kamar mandi meninggalkan Jungmo yang masih tertawa berguling gulingan di lantai.
Saat Henry ingin ke kamar mandi, ia melihat Tiffany sedang menyiapkan makanan untuk mereka bertiga. Sejenak mata mereka berdua bertemu. Tiba tiba keluar kata kata yang sama di mulut mereka.
“Dui bu qi..” ucap mereka berbarengan. Tiffany dan Henry menutup mulut mereka berdua kaget.
Henry berjalan menghampiri Tiffany. Ia menundukan kepalanya. “Tiffany, Dui Bu qi, sungguh, gege tidak sengaja
kemarin..”
Tiffany tersenyum. “Ne, mei wen ti ge. Aku tau gege tidak sengaja. Aku hanya terlalu shock kemarin”
Henry tersenyum senang. Ia lega bahwa yeoja ini tidak marah padanya. Akhirnya mereka bertiga membuat hari itu menjadi lebih menyenangkan. Namun, Tiffany dan Henry tidak sadar bahwa semenjak hari itu, perasaan cinta sudah mulai tumbuh di hati keduanya.
SENIN PAGI
“Miyoung-ieee!!” teriak seorang yeoja dari kejauhan. Tiffany menoleh. Lalu ia tersenyum, ke 8 sahabatnya berlari menuju ke arahnya. Taeyeon, YoonA, Sooyoung, Jessica, Seohyun, Sunny, Hyoyeon, Yuri.
“annyeong” kata Tiffany sambil tersenyum.”ige mwoya? Kalian ber 8? Aku sendirian???? YAH!!!” kata Tiffany pura pura marah.
“siapa suruh dateng telat” kata Taeyeon sambil mencibir. “EH, bagaimana tinggal di apartemen Jungmo oppa?”
lanjutnya.
“Kalian tidak bisa menebaknya pasti, tau gak.. ternyata chingunya Momo oppa itu…” gantung Tiffany. Ia menghela napas perlahan. Teman temannya penasaran. “NUGUUU??” tanya YoonA dan Sooyoung bersamaan.
“Henry Lau gege, uhh, menyebalkan kan?” gerutu Tiffany. Sejenak mereka ber Sembilan hening. Lalu teman teman Tiffany tertawa ngakak, sangat keras. Tiffany sudah tau bahwa ia akan di tertawakan.
“jahat kalian semua, bukannya prihatin malah menertawakan aku. Huff” kata Tiffany pasrah. Teman temannya menghentikan tawanya perlahan. Namun mereka masih merasa geli.
“terus, bagaimana?” tanya Jessica. Akhirnya Tiffany menceritakan semua yang telah menimpanya. Teman temannya ikut prihatin. Mereka menyemangati dan membuat Tiffany tertawa. Berangsur angsur kekesalan Tiffany terhadap kebodohannya sendiri hilang juga. ia juga merasakan sesuatu yang aneh didalam dirinya setiap bertemu Henry.
****
6 month after..
Tiffany dan Henry semakin dekat seiring berjalannya waktu, walaupun Tiffany tidak menumpang di apartemen Jungmo lagi. Mereka semakin merasakan getaran aneh saat mereka berdua bertemu. Akhirnya, Henry memberanikan untuk menyatakan perasaannya pada yeoja itu.  Toh, mereka sudah dekat selama 6 bulan.
Tanpa mereka ketahui, Jungmo cemburu terhadap kedekatan mereka. Jungmo menyukai Tiffany, mencintainya malah. Namun, Jungmo tau ia tidak bisa memiliki Tiffany. Karena kalian tau, mereka sepupu.
Jadi, hari ini, Henry memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada Tiffany. Ia mengumpulkan semua keberanian yang ia punya.

‘Dugeun.. Dugeun..’
“Miyoung-Ahh~” panggil Henry. Tiffany sedang membaca majalah di sofa apartemen Jungmo. Saat itu ia menginap lagi, karena bosan berada di rumah.
“Ne, Gege?” jawabnya sambil tersenyum manis. Henry merasa jantungnya ingin melompat keluar dari tubuhnya.
“Aku ingin memberitahumu sesuatu”
“Silahkan ge,” jawab yeoja itu. Ia kembali tersenyum manis pada namja imut di depannya.
“Wo Jiao.. ah, bu shi. Wo Ai Ni, Hwang Mi Young!” kata Henry sambil berlutut didepan Tiffany. “would you be my yeojachingu?”
Tiffany terhenyak kaget. Ia tidak menyangka namja yang selama ini ia juga sukai.. bukan, ia cintai, ternyata juga mencintainya. Lidah Tiffany terasa kelu untuk menjawab Henry. Ia pun hanya menggangukan kepalanya sambil tersenyum, lebih manis dari yang tadi(?). Namun anggukan itu membuat senyum sumringah di wajah Henry.
“Xie xie ni” ucapnya sambil memeluk Tiffany. Namun ada sepasang mata yang menatap mereka berdua sendu.
-To Be Continued-

5 thoughts on “[Freelance] Oppa’s Apartement #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s